Eldia Rescue Mission

Warning : sedikit spoiler untuk bagian nicolo


3 bulan setelah ekspedisi keluar wall Maria pertama

3 Bulan sudah berlalu sejak kita melakukan ekspedisi keluar dinding maria pertama. kami berhasil merebut seluruh teritori manusia, dan para titan sudah aku rubah menjadi manusia dan sebagian kami terpaksa membunuhnya.

tapi ini belum selesai...

aku dan eren tahu bahwa ini belum selesai...musuh kita yang sebenarnya sedang menunggu kita.

karena itu...aku dan eren diam-diam membuat rencana untuk menghancurkan musuh-musuh diluar dinding.

rencana itu adalah membangkitkan semua titan didalam dinding dan menghancurkan semua musuh.

dengan adanya aku sebagai komandan scout, aku tidak kesulitan untuk mengendalikan semua militer sesuai dengan kehendakku.

tapi tujuanku bukanlah menguasai militer...

alasan aku menguasai militer agar mereka tidak akan menghalangi aku dan eren untuk menjalankan rencana pemusnahan ini.

dan juga kita tidak akan mengeksekusi rencana ini dalam waktu dekat.

kami akan menunggu 3 tahun sebelum menyusup ke musuh.

selama 3 tahun itu...aku sebagai komandan scout memerintahkan semua anggota scout untuk melatih diri mereka sebelum berperang.

tidak hanya melatih diri para tentara scout...aku juga meminta pasukan garrison untuk bekerja sama dengan scout menjaga pulau paradis dari para marleyan yang mengirim orang eldia untuk dijadikan titan.

kami sudah melakukan ekspedisi dan hanya menemukan satu dinding yang digunakan untuk merubah bangsa eldia jadi titan.

dan satu dinding itu hanya ada diselatan distrik shiganshina.

sekarang...dengan 5 kekuatan titan dipihak eldia, kami akan membunuh semua militer marley pada saat mereka ingin menyuntikan cairan titan ke orang-orang eldia.

untuk itu, tugas scout mulai berubah.

tugas scout sekarang adalah pertama membunuh para tentara marleyan yang akan merubah eldian menjadi titan. kedua menyelamatkan para eldian yang ditangkap. ketiga adalah menghancurkan setiap kapal yang mereka naiki agar mereka tidak bisa kembali dan melaporkan apa yang terjadi dipulau ini.

kami tidak akan membiarkan seorang marley selamat setelah mereka mencoba mendekati pulau ini.

Kantor Komandan.

siang saat aku sedang bekerja mengurusi dokumen, suara ketukan pintu terdengar

"masuk !"

pintu terbuka dan kapten rico datang ke aku

"komandan !" seru rico sambil hormat

"ada apa kapten rico ?" tanyaku

"kami menemukan kapal yang cukup besar berjumlah 4 yang menuju pulau ini." lapor rico

"begitu ya...perkiraan mereka akan sampai dipelabuhan kapan ?" tanyaku

"sekitar besok komandan." kata rico

"begitu ya...ya sudah aku dan anggota scout lain akan kesana. kau dapat bergabung dengan yang lain." perintahku

"baik komandan." kata rico sambil pergi

aku langsung memanggil squad erwin, hanji dan leviuntuk bersama dengan aku. sementara aku memperintahkan miche untuk menjadi komandan sementara saat kita bertiga pergi.

setelah selesai, aku kekandang kuda.

aku menunggu para anggota scout dan segera bersiap pergi

setelah mereka datang, kita langsung memacu kuda dengan cepat kearah selatan shiganshina.

4 jam kemudian...

akhirnya kita sampai ditempat para anggota garrison dan scout sedang berjaga dipimpin oleh pasukan elit garrison.

aku segera menemui mereka dulu.

"kapten ian, kapten mitabi." panggilku

mereka menoleh dan hormat ke aku.

"selamat malam komandan, apa yang pesan yang sampaikan rico sudah sampai ke anda ?" tanya mitabi

"ya, sekarang kita akan mengurusnya. omong-omong bagaimana keadaan pengintaian di laut ?" tanyaku

"kami menemukan 4 kapal cukup besar mengarah ke sini. dilihat dari bentuknya, kapal tersebut seperti digunakan untuk menampung orang." lapor ian

"begitu ya..." kata hanji

"jadi komandan, apa yang perlu kami lakukan ?" tanya mitabi

"kalian tolong persiapkan kamping sementara untuk para eldian besok. para petinggi scout, kita akan mendiskusikan rencana penyelamatan ini." kataku

"baiklah komandan." kata erwin

semuanya hormat dan melakukan apa yang aku perintahkan.

akhirnya malam bersiap untuk misi penyelamatan. sementara pasukan garrison mempersiapkan camping sementara untuk para eldian nanti.

Malam sebelum kapal marley sampai

aku segera mengumpulkan semuanya untuk menjelaskan strategi penyelamatan.

"baiklah semuanya kita akan merencanakan untuk menghancurkan para marleyan besok." kataku

"untuk strategiku seperti ini. pasukan akan dibagi 2. pasukan pembunuh dan pasukan penyelamat. pasukan membunuh segera bersiap dengan senjata anti personel gearnya untuk membunuh para tertara marley. pasukan penyelamat akan bertugas untuk menyelamatkan para eldia yang akan dijadikan oleh titan. sementara aku dan eren yang akan menghancurkan kapal mereka." jelasku.

semuanya saling melihat lalu menganggukan kepala.

"baiklah mayor hanji dan mayor erwin. bagaimana strategi untuk penyerangan ini ada tambahan ?" tanyaku

mereka saling berdiskusi lalu menjelaskan strateginya

"rencana ini sangat bagus komandan, tapi kami akan menambahan sedikit. pertama eren dan komandan akan menyusup ke dermaga dulu. saat waktunya sudah tepat, kalian berubah menjadi titan dan menghancurkan kapal marley. saat perhatian para tentara itu teralihkan dengan serangan kalian, pasukan pasukan pembunuh segera bunuh semua prajurit marley. sementara pasukan penyelamat akan menyelamatkan orang-orang eldia !" jelas erwin

"musuh pasti keadaan belum siap dengan kejutan dari kalian berdua, sehingga itu menjadi keunggulan kita dalam menyerang mereka." kata hanji

saat hanji setelah menjelaskan, aku tiba-tiba teringat sesuatu.

"terima kasih atas sarannya. hampir saja aku lupa. eren, kita hanya akan menghancurkan 3 kapal saja." kataku

semuanya langsung terkejut

"kenapa lucien ?" tanya eren

"hehehe...kalian akan mengerti nanti." kataku sambil memberikan senyuman misterius

semuanya langsung bingung apa maksud dari kata-kataku

"baiklah itu saja untum besok. sebaiknya kita semua istirahat saja sekarang." kataku

semuanya mengangguk dan kembali ke tenda masing-masing untuk besok

Besok Sore

4 kapal sudah berlabuh di dermaga.

aku dan eren secara diam-diam memperhatikan bagaimana para tentara marley memperlakukan para eldia seperti budak.

aku langsung muak dalam hati melihat bagaimana manusia diperlakukan seperti hewan.

aku mungkin pernah melihat di ingatanku, tapi melihatnya secara langsung membuatku sangat muak.

aku melihat dan mendengarkan jeritan tangis para eldia yang akan dikirim kesurganya, sementara para tentara marley tertawa bahagia ingin menyuntikan mereka.

"hey lucien !" bisik eren

"ha ?"

"waktunya sudah siap, ayo !" bisik eren

aku menganggukan kepala dan kita berdua segera meluncur ke arah dermaga dengan cepat

saat sudah waktunya, aku menebas tanganku.

petir menyambar dan kita berdua berubah menjadi titan

kita segera menghancurkan salah satu kapal marley.

tentara marley yang kaget melihatku langsung panik.

saat mereka panik, ada suara teriakan

"semuanya serang !!!" teriak erwin

para pasukan terbunuh langsung maju dan menembaki para tentara marley.

sementara aku mengambil salah satu kapal dan merusaknya dengan tanganku sendiri.

pertempuran terus berlanjut dan kami berhasil menghancurkan para tentara marley beserta kapal mereka, kecuali 1 kapal.

aku melihat tanganku berlumuran darah para marleyan yang aku bunuh.

entah kenapa aku sangat bahagia bisa melihat mereka tewas secara mengenaskan.

lalu eren yang dalam bentuk titannya menggengam bahuku.

aku mengangguk lalu kita kembali ke pantai

Malam

hari semakin gelap, kami membawa sekitar 20 orang eldia luar pulau ke camping sementara kami.

aku melihat para eldian merasa bahagia dan senang karena tidak dirubah oleh titan.

diantara 20 orang itu ada 3 anak kecil yang akan dirubah menjadi titan.

saat aku melihat itu, aku langsung merasa ingin menangis karena melihat mereka seperti aku dulu.

aku lalu berjalan dan berbisik kepada kapten rico.

"kapten rico tolong rawat mereka, aku ingin pergi sendirian." kataku

"baik komandan." kata rico

aku pergi dari tenda dan menepi sendiri didekat hutan.

aku hanya merasa senang bisa menyelamatkan mereka.

tapi...disisi lain aku mulai membenci dunia ini.

aku merasa para manusia terlalu serakah dengan kekuatan titan sehingga mereka dengan seenaknya menindas orang lain dengan kekuatan titan.

saat aku terdiam, eren datang ke aku.

"hey lucien ada apa ?" tanyanya sambil duduk disebelahku.

"entahlah eren, aku seperti mulai membenci dunia ini." kataku

eren agak terkejut dengan kata-kataku

"kau lihat para bajingan itu ? mereka memperlakukan eldia seperti hewan saja. mereka bertindak seolah-olah mereka yang paling berkuasa diantara semuanya." kataku sambil menghela nafas

"kau benar lucien...mereka adalah bajingan..." kata eren pelan

saat kita masih terdiam, mina datang ke kita

"komandan, ada seorang anak yang ingin bertemu denganmu." kata mina sambil menggandeng seorang anak yang sedikit kumal.

aku melihat anak itu.

"komandan...terima kasih sudah menyelamatkan aku dan ibuku..." katanya sambil menangis

aku lalu berdiri dan memeluk anak itu.

"tidak masalah nak...sekarang kau dapat hidup dengan bahagia tanpa diskriminasi disini." kataku

anak itu senang lalu memberikan sebuah mangkuk sup ke aku.

"ini komandan...aku lihat kau meninggalkan tenda saat kami makan, jadinya aku membawakanmu sup." kata anak itu

akh tersenyum ke dia lalu berkata.

"tidak usah nak, kau lebih baik makan yang banyak agar tidak sakit. komandan sudah makan dari tadi." kataku

anak itu lalu membungkuk hormat dan kembali ke tenda bersama dengan mina.

aku hanya tersenyum.

"kau tahu eren kadang saat aku melihat anak itu tersenyum, aku melupakan bagaimana kotornya dunia ini." kataku

eren hanya tersenyum.

"ayo kita istirahat. besok kita harus kembali." kataku

kita pergi ke tenda untuk istirahat.

Pagi.

hari sudah pagi, kita segera mempersiapkan diri untuk kembali ke headquarter scout

saat kita sedang mempersiapkan diri, ada interupsi dari kapten ian.

"permisi komandan, kami menemukan salah satu marleyan yang selamat saat penyeranganmu kemarin." lapor ian sambil membawa seorang remaja yang sedikit kotor

sementara remaja itu berteriak dengan keras

"bunuh aku saja !!! aku tidak mau jika harus ditahan bersama iblis paradis !!" teriaknya

aku memperhatikan remaja itu secara baik-baik

lalu kapten levi menodongkan pedang dilehernya sambil berkata

"kau terlalu berisik. komandan, apa perlu kita membunuhnya ?" tanya levi

"tunggu dulu kapten." kataku

lalu aku bertanya ke dia

"siapa namamu ?" tanyaku

"ni...nicolo." kata orang itu ketakutan

"nicolo ya..."

lalu aku berbalik.

"kita bawa dia saja. aku tidak tertarik membunuh orang yang tidak bisa melawan lagi." kataku

kita akhirnya membawa nicolo ke headquarter.

Headquarter

sampainya disana kami segera pergi ke tempat masing-masing. sementara nicolo atas saran hanji dijadikan koki.

kita lanjut bekerja dimasing-masing squad sampai waktu makan siang.

saat makan siang, nicolo membawakan kita sebuah makanan dari lobster.

saat makanan itu ditaruh oleh nicolo, sasha langsung memakan dengan rakus.

"hey tidak adil sasha !!" seru jean

"kita juga ingin makan tahu !!!!" seru conny

lalu sasha mencoba tenang lalu melihat ke nicolo

"tuan nicolo, kau benar-benar jenius !!" seru sasha sambil menangis bahagia

nicolo hanya tersentak dengan wajah merona.

"aku...belum pernah memakan makanan seperti ini !!" seru sasha sambil lanjut makan

"tenanglah sasha, semuanya pasti dapat." kataku tenang

sasha masih saja makan dengan menangis.

lalu aku melihat hanji datang ke nicolo.

"kau benar-benar hebat nicolo, masakanmu benar-benar luar biasa !!" kata hanji sambil menepuk punggungnya nicolo

nicolo hanya terdiam

lalu kakakku memanggilku.

"lucien, ada apa kau diam saja ?" tanya bertholdt

"tidak ada kak...hanya saja aku sangat senang melihat ini." kataku sambil tersenyum misterius

kakakku kebingungan langsung duduk disampingku dan merangkulku

"ada apa ? kau terlihat sedikit sedih." kata bertholdt

"lihatlah ini kak...seluruh ruangan makan sangat bahagia dengan masakan dari dia. dan dia juga merasa senang saat dipuji oleh mereka. jika saja dunia saling menghargai antar bangsa, mungkin perang konyol ini tidak sampai terjadi..." kataku

kakakku langsung tersentak dan memelukku

"kau benar lucien...kau benar..." katanya lirih

saat bertholdt memelukku, sasha langsung mengambil jatah makanan kakakku.

kakakku langsung melepaskanku dan berseru.

"hoy sasha !!! kembalikan jatah makananku !!" serunya sambil mengejar sasha

aku hanya tersenyum melihat dia

bel berbunyi dan waktu makan siang sudah selesai.

kita segera kembali ke tempat masing-masing.

saat aku berada di kantor komandan ada suara ketukan.

"masuk !!"

pintu terbuka dan nicolo masuk kedalam kantorku

"permisi komandan maaf mengganggu." kata nicolo

"ada apa nicolo ?" tanyaku

"begini komandan...aku ingin berterima kasih dan meminta maaf." katanya sambil menunduk

"soal ?" tanyaku lagi

"aku minta maaf soal menyebut kalian iblis paradis, namun aku salah. kalian hanyalah orang-orang baik dan ramah. dan aku berterima kasih karena tidak membunuhku." kata nicolo sambil tetap menunduk

aku berdiri dan berjalan ke arahnya

"berdirilah nicolo. kau tidak perlu menunduk." kataku

nicolo lalu berdiri dan menatapku

"aku senang kau menganggap kami hanyalah orang-orang baik. terima kasih." kataku dengan senyuman

nicolo hanya tersentak dengan jawabanku

"sebaiknya kau mempersiapkan makan malam nanti. dan juga buatlah sedikit lebih banyak untuk temanku sasha, dia memang rakus kalau menyangkut soal makanan." kataku

"baiklah komandan." kata nicolo senang sambil pergi ke dapur lagi

aku hanya tersenyum melihat dia

lalu aku menatap jendela

'para pendahulu titan...beri aku dan eren kekuatan untuk menjalani misi perdamaian.'


Last Chapter Spoiler :

aku sudah menyuruh para petinggi, trio shiganshina dan jean untuk kekantorku.

saat sedang bekerja, ada suara ketukan.

"masuk !!"

mereka akhirnya sudah masuk.

"baiklah karena sudah berkumpul kita akan mendiskusikan rencanaku selanjutnya."

"pertama-tama, mayor hanji bagaimana kapal tersebut ? apa sudah bisa ?" tanyaku

"ya komandan, kami sudah bisa mengoperasikan kapal tersebut. dan kapal tersebut akan bisa berlayar dalam waktu dekat." lapor hanji

"itu sangat menakjubkan mayor. baiklah, untuk besok kalian pakai baju ala bangsawan dan berkumpul dipelabuhan besok. tidak ada yang membawa senjata. jean, aku mempercayakan komandan ke kamu sementara." perintahku

jean langsung terkejut dan berkata

"baiklah komandan." kata jean

"bagus. jika kau membuat masalah saat kami pergi, kau akan menyesal jean." kataku

"aku tidak akan mengecewakanmu komandan." kata jean

"tunggu komandan, kita mau kemana ?" tanya eld

aku membetulkan kacamataku dan tersenyum sambil berkata

"hehehe...hanya perjalanan kecil ke benua marley."