WARNING

Chapter ini agak nganu

jadi yg ga suka bisa di skip aja oke

.

amat sangat pendek!

.

...

.

pastikan sudah cukup umur ya gaesss~

.

...

.

"Sayang, dimana Mark?" tanya Jaehyun dengan mata yang sibuk mengitari ruang keluarga. Kakinya ia tuntun pada sang istri yang tengah duduk dan sibuk menonton acara favoritnya tanpa terganggu.

"Izin keluar untuk mendiskusikan sesuatu. Ia tidak bilang akan membahas apa tapi dia bilang akan berada di Xoxo cafe." jelas Taeyong. Tangannya sibuk menyuapkan butiran choco chips tanpa menatap sang suami.

Mendudukan diri disamping sang istri, Jaehyun lantas mendusal manja pada Taeyong yang membuat kesayangannya itu memekik dan menyentil dahinya keras.

"Tunggu sebentar. Ini akan berakhir sebentar lagi!"

"Tapi kau mengabaikanku!" rajuk Jaehyun, bibirnya ia manyunkan berharap Taeyong akan luluh. Nyatanya, wanita kelahiran Juli itu kembali sibuk dengan kegiatannya semula.

"Yang."

"hm."

"Sayang~"

"hm." melihat Taeyong masih keukeuh mempertahannya kegiatannya, Jaehyun kini mulai berani mengganggu Taeyong yang tengah mengabaikannya.

"Taeehh~" bisikan sensual tepat ditelinga membuat Taeyong merinding. Menyerah, kini wanita berambut hitam itu menatap lelakinya dengan malas. Mengabaikan toples choco chips yang masih terbuka dan layar televisi yang menampilkan bintang laut berwarna pink.

"Apa? Kau apa, hah?" mendapat atensi sang istri, Jaehyun lantas mengajukan suatu pertanyaan yang membuat dahi Taeyong berkerut.

"Apa kau tau, senikmat-nikmatnya coklat meleleh dilidahmu ia tetap kalah nikmat berkali-kali lipat dari orgasm?"

"Lalu?" tanya Taeyong yang masih memperoses perkataan Jaehyun yang terdengar membingungkan.

Melihat wajah kebingungan sang istri yang begitu menggemaskan, Jaehyun kembali mendekatkan bibirnya pada telinga Taeyong.

"Mari kita coba buktikan. Makan coklat saat bercinta dan rasakan kenikmatan keduanya bersama." bisiknya seraya mendorong Taeyong perlahan. Bibir tebalnya menyambar bibir tipis Taeyong tanpa ampun. Tidak ada perlawanan yang berarti dari wanitanya yang tengah ia tindih. Sebaliknya, lengan ranting itu mengalung pada lehernya dan sesekali menekan tengkuk guna memperdalam sentuhannya.

Tangan nakalnya kini memasuki kaos putih Taeyong dengan perlahan. Bibir tebalnya pun kini berpindah pada leher mulus nan jenjang keturunan Lee itu. Membuat beberapa tanda cinta yang diiringi erangan erotis.

"-lang. DAD! LAKUKANLAH DIKAMAR!" jerit Minhyung yang langsung berlari kearah kamar menghentikan kegiatan keduanya. Tak lama, erang kesakitan dari Jaehyun yang terjatuh dari sofa pun mewarnai sore hari kediaman Jung.

Mungkin sofa ruang keluarga dan waktu disore hari adalah pilihan terburuk untuk melakukan kegiatan intens mereka.

.

...

.

Bgr. 16.12

200130