Part 15:

The Crisis Begin

XXX

Hari-hari berjalan lancar tanpa ada hambatan berarti. Sejak pertandingan terakhirnya untuk menggantikan Jaemin, Baekhyun beristirahat dari hapkido untuk persiapan ujian masuk perguruan tinggi yang akan ia hadapi tiga bulan lagi. Tugasnya sebagai ketua tim kedisplinanpun sudah mulai ia kurangi. Agenda terakhirnya adalah memilih anak kelas satu untuk dijadikan anggota kesiswaan dan melantikan anggota kesiswaan yang sekarang menjadi tim kedisplinan.

Tidak terasa sudah berbulan-bulan berlalu. Di kelas tingkat terakhir ini, kehidupannya jadi jauh lebih berisik dari sebelumnya. Dimulai dari Jinseok yang selalu mengeluh tentang betapa susahnya pelajaran di Korea dan akhir-akhir ini terlihat menyerah, para anggota tim kedisplinan yang sedang sibuk les gratis bersama Kyungsoo—ranking satu pararel angkatan mereka, juga hari-harinya setelah berpacaran dengan Chanyeol.

Adik kelasnya yang dulu ia benci sekarang menjadi orang yang penting untuknya. Walaupun pemuda itu lebih tua darinya, adik kelasnya itu paham betul sikap Baekhyun dan mampu menerimanya. Agak lucu jika mengingat hubungan mereka awalnya dipenuhi sumpah serapah, namun sekarang malah selalu bersama dan tertawa. Lebih mengejutkannya lagi, Chanyeol tenyata bocah laki-laki yang ia temui waktu di Jepang—cinta pertamanya untuk lebih tepatnya. Memang kadang, hidup itu diluar dugaan.

Sama seperti sikap Chanyeol yang diluar dugaan saat ini.

"Kakak bosan ya denganku?" Tanya Chanyeol dengan wajah serius. Baekhyun yang tadinya sibuk memahami isi materi dari bukunya langsung menengok sekilas kearah Chanyeol sebelum kembali membaca bukunya.

"Jika kau disini cuma untuk mengangguku belajar, lebih baik pulang sana," Ujar Baekhyun tanpa memandang Chanyeol sama sekali. Membuat lelaki jangkung itu cemberut.

"Kak, kau tahu kan kita sudah tidak bertemu hampir dua minggu?" Ujar Chanyeol sambil merengut.

"Park, kau tidak cocok bertingkah imut, itu terlihat menyeramkan. Lagian memangnya itu salahku? Yang pergi untuk pelatihan uji coba cabang basket memangnya siapa?" Baekhyun berdecak, melepaskan kacamatanya dan menatap Chanyeol sejenak. Anak itu juga tidak diladeni sebentar maka akan terus merajuk.

"Oh, jadi selama ini kakak pasti kesepian ya dua minggu tanpaku? Iya kan?"

Baekhyun menggeleng. "Tidak juga, aku selalu belajar di kamar Kyungsoo bersama dengan anak-anak tim kedisplinan lainnya. Kami juga sesekali belajar di luar untuk cari sensasi baru. Lalu mengunjungi toko kue keju yang terkenal diujung jalan yang baru buka."

"Hah, setidaknya kan kakak bisa pura-pura kesepian." Chanyeol mendesah pasrah. Ia bangkit lalu menghempaskan dirinya keatas tempat tidur Baekhyun dan meringkuk—menandakan dirinya sedang merajuk tingkat maksimal.

Baekhyun sampai memijat keningnya karena perlakukan kekanakan Chanyeol. Ia menghela nafasnya sebelum tersenyum kecil. Ia menghampiri Chanyeol yang masih dalam mode merajuk lalu memeluk adik kelasnya itu dari belakang. Membuat yang dipeluk tersentak kaget.

"Jangan bicara apa-apa. Aku menggunakan simpanan lima puluh tahun rasa maluku untuk memelukmu dari belakang. Intinya aku juga kesepian jadi tutup mulutmu dan tidur," gumam Baekhyun di belakang punggung Chanyeol.

Chanyeol menahan tawanya mendengar gumaman Baekhyun. Tidak berniat membuat kakak kelasnya itu lebih malu lagi ia memilih memejamkan matanya dan tidur dipelukan Baekhyun.

Mereka tertidur, tanpa menyadari, seseorang dari gedung seberang—menggunakan kamera pembesar dan penjernih sedang memotret mereka seluruh aktivitas mereka.

"Sudah?"

"Sudah. Sekarang kita punya lebih dari cukup."

"Bagus. Sekarang, kita tinggal buat naskahnya dan membiarkan mereka yang bermain perannya. Lihat saja kau Byun Baekhyun."

XXX

Seperti pagi-pagi biasanya, tim kedisplinan kembali beraksi untuk memberikan point kepada siswa-siswa yang melanggar kode etik berseragam. Ada yang bajunya terlalu ketat, roknya terlalu pendek, sepatu warna-warni dan berbagai pelanggaran lainnya.

"Kenapa sih mereka tidak pernah kapok? Aku saja yang memberikan point sampai capek," Keluh Minseok diangguki oleh Kyungsoo.

"Mungkin mereka masokis. Apalagi jika disidak oleh Baekhyun, pasti mereka puas," Celetuk Sehun.

"Mungkin kau yang masokis Sehun karena tidak kapok-kapok aku pukul." Baekhyun detik itu juga langsung memukul kepala Sehun agak keras. Yang dipukul malah tertawa, membuat Baekhyun ngeri karena jangan-jangan Sehun benar-benar masokis.

"Teman-teman, kalian harus lihat ini." Kalimat Kris membuat mereka semua menoleh kearah gerbang pintu masuk. Semuanya melotot kaget bahkan Baekhyun sampai tidak bisa berkata-kata.

Dari arah gerbang masuk, tiga orang perempuan berjalan dengan sepatu hak tingginya. Disana ada Chaeyoung dengan rambutnya yang baru di cat pirang, Kyulkyung yang akhir-akhir ini diam kembali berulah dengan rambut ombre hijaunya juga kukunya yang dipoles merah. Bahkan Yumi?

"Tunggu, bukankah itu Yumi dari kesiswaan?" Tanya Kyungsoo heran.

"Iya, orang yang pernah Baekhyun tolak. Tapi aku tidak ingat dia seperti itu." Mendengar perkataan Kris membuat Baekhyun teringat sosok Yumi yang sempat ia lupakan. Walaupun Baekhyun pernah menolak Yumi, bukan berarti gadis itu tidak baik. Yumi itu manis, feminin, cantik dan sopan anaknya. Kalau saja Baekhyun tidak sedang ingin fokus pada tugasnya di tim kedisplinan mungkin bisa saja ia menerima gadis itu. Tapi dari awal ia memang tidak pernah tertarik untuk berpacaran, setidaknya sebelum bersama Chanyeol. Tapi lihat, rambut pebdek Yumi sudah menghilang digantikan rambut panjang belah kesamping dengan beberapa jepitan cerah. Ia memakai kalung leher dan kaos kakinya saja berwarna kuning. Ia bahkan tidak yakin gadis itu adalah gadis yang sama yang menyatakan rasa sukanya kepada Baekhyun beberapa bulan lalu.

Mereka bertiga sudah sampai tepat didepan anggota tim kedisplinan yang masih kaget melihat perawakan mereka yang sudah layaknya girlgroup yang akan tampil pertunjukkan.

Belum sempat Baekhyun membuka mulutnya, luapan emosi Kris sudah lebih dulu keluar.

"KALIAN INGIN MENANTANG KAMI YA?!" Seru Kris kencang sampai membuat semua orang kaget. Bahkan Baekhyun sendiri sampai kaget dibuatnya.

Yang ditanya malah sok tidak mendengar. Menatap tim kedisplinan dengan rendah dan berdecih.

"Kenapa menghalangi jalan kami ke kelas? Memangnya kami salah apa? Dasar tim pencari kesalahan," Ujar Chaeyoung.

"Tim pencari kesalahan?" Tanya Minseok menahan geram.

"Loh, memangnya aku salah?" Tanya Chaeyoung balik sok polos, lalu diikuti tawa kedua orang di belakangnya.

Baekhyun menghembuskan nafasnya. Kemudia maju selangkah dan tanpa babibu menarik pita besar dari atas rambut Chaeyoung hingga gadis itu merintih.

"YAK! KAU GILA YA?!" Seru Chaeyoung.

"Kau tanya, dimana kesalahan kalian? Apa perlu aku belikan kaca? Jelas-jelas kalian terlihat lebih seperti anggota sirkus daripada pelajar SMA. Melanggar kode etik berseragam itu pelanggaran berat, apalagi untuk yang sudah melanggar berkali-kali. Gila, kalian bahkan tidak hanya satu namun hampir semua kriteria langgaran kode etik berseragam sekolah." Baekhyun membuang pita itu dari tangannya, menatap tajam Chaeyoung sesaat sebelum menatap Yumi yang menghindari tatapannya dengan bingung. "Dan kau, Yumi. Aku tidak pernah melarang kau berteman dengan siapapun bahkan diluar anggota kesiswaan sekalipun, namun sebagai anggota kesiswaan yang nantinya akan dilantik menjadi tim kedisplinan bukannya harusnya kau lebih tau diri?"

Yumi tidak menjawab, malah membuang muka seakan enggan menatap Baekhyun.

"Lalu aku tanya. Apakah cara kami berseragam mempengaruhi bagaimana sikap dan nilai kami di sekolah?" Chaeyoung maju selangkah, menatap Baekhyun rendah.

"Tidak, tidak mempengaruhi. Tapi seragam menandakkan bahwa kau murid SMA Jaeguk juga tidak membuat dirimu berbeda dari teman-teman lainnya. Berpakaian berlebihan seperti ini, bukannya kau cuma ingin menunjukkan seberapa tinggi kelas sosialmu?"

Mendengar ucapan Baekhyun malah membuat Chaeyoung tertawa terbahak-bahak. "Astaga, ini lucu sekali. Aku berpakaian seperti ini untuk menunjukkan kelasku? Bukannya selama ini yang selalu menunjukkan bahwa kelas mereka berbeda dan yang paling tinggi adalah kalian, kakak-kakak senior tim kedisplinan?"

"Apa maksud kalian?" Tanya Baekhyun tidak suka.

"Bertindak superior, merasa bahwa diri kalianlah yang selalu benar, mengolok-ngolok siswa yang lebih rendah, bukankah itu yang selama ini kalian lakukan tim pencari kesalahan?" Chaeyoung tersenyum puas melihat beberapa anak di sekitar mereka seakan mengangguk membenarkan. Tujuannya sekarang adalah membuat tim kedisplinan tersudut.

"Jika itu yang kau pikirkan tentang kami selama ini, bukankah itu terdengar seperti pembelaan diri kalian? Kami, tim kedisplinan sekolah ada di bentuk untuk membantu kalian mematuhi peraturan yang ada dan bertanggung jawab kepada diri kalian sendiri. Kalau kau menganggap kami, tim kedisplinan salah, berarti para pelanggar peraturan, entah pelanggaran berpakaian, tata tertib dan bullying harus kami diamkan saja? Jadi menurutmu, pelanggaran yang selama ini kalian buat itu benar?" Baekhyun menatap Chayeong marah, jelas. Tim kedisplinan sudah menjadi bagian dari hidupnya. Siapa gadis itu berani-beraninya menjelekkan nama tim kedisplinan?

Chaeyoung tampak mengigit bibir bawahnya, panik. Ia tahu Byun Baekhyun disebut The Killer Byun salah satunya karena ucapannya yang tajam. Tapi ia tidak tahu bahwa kakak kelasnya itu sangat pintar berdebat.

Kyulkyung maju selangkah, merasa ini gilirannya sekarang.

"Memangnya harus menegakkan kedisplinan dengan cara seperti ini? Membentak, kadang hukman fisik, bahkan kalian sering mempermalukan kami. Bukannya rasa disiplin dan bertanggung jawab yang kami dapat, kami bisa saja mendapatkan luka fisik bahkan mental dengan cara kalian yang berlebihan ini. Lebih-lebih lagi, kalian tampak menikmati waktu kalian saat sedang menatar kami. Kalian ini sebenarnya tim kedisplinan atau penindas?"

Mendengar itu, suara kerumunan makin gaduh. Ada yang mensetujui ada yang tidak. Para anggota tim kedisplinan panas saat mendengar kalimat penindas. Bahkan Kyungsoo yang biasanya tetap kalem dan hanya diam sudah mengepalkan tangannya dan memasang tampang ingin menampar Kyulkyung saat itu juga.

Tapi mendengarnya, Baekhyun hanya tersenyum. "Aku tak tahu kau bisa bicara sekeren itu Kyulkyung. Sesuai naskah, ya? Jujur, aku tidak tahu apa yang kalian bertiga rencanakan. Kalian pembuat onar dan pencari perhatian, lalu tiba-tiba menghilang dan menjalani hari-hari seperti murid normal biasa. Tapi sekarang kalian kembali berulah dan bahkan menantang tim kedisplinan? Jadi waktu senyap itu kalian pakai untuk membuat rencana? Rencana menghancurkan tim kedisplinan atau menghancurkan aku?" Baekhyun lagi-lagi tersenyum diakhir kalimatnya. Lalu ia beralih menatap Kyulkyung hingga yang di tatap tersentak kaget. "Semua yang kami lakukan sesuai standar sekolah. Semua yang tim kedisplinan lakukan ada dibawah pengawasan sekolah dan guru-guru. Kami bukan grup penindas yang tidak berstruktur dan tidak memiliki tujuan jelas. Kami dilatih dan dibuat oleh sekolah kalian. Memangnya kalian pikir, tim kedisplinan berjalan semau kami sendiri? Ada prosedur dari sekolah yang kami jalani. Dan yang sedari tadi kalian katakan itu, bisa saja, bisa jadi, mungkin. Berarti memang tidak ada kan korban dari tim kedisplinan?"

"Semuanya aku tanya, ada dari kalian yang mengalami luka fisik ataupun mental karena tim kedisplinan?!" Seru Kris sambil menatap anak-anak yang lain.

"Hah tidak ada sih, aku memang sempat kesal tapi setelah aku pikir-pikir ini salahku juga kenapa melanggat peraturan."

"Aku selalu kesal saat mereka melarangku berlarian di koridor, sampai aku jatuh dari tangga karena berlarian. Gila, patah tulang itu sakit. Coba saja aku menuruti mereka."

"Iya, ini 'kan tidak seperti mereka melarang kita berbuat hal benar. Yang mereka larang memang hal-hal buruk, kok."

"Kalau kita tidak melanggar peraturan sekolah juga mereka tidak akan memarahi mereka. Beberapa kaka kelas tim kedisplinan malahan suka menyapaku duluan."

"Iya, mereka baik kok."

"Jadi Kyulkyung, sepertinya kau sudah salah membuat naskah?" Baekhyun tertawa kecil diakhir kalimatnya.

Kyulkyung menatap Baekhyun kesal, begitu juga dengan Chaeyoung. Mereka kehabisan kata-kata. Sedangkan opini anak-anak sekolah mereka sudah sepenuhnya berpihak pada tim kedisplinan, terutama kepada Baekhyun.

Tiba-tiba, Chaeyoung merasakan sebuah tepukan pelan di pundaknya. Yumi menatap Chaeyoung sebelum mengangguk. Anggota kesiswaan itu berjalan kedepan, tepat ke hadapan Baekhyun.

Para anggota tim kedisplinan tampak menatap Yumi bingung. Secara langsung, Baekhyun itu atasan Yumi di organisasi. Punya apa Yumi berani berhadapan dengan Baekhyun seperti itu.

"Sebagai anggota organisasi kesiswaan, aku tahu banyak tentang bagaimana organisasi berjalan dan kurang lebih tau sedikit tentang atasan kami, tim kedisplinan." Yumi menjeda kalimatnya, lalu menatap Baekhyun yang kelihatan bingung. "Kak Baekhyun, kakak tau kan apa konsekuensi jika anak kelas tingkat akhir, apalagi juga anggota tim kedisplinan melanggar satu saja dari larangan utama organisasi."

Baekhyun mengangkat sebelah alisnya. "Tentu aku tahu itu, terus kenapa?"

"Sebentar lagi, pak kepala sekolah akan menambahkan satu larangan kedalam larangan utama tim kedisplinan." Yumi menoleh sebentar ke Chaeyoung setelahnya, "Apakah sudah Chaeyoung?"

"Sudah." Chaeyoung mengangguk.

Tak lama, bunyi notifikasi terdengar dari hampir semua ponsel milik anggota tim kedisplinan. Itu email dari kepala sekolah khusus untuk anggota tim kedisplinan. Baekhyun membacanya sejenak, dan ia langsung kaget dibuatnya.

Setelah beberapa pertimbangan, saya kepala sekolah SMA JAEGUK memutuskan untuk menambahkan satu peraturan bagi siswa tingkat akhir anggota tim kedisplinan.

1. Hanya boleh memiliki satu klub diluar kegiatan tim kedisplinan.

2. Mempertahankan nilai dan berada di dalam urutan 10 besar di setiap kelasnya.

3. Menjalani tradisi tim kedisplinan dengan sepenuh hati.

4. Dilarang keras melanggar setiap pelanggaran yang ada di dalam buku peraturan sekolah.

5. Semua anggota tim kedisplinan dilarang keras berpacaran baik dengan sesama anggota tim kedisplinan maupun orang diluarnya.

Peraturan nomor lima saya tambahkan guna memperkuat kualitas tim kedisplinan sebagai anak-anak terpecaya dan membangun karakter siswa yang memang sudah seharusnya ke sekolah hanya untuk belajar dan berprestasi di SMA JAEGUK.

Siapapun anggota tim kedisplinan yang melanggar tidak akan ditolerir dan akan langsung di keluarkan dari tim kedisplinan.

Sanksi yang akan diberikan adalah penyitaan name-tag SMA JAEGUK secara permanen.

Terimakasih atas perhatiannya.

Kepala sekolah SMA JAEGUK.

Tangan Baekhyun bergetar memegang ponselnya yang masih terpampang jelas isi email dari kepala sekolah mereka. Ia menatap Chaeyoung, Kyulkyung bahkan Yumi dengan tidak percaya.

"Sebenarnya, apa yang telah kalian lakukan?"

"Kenapa kak? Sadar sudah melanggar peraturan ya?" Yumi tersenyum penuh kemenangan melihat ekspresi wajah Baekhyun. "Kira-kira orang yang seperti Kak Baekhyun ini akan memilih sisi mana, ya? Tapi kalau dipikir-pikir, apa bisa kakak yang ambisius merelakan jabatannya dicabut hanya karena orang baru di kehidupan kakak?"

"Hey, berhenti." Suara dingin yang juga menusuk membuat senyuman Yumi pudar. Ia bisa melihat, Sehun menatapnya marah dengan tatapan tajam. "Kami sudah cukup dengan omong kosong kalian. Pelanggaran kalian sudah kami tulis di buku pelanggaran. Masuk atau pilih pergi sana, kami tidak peduli. Hanya cepat pergi dari pandangan kami," Ujar Sehun tajam.

Setelah ia sadar, mereka bertiga ditatap dengan tatapan tidak suka oleh seluruh anggota tim kedisplinan yang memang terkenal dengan tatapan menyeramkannya. Setelah berdecih, mereka bertiga masuk dengan gaya menyebalkannya.

Situasi kembali terkontrol dan mereka kembali melanjutkan tugas mereka yang sempat terhenti. Namun para anggota tim kedisplinan sadar, aura gelap yang sedari tadi menyelimuti mereka ini keluar dari ketua tim kedisplinan mereka.

XXX

Saat Chanyeol masuk kelas, suasana didalamnya sedang gaduh-gaduhnya. Semuanya tampak sibuk sedang menceritakan sesuatu. Membuatnya buru-buru menghampiri lingkaran temannya yang sedang serius mengobrol.

"Hey, ada kejadian apa pagi ini?" Tanya Chanyeol sambil menempati kursi kosong disebelah Jongin.

Begitu melihat kehadiran Chanyeol, semua temannya memandanginya dengan tatapan cemas.

"Memangnya saat menuju ke kelas tadi, kau tidak melihat Kak Baekhyun dan teman-teman tim kedisplinan?" Tanya Junmyeon balik.

Chanyeol menggeleng. "Tidak, aku cuma melewati beberapa kakak tim kedisplinan lainnya. Tapi kak Baekhyun dan teman-temannya tidak ada."

"Hah, ini buruk," Desah Jongdae khawatir.

"Sebenarnya ada apa sih?" Tanya Chanyeol masih bingung.

"Chaeyoung kembali berulah, kali ini tidak hanya sendiri. Melainkan bersama Kyulyung dan Kak Yumi," Ujar Junmyeon.

"Hah? Chaeyoung dan Kyulkyung? Mereka berulah lagi? Melakukan apa lagi mereka? Kenapa Senior Yumi ikut-ikutan? Dia kan anggota organisasi kesiswaan? Apa karena ia pernah di tolak kak Baekhyun?" Chanyeol kaget mendengar berita ini. Apalagi rasanya belum lama ia berdamai dengan Chaeyoung. Apalagi sih yang teman masa kecilnya itu rencanakan?

"Kak Yumi pernah di tolak kak Baekhyun?" Kini teman-teman Chanyeol yang kaget, baru mendengar fakta itu.

"Iya, aku melihatnya sendiri."

"Astaga, ternyata masalah ini cukup rumit," Ujar Luhan.

"Ada yang bisa jelaskan padaku secara lengkap?" Tanya Chanyeol mulai kehabisan kesabaran.

"Oke akan aku jelaskan," Ujar Joohyun. "Tadi pagi, mereka bertiga membuat kekacauan dan berdebat hebat dengan kak Baekhyun. Mereka terus-terusan menggiring opini para siswa disekitar mereka. Tapi siapa yang bisa mengalahkan Kak Baekhyun dalam urusan berdebat? Sampai akhirnya Kak Yumi bilang, kepala sekolah akan menambahkan satu aturan baru. Anggota tim kedisplinan dilarang berpacaran, sanksinya keluar dari tim kedisplinan dan diambil name-tagnya secara permanen," Jelas Joohyun dengan wajah tidak enak.

Mendengarnya, sontak Chanyeol menggebrak meja dan berdiri. "Mereka gila? Hanya karena itu dikeluarkan? Bukannya pengambilan name-tag secara permanen sama saja dikeluarkan dari sekolah?!"

"Aku juga kaget begitu mendengar ini. Tapi katanya Chaeyoung memang memiliki koneksi dengan kepala sekolah dan direktur sekolah. Bahkan ia bisa menambahkan peraturan ini." Seulgi mengusak rambutnya, ia juga terlihat panik. Bukan hanya dia melainkan semua teman-teman Chanyeol sekarang.

"Chan, kau teman kecilnya Chaeyoung kan? Aku takut dia melakukan semua ini demi dirimu. Apa tidak ada kemungkinan kau untuk meminta kepala sekolah atau direktur untuk membatalkannya? Kau kan teman Chaeyoung. Mungkin mereka mengenalmu juga," Ujar Luhan.

"Jadi apa yang akan kau lakukan Park?" Tanya Jongin serius.

Chanyeol tampak berpikir sebentar. "Pertama, aku harus menemui Chaeyoung dulu," Ujarnya sebelum berlari keluar kelas.

"Apa mereka akan putus?" Tanya Seulgi sedih.

"Tapi terasa tidak ada lagi solusi kecuali mereka putus," Komentar Jongdae.

"Iya, apa Kak Baekhyun rela dikeluarkan dari tim kedisplinan dan sekolah hanya karena urusan berpacaran? Harga diri dia lebih tinggi dari itu."

"Tapi kita tidak akan tahu sebelum melihatnya kan?" Kata Jongin sambil tersenyum kecil.

XXX

"Chaeyoung!" Panggil Chanyeol keras.

Yang dipanggil langsung berdiri dan mengembangkan senyumnya lebar sebelum kembali berakting khawatir. "Chanyeol! Kau tidak apa-apa? Aku sangat mengkhawatirkanmu? Kau pasti sedih sekali ya sudah diputusi Kak Baekhyun begitu saja? Apa kubilang—"

BUK!

Yumi dan Kyulkyung sampai memekik tertahan saat tanpa aba-aba Chanyeol dengan marahnya langsung membanting Chaeyoung kedinding dan mencengkram rahang gadis itu kencang.

"Chan, apa yang kau lakukan?!" Seru Chaeyoung kaget.

"Apa yang aku lakukan? Harusnya, apa yang kau lakukan Lee Chaeyoung?!" Bentak Chanyeol marah. Wajah takut-takut Chaeyoung langsung berubah seketika, menampilkan raut mengejeknya.

"Oh, kenapa Chanyeol? Aku hanya membuat sedikit perubahan kecil. Harusnya itu sama sekali tidak mempengaruhi hubungan kalian yang sempurna dan romantis itu kan?"

"Sebenarnya apa tujuanmu?! Sekolah ini dan tim kedisplinan itu sudah bagian dari hidup Kak Baekhyun. Kenapa kau mengusikknya?!" Cengkraman di rahang Chaeyoung semakin kuat, membuat gadis itu sesekali memejamkan matanya menahan rasa sakit.

"Kenapa Chanyeol? Tidak percaya diri? Kau mau tahu kenapa? Karena kau mengenali pacarmu dan tahu apa jawabannya. Baekhyun itu orangnya rasional, terlalu kaku dan serius juga ambisius. Untuk apa dia mempertaruhkan bagian dari hidupnya untuk kau, orang yang cuma baru-baru ini masuk ke kehidupannya? Harusnya dari awal kau memilihku dan semua ini tidak akan terjadi—"

Emosi Chanyeol semakin memuncak mendengarnya, ia langsung membuang rahang Chaeyoung hingga gadis itu terjatuh. "Tahu begini, lebih baik dari dulu aku tidak mempunyai teman yang namanya Chaeyoung."

Mendengarnya, Chaeyoung melotot kaget. "Apa maksudmu?! Sebenarnya apa sih yang telah Byun itu perbuat padamu?! Aku selalu ada disampingmu dari dulu. Aku bahkan ada disaat-saat terburukmu! Aku yang benar-benar peduli dan sayang padamu. Kenapa kau malah membuangku dan mengejar-ngejar orang itu?!"

"Karena aku menyukainya, sesederhana itu. Dan Chaeyoung, bukankah selama ini persahabatan kita biasa saja? Kau bahkan dulu tidak mau mengakuiku karena penampilanku. Baru-baru ini kau mengakuiku, lebih-lebih lagi saat kembali dari Australia. Aku senang saat sahabatku akhirnya bersemangat untuk menemuiku di Korea, tapi aku sadar aku hanya pengganti. Nyatanya, kau tak pernah berubah. Itu menyedihkan, Chaeyoung."

"Hah, terus memangnya apa yang bisa kau lakukan? Kepala sekolah memihakku, dan aku yakin seratus persen direktur juga setuju padaku!" Seru Chaeyoung menggila.

"Benarkah?" Hanya itu balasan Chanyeol sebelum ia pergi meninggalkan Chaeyoung yang masih terduduk di lantai.

"Chae, kau tidak apa-apa?" Tanya Kyulkyung khawatir.

"Lakukan itu sekarang juga," Ujar Chaeyoung cepat.

"Kau serius?" Kyulkyung menatap Chaeyoung kaget, sedangkan Yumi hanya tersenyum puas.

"Aku tidak peduli caranya, Baekhyun harus lenyap dari pandanganku juga Chanyeol."

Yumi tersenyum dan menepuk pundak Chaeyoung. "Iya, ayo kita lakukan itu. Aku sudah tidak sabar."

XXX

Suasana di ruang tim kedisplinan sedang tidak dalam kondisi baik. Terlebih lagi, ketua mereka yang sekarang ini hanya terdiam.

"Seumur hidupku, baru kali ini rasanya aku mau melayangkan tinjuku kemuka seorang perempuan," Ujar Kyungsoo kesal.

"Maksudku, mereka ini sudah terlalu berlebihan. Ini sama saja membuat para anggota tim kedisplinan menjadi robot yang tidak boleh melakukan satupun kesalahan." Minseok menjatuhkan dirinya di sofa, mengerang kesal.

"Memangnya kita kasim? Sampai pacaranpun tidak diperbolehkan?" Protes yang anggota tim kedisplinan yang lain.

"Hanya saja, hukumannya terlalu berat. Hanya satu pelanggaran dan kita langsung di keluarkan dari sekolah? Itu sama saja dengan membubarkan tim kedisplinan! Aku tak tahu ada siapa di belakang Chaeyoung, tapi anak itu tidak main-main." Sehun mengusap wajahnya kasar.

"Tapi, setidaknya diantara kita belum ada yang melakukan pelanggaran apapun 'kan?" Tanya Minseok. Ruangan tim kedisplinan senyap sesaat sebelum sebuah suara terdengar.

"Aku telah melakukan satu pelanggaran," Ujar Baekhyun dengan nada pasrah. Yang mana langsung membuat tim kedisplinan kaget.

"Hah? Memangnya pelanggaran apa yang sudah ketua buat?" Tanya Minseok terheran-heran.

Baekhyun mengusap wajahnya kasar. "Maafkan aku, tapi aku rasa peraturan ini dibuat karena aku. Aku melanggar peraturan baru, peraturan tentang di larang berpacaran."

"KAU APA?!" Seru tim kedisplinan kaget.

"Kau? Byun Baekhyun? Pacaran? Dengan siapa?" Tanya Kyungsoo tidak percaya sebelum ia menatap curiga kearah Sehun dan Kris. "Dengan Sehun? Atau dengan Kris?"

"Bukan dengan kami, ketua berpacaran dengan si 061, Park Chanyeol," Jawab Kris sambil menatap khawatir Baekhyun.

"Hah? Bagaimana bisa? Maksudku, itu bahkan tidak terpikirkan olehku." Minseok bingung, begitu juga dengan Kyungsoo. Sehun sudah curiga, tapi ia tak menyangka bahwa mereka sudah berpacaran.

"Itu terjadi begitu saja," Balas Baekhyun sekenanya.

"Tapi untuk Chaeyoung melakukan ini hanya karena urusan Chanyeol, tetap saja ini sudah kelewatan. Ini urusan pribadi, tapi ia menggunakan semua cara yang kira-kira mungkin. Bahkan sampai melibatkan sekolah dan tim kedisplinan," Ujar Kris yang disetujui para anggota yang lain.

"Terus, apa yang akan kau lakukan? Putus dan Chaeyoung mendapatkan apa yang dia mau atau kau akan dikeluarkan dari tim kedisplinan dan sekolah?" Tanya Sehun. Baekhyun mendengar itu hanya menatap Sehun lalu menunduk tidak bisa menjawab.

"Putus mungkin akan menjadi solusi paling rasional untuk saat ini. Namun itu hanya akan bertahan dalam jangka pendek. Chaeyoung mendapatkan apa yang dia mau, Chanyeol. Tapi memangnya Chanyeol mau? Dia tidak akan diam dan Chaeyoung akan kembali membuat masalah. Begitu juga dengan ketidakadilan bagi tim kedisplinan. Sekolah bergantung banyak pada kita, namun kenapa kita yang dirugikan?" Kyungsoo terdengar marah, lagian siapa yang tidak marah mengetahui fakta ini.

"Cara apa yang akan kita lakukan untuk melawan? Kalian tahu sendiri, si kepala sekolah baru sangat tidak menyukai tim kedisplinan. Dari dulu ia sudah berusaha membubarkan kita kalau tidak ada Baekhyun yang menghalanginya. Namun saat ada kesempatan seperti ini, pasti akan ia manfaatkan." Mereka semua terdiam mendengar ucapan Kris. Mereka ini hanya anak sekolah biasa. Untuk melawan orang dewasa seperti itu juga mereka belum mampu.

"Apa Chanyeol sudah mengetahui hal ini?" Tanya Minseok.

"Aku tidak tahu, ia sudah menghubungiku tapi aku tak mau membukanya. Aku masih terasa kacau sekarang," Balas Baekhyun.

"Kalau Chaeyoung mempuyai koneksi dengan kepala sekolah juga direktur, Chanyeol yang teman masa kecilnya mempunyai peluang untuk memiliki koneksi juga tidak?"

"Itu bisa saja, tapi kita tidak bisa bergantung pada hal yang belum pasti. Sedikit saja kesalahan, Baekhyun bisa dikeluarkan dan tim kedisplinan dibubarkan."

"Astaga, teman-teman, kalian harus melihat ini!" Seru Minseok, membuat mereka semua berkumpul kearah Minseok dan melihat isi ponsel Minseok yang sedang menampilkan website sekolah.

Anonym

Aku sudah lama mengumpulkan informasi dan saat aku mendengar ada peraturan baru di dalam tim kedisplinan, aku pikir ini saat yang tepat! Byun Baekhyun, ketua tim kedisplinan yang kalian takuti itu berpacaran dengan Chanyeol si anak baru tampan. Buat kalian siswa kelas satu, pasti bingung kan bagaimana 2 orang yang pada saat masa orientasi ini selalu terlibat debat dan kasus malah berakhir berpacaran? Aku tidak tahu bagaimana dengan kalian, tapi aku yakin sekali kalau Byun Baekhyunlah yang memaksa Chanyeol untuk pacaran dengannya. Di luar, Baekhyun terlihat seperti anak baik-baik dan siswa sempurna, namun kenyataanya dia lemah juga pada wajah tampan. Makanya ia mengancam Chanyeol untuk menjadi pacarnya. Aku yakin sekali. Tidak percaya? Ini buktinya!

Ada belasan foto dibawah postingan itu. Yang pasti, itu semua foto Baekhyun bersama Chanyeol yang sedang melakukan kegiatan-kegiatan biasa namun entah kenapa terlihat seperti Baekhyun yang bersikap buruk pada Chanyeol.

Comments

Ini sungguhan?

Gay?

Masa aku tidak percaya...

CHANYEOL DAN BAEKHYUN?!

Bukankah ini namanya stalker?

Menjijikan

Manusia juga ternyata Baekhyun

Dan masih banyak lagi.

Baekhyun langsung terduduk lemas. Tangannya gemetaran dan ia bahkan tidak bisa berkata-kata. Sehun langsung merangkulnya sedangkan yang lain sibuk melaporkan postingan tersebut.

"Cepat hubungi klub broadcast sekolah untuk cepat menghapus postingan tersebut!" Seru Kris marah.

"Baek, kau tidak apa-apa?" Kyungsoo khawatir menatap Baekhyun yang langsung pucat. Jawaban yang ia dapatkan dari Baekhyun hanya sebuah gelengan lemas, namun Kyungsoo yakin kalau Baekhyun sedang tidak dalam kondisi baik.

"Perhatian-perhatian!"

Tiba-tiba, suara dari speaker sekolah terdengar keras keseluruh penjuru ruangan. Baekhyun langsung menatap horor speaker sekolah yang tergantung diatas mereka.

"Ketua tim kedisplinan, Byun Baekhyun diharapkan segera datang ke ruang kepala sekolah sekarang juga. Sekali lagi, Ketua Tim kedisplinan, Byun Baekhyun diharapkan segera datang ke ruang kepala sekolah sekarang juga. Terimakasih."

XXX

Sepanjang perjalanan Baekhyun menuju ruang kepala sekolah, koridor yang biasanya ramai sekarang sunyi walaupun banyak orang yang sedang berkumpul. Mereka diam saat melihat Baekhyun keluar dari ruangan tim kedisplinan. Walaupun mereka diam, Baekhyun bisa merasakan berbagai macam tatapan mereka.

Baekhyun tetap melangkah pasti walau sekarang tangannya gemetaran. Saat ia membuka pintu ruang kepala sekolah, ia sedikit kaget melihat ada Chaeyoung di dalam sana, melambaikan tangannya dengan wajah mengejek.

"Selamat pagi pak kepala sekolah," Sapa Baekhyun saat berhadapan dengan kepala sekolah.

"Selamat pagi juga Baekhyun. Kau tidak terlihat bersemangat seperti biasanya kau bertemu denganku. Itu berarti kau sudah tau kan kenapa kau dipanggil kesini?" Balas kepala sekolah dengan senyum puas.

"Sebelum aku menjawabnya, aku ingin bertanya kenapa siswa Lee Chaeyoung harus berada disini disaat jelas-jelas hanya saya yang dipanggil kesini?" Tanya Baekhyun menatap datar si kepala sekolah.

"Tentu saja Chaeyoung harus ada disini. Ia siswa yang patut diberikan penghargaan karena sudah berhasil menangkap seorang pelanggar peraturan." Chaeyoung langsung tersenyum licik saat tatapannya beradu dengan tatapan Baekhyun.

"Oh, ya? Apa orang yang dimaksud pelanggar peraturan adalah saya, pak kepala sekolah?"

"Tentu saja."

"Menyadap klub broadcast, melanggar etika berpakaian dan tata tertib berkali-kali, namanya sudah tertulis di buku pelanggaran lebih dari sepuluh kali, tidak tinggal di asrama, tidak masuk kelas dan berbuat seenaknya. Itu satu orang. Yang satu lagi membubarkan beberapa klub agar uang anggarannya bisa ia simpan ke dompetnya sendiri, memecat guru-guru jujur yang tidak bisa diajak kerjasama, menerima uang dari orangtua murid, memasukkan murid tidak sesuai prosedur bahkan ingin membubarkan tim kedisplinan, salah satu dasar terpenting di SMA JAEGUK. Diantara kita bertiga, kira-kira siapa pelanggarnya disini?"

Mendengarnya, kepala sekolah kaget sekaligus marah. Bagaimana bisa Baekhyun mengetahui semua tindakannya selama ini. Ia menggebrak meja dan menunjuk-nunjuk Baekhyun marah.

"Jangan bicarakan omong kosong! Aku ini kepala sekolah dan kau cuma murid. Aku yang berkuasa disini, memangnya kau bisa apa?!"

"Tentu saja, aku tidak bisa apa-apa kepala sekolah. Aku juga tidak bisa apa-apa saar tradisi tim kedisplinan SMA JAEGUK yang sudah diatur bertahun-tahun seenaknya kau ganti demi membuat puas gadis disebelahmu yang aku tebak sudah mengeluarkan banyak. Menyedihkan sekali diatur oleh siswa selundupanmu sendiri. Paginya, secara mendadak dengan keputusan sepihak kau membuat peraturan itu dan satu jam setelahnya langsung menangkapku. Apa kau yakin kau tidak memiliki masalah pribadi tersendiri denganku, pak kepala sekolah?" Baekhyun tersenyum diakhir kalimatnya.

Emosi kepala sekolah langsung memuncak, ia langsung melayangkan tangannya kearah wajah Baekhyun namun dengan cepat dihadang Chaeyoung.

"Kau gila ya, pak? Kenapa bodoh sekali, sih? Jika tadi kau benar-benar memukulnya, rencana kita akan berantakan dan semua tindakanmu akan ketahuan. Sadarlah!" Seru Chaeyoung marah. Ia lalu beralih menatap Baekhyun dengan tatapan bencinya.

"Sudah cukup dengan pembelaan dirimu. Mau apapun yang kami lakukan, kau tidak memiliki kekuatan apa-apa untuk membantahnya. Pak kepala sekolah membuat peraturan itu, kau melanggarnya dan kau tidak bisa berbuat apa-apa tentang hal itu. Disini, kepala sekolah yang berkuasa dan kau hanya muridnya. Aku tanya dengan jelas, apa kau merasa melanggar peraturan nomor lima tim kedisplinan yang dibuat pak kepala sekolah?"

Baekhyun hanya mengangguk. "Sudah, aku bercaparan dengan siswa Park Chanyeol."

"Kau sudah tau konsekuensinya?" Kini kepala sekolah yang angkat bicara.

"Tau," Balas Baekhyun singkat sambil menatap marah Chaeyoung.

"Tapi karena ini baru pelanggaran pertamamu, aku akan memberikan keringanan. Jabatanmu dan hidupmu selama bersekolah disini tidak akan kuusik jika kau tidak peduli dengan yang apapun nona Chaeyoung lakukan. Hanya dengan putus dan tidak lagi mengenal Park Chanyeol juga diam tentang semua masalah, jabatan dan status siswamu akan aman. Aku bisa saja mencarikan beasiswa ke sekolah ternama hanya untukmu jika kau bersedia," Tawar pak kepala sekolah.

"Aku tahu kau pintar senior. Cepat berikan jawabannya dan semua ini selesai," Desak Chaeyoung tidak sabar. Ia tidak bisa menahan rasa senangnya mengetahui apa yang ia inginkan sebentar lagi akhirnua tercapai.

"Sudah membuat keputusan?" Tanya pak kepala sekolah.

"Sudah," Ujar Baekhyun sambil mengangguk pasrah. Tanggannya gemetar hebat dan itu semua tidak luput dari pandnagan Chaeyoung.

"Yes! Sekarang Chanyeol milik—"

"Aku akan keluar dari tim kedisplinan dan keluar dari sekolah ini."

XXX

aku sampe lupa sama jalan ceritanya huhu

btw hiiiiiiii kalian aku kangen bgt sama ff ini

sebentar lagi the end, tp maaf y kalo chap ini ga sesuai harapan, soalnya ad bbrp alur yg aku lupa huhu

Adios! Chanpawpaw.