Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto & Highschool DxD © Ichie Ishiebumi

Title : Kurayami no Sora

Rate : M

Genre : Advanture, Hurt/Comfort, Friendship, and Tragedi.

Pair : ...?

Author : Kidz-Boy Everything

Summary : Aku sendiri, selalu sendiri, sampai kapanpun akan tetap sendiri, makhluk sepertiku takkan pernah bisa bersanding dengan mereka, kutukan yang kubawa hanya akan membawaku pada kekosongan dan kegelapan.

Warning : Mainstream, berantakan, FullTypo, bahasa tidak baku, Hard-Fight, Overpower, Dark-Immortal, and Brutality.

..

..

..

Sebuah pertempuran adalah penentuan nasib antara hidup dan mati, disetiap Era dan masa terus datang silih berganti, tanpa ada yang mampu untuk menghentikanya,, bahkan, sang pembuat takdir itu sendiri merasa muak dan murka, makhluk-makhluk itu menentang perkara yang terlarang.

Mereka diberikan otak, bukan untuk sekedar pajangan, otak ada untuk membantu mereka berfikir, antara baik dan buruknya, namun mereka tetaplah makhluk yang diciptakan tanpa kesempurnaan, disetiap makhluk yang di wujudkan, sengaja diberi kelebihan maupun kekurangan, agar mereka berusaha untuk hidup dengan saling melengkapi satu dengan yang lainya, namun mengapa mereka semua berakhir menjadi makhluk pembangkang.

Bahkan untuk malaikat sekalipun, yang sengaja diciptakan hanya untuk kebaikan, mampu merubah haluan hidupnya menjadi pembangkang.

Apa yang sebenarnya tuhan inginkan.

Tak ada yang tahu,,

Dan takkan pernah ada yang tahu.

Story.

Chapter 18.

..

..

Puluhan bangkai tampak terbaring mengenaskan, terbujur kaku dengan exspresi yang beragam, para bangkai itu beberapa saat lalu masihlah hidup dengan penuh kesombongan, dan angkuh.

Dan dalam sekejap semua yang mereka banggakan,, hilang, dan pudar, berganti dengan sebuah exspresi yang memilukan. Seolah wajah-wajah dari para bangkai itu begitu kesakitan.

Menyedihkan.

..

Latar kembali bergerak, menyorot dua makhluk yang saling bertatap muka dengan keras.

Lord Vampire Dracula,, diceritakan sebagai Legenda kejam pembantai manusia, sesosok pemimpin bangsa Vampire yang telah menelan darah dari ras manusia yang tak mampu terhitung lagi jumlahnya.

Wujud sejati itu, melambangkan siapa dirinya sebenarnya.

Tubuh tanpa terbalut sehelai benangpun, berwarna putih pucat dan tampak keriput, sepasang sayap lebar yang mampu menutupi sinar bulan, taringnya tampak menujukkan identitasnya sebagai makhluk penghisap darah. Tangan yang tetap dilengkapi cakar-cakar tajam yang mampu mengoyak apapun, sepasang mata predator berwarna merah pekat, anggap saja sebagai zombie bersayap.

Itulah wujudnya seusai melakukan pelepasan pada segel Rosarionya, wujud yang tak mengenal apapun lagi, wujud yang hanya tahu untuk memangsa apapun yang berada dihadapanya.

'King of Vampire'

Mata biru beku itu tetaplah sedemikian rupa, tak ada kilat apapun yang menunjukkan emosi ataupun perasaan.

Berdiri kokoh tanpa ada rasa gentar dan takut, meskipun dihadapkan dengan makhluk yang tampak sangat mengerikan.

Graaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhrrrggg

Monster itu meraung melepaskan segala emosi negatifnya, menghempaskan benda-benda disekitar, bahkan teriakan menggelegar itu mampu menumbangkan pohon-pohon pada Area kerajaan Youkai tersebut.

Surai pirang panjang yang ujungnya nampak memutih itu kembali menari dengan anggun, memperjelas raut wajah yang terbebas dari helaian rambut yang sebelumnya membentang melintasi garis wajahnya.

Dan kemudian, mata merah menyala disebrang sana, tampak memandangnya dengan horror, seolah berkata, 'aku akan menghancurkanmu'

Lalu,,,

Wushhhhhhh

Semuanya begitu cepat.

Keduanya melesat meninggalkan tempat yang tampak hancur.

Baku hantam adalah hal yang mereka berdua lakukan,, namun,, mereka para penonton tak mampu untuk mengikuti setiap gerakan itu. Hanya tampak dua siluet yang saling terhempas, lalu bertabrakan kembali. Begitu seterusnya.

"Mati"

Hanya kata itu yang terus diucapkan dari wujud sang Raja Vampire.

Menghujamkan cakar-cakar tajam untuk merobek tubuh dari pemuda itu.

Jrasssssshhh..

Tanpa bisa ditolak pakaian yang Naruto kenakan telah terkoyak.

Tampaknya sudah cukup dirinya bermain-main,, sensornya mulai merasakan begitu banyak kehadiran yang mulai mendekat dari segala penjuru dunia.

Kedua matanya menajam saat dirinya melihat mulut Vampire itu terbuka lebar seolah berusaha memuntahkan sesuatu.

Clingggg..

Sebuah bola berpendar biru gelap tampak terbentuk didepan rahang kokoh dari sang Lord Dracula.

Tanpa menunggu lama energi penghancur itu telah terbentuk dengan sempurna.

Bwoooooooossssshhhhhh

Dengan kecepatan gila energi perusak tersebut melesat kearah dimana Naruto berada.

Terlihat disini tokoh utama kita terlihat sedikit terkejut ketika dalam sekejap muntahan energi tersebut sudah mencapai tempatnya berada. Namun sedetik kemudian Naruto mengembangkan senyumnya, tidak, itu bukanlah sebuah senyum, melainkan seringai.

'Benar sesuai perkiraanku,, kekuatanya meningkat pesat' batin Naruto merasa tertantang.

Sreettttt

Ketika serangan itu telah sampai beberapa meter darinya, Naruto bergerak cepat kedepan seolah menantang kumpulan energi penghancur tersebut. Namun sejenak kemudian ia merendahkan tubuhnya sembari melompat seolah terbaring melayang diatas tanah tepat dibawah serangan tersebut.

Lengan kekar sebelah kiri tampak mengerat.

Dan

Brakkkkkkkkk

Dalam keadaan tersebut, dengan penuh tenaga dirinya melepaskan tinju terhadap serangan itu pada sisi bawahnya.

Sekejap mata serangan dari Lord Vampir telah melesat keatas dengan kecepatan gila akibat dihempaskan dengan pukulan Monster dari seorang pemuda bersurai pirang panjang.

Booooooooooommmmmm

Pada akhirnya energi penghancur tersebut meledak hebat diangkasa kosong.

Menciptakan cahaya terang yang menyinari hutan dipinggiran kota Kyoto tersebut dalam radius entah berapa kilo meter.

Bangsa Youkai, maupun dari ras Vampire itu sendiri kembali merasakan yang namanya ketegangan, mata mereka tampak melotot horror, melihat bagaimana besarnya daya ledak dari serangan Lord Vampire barusan, bukan hanya itu, mereka tampak terkejut pula ketika makhluk yang dijuluki pendosa besar itu mementalkan serangan mengerikan barusan dengan sebegitu mudahnya tap.

'I-inikah kekuatan dari para makhluk-makhluk kuat itu' mereka hanya bisa membatin dengan exspresi bermacam-macam.

Tak mau mati sia-sia mereka memilih bergerak menjauh, tampaknya pertarungan energi penghancur akan segera dimulai.

..

Melihat serangannya gagal, lord Vampire bergerak cepat menuju Naruto yang tampak tenang seusai menggagalkan seranganya.

Vampire itu semakin liar dalam menyerang, dan semakin brutal pula.

Dengan segala pengalamannya selama ini, pemuda bernama Naruto itu memblokir segala serangan acak yang dihempaskan Vampire ganas tersebut.

Greeeppppp

Pada akhirnya Naruto muncul tepat dibelakang Vampire tersebut. Lalu mencekal sayap kananya yang lebar.

Tanpa aba-aba Naruto menarik paksa sayap lebar nan kokoh dari sang Raja Vampire.

Kraaaaaaakkkk

Suara itu mewakili remuknya tulang sayap yang dicabut paksa.

Graaaaaaaaarghhhhhhh

Raungan kesakitan itu menggelegar kencang, seoalah berusaha menghancurkan gendang telinga pendengarnya.

Senyum sinis nampak dibibir Naruto saat melihat betapa kacaunya tingkah makhluk tersebut ketika dirinya merampas paksa sayap kananya.

'Keh! Tetap saja sayapnya sangatlah rapuh seperti para gagak dan kelelawar itu' ujarnya dalam hati.

Lalu dengan entengnya Naruto melemparkan sayap tersebut kesembarang arah seperti sampah.

Lalu saffier bekunya mengalihkan pandanganya kearah lain, tepat dimana jelmaan dari rubah hitam itu dengan seenaknya mempermainkan Yamata no Orochi yang sejatinya berwujud monster atau naga berkepala delapan.

Jika ia masih mampu berexspresi,, mungkin ia akan sweetdrop melihatnya.

Namun sesaat kemudian firasatnya merasakan sesuatu yang datang dengan cepat.

Wusssssshhhh

Hempasan angin datang bersama sebuah wujud yang tampak kembali segar.

'Sayapnya berenegenerasi dengan cepat dan sempurna' batinya mengamati lawanya yang tampak baik-baik saja.

Haaaaaargggghhhhhh

Wujud kutukan Lord Vampire itu datang dengan amarah yang tampak meluap-luap.

Braaaaaakkk

'Keh! Sepertinya aku harus membereskan makhluk ini dengan cepat! ' lanjut Naruto kemudian, ia mulai bosan, terlebih lagi merasakan banyak aura yang mulai mendekat.

Dirinya terhempas setelah menerima sebuah pukulan monster dari Lord Vampire.

Setelah berhasil menyeimbangkan tubuhnya, Naruto melirik tangan kananya yang berbalutkan perban putih.

Wushhhhhh

Dalam sekejap terciptalah bola spiral berwarna hitam kemerahan.

Kemudian menatap lawanya ditempat dimana tadi menghantamnya.

Wussshhh

Lalu dirinya bergerak cepat lurus kedepan, namun masih dalam keadaan berlari.

Zombie bersayap itu menajamkan matanya kearah dimana pendosa besar itu datang.

Sedetik kemudian pendosa itu telah lenyap dalam pandangannya.

Deggg

Tak bisa dipungkiri tubuhnya menegang saat merasakan diatasnya muncul sekelebat bayangan.

Itu Naruto,, muncul dengan membawa hadiah berupa pijar gelap kemerahan.

Tak ada waktu yang bisa dimanfaatkan monster zombie bersayap itu untuk menghindar.

Dai : Rasenringu

Brakkkkkkkk

Serangan yang sengaja diarahkan tepat kekepala dari Raja Vampire itu sedikit meleset mengingat Lord Vampire mampu menggerakkan sedikit badanya kedepan.

Alhasil serangan dari mantan Rengkarnasi Ashura Otsutsuki tersebut malah mengenai pangkal dari sepasang sayap milik Raja Vampire legendaris.

Blaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrr

Arrrrrrggggggghhhhhhhhhhh.

Ledakan besar itu beriringan dengan lolongan kesakitan dari zombie bersayap ketika merasakan sepasang sayapnya hancur terkoyak.

Bukan hanya itu,, dirinya ikut tenggelam didalam ledakan penghancur barusan.

Kembali para penonton disuguhkan dengan hal yang menurut mereka sudah terlampau mengerikan, bukankah dengan serangan dengan daya hancur sedemikian rupa mampu membinasakan sebuah kota besar.

Menyaksikan betapa besar kesuperioran dari makhluk yang dijuluki pendosa besar itu membuat mereka tak ragu jika makhluk itu mampu membuat tiga Fraksi Akhirat diambang kepunahan.

...

...

Satu kilometer dari tempat tersebut, terlihat tiga sosok familiar yang terhenti ketika merasakan hempasan ledakan barusan.

"Tidak salah lagi,, ini ledakan dari Energi Chakra" gumam Toneri sembari menerawang jauh kedepan dengan sepasang mata Legendaris khas shinobi bulan.

Itu Tenseigan.

Degggg

Dalam pandangannya dirinya melihat riuhnya sebuah pertempuran dengan banyaknya penonton yang tampak menjauh dari dua makhluk yang sedang bertarung sengit.

"Apa yang kau dapatkan Toneri? " tanya Gaara datar, dirinya mencoba tetap tenang, berbeda dengan Konohamaru yang tampak tidak sabar menunggu hasil pengamatan seniornya ini.

"Seperti dugaan kita Gaara,, dia sedang bertarung, dan lawanya adalah,,, -

Entah mengapa Toneri menggantungkan ucapanya, sedangkan Gaara tampak menutup matanya sembari menerka siapa yang telah menjadi lawan dari sahabat pertamanya saat ini.

,,-Raja Vampire Legendaris,, Dracula"

Seusai menjelaskan pengamatannya, kedua rekan Toneri terdiam, Raja Vampire Legendaris katanya, mereka berdua pernah mendengar jika pemimpin dari para bangsa Vampire itu begitu superior, hingga bangsa lain tak ada yang berani mengusiknya maupun kaumnya.

"Apakah kita akan membantu Naruto-Nisan? " Konohamaru menyerukan sebuah pertanyaan kepada dua rekanya.

"Tidak,, kita hanya akan mengamati dan menyapanya jika ada kesempatan yang tepat" ucap Gaara kemudian.

"Gaara benar,, aku yakin kalian juga merasakan kehadiran para penghuni Akademi lainya ditempat ini,, posisi kita akan bermasalah jika mereka tahu hubungan kita bertiga dengan petaka terburuk didunia ini"

Sarutobi muda itu terdiam, mencerna maksud dari perkataan Toneri barusan,, namun agaknya dia mengerti maksud dari kata-kata Toneri barusan.

"Sebaiknya kita harus menekan Chakra kita mulai dari sekarang"

"Baiklah, tapi kita harus melewati jalur yang memungkinkan kita tidak menjumpai para penghuni Akademi lainya"

"Ikuzo minna" Gaara langsung bergerak melompati pepohonan, disusul kedua rekanya yang tampak mengerti.

..

..

Para bangsa Youkai dan Vampire itu menahan nafas, menunggu debu yang berhamburan kesegala arah tersebut lenyap.

Beberapa detik berlalu dalam ketegangan, kini pandangan mereka mulai menemukan dua makhluk yang menjadi penyebab terjadinya ledakan barusan.

Kini mereka semua dapat melihat dengan jelas dimana sang raja Vampir tampak tengkurap dengan keadaan yang mengenaskan, setengah punggungnya tampak tercabik-cabik. Bukan itu saja,, terlihat pula punggung yang terkoyak itu mendapat sebuah injakan kaki dari pemuda bersurai pirang yang berdiri tegak disampingnya.

Beberapa saat kemudian, wujud liar dari Vampir legendaris itu mulai berevolusi kembali, menunjukkan bentuknya yang semula. Bersamaan dengan luka yang mulai beregenerasi meskipun itu amat sangat lambat.

.

"Kau kalah! " suara datar itu terdengar ditelinga sang raja Vampire, suara itu tidak lain merupakan suara dari pemuda yang menjadi lawanya bertarung.

"Ugh! Meskipun begitu, kau takkan bisa membunuhku" dengan menahan rasa sakit, Lord Vampire membalas ucapan tanpa exspresi barusan.

Kemudian Naruto berjongkok, sembari menatap rendah raut wajah dari Vampire legendaris tersebut, wajah yang tampak menahan rasa sakit.

"Kau hanya tak tahu apa yang mampu aku lakukan,, keh ! Menyedihkan sekali"

"Bagiku kau tak ada bedanya dengan dia,, kau mungkin kuat, tapi kau tak setangguh raja Iblis masa lalu, Satan Lucifer"

"Ugh,, jangan pernah menyamakanku dengan iblis terkutuk itu" entah mengapa dirinya begitu muak mendengar nama Satan.

"Kau hanya makhluk Naive,, sudah waktunya makhluk sepertimu untuk lenyap dari dunia ini"

"Jangan bercanda. Kau, kau takkan bisa membunuhku brengsek! " dalam keadaan telungkup dengan punggung yang terinjak kuat, Lord Vampire berusaha berontak, namun tubuhnya seolah begitu kaku, dan ada apa dengan regenerasinya, seharusnya luka dipunggungnya sudah tertutup seluruhnya, namun ini, bahkan ia yakin jika lukanya baru tertutup seperempat dari keseluruhan.

"Kau sadar? Yah! Serangan barusan merupakan energi penghancur yang kukombinasikan dengan senjutsu, yang sebenarnya merupakan kelemahan utama dalam dirimu, "

Dalam keadaan sedemikian rupa, Dracula tampak melebarkan matanya penuh rasa terkejut. Bahkan dirinya sendiri tak pernah sadar jika senjutsu merupakan kelemahan dari regenerasi super cepat miliknya, lalu dari mana lawanya ini mendapatkan kesimpulan demikian.

"Tidak mungkin, kau,,,, jangan bercanda brengsekkkk! "

Naruto semakin mengembangkan seringainya ketika mendengar hujatan barusan, dirinya merupakan makhluk yang sudah sangat terbiasa dengan pertempuran, melihat ekspresi sedemikian rupa membuat dirinya ingin tertawa saja.

Yah, tentu saja mereka terlalu sombong dan merasa begitu superior hingga berfikir bisa menang darinya.

"Aku tak pernah main-main dengan kata-kataku,, jika aku berkata akan membunuhmu, sejauh manapun kau bersembunyi, kau pasti akan mati"

Vampire itu terdiam dengan exspresi yang tak mampu lagi digambarkan, ia tahu seberapa kuat dan berbahayanya monster yang kini menginjak punggungnya, pada masa Great War, dengan mudahnya makhluk ini memporak-porandakan kaum tiga fraksi akhirat yang berseteru, bahkan membunuh dua Kaisar Naga Surgawi.

Ditambah lagi banyak rumor mengatakan sesudah memporak-porandakan Great War, makhluk ini berkelana keseluruh penjuru dunia, menantang existensi para Dewa dari setiap Mitologi.

Entah seberapa kuat makhluk yang dijuluki sebagai pendosa besar ini, tapi mengingat kabar yang beredar, tentunya makhluk ini telah berada pada Level tertinggi dari setiap Ras yang hidup didunia.

Namun pertanyaanya, apa yang menjadi tujuanya, apakah benar jika makhluk ini yang menjadi Exsekutor akhir untuk dunia ketika hari itu tiba.

"Jangan kau fikir aku akan kalah begitu saja"

Naruto menaikkan alisnya tak mengerti, namun sedetik kemudian dirinya segera melompat menjauh ketika dirinya merasakan lonjakan energi dari Raja Vampire.

Blaaaaaarrrrrr

Benar sesuai dugaanya, itu seperti bom waktu, vampire itu sengaja mencari ruang dengan melemahkan pertahananya, namun tak semudah itu pula untuk mengecohnya, bagaimanapun hal itu masihlah terlalu amatir.

Naruto memicing tajam saat melihat kondisi dari Vampire itu nampak kembali baik-baik saja, seharusnya makhluk itu sudah hampir mencapai batasnya. Tapi,,,,

'Cih,, air mata Phoenix, pantas saja! ' Naruto mendesah dalam hati, dirinya tak menyangka jika lawanya ini telah membawa persiapan untuk mengantisipasi hal seperti ini.

"Gyahahahaaaaaa,,, aku tak menyangka bertarung denganmu membuatku harus meminum Air mata Phoenix, ternyata benar kabar yang mengatakan jika air mata burung api yang diproduksi Klan Phenex ini sangat berguna" ungkap Lord Vampire kemudian.

Disini lain Naruto hanya mendengus bosan, ternyata makhluk ini tetap tak mengerti dengan siapa dirinya sedang berhadapan.

'Ternyata semua makhluk Supranatural didunia ini sangat percaya diri, apalagi dengan pak tua Zeus itu'

[ jangan terlalu banyak berfikir,, cepat habisi dia, karena sebentar lagi akan banyak hal yang merepotkan terjadi dengan kemunculanmu yang secara terang-terangan ini]

Sebuah suara mengisi langit-langit fikiranya saat ini, itu suara dari si Rubah tua.

'Lalu mengapa aku harus peduli, bukankah dengan itu semua akan menjadi semakin menarik? ' jawab Naruto kemudian.

[Heh, aku tak menyangka kau terlihat bersemangat,, Naruto]

'Hah! Sudahlah,, mungkin benar katamu, lalu apa yang akan kau lakukan dengan ular picik itu? '

[Gyahahahaaa, tentu saja mengambil kembali pecahan energiku kembali]

Diam,, Naruto menyudahi percakapan singkat barusan, dan lebih memilih menatap lawanya yang juga tengah menatapnya seolah kembali menantang dirinya untuk bertarung, ataupun bermaksud melanjutkan ke babak berikutnya.

Dalam sekejap tampak sebuah kobaran api berwarna biru tua telah meluncur deras kearasnya.

'Sepertinya Vampire ini benar-benar sudah meremehkanku' fikir Naruto dalam hati, serangan yang sama itu membuatnya merasa seolah dianggap lemah dan rendah.

Jari jemarinya bergerak cepat merangkai segel.

Katon : Gouka Mekkyaku

Wussssssssssshhhhhhhhhh

Saat itu pula Lord Vampire melebarkan matanya saat melihat badai yang terbuat dari kobaran bara api merah terang telah dihempaskan pemuda berambut pirang tersebut untuk menelan seranganya.

Wusshhhhh

Blaaaaaaaaaarrrrrrrrr

Apapun yang diterjang badai api itu terbakar hebat dan meledak.

Bahkan api dari sang Raja Vampire sudah musnah entah kemana.

'Sial! Kekuatan makhluk itu benar-benar gila' racaunya dalam hati sembari bersiap menghindar ketika gelombang api tersebut semakin mendekat kearahnya.

Wussshhh

Blaaaaaaaaaarrrrrrrr

Gelap malam itu tampak berganti terang mengingat intensitas gila dari kobaran api yang tercipta dari Energi yang disebut Chakra tersebut.

Lord Vampire mengalihkan pandangannya kearah dimana pemuda itu berada.

Sedetik kemudian Vampire itu kembali terkejut saat merasakan sebuah kehadiran tepat dibelakangnya.

Tubuhnya menegang saat itu pula.

'Sialaaan! ' umpatan itu mewakili betapa jengkel dirinya mendapati pemuda itu tak hentinya menyuguhkan sebuah kejutan.

Namun reflexnya juga tak bisa diremehkan.

Dalam sekejap pula Lord Vampire telah menekuk tubuhnya merendah,, membuat hantaman tangan berbalut perban putih itu melewati atas kepalanya.

Memanfaatkan momen tersebut, Dracula bermaksud memberikan balasan berupa pukulan serupa tepat kearah perut lawanya.

Namun,, sebuah hantaman keras menghujam wajahnya terlebih dulu.

Braaagghhhh

Saking kerasnya hingga mampu membuat sang Vampire tersebut terlempar kebelakang.

'Ugghh! Brengsek! '

Usai mempecundangi Raja Vampire Dracula, Naruto berjalan pelan, berjalan kearah dimana tubuh itu tergeletak bersama kepulan debu.

Tap

"Sudah kukatakan, aku akan membunuhmu" ucapan tak berexspresi kembali diucapkan si pemuda, sembari menatap angkuh lawanya yang tetap bersikeras untuk menantangnya.

Meskipun dalam kondisi yang terbilang masih segar seusai menenggak air Phoenix, namun entah mengapa Dracula tampak diam tak bergeming, hanya mengarahkan tatapanya kearah langit suram menjelang pagi.

Sekilas wajahnya nampak meredup, senyum kecut nampak jelas tercetak pada sudut bibirnya.

'Apakah benar jika ini adalah akhir bagiku' renungnya dalam hati.

"Kau benar, bahkan untuk ukuran makhluk seperti Trihexa, mereka tak kan sanggup melawan takdirnya, bahkan untukku sekalipun, kalian para makhluk supranatural lupa akan batasan waktu, jika detik kematian itu tiba, tak ada siapapun yang mampu melawanya"

Kata-kata itu mengalihkan lamunan sang Raja Vampire, seolah pertanyaan yang sempat terfikirkan itu langsung mendapatkan jawaban.

"Mengapa, mengapa aku harus mempercainya? " sejenak dirinya mencoba menganggap jawaban dari pemuda itu, mengamati raut wajah mati dari pemuda bersurai pirang panjang tersebut.

"Aku adalah jawaban dari semua keraguan itu, aku berada didunia terkutuk ini hanya untuk mengakhiri existensi seperti kalian sesuai arah waktu yang menentukan"

Diam,,, Dracula berfikir sejenak.

"Bukankah dengan semua kekuatan yang kau miliki kau bisa menguasai seluruh dunia,, membuat tunduk seluruh makhluk hidup dibawah dominasimu sebagai yang terkuat? "

"Sudah kukatakan, setiap makhluk memiliki takdir dan jalanya masing-masing, aku bisa melihat masa lalumu,, kau hanyalah pendosa yang telah merenggut kehidupan banyak manusia, kau kekal tak terikat umur, namun kau lupa jika waktu akan mencapai pada batasnya"

Lalu setelah ucapan itu berakhir,, terdengar gemuruh dari bawah tanah disekitar tempat tersebut, seolah sesuatu yang tersembunyi sedang bergegas naik.

Clingg

Dimulai dari sebuah rantai, dua, lima, sepuluh, begitu seterusnya, naik kepermukaan berdiri tegak dan meliuk-liuk seperti ular yang tampak bernyawa.

Hingga kemudian mulai bergerak liar kearah dimana tubuh sang Raja Vampire terbaring diam, penuh kepasrahan diri.

Jleb

Jleb

Satu persatu rantai hitam nan kelam itu mulai mengoyak tubuhnya, merajam, dan berusaha merenggut kewarasan sang Raja Vampire.

'Ugh! Rantai-rantai ini? ' desisnya penuh sesak ketika sekujur anggota tubuhnya telah dipenuhi rantai-rantai hitam kelam, mata redupnya melihat rantai-rantai itu telah bermandikan darah, darah milik dirinya sendiri.

"Kau benar, inilah belenggu yang mewakili kesengsaraan Neraka, tempat dimana pendosa sepertimu mengakhiri ceritanya"

Kembali apa yang sedang dirinya fikirkan langsung terjawab disaat itu pula.

"Uhuk! Begitukah,, lalu,, apakah itu berlaku untukmu pula? Bukankah kau seorang pendosa besar? "

Diam

Naruto enggan menjawab pertanyaan tersebut, bahkan dirinya sendiri tak tahu menahu bagaimana nanti akhir ceritanya. Takdir yang hanya tuhan itu sendiri yang tahu.

Ribuan bangsa Vampire itu tak mampu untuk sekedar berkata-kata ketika melihat Raja mereka ditundukan makhluk yang dilegendakan telah membantai kaum tiga fraksi hingga menjelang kepunahan massal.

Rasa benci, amarah, dan dendam, telah memicu babak baru untuk kedepanya nanti, namun mereka sadar akan batas yang saat ini membatasi level mereka dengan makhluk itu,, rasa takut akan kepunahan lebih mendominasi. Menyurutkan tekad untuk melakukan perlawanan. Jika kaum tiga Fraksi telah diluluh lantakkan oleh pemuda itu, bukankah sama saja dengan bunuh diri jika mereka memaksakan diri untuk maju. Sungguh miris.

Saat tubuh yang diagungkan itu telah tumbang dan ringkih, seketika itu pula tanah disekitar tempat tersebut amblas kebawah, bersamaan rantai-rantai dosa yang menyeret Lord Vampire Dracula ketempat terpedih alam semesta. Tempat yang tak diharapkan siapapun, tempat yang enggan siapapun untuk menjamahnya.

Matanya terpejam sesaat, memikirkan sejenak kata-kata terakhir dari sang Raja.

'Bukankah dirimu juga seorang pendosa'

'Kau benar, tapi aku hanya akan musnah dan terhapuskan, seolah tak pernah ada ' batinya tanpa keraguan.

..

..

Lalu sepasang mata itu kembali terbuka, menatap sinar Fajar yang perlahan mulai merangsek naik menuju tahtanya diatas dunia.

Dan sepasang kakinya mulai mengambil langkah setapak demi setapak untuk pergi, menghiraukan lutut-lutut yang gemetar takut dari bangsa Youkai dan Vampire.

"Berhenti disitu! " sebuah suara keras nan lantang menjadi topik terbaru kali ini.

Tap

Surai pirang panjangnya sedikit tergerak kesamping, menoleh kearah dimana panggilan itu berasal.

Tampak beberapa anak muda yang berdiri dengan gagah, seolah siap untuk berperang.

"Apa mau kalian? " tanya Naruto berbasa-basi, meskipun sejujurnya dirinya tak perduli, namun sudah terlanjur dirinya ketangkap basah, tak perlu lagi untuk bersembunyi toh jika mereka mengangkat senjata untuknya, dirinya tinggal menghancurkan mereka. Hanya itu yang ada difikiranya. Tak ada kekhawatiran barang sedikitpun.

"Siapa kau sebenarnya?" ucap si pemuda bersurai hitam.

Terukir sebuah seringai kecil ketika dirinya mendapatkan pertanyaan yang sama berulang kali ketika bertemu dengan makhluk supranatural.

"Heeemm,, sepertinya para makhluk Supranatural mulai hadir ketempat ini! " gumam Naruto datar ketika dari setiap sudut terasa Aura berbeda yang semakin mendekat.

Pemuda bersurai hitam tersebut menaikkan alisnya, lalu dirinya tersentak saat mulai merasakan aura-aura yang cukup familiar baginya.

'Cih! ternyata bukan kami saja yang ketempat ini! ' decihnya kemudian karena tak menyangka para penghuni Akademi lainya juga pergi menuju tempat ini.

Entah sebuah kebetulan atau memang direncanakan, para pendatang itu tiba dari segala arah, membentuk lingkaran dimana pemuda berambut pirang panjang itu menjadi pusatnya.

Deggggg

Sekelompok Iblis yang baru datang tampak terbelalak lebar ketika melihat sesosok pemuda bersurai pirang mengenakan jubah hitam sedang berdiri tenang membelakanginya.

Kelompok itu ingat,,

'D-dia,, yang waktu itu' batin mereka berempat kompak.

Sang ketua yang merupakan adik dari pemimpin bangsa Iblis masa kini tampak menggertakan giginya kuat.

"Ada apa Rias, sepertinya kau begitu kesal ketika melihat pemuda itu? " tanya kelompok lain yang menyadari exspresi dari rival sekaligus sahabatnya tersebut.

Rias Gremory terdiam, fikiranya kembali teringat beberapa waktu yang lalu, saat sebuah tekanan aura yang sangat kuat serasa ingin membuatnya gila.

"Sona,, berhati-hatilah, pemuda itu sangat mengerikan! " terang pewaris Klan Gremory tersebut.

Sona Sitri menaikkan alisnya heran, jika sahabatnya berkata demikian, pastinya telah terjadi sesuatu sebelumnya, atau mungkin sahabatnya tersebut pernah bertemu dengan pemuda yang dimaksudkan.

..

..

Pemuda berjubah hitam itu tampak diam sembari mengobservasi masing-masing dari pilar-pilar muda generasi baru dari setiap fraksi, bahkan diantaranya merupakan Fraksi manusia yang juga ikut datang ke tempat ini, sang pemegang tombak yang mampu membunuh tuhan.

The true Longinus.

Banyak hal menarik yang dirinya lihat sejauh ini,, dirinya tidaklah buta untuk tidak mengetahui siapa saja yang telah datang dan kini telah mengepungnya.

"Apa yang kalian inginkan dariku? " Naruto kembali berucap.

"Siapa sebenarnya kau brengsek? " sebuah suara penuh emosional keluar dari bibir Rias Gremory.

Naruto berputar kearah dimana suara itu berasal. Kemudian ia mampu melihat 4 iblis kecil yang beberapa hari lalu ia temui diperjalanan.

"Oh kalian masih hidup rupanya! " balas Naruto enteng.

Deggg

"Apa maksudmu? " tanya sang Heires Klan Gremory tersebut tak mengerti.

"Bukankah kalian iblis-iblis kecil waktu itu yang pingsan hanya karena tekanan sebuah energi ? "

Deeeggg

Rias Gremory, Akeno Himejine, Yuuto Kiba, dan Toujou Koneko, yah itulah empat Iblis yang dimaksud, empat iblis yang pernah mengalami sebuah mimpi buruk dari pemuda dihadapannya.

,,

,,

Sementara itu para Ras Youkai pengkhianat merasa bingung dengan keadaan, mereka bak makhluk yang telah kehilangan arah ketika melihat dari kejauhan pemimpin mereka yakni Yamata no Orochi sedang bertarung dengan penguasa Youkai yang sebenarnya, nampaknya mereka mulai memahami dengan hal yang harus dilakukan kedepanya nanti, invasi ini gagal, dan yang terpenting, sang Kaisar/Raja Vampire telah tumbang oleh sesesok pemuda yang mereka ketahui merupakan sebuah petaka besar, lebih besar dari pada Tiga dewa Naga yang ditakuti.

Dan tentu saja tak ada sedikitpun niatan dari mereka untuk melawan meskipun itu dari Ras Vampire yang tersisa ditempat tersebut, ditambah dengan kedatangan kaum tiga Fraksi akhirat dan fraksi manusia membuat mereka memilih menjauh untuk sekedar melihat hal yang akan terjadi kedepanya nanti.

..

..

Melihat sepupunya nampak ketakutan sedemikian rupa, Sairaorg bael menaikkan alisnya tak mengerti.

'Apa yang sebenarnya terjadi, dan siapa orang ini, dari auranya aku tak merasakan apapun, hanya ada sesuatu yang hitam dan begitu mencekam' ujarnya dalam hati sembari terus mengamati pemuda berambut pirang keemasan tersebut.

,,

'Tak ada Aura yang mampu kurasakan dari pemuda ini, tapi entah mengapa aku merasa jika pemuda ini sangat berbahaya' Dulio Gresualdo yang menjadi ketua geng dari fraksi Tensi merasa jika pemuda dihadapannya ini adalah sesuatu yang baru baginya, sesuatu yang menurutnya baru pertama kali ia temui.

Masing-masing dari mereka memiliki argumen dan pemikirannya masing-masing, apapun itu mereka harus segera mencari tahu agar dapat memastikan keberadaan pemuda ini membahayakan atau tidak.

Jika mereka berkata-kata dalam hati, Naruto yang memiliki kemampuan untuk membaca fikiran hanya bisa menciptakan sebuah senyum aneh, senyum yang nampak mati, namun memberikan kesan tak mengenakkan bagi yang melihatnya.

"Kenapa kalian semua menatapku seolah aku telah melakukan kesalahan kepada kalian? " ujarnya sembari merebahkan diri untuk sekedar duduk santai, tanpa terintimidasi dengan tatapan-tatapan buas para pendatang itu.

Pertanyaan itu ditunjukkan kepada mereka semua yang tengah mengerumuninya, namun tak ada jawaban sama sekali, mereka hanya terpaku diam melihat kehancuran ditempat sekitar, sudah hancur tak berbentuk, dan tentunya mereka harus mencari tahu semua penyebab kejadian ini. Dan tentunya pemuda dihadapannya ini harus menjelaskan semuanya.

"Katakan siapa kau sebenarnya? " pemuda berambut hitam yang merupakan orang terkuat pada fraksi manusia kembali menyuarakan keingintahuanya. Dirinya mencoba setenang mungkin meskipun firasatnya begitu sangat mengganggu tentang pemuda dihadapannya ini.

Uzumaki Naruto, seorang mantan Shinobi dari desa Konohagakure no Sato, seorang pahlawan perang yang terbuang dengan hina, seorang anak manusia yang menjadi korban dari keganasan dan keserakahan manusia, meski sudah lama berlalu, kenyataan tentang masa lalu itu tak akan pernah bisa dirubah.

Pemuda tersebut nampak duduk bersila dengan tangan kanan yang menyangga dagu, menatap para makhluk supranatural dan manusia yang terberkahi dengan exspresi yang tak mampu dijelaskan.

Mungkin pemuda itu teringat ketika dirinya bersama para mantan sahabatnya yang tengah berjuang bersama ketika melawan Madara.

Melihat pemuda tersebut yang hanya diam tak bergeming, entah mengapa mereka semua nampak jengah untuk mendapatkan jawaban.

Tap

Tiba-tiba saja seorang pemuda berambut merah kehitaman muncul tanpa siapapun merasakanya, seorang pemuda yang identik dengan pemuda yang tengah duduk menyangga dagunya.

"Sepertinya kau mendapat banyak masalah" ujarnya datar kepada pemuda tersebut.

"Biar aku yang menanganinya ! " jawab Naruto yang tak kalah datar dari orang sebelumnya.

Sejenak pemuda yang identik dengan lawan bicaranya itu terdiam sesaat, mengerti maksud dari ucapan sang wadah, jelmaan monster ekor-10 tersebut nampak mengangguk faham, disusul pudarnya tubuh tersebut bersamaan dengan hembusan angin yang beterbangan diudara.

Sejujurnya keadaan seperti ini begitu sulit untuk mereka simpulkan, siapa pemuda itu, siapa lagi yang barusaja datang lalu menghilang, siapa yang membuat kekacauan besar ini, dan siapakah lawan yang menjadi kemungkinan ancaman kedamaian dimasa depan.

..

Masih tetap dalam posisi yang sama,, duduk bersila sembari menyangga dagu, menatap datar kumpulan generasi makhluk supranatural pada era milenial ini, sedangkan dirinya sendiri adalah perwujudan dari makhluk yang awal, makhluk yang sebenarnya tak ada dalam hakikat penciptaan tuhan.

"Pergilah, aku tak ada urusan dengan kalian semua" sederet kata yang terbentuk menjadi kalimat itu terlepas pelan dari bibir yang nampak lurus horizontal tersebut.

Sebenarnya kalimat itu adalah sebuah perintah, karena sejujurnya ia tak ingin meladeni anak-anak dihadapanya ini, bagaimanapun genderang perang belum dibunyikan untuknya, jadi ia tak boleh membunuh sembarangan karena ia tahu bocah-bocah dihadapannya ini adalah pilar-pilar utama dari kaum manusia dan tiga fraksi akhirat.

,,

,,

"Kalian semua berhati-hatilah, orang ini, dia bukan orang sembarangan? " gadis merah crimson tersebut berucap lantang, berusaha memberitahukan kepada penghuni Akademi lainya mengenai seberbahaya apa pemuda dihadapannya ini.

Benar saja ucapan barusan berhasil menarik perhatian orang-orang disekitar, berbagai exspresi terlihat dari raut wajah mereka, antara terkejut heran, dan seolah bertanya-tanya bagaimana adik dari Sirzech Lucifer itu tahu tentang pemuda ini.

"Jangan bercanda Gremory, apa yang berbahaya dari seorang pemuda yang dari tadi hanya diam ini, bahkan aku tak merasakan Aura didalam tubuh,,-

"Leonardo, apa yang dikatakan Rias benar, jangan tertipu dengan apa yang kau rasakan, jika kau tak merasakan aura apapun itu, aku berfikir sebaliknya,, -

,,- justru aku merasakan jauh didasar jiwanya tersimpan sesuatu yang sangat gelap"

Leonardo yang merupakan satu dari beberapa exsistensi terkuat ras Manusia tampak sangat terkejut ketika ketua yang sangat diseganinya itu malah membenarkan ucapan iblis betina tersebut.

"Hah! Baiklah, jika kau yang mengatakanya aku harus percaya itu meskipun aku ragu" balas Leonardo yang nampak pasrah dengan ucapanya tersebut.

Sedangkan Sairaorg hanya diam dan terus menatap tajam pemuda dihadapanya, sesuatu dalam jiwanya tampak berontak merasakan takut yang teramat sangat, bahkan ia sendiri tak tau mengapa makhluk yang bersemayam dalam dirinya seolah ingin lari ketakutan.

'Ada apa denganmu Regulus, aku tak pernah melihatmu bersikap seperti ini sebelumnya' tanyanya dalam hati, namun Secrad Gear yang berwujud Singa Namea itu tetap tak memberikan jawaban.

,,

Naruto sedikit tergelitik mendengar obrolan-obrolan barusan, cukup terkejut ketika seorang Iblis memiliki sebuah berkah yang diberikan tuhan kepada manusia dalam bentuk Secrad Gear.

Lalu Naruto berdiri, dan membersihkan pakaiannya dari dedebuan yang menempel pada beberapa bagian.

"Aku tak menyangka singa itu berengkarnasi didalam tubuhmu, bukan begitu, cucu dari Zekram Bael? " ucap Naruto angkuh sembari melipat kedua tanganya didepan dada.

Deg

Saat itu pula Sairaorg tersentak kaget dengan ucapan yang dilontarkan pemuda dihadapannya ini, semudah itukah orang lain menebak kebenaran tentang dirinya.

"Kau,,, bagaimana bisa kau tahu tentang hal itu? " balas Sairaorg dengan nada geram.

"Aku tahu semua rahasia dunia ini,, tapi tidak dengan takdir dan diriku sendiri" aneh namun begitulah faktanya, kenyataanya dia selalu tahu tentang apa yang terjadi, apa yang dilihat, dan tentang apa yang dirasakan, namun ketika harus melihat tentang dirinya sendiri,, hanyalah ada kegelapan didalam kegelapan.

"Lagipula,, aku sendirilah yang telah membuatnya menjadi bangkai sebelum tuhan kalian semua menyegel roh dari Singa itu kedalam alat yang saat ini kalian sebut Secrad Gear itu"

Semuanya tercengang mendengar penuturan pemuda tersebut, apa katanya barusan, membuatnya menjadi bangkai, dengan begitu pemuda itu yang dulunya telah membunuh Singa Namea tersebut.

"K-kauu,,, " ucapan dari Sairaorg begitu tersendat, mendengar fakta bahwa pemuda dihadapannya inilah yang dulunya telah membunuh makhluk yang kini jiwanya tersegel didalam tubuhnya.

Saat itu pula tekanan ditempat tersebut terasa begitu berat, disertai hawa yang berubah mencekam.

Uzumaki Naruto, perlahan mulai melepaskan tekanan Chakranya, Chakra yang begitu kental dengan kegelapan, Chakra yang sudah berubah menjadi sesuatu yang hitam dan menyakitkan, jauh berubah dari Chakra yang dimilikinya dahulu kala, Chakra yang dulunya hangat dan begitu tenang, kini menjadi sesuatu yang menyakitkan.

Dengan raut datar, wajah yang tampak setengahnya akibat helaian poni yang turun membentang melintasi sebagian wajahnya, jubahnya berkibar ketiba hembusan angin kembali bergerak dengan tekanan yang cukup kuat.

"Akulah yang telah menghancurkan para leluhur kalian, Iblis, Malaikat jatuh, Malaikat, bahkan untuk Ras Manusia sekalipun, jika kalian mencari makhluk yang bertanggung jawab atas kerusakan dimasa lalu, makhluk yang telah membuat Ras didunia ini mendekati kepunahan,, Yah,, akulah orangnya! "

Jdeeeeeeeeerrrr

Bak sambaran petir, mata mereka terbelalak lebar, apa katanya barusan? Orang yang telah menghancurkan para leluhur mereka semua dimasa lalu, dengan kata lain,,,,

"Ti-tidak mungkin, jangan bilang jika kau,,

"Pendosa besar? " mereka semua kompak menyebut dua kata tersebut secara bersamaan, dan disaat itu pula tubuh mereka menegang hebat, jauh-jauh mereka datang dari Kuoh ke Kyoto ternyata untuk mendapati petaka terburuk didunia ini.

Bahkan entah bagaimana bisa timbul penyesalan dalam diri mereka harus datang ketempat ini. Ini sama saja dengan bunuh diri yang tidak direncanakan.

Jika benar katanya, maka mereka tahu seburuk dan seberbahaya apa makhluk dihadapannya ini. Amat sangat buruk malahan,, meskipun pada kenyataanya mereka semua belum mengerti betul sejauh apa kekuatan makhluk yang dijuluki pendosa besar tersebut, namun sejarah mengatakan bahwa dialah yang terburuk dari segala hal yang buruk.

..

..

"Aku tak menyangka semuanya harus secepat ini " ujar sang mantan Kazekage yang tengah mengamati dari kejauhan bersama kedua rekanya.

"Dan aku ingin melihat apa yang akan mereka semua lakukan setelah mendengar fakta tersebut dari mulut yang bersangkutan itu sendiri " sahut generasi Otsutsuki terakhir yang diketahui bernama Otsutsuki Toneri.

Sedangkan Konohamaru yang melihat Senseinya dari kejauhan entah mengapa menunjukkan wajah sumringah, bagian inilah yang ditunggu-tunggu sejak dimana mereka berpisah ketika harus memasuki robekan Dimensi yang membawa mereka bertiga kedunia antah-berantah ini.

'Nisan terlihat, uh,, sangat kuat, bahkan aku tak yakin bisa mendaratkan satu pukulan kewajahnya' batinya gusar, mengingat dirinya tidaklah terlalu kuat, namun bukan berarti dirinya lemah, setidaknya dirinya yang saat ini sudah selevel dengan seorang kage, namun tetap saja level itu tidaklah pantas untuk disejajarkan dengan mentornya itu.

"Apa yang harus kita lakukan sekarang, diam dan menunggu seperti ini sangat membosankan" ucap Konomaru kemudian, bagaimanapun diam dan menunggu adalah hal yang tidak mengenakkan. Tentu saja.

"Dan kau sendiri tahu jika hanya itu yang bisa kita lakukan untuk saat ini, kita bisa menjadi buronan empat fraksi jika mereka semua tahu dengan jati diri kita bertiga yang sebenarnya"

"Yah meskipun hal itu cepat atau lambat akan terjadi juga ketika kita telah memutuskan untuk ikut campur, namun ini hanyalah masalah waktu" imbuh Gaara yang meneruskan perkataan Toneri, setidaknya untuk saat ini mereka hanya akan melihat situasi dan kondisi, semua perlu direncanakan dan dipertimbangkan sebaik mungkin.

"Ngomong-ngomong siapa pemuda yang mirip sekali dengan Naruto Nisan tadi, aku seperti melihat dia pergi menggunakan Shunsin no Jutsu? " ucap Konohamaru dengan pose berfikir ala detektive.

"Aku ra,,, -

"Keh ternyata kalian bertiga juga datang ya? " secara tiba-tiba seseorang memotong ucapan Toneri yang hendak menjawab pertanyaan Konohamaru.

Dengan sedikit terkejut mereka bertiga menolehkan kepalanya kebelakang, untuk melihat siapa gerangan yang berbicara.

Deg

Sebuah kebetulan atau memang kesengajaan, sosok yang dibicarakan muncul dalam sekejap tepat dibelakang mereka bertiga.

Pertanyaanya adalah, bagaimana bisa sensor mereka buta dengan kehadirannya.

"Siapa kau sebenarnya, mengapa aku melihatmu begitu mirip dengan Naruto? " tanya Gaara yang berusaha mengembalikan ketenangannya yang sempat goyah.

Sedangkan Toneri hanya diam dan menatap tajam pemuda ini, rasa-rasanya ia merasakan Aura yang familiar dengan pemuda berambut merah kehitaman dihadapannya tersebut.

Disisi lain Konohamaru agaknya merasa sedikit takut melihat tatapan buas yang seolah ingin memangsanya.

"Cih, aku harap kalian tidak melupakan Rubah hitam waktu itu! " ucapnya kesal melihat ketiga bocah dihadapannya ini tidak mengenali dirinya dalam wujud Human Form yang mengadopsi fisik dari Hostnya meskipun terdapat perbedaan dari segi mata dan rambut.

"Kau,,,, -

"Juubi no Ookami? " ketiganya berucap serempak ketika memahami maksud dari ucapan barusan.

"Lupakan itu,, apa kalian hanya akan terus sembunyi dan tak ingin ambil bagian? "

"Apa maksudmu? " tanya Gaara tak mengerti.

"Tidak ada, aku hanya berfikir sampai kapan kalian hanya akan menjadi penonton dipanggung dunia ini, kehancuran semakin dekat, dan pertumpahan darah terbesar akan segera pecah,, saat dimana seluruh Ras akan bertarung bersama untuk menghentikanya, aku yakin kalian mengerti hal itu"

Ketiga anak manusia itu bungkam seketika, cukup terkejut ketika makhluk legendaris dihadapannya ini berkata sedemikian rupa.

"Apa yang harus kami lakukan? " ucap Toneri menyerukan pertanyaan.

"Mungkin sejujurnya Naruto tak membutuhkan bantuan apapun dari kalian, bahkan tanpaku sekalipun Naruto mampu mengatasi seluruh Ras dan Dewa didunia ini, tapi itu butuh waktu mengingat banyaknya makhluk superior didunia ini, jadi tak ada salahnya kalian ikut bergabung"

"Hah jadi begitu rupanya! Sepertinya kita memang harus ikut campur cepat atau lambat, "

"Tapi apa Naruto tak masalah dengan itu? "

"Kalian tenang saja, Naruto akan mengerti dengan apa yang kalian bertiga lakukan "

Kemudian mereka berempat mengalihkan pandangan kearah semula, tempat dimana Naruto berada, beserta beberapa geng anak muda yang tampak sedang mengepungnya dengan lutut yang terlihat begitu ketakutan, mereka sendiri juga merasakan betapa gelap sebuah tekanan Chakra yang dilepaskan pemuda bermarga Uzumaki tersebut.

"Chakranya terasa semakin gelap sejak terakhir kali aku merasakanya? " gumam Gaara yang diam mengamati.

"Bagaimana bisa hal seperti itu terjadi? " sambung Toneri kemudian.

"Aku dan Naruto sudah berada di dimensi ini ratusan tahun yang lalu, berbagai macam pertempuran telah kami lalui, setiap detik waktu yang berlalu menjadikan jiwanya lebih kelam dari apapun, bahkan itu beresonansi terhadap Chakranya sendiri yang kini mampu menenggelamkan kegelapan Chakraku "

'Naruto,, makhluk apa kau sebenarnya? ' ujar mereka dalam hati.

..

..

..

"Kembali dan berlatihlah hingga kalian semua menjadi kuat, setidaknya jika saat itu tiba kalian semua mampu memberikan sedikit perlawanan yang menarik, bagiku kalian saat ini hanyalah kumpulan para serangga yang sedang menjemput kematian" ujar Naruto dengan wajah yang nampak mengeras, berusaha menunjukkan kesuperioran seorang Legenda pendosa besar kepada anak-anak kemarin sore yang berusaha mengusiknya.

Wuuussshhhhh

Dalam sekejap Sairaorg yang merasa muak dengan pemuda dihadapanya ini melesat dengan kekuatan tinju yang berkobar.

'Bodoh! '

Sreeeeetttt

'A-apaaa? ' Sairaorg harus terkejut ketika wajah datar itu kini telah berada disampingnya, dan sebuah telapak tangan telah mencengkram wajahnya dengan keras.

Brakkkkkkkkkk

Tanpa basa-basi Naruto menghempaskan kepala itu ketanah dengan cukup keras.

"Hoeeekkkkkkk" pemuda buangan dari Klan Bael itu memuntahkan darah segar akibat hempasan keras barusan.

Meskipun Sairaorg memiliki fisik jauh diatas rata-rata, namun hal itu tidaklah bisa disejajarkan denganya yang telah melewati ratusan pertempuran hidup dan mati.

Tentu saja hal tersebut membuat Peerage dari Sairaorg Bael menjerit histeris, melihat King mereka seolah dibenamkan dalam sekejap kedalam tanah.

Naruto yang kini tengah merunduk dengan tangan yang masih mencengkram wajah dari cucu Zekram Bael tersebut melirik kearah para bocah-bocah yang kini mulai bergetar ketakutan melihat aksinya barusan. Lalu bangkit dan membiarkan tubuh Sairaorg terkapar begitu saja.

"Aku hanya akan membunuh sesuai urutan dalam daftar hitamku, jadi jangan membuatku harus terpaksa untuk menghabisi kalian semua" ucapnya dingin, seolah ucapan barusan merupakan peringatan keras agar mereka semua tidak melakukan tindakan bodoh.

Mereka semua meneguk ludahnya kasar, kecuali Cao-cao dan rekanya yang hanya menggertakkan giginya kesal.

'Sial,, bahkan untuk Iblis sekuat Sairaorg sekalipun dibuatnya terkapar hanya dalam sekali hantaman, ' ucapnya dalam hati, genggaman tanganya mengerat kencang.

Kemudian Naruto menarik wajah Sairaorg agar membuat wajah sekaligus tubuh kekar itu untuk kembali berdiri, masih dalam posisi mencengkram wajah dari Iblis kelas tinggi tersebut, lalu melepaskan cengkramannya hingga nampak tubuh itu sedikit terhuyung hendak jatuh.

Namun,,,,

Brakkkkkkkkkkk

Tubuh itu dihempaskan dengan satu pukulan telak tepat kearah perut, membuat tubuh Sairaorg terlempar kearah dimana Peerage nya berada.

"Ohokkkk! " kembali Sairaorg memuntahkan darah segar, tulangnya seperti hancur mendapatkan tinju yang menurutnya penuh tenaga itu.

Si pelaku hanya memandang acuh dengan hasil perbuatanya, dari awal dirinya tak berniat untuk meladeni bocah-bocah ini, tapi saat mereka datang kearahnya dengan niat membunuh, tentu saja ia tak akan segan untuk menghancurkan ataupun membunuhnya.

Rias Gremory terlihat membulatkan matanya melihat sepupunya yang menurutnya sangat kuat itu bahkan sama sekali tak berdaya, lalu dirinya mengingat kejadian malam itu saat dirinya harus pingsan bersama para Peerage nya hanya karena sebuah tekanan Killing Intens yang dilepaskan pemuda tersebut.

'Aku harus memberitahu Sirzech-Oniisama' ucapnya dalam hati, jujur dirinya merasakan takut yang teramat sangat, sesuatu yang dicarinya selama ini, sosok Legenda Great War yang dikeramatkan, kini telah berada beberapa meter dihadapanya, bahkan sosok itu terlihat masih muda dan seumuran denganya.

Semuanya seolah meradang menyaksikan bagaimana seorang Sairaorg Bael dibuat tak berdaya hanya dalam hitungan detik, dengan sebuah kecepatan, dan sentuhan kecil.

"Katakan kepada pemimpin kalian semua jika waktu sudah hampir mencapai batasnya" ujar Naruto datar, bersamaan dengan itu ia melepaskan Chakra gelapnya secara besar-besaran.

Deg

Deg

Seperti sebuah serangan jantung,, tubuh mereka semua mendadak merasakan sakit yang luar biasa ketika sebuah Aura hitam mencekam menyerang tubuh mereka bagaikan racun.

'Tekanan Aura ini,, sangat gelap'

Beberapa dari mereka mulai berjatuhan pingsan,, dan beberapa dari mereka sanggup untuk menjaga kesadaranya meskipun itu harus bersusah payah.

"Bagaimana bisa kalian melawanku jika hanya dengan ini saja aku bisa membunuh kalian semua? " desah Naruto kecewa, sungguh apa yang dilihatnya tak sesuai ekspetasi yang difikirkanya selama ini. Mungkin benar pilihanya untuk membiarkan orang-orang lemah ini tetap hidup dan terus tumbuh agar diri mereka semakin kuat.

Cao-cao bahkan harus bersusah payah mempertahankan kesadaranya dari gempuran energi Negative yang terasa begitu mencekam ini, sungguh ia ingin memaki dirinya sendiri yang tampak begitu sangat lemah dihadapan makhluk yang mengaku dirinya sebagai pendosa besar, melawanpun ia rasa percuma ketika melihat bagaimana barusan pemuda itu menundukkan Sairaorg bael dalam sekejap.

..

..

Dan waktupun berlalu ketika sang Mentari menunjukkan kegagahanya diatas tahta dunia, sinarnya menembuh celah-celah kecil disetiap sudut tempat, hutan yang menjadi area pertempuran semalam pun tampak terlihat terang, bersama puluhan mayat-mayat korban invasi yang dilakukan pihak Youkai yang didalangi Yamaha no Orochi beserta bala bantuan dari kaum Vampire yang dipimpin langsung oleh Lord Vampire Dracula.

Banyak hal yang terjadi, termasuk tewasnya sang Raja Vampire itu sendiri, tak lupa Yamaha no Orochi yang juga tewas akibat energi kehidupanya ditarik paksa menggunakan salah satu kemampuan mata Legendaris Rinnegan. Lalu dari pihak Youkai pengkhianat telah memutuskan kembali bergabung didalam Youkai Kyoto, Ras Vampire yang terbengkalai kembali kekastil mereka dengan duka akibat pemimpinya yang tewas, lalu bocah-bocah Akademi itu sudah kembali ketempat mereka semua seharusnya berada setelah mereka pingsan akibat sebuah tekanan energi gelap. Dan berusaha melaporkan semua hal hal terjadi kepada setiap pemimpin fraksi.

..

..

Masih dikawasan yang sama, pemuda itu duduk termenung memandang pantulan wajahnya dari balik air yang jernih, mengawati setiap lekuk bentuk wajahnya yang sudah jauh berubah, sudah sejauh ini karma yang dijalaninya. Hanya dalam kesendirian, melepaskan semua gairah duniawi yang pernah membelenggu.

Kosong,, yah! Fikiranya hanyalah kosong.

Kemudian kepala bersurai pirang itu menengadah keatas dimana langit yang terang itu menaungi kehidupan.

"Hah! " hembusan nafas itu menandakan betapa jengahnya dirinya dalam sebuah penantian panjang.

Lalu memutuskan untuk menyandarkan tubuhnya pada sebuah pohon yang kokoh dipinggiran sungai. Dan memejamkan matanya sesaat,,

'Gabriel,,! ' entah mengapa dirinya mengingat nama itu, nama yang berusaha disematkan sang pencipta didalam hatinya yang telah menghitam.

..

..

To be Continued

Ah maaf jika sudah mengandaskan kisah ini ditengah jalan, sebenarnya sudah sangat lama saya ingin meneruskan cerita ini, namun jujur saya kehabisan ide, ditambah saya lupa dengan pasword Akun Ffn saya ini.

Jadi akhirnya mogok,, terbengkalai, dan dikatain begini begitulah oleh beberapa pembaca, oke mungkin wajar jika pembaca yang senantiasa mengikuti cerita ini agaknya kesal dan kecewa karena fic ini tak kunjung dilanjutkan.

Saya juga pernah berada diposisi Reader semua, jadi saya tau persis bagaimana rasanya melihat story yang disukai tiba-tiba saja berhenti Update.

Namun kali ini saya berusaha kembali, dan berusaha melanjutkan cerita ini, bagaimanapun ini adalah sebuah tanggung jawab. Dan saya ingin menepati kata dimana saya ingin menyelesaikan Story ini hingga akhir.

Maaf jika Chapter 18 ini kurang memuaskan pemirsa semuanya dirumah, atau jika merasa jalan ceritanya semakin gak jelas, atau entah apapun itu,

Saya hanya manusia biasa yang memiliki batas dan kekurangan.

Mungkin itu saja dari saya, sekian dan terimakasih..

Dan sampai jumpa di Chapter berikutnya.

Kidz-Boy Log Out.