Part 17:
Hide And Seek
XXX
Seperti biasa, hari ini tim kedisplinan kembali berjaga didepan pintu gerbang masuk. Dengan seragam lengkap, lencana tim kedisplinan dan buku pelanggaran yang sudah mereka pegang. Jangan lupakan wajah tegas yang sudah mereka pasang guna menghadapi berbagai macam alasan kenapa mereka tidak mematuhi aturan berseragam.
Dengan gelar ketua tim kedisplinan di lengannya, ia akui ia memang tampak lebih mengintimidasi dibandingkan yang lain. Tapi bukan berarti mereka harus menatapnya dengan tatapan seperti melihat penjahat 'kan? Sudah Baekhyun duga, rumor tentang latar belakang keluarga mafia itu sama sekali tidak menguntungkan.
"Berhentilah tertawa, Wu." Kalau mereka berada di dalam komik, sudah bisa dipastikan ada siku-siku disudut keningnya dan kobaran api di belakang badannya. Apalagi kenyataan bahwa Kris, wakilnua dari tadi menahan tawa karena melihat muka-muka horor para siswa saat melihat Baekhyun.
"Jangan marah Baek, setidaknya hari ini buku pelanggaran kita hari ini bersih," Balas Kris sambil tertawa kecil. Baekhyun memutar kedua bola matanya malas, walau ada benarnya juga apa yang di katakan Kris. Untuk pertama kalinya, ada hari dimana sama sekali tidak ada pelanggaran berseragam. Membuat Baekhyun diam-diam berpikir apa dia harus memanfaatkan rumor yang beredar.
Saat ia kembali menatap kedepan, ia langsung disambut dengan Kyulkyung yang berjalan gontai. Rambutnya berantakan, ada lingkaran hitam dibawah matanya layaknya orang tidak tidur semalaman dan sebuah plester luka besar dipipinya.
Kyulkyung hanya diam menunduk saat melewatinya. Sebenarnya Kyulkyung tidak pernah memiliki masalah soal beretika seragam sejak pertama kalinya Baekhyun memarahinya di kelasnya. Tapi melihat kondisi Kyulkyung yang aneh membuat Baekhyun menahan tangan gadis itu.
"Hei, apa kau sakit?" Tanya Baekhyun. Sedangkan gadis yang ditanya menggeleng lemah, sebelum kaget melihat tangannya di pegang Baekhyun dan buru-buru melepaskannya. Lalu langsung berjalan masuk begitu saja sambil berlari kecil.
"Kenapa dia?" Tanya Kris yang juga melihat kelakuan aneh Kyulkyung.
"Entahlah," Jawab Baekhyun. Sejak kejadian diruang kepala sekolah dan Chaeyoung dikeluarkan begitu saja oleh direktur sekolah mereka, Yumi dan Kyulkyung memang tidak terlihat setelah itu. Tapi melihat kondisi Kyulkyung yang seperti itu, sepertinya ada sesuatu yang buruk terjadi pada gadis itu.
"Hey Kris," Panggil Baekhyun, "Kira-kira ada kemungkinan tidak Chaeyoung melampiaskan marahnya ke Kyulkyung atau Yumi? Secara tidak langsung mereka 'kan bawahan Chaeyoung."
"Bisa jadi. Tapi kalau ini berhubungan dengan kondisi Kyulkyung tadi, bisa saja itu karena terkena omelan dari orangtuanya. Poin pelanggaran yang didapatkannya cukup besar kemarin. Begitu-begitu, Kyulkyung memiliki peringkat yang cukup bagus dan keluarganya memiliki latar belakang kedokteran," Jelas Kris.
"Hah, nanti aku akan coba bicara padanya. Ngomong-ngomong, bagaimana dengan surat skorsing Yumi dari organisasi kesiswaan?"
XXX
"Kenapa mukamu kusut begitu, kan tadi di gerbang ada pacarmu yang menjaga," Goda Jongin yang tiba-tiba muncul dari belakang dan merangkul bahu Chanyeol.
"Percuma saja, kalau sedang dalam mode ketua tim kedisplinannya, melirikku saja tidak," Keluh Chanyeol sambil merengut.
"Sedihnya." Memang itu yang dikatakan Jongin, tapi sebaliknya pemuda itu malah sibuk tertawa. Chanyeol kesal, namun ia hanya diam dan membuka lokernya untuk mengambil bukunya. Namun saat lokernya dibuka, bau busuk langsung tercium dan tawa Jongin lenyap.
"What the hell? Kenapa ini bisa ada di dalam lokermu, Park?!" Tanya Jongin kaget. Chanyeol tidak bisa menjawabnya karena ia juga tidak tahu. Didalam lokernya, semua bukunya sudah robek-robek. Ada beberapa foto dirinya yang bahkan ia tidak tahu kapan diambilnya dengan wajahnya yang dicoret-coret dan dilubangi. Tapi tokoh utama di dalam loker ini adalah bangkai burung yang masih berdarah-darah dengan selipan surat didalamnya.
"Bau apa ini—AKHHH KENAPA LOKERMU BERDARAH-DARAH?!" Teriakan Joohyun langsung membuat teman-teman sekelas mereka ikut melihat loker Chanyeol dan terkaget. Bahkan Seulgi langsung lari ke kamar mandi karena melihat bangkai burung di dalam loker Chanyeol.
Chanyeol buru-buru menutup lokernya agar baunya tidak kemana-mana dan menyuruh teman-temannya agar tetap tenang. Ia bingung—maksudnya dia ini Park Chanyeol. Kehidupan sekolahnya biasa saja, ia memiliki banyak teman dan tidak pernah terlibat masalah. Tapi sekarang ia di teror?
"Chanyeol? Ada apa di lokermu?" Chanyeol menoleh begitu mendengar suara Baekhyun. Ketua tim kedisplinan itu datang bersama dengan Kris dan Sehun.
"Ah, aku rasa seseorang menerorku dan mengotori lokerku," Ujar Chanyeol ragu.
"Menerormu?" Begitu loker Chanyeol dibuka, Baekhyun langsung mengumpat melihat berantakannya loker Chanyeol dan bangkai burung disana, "Kris, cepat panggil petugas kebersihan sekolah untuk membereskan ini. Ah, suruh mereka membawa pengharum ruangan juga." Kris mengganguk dan pergi keluar untuk memanggil petugaa kebersihan.
"Gila, ini seperti drama sekolah sungguhan," Ujar Sehun sambil menggeleng-geleng tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
Baekhyun melihat surat yang terselip diantara bangkai itu. Tanpa jijik atau takut, ia mengambil surat berbau anyir itu. Begitu dibuka, Baekhyun dan Chanyeol sampai tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Putus dengan Baekhyun, aku mohon.
"Dia ingin menggertak atau meminta tolong sih?" Komentar Sehun bingung saat menemukan kata mohon di dalam kalimat itu.
"Menurutmu, siapa yang melakukan ini?" Tanya Baekhyun pada Chanyeol.
Chanyeol berpikir sebentar, sebelum menggeleng, "Aku tidak tahu siapa."
Sehun ikut menatap surat itu sebelum beralih menatap satu-satunya murid yang tidak bangkir dari duduknya untuk melihat kondisi loker Chanyeol dan malah memilih memainkan jari-jarinya.
"Woah, ini semakin menarik."
XXX
Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Setelah insiden di loker Chanyeol, tidak ada kejadian berarti yang lewat. Karena kondisi kelas yang menjadi bau, mereka pindah belajar di ruang laboraturium. Ia bukannya takut atau apa, tapi ia memikirkan kira-kira siapa yang menerornya. Chanyeol tidak pergi makan siang saat jam istirahat, membuat teman-temannya khawatir namun tidak ada yang bisa mereka lakukan.
Sebuah roti melon dan susu kedelai tiba-tiba sudah berada di depan Chanyeol. Saat ia mendongak, ada Baekhyun didepannya, menatapnya bingung.
"Sudah bel, apa yang kau lakukan disini? Ingin menemani tuan tengkorak?" Tanya Baekhyun sambil mengarahkan jempol tangannya ke tengkorak palsu yang dipajang disudut ruangan laboratorium.
"Hanya sedang memikirkan sesuatu," Jawab Chanyeol.
"Apa yang sedang kau pikirkan sampai tidak makan seharian? Teman-temanmu tadi sampai menghampiriku untuk menyuruhmu makan." Baekhyun menarik kursi, duduk di depan Chanyeol. "Apa ini berhubungan dengan kejadian tadi pagi? Kau sudah menduga siapa pelakunya?"
Chanyeol tampak berpikir sebentar sebelum mengangguk. "Sebenarnya tau, namun jika dikatakan tau jelas juga belum."
"Maksudnya?" Tanya Baekhyun tidak mengerti.
Akhirnya, Chanyeol menjelaskan masalah yang sebenarnya terjadi. Hubungannya dengan Chaeyoung dan keluarganya, hubungan Chaeyoung dengan tunangannya, juga hubungan tunangan Chaeyoung dengan dirinya. Chanyeol menjelaskannya sesimpel mungkin walaupun Baekhyun tidak mengerti di beberapa bagian.
"Syarat yang harus Chaeyoung lewati jika mau kembali bersama tunangannya adalah mendapatkanmu sebelum akhirnya ia menjatuhkanmu? Lalu, keuntungannya untuk keluarga tunangan Chaeyoung apa? Tidak ada," Ujar Baekhyun tidak mengerti.
"Yang pasti untuk sebuah alasan, adik dari tunangan Chaeyoung tidak menyukaiku. Makanya ia memanfaatkan situasi buruk Chaeyoung denganku. Aku tidak tahu kenapa, tapi informasi yang aku dapat adik dari tunangan Chaeyoung bersekolah disini dengan identitas korea."
"Jadi kemungkinan, orang yang menerormu itu adik dari tunangan Chaeyoung? Tapi kau sendiri belum tahu siapa orangnya?" Chanyeol mengangguk atas ucapan Baekhyun.
"Kenapa ini jadi rumit sekali? Awalnya aku kira genrenya cuma romansa dan kehidupan sekolah. Malah berubah menjadi misteri begini," Ujar Baekhyun sebelum mendesah frustasi.
"Orang yang meletakkan kamera pengintai di kamar kakak, apa bisa jadi orang yang sama? Ia tidak menyukaiku jadi mencoba menyelakai kakak?"
"Aku tak tahu pasti. Pada awalnya aku ketakutan. Tapi aku lebih takut lagi jika orang yang sedang mengintaiku tau aku sudah sadar dan menghampiriku untuk mencelakaiku. Jadi selama beberapa hari ini aku pura-pura tidak tahu."
"Tapi tetap saja, kak. Kau harus berhati-hati. Sadar atau tidaknya kakak, ia bisa kapan saja mencelakai kakak 'kan? Membayangkan ia masuk dan meletakkan kamera itu di dalam kamar Kak Baekhyun saja sudah membuatku cemas," Ujar Chanyeol.
Baekhyun tersenyum, ia menepuk-nepuk kepala Chanyeol. "Aku ada rapat bersama tim kedisplinan. Hari ini pasti panjang buatmu, makan rotinya lalu istirahat di kamarmu. Besok ayo kita bicarakan ini lagi."
XXX
Suara gebukan meja sudah berkali-kali didengar. Kurang dari beberapa minggu lagi, anak kelas tiga akan mulai masuk masa tenggang, dimana mereka tidak boleh mengikuti kegiatan apapun selain mempersiapkan belajar untuk masuk universitas. Disaat itulah, tim kedisplinan akan dipegang oleh organisasi kesiswaan. Selanjutnya lagi, mereka akan mulai memilih siswa kelas satu mana yang kira-kira mampu mengisi jabatan di organisasi kesiswaan.
Harusnya, masa orientasi mereka untuk dilantik menjadi tim kedisplinan masih beberapa minggu lagi. Tapi sekarang, mereka semua sudah duduk dengan kepala, melihat para senior tim kedisplinan mereka sedang sibuk meneriaki mereka di depan.
"Ini yang namanya organisasi? Teman kalian tidak ada kabar dan tidak ada salah satupun dari kalian yang tahu keberadaanya?!" Seru Kris, wakil ketua tim kedisplinan kencang.
"Jawab! Senior kalian sedang bertanya!" Tambah Kyungsoo, membuat para anggota organisasi kesiswaan menjawab iya walau dengan suara kecil.
Baekhyun memijat keningnya. "Jadi, beberapa minggu ini Yumi tidak datang keperkumpulan, tidak melakukan tugasnya, dan kalian hanya diam? Kalian juga akan diam saat Yumi, anggota organisasi kesiswaan menjelek-jelekkan nama tim kedisplinan di depan umum, begitu? Jadi disaat ia harus menerima hukumannya, ia tidak dihukum karena seluruh teman-teman organisasinya tidak tahu, begitu?" Hening sesaat, tidak ada yang berani menjawab bahkan menatap Baekhyun. Membuat emosi Baekhyun tersulut. "AKU SEDANG BERTANYA JUNIOR ORGANISASI KESISWAAN!"
"A-aku tahu!" Dengan terbata, seseorang mengangkat tangannya.
"Bicara," Perintah Baekhyun.
"I-itu, Yumi menyuruh kami untuk diam."
Mendengarnya, membuat para anggota tim kedisplinan bingung.
"Diam untuk?" Tanya Minseok kali ini.
"Yumi bilang, akhir-akhir ini harus melakukan sesutau yang penting. Jadi tidak bisa datang. Namun tidak lama setelah itu, ia bergabung dengan kelompok Chaeyoung dan mulai berbuat keributan. Kami mencoba bertanya padanya, namun..."
"Namun?" Baekhyun menunggu kalimat itu selesai.
"Dia bilang jangan campuri urusannya, katanya hal ini lebih penting dari organisasi kesiswaan. Kami marah dan menegur Yumi. Tapi yang kami dapatkan malah ancaman bahwa ia memiliki cukup kekuatan untuk membungkam mulut kami. Salah satu dari kami tetap menegur Yumi, dan ternyata Yumi mengancam akan menyebarkan rahasia terbesar kami."
"Maaf, aku ijin menambahkan. Kami tidak tahu darimana, tapi Yumi hampir mengetahui setiap rahasia besar yang kami miliki dan mengangam akan menyebarkan rahasia itu jika kami melapor kepada senior tim kedisplinan. Aku tidak tahu bagaimana, tapi sepertinya Yumi memiliki latar belakang yang cukup kuat dan besar," Tambah yang lainnya.
"Yumi? Lee Yumi melakukan itu semua?" Tanya Sehun tidak percaya. "Ini dewi angkatan kelas 2 'kan yang sedang kita bicarakan?"
"Yumi pernah tidak mengatakannya alasannya mengancam kalian?" Tanya Baekhyun.
"Ti-tidak. Ia hanya terus mengatakan, Ketua tim kedisplinan tidak boleh tahu."
"Ketua tim kedisplinan? Aku? Memangnya kenapa?"
Suasana kembali hening, tidak ada yang bisa menjawab. Di belakang, tim kedisplinan sedang sibuk membahas Yumi. Maksudnya, ini Yumi yang sedang mereka bicarakan. Cantik, baik, dan pintar anaknya.
"Apa ini karena pengaruh Chaeyoung?" Tanya Minseok.
Dengan cepat, Baekhyun menggeleng. "Akan kuceritakan nanti, tapi bukan Chaeyoung. Yumi pasti melakukan ini semua untuk menggapai sesuatu. Tapi apa? Pastinya dia mempunyai alasan untuk setuju bergabung dengan Chaeyoung."
"Benar juga. Tapi aku sama sekali tidak terpikirian apapun. Kepikiran Yumi akan begini pun tidak." Kris mengacak-ngacak rambutnya frustasi.
Sehun diam sebentar sebelum membuka mulutnya. "Malam ini, aku akan mencari tahunya dengan patnerku. Bisa jadi kunci untuk masalah Yumi, Baekhyun juga si 061."
"Caranya?" Tanya Kris.
"Patner?" Tanya Minseok.
Sehun tersenyum. "Rahasia."
XXX
Baekhyun menatap dua orang didepannya bingung. Malam ini niatnya ia akan menginap di kamar Chanyeol, takut-takut pacarnya itu kesepian dan masih kepikiran akan kejadian tadi pagi. Tapi di perjalanan, ia ditarik oleh Sehun—orang yang katanya memiliki cara memecahkan masalah ini.
"Kenapa kau malah menarikku ke semak-semak begini?" Tanya Baekhyun sedikit kesal. Sekarang, posisinya sedang jongkok dengan semak-semak didepannya.
"Kita sedang dalam misi khusus. Diam saja kau ketua, biarkan aku dan patnerku ini memandu misi ini." Usai Sehun berkata seperti itu, kepala Jongin muncul dari balik badan Sehun dan tersenyum takut-takut kearah Baekhyun.
"Seriusan, sebenarnya apa yang kita intai?" Tanya Baekhyun lagi, berjongkok diantara semak-semak pada malam hari sama sekali bukan gayanya.
"Shhht, dia datang." Sehun langsung mendorong kepala Baekhyun kebawah begitu seseorang lewat di depan mereka. Itu Kyulkyung, Baekhyun tau betul. Memakai baju serba hitam dan masker, juga sebuah tas besar yang ia bawa. Ia keluar dari gedung asrama kelas satu lalu berjalan menuju kelas.
"Itu Kyulkyung? Sedang apa dia malam-malam begini ke sekolah?" Tanya Baekhyun.
"Shhht, pengintai yang baik tidak banyak bertanya. Ayo kita ikuti."
Baekhyun rasanya muak dengan hal-hal pengintai dan misi yang Sehun bicarakan dari tadi. Tapi melihat gerakan mencurigakan yang dilakukan oleh Kyulkyung membuatnya diam dan menuruti saja. Mereka bertiga mengendap-ngendap dan sebisa mungkin tidak bersuara sambil mengikuti kemana Kyulkyung pergi.
Gadis itu masuk kedalam kelas, berhenti di depan loker-loker. Baekhyun, Sehun dan Jongin mengintip dari jendela luar kelas dengan hati-hati. Kyulkyung tampak was-was, tapi ia juga terlihat ketakutan dan panik. Ia mulai membuka loker Chanyeol yang baru saja dibersihkan, mulai menyiram isi loker Chanyeol hingga basah.
Melihat itu, Baekhyun rasanya ingin bangun dan melabrak Kyulkyung, tapi Sehun menahannya. Menyuruhnya untuk tetap bersabar dan melihat apa yang akan gadis itu lakukan.
Kyulkyung mengeluarkan cat warna merah dan mengoleskan berantakan kedalam sisi loker Chanyeol. Baekhyun melotot kaget saat Kyulkyung mengeluarkan badan burung yang baru mati. Dengan gestur tangan jijik, Kyulkyung memasukkannya kedalam loker Chanyeol. Tapi saat Kyulkyung mengeluarkan beberapa foto mayat yang diganti wajahnya menjadi wajah Chanyeol, ia tidak bisa menahannya dan langsung masuk sebelum menarik tangan Kyulkyung.
Gadis itu sangat kaget, menatap Baekhyun takut setengah mati.
"Kau gila? Kau pikir, apa yang sedang kau lakukan Kyulkyung?!" Bentak Baekhyun marah.
Badan Kyulkyung makin bergetar ketakutan, sebelum ia menggengam kuat tangan Baekhyun dan mulai menangis. " Tolong aku, kumohon."
Mendengarnya, Baekhyun menatap Kyulkyung bingung.
"Tolong?"
XXX
Sudah berkali-kali Chanyeol mencoba menghubungi Chaeyoung. Namun, nomornya selalu tidak tersambung. Semua media sosial gadis itu seakan mati setelah dikeluarkannya Chaeyoung dari sekolah.
Ia telah memikirkan ini sepanjang hari. Kalau keadaan yang memaksanya, maka Chaeyoung tidak sepenuhnya salah. Ia kenal Chaeyoung. Terlepas dari gadis itu benar-benar menganggap sahabatnya atau tidak, ia kenal gadis itu dari kecil. Sikap arogan dan ingin jadi pusat perhatian sudah tertanam sejak kecil. Tapi untuk melihat Chaeyoung sampai berakting untuk memenuhi persyaratan adik tunangannya sama sekali tidak bisa dimengerti.
Yang membuat Chanyeol frustasi adalah, ia bahkan tidak tahu siapa adik tunangan Chaeyoung yang sepertinya memiliki dendam pribadi padanya. Makanya dari tadi ia sibuk mengutak-ngatik website sekolah atas wewenang ayahnya untuk mencari siapa adik tunangan Chaeyoung itu.
Pertama, tidak ada siswa SMA JAEGUK yang lahir di Australia. Kedua, terlalu banyak nama Lee di dalam sekolah. Chanyeol mengerang, kenapa perusahaan jaman sekarang begitu malas memikirkan nama dan malah memutuskan hanya memakai nama marganya saja sih?
Chanyeol terus mencari orang yang kira-kira adalah adik tunangan Chaeyoung. Dia perempuan, pastinya berada di kelas satu. Bermarga Lee, lahir di Korea tapi lama tinggal di Australia.
Bagus. Ada lebih dari seratus siswa kelas satu dan Chanyeol harus dengan teliti mencarinya. Ia terus berkutat dengan laptopnya sampai suara dering telpon terdengar.
"Halo?" Tanya Chanyeol tanpa melihat siapa yang memanggilnya.
"Kau terdengar lelah. Ayah tebak, kerja lembur?"
Chanyeol mendengus. "Menurut ayah?"
"Kenapa galak begitu, ayah menelpon karena memiliki sesuatu yang penting untukmu."
"Dan apa itu?"
"Ayah menemukannya, adik tunangan Chaeyoung."
Mendengarnya, Chanyeol langsung terduduk dari sikap tengkurapnya. "Bernarkah? Siapa?"
"Anak tingkat 2, cukup terkenal, dan ternyata selama ini orangnya dekat dengan kalian."
"Hah? Siapa?"
Suara kekehan terdengar dari ujung sana. "Coba tebak siapa."
"Ayah, ini bukan waktunya bercanda."
"Seperti tidak tahu sifat manusia saja."
"Tidak ada manusia normal yang bercanda disaat seperti ini. Siapa orangnya ayah?"
"Sebelum itu, coba jawab teka-teki dari ayah."
"AYAH!"
XXX
Kyulkyung tetap menunjukkan wajah was-wasnya. Berjalan sambil setengah menunduk sebelum akhirnya mereka sampai di kebun binatang mini sekolah diikuti oleh Baekhyun, Sehun dan juga Jongin.
"Kenapa kita disini?" Tanya Baekhyun tidak tahan dengan keheningan yang di ciptakan Kyulkyung.
Gadis itu duduk, membuka maskernya. "Karena disini, dia tidak bisa melihat kita. Hanya ini satu-satunya tempat yang tidak dipasang kamera. Dia benci hewan."
"Kamera CCTV maksudnya?" Tanya Sehun sedikit bingung. Jelas-jelas, mereka ini bersekolah di SMA JAEGUK. Sekolah dengan tingkat keamanan tinggi. Mereka berada di area sekolah saja malam-malam begini sudah membuat dirinya tidak tenang. Disudut atas, terlihat jelas kamera CCTV yang berkedip-kedip, menunjukkan nyalanya kamera itu.
"Bukan. Tapi kamera pengintai yang dipasang Yumi." Mendengarnya, Baekhyun langsung melotot dan menatap Kyulkyung serius.
"Apa kau bilang tadi? Kamera yang dipasang oleh Yumi? Lee Yumi anggota organisasi kesiswaan?"
"Iya. Dia juga memasang kamera itu di kamar kakak. Waktu itu aku membantunya dengan Chaeyoung," Ujar Kyulkyung seraya menunduk, takut bertatap dengan mata Baekhyun.
"Sebenarnya, apa yang kalian lakukan? Jelaskan dari awal," Perintah Sehun sedikit marah. Jongin yang melihatnya sampai sedikit takut, tapi tidak salah jika Sehun marah. Mengintai pergerakkan sekolah bahkan memasang kamera di kamar orang lain adalah sebuah kejahatan serius.
Kyulkyung tampak menarik nafasnya. Tapi sebelum itu, dia memegang lengan baju Baekhyun.
"Kumohon jangan keluarkan aku. Aku tidak memiliki pilihan lain," Ujar Kyulkyung dengan mata berkaca-kaca.
Walau sekarang pikirannya berkecamuk, Baekhyun hanya mengangguk pelan dan mengelus tangan Kyulkyung. "Iya, agar aku tau kenapa, coba ceritakan pelan-pelan."
"Pada awalnya, aku diajak Yumi dan Chaeyoung untuk masuk kelompok mereka dan balas dendam kepada Kak Baekhyun. Katanya, kita bertiga memiliki misi yang sama. Sama-sama ingin menghancurkan kakak. Sebenarnya, aku tidak sebenci itu pada kakak, namun karena kesal aku segera mengiyakan dan masuk kedalam kelompok mereka. Awalnya, aku masih mengangap cara main mereka wajar. Dari sengaja membuat keributan agar tim kedisplinan dianggap tidak becus sampai membuat tim kedisplinan marah. Tapi saat Yumi mulai mengambil alih rencana dan memimpin kami, ia mulai menyuruh kami melakukan aneh-aneh dan aku juga Chaeyoung sebenarnya mulai takut."
"Hal-hal aneh seperti apa?" Tanya Jongin yang sedari tadi diam.
"Tengah malam, Kak Yumi membangunkanku. Chaeyoung awalnya tidak mau, tapi kak Yumi mengancamnya dan bilang masih untung dia mau bantu atau Chaeyoung akan benar-benar gagal. Aku tak tahu apa maksudnya jadi aku diam saja. Kami pergi ke tempat parkir, lalu Kak Yumi mulai merusak satu motor. Pada awalnya aku kira itu motor Kak Baekhyun dan dia cuma berencana merusaknya sedikit agar besok pagi Kak Baekhyun marah. Tapi tidak. Itu punya Jaemin, junior di klub hapkido kakak. Semua itu Yumi lakukan cuma agar Kak Baekhyun tidak datang di pertandingan basket Chanyeol. Agar Chanyeol merasa Kakak tidak peduli padanya dan beralih pada Kak Chaeyoung yang hadir. Tapi rencana itu gagal. Kak Yumi marah dan menyalahkan Chaeyoung. Membuat Chaeyoung menjadi stress dan mulai menghalalkan segala cara agar rencana mereka berhasil. Sebenarnya bukan untuk mendapatkan Chanyeol. Untuk terlepas dari kak Yumi," Jelas Kyulkyung panjang.
Baekhyun menahan amarahnya. "Bangsat. Jaemin sudah berlatih keras, tapi ia harus gagal dan salah satu kakinya patah karena rencana kalian?"
"A-aku tau kami salah. Tapi Chaeyoung dan aku benar-benar tidak tau harus berbuat apa. Chaeyoung memiliki masalah serius dengan Kak Yumi, makanya dia tidak berani macam-macam. Chaeyoung pindah ke sekolah inipun suruhan Kak Yumi. Sedangkan aku diancam dengan keluargaku. Aku tidak tahu kak Yumi memiliki latar belakang keluarga yang begitu kuat. Jadi kami tidak bisa apa-apa."
"Terus, kenapa masih melanjutkan rencana kalian jika Chaeyoung saja sudah di keluarkan?" Tanya Sehun.
"Waktu Chaeyoung gagal, Kak Yumi sangat sangat marah. Dia bilang Chaeyoung tidak berguna dan mulai menyumpah serapah. Aku tidak tahu apa yang dilakukan Kak Yumi, tapi sejak hari itu aku tidak pernah melihat Chaeyoung. Karena tersisa aku, Kak Yumi jadi makin menakutkan. Ia mulai memasang kamera di setiap sudut sekolah, bahkan di dalam ruang tim kedisplinan. Ia membunuh burung hidup dengan tangannya sendiri dan menyuruhku mengotori loker Chanyeol. Dia bilang kalau ancamannya tidak mempan, ia benar-benar akan melukai Chanyeol."
"Otakku ingin meledak rasanya. Kenapa Yumi melakukan semua hal gila ini?" Tanya Baekhyun tidak mengerti.
"Ini semua karena Kak Baekhyun," Jawab Kyulkyung.
"Kenapa Baekhyun?" Kini giliran Sehun yang tidak mengerti.
"Kalian tidak tahu? Yumi itu suka dengan Kak Baekhyun. Cinta. Terobsesi. Stalker gila. Stalkernya Kak Baekhyun. Dia membenci Chanyeol karena Kak Baekhyun memilihnya dari pada Kak Yumi."
Baekhyun mengerjapkan matanya tidak percaya. "Gila kali, ya..."
Sedangkan Sehun tertawa keras. Membuat Jongin takut-takut menatap Sehun. Takut anggota tim kedisplinan itu kerasukan setan penunggu kebun binatang mini—tentu saja tidak.
"Kalau itu masalahnya, aku punya rencana menarik. Bagaimana patner?"
Jongin mendesah. "Aku cuma mau kembali ke kamarku dan tidur."
XXX
Kamar itu gelap. Hanya cahaya dari komputer sebagai penerangan. Walaupun itu adalah kamar asrama resmi milik sekolah, isinya sama sekali tidak mencerminkan kamar seorang siswa sekolah.
Poster dengan wajah Baekhyun memenuhi setiap sudut kosong kamar kecuali lantai. Dimulai dari Baekhyun yang sedang makan, Baekhyun dengan pakaian olahraga hingga Baekhyun yang sedang membaca buku. Semuanya penuh, tidak ada ruang kosong sama sekali. Benda-benda berserakan dilantai dan diatas meja. Semuanya benda bekas Baekhyun pakai. Dimulai dari cangkir, sedotan, sumpit bahkan hingga sisa permen karet.
Boneka-boneka yang ada diatas kasur ditempeli dengan foto wajah Baekhyun. Begitupun dengan guling disebelahnya. Di dekat jendela, terdapat teropong besar yang mengarah ke arah jendela kamar Baekhyun di gedung sebelah.
Komputer yang menyala menunjukkan berbagai macam tempat yang dipasang kamera pengintai. Dari hampir semua sudut sekolah hingga kamar Baekhyun.
Seorang gadis masuk dengan cup ramen ditangannya. Sepertinya akan menambah sampah ramen disekitar meja komputer yang tak pernah ia buang karena sibuk mengawasi segala hal. Ia duduk seraya menyeruput mienya.
Yumi menatap komputernya heran. "Sudah jam segini, kenapa kamar suamiku kosong?"
XXX
Biasanya buat tkwlpm aku kasih batasan 5k/chap. Tapi karena menurut aku tbc ini pas disini, jadi aku potong segini dulu yaa
kalian kenapa curiga pada jinseok, dia orang baik dan polos disini kok wkwkwk ah ini mah tinggal dikit lagi kayaknya kelar ceritanya wkwk
Btw
KALIAN KENAPA SELALU LUCU DAN BAIK BGT SI REVIEWNYA SUMPAH AKU NANGIS NIH YA KALO REVIEW KALIAN LUCU LUCU MULU!!
Adios! Chanpawpaw.
