The Outside of Wall

Warning : spoiler chapter 123

Besok para petinggi, aku, dan trio shiganshina akan pergi ke benua marley menggunakan kapal yang kita culik dari prajurit marley.

Misi utama kita adalah menyelidiki bagaimana kehidupan diluar dinding.

Malam ini aku segera bersiap untuk pergi sekitar 1 minggu.

analisisku perjalanan ke marley menempuh sekitar 2 hari, lalu kita dimarley mungkin hanya 3 hari, setelah itu pulang ke paradis.

masalah komandan scout aku meminta jean untuk menggantikanku selama 1 minggu.

saat mempersiapkan barang-barang untuk pergi, entah kenapa firasatku menyuruh aku untuk membawa jubah scout legion.

awalnya aku ragu-ragu tapi akhirnya aku memutuskan membawanya.

Besok

semuanya sudah berkumpul di pelabuhan.

"baiklah karena semuanya sudah berkumpul, sekarang kita akan pergi ke marley. apapun yang terjadi, jangan sampai mereka tahu kalau kita adalah orang eldia." instruksiku

semuanya mengangguk dan naik kapal.

kita akhirnya melakukan perjalanan.

"komandan, bagaimana kita disana ? kita tidak punya uang maupun apapun disana ?" tanya eld bingung

"jangan khawatir. 5 bulan yang lalu kepala klan azumabito datang kekita dan membuat aliansi dengan kita. menurut instruksinya, kita akan dipandu oleh mereka dibenua utama." jelasku lalu melanjutkan lagi

"selain misi mata-mata, kita akan mencoba membela hak eldia disana. jika memang tidak bisa, maka tidak ada pilihan lain selain menjalankan rencanaku." kataku

"rencanamu ?" tanya miche bingung

"aku akan memberitahukan pada saatnya." kataku

2 Hari Kemudian

akhirnya kita sampai dipelabuhan utama marley.

kita mendarat lalu turun

"baiklah semuanya, survey dimulai." kataku

lalu kita disambut oleh seseorang.

"selamat datang diwilayah marley. kami akan mengantar anda ke kediaman azumabito." kata orang itu

"apakah anda adalah utusan nyonya kiyomi ?" tanyaku

"ya." katanya

aku hanya menghela nafas lalu kita berjalan ke kediaman azumabito.

saat kita mau berjalan kesana, tiba-tiba hanji berteriak.

"wahhh apa itu ?!" seru hanji sambil menunjuk sebuah benda yang menurut ingatanku itu adalah mobil.

"apa itu hewan ?" tanya eld

miche yang kaget langsung menginjak kakinya hanji.

"diamlah hanji ! kau benar-benar memalukan !" bisik miche

lalu banyak orang memperhatikan kita

sementara erwin hanya menggelengkan kepalanya

"hahhh...rasanya kita dianggap seperti kumpulan orang-orang bodoh." kata erwin.

sementara levi menepuk pundak orang yang membimbing kami

"hey, maaf kalau temanku yang berkacamata itu abnormal." kata levi

"hahaha...tidak masalah." kata orang itu

"eren, apapun yang terjadi jangan jauh-jauh dari aku." kata mikasa

sementara eren hanya melamun.

lalu aku mendekatinya.

"hey, apa kau baik-baik saja ?" tanyaku

sementara armin memegang tangannya.

"hey, kenapa melamun ? kita berada diluar lho !" kata armin senang

eren langsung sadar lalu berkata dengan pelan

"yeah...kau benar...kita berada disisi lain laut." kata eren

mereka berdua langsung bingung.

lalu eld berteriak.

"hey jangan sampai terpisah !" serunya

"kami akan kesana !!" seru armin

lalu saat bejalan, hanji berhenti lagi.

"hey aku ingin membeli ini !!" serunya ke pedagang yang menjual benda disebut es krim.

es krim ya... dulu aku dan kakakku sering membelinya.

"haduh...mata empat itu berulah lagi..." kata levi kesal.

"sudahlah, mungkin dia terlalu senang." kata erwin.

"bagaimana komandan ?" tanya miche ke aku.

aku menghela nafasku lalu berkata.

"ya sudah tidak apa-apa...kalian sebaiknya juga bersenang-senang. asal jangan pergi terlalu jauh." kataku

akhirnya para petinggi memutuskan untuk jalan-jalan dan makan makanan yang dijual disana.

sementara aku dan eren bersandar ditepi laut.

"jadi ini ya dunia luar ?" tanya eren.

"yeah...tempat aku dilahirkan sekaligus dibuang." kataku.

"aku tidak tahu kalau seluas ini..." kata eren

"ini masih belum apa-apa eren." kataku pelan

lalu mikasa datang ke aku sambil membawa eskrim.

"hey eren, apa kau mau mencoba ini ?" tanya mikasa

"eskrim ya..." kata eren pelan

"kau pernah makan ?" tanya mikasa

"aku tahu dari ingatan ayahku, eldia jarang bisa memakannya." kata eren

aku hanya tersenyum lalu berjalan pergi.

rasanya eren dan mikasa butuh waktu berdua...

mereka pasti akan menjadi orang tua yang hebat dimasa depan.

entah kenapa saat aku mengatakan itu, wajahku menjadi sedih.

impian manusia biasa seperti pacaran, lalu menikah, berkeluarga, dan punya anak...

rasanya...aku tidak akan bisa melakukan itu.

aku punya tanggung jawab besar yang lebih tinggi ke dunia ini.

saat aku sedang merenung, kapten levi berkata dibelakangku.

"hey, ini bukan dompetmu." kata levi

aku menoleh dan melihat levi memegang tangan seorang anak yang mengambil kantong uangku.

"pencopet !!" teriak salah satu orang disekitarku

yang lain berkata lagi

"apa dia imigran dari negara musuh ?" tanyanya

lalu semua orang melihat ke anak itu.

"kenapa kau bisa kemari ?" tanya seseorang melihat ke aku.

aku hanya menatap dengan datar

"hey, bagaimana kalau anak itu kita tenggelamkan ke laut ?" usul seseorang dengan kejam

"potong saja tangannya !!" seru yang lain

"kita gantung saja." usul yang lain

lalu hanji berteriak.

"itu keterlaluan sekali !! dia kan hanya anak kecil !" seru hanji

"kau tidak berhak memutuskannya nona." kata salah satu orang tua dengan entengnya.

"kita memberlakukan hukuman sebagai contoh. itu sangat penting bagi kami yang hidup disini." alasannya

aku sudah tidak tahan lagi dengan ucapan para bajingan ini.

aku segera menarik kerah anak itu dan pergi.

"hey apa yang kau lakukan ?!" seru salah satu orang.

"siapa bilang dia pencopet ? pamanku hanya bilang itu bukan dompetnya." kataku enteng

"maaf ya kalau adikku membuat keributan, soalnya dia kadang suka mengutil barang orang lain." kataku sambil melihat teman-temanku dan berjalan pergi

"ayo paman, kita pulang. adikku ini rasanya perlu sedikit pelajaran agar dia tidak mengutil lagi." kataku dingin sambil pergi

teman-temanku juga ikut pergi, dan erwin mengatakan kepada orang-orang disekitarnya.

"yahh maafkan anakku yang satunya karena membuat keributan ini." kata erwin lalu ikut pergi

kita pergi sampai ditempat yang sepi.

"dimana anak itu ?" tanya miche

lalu eld menunjuk kearah bukit.

"itu disana." kata eld menunjuk seorang anak yang senang aku beri sedikit uang.

"ya ampun...itu tadi cukup menegangkan." kataku

sementara eren hanya terdiam melihat anak itu.

Malam Hari

kita lanjut sampai dikediaman azumabito

saat kita sampai dikediamannya, kita berdiskusi soal kebebasan eldia.

mereka mengatakan bahwa subyek ymir setelah kehancuran kekaisaran eldia menjadi sangat didiskriminatif oleh bangsa lainnya.

selain itu, mereka juga membeberkan rencanannya zeke yaitu euthasia eldia.

dengan kekuatan darah bangsawan dari dirinya, kekuatan founding titannya eren dan kekuatan knight titanku, zeke akan mengorbankan historia dan calon anaknya nanti.

jujur saja aku tidak setuju dengan rencananya zeke yang mengobankan bangsanya sendiri agar mendapatkan kebebasan.

"jujur saya nyonya kiyomi, aku tidak setuju dengan rencana euthasia itu. kita akan mencoba meminta kepada asosiasi perlindungan eldia atau semacamnya dipodium besok." kataku

"tapi masalahnya ideologi mereka masih belum jelas." kata nyonya kiyomi

"yeah...pertama kita harus berhati-hati dan langsung ke intinya. jika harapan ini terkabul..." kataku lalu dilanjutkan oleh nyonya kiyomi

"maka harapan perdamaian dan kebebasan kaum eldia bisa dilakukan." katanya

"yeah..."

"tentu saja...kami klan azumabito akan melakukan apapun untuk membantu kalian. tapi...apakah itu mudah untuk dilakukan ?" tanyanya

"aku tahu itu sulit...kebencian dunia kepada subjek ymir sudah terlalu dalam. jika besok memang tidak berhasil, maka aku akan menjalankan strategiku dan eren." kataku

"strategi kalian ?" tanya erwin

"yeah...tapi itu semua tergantung dengan keputusan anda dan klan azumabito. rencana ini bertentangan dengan zeke, tapi lebih terlihat hasilnya." kataku

"komandan, kau tahu dimana eren ?" tanya mikasa

aku menoleh sekeliling dan tidak menemukan eren.

"mikasa, cari dia. aku akan bersama nyonya kiyomi mendiskusikan masalah ini." kataku

lalu mikasa keluar ruangan

Eren POV

aku memutuskan untuk tidak ikut dengan diskusi mereka.

aku memutuskan berjalan-jalan sendirian waktu malam.

yang dikatakan lucien dulu benar...

dunia ini sudah rusak...

tapi apa lucien bisa bernegosiasi dengan klan asia untuk forum besok ?

bagaimana kalau besok di forum permintaan kita tidak dikabulkan ?

aku jujur aja sedikit ragu dengan lucien...tapi...

dia adalah orang yang aku anggap sebagai kakak, dia pasti ada rencana untuk selanjutnya.

aku berjalan terus sampai ditempat pengungsian

saat aku melihat itu, tanpa sadar aku menangis.

jika rencana rumbling itu memang dilaksanakan, apakah lucien juga akan membunuh para korban penindasan ini bersama dengan musuh kita ?

saat aku terdiam, mikasa berada dibelakangku.

"eren...apa yang kau lakukan ? semuanya mencarimu." kata mikasa

aku lalu mengusap air mataku sambil melihat anak itu bersama dengan ayahnya menyambut kita

lalu mikasa datang ke aku.

"bukanya itu anak yang tadi...ada apa eren ?" tanyanya

"belum terjadi apa-apa." kataku

mikasa lalu melihatku dengan bingung

"maksudnya ?" tanyanya

"ini adalah kediaman para korban perang...mereka sama seperti kita...orang-orang yang segalanya direbut oleh musuh termasuk kebebasan kita." kataku pelan

lalu mikasa hanya terdiam melihat kedepan.

lalu ada sesuatu mengusik aku sejak dulu.

"mikasa, ada sesuatu yang aku tanyakan ke kamu sejak awal." kataku

"huh ?" tanya mikasa

"kenapa kau sangat perhatian ke aku ?" tanyaku

"apa karena aku pernah menyelamatkanmu, atau aku adalah keluargamu ?" tanyaku lagi

sementara mikasa hanya terdiam dengan wajah memerah.

"siapakah aku bagimu ?" tanyaku

"kau...adalah keluargaku." kata mikasa

aku hanya terdiam dan merenung...

lalu salah satu orang tua anak itu menyambut kita dengan membawakan minuman.

lalu tidak berapa lama, hanji, miche dan eld datang ke kita.

"hey apa yang kau lakukan ?!" seru eld

aku melihat ke mereka dan berkata

"waktu yang tepat." kataku sambil mengajak mereka ke dalam tenda.

kita disana pesta dan minum-minum sampai mabuk semua dan tidak sadar.

Lucien POV

aku, levi dan erwin berjalan-jalan untuk mencari eren dan yang lain.

saat sampai di tenda pengungsian, aku melihat mereka semua tidak sadarkan diri karena terlalu banyak minum.

aku hanya tersenyum melihat mereka

Besok

Forum sudah dimulai. sekarang kita akan mencoba meminta perdamaian eldia kepada orang lain

tetapi kenyataan tidak sesuai dengan harapanku.

hasil dari forum tersebut sangat mengecewakan. bukan mengecewakan tetapi sangat mengecewakan.

Para eldia diluar dinding sama brengseknya dengan marley.

mereka menyalahkan penduduk paradis atas diskriminasi eldia.

ya ampun...

aku dan eren lalu pergi ke luar forum.

disana kami berjalan ke tempat yang lebih sepi.

"pilihanku sudah bulat eren." kataku

"aku tahu...para eldia diluar dinding ternyata lebih brengsek daripada yang aku pikirkan." kata eren menghela nafas

"baiklah...aku akan membunuh semuanya kalau begitu." kataku

eren lalu terdiam tapi aku merasa dia terlihat sedih.

"eren, ceritakan apa yang membebanimu sekarang." kataku

"entahlah lucien...aku setuju dengan rencanamu menghancurkan dunia lalu membuat yang baru. tapi...apa kau akan membunuh anak itu beserta keluarganya ?" tanya eren

"maksudmu ?" tanyaku

"anak yang dikira pencopet kemarin...dia dan keluarganya adalah korban perang sama seperti kita, apa kau akan membunuh mereka juga ?" tanya eren menatap ke aku

saat eren bertanya ke aku, tanpa sadar aku memegang jubah scoutku.

"ada apa lucien ? kau terlihat shock." kata eren

lalu aku berdiri

"eren, ayo ketempat anak itu." kataku

eren mengangguk dan berdiri juga.

kita lalu pergi ke tenda pengungsian.

disana aku bertemu anak itu.

"hey nak sini !!" seruku sambil melambaikan tanganku

anak itu datang ke kami.

lalu aku memberikan jubah scoutku ke dia.

anak itu memegang jubah itu sambil bingung

"nak...jika kau melihat manusia raksasa dari horizon ditimur, kumpulkan keluarga dan semua orang yang kau sayang. lalu kibarkan jubah ini...maka titan-titan tersebut tidak ada menyentuhmu." kataku sambil memegang bahunya.

anak itu memegangnya jubahku dan mengangguk.

lalu aku dan eren berdiri dan bersiap pulang.

"ayo eren...misi kita baru dimulai..." kataku


Akhirnya Daily Life sudah selesai. untuk selanjutnya akan saya posting waktu animenya keluar. jadi staytuned