Judul : Otonari-San

Chapter : 17

Crossover : Naruto x LoveLive

Pairing : Naruto x (Rahasia) :v

Genre : Ecchi, lemon, romance, drama, dll.

Disclaimer : Naruto punya Om Masashi Kishimoto dan LoveLive punya Sakurako Kimino

Rating : M

A/N :

Gak suka jangan baca, hooman .. erocc, gak ad inspirasi dan malas mencari referensi.. adakah yang mau pm erocc, dan memberi masukan alur? :v

.

.

.

.

.

DON'T LIKE DON'T READ :)

.

.

.

.

.

Naruto pov*

Musim panas yang indah dengan laut yang biru. Aku tengah menikmati liburan musim panas bersama teman-teman. Musim panas adalah musim dimana semua gairah tercurahkan kurasa. Tapi banyak hal yang terjadi membuatku agak pusing. Dan aku tidak ingin mengingatnya.

Harusnya sekarang aku sedang menikmati liburan ini dengan pacarku yang manis. Tapi karena pertengkaran Kiba dan Honoka aku jadi merasakan getahnya. Sekarang ini aku memiliki masalah baru, dan mungkin jika pacarku tahu dia akan marah besar.

Matahari yang terik membuatku berkeriat sangat banyak, deru nafasku semakin tersenggal-senggal karena merasa sesak. Ruangan yang kecil membuatku kesulitan bergerak, di depanku terdapat Nozomi yang merasakan hal yang sama. Terjebak di sini membuat kami jadi saling menggencet. Aku bisa merasakan dada besarnya menempel padaku.

Tapi jika kami keluar dari loker tempat kami bersembunyi akan jadi hal yang heboh mungkin, karena di luar sana ada pasangan yang sedang memadu cinta. Di tambah pasangan itu adalah salah satu kenalan kami. Mana mungkin kami keluar begitu saja. Mereka pasti berpikir bahwa aku sedang selingkuh.

Keringat dingin bercucuran membayangkan hal itu akan terjadi. Mataku melirik pada Nozomi yang menempel di depanku dengan nafas yang terengah. Aku melihat dadanya yang berusaha mengatur nafas itu bergesek di dadaku. Oh sial! Sungguh dada yang penuh dosa!

Aku merasa telah menjadi pria paling buruk saat ini. Kalau seperti ini, Kotori-chan akan membenciku. Baiklah, kalian pasti bertanya-tanya sedang apa aku sekarang? Kenapa aku bisa terjebak di loker kecil di belakang stand food court? Dan kenapa aku bisa terjebak di sini bersama dengan Nozomi?

.

.

.

.

.

Flashback mode on*

Aku memutus melarikan diri dari suasana hening karena berduaan dengan Nozomi. Saat mencari minum aku menemukan kedai ramen, jadi aku makan dulu di sana sebanyak-banyaknya. Aku cukup lama berada di sana. Ketika aku keluar kedai ramen dan hendak kembali ke tempat awal. Aku melihat Nozomi yang berjalan sendirian memasuki area food court.

Hm.? Itu kan Nozomi?

Entah mengapa, aku curiga dengan gerak-geriknya yang terlihat biasa saja, jadi aku mengikutinya. Dia masuk ke celah gang sempit antara tempat food court dan tempat berbilas. Aku mengikuti langkahnya dari belakang sambil menghisap es lilin yang aku beli. Tapi saat ingin memasuki celah tersebut aku kehilangannya. Aku menengok ke kiri-kanan untuk mencari keberadaannya.

Namun, mataku melebar dengan wajah membiru ketika ada seseorang yang mengelus bokongku membuatku merinding.

"Pelecehan seksual pada lelaki~" ucap suara seorang gadis di belakangku, aku langsung berbalik dan memegang bokongku dengan wajah panik.

"Waaah! Apa-apaan itu?!" Aku melihat Nozomi yang matanya mengerling menggoda padaku kemudian dia tersenyum padaku seperti tidak terjadi apapun, "Kau.. kau kira itu lucu, hah?" Aku bertanya padanya dengan aura mengintimidasi.

"Yang lucu itu Uzumaki-san, kenapa kau mengikutiku?" Aku terdiam beberapa saat memikirkan ucapannya, benar juga kenapa aku repot-repot mengikutinya.

"..A-aku hanya kebetulan lewat.." dia menatapku dengan pandangan aneh seperti tidak mempercayai alasanku, "..Lagipula kau juga, kenapa ke tempat sepi seperti ini?" Aku mengalihkan pembicaraan yang kemudian dia duduk sebuah kursi panjang di sana.

"Aku hanya jenuh menjadi pusat perhatian laki-laki, mereka terus mengajakku bicara.." aku memandangnya dari bawah hingga atas, terutama dadanya, aku akui dia memiliki tubuh wanita dewasa.. tentu saja mereka akan terus menarik perhatiannya..

"Oh.. lalu kenapa? Kau kan selalu meladeni pria yang tertarik padamu.. kenapa kau tidak coba merespon salah satu dari mereka?" Aku mulai ikut duduk di sampingnya lalu kembali mengemut es lilin di mulutku.

"Aku kan sudah berhenti melakukan itu, lagian Uzumaki-san sendiri yang bilang aku harus hidup lebih baik.." dia menatapku terus lalu tubuhnya mencondong mendekat padaku, "Ara.. Uzumaki-san, apa kau cemburu..?" Pertanyaannya hampir membuatku tersedak.

"Hah?! Mana mungkin!" Melihat reaksiku dia malah tertawa dan itu membuatku kesal.

Kemudian kami mendengar pembicaraan seseorang yang sedang mendekat kemari, mereka berdua terlihat seperti pasangan yang aku kenal. Itu terlihat seperti Umi-chan dan pacarnya. Pacarnya terlihat menggandengnya memaksanya untuk mengikutinya. Aku melihatnya seperti akan menuju kemari. Mungkin setidaknya aku akan menyapanya saja dengan normal.

Tapi..

Tiba-tiba saja, Nozomi menarik tanganku dan membuatku ikut berlari mengikuti langkahnya yang menuju ujung celah yang terlihat seperti tempat-tempat penyimpanan ban sewaan. Aku melihatnya membuka sebuah loker yang terlihat sudah tidak terpakai. Dia masuk ke dalamnya bersamaan menarikku ke dalam lalu menutup pintu lokernya. Aku memberontak dengan apa yang di lakukannya.

"A-apa kau lakukan..?"

"Kita akan mengintip.. kurasa akan menyenangkan mengintip seseorang melakukan seks.." ucapnya yang membuat wajahku memerah mendengar penjelasannya yang terdengar seperti mengarang.

"Hah..? Kau gila, mana mungkin mere-" Nozomi menutup bibirku dengan jari untuk mencegahku bicara, dia kemudian berbisik ketika kedua pasangan itu mendekat kemari.

"Sebenarnya, aku mendengar pembicaraan mereka untuk melakukannya.. karena itu, aku kemari.." terangnya yang membuatku menatapnya tak percaya.

Jadi, sejak awal dia memang ingin mengintip..

"Mereka datang.." ucapnya yang membuatku mendengar suara Umi-chan di luar sana yang terlihat ditarik paksa oleh pacarnya.

"Kankuro-kun, tunggu.. kau serius akan melakukannya di sini?" Aku menengok ke belakang melalui 3 celah lubang yang memanjang di loker, di sana memang terlihat Umi dengan pria bersurai coklat.

"Tentu saja, aku sudah menahannya terlalu lama.." ucap pria yang di panggil kankuro tersebut.

Umi terlihat khawatir sembari melihat sekelilingnya, wajahnya memerah entah kenapa. Tapi terlihat jelas, dia ragu untuk melakukannya. Matanya menatap Kankuro yang lebih tinggi darinya.

"Ba-bagaimana jika kita ketahuan..?" Umi bertanya pada lelaki di depannya.

"Tenang saja, jarang sekali ada orang yang kemari.." dia tersenyum pada Umi untuk membuat gadis itu tenang.

Tangannya mulai menyentuh pundak Umi yang malu-malu, tak butuh waktu lama wajah mereka saling mendekat hingga bibir mereka menempel lalu melakukan gerakan melumat bibir lawan main mereka. Dapat kurasakan wajahku memanas melihat pemandangan tersebut, ini untuk pertama kalinya aku melihat gadis setegas Umi luluh karena rayuan pria.

Tangan Kankuro mulai turun ke bawah menyelusuri tubuh Umi hingga batas bagian bawah kaos putih yang dikenakannya, tangan pria itu langsung mengangkat kaos Umi ke atas ketika Umi mengikuti intruksinya untuk mengangkat tangan agar mempermudah melepaskan kaosnya. Akhirnya terpampang Umi menggunakan bikini berwarna hitam di balik kaosnya.

"Seharusnya kau menggunakan bikini saja.." ucap Kankuro pada Umi yang membuang muka karena malu, Kankuro membuang kaos Umi ke sembarangan arah.

"Me-memakai pakaian terbuka itu sangat memalukan..!" Jelas Umi yang mendapati Kankuro tertawa.

Tangan Kankuro berlanjut membuka celana pendek berwarna hitam yang Umi kenakan hingga terjatuh ke bawah, sekarang terlihat Umi yang hanya mengenakan bikininya.

"Kenapa? Dengan daya tarikmu, kita bisa menarik pelanggan laki-laki ke kedai bukan..."

"Jadi, kau ingin aku menarik laki-laki lain?" Umi terlihat tersinggung dengan perkataan Kankuro.

"Yah, gak gitu juga sih, daripada itu.." Kankuro terlihat menekan-nekan penisnya yang sudah tegang di balik celananya pada sela di antara paha Umi dengan meremas bongkahan pantat Umi, "..aku sudah tidak bisa menahannya lagi.." ucapnya yang membuat wajah Umi memerah drastis.

Aku melihat Umi turun bersimpuh ke bawah lalu menarik celana yang dikenakan Kankuro, memperlihatkan penis besar di hadapannya yang sudah menunggu untuk dimanjakan. Umi memandang penis itu dengan malu-malu, lalu mulutnya perlahan terbuka menjulurkan lidahnya untuk merasakan betapa kerasnya penis kekasihnya.

Aku yang bersembunyi di balik loker langsung menelan ludah. I-ini pertama kalinya aku mengintip orang lain melakukan seks. Terlebih lagi itu adalah teman pacarku di kampus. Aku tahu ini salah, tidak seharusnya aku melihat privasi oranglain seperti ini. Aku berhenti mengintip dan melihat Nozomi yang berpegangan di dadaku, dari sela lubang loker itu dia terlihat serius mengintip sepasang kekasih di luar sana dengan wajah memerah yang terkagum-kagum.

Sungguh luar biasa orang ini!

"Ah..! Umi.. sedikit lagi, uogh..!" Kankuro terlihat mendesah dengan tangan memegang kepala Umi yang mempercepat gerakannya untuk melumat penis Kankuro di dalam mulutnya, "Ah..sial! Di dalam mulutmu sangat hangat, akh.. aku keluar.. AAH..!" Kankuro langsung menekan penisnya lebih dalam untuk beberapa saat, hingga akhirnya dia mengeluarkannya perlahan dari mulut Umi yang terlihat berisi cairan sperma yang langsung Umi lepeh.

"Heh~ kenapa dilepeh..?" Tanya Kankuro yang mendapat tatapan Umi yang wajahnya memerah.

"Mau berapa kalipun, itu terlihat menjijikan untuk menelannya..!" Omel Umi pada Kankuro yang membantunya berdiri.

Kankuro mendorong Umi hingga membelakanginya, kedua tangannya langsung menyusup ke dalam dada Umi lalu memerasnya perlahan. Dada Umi memang tidak sebesar Kotori-chan, tapi melihatnya melakukan hal mesum ternyata cukup erotis juga. Tangan Kankuro mengangkat bikini Umi hingga ke atas, memperlihatkan dada yang terlihat mungil dengan puting pink yang terlihat imut. Umi menampakkan ekspresi mesumnya ketika Kankuro memelintir putingnya.

"Ahn~!" Desahan kecilnya terdengar erotis.

Tangan Kankuro yang satunya turun bawah lalu masuk ke dalam celana bikini Umi, jarinya terlihat menggesek-gesek bagian sensitif gadis itu yang kian mengerang lebih kencang. Wajahnya mulai menampakkan ekspresi sayu karena menikmati perlakuan sang pria.

"Ekspresimu terlihat mesum, bahkan idol gravure pun kalah.."

"Hnn.. ah.. jangan mengatakan..ah.. ah! hal.. jorok.. hmmm ahm!" Umi terlihat melonjak dengan perlakuan Kankuro pada vaginanya, entah apa yang dilakukannya.

"Umi, kau sangat basah di bawah sini.. apa seenak itu?" Kankuro menggoda Umi ketika mengatakannya lalu bibirnya mencium leher bagian belakang Umi.

"Ahn~ kau ber-ahn! ..henti menggodaku, aah!"

"Hm.. meski bilang begitu, sebenarnya kau sangat ingin melakukan ini bukan?" Lanjut Kankuro yang entah melakukan apa hingga membuat Umi bergelinjang, sepertinya Umi sudah mencapai batasnya.

Flashback mode off*

.

.

.

.

.

.

Dan itulah bagaimana sekarang aku berada di situasi ini..

Udara terasa semakin panas ketika aku melihat pemandangan itu, aku merasakan Nozomi yang menekan tubuhnya mendekat padaku. Tubuh Nozomi juga mulai berkeringat dengan nafas tersenggal-senggal. Aku terkejut dengan hal itu dan mencoba tetap tenang agar kami tidak terjatuh keluar. Sekali lagi, aku melihat dada besar Nozomi yang menempel di dadaku lalu menenggak ludah. Sial, seandainya aku tidak waras, aku pasti sudah menyentuhnya.

Aku kembali melihat keluar sana, terlihat Umi menungging dengan menahan tubuhnya di tumpukan ban sewaan. Kankuro menurunkan bikini bagian bawah yang masih dikenakan Umi hingga batas paha. Tangannya mulai menuntun penisnya untuk bergesek di bawah vagina Umi. Dia bergerak perlahan untuk memberikan rangsangan pada penisnya. Umi menggigit bibirnya menahan desahan erotisnya.

Tangan Kankuro terlihat meremas dada Umi, penisnya bergesekan dengan vagina Umi yang kian terasa basah karena cairan penetrasi dari keduanya. Di rasa cukup untuk merangsang, Kankuro berhenti lalu dia mulai berinisiatif memasukan penisnya ke lubang senggama Umi yang terlihat sudah berharap. Tapi Kankuro malah mempelesetkan penisnya di bawah vagina Umi lagi, membuat Umi terlihat bingung pada pria tersebut.

"Ke-kenapa..?" Umi bertanya ketika Kankuro kembali menggesekkan penisnya di bawah vaginanya.

"Huh? Apanya..?" Tanya Kankuro seakan berpura-pura tidak tahu.

"I-itu..tidak di masukan.." Umi terlihat sulit untuk mengatakannya, wajahnya sangat memerah dengan itu.

"He.. masukan? Apanya yang dimasukan, Umi-chan~" tanya Kankuro yang membuat Umi menahan malu akan harga dirinya, ditambah Kankuro tetap menggesekan penisnya membuat Umi semakin terangsang.

"Be-berhenti menggodaku.. cepat masukan itu..!" ucap Umi yang agak berteriak karena kejahilan kekasihnya.

"Maksudmu ini?" Kankuro menekan penisnya di bawah vagina Umi yang tersentak kaget.

"Ahn~"

Kankuro mendekat ke samping telingah Umi, "Kau harus mengatakannya dengan jelas Umi, aku tidak mengerti.."

"Masukan itu, baka.."

"Itu apa, sayang?"

Umi terlihat sudah kepayang dengan situasi ini, dia sedikit memutar tubuhnya ke belakang menatap Kankuro dengan wajah memerah.

"A-aku ingin penismu.." Kankuro terlihat menyeringai ketika gadis mulai membuang harga dirinya.

Dia langsung menuntun Umi berputar menghadap ke depannya. Dia menuntun tangan Umi untuk menggantung di pundaknya, lalu mengangkat kaki sebelah kanan Umi untuk menggantung di pinggangnya.

"A-apa.." Umi terlihat bingung ketika Kankuro mulai memasukan penisnya pada vagina Umi yang terlena ketika penis Kankuro memasukinya.

"Aku ingin lihat wajah mesummu saat orgasme.." mendengar itu membuat Umi menyembunyikan wajahnya sesaat.

"Tidak, i-itu memalukan..mnnmm..!" Kankuro langsung membungkam bibir gadis itu dengan sebuah ciuman yang menggebu bersamaan ketika dia bergerak memaju-mundurkan tubuhnya untuk memompa kenikmatan dari tubuh Umi.

"Ah.. ahn! Mmnhh.. ah! Penismu mulai bergesek-gesek dengan vaginaku, kimochii~" Umi mulai mendesah tanpa rasa malu sekarang, wajahnya yang memerah terlihat menikmati seks yang dilakukannya.

"Ah.. aku juga.. vaginamu menjepit penisku dengan erat, ah.. agh..!" Mereka terus bergumul satu sama lain, tak terlihat ingin berhenti sama sekali.

Aku mengalihkan pandanganku dari hal tersebut karena tak menyangka Umi yang sopan bisa semesum itu ketika melakukan seks, lalu aku kembali mengintip pada mereka yang menikmati hujaman kenikmatan satu sama lain. Aku tersenyum mesum melihat mereka begitu bersemangat melakukan seks hingga membuatku ikutan bersemangat.

Wahh! Ini buruk, aku merasa penisku ikutan menonjol di bawah sana. Nozomi terlihat berjinjit lalu menjepit penis tegangku di antara paha di bawah vaginanya yang tertutupi bikini yang masih dikenakannya. Tentu saja aku terkejut dengan itu, aku berusaha membuatnya agar sedikit menjauh tapi dia malah menggesek bagian di bawah sana, dan aku tidak bisa mengelak bahwa itu enak.

"Hah.. ha.. hah.. hnn.. hah.." nafas Nozomi terlihat tersenggal dengan wajah memerah akibat mengintip dua orang yang melakukan seks.

Wanita ini juga ikutan terangsang?!

Karena pergesekan tubuh kami, dapat ku rasakan bikini pada bagian dada Nozomi mulai berantakan hingga merangsek ke atas. Aku merasakan dada telanjangnya menempel padaku dengan putingnya yang mengeras. Kami semakin berdempetan ketika tangannya melingkar di tubuhku. Dan aku hanya bisa diam karena tak dapat menghindarinya. Oh sialan, aku harus menahan kontrol nafsuku saat ini.

Di luar sana terlihat kedua pasangan yang bercinta semakin memanas dengan posisi dimana Kankuro mulai menghujam Umi dengan posisi menggendongnya dan Umi yang mendesah keras dengan perlakuan Kankuro. Sial, mereka melakukannya dengan posisi yang terlihat sangat erotis.

Aku dibuat merinding ketika merasakan benda hangat pada tulang belikatku, dapat kulihat Nozomi menjulurkan lidahnya di sana dengan ekspresi mesum. Aku mencoba menahan pendirianku untuk tidak menyentuh wanita di depanku. Terbayang wajah Kotori-chan yang marah besar padaku jika dia mengetahui hal ini. Aku tidak akan berselingkuh dari wanita sebaik itu.

Aku menahan diriku dari sentuhan Nozomi yang membuatku sulit mengontrol hasratku. Bersamaan dengan Kankuro dan Umi yang semakin memanas mengejar puncak kenikmatan, aku merasakan gesekan Nozomi pada penisku semakin cepat seakan dia menjadikanku alat untuk mencapai puncak kenikmatannya. Dengan desahan dan nafas terengahnya yang tepat merasuki indra pendengaranku.

Aku mencoba menahan hasratku agar tidak mencapai puncak dengan Nozomi, meyakinkan diriku untuk tidak mengkhianati Kotori-chan. Aku menutup mataku ketika mendengar erangan erotis Umi, dan kata-kata yang keluar dari bibir kedua pasangan di luar sana.

"Agh! Umi, seharusnya kau memperlihatkan wajah mesummu itu pada semua orang.. ah! Kau sangat menggairahkan! Ah..hh.."

"Haa! Ahn~ ah~ ah! Hyah~ ini sangat enak! Ahnmnm! Penismu membesar! Kau menghujamku sangat dalam.. ahn~ ah! Ah! Ah!"

"Sejak kapan kau menjadi perempuan nakal, huh..?"

Kankuro terlihat menghujam Umi lebih dalam dengan posisi di atas Umi yang terbaring dengan membuka akses vaginanya dengan melebarkan kakinya.

"Gomennasai~ ahn! tapi penismu enak sekali.. ah! Ah! Lebih cepat! Kankuro-kuuuun~! Ahn~"

"Tanpa perlu kau bilang, tentu saja aku akan melakukannya!"

Tanpa melihatnya aku sudah tahu Kankuro mempercepat gerakannya dari suara becek pergumulan mereka, bersamaan dengan itu aku merasakan gesekan Nozomi yang terasa semakin cepat juga. Membuatku kewalahan ketika sepertinya aku merasakan penisku mulai berdenyut juga minta dikeluarkan isinya yang sudah terkumpul.

"Ah! Ah! Kankuro-kun, aku akan keluar.. ahn! Ah! Ah.."

"Ahh.. hh..aku.. juga, Umi.. ah.. ahh.."

Sial, aku sudah tak bisa menahannya juga. Bagaimanapun rangsangannya membuatku mencapai batas. Aku juga ingin keluar, aku menutup mataku ketika hampir mencapai puncak.

"AAAAAAAHHHN.. Ikuuuuu~~~!"

"AAAGH..!"

Aku mendengar kedua orang di luar sana mencapai puncak, bersamaan dengan itu aku melihat Nozomi yang juga sudah mencapai puncaknya hampir mengeluarkan desahannya juga sembari memeluk erat tubuhku.

"Aaaahmnnmm..!" Aku langsung menutup bibirnya dengan tanganku untuk meredam suaranya, bersamaan sesuatu tumpah keluar dari bagian bawahku yang mencapai puncak hingga mungkin mengotori celana renangku.

"Hm? Kankuro-kun, apa kau mendengar sesuatu?" Tanya Umi ketika memakai kembali pakaiannya, Kankuro hanya mendelik ke sekitar memastikan seperti memastikan seseorang di sana.

"Hm? Tidak ada, mungkin itu hanya perasaanmu saja.." ucap Kankuro yang sudah kembali memakai celananya, "Setelah ini, mau berkencan? Sudah lama, kita tidak melakukannya, 'bukan?" Ajak Kankuro pada Umi yang tersenyum lalu merangkul lengannya.

"Tentu saja.." Mereka berdua kemudian terlihat melenggang dari kawasan tersebut sambil bergandengan tangan.

Itu membuatku lega ketika akhirnya mereka pergi, aku langsung ambruk keluar dari loker bersama dengan Nozomi yang jatuh di atasku. Kami terengah karena udara yang pengab di dalam. Tubuh kami berdua sudah basah oleh keringat karena udara musim panas yang terik. Terutama kami berada di dalam loker. Membuatku teringat bahwa aku baru saja disentuh oleh Nozomi.

Akhirnya aku gagal menahan diriku, aku memang yang terburuk.

.

.

.

.

.

Aku menahan nafas dan menutup mataku ketika merendam diriku di laut untuk menghilangkan kegerahan. Aku langsung berdiri lalu menghirup udara yang terasa segar setelah mendinginkan tubuhku. Nozomi terlihat duduk untuk merendam tubuhnya juga, kepalanya mendongak menatapku.

"Hah.. sialan, rasanya panas sekali.. aku tidak tahan dengan ini.." aku mulai bersenda gurau ketika menyisir rambutku kebelakang dengan jariku.

"Rasanya kembali segar ketika kau masuk ke laut, 'bukan?" Nozomi menanggapiku dengan tersenyum, aku memandang kesal padanya. Itu semua karena mu, aku jadi kepanasan di dalam loker itu tahu!

"Kau pikir ini salah siapa, hah?" Dia hanya menanggapiku dengan tawaannya seakan itu lelucon belaka, lalu berdiri di hadapanku, wajahnya nampak terkejut beberapa saat.

"Ah gomen, Uzumaki-san.."

"Kenapa?"

Dia menunjuk pada belikatku yang terdapat bercak kemerahan, "Sepertinya tadi aku tidak sengaja membuat cupang padamu.."

Aku melihat tanda kemerahan itu sebentar, "Ah, tidak apa.. nanti juga hilang, yah, mungkin akan sulit untuk menjelaskannya.. tapi mungkin aku akan bilang habis digigit serangga.." jelasku.

"He.. kau menganggapku sebagai serangga, jahatnya~" aku memandang aneh padanya yang malah protes dengan itu.

"Lalu kau pikir aku harus apa huh.." aku merasakan cipratan air ketika mencoba bicara padanya, dan itu tepat di wajah. Wanita ini memang senang sekali melakukan hal kekanakan, 'ya? Aku juga tak mau kalah langsung mengejarnya dan mencoba mencipratkan air pada wajahnya.

"Rasakan ini..!" Ucapku yang juga mulai mencipratkan air padanya yang dengan mudah menghindar, dia menunjukkan lidahnya yang melet seakan mengejekku.

Sialan, itu menggangguku. Aku kembali mencipratkan air padanya sebanyak mungkin, tapi ketika aku berhenti aku kembali mendapat cipratan di wajahku. Kau pikir aku akan mengalah dengan itu? Tentu saja tidak. Nozomi mulai tertawa ketika berhasil meledekku.

.

.

.

.

.

Normal pov*

Tanpa Naruto sadari saat itu, Kotori yang ingin menghampirinya terdiam ketika melihat Naruto dan Nozomi yang sedang bersenda gurau. Wajahnya terlihat syok melihat pemandangan pacarnya yang terlihat akrab dengan wanita lain. Terutama wanita itu adalah orang yang digosipkan sebagai orang yang disukai Naruto sebelumnya.

"Naruto-kun..?" Lirihnya pada diri sendiri.

Ini kali pertama Kotori melihat mereka begitu dekat, hatinya terasa panas melihat kedekatan kedua orang tersebut. Honoka terlihat berlari menghampiri Kotori dengan membawa dua yakisoba yang sudah dibelinya. Dia memanggil Kotori yang yang masih terdiam di tempat.

"Kotori-chan! Aku sudah beli yakisobanya, ayo kita makan bersama.." ajak Honoka yang tidak direspon oleh Kotori.

"Kotori-chan..?"

.

.

.

.

.

TBC

Setelah sekian lama, akhirnya Erocc update juga ahahhhahahaha! :v

Yah, jadi Erocc lagi sibuk karena tugas akhir dan UAS, jadi maklumin Erocc jadi lama update..

Erocc kurang tidur juga, jadi gampang lelah..

Yaudah, sabar saja readers.. Erocc pasti update walau lama..

Bagaimana lemonnya? Sudah mantap kah? ( ͡° ͜ʖ ͡°)