"Minana, saat Kamu bilang bisa menyelamatkan Minana-Masa-Kini, Kamu tidak bohong, kan?" tanya Naruto lagi. Sepertinya ada sedikit keraguan dalam diri Naruto. 'Padahal aku berniat melakukan semua rencana Minana, tapi kenapa penampilan Minana tidak berubah? Apa masa depan tidak berubah? Atau mungkin Minana berbohong?' pikir Naruto.
"Aku mengerti apa yang Naru-nii-chan pikirkan. Tapi, bukankah masa depan tercipta berdasarkan tindakan yang kita lakukan sekarang? Alasan kenapa penampilanku belum berubah, itu karena kita masih belum melakukan apapun," jawab Minana (5).
"Ah, benar juga, dattebayo!" seru Naruto paham.
Naruto mengaktifkan chakra Kyuubi-nya. Namun saat mengaktifkannya, penampilan jubah Kyuubi Naruto sedikit berbeda dibanding sebelumnya. Meski begitu, Naruto tidak terlalu memperdulikannya. Setelah menyelimuti tubuhnya dengan chakra Kyuubi, Naruto menyiapkan pedang hitam di tangannya, pedang yang merupakan cangkang dari bount bernama Ryuuka a.k.a Kuroi. Setelah persiapan mereka selesai, Minana (5) dan Naruto menghilang dari tempat ini. Mereka berdua kembali ke dimensi yang disebut Dunia Shinobi.
Setelah kepergian Minana (5) dan Naruto, suasana menjadi hening. Setidaknya sampai seseorang mengatakan sesuatu.
"Mau sampai kapan Anda bersembunyi?" ujar Itachi tiba-tiba.
Sasuke, Kushina, dan Hagoromo sedikit terkejut dengan penuturan Itachi. Mereka tidak merasakan hawa keberadaan orang lain. Saat melihat sekitar atau bagian luar kekkai, tidak ada orang lain maupun tempat yang bisa dipakai untuk bersembunyi. Selain itu, mereka berlima tidak melihat jejak apapun selain jejak kaki mereka sendiri.
"Sepuluh menit telah berlalu sejak Anda mengirim Minana, Naruto, Kushina-san, Minato-san, Kyo-san, Rikudou Sennin, dan Madara ke sini. Dengan kata lain, lima jam telah berlalu di Dunia Shinobi. Tidak mungkin Anda menunggu selama 5 jam di Dunia Shinobi hanya agar tidak menguping pembicaraan kami di sini," lanjut Itachi memberikan alasannya. Padahal sharingan di mata kanannya sudah memberikan informasi yang cukup, yaitu tidak melihat chakra maupun seseorang yang mungkin bersembunyi dengan jutsu tak kasat mata atau ilusi. "Setelah aku dan Sasuke menghentikan Kabuto, saat Minana ingin mengirim kami kembali ke medan perang, Anda menggunakan kesempatan itu untuk mengirim kami ke sini, kan? Anda melakukannya di timing yang tepat agar Minana dan Lucky mengira kalau kami sudah berada di medan perang. Lalu, Anda menciptakan suatu kondisi di mana Minana dan Lucky tetap sibuk, agar mereka berdua tidak sadar kalau aku dan Sasuke sudah tidak ada di Dunia Shinobi. Aku aku benar?"
Satu detik kemudian, tiba-tiba dua orang muncul dari tempat yang tidak ada apa-apanya. Mereka berdua muncul di dalam kekkai, di tempat yang sangat tidak terduga. Dua orang itu sangat mirip. Sangking miripnya, mungkin orang lain akan menganggap dua penyusup itu sebagai saudara kembar. Namun, salah satu dari mereka sedang tidak sadarkan diri.
"Kemampuan zanpakutou-mu tetap merepotkan seperti biasa, Muka-Batu," ejek Kyo saat melihat mereka.
"Mirip Lucky," gumam Kushina pelan saat melihat salah satunya. 'Sepertinya aku pernah bertemu dengannya.'
Namikaze Yukki dan Lucky. Dua orang itulah yang 'menyusup' ke dalam kekkai. Lucky, yang merupakan pria berambut hitam dan pakaian serba hitam, tertidur di sebelah Minato. Sedangkan Yukki, yang merupakan pria berambut putih dan jubah putih, ia duduk di sebelah Lucky. Karena tidak ada alasan untuk memakai zanpakutou-nya lagi, ia memasukkannya ke sarung pedang.
"..." Yukki hanya diam. Ia sama sekali tidak menanggapi kata-kata Itachi, Kyo, maupun gumaman Kushina. Tanpa merasa bersalah, ia mencoba mengubur tubuh Lucky dalam tumpukan salju, kecuali bagian kepalanya.
"A-apa yang Kau lakukan?!" bentak Kushina yang terkejut dengan tindakan Yukki.
"Bukankah terlalu cepat untuk menguburnya?" komen Kyo. Entah kata-katanya tersebut untuk menjawab pertanyaan Kushina atau menebak kalau Lucky sudah 'mati'.
"Kualitas reishi di dimensi ini sangat berbeda dengan yang di Soul Society. Dimensi yang terbuat dari reishi adalah tempat paling ideal untuk bount beristirahat. Dengan kata lain, jika di kubur seperti ini, chakra dan kekuatan roh Lucky tidak akan cepat habis," jelas Yukki tanpa intonasi.
Reishi adalah partikel-partikel yang membentuk roh. Bount memiliki kemampuan untuk menyerap reishi yang ada di sekitarnya, menyerap dan memanipulasi reishi menjadi kidō atau jutsu. Dengan kata lain, sennin mode.
Dalam sudut pandang shinigami, sennin mode yang dilakukan shinobi mirip dengan kemampuan quincy. Kekuatan alam, chakra alam, atau energi alam, sebenarnya adalah reishi yang berterbangan di atmosfer atau lingkungan sekitar. Jika quincy memanipulasi reishi yang diserap menjadi busur dan panah roh, maka shinobi bisa memanipulasinya menjadi bentuk yang lebih kompleks.
Alasan kenapa serangan senjutsu 2x lebih kuat daripada menggunakan chakra biasa, itu karena senjutsu menggunakan kekuatan roh, mirip dengan teknik reijustu yang dikembangkan Namikaze Yukki. Lagipula, syarat seorang shinobi untuk menguasai sennin mode adalah memiliki chakra yang besar. Dengan kata lain, syarat yang sama dengan quincy yang memiliki reiatsu diatas rata-rata orang biasa.
"Ngomong-ngomong, boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Yukki setelah selesai 'mengubur' Lucky.
Kushina tahu kalau pertanyaan tersebut ditujukan padanya. Namun sebelum ia menjawab, Yukki sudah berbicara duluan.
"Apa sejak tadi dia belum sadarkan diri?"
Kushina menggeleng pelan seraya menjawab, "Belum."
"Hmm, ini aneh," gumam Yukki sambil memegang dagunya. "Kenapa dia belum sadar? Apa aku menghantam kepalanya terlalu keras?" lanjut Yukki seraya memperhatikan Minato.
Rated: T
Genre: Adventure, Hurt/Comfort
Warning: OC, Death Character, Naruto/Bleach Fusion
Disclaimer: Naruto milik Masashi Kishimoto, Bleach milik Tite Kubo
Main Chara: Namikaze Naruto,Namikaze Minana (OC), Lucky (OC)
Pembuat fic: Kuroki
Chapter 24: Naruto vs Kaguya
.
-Dunia Shinobi-
Saat kembali ke Dunia Shinobi, Naruto sangat terkejut dengan pemandangan yang ia lihat. Medan perang yang sebelumnya hanya hamparan tanah, sekarang terdapat pohon besar. Daripada disebut pohon, mungkin lebih terlihat seperti cabang pohon yang menyebar ke berbagai tempat. Lalu, di setiap cabang pohonnya, terdapat banyak kepompong seukuran manusia. Saat melihat kepompong-kepompong itu, Naruto dan Minana (5) sadar kalau di dalamnya memang manusia. Melihat betapa sepinya medan perang dan jumlah mayat yang tidak terlalu banyak, tanpa perlu memastikannya dengan mata mata iblis, mereka berdua sangat yakin dengan dugaan tersebut.
"A-apa-apaan ini, dattebayo?!"
"Orang-orang ini sudah seperti sapi perah saja. Apa chakra Juubi yang ada di dalam tubuh'ku' masih belum cukup? Serakah juga kelinci peyot itu (baca: Kaguya)!" gumam Minana (5) setelah memperhatikan lebih teliti.
Dengan mata iblis di mata kanannya, Minana (5) bisa melihat aura berwarna biru yang ada di kepompong dan batang pohon. Aura biru itu mengalir seperti sungai ... menuju ke satu tempat.
"Ini bukan waktunya santai, dattebayo! Kita harus menyelamatkan mere–"
"Kita biarkan mereka beberapa jam lagi juga tidak masalah. Jangan buang-buang chakra, Naru-nii-chan!" potong Minana (5) sebelum Naruto selesai bicara.
"Tapi–"
"Karena tidak tahu cara membebaskan korban mugen tsukuyomi, maka cara paling efektif adalah menggunakan Kuroi. Tapi, itu akan memakan banyak waktu dan tenaga. Soalnya, bukan shinobi yang ada di medan perang saja yang menjadi korban," potong lagi Minana (5). "Kalau ingin menyelamatkan mereka, kita harus mengalahkan Kaguya terlebih dahulu. Tidak ada gunanya menyelamatkan mereka jika kita tidak membunuh Kaguya," lanjut Minana (5).
Dalam hati, Naruto masih tetap ingin menolong teman-teman, guru, dan rekan seperjuangannya. Namun, mau tidak mau, ia harus menahan hasrat tersebut. Seperti yang 'adiknya' bilang, akan percuma jika Kaguya tidak dikalahkan terlebih dulu.
"Baiklah, aku mengerti, dattebayo," jawab Naruto paham. "Kalau begiitu, sekarang dia di mana? Kenapa tidak ada di sini, dattebayo?" tanya Naruto heran.
"Entahlah. Lima jam telah berlalu di Dunia Shinobi. Mungkin sekarang dia sedang berkeliling dunia untuk mencari keberadaan kita. Atau mungkin, dia sedang bersantai karena akhirnya bisa bebas setelah sekian lama," jawab Minana (5) sekenanya.
"L-lima jam?!" kata Naruto syok.
Satu detik di dimensi salju sama dengan 30 detik Dunia Shinobi. Mereka berada di dimensi salju selama 10 menit, sehingga 5 jam telah berlalu di Dunia Shinobi. Minana (5) tidak menjelaskan detailnya. Ia yakin kalau Naruto tidak akan mengerti meskipun dijelaskan.
"Yah, selagi dia tidak ada, aku akan mengajarkan Naru-nii-chan cara menggunakan Kuroi," kata Minana mengganti topik.
"'Menggunakan', huh? Jangan menganggapnya sebagai senjata, Minana."
"Ya, ya," balas Minana (5) tidak semangat. Ia tahu kalau menganggap Kuroi sebagai senjata sama saja menghina, tapi itu adalah ungkapan paling tepat untuk menggambarkan Kuroi. "Sekarang, coba minta Kuroi untuk keluar."
Naruto mengikuti intruksi Minana (5). Sambil menggengam pedang hitam di tangan kanannya, ia berkata, "K-keluarlah, Kuroi!"
Satu detik kemudian, Kuroi muncul di dekat Naruto, dengan wujud naga hitam bermata merah. Saat Kuroi muncul, pedangnya sedikit mengeluarkan aura berwarna hitam. Saat aura itu muncul, Naruto sadar kalau chakra Kyuubi yang menyelimuti tangannya, perlahan mulai berkurang.
"Saat menggengam pedang, jika ingin menggunakan mata iblis, fokuskan matamu seolah-olah ingin melihat apa yang ada di dalamnya! Kuroi cukup mahir membaca ekspresi dan niat seseorang. Ia akan tahu kapan Naru-nii-chan ingin menggunakan mata iblis atau tidak!" jelas lagi Minana (5).
Naruto mencoba melakukan apa yang Minana (5) katakan. Saat memfokuskan penglihatannya, Naruto bisa melihat isi salah kepompong. Kepompong yang ia lihat ternyata Hinata.
'Hinata...' batin Naruto.
Berbeda dengan Naruto yang di pengulangan sebelum-sebelumnya, Naruto yang ini tahu kalau Hinata menyukainya. Saat melihat ingatan Naruto (3), tidak mungkin ia tidak menyadari hal itu. Lalu, setelah mendapatkan semua ingatan Naruto, ia semakin yakin kalau perasaan Hinata padanya memang tulus.
'...Setelah semua ini selesai, aku–'
"Rikudou Sennin sudah memberitahu Naru-nii-chan cara menggunakan kekuatannya, kan?" tanya Minana (5) memastikan.
"Ah, iya, sudah. Meski aku tidak terlalu mengerti, dattebayo," jawab Naruto seraya menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal. "Mungkin aku akan menggunakan mata iblis jika ingin menggunakan jutsu dari Rikudou Sennin," lanjut Naruto spontan.
"Tahu caranya?"
"Di masa sebelum-sebelumnya, Lucky pernah memberitahuku. Jadi kurang lebih aku sudah tahu caranya, dattebayo."
"Hmm, begitu, ya? Baguslah," balas Minana (5). 'Padahal baru memakai satu jutsu, tapi chakra-ku sudah tinggal seperempat. Wujud ini membuat chakra-ku jadi bocor. Sial! Aku tidak bisa membiarkan Naru-nii-chan bertarung melawan Kaguya sendiri–'
"Minana..."
Pikiran Minana (5) langsung buyar saat Naruto memanggilnya. Saat melihat Naruto, ternyata kakaknya sedang mengulurkan tangan padanya.
"Kalau diingat-ingat, aku belum memberikan chakra Kurama padamu, dattebayo!" lanjut Naruto seraya tersenyum.
Seolah memiliki radar yang dapat mendeteksi bahaya pada adiknya. Saat Naruto menawarkan chakra, Minana (5) tidak bisa untuk tidak tersenyum. Selalu ... kakaknya selalu tahu kapan ia dalam butuh bantuan. Sama seperti saat ia diculik dulu.
"Naru-nii-chan cenayang!" celetuk Minana (5) seraya tersenyum. Sudah lama sekali ia tidak tersenyum tulus seperti ini.
"Hehehe!"
Naruto menunjukkan cengiran khas dan menggaruk-garuk kepalanya saat mendengar kata-kata Minana (5). Jika dipikir-pikir, ini adalah pertama kalinya Naruto(-masa-kini) menerima pujian dari adiknya. Itu karena dulu Naruto sangat membenci adiknya.
Minana (5) menerima uluran tangan Naruto. Begitu menggenggam tangan Minana (5), Naruto segera memberikan chakra Kyuubi pada Minana (5). Namun beberapa detik kemudian, perlahan tubuh Minana (5) menjadi transparan. Naruto dan Minana (5) sangat terkejut dengan hal itu. Spontan Naruto mengeratkan genggaman tangannya agar Minana (5) tidak 'pergi', tapi genggaman itu malah membuat tangan Minana (5) hancur berkeping-keping. Satu detik kemudian, tubuh Minana (5) hancur sepenuhnya.
"MINANAAAAAAA!" teriak Naruto tak kuasa. 'Jangan bilang–'
"Berisik, dattebane!"
DEG
Naruto sangat terkejut saat mendengar suara Minana (5). Spontan ia menoleh ke kiri dan ke akan, tapi Minana (5) tidak ada di manapun.
"Aku di sini, Baka Naru-nii-chan!"
Saat mendengar suara Minana (5) dengan teliti, Naruto akhirnya sadar kalau suara Minana (5) bukan berasal dari luar, tapi dari dalam kepalanya. Begitu mengetahui hal tersebut, Naruto masuk ke alam bawah sadarnya.
-Alam Bawah Sadar Naruto-
Tempat ini tidak berubah ... selalu redup dan terdapat genangan air semata kaki. Saluran air bawah tanah, begitulah pemandangan alam bawah sadar Naruto.
Saat masuk ke alam bawah sadarnya, bukan hanya Kyuubi, tapi ada Minana (5), Kuroi, dan 8 bijuu lainnya. Naruto mendapatkan sedikit chakra Nibi, Sanbi, Yonbi, Gobi, Rokubi, dan Nanabi saat sebelum Madara mengambil bijuu yang ada di tanam edo tensei mantan jinchuuriki. Sedangkan chakra Ichibi dan Hachibi Naruto dapat dari Minana-Masa-Kini setelah 'mengeluarkan' 9 bijuu dari Juubi. Walau Naruto hanya mendapatkan sedikit chakra mereka, tapi kesadaran kedelapan bijuu juga ada di sini. Meski chakra mereka cuma sedikit, tapi wujud mereka di alam bawah sadar Naruto tidak terlalu berbeda dengan Kyuubi. Begitu melihat Minana (5) di sini, Naruto langsung melompat dan terjun (?) ke Minana (5). Namun Minana (5) langsung menahannya agar tidak dipeluk.
"Menjauhlah, dasar Siscon!" omel Minana (5) sambil menahan Naruto yang mencoba memeluknya.
Saat mendengar kata-kata Minana (5), Naruto langsung menghentikan tingkahnya. Lalu melipat kedua tangannya di dada.
"A-aku bukan Siscon, dattebayo!" bantah Naruto dengan sombongnya.
"Ya, ya, terserah," balas Minana (5) tidak semangat. Ia sadar kalau adu mulut dengan kakaknya tidak akan menang. Apalagi hal-hal sepele seperti ini.
"Ngomong-ngomong, kenapa Minana ada di sini, dattebayo?" tanya Naruto heran.
"Nyempit-nyempitin saja!" celetuk Kyuubi a.k.a Kurama seraya mengetuk kepala Minana (5) dengan kukunya.
"Ngaca sana, Rubah Bego. Ah, iya, aku lupa kalau di sini tidak ada kaca," balas Minana (5) tidak mau kalah.
Pada akhirnya, mereka berdua saling menghina. Sedangkan bijuu yang lain menertawakan tingkah mereka berdua.
"Apakah aneh jika roh yang lama terpisah bersatu kembali?"
"Eh?" Naruto sedikit terkejut dengan penjelasan Kuroi yang tiba-tiba.
Walau Kuroi ada di luar, tapi inti Kuroi tetap ada di dalam tubuh Naruto. Naruto masih belum paham dengan sistem zanpakutou, sehingga ia sangat terkejut saat melihat Kuroi ada di dalam dirinya juga.
"Pada dasarnya, kalian berdua adalah satu jiwa. Jadi tidak aneh jika Minana bisa masuk ke dalam tubuhmu," tambah Kuroi.
"'Penyatuan jiwa anak kembar', ya?" komen Minana (5) saat mendengar penjelasan Kuroi. Iapun berhenti bertengkar dengan Kurama. "Aku memang pernah dengar hal itu dari Yukki, tapi bukankah itu hanya bisa dilakukan jika anak kembarnya sudah mati? Dan lagi, karena aku berasal dari masa depan, harusnya aku tidak punya roh," lanjut Minana (5).
"Kalian berdua sudah mati, kan?" jawab Kuroi. Bahkan ia memberi penekanan pada kata 'sudah', hingga membuat suara datarnya menjadi terdengar aneh.
Minana (5), Naruto, dan yang lainnya langsung tahu maksud perkataan Kuroi. Secara tidak langsung, Minana (5) dan Naruto memang 'sudah' mati.
"Tunggu dulu. Kalau kami dianggap masih hidup dan sudah mati disaat yang sama, bukankah itu namanya paradoks waktu? Yukki pernah bilang kalau Dunia tidak akan membiarkan paradoks waktu terjadi," tanya Minana (5) heran.
"Anggap saja Dunia menggunakan paradoks waktu untuk mencegah paradoks waktu," jawab Kuroi.
Minana (5) sadar kalau jawaban Kuroi terdengar dipaksakan. Meski begitu, ia tidak punya pilihan lain selain menerima jawaban tersebut. Di pengulangan yang ke-6 ini, tidak ada lagi yang namanya jawaban benar. Paradoks waktu membuat yang nyata dan tidak nyata menjadi benar dan salah disaat yang sama.
"Baiklah, anggap saja itu benar. Tapi masih ada yang membuatku bingung. Kenapa kesadaranku masih ada? Kudengar, 'penyatuan jiwa anak kembar' akan menyebabkan salah satunya menghilang. Karena pada dasarnya kami adalah satu jiwa, maka hanya satu yang akan mengendalikan jiwa tersebut," tanya lagi Minana (5).
"Ada salah satu hukum (tak tertulis) dimana, 'Ibu hamil hanya mendapat satu roh. Bahkan jika sang ibu mengandung bayi kembar, hanya satu roh yang akan dikirim.' Jadi, jika ada seorang ibu yang melahirkan bayi kembar dan salah satu bayinya tidak bernyawa, itu tidak aneh."
Saat usia kandungan 4 bulan, roh akan dikirim rahim ibu. Tidak peduli jika sang ibu mengandung anak kembar, hanya satu roh yang akan dikirim. Roh tersebut akan merasuki salah satu janin. Sedangkan satu janin yang lain hanya bisa bertahan hidup di dalam rahim dengan 'mengonsumsi' sedikit reiryoku sang ibu. Reiryoku yang diambilpun hanya untuk membantu janin tumbuh. Namun, ada situasi dimana 'roh yang sudah merasuki satu janin' juga merasuki janin yang lainnya.
'Jadi, alasan kenapa aku dan Naru-nii-chan bisa lahir dalam keadaan hidup, itu karena salah satu dari kami memberikan setengah rohnya, ya? Tapi, itu belum menjawab pertanyaanku,' batin Minana (5).
"Sejak lahir, anak kembar hidup di dalam individu yang berbeda. Jika diberitahu kalau mereka adalah satu roh yang sama, pasti mereka akan langsung berpikir macam-macam," lanjut Kuroi.
Jika ada anak kembar (kembar dua, tiga, atau seterusnya) yang masuk ke Soul Society, maka shinigami akan menyuruh mereka untuk 'bersatu' kembali. Cara menyatukan jiwa anak kembar cukup sederhana, yaitu melakukan kontak fisik (seperti bersentuhan, jabat tangan, dan sebagainya).
Namun, saat shinigami menyuruh anak kembar menyatukan jiwa, mereka malah berpikir kalau penyatuan jiwa akan membuat diri mereka menghilang. Lagipula, penyatuan jiwa terlihat seperti memberikan nyawa ke kembaran mereka sendiri. Saat berpikir kalau nyawa mereka akan menghilang, tidak sedikit anak kembar yang enggan melakukan penyatuan jiwa. Karena rasa tidak percaya itu, sangat sulit melakukan penyatuan jiwa. 'Saling percaya' adalah syarat wajib untuk melakukan penyatuan jiwa.
Jika anak kembar tidak menyatukan jiwa mereka sebelum bereinkarnasi, keberadaan mereka hanya akan menambah jiwa dan individu baru. Seperti halnya Ashura dan Indra. Permusuhan membuat jiwa mereka tidak bisa bersatu lagi. Akibatnya, mereka berdua bereinkarnasi menjadi dua nyawa dan individu yang berbeda.
"Oh, aku mengerti. Jadi itu semua cuma rumor, ya?" tanya Minana (5) memastikan.
"Iya. Padahal kenyataannya, penyatuan jiwa anak kembar hanya membuat mereka bersatu," jawab Kuroi dengan nada datar seperti biasa. "Kesadaran dan ingatan tetap ada. Bedanya, mereka jadi bisa berbagi tubuh. Karena anak kembar memiliki ikatan batin yang kuat, mereka tetap bisa merasakan emosi masing-masing. Intinya, penyatuan jiwa membuat mereka seperti satu individu yang memiliki kepribadian ganda," jelas lagi Kuroi.
"Uh, penjelasannya terlalu panjang, dattebayo. Aku tidak mengerti sedikitpun," gumam Naruto sambil melipat tangan dan memejamkan matanya.
"Padahal kalian satu roh, tapi kenapa dia memiliki semua kelebihanmu? Dasar bodoh!" sindir Ichibi a.k.a Shukaku pada Naruto.
"Apa Kau bilang?!" balas Naruto tidak terima.
Kurama memberitahu bijuu yang lain tentang Minana (5), masa depan, dan shinigami. Sehingga mereka tidak terlalu tertinggalan informasi dan mengerti apa yang Minana (5) dan Kuroi bicarakan sekarang.
"Walau mereka berdua adalah roh yang sama, tapi sifat, watak, dan kepintaran tergantung dari gen yang diterima tubuh mereka. Lalu, lingkungan juga mempengaruhi kepribadian mereka," ujar Kuroi menjawab 'pertanyaan' Shukaku.
Penjelasan Kuroi membuat semangat Shukaku sedikit menurun. Minatnya untuk mengejek Naruto jadi berkurang. "Ah, begitu."
"A-aku ini kakaknya Minana, dattebayo! Jadi wajar saja kalau aku memberikan semua kelebihanku padanya! Ya, kan, Minana?!" Dengan sombongnya Naruto mengatakan hal tersebut. Namun, orang yang disinggung malah diam saja.
Setelah beberapa detik, Minana (5) tetap mengabaikan Naruto. Melihat hal itu, Naruto segera mendekati adiknya. Minana (5) sedang menunduk. Tubuhnya juga sedikit gemetaran. Namun saat melihat lebih dekat, Naruto sadar kalau adiknya bukan gemetaran karena merinding, tapi sedang menahan tawa.
"HAHAHAHAHAHAHAHA! KEREN! HEBAT SEKALI, DATTEBANE! SASUGA PARADOKS WAKTU!" tawa dan teriak Minana (5) dengan kerasnya.
"A-apanya yang hebat, Minana?" tanya Naruto bingung.
"Apa Naru-nii-chan tidak dengar apa yang Kuroi katakan?" jawab Minana (5) dengan pertanyaan.
"A-aku dengar, tapi tidak terlalu paham, dattebayo," balas Naruto sedikit gugup.
Berdasarkan pengalaman hidup Naruto yang sebelum-sebelumnya, Naruto sadar kalau 'adiknya' sedang memikirkan ide yang gila. Tidak, bahkan tanpa ingatan Naruto yang sebelum-sebelumnya, saat melihat Minana (5) yang pendiam berubah menjadi semangat dan tertawa tanpa sebab, Naruto tahu kalau 'adiknya' mencoba melakukan sesuatu yang dapat membahayakan nyawanya (?).
"Dasar Naru-nii-chan bodoh! Artinya, aku bisa melakukan ini, dattebane!"
-Kembali ke Dunia Nyata-
BUAK!
Naruto memukul wajahnya sendiri. Anehnya, ia malah senang setelah memukul wajahnya sendiri. Ekspresi Naruto berseri-seri, seolah sedang memenangkan hadiah utama lotere. Namun beberapa detik kemudian, ekspresi Naruto berubah seperti kesakitan. Di saat yang sama, ia mengelus pipi yang habis ia pukul.
"ITTAI, DATTEBAYO! APA YANG KAU LAKUKAN, DASAR ADIK BODOH?! INI SAKIT, DATTEBAYO!" umpatnya sambil mengusap-usap pipinya, berharap rasa sakit itu segera hilang.
"Hebat! Keren! Bahkan aku juga merasakan sakitnya! Keren sekali! Sudah lama sekali aku tidak merasakan tubuh manusia, dattebane!"
Bukannya menyesal, Minana (5) malah senang karena telah berhasil mengendalikan tangan Naruto untuk memukul wajah Naruto sendiri. Bahkan, Minana (5) mengambil alih tubuh Naruto lagi. Kali ini, bukan hanya tangan, tapi seluruh tubuh Naruto. Hal itu terlihat jelas saat mata kanan Naruto berubah menjadi merah.
"Jangan apa-apakan tubuhku, Minana!" perintah Naruto pada adiknya.
Entah Minana (5) dengar atau tidak, tapi yang pasti, ia terlalu senang memainkan tubuh Naruto. Memukul, menendang, mengayunkan pedang, serta melompat tinggi. Itulah yang Minana (5) lakukan sekarang ... seolah-olah sedang melakukan pemanasan.
'Karena aku di dalam tubuh Naru-nii-chan, harusnya tidak masalah kalau aku bertemu atau berbicara dengan Minana-Masa-Kini. Jika aku berbicara dengan Minana-Masa-Kini menggunakan tubuh Naru-nii-chan, itu hanya terlihat seperti Minana-Masa-Kini berbicara dengan Naru-nii-chan. Apa ini artinya aku bisa tinggal bersama Tou-chan, Kaa-chan, Naru-nii-chan, dan Minana-Masa-Kini? Apa ini jawaban agar aku bisa tinggal bersama mereka?' batin Minana (5) yang masih melakukan pemanasan dengan tubuh kakaknya.
Namun, saat Minana (5) melakukan tendangan berputar, tendangannya mengenai sesuatu. Minana (5) sadar kalau 'kakinya' mengenai tangan Otsutsuki Kaguya. Tidak, tepatnya Kaguya menangkis tendangan Minana (5). Spontan, Minana (5) mundur secepat dan sejauh mungkin. Minana (5) yakin kalau itu bukan ilusi. Buktinya, aura biru yang ada di pohon shinju membentuk benang tipis dan masuk ke tubuh Kaguya.
"Sial, aku kaget sekali, dattebane. Kalau tahu dia akan muncul di situ, harusnya tadi kutendang sekuat tenaga," gerutu Minana.
Setelah mengatakan itu, Minana (5) mengembalikan tubuh Naruto. Walau ia bisa mengendalikan tubuh Naruto, tapi gerakannya tidak selincah seperti sebelumnya. Minana (5) tidak menyangka kalau perbedaan kecil seperti jenis kelamin, tinggi, dan berat badan dapat membuat respon dan gerakannya jadi lebih lambat.
Kaguya masih mengaktifkan byakugan-nya. Lalu tanpa sadar, pandangannya tertuju pada kedua tangan Naruto. Di tangan kiri dan kanan Naruto terdapat simbol dengan lambang bulan sabit hitam dan lingkaran putih. Ia sangat terkejut saat melihat simbol bulan yang ada di tangan kiri Naruto. Seharusnya kekuatan Hagoromo yang itu ada di dalam tubuh yang ia pakai sekarang.
"Bagaimana bisa Kau memiliki dua kekuatan itu?"
Naruto hanya diam. Tentu saja tidak ada gunanya memberitahu hal itu pada musuh.
"Begitu, ya? Tidak menjawab, ya? Kalau begitu, ayo kita akhiri pertarungan ini."
Satu detik setelah Kaguya mengatakan hal itu, sesuatu yang aneh terjadi. Tanpa tahu apa yang terjadi, tempat pertarungannya berubah. Jika sebelumnya berada di hamparan tanah yang luas, mereka sekarang berada di tempat yang penuh lava. Tepatnya, mereka berada puluhan meter di atas lava ... tanpa ada tanah yang bisa dipakai sebagai tempat berpijak. Walau tidak ada tempat berpijak, tapi hanya Naruto yang jatuh ke bawah, sedangkan Kaguya dan Kuroi tetap melayang.
"HUWAAAAAA!" teriak Naruto saat dirinya terjatuh. Terlebih lagi, di bawahnya ada lava.
Satu detik kemudian, Naruto berhenti jatuh. Ia berdiri ... di udara. Saat melihat hal itu, Naruto sadar kalau ia tidak bisa menggerakkan jari dan telapak kakinya. Ia langsung tahu kalau Minana (5)-lah yang mengendalikan kakinya dan melakukan sesuatu agar 'mereka' bisa berdiri di udara.
"Woaahh! Hebat, dattebayo!" puji Naruto pada adiknya. Bagaimanapun, ini bukanlah teknik yang bisa dilakukan seorang shinobi. Naruto yakin kalau ini ada hubungannya dengan teknik yang biasanya dilakukan shinigami.
"Aku akan mengendalikan bagian kaki sampai lutut. Naru-nii-chan bergeraklah sesuai irama Naru-nii-chan sendiri. Aku akan menyamakannya dengan gerakan Naru-nii-chan," jelas Minana tanpa memperdulikan pujian Naruto. "Lalu, akan kupinjamkan mata iblis juga. Jadi Naru-nii-chan tidak perlu meminjam mata iblis Kuroi."
Ini adalah pertama kalinya Naruto dan Minana (5) membagi tugas untuk mengendalikan tubuh. Meski begitu, mereka sudah mengalami kehidupan yang mirip sampai 7x. Naruto dan Minana (5) sudah mengerti pola pikir dan kebiasaan masing-masing. Tidak ada alasan bagi mereka untuk melakukan kesalahan saat mengendalikan satu tubuh. Terlebih lagi, panca indera dan apa yang dirasakan tubuh Naruto juga dapat Minana (5) rasakan.
"Baik!" jawab Naruto tanpa ragu.
Kaguya sangat terkejut dengan apa yang Naruto lakukan. Terlebih lagi, saat melihat bagian telapak kaki Naruto, byakugan-nya tidak melihat apapun yang bisa dipakai sebagai pijakan. Satu hal yang pasti, cara Naruto 'melayang' tidak sama dengan yang ia lakukan.
'Begitu. Jadi bukan hanya Hagoromo, tapi Shinigami itu juga ikut campur, ya?' batin Kaguya. Jika ada sesuatu yang tidak bisa dilihat byakugan-nya, maka itu pasti berhubungan dengan roh.
Tanpa membuang-buang waktu, dari tempatnya melayang, Kaguya menyerang Naruto. Ia menggunakan rambutnya untuk menghujani Naruto dengan rambut setajam jarum. Melihat hal itu, Kuroi langsung melayang diantara Naruto dan Kaguya. Kemudian menyebarkan tubuhnya menjadi kabut hitam agar bisa melindungi Naruto dari jangkauan serangan Kaguya yang luas.
Begitu menyentuh dan melewati tubuh Kuroi, 'jarum' itu kehilangan kecepatan dan kekuatannya. Lalu kembali menjadi rambut biasa. Dari tempat Naruto berdiri, itu hanya terlihat seperti rambut rontok yang berjatuhan ke lava.
Belum selesai. Melihat serangannya yang tidak sampai ke Naruto, Kaguya langsung terbang menuju Naruto. Dengan melapisi seluruh tubuhnya dengan chakra yang padat, ia terbang melewati Kuroi. Karena Kuroi menyebarkan tubuhnya, hanya 1% chakra Kaguya yang berhasil Kuroi kurangi.
'Aku menyebar tubuhku terlalu jauh,' batin Kuroi menyadari kesalahannya.
Tanpa mengurangi tenaganya, Kaguya menerjang Naruto. Namun Naruto berhasil menahannya. Lalu, karena Naruto berhasil menahan serangannya, Kaguya memukul Naruto bertubi-tubi. Untuk menangkisnya, Naruto juga melakukan hal serupa.
Tangan mereka berdua diselimuti oleh chakra. Pukulan yang mereka lakukan menghasilkan gelombang kejut. Mereka berdua tidak henti-hentinya melakukan pukulan bertubi-tubi. Hanya masalah daya tahan tubuh sampai salah satunya tumbang.
'Apa-apaan pukulannya ini?! Cara dia menyelimuti seluruh tubuhnya dengan chakra ... apa dia meniru cara bertarung shinigami?!' batin Minana (5).
Pertarungan antar shinigami adalah pertarungan paling sederhana. Mereka hanya melindungi tubuh mereka dengan reiatsu. Kemudian saling mengadu reiatsu yang ada di pedang dan tubuh mereka. Saat beradu pukulan atau pedang, pemilik reiatsu yang lemah tidak akan pernah bisa melukai pemilik reiatsu yang kuat. Malah, pemilik reiatsu yang lemahlah yang akan terluka.
Naruto mulai kewalahan. Bahkan pedang hitam di tangannya tidak mampu mengurangi daya serang dan chakra di tangan Kaguya. Hingga akhirnya, salah satu pukulan Kaguya berhasil mengenainya. Padahal hanya satu pukulan, tapi pukulan tersebut membuat Naruto terpental sangat jauh.
"Kuroi!" teriak Minana (5) begitu mengendalikan tubuh Naruto sepenuhnya. Kemudian melepas pedang yang ada di tangan kanannya.
'Sial! Tubuhku tidak mau berhenti!' batin Naruto.
Agar tubuh Naruto berhenti terdorong, Minana (5) berpegang pada reishi yang bertebaran di sekitarnya. Ia gunakan reishi tersebut sebagai pengganti tembok dan pijakan kaki untuk memperlambat dorongan ini. Hingga akhirnya, Minana (5) berhasil menghentikan tubuh Naruto. Setelah berhasil, Minana (5) mengembalikan tubuh Naruto, kecuali bagian kaki.
'Yukki pernah bilang kalau ia kalah telak melawan Kaguya, bahkan sebelum pertarungannya di mulai. Jadi, bisa kusimpulkan kalau Kaguya tidak meniru cara bertarung shinigami dari Yukki. Berarti hanya ada dua alasan. Pertama, Kaguya pernah bertarung dengan shinigami selain Yukki. Lalu ia meniru cara bertarung shinigami tersebut. Kedua, itu ciri khas bertarung Kaguya atau Klan Otsutsuki,' batin Minana (5) memperkirakan gaya bertarung Kaguya, "Dasar perempuan gila!" gerutu Minana kesal.
Satu detik setelah mengatakan itu, Kuroi menghampiri 'mereka'. Lalu mengembalikan pedang hitam yang Minana (5) lempar sebelumnya.
"Ini tidak akan semudah sebelumnya," gumam Kuroi setelah memberikan pedangnya pada Naruto.
"Kau pernah melawannya?!" tanya Minana (5) dan Naruto bersamaan. Mereka sedikit terkejut dengan gumaman Kuroi.
Walau Minana (5) berbicara dari dalam Naruto, Kuroi tetap bisa mendengarnya. Inti Kuroi masih ada di dalam tubuh Naruto.
"Kenapa tidak bilang, dattebane?!" tambah Minana (5). Setelah dipikir-pikir, sudah pasti kalau Kuroi pernah melawan Kaguya. Apalagi ini adalah pengulangan yang ke-6.
"Tidak ada alasan untuk mengatakannya pada kalian," jawab Kuroi tanpa intonasi.
"Tidak ada alasan karena aku tidak bertanya?" tanya Minana (5) lagi.
"Kalian bukan Lucky dan Yukki. Jadi tidak ada gunanya menjelaskan cara bertarung kami saat itu. Lalu, bukankah tujuan kalian adalah menyelamatkan 'Minana'? Yang kami lakukan waktu itu adalah membunuhnya," jawab dan jelas Kuroi.
"Kalau begitu, apa Kau tahu kelemahannya?" tanya lagi Minana (5).
"Dalam sudut pandang kalian, dia hampir tidak punya kelemahan. Dia adalah ibu dari chakra. Jadi sudah pasti kalau ia bisa menyerap semua jutsu. Sejujurnya, karena kalian adalah manusia yang menggunakan chakra, akan sulit untuk mengalahkan Kaguya."
Itu adalah kata-kata dari orang yang pernah bertarung melawan Kaguya. Naruto hanya manusia yang disebut jinchuuriki. Ia bukan shinigami, bount, atau hollow. Sedangkan Kaguya dianggap sebagai ibu dari chakra. Mustahil menang jika harus bertarung dengan chakra atau ninjutsu.
"Tidak punya kelemahan? Hmph! Kalau begitu, aku akan menciptakan kelemahan itu, dattebayo!"
Minana (5) menghela napas saat mendengar kata-kata Naruto. "Kau tidak berubah, Naru-nii-chan."
"Ada satu hal yang membuatku penasaran..."
"Apa, dattebayo?" tanya Naruto sebelum Kuroi melanjutkan kata-katanya.
"...Naruto menerima kekuatan Hagoromo, kan? Bukankah seharusnya ia bisa melayang seperti Hagoromo juga?"
"Hagoromo?" tanya Naruto bingung.
"Rikudou Sennin," ujar Minana (5) menjawab kebingungan Naruto. "Ya, mungkin saja. Walau cara terbang Rikudou Sennin sedikit berbeda dengan jutsu Tsuchikage, tapi kupikir kegunaannya tetap sama," tambah Minana (5) membalas Kuroi.
"Kalau begitu akan kucoba!"
Naruto memejamkan matanya. Melihat kakaknya mulai berkonsentrasi, Perlahan Minana (5) berhenti mengendalikan kaki Naruto. Meski begitu, Naruto tidak jatuh. Kakinya juga tidak terlihat seperti bertapak pada sesuatu lagi. Di percobaannya yang pertama, Naruto langsung bisa melayang seperti Hagoromo. Minana (5) sadar kalau Naruto menggunakan teknik tersebut tanpa bantuan mata iblis.
"Ternyata Naru-nii-chan memang hebat," gumam Minana (5) pelan sekali. Tapi Naruto, Kuroi, dan Kurama bisa mendengarnya dengan jelas.
"Hihihi!" Berdasarkan ingatan Naruto yang sebelum-sebelumnya, Naruto sadar kalau adiknya hanya akan memuji jika itu benar-benar hebat. Itu sebabnya ia tidak bisa berhenti tersenyum saat Minana (5) memujinya.
"Jika sudah selesai, sebaiknya kita menjauh dari sini!" perintah Kuroi.
DEG
Namun, sebelum bisa menuruti perintah Kuroi, Naruto tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Itu bukan karena Minana (5) mengambil alih tubuhnya, tapi karena aura membunuh yang sangat kuat. Sangking kuatnya, Naruto merasa ada banyak ujung pedang yang siap menusuk tubuhnya. Saat merasakan aura membunuh ini, Naruto sadar kalau Kaguya sudah berada di belakangnya.
'Apa apaan ini?! Bagaimana bisa ia memancarkan chakra-nya seperti reiatsu (baca: pancaran kekuatan roh)?! Bagaimana bisa ia memanipulasi chakra dalam tubuhnya seolah menggunakan reiryoku (baca: kekuatan/stamina roh)?! Apa ia sadar kalau yang ia lakukan ini sama seperti yang dilakukan shinigami?!' batin Minana (5) saat merasakan apa yang Naruto rasakan sekarang.
Perlahan namun pasti, Kaguya mendekati Naruto. Walau tangannya masih jauh untuk menggapai Naruto, tapi gumpalan berwarna hitam keluar dari balik lengan baju Kaguya. Walau tidak bisa bergerak, Naruto dan Minana (5) bisa melihat apa yang ada di belakang 'mereka' dengan mata iblis. Naruto dan Minana (5) langsung muak saat melihat gumpalan hitam itu. Gumpalan hitam itu adalah Zetsu-Hitam. Mereka berdua tidak akan lupa dengan makluk yang telah membuat Minana-Masa-Kini menjadi seperti itu.
Melihat hal itu, Kuroi terbang ke bagian belakang Naruto. Zetsu-Hitam langsung kembali masuk ke balik lengan baju Kaguya. Kaguya juga mundur saat Kuroi semakin dekat dengannya. Ia kembali masuk ke lubang dimensi ... kembali melayang ke tempat semula.
"Arigatou, Kuroi," gumam Naruto pelan. Aura membunuh yang ia rasakan tidak sekuat sebelumnya. Sehingga Naruto bisa sedikit bernapas lega.
"Karena sebelumnya Kaguya menyentuhmu, sepertinya dia mulai sadar dengan kemampuanmu, Kuroi," ujar Minana (5).
"Kau benar. Walau ikut bantu begini, mungkin aku tidak akan terlalu berguna."
"Meski begitu, tolong lindungi kami sebisanya. Kau mungkin bount paling lambat, tapi tolong kejar kami jika Kau merasa tertinggal."
Diantara bount ciptaan Yukki, Kuroi adalah bount paling lambat. Itu wajar karena tubuh Kuroi tidak memiliki massa. Tidak peduli seberapa keras ia berusaha, jutsu apapun tidak akan dapat membantu Kuroi untuk bertambah cepat.
"Aku memang tidak secepat dirimu, tapi aku masih bisa menutupi kekurangan itu dengan hiraishin," balas Kuroi.
"Kagebunshin no jutsu!" seru Naruto tiba-tiba.
BOFF BOFF BOFF
Satu detik kemudian, 10 kagebunshin muncul di sekitar Naruto. Mereka semua melayang ... seperti Naruto. Namun ada perbedaan mencolok antara Naruto asli dengan kagebunshin, yaitu ada 5 bola hitam yang melayang di belakang Naruto asli.
Saat Naruto menggunakan kagebunshin, Minana (5) menyadari kalau dirinya hanya ada satu. Walau kakaknya memunculkan 10 kagebunshin, tapi kesadarannya tidak ikut terbagi ke dalam kagebunshin.
"Minana, aku akan membuat celah. Begitu berhasil, tolong kendalikan tubuh asliku dan lakukan sisanya, dattebayo!" perintah Naruto.
"Punya rencana?" tanya Minana (5) memastikan.
'Dua' roh yang tinggal di satu tubuh. Walau emosi dan perasaan mereka saling terhubung, tapi tidak dengan pikiran. Minana (5) tidak tahu apa yang Naruto pikirkan, begitu pula sebaliknya.
"Tentu saja, dattebayo!" jawab dengan percaya diri.
"Aku tidak tahu apa yang sedang Naru-nii-chan rencanakan, tapi lakukanlah setelah aku melakukan ini."
Sesaat setelah mengatakan itu, Minana mengambil alih tubuh asli Naruto. Kemudian, ia mengangkat dan mengarahkan telapak tangan kiri Naruto ke Kaguya.
'Aku tidak tahu ini akan berhasil atau tidak. Terlebih lagi, melakukan ini dengan tubuh manusia. Tapi, jika ninjutsu bisa meniru kemutlakan seorang bount, harusnya aku juga bisa melakukan 'itu' ... walau mungkin kekuatannya akan menurun drastis. Yah, karena Kaguya adalah asal muasal chakra, aku tidak kaget kalau ia berhasil menyerap ini,' batin Minana (5).
Minana (5) mengalirkan chakra ke tangan kirinya. Di saat yang sama, ia membayangkan kalau chakra yang mengalir ke tangannya itu adalah reiryoku dan tubuh Naruto adalah roh. Ia juga mengingat-ngingat sensasi saat Minana (1) menggunakan teknik ini.
"Hadō #73: Souren soukatsui!" seru Minana (5).
Energi berwarna putih-biru keluar dari telapak tangan kiri Naruto. Energi itu terlihat seperti tembakan beam ... yang melesat tepat ke arah Kaguya. Namun tembakan itu sama sekali tidak melukai Kaguya. Tembakan itu langsung menghilang saat menyentuh tubuh Kaguya. Tidak, tembakan tersebut terserap ke tubuh Kaguya.
Naruto tidak menyia-nyiakan serangan yang sudah Minana (5) lancarkan. Serangan Minana (5) mungkin tidak melukai Kaguya, tapi itu akan mengganggu konsentrasi dan mengalihkan penglihatan Kaguya untuk sesaat. Saat Kaguya berfokus menyerap hadō Minana (5), Naruto sudah ada di dekat Kaguya. Begitu Kaguya selesai menyerapnya, kagebunshin Naruto sudah siap melancarkan serangan selanjutnya.
"Terima ini! Oiroke: Gyaku harem no jutsu!"
Satu detik kemudian, 10 kagebunshin Naruto berubah menjadi berbagai macam laki-laki tampan tanpa busana.
"Tidak ada yang versi Lucky, ya?" gumam Minana (5) pelan sekali.
"Hoi!" panggil Hachibi a.k.a Gyuuki yang mencoba menyadarkan pikiran Minana (5) —akibat jutsu Naruto. Apalagi saat melihat hidung Naruto mimisan, sudah pasti orang yang mengendalikan tubuh ini sedang memikirkan sesuatu yang tidak-tidak.
"Aku tahu!" balas Minana (5) pada Gyuuki.
BUAK!
Sepuluh kagebunshin Naruto langsung melayangkan pukulan pada Kaguya. Di luar dugaan, pukulan tersebut berhasil mengenai Kaguya. Minana (5) tidak buang-buang kesempatan. Ia langsung mendekat ke atas Kaguya dengan hiraishin level 4. Kemudian, menusuk Kaguya dengan pedang hitam di tangan kanannya.
Namun ...
...tempat pertarungannya berubah lagi. Dalam sekejap, mereka sekarang berada di tempat yang banyak es dan salju. Sangking rendahnya suhu di dimensi ini, tubuh asli dan kagebunshin Naruto langsung membeku dalam es raksasa. Begitu pula dengan Kaguya. Gara-gara itu, pedang hitamnya tidak berhasil mengenai Kaguya. Satu hal yang Naruto dan Minana (5) sadari, mereka sudah tidak berada di dimensi yang disebut Dunia Shinobi lagi. Sebuah tempat penuh lava dan tempat yang dapat membekukan manusia dalam sekejap ... tempat seperti itu tidak ada di Dunia Shinobi.
'Es ini bukan jutsu! Pedangnya tidak bisa menghilangkan esnya! Sial! Seandainya aku bisa melepas pedang ini dari tangan Naru-nii-chan, maka Kaguya akan...!' batin Minana (5) frustasi.
BOFF
Semua kagebunshin Naruto menghilang karena tidak kuat dengan suhu dingin yang di rasakan. Tinggal Naruto asli dan Kaguya yang masih membeku dalam es.
Melihat hal itu, Kuroi langsung terbang menuju Kaguya. Walau di dalam es juga, tapi Kuroi tidak terpengaruh. Melihat Kuroi datang, Kaguya langsung membuka lubang dimensi di dekatnya. Lalu masuk ke lubang dimensi tersebut.
'Lubang dimensi itu ... apa itu kuumon? Tapi, sepertinya tidak mungkin. Shinigami saja tidak bisa melakukannya, apalagi manusia?' pikir Minana (5) saat melihat lagi lubang dimensi Kaguya.
Kuumon adalah lintasan spiritual (pintu/gerbang) yang digunakan hollow untuk pergi dari Hueco Mundo ke dunia lain atau sebaliknya. Karena pernah tinggal bersama Yukki, Minana (5) tahu kalau manusia tidak mungkin bisa membuka kuumon. Bahkan shinigami saja tidak bisa melakukannya.
Melihat Kaguya yang sudah pergi, Minana (5) menggunakan hiraishin level 4 untuk keluar dari es. Namun, walau ia sudah keluar, Kaguya masih belum muncul lagi sejak masuk ke lubang dimensi.
"Naru-nii-chan, kukembalikan tubuhmu," ujar Minana (5) seraya berhenti mengambil alih tubuh Naruto. "Ah, kalau mau bicara denganku, sebaiknya bicara lewat sini saja. Aku takut Kaguya atau Pupuk Urea itu (baca: Zetsu-Hitam) bisa mendengar kita," tambah Minana (5).
"Kenapa tidak mau mengendalikan tubuhku? Kalau soal taijutsu dan kenjutsu, bukankah Kamu lebih baik dariku?" tanya Naruto heran. Ia juga menuruti Minana (5) untuk bicara lewat alam bawah sadar.
"Rasanya risih kalau memakai tubuh Naru-nii-chan," jawab Minana (5).
"Risih?" tanya Naruto bingung.
"Beban di dadaku seolah pindah ke 'bagian bawah'," jawab Minana tidak semangat.
Saat mendengar hal itu, wajah Naruto menjadi merah. Ia langsung tahu ke mana arah pembicaraan ini.
"A-a-anak kecil tidak boleh ngomong begitu, dattebayo!"
Penampilan Minana (5) yang sekarang sama seperti Minana-Masa-Kini. Tubuhnya kecil, rambut pendek berwarna putih, serta memakai kajet, celana, dan syal hitam. Satu-satunya perbedaan Minana (5) dengan Minana-Masa-Kini adalah mata iblis yang ada di mata kanannya.
"Aku ini Minana (5). Aku sudah dewasa. Yang anak kecil itu Minana (6) a.k.a Minana-Masa-Kini," jawab Minana (5) tidak semangat. "Fuuh, jika harus mengendalikan tubuh Naru-nii-chan, aku akan melakukannya kalau Naru-nii-chan dalam bahaya atau ada kesempatan untuk menyerang Kaguya," tambah Minana (5).
"Kagebunshin no jutsu!" seru Naruto seraya melakukan sebuah handseal. "Kalau berubah pikiran, jangan sungkan untuk mengambil alih tubuhku," lanjut Naruto setelah memunculkan satu kagebunshin.
"Hn," balas Minana (5).
Puluhan detik telah berlalu. Namun Kaguya masih belum juga muncul. Dengan kemampuan sensorik Minana (5) dan pendeteksi emosi Naruto, mereka tidak bisa merasakan keberadaan Kaguya dengan akurat. Namun, mereka berdua tahu kalau Kaguya masih ada di dimensi ini.
"Padahal dia sangat kuat, tapi kenapa tidak langsung membunuh Naru-nii-chan?" gumam Minana (5) heran.
"Kemungkinan besar dia menginginkan chakra Yin dan Yang yang ada di dalam tubuh Naruto," kata Kuroi menjawab pertanyaan Minana (5).
"Maksudmu chakra yang diberikan Rikudou Sennin? Serakah sekali dia."
JDAR!
Satu detik kemudian, es, dataran, dan tebing ... perlahan semua itu hancur. Karena Naruto melayang, ia tidak terkena dampaknya, tapi...
"Firasatku tidak enak," gumam Naruto pelan.
Semua kehancuran itu menimbulkan rentetan bencana. Misalnya longsong salju yang terlihat seperti ombak tsunami.
"Menghindar!" teriak Minana (5).
Tanpa diberitahu sekalipun, Naruto langsung terbang menjauh. Satu hal yang mereka yakini, semua bencana yang terjadi sekarang, itu semua di sebabkan oleh Kaguya. Walau Naruto menjauh, tapi longsor salju itu seakan-akan mengejar dirinya.
"Sial! Apa-apaan ini?!"
Satu detik kemudian, bukan salju longsor lagi yang mengejar Naruto, tapi es. Entah bagaimana caranya, tapi Kaguya memanipulasi es seperti cakar untuk menangkap Naruto.
"Kuroi!"
Kuroi paham saat Minana (5) menyebut namanya. Lalu, Kuroi mencoba menghilangkan chakra yang ada di es yang menyerang Naruto. Tubuh Kuroi memang terlalu kecil untuk melingkup semua es tersebut, jadi hanya masalah waktu sampai Kuroi menyentuh semua es yang Kaguya kendalikan. Tapi...
"Tidak bisa," lapor Kuroi dengan suara datarnya.
Esnya tetap bergerak meski Kuroi sudah menembus banyak es yang dikendalikan Kaguya.
"Cih! Jadi seperti melempar kunai yang mengandung chakra, ya?" desis Minana (5).
Kuroi tidak cocok dipakai untuk melindungi diri dari benda fisik. Contohnya, jika seseorang melempar kunai yang dialiri chakra angin ke Naruto, walau Kuroi terbang diantara kunai dan Naruto, kunai-nya tetap akan mengenai Naruto meski chakra di kunai tersebut sudah hilang.
'Sudah pasti kalau Kaguya mengalirkan chakra-nya untuk mengendalikan es-es ini. Tapi, bahkan jika Kuroi menghilangkan chakra yang ada di atas es, sepertinya itu tidak ada gunanya. Entah bagaimana, ia bisa menyatu dengan dimensi es ini. Cih! Dia benar-benar tahu cara melawan Kuroi!' batin Minana sedikit frustasi. "Naru-nii-chan, pokoknya hindari semua serangannya!" perintah Minana lagi.
"Serahkan padaku, dattebayo!" balas Naruto yang masih menghindari berbagai serangan Kaguya.
"Tapi, dia tidak bisa begini terus!" kata Yonbi a.k.a Son Goku pada Minana (5). Naruto juga bisa mendengar suara Son Goku dalam kepalanya.
"Aku tahu, tapi..." Minana (5) tidak melanjutkan kata-katanya. Ia terus berpikir bagaimana cara mengeluarkan 9 bijuu dari tubuh Kaguya. 'Bagaimana ini? Bagaimana ini? Bagaimana ini?! Bagaiman–'
"Begitu. Aku mengerti," gumam Minana tiba-tiba.
"Apanya?" tanya Naruto heran.
"Kuroi, Kau bilang kalau kami tidak punya kesempatan untuk menang melawan Kaguya, kan? Tapi, bagaimana kalau kami memakai paradoks waktu untuk mengalahkan Kaguya? Jika memakai paradoks waktu, maka persentase Naru-nii-chan selamat, naik menjadi 50%. Jika peluang hidup Naru-nii-chan naik, maka peluang menang juga akan naik menjadi 50%," jelas Minana (5).
"Begitu, ya? Aku mengerti maksudmu," balas Kuroi paham.
"Aku yang tidak mengerti, dattebayo! Bisa jelaskan dengan bahasa paling sederha– cih!"
Naruto tidak melanjutkan kata-katanya saat tubuhnya mulai membeku. Pipi, kaki, dan jari tangan kanan. Bagian tubuh itu mulai membeku karena suhu yang ekstrim.
"Jika alasan Kaguya tidak langung membunuh Naru-nii-chan karena menginginkan chakra Yin dan Yang, maka dia tidak akan pernah mendapatkannya. Minana-Masa-Kini sudah memiliki chakra Yin pemberian Rikudou Sennin. Jadi dia tidak akan pernah mendapatkan chakra Yin yang ada di dalam tubuh Naru-nii-chan. Jika Kaguya sampai memiliki dua chakra Yin yang sama, maka itu akan menyebabkan paradoks waktu. Karena dunia tidak akan membiarkan paradoks waktu terjadi, selama Kaguya berpikir untuk menyerap chakra Yin-ku dan chakra Yang Naru-nii-chan, maka Naru-nii-chan tidak akan terbunuh!" jelas Minana (5) sedetail mungkin. "Karena itu, Naru-nii-chan, menyerahlah agar kita bisa memancing Kaguya!"
"Maksudmu pura-pura kalah, kan?" balas Naruto semangat.
Naruto sadar kalau ia tidak terlalu paham dengan apa yang Minana (5) jelaskan barusan. Namun satu hal yang yang ia tahu, Kaguya tidak akan bisa membunuh dirinya dengan mudah.
''Alasanmu kembali ke masa lalu itulah yang akan menghancurkanmu'. Jika pernyataan itu tidak berubah, maka aku harus mengalahkan Kaguya sebelum Dunia menghilangkan diriku. Karena kalau Naru-nii-chan memakai mata iblis untuk mengaktifkan bankai Kuroi, aku yakin Dunia akan memanfaatkan momen itu untuk menghilangkan diriku dari tubuh Naru-nii-chan,' batin Minana (5).
Untuk memancing Kaguya, Naruto pura-pura kalah. Ia membiarkan dirinya tertangkap dan terjepit diantara es. Karena hal itu, kagebunshin Naruto juga menghilang. Begitu Naruto tertangkap, muncul lubang dimensi di langit-langit. Kaguya keluar dari lubang dimensi itu. Lalu perlahan, ia mendekati Naruto.
"Menjaulah!" teriak Naruto seraya mengangkat pedangnya agar Kaguya tidak mendekat.
Namun, satu detik kemudian, pedangnya menembus tangan Naruto. Naruto terlalu lama menggenggam pedang tersebut. Walau Naruto adalah keturunan Yukki, tapi tetap ada batas untuk memegang pedang dan tubuh Kuroi. Karena hal itu, pedangnya jatuh ... menembus es yang menjepit Naruto. Naruto sangat terkejut saat pedang itu lepas dari genggamannya.
"TIDAAK!" teriak Naruto frustasi.
"Ah, iya. Aku lupa bilang ada batas waktu kalau menyentuh Kuroi. Tapi tidak apa-apa. Kalau pedangnya hilang, kewaspadaan Kaguya akan semakin berkurang," kata Minana (5) memberitahu.
Melihat pedangnya jatuh, Kuroi langsung mengejarnya. Kaguya tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia terbang dengan kecepatan penuh ke arah Naruto.
"Ini adalah dimensi ruang dan waktuku! Tanpa naga itu, Kau tidak akan bisa melakukan apapun!" seru Kaguya tidak mau kalah.
"Hiraishin level 4," gumam Minana (5) begitu mengendalikan tubuh Naruto.
Setelah bebas, Naruto mengambil alih tubuhnya lagi. Kemudian terbang ke arah Kaguya juga. Melihat Naruto yang mendekat ke arahnya, Kaguya menyelimuti tangannya dengan chakra. Chakra itu terlihat seperti tangan (baca: kaki) Nibi. Hanya saja, yang ini berwarna silver.
DUAK!
Naruto berhasil memukul mundur Kaguya. Bahkan sampai membuat wanita itu terlempar hingga menabrak gunung es.
"Berhasil!" seru Naruto senang. Ia sengaja mengalirkan chakra lebih banyak, tapi tidak disangka kalau pukulannya itu bisa membuat Kaguya terlempar sejauh itu.
"Naru-nii-chan, coba perhatikan dia baik-baik!" perintah Minana seraya menunjuk Kaguya dengan tangan kiri Naruto.
Naruto memperhatikan Kaguya dengan seksama. Namun, ia tidak tahu kenapa Minana (5) memintanya memperhatikan Kaguya.
"Benangnya menghilang! Seseorang telah membebaskan korban mugen tsukuyomi! Dengan begini, ia tidak mendapatkan pasokan chakra lagi!" ujar Minana (5) menjelaskan maksudnya.
"Benarkah?!" tanya Naruto memastikan.
Sebenarnya Minana (5) tidak tahu apakah seseorang telah berhasil membebaskan korban mugen tsukuyomi atau malah membunuhnya. Tapi, dalam situasi ini, agar Naruto tidak khawatir, Minana (5) sengaja bilang 'membebaskan'.
"Mungkin itulah alasan kenapa barusan Naru-nii-chan bisa membuatnya terhempas!" jawab Minana (5).
"Kalau begitu, ini kesempatan kita!" seru Naruto semangat.
Satu detik kemudian, Kuroi muncul di sebelahnya. Naruto menyadari keberadaan Kuroi. Ia langsung mengambil pedang hitam yang digigit Kuroi. Lalu, tanpa membuang waktu, ia terbang ke arah Kaguya.
"Tidak akan kumaafkan...!"
DEP
Tempatnya berubah lagi. Mereka dipaksa untuk pindah dimensi lagi. Tidak seperti sebelumnya, dimensi ini sama sekali tidak dingin. Datarannya tidak terlihat mirip dengan tanah, tapi seperti besi yang membentuk limas segi empat kecil. Meski begitu...
Naruto tidak bisa mendekati Kaguya. Tubuhnya langsung jatuh. Ia tidak bisa melayang atau terbang. Sesuatu menarik tubuhnya ke bawah. Tubuhnya terasa sangat berat. Bahkan bola hitam yang melayang di punggungnya juga terkena efeknya.
Secara tak sadar, mata iblis di mata kanannya membuat Naruto melihat sekelilingnya. Tubuh Kuroi juga tertarik ke bawah. Bahkan sampai menembus permukaan besi (?). Naruto benar-benar panik saat melihat itu.
"Kuroi!"
Bukan hanya Naruto, Kaguya juga terkena efeknya. Ia berlutut karena tubuhnya terasa sangat berat.
"Tidak akan kumaafkan..!"
Dengan susah payah, Kaguya mengangkat dan mengarahkan tangannya ke Naruto. Satu detik kemudian, tongkat berwarna abu-abu keluar dari telapak tangan Kaguya. Di punggungnya juga keluar beberapa tongkat yang sama. Sekilas, itu mirip seperti tongkat hitam yang dipakai Pain.
"Ini kesempatan bagus! Kuu-chan, memberikan semua chakra-mu pada Naru-nii-chan! Lalu Naru-nii-chan ... sesaat setelah Kaguya menembak tongkat itu, langsung ucapkan kata 'bankai'! Setelah itu langsung terbang secepat kilat menuju Kaguya! Terobos semua yang ada di depan!" saran (baca: perintah) Minana (5).
"Baiklah!" jawab Kurama mengerti. Kemudian memberikan semua chakra yang sudah ia kumpulkan pada Naruto.
"Tunggu dulu! Bankai itu apa? Dan lagi, aku tidak bisa terbang, dattebayo!" tanya Naruto masih bingung.
"Tidak ada waktu untuk menjelaskan! Bersiaplah, Naru-nii-chan, serangannya datang!"
Begitu selesai membidik, Kaguya langsung menembak tongkat itu ke arah Naruto. Saat Kaguya menembaknya, tanpa berpikir panjang, Naruto mengikuti apa yang Minana (5) perintahkan.
"Bankai!"
Kabut hitam langsung menyelimuti tubuh Naruto. Satu detik kemudian, kabutnya menghilang. Penampilan Naruto tidak berubah banyak. Hanya saja, jubah chakra yang sebelumnya berwarna oranye, sekarang berubah menjadi hitam. Kedua mata Naruto berubah menjadi merah seperti Kuroi.
Wujud bankai Naruto tidak sama seperti yang Minana lakukan. Itu karena Naruto memakai mata iblis untuk menggunakannya. Ada perbedaan besar antara menggunakan dan menguasai Kuroi. Sehingga, penampilan Naruto tidak akan disesuaikan dengan wujud Kuroi yang sebenarnya.
'Tubuhku tidak berat lagi...'
Saat menyadari hal itu, Naruto teringat dengan perintah Minana (5) sebelumnya. Ia langsung melesat ke arah Kaguya ... menerobos semua yang ada di depan termasuk tongkat yang Kaguya tembak. Tongkat itu langsung hancur tak bersisa saat menyentuh tubuh Naruto.
Dalam sepersekian detik, Naruto berada di depan Kaguya. Melihat Kaguya yang masih berlutut, tanpa membuang kesempatan,Naruto langsung menusuk perut Kaguya. Dengan masuk dan menembus ke permukaan besi (?), Naruto bisa menusuk perut Kaguya hingga ujung pedangnya menembus keluar. Gravitasi di dimensi ini membuat Naruto kesulitan untuk mengeluarkan para bijuu dari dalam tubuh Kaguya. Meski begitu, ia tidak menyerah dan terus terbang hingga pedang dan dirinya menembus tubuh Kaguya.
"Tidak..!" desis Kaguya saat 9 bijuu dalam tubuhnya berhasil Naruto keluarkan.
Korban mugen tsukuyomi sudah tidak ada, sehingga Kaguya tidak mendapat pasokan chakra. Lalu, Naruto mengeluarkan 9 bijuu yang ada di dalam tubuhnya. Ditambah lagi, Naruto juga menembus tubuh Kaguya. Chakra-nya sudah hampir habis. Kaguya sudah tidak punya tenaga untuk menahan tubuhnya dari gravitasi di dimensi ini.
"Akhirnya bebas!" seru Son Goku begitu keluar.
"Berat!" keluh Nanabi a.k.a Choumei karena ia tidak bisa mengepakkan sayapnya.
"Tolong menjauh dari sini!" pinta Naruto pada para bijuu. Walau Kaguya terlihat kelelahan, tapi mereka tidak boleh lengah.
Para bijuu menurutinya. Dengan sekuat tenaga, mereka berusaha menjauh dari Kaguya.
"SIALAN KAU, NAMIKAZE NARUTO!"
Itu suara Zetsu-Hitam. Saat mendengarnya, Naruto jadi teringat saat Zetsu-Hitam menusuk adiknya.
"Kau itu yang sialan!" gerutu Naruto kesal.
"Kau harus masuk lagi ke tanah jika ingin mengeluarkan roh Kaguya. Tapi, jika ingin masuk ke tanah, sebaiknya menembus tangan kiri Kaguya. Kita tidak boleh membiarkan Zetsu-Hitam menyandera Minana," kata Kuroi memberi arahan.
Kaguya sedang tengkurap. Ia tidak punya tenaga untuk melawan gravitasi di dimensi ini. Jika ingin mengeluarkan roh Kaguya, Naruto harus menusuk kening Kaguya melalui bawah tanah (?).
"Baik!" jawab Naruto pelan.
"Kau mungkin sedikit lelah karena tidak mendapat asupan oksigen, tapi bertahanlah sebentar lagi."
"Kalau cuma menahan napas selama semenit-dua menit, aku masih bisa, dattebayo."
Tanpa membuang waktu, Naruto melesat ke arah Kaguya, tepatnya tangan kiri Kaguya. Itu karena Zetsu-Hitam bersembunyi di balik lengan baju kiri Kaguya. Dalam wujud bankai, Naruto bisa melenyapkan keberadaan Zetsu-Hitam hanya dengan menembusnya.
Zetsu-Hitam adalah kesadaran dan keinginan Kaguya itu sendiri. Zetsu-Hitam tercipta sesaat sebelum Kaguya tersegel. Dengan kata lain, Zetsu-Hitam hanyalah sekumpulan chakra yang memiliki kehendak Kaguya. Begitu Naruto menyentuh dan menembusnya, Zetsu-Hitam hancur hingga seukuran partikel.
"Tusuk tepat di tengah keningnya," kata Kuroi saat Naruto sudah masuk ke tanah (?).
Walau di dalam tanah, tapi Naruto bisa melihat Kaguya dengan jelas. Dengan mata iblis yang dipadukan kemutlakan Kuroi, Naruto tahu titik yang harus di tusuk.
Sama seperti saat mengeluarkan bijuu, butuh usaha keras untuk mengeluarkan roh Kaguya. Karena gravitasi di dimensi ini, cukup sulit bagi Naruto untuk mendorong keluar roh Kaguya. Apalagi, ia tidak bisa berpijak pada apapun untuk menambah dorongan.
Saat berhasil mendorong kepala Kaguya dari dalam tubuh Minana, seseorang mencengkram kepala Kaguya agar tidak masuk lagi ke tubuh Minana. Naruto sangat terkejut saat melihat kedatangannya yang tiba-tiba. Ia berdiri di udara a.k.a bagian atas punggung Kaguya agar bisa menahan roh Kaguya tidak masuk lagi.
"Yukki-san!" seru Naruto spontan saat melihatnya.
Walau belum pernah bertemu dengannya secara langsung, tapi Naruto tahu siapa dia berdasarkan ingatan Naruto (3). Orang itu adalah satu-satunya shinigami yang bertugas di Dunia Shinobi, Namikaze Yukki. Naruto tahu kalau Yukkilah yang membawa ingatan Naruto (3) padanya.
"Aku datang untuk membunuhnya dan menjemput kalian. Ayo cepat kita selesaikan ini!"
"Baik!"
Setelah beberapa puluh detik, Naruto berhasil emngeluarkan roh Kaguya dari dalam tubuh Minana. Begitu roh Kaguya keluar, tubuh Minana kembali ke wujud semula, yaitu anak kecil berambut putih pendek dan memakai jaket, celana, dan syal hitam.
Kuroi menonaktifkan bankai-nya dari Naruto. Naruto juga menonaktifkan mode Kyuubi-nya. Kemudian Naruto langsung menghampiri Minana yang tak sadarkan diri. Dengan perasaan khawatir, ia memeriksa denyut nadi Minana. Walau lemah, tapi Naruto bisa merasakan denyutnya.
"Yokatta!" seru Naruto merasa lega.
Setelah memastikan kalau Minana masih hidup, Naruto menggendong Minana, membiarkan kepala gadis kecil itu berada di pundaknya. Kemudian, Naruto membawanya untuk menjauh dari sini. Walau gravitasi di dimensi ini membuat tubuhnya dan Minana berat, tapi ia tetap memaksakan diri untuk berkumpul dengan para bijuu.
Sejak roh Kaguya keluar dari tubuh Minana, satu tangan Yukki mencengkrang wajah Kaguya agar tidak kabur. Lalu satu tangannya yang lain menusuk Kaguya dengan zanpakutou. Jika salah satu alasan Yukki ke sini adalah membunuh Kaguya, Naruto yakin kalau Yukki akan memakai jutsu yang sangat kuat.
"Hadō #88: Hiryu gekizoku shinten raiho!"
DUAAR!
Ledakan besar terjadi akibat kidō yang Yukki gunakan. Hadō #88 adalah kidō tingkat tinggi yang dapat menembakkan sinar raksasa energi listrik dan menciptakan ledakan.
"Hebat!" gumam Naruto saat melihatnya.
"Naruto, bagaimana keadaannya?"
Naruto langsung menoleh ke sebelahnya. Naruto sedikit terkejut saat melihat Kuroi melayang di dekatnya. Padahal ia sudah tidak menggenggam pedang hitami lagi, tapi Kuroi masih ada di sini. Namun, bukan itu yang membuat Naruto terkejut saat melihat Kuroi.
"Jangan khawatir, Minana baik-baik saja, dattebayo! Walau denyut nadinya terasa lemah, tapi aku bersyukur kita bisa menyelamatkannya, dattebayo!" jelas Naruto semangat. "Begitu keluar dari sini, kita harus membawanya ke rumah sakit, dattebayo!" tambah Naruto.
"Begitu, ya? Syukurlah." balas Kuroi datar.
"Kuroi, boleh aku tanya sesuatu?" tanya Naruto tiba-tiba.
"Apa?"
"Saat kita di pindahkan ke sini, apa Kamu tadi pura-pura terpengaruh gravitasi di dimensi ini?"
"Ya, aku pura-pura. Tubuhku tidak memiliki massa, sehingga aku tidak terpengaruh dengan gravitasi di dimensi ini," jawab dan jelas Kuroi.
"Sudah selesai bicaranya?"
"HUWAA!"
Spontan Naruto berteriak saat Yukki tiba-tiba berbicara di depan mukanya. Naruto yakin kalau beberapa saat lalu, Yukki masih jauh. Naruto yakin kalau gravitasi di dimensi ini tidak mungkin membuat Yukki bisa bergerak cepat.
'Ah, benar. Yukki bisa pakai hiraishin,' pikir Naruto menebak alasan kenapa Yukki bisa muncul di depannya dalam sekejam.
"Tidak ada yang tertinggal, kan?" tanya Yukki pada Kuroi, Naruto, dan para bijuu.
"Tidak," jawab semuanya serentak.
"Baiklah..." balas Yukki tanpa intonasi.
Tanpa membuang-buang waktu, Yukki langsung menteleportasi semuanya ke Dunia Shinobi.
.
.
Bersambung . . .
A.N: Akhirnya selesai juga ngetik chapter 24. Kuroki minta maaf karena baru update sekarang. Soalnya dilema mau update pertarungan ini di chapter 24 atau chapter 25. Setelah dipikir-pikir, akhirnya Kuroki putuskan untuk mem-publish pertarungan ini sebagai chapter 24.
Bagaimana menurut Reader-san tentang chapter ini? Apa Reader-san menyukainya? Apa pertarungannya terlalu singkat?
Di fanfic ini, Kaguya tidak menunjukkan semua dimensi yang ia miliki. Kuroki sengaja tidak memunculkan dimensi Kaguya yang dimensi asam, dimensi yang langitnya warna hijau (?), dan dimensi gurun. Di fanfic ini, Kaguya fokus untuk mendapatkan chakra yang ada di dalam tubuh Naruto. Jadi Kuroki pikir tidak alasan (atau tidak ada kesempatan) bagi Kaguya untuk membawa Naruto ke dimensi-dimensi itu.
Tidak hanya itu. Alasan kenapa Kaguya lebih fokus pada Naruto dibanding shinigami yang pernah ia kalahkan (baca: Yukki), itu karena Naruto memiliki chakra Yin dan Yang. Dibanding memikirkan shinigami yang pernah ia kalahkan dengan mudah, Kaguya lebih memilih mengincar Naruto karena takut disegel lagi seperti yang dilakukan dua anaknya dulu.
Eits, chapter depan bukan chapter terakhir, loh. Jadi jangan sampai berpikir kalau fanfic ini akan mendapat happy ending di mana semua karakter akan mendapat akhir yang bahagia. HWAHAHAHAHAHA *tawa jahat*
Karena di cover ada 3 karakter yang belum diwarnai, jadi (kurang-lebih) masih ada 3 chapter lagi.
Jika ada bagian di chapter ini yang membuat Reader-san bingung, silahkan katakan/tanyakan saja.
Jika ada bagian yang salah atau semacamnya dalam cerita fanfic ini, silahkan katakan saja. Silahkan bilang juga jika ada typo, miss typo, dan autocorrect yang terlalu pintar (?). Nanti Kuroki edit lagi bagian yang salah.
Kalau mau ngasih kritik dan saran juga silahkan. Malah bagus.
Kuroki minta maaf kalau ada kata yang membuat Reader-san tersinggung. Arigatou karena sudah mau baca fanfic ini sampai sekarang. Jaa ne *BOFF*
Oh, iya lupa bilang. Selamat tahun baru~~
