Naruto menguap bosan, ia tengah duduk dibalik meja kasirnya. Menatap para pelanggan di cafe miliknya. Hari ini lumayan ramai daripada hari lain, Naruto bersyukur akan hal itu. Dirinya juga tak perlu khawatir akan kedua bocah yang selalu mengitari tempatnya duduk.

Hikari sudah mulai masuk ke sekolah, sementara Makoto sedang bersama Ibunya.

Ngomong-ngomong, entah kenapa Naruto merindukan Nozomi, padahal dia baru saja ditinggal oleh wanita itu beberapa saat yang lalu. Sungguh, dia ingin menitipkan kedua anaknya itu pada Ayah serta Ibunya di Konoha.

Dan dirinya bisa bermesraan dengan Nozomi, serta membuat Adik lagi.

"Adik buat Hikari dan Makoto?"

"Adik?!"

"Naru...to..."

"Hah?! Ka-kalian sudah datang?"

Makoto tersenyum sumringah menatap Naruto dan Nozomi. "Papa, Mama, aku mau adik!"

"..." Nozomi menatap Naruto seolah ingin meminta pertanggungjawaban.

"A-anu, mungkin nanti saja Papa Pikirkan ya. Sekarang, ganggu paman Shikamaru!"

"Naruto, tolonglah!"

Naruto tertawa kikuk mendengar gerutuan sahabatnya itu, ia lalu menatap Nozomi setelah Makoto pergi bersama Shikamaru. "Ja-jadi..."

Nozomi mengeluarkan kartu tarot miliknya, dia mengocok kartu tersebut, dan menawarkan Naruto untuk memilih. "Pilih satu, dan itu jawabanku."

Naruto memilih satu kartu, dia kemudian menunjukkannya pada Nozomi. "Bagaimana?"

"The Empress, baiklah kita akan memberikan seorang adik untuk mereka berdua."

Wajah Naruto mulai cerah, ia langsung memeluk istrinya itu dengan erat. "Kita buat nanti setelah menitipkan mereka pada Ayah dan Ibu."

"Kau mesum! Tidakkah kita tunggu hingga besok?"

"Tidak-tidak, aku tak akan menyia-nyiakan hal ini."

Nozomi menggelengkan kepalanya melihat kelakuan suaminya itu. "Baikalg Naruto, aku mengalah."

"Terima kasih, sayang." Naruto mencium kening Nozomi, dia sungguh mencintai wanita itu.

..

.

Naruto by Masashi Kishimoto

Love Live by Kimino Sakurako.