Cuplikan chapter sebelumnya:

"Ngomong-ngomong, boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Yukki setelah selesai 'mengubur' Lucky.

Kushina tahu kalau pertanyaan tersebut ditujukan padanya. Namun sebelum ia menjawab, Yukki sudah berbicara duluan.

"Apa sejak tadi dia belum sadarkan diri?"

Kushina menggeleng pelan seraya menjawab, "Belum."

"Hmm, ini aneh," gumam Yukki sambil memegang dagunya. "Kenapa dia belum sadar? Apa aku menghantam kepalanya terlalu keras?" lanjut Yukki seraya memperhatikan Minato.

Agar tidak ikut campur, Yukki memberitahu rencananya pada Minato, rencana untuk menghancurkan masa depan Lucky dan Minana. Demi membungkamnya, Yukki menghantam kepala Minato dengan keras, membuat mantan kage itu tidak sadarkan diri. Namun anehnya, Minato masih belum sadarkan diri meski luka-lukanya sudah sembuh sejak tadi.


Rated: T

Genre: Adventure, Hurt/Comfort

Warning: OC, Death Character, Naruto/Bleach Fusion

Disclaimer: Naruto milik Masashi Kishimoto, Bleach milik Tite Kubo

Main Chara: Namikaze Naruto, Namikaze Minana (OC), Lucky (OC)

Pembuat fic: Kuroki


Chapter 25: Masa Lalu Namikaze Yukki

.

-Yukki's POV-

-1000 Tahun Lalu-

-Dunia Shinobi-

Ada banyak shinigami yang menghilang saat ditugaskan di dimensi ini, termasuk mereka yang ditugaskan untuk menyelidiki masalah tersebut. Karena itu, Kakek Gunung (baca: Yama-jii a.k.a Yamamoto Genryuusai Shigekuni) memintaku untuk menyelesaikan masalah ini. Saat sampai di sini, ada satu hal yang menggangguku. Aku merasakan satu reiatsu yang sangat luar biasa di suatu tempat. Untuk ukuran dunia manusia yang penduduknya tidak punya kekuatan roh, reiatsu ini benar-benar di luar dugaan. Tanpa berpikir panjang, aku pergi ke sumber reiatsu itu berada.

Setelah beberapa jam, akhirnya aku menemukannya. Reiatsu ini berasal dari pohon raksasa yang tidak jauh dari desa manusia. Tanpa berpikir panjang, aku mendekati pohon tersebut.

Ini adalah kedua kalinya aku ke dimensi ini. Pertama kali datang ke sini saat aku tidak sengaja menemukannya. Dulu, meski pohon ini memancarkan warna biru di sekitarnya, tapi tidak mengeluarkan reiatsu (baca: pancaran kekuatan roh) sama sekali. Namun sekarang malah memancarkan reiatsu yang sangat kuat dan pekat. Jika shinigami kelas teri berada di dekat pohon ini, aku yakin mereka akan langsung pingsan.

Aku berdiri di udara, berada di tengah-tengah batang pohon. Saat menyentuh batangnya, aku bisa merasakan sesuatu yang mengalir di dalamnya. Seolah-olah, pohon ini sedang menyerap sesuatu untuk memenuhi nutrisinya.

"Baiklah, boleh kubedah, kan?" gumamku seraya mengambil pisau bedah dari balik kimonoku.

Jika diperhatikan, pohon ini bukan pohon sembarangan. Kalau nutrisi yang ia serap itu adalah air, aku pasti tidak akan bisa merasakan 'sesuatu' itu. Sudah pasti, ada sebuah rahasia di dalam pohon ini. Reiatsu yang di pancarkan pohon ini, mungkin ada hubungannya dengan hilangnya para shinigami yang datang dimensi ini.

"Mungkinkah pohon ini memakan mereka (baca: shinigami)? Lucu sekali jika memang iya. Aku jadi ingin melihat saat pohon ini memakan mereka," gumamku lagi.

Dilihat darimana pun, ini adalah kejadian langka. Walau pernah berkeliling dimensi, aku belum pernah melihat tanaman pemakan shinigami.

"Tidak perlu repot-repot melihatnya. Kau akan segera menyusul mereka."

DEG

Ini adalah pertama kalinya aku terkejut. Seorang wanita sedang melayang di belakangku. Aku tidak menyadari keberadaannya sampai ia berbicara. Reiatsu wanita ini membaur dengan reiatsu yang berasal dari pohon. Begitu, jadi wanita dan pohon raksasa ini saling berhubungan.

Namun, reaksiku benar-benar lamban. Saat wanita itu berbicara dan berada di belakangku, aku sudah kalah. Entah bagaimana caranya, tapi ia berhasil membuatku pingsan hanya dengan 1 serangan.

...

...

...


Kelinci itu...! Dia tahu betul cara membuatku tidak menyadari dunia ilusi itu!


...

...

...

Saat aku membuka mata, aku tidak mengingat apapun. Kepalaku kosong, sangat kosong. Langit biru, awan putih, apapun itu, aku tidak tahu. Cara bicara, bangun, atau berjalan, aku juga tidak tahu. Aku seperti bayi yang tidak tahu apa-apa. Karena itu, aku memutuskan untuk kembali menutup mata.

"****, aku minta maaf! Semua ini salahku! Aku.. aku ceroboh! Harusnya aku tidak memberikan kekuatanku padamu! Harusnya aku"

Saat memejamkan mata, aku mendengar suara ... suara anak perempuan.

Apa? Kenapa ia meminta maaf? Aku tidak mengerti. Dia masih terus bicara.

"–Bankai-ku adalah 'lupa permanen'! Apapun yang berada dalam radiusku, mereka akan melupakan semuanya ... dan dilupakan oleh semuanya! Bahkan benda mati sekalipun! Aku ... kekuatanku sudah membuat semua keluargamu"

"Aku tidak tahu apa yang sudah terjadi, tapi Kamu sudah menyelamatkanku, kan?" potongku. Walau aku sendiri tidak terlalu mengerti apa yang baru saja kukatakan ini.

"Tapi, karena aku, semua keluargamu musnah! Bankai-ku membuat seluruh keluargamu lupa segala hal! Semua sel di tubuh mereka lupa caranya bekerja! Hingga membuat mereka mati..! Bahkan Kamu juga kena dampaknya!"

Aku tidak mengerti...

"Kamu tidak mengerti, ya?"

"Iya," jawabku.

Aku tidak mengerti dengan semua ucapannya. Bankai itu apa? Kekuatan itu apa? Sel itu apa? Keluarga itu apa? Musnah itu apa? Memang kenapa jika keluargaku musnah?

"Aku mengerti. Kalau begitu, bolehkah aku meminjam tubuhmu? Seseorang sedang menunggumu. Aku akan menceritakan situasimu padanya."

...

Aku tidak tahu apa yang terjadi setelah itu. Namun, saat membuka mata lagi, aku sudah berada di tempat lain. Aku tidak tahu ini di mana, tapi untuk menghabiskan waktu, dia mengajariku hal-hal yang wajib kuketahui.

...

Berjalan, berbicara, mengingat arti kata, menulis, membaca, kemampuan apa saja yang kumiliki, cara untuk bertahan hidup, dan lain-lain, aku sudah mengerti banyak hal. Lalu, nama tempat ini adalah penjara divisi 1. Aku ditangkap karena dicurigai sebagai penyusup. Meski dia a.k.a zanpakutou-ku sudah menjelaskan semuanya, tapi mereka tidak percaya.

Walau aku di penjara, mereka tidak mengambil senjata a.k.a zanpakutou-ku. Alasannya hanya 1, itu karena mereka tidak bisa mengambilnya. Hanya aku yang bisa menyentuh zanpakutou-ku.

Begitu aku bisa berbicara, mereka mengintograsiku. Namun yang kukatakan pada mereka sama dengan yang zanpakutou-ku katakan. Memangnya apa yang mereka harapkan dari anak kecil yang hilang ingatan? Lagipula, dibandingkan diriku, zanpakutou-ku mengetahui semua hal yang tidak kuketahui.

Ah, benar juga. Kalau dipikir-pikir, zanpakutou-ku tidak pernah memberitahu namanya. Ia juga tidak pernah memberitahu atau menyebut namaku saat kami berbicara. Kenapa, ya?

...

Aku memutuskan untuk kabur dari penjara. Kalau begini terus, aku akan dihukum mati. Dihukum atas kejahatan yang tidak pernah kau lakukan sangat tidak masuk akal. Karena itu, aku akan mencari informasi yang dapat membuat mereka puas. Tempat yang tepat untuk mencari informasi tersebut adalah tempat di mana mereka menemukanku, yaitu rumahku sendiri.

'Keluargaku adalah salah satu keluarga bangsawan di Soul Society'. Itulah kata zanpakutou-ku. Sepertinya ia tidak berbohong saat mengatakan hal itu. Buktinya, rumahku sangat besar. Halamannya juga sangat luas. Yah, aku tidak tahu bagaimana harus menggambarkannya. Yang pasti, rumahnya terbuat dari kayu dan ada banyak pintu gesernya, serta terdapat beberapa ruangan rahasia saat aku menelusurinya. Memang ada kemungkinan kalau rumah besar ini bukan rumahku, tapi 'kemungkinan' tersebut akan hilang setelah aku memeriksa tempat ini dengan seksama.

Saat memeriksa salah satu ruangan, aku menemukan buku yang tergeletak di lantai. Saat aku membacanya, ternyata itu adalah riset tentang mataku, mata iblis. Keluargku meriset mata iblis dengan sangat detail. Namun saat membaca ini, ternyata mata iblis memiliki satu kelemahan yang sangat fatal, yaitu kekuatan dari teknik yang ditiru akan berkurang setengahnya. Dengan kata lain, jika aku meniru hadō #4 dengan mata iblis, maka daya serangnya akan berkurang setengah.

Bukan hanya mata iblis. Ternyata, kemampuan ruang dan waktu yang kumiliki juga hasil eksperimen mereka. Aku sudah dengar hal itu dari zanpakutou-ku, tapi baru terbukti saat aku menemukan buku lain di dekatku. Awalnya keluargaku ingin membuatku seperti Soul King —raja Soul Society— yang bisa melihat masa depan. Tapi pada akhirnya, mereka sedikit mengubah eksperimennya agar aku bisa memanipulasi ruang dan waktu dan bisa pergi ke masa lalu. Namun, eksperimennya tidak berhasil. Eksperimen tersebut hanya membuatku bisa melihat semua jenis masa depan; memanipulasi waktu suatu objek seperti memajukan, menghentikan, dan memundurkan waktu objek; serta berpindah dimensi, yang artinya aku bisa pergi ke dunia manusia tanpa melewati dangai —dimensi antara Soul Society dan Dunia Manusia— atau ke tempat Divisi 0 berada.

Aku kembali berkeliling. Namun ada beberapa ruangan yang kosong. Saat kubilang kosong, maksudnya benar-benar tidak ada apa-apa. Tidak ada tembok, lantai, langit-langit, atau benda-benda. Hanya ada tanah lapang, seolah-olah dibalik pintu geser itu adalah halaman luar. Tapi aku tahu, apa yang kulihat dan kurasakan di ruangan-ruangan itu adalah bohong. Sebenarnya ruangannya masih ada, tapi aku tidak bisa melihat atau menyentuh tembok dan lantai, termasuk benda-benda yang mungkin ada di sana. Alasan kenapa beberapa ruangan terlihat seperti itu, mungkin karena efek dari bankai-ku.

Aku berkeliling lagi. Kali ini, aku menemukan tempat yang penuh dengan buku. Mungkin ini adalah perpustakaan pribadi milik keluargaku. Lalu, aku membuka salah satu bukunya, tapi isinya kosong. Kemudian kubuka buku yang lain. Namun sama, isinya kosong.

Kosong.

Kosong.

Kosong.

Setelah membuka beberapa buku, aku mengerti sesuatu. Buku yang kubuka tadi sebenarnya tidak kosong. Seperti ruangan-ruangan sebelumnya, bankai-ku mempengaruhi buku-buku itu juga. Sepertinya, di buku-buku itu memuat informasi tentang anggota keluargaku. Dengan kata lain, bukan hanya dari ingatan orang-orang, tapi keberadaan keluargaku juga dilupakan dari buku dan sejarah.

Aku membuka buku-buku lain. Walau kemungkinannya kecil, tapi pasti ada salah satu buku yang isinya masih bisa kulihat. Setelah dicari, aku menemukan satu. Tulisannya seperti tulisan anak kecil, serta jumlah kalimatnya tidak banyak, tapi itu lebih baik daripada tidak sama sekali.

'**** adalah salah satu keluarga bangsawan yang ada di Soul Society. **** adalah keluarga yang gemar menciptakan sesuatu. Sebagian besar anggota keluarga **** adalah peneliti. Daripada menjadi shinigami dan menjaga keseimbangan dunia roh atau membunuh hollow, keluarga **** lebih memilih menghabiskan waktu di dalam ruangan agar bisa menciptakan inovasi baru, seperti menciptakan benda.' Itulah yang tertulis. Ada beberapa kata yang hilang. Kalau dilihat dari struktur kalimatnya, kemungkinan kata yang hilang itu adalah nama keluargaku.

Setelah membaca buku ini, aku jadi mengerti sesuatu. Alasan keluargaku menciptakan mata iblis, mungkin agar para 'shinigami tak berbakat' bisa menggunakan kidō, serta menguasai shikai dan bankai dengan mudah.

"Ada yang datang!" seru zanpakutou-ku memberitahu.

"Ya," jawabku.

Tanpa diberitahu, aku sudah tahu kalau ada yang datang ke sini. Dengan mata iblis, aku bisa melihat keberadaannya. Yang datang adalah kapten divisi 1, Yamamoto Genryuusai Shigekuni. Aku tidak menyangka ia bisa tahu kalau aku ada di sini. Apa ia menemukanku karena mengikuti reiatsu-ku? Tapi apa mungkin? Soul Society adalah dunia roh. Mencari keberadaan seseorang dengan mengikuti reiatsu-nya itu hampir mustahil. Yah, apapun alasannya, ini kebetulan sekali. Aku memang ingin menyampaikan informasi yang sudah kutemukan. Juga, aku ingin memastikan sesuatu kepadanya.

Tanpa membuatnya menunggu lebih lama, aku berjalan keluar. Ia tidak masuk ke rumah ini. Ia menunggu di luar. Saat aku berjalan menuju pintu keluar, ia terus menatap diriku. Jujur, aku sedikit terkejut. Apa dia memiliki mata tembus pandang seperti mata iblisku?

"Kabur dari penjara, huh? Sepertinya alasan ini sudah cukup untuk mengeksekusimu, Ryoka!" serunya saat aku sudah keluar dari rumah.

Padahal aku bukan penyusup yang masuk tanpa izin ke Seireitei. Seharusnya dia menyebutku 'Tahanan #1' atau semacamnya, bukannya 'Ryoka'.

"Sebelum itu, boleh aku bicara? Aku ingin memastikan sesuatu," pintaku.

"Redam semua ciptaan menjadi abu, Ryuujin Jakka!"

Ia tidak mendengarkanku. Hal itu terlihat jelas saat ia 'melepas' zanpakutou-nya. Sekarang, zanpakutou-nya mengeluarkan api. Setiap ia mengayunkan zanpakutou-nya, apinya ikut bergerak dan membakar semuanya. Hingga akhirnya, api melingkup area sekitar kami.

Panas.

Sangking panasnya, bernapas saja serasa membuat paru-paruku terbakar.

Tanpa membuang waktu, Yamamoto Genryuusai Shigekuni langsung menyerangku. Dalam sekejap, ia sudah berada di depanku. Kemudian mengayunkan zanpakutou-nya. Aku melompat mundur. Namun, aku salah memperhitungkan panjang serangannya. Hingga tebasan api itu berhasil membakar pundak sampai perut bagian kananku.

Tidak sampai di situ. Setelah berhasil melancarkan serangan pertama, ia kembali melancarkan serangan kedua. Melihat hal itu, tanpa berpikir panjang, aku melompat ke atas, sekuat dan secepat yang kubisa. Karena hal itu, serangan Yamamoto Genryuusai Shigekuni hanya membakar sedikit telapak tangan kiriku saja.

Aku melompat ke atas bukan tanpa alasan. Setelah mencapai ketinggian tertentu, aku berpegang pada 'sesuatu'. Distorsi akibat pernah terbukanya lubang dimensi. Mungkin inilah penjelasan yang tepat untuk 'sesuatu' itu. Di langit atau area tertentu, aku bisa melihat garis hitam yang terlihat seperti bekas jahitan. Dan aku melihat salah satunya ada di sekitar sini.

Hanya aku yang bisa melihat dan menyentuh 'bekas jahitan' itu. Mungkin karena aku terhubung dengan dimensi ruang dan waktu.

Dari sini, aku bisa melihat semuanya lebih jelas. Api itu telah membakar semuanya menjadi abu. Pagar tembok, rumput, pot bunga, dan rumahku, tidak ada yang tersisa sedikitpun. Bahkan jika api itu telah membakar rumah dan pagar tembok, Yamamoto Genryuusai Shigekuni tidak melihat pembakaran tersebut.

"Pertarungan yang sia-sia," gumamku pelan. Dilihat dari sudut pandang manapun, pertarungan ini tidak menguntungkan siapapun. Malah, akan merugikan kedua belah pihak.

Untuk menghentikan pertarungan ini, aku melepas peganganku, membuat diriku jatuh ke lautan api. Melihat diriku jatuh, Yamamoto Genryuusai Shigekuni memasang kuda-kuda untuk menyerangku lagi. Saat ia mengayunkan zanpakutou-nya, yang bisa kulakukan hanya menyilangkan tangan agar apinya tidak mengenai wajahku.

Tubuh dan tanganku terbakar, bahkan bajuku juga habis terbakar. Meski begitu, aku tidak peduli. Setelah berhasil mendarat, aku segera memegang zanpakutou Yamamoto Genryuusai Shigekuni. Ia terlihat tidak peduli saat aku memegang zanpakutou-nya. Malah, ia meningkatkan suhu apinya, membuat tanganku menghitam karena panas yag ekstrim.

"Kembalikan semuanya seperti keadaan semula," gumamku seraya meningkatkan reiatsu-ku.

Satu detik kemudian, semua apinya menghilang. Zanpakutou Yamamoto Genryuusai Shigekuni kembali seperti pedang biasa. Lalu, tubuhku yang terluka parah, kini semua luka bakarnya hilang. Bahkan kimono putihku yang terbakar juga ikut 'pulih'.

Yamamoto Genryuusai Shigekuni sangat terkejut dengan apa yang sudah kulakukan. Ia meningkatkan reiatsu-nya, mencoba mengaktifkan wujud shikai zanpakutou-nya lagi. Namun, saat melihat ada api yang muncul, aku segera memundurkan waktunya lagi. Sehingga zanpakutou-nya tetap berwujud pedang biasa. Meski tanganku terluka akibat genggamanku yang kuat, aku tidak peduli. Luka ini masih lebih baik daripada dipanggang hidup-hidup.

"Apa kita bisa berbicara?" pintaku padanya. "Aku tidak ada niat untuk menghancurkan Pasukan Gotei 13 maupun Soul Society. Dilihat dari sudut pandang manapun, tidak ada untungnya aku melakukan hal itu. Aku hanya ingin memberitahu Yamamoto Genryuusai Shigekuni tentang informasi yang sudah kukumpulkan tentang diriku," jelasku.

Genggaman zanpakutou-nya tidak setegang sebelumnya. Melihat hal itu, aku melepas tanganku dari zanpakutou-nya. Kemudian, aku memundurkan waktu di tanganku, mengembalikan keadaan tanganku ke keadaan sebelum terluka. Begitu selesai, aku mulai bicara.

"Aku adalah anggota keluarga bangsawan yang ada di Soul Society," ujarku memulai pembicaraan.

"Ya, Kau sudah pernah bilang itu! Tapi, aku sudah bertanya pada kelima kepala keluarga bangsawan! Mereka bilang tidak punya anggota keluarga sepertimu!" bantahnya.

"Bukan 5, tapi 6. Ada 6 keluarga bangsawan yang tinggal di Seireitei. Tapi, karena bankai-ku, keluargaku musnah. Dan kalian tidak ingat tentang keluargaku."

Saat itu, keluarga Shiba masih dianggap sebagai keluarga bangsawan.

Yamamoto Genryuusai Shigekuni terlihat tidak senang dengan apa yang kujelaskan. Hal itu terlihat jelas dari ekspresi di wajahnya.

"Biar aku saja yang menjelaskan."

Itu suara zanpakutou-ku. Satu detik kemudian, zanpakutou-ku berubah menjadi sosok gadis kecil. Ia memakai kimono putih polos, rambut panjangnya berwarna hijau toska. Aku tahu rambutnya panjang karena ia mengucirnya seperti ekor kuda. Kalau dilihat-lihat, tingginya sama denganku.

"Siapa yang Kau sebut rambut ekor kuda?!"

"Maaf," gumamku spontan. Aku tidak menyangka ia bisa membaca pikiranku sedetail itu.

"Salam kenal, Kapten divisi 1, Yamamoto Genryuusai Shigekuni. Ini pertama kalinya saya menunjukkan diri di depan Anda, dan ini adalah pembicaraan kita yang ketiga kalinya. Anda mungkin akan bosan mendengar penjelasan saya yang itu-itu saja, tapi apa yang saya katakan adalah kebenaran," ujar zanpakutou-ku. Kata-katanya terdengar sopan sekali. "Anda pasti kerepotan karena tidak tahu harus memanggilnya apa, kan? Karena itu, panggil saja dia Namikaze Lukki, di tulis dengan kata 'Lucky'. Anggap saja nama keluarga bangsawan yang keenam adalah Namikaze. Saya sengaja memilih nama tersebut karena mirip dengan pengucapan, penulisan, atau arti nama yang sebelumnya. Lagipula, tidak peduli berapa kali saya memberitahu nama asli Lucky atau nama keluarganya, kalian pasti tidak akan bisa mendengarnya," terangnya seraya menunjuk ke arahku.

Jadi namaku yang sekarang adalah 'Namikaze Lucky', ya?

"Maaf jika lancang, tapi apa Anda tadi bisa melihat rumah yang ada di belakang kami?" tanya zanpakutou-ku pada Yamamoto Genryuusai Shigekuni.

Walau pertanyaan tersebut tidak ditujukan padaku, aku jadi melihat ke belakang juga. Pantas saja dia bilang 'tadi'. Sekarang, rumah itu sudah tidak ada lagi. Aku 'mengembalikan waktu' zanpakutou Yamamoto Genryuusai Shigekuni ke keadaan sebelum 'dilepaskan'. Tapi sepertinya 'mengembalikan waktu'nya tidak mempengaruhi rumahku. Apakah karena aku memakai mata iblis, sehingga jangkauannya hanya keluar setengah? Atau mungkin, 'mengembalikan waktu suatu objek' tidak menimbulkan reaksi berantai?

"Tidak!" jawab Yamamoto Genryuusai Shigekuni.

"Apa Yamamoto Genryuusai Shigekuni tidak merasa aneh saat aku berjalan kelak-kelok sebelum menuju kemari?" tanyaku spontan. Apa dia serius tidak melihat rumah besar itu sama sekali?

"Hmph! Bukankah itu karena Kau ingin mengulur-ngulur waktu? Lagipula, jika di sana memang ada suatu bangunan, kenapa Kau berjalan sambil melihat ke arahku?!" balasnya sedikit marah.

Zanpakutou-ku mulai menjelaskannya: 'Dalam bentuk bankai, semua yang berada di dalam radiusnya, mereka akan melupakan dan dilupakan semuanya'. Karena aku menggunakan bankai-ku di rumah ini, semua yang ada di rumah ini akan melupakan segalanya dan dilupakan semuanya. Dengan kata lain, keluargaku meninggal karena mereka lupa cara bernapas, berdiri, berjalan, hingga jantung mereka lupa caranya berdetak.

'Rumah beserta isinya akan dilupakan oleh semuanya'. Dengan kata lain, orang-orang tidak akan bisa melihat rumah ini, meski itu berada di depan mata mereka sendiri. Reaksi berantai dari bankai-ku juga mempengaruhi benda ciptaan keluargaku. Sehingga, sekalipun mereka sedang mengantongi benda buatan keluargaku, mereka tidak ingat, melihat, atau merasakan benda tersebut di balik kimono mereka.

"Walau aku sudah lupa dengan rumah, keluarga, dan benda-benda yang ada di rumah ini, tapi kenapa aku masih bisa melihat dan menyentuhnya, termasuk benda-benda yang ada di dalamnya? Padahal kata 'semua' yang dimaksud harusnya termasuk diriku juga. Kenapa aku tidak seperti Yamamoto Genryuusai Shigekuni yang 100% tidak bisa melihat apapun yang ada di rumah ini? Lalu, kenapa Yamamoto Genryuusai Shigekuni dan shinigami lain masih bisa melihatku? Seperti rumahku, harusnya mereka tidak bisa melihat atau menyentuhku karena aku adalah Namikaze," tanyaku bertubi-tubi.

"Sederhana saja. Rumah ini adalah bukti kalau keluarga Namikaze tinggal di sini. Dengan kata lain, semua yang identik dengan Namikaze akan 'dihapus'. Alasan kenapa Kamu masih bisa melihat dan menyentuh beberapa hal di rumah ini, itu karena Kamu menggunakan mata iblis saat mengaktifkan bankai. Sehingga kekuatanku hanya keluar setengahnya. Lalu, alasan kenapa Yamamoto Genryuusai Shigekuni dan shinigami lain masih bisa melihatmu sekalipun mereka sudah melupakanmu, itu karena Kamu tidak memiliki sesuatu yang menjadi ciri khas keluarga Namikaze," jawab zanpakutou-ku panjang lebar. "Ciri khas keluarga Namikaze adalah **** dan ****. Kamu tidak memiliki 2 ciri tersebut," lanjutnya lagi.

Bahkan hanya menyebut ciri-ciri saja aku tidak bisa mendengarnya. Aku baru sadar kalau kemampuan zanpakutou-ku jauh lebih kompleks dari yang diduga.

"Jadi kesimpulannya, semua ini terjadi karena kecelakaan dalam eksperimen?" tanya Yamamoto Genryuusai Shigekuni memastikan.

"Iya. Namun Anda tidak bisa menghukum kami karena alasan tersebut. Lagipula, Anda dan Central 46 sudah mengizinkan keluarga Namikaze untuk melakukan eksperimen tersebut," jawab zanpakutou-ku. "Bahkan jika sudah memberi izin pada keluarga Namikaze, kalian pasti tidak bisa melihat catatan izinnya di buku manapun," tambahnya.

Untuk sesaat, Yamamoto Genryuusai Shigekuni terdiam. Namun setelah beberapa puluh detik, ia kembali berbicara.

"Pembicaraannya kita hentikan sampai di sini dulu. Dia dihukum atau tidak, itu tergantung keputusan Central 46. Untuk sekarang, kembalilah ke selmu!"

Saat mendengar perintah Yamamoto Genryuusai Shigekuni, zanpakutou-ku kembali ke bentuk pedang. Daripada dipanggang hidup-hidup, keputusan Yamamoto Genryuusai Shigekuni yang ini 1000x lebih baik. Tanpa perlawanan apapun, aku mengikutinya untuk kembali ke penjara di divisi 1.

"Satu lagi! Berhentilah memanggilku dengan nama lengkap!" perintahnya.

"Baik, Kakek Gunung."

"..."

Kakek Gunung hanya diam saat aku memanggilnya begitu. Karena itu, aku terus memanggilnya 'Kakek Gunung' sampai sekarang.

...

Pada akhirnya, mereka tidak memberiku hukuman mati. Namun sebagai gantinya, mereka memaksaku untuk menjadi bagian dari Pasukan Gotei 13 di bawah pengawasan kapten divisi 1. Tentu saja, sebelum masuk ke Gotei 13, Kakek Gunung memasukkanku ke Akademi Shin'o a.k.a Sekolah Shinigami. Menurutnya, aku harus mengetahui segala jenis peraturan yang ada, serta mengendalikan semua kemampuanku.

...

Butuh waktu 10 tahun untuk lulus dari sekolah itu. Meski membutuhkan waktu yang lebih lama dari yang kukira, tapi banyak sekali hal yang kupelajari di sana. Bahkan, aku bisa menggunakan semua jenis kidō tanpa bantuan mata iblis, termasuk kidō untuk penyembuhan. Sekarang, aku bisa bisa bertarung atau melindungi diriku sendiri, sekalipun tanpa menggunakan zanpakutou atau kemampuan ruang dan waktu.

Setelah lulus, aku di tempatkan di divisi 1. Posisiku adalah no. 4, beda 3 tingkat dengan Kakek Gunung. Sejujurnya, aku tidak peduli akan ditempatkan di posisi keberapa. Lagipula, itu sama sekali tidak penting.

...

Beberapa bulan telah berlalu sejak aku berada di Gotei 13. Kakek Gunung tidak memberiku tugas apapun. Jadi, untuk menghabiskan waktu, aku hanya diam di ruanganku sambil melakukan berbagai jenis eksperimen pada 'mainan' yang dulu pernah dibuat keluargaku. Karena orang-orang tidak bisa melihat atau menyentuh lagi benda ciptaan keluargaku, jadi aku memungutnya. Ada cukup banyak barang buatan keluargaku yang berserakan di Seireitei. Sebelum kupungut semua, aku sedikit heran karena tidak ada shinigami yang terpeleset akibat menginjaknya. Padahal benda yang berserakan sangat banyak.

Sepertinya dulu keluargaku banyak sekali membuat jenis benda. Buktinya, benda yang kupungut sangat banyak. Sangking banyaknya, ruanganku tidak muat. Untungnya, aku punya tempat yang bagus untuk menyimpan semuanya tanpa perlu memakan tempat, yaitu 'membuangnya' ke dimensi tak berpenghuni. Kebetulan, beberapa tahun lalu, aku (tidak sengaja) menemukan dimensi kecil tak berpenghuni. Semua yang ada di dimensi itu ditutupi salju, seperti pohon, danau, atau daratannya.

Namun, aku mulai kehabisan 'mainan'. Hampir semua barang yang 'kusimpan' di dimensi es itu berkarat atau lapuk. Padahal baru beberapa bulan. Dengan mengesampingkan efek dari salju atau suhu dingin, setelah diteliti, ternyata barang-barang itu telah berusia 50 tahun. Dengan membandingkan usia barang pertama yang kuteliti dengan barang yang kusimpan di dimensi itu, maka perbedaan waktunya adalah 15 tahun. Walau dekat dengan dimensi Soul Society, sepertinya dimensi itu memiliki perbandingan waktu yang sangat berbeda. Saat mengetahui hal itu, aku memutuskan untuk tidak datang ke dimensi itu. Meski dimensi itu terasa nyaman, sepertinya aku harus merelakannya.

Gara-gara itu, aku jadi menganggur. Tidak ada hal yang bisa kulakukan untuk menghabiskan waktu. Saat bertanya pada Kakek Gunung tentang tugas/misi yang mungkin bisa kulakukan, ia malah memberi tanda untuk pergi (baca: mengusir). Karena hal itu, waktu terasa sangat lambat. Apa ini yang namanya bosan?

...

Untuk menghabiskan waktu, aku memutuskan untuk pergi (baca: menyusup) ke divisi 0. Divisi 0 adalah penjaga kerajaan. Mereka adalah organisasi khusus yang melaksanakan tugas kerajaan untuk melayani keluarga kerajaan. Kerena tugas utama mereka adalah melayani keluarga kerajaan, divisi 0 tidak ikut campur terhadap urusan Gotei 13 atau melindungi Soul Society.

Divisi 0 terdiri dari 5 orang yang kemampuannya setara atau lebih hebat dari kapten divisi. Mereka adalah shinigami yang diakui oleh Soul King karena telah membuat kontribusi yang signifikan terhadap sejarah Soul Society. Diantara kelimanya, aku lebih senang menyusup ke tempat Ōetsu Nimaiya. Itu karena dia adalah pencipta zanpakutou.

...

Selama 1 jam untuk setiap harinya, aku selalu pergi ke tempat Ōetsu-san. Dengan kemampuan zanpakutou-ku, aku bisa mengamatinya tanpa ketahuan. Ōetsu-san adalah pria berkulit gelap, rambutnya berwarna hitam, dan bagian yang gundul di cat berwarna hijau. Kesampingkan soal gaya pakaiannya yang berbeda dengan shinigami di Gotei 13, aku lebih tertarik dengan cara ia membuat zanpakutou. Dengan mengamatinya dalam menciptakan zanpakutou, kupikir aku akan bisa memahami zanpakutou-ku.

Dalam waktu sejam, aku terus mengamatinya dan zanpakutou sekitarnya. Kenapa hanya 1 jam? Jika aku berada selama 1 jam lebih di tempat ini, ia seperti bisa merasakan kehadiranku, sekalipun aku sudah membuat ia dan seluruh zanpakutou buatannya untuk melupakan keberadaanku. Insting Ōetsu-san benar-benar tajam. Pengawal kerajaan tidak bisa dianggap remeh.

...

Dua bulan telah berlalu sejak aku mulai menyusup ke tempat Ōetsu-san. Hingga akhirnya Kakek Gunung mengetahui kegiatanku itu. Ia memarahiku habis-habisan. Ia tidak melaporkannya ke Central 46 karena tidak ingin memperpanjang masalah ini. Namun sebagai gantinya, Kakek Gunung memutuskan untuk memberiku tugas. Daripada berkeliaran ke tempat yang tidak seharusnya, dengan memanfaatkan kemampuanku, ia menugaskanku untuk mencari dimensi manusia yang belum mendapatkan perlindungan dari Pasukan Gotei 13. Dengan kata lain, mencari dimensi manusia yang lain. Jika berhasil menemukannya, aku juga harus memastikan apakah di dimensi tersebut terdapat orang-orang yang dapat mengancam keberadaan Soul Society atau tidak.

...

Misi ini tidak semudah yang kukira. Dimensi yang kudatangi kebanyakan dimensi tak berpenghuni. Yah, bagaimana mau dihuni, dimensi yang kudatangi adalah dimensi api, air, tanah tandus, gurun pasir, es, hutan belantara, dan sebagainya. Suhu di berbagai dimensi sangat ekstrim. Benar-benar tidak cocok untuk tempat hidup manusia. Bahkan jika menemukan dimensi yang layak dihuni, tapi di dalam dimensi tersebut tidak ada manusianya. Makhluk hidup tertinggi yang kutemui di dimensi tersebut adalah binatang liar atau hewan buas. Sangking tidak layak untuk manusia, terkadang aku harus kembali ke Soul Society untuk mencari makanan dan air.

Walau aku sering kembali ke Soul Society, tapi pencarianku tidak kembali ke-0. Itu karena semua dimensi terhubung dengan Soul Society, jadi aku bisa kembali ke dimensi yang terakhir kali kudatangi.

Jika diumpamakan, sebuah dimensi itu seperti satu negara di dunia manusia, ada yang kecil dan ada yang luas. Lalu laut dan sungainya adalah Soul Society dan Hueco Mundo. Ya, dimensi Soul Society dan Hueco Mundo itu bertetanggaan. Soul Society dan Hueco Mundo adalah dimensi terbesar dibanding dimensi yang ada di seluruh dunia. Tugasku sekarang adalah mencari 'negara' yang tidak ada 'laut atau sungai'.

Saat aku membuka lubang dimensi, pasti akan meninggalkan jejak seperti 'bekas jahitan'. Agar 'bekas jahitan'nya tidak terlalu banyak, jika ingin mengunjungi dimensi yang sama, aku akan menggunakan 'bekas jahitan' itu sebagai tanda pintu masuk dan keluar.

...

Enam bulan telah berlalu sejak aku melakukan misi ini. Aku masih belum menemukan dimensi yang dihuni manusia. Namun di beberapa dimensi yang kudatangi, ada 5 jejak dimensi yang pernah dibuka paksa. Dengan kata lain, ada 'bekas jahitan' yang bukan aku lakukan. Senkaimon yang dipakai oleh Soul Society tidak akan meninggalkan 'bekas jahitan'. Bahkan jika itu karena kuumon yang dibuka oleh hollow, harusnya 'bekas jahitan'nya akan langsung menghilang.

Karena penasaran, aku memutuskan untuk memeriksanya. Tiga dari lima 'bekas jahitan' bisa kumasuki. Tiga dimensi itu adalah dimensi asam, gurun, dan lahar. Saat aku memeriksa tiga dimensi itu, aku tidak menemukan sesuatu. Lalu dua 'bekas jahitan' yang tersisa, aku tidak bisa masuk ke dimensi tersebut. Jika caraku membuka dimensi seperti membuka pintu geser, maka saat membuka dua dimensi itu, ada tembok atau penghalang dibaliknya. Jika mau, aku bisa saja memaksa masuk, tapi bagaimana jika dimensi tersebut dipakai untuk menahan makhluk paling berbahaya?

Yah, itu hanya tebakanku saja. Kebenarannya, aku tidak tahu. Aku juga tidak mau mengambil resiko untuk mencari tahu lebih dalam. Di saat seperti ini, aku harap memiliki kemampuan untuk melihat masa lalu.

Walau aku memiliki kemampuan untuk melihat segala kemungkinan yang terjadi di masa depan, tapi penglihatan masa depan ini ada kekurangannya, yaitu hanya bisa melihat masa depanku atau orang-orang yang pernah kulihat. Jika memaksa melihat masa depan yang melibatkan orang yang belum pernah kulihat, hasilnya akan samar-samar. Dengan kata lain, penglihatan masa depanku tidak cocok untuk mencari informasi tentang siapa yang membuat 'bekas jahitan' ini.

...

Hampir setahun sejak aku memulai misi ini. Hingga akhirnya, aku menemukan dimensi yang dihuni oleh manusia. Dibanding Soul Society, teknologi di dimensi ini sangat maju. Misalnya, ada besi yang bisa mengangkut banyak manusia sekaligus (baca: bus dan kereta). Terlebih lagi, besi itu bisa bergerak sendiri, tidak memakai tenaga kuda atau manusia.

Lalu, mereka mempunyai alat yang dapat membuat mereka berbicara dengan manusia lain meski jaraknya sangat jauh (baca: hp). Itu mirip dengan denreishinki yang kubuat ulang berdasarkan barang-barang keluargaku, tapi punya mereka lebih hebat karena bisa melihat wajah lawan bicara. Terus, mereka juga memiliki alat yang bisa membuat manusia masuk ke kotak kaca kecil (baca: tv).

"Hebat sekali. Aku ingin mengambil semua benda di dimensi ini untuk diteliti," gumamku spontan saat melihat-lihat dimensi ini.

"Jangan ngawur! Shinigami dilarang mengganggu kehidupan manusia!" seru zanpakutou-ku mengingatkan.

"Mengambil 1 dari setiap jenis barang tidak akan mengganggu kehidupan mereka. Apalagi, dengan menggunakanmu, aku bisa mengambil barang-barang mereka tanpa menyebabkan masalah."

"Itu bukan ide bagus. Bahkan jika berhasil mengamankan 1 dari setiap jenis barang, bagaimana caramu membawanya? Mau di simpan di dimensi-kecil-bersalju itu lagi? Lagipula, jika Yamamoto-sama sampai tahu..." Zanpakutou-ku tidak melanjutkan kata-katanya, tapi aku tahu apa yang ingin ia katakan.

Pada akhirnya, aku memutuskan untuk tidak melakukannya. Yang dia katakan tidak salah. Karena itu, aku melanjutkan penyelidikanku. Setelah diselidiki, ternyata di dimensi ini tidak ada hollow. Aku tidak menyangka jika roh plus di dimensi ini bisa mempertahankan kewarasan mereka agar tidak berubah jadi hollow. Lalu, setelah selesai menyelidiki dan mengirim semua roh plus ke Soul Society, sebagai 'cinderamata' dari dimensi yang kudatangi ini, daripada mengambil setiap benda, lebih baik mengintip ingatan dari pencipta bendanya saja. Lagipula, saat melihat masa depan, manusia di dimensi ini akan punah 100 tahun dari sekarang. Sangat disayangkan bila teknologi yang sudah mereka temukan hilang begitu saja.

...

Setahun telah berlalu sejak aku menemukan dimensi berpenghuni manusia. Akhirnya, aku berhasil menemukan yang kedua. Berbeda dengan yang sebelumnya, manusia di dimensi ini tidak memiliki teknologi apapun. Mereka masih memakai obor sebagai penerangan saat malam hari. Bahkan, manusia di dimensi ini masih melakukan peperangan antar sesama.

Seperti sebelumnya, aku mendatangi semua tempat di dimensi ini, termasuk bagian pedalaman. Diluar dugaan, di dimensi ini ternyata ada hollow. Mereka tersebar di beberapa tempat. Setelah kukalahkan semuanya, total hollow di dimensi ini adalah 21. Jumlahnya tidak terlalu banyak dan hanya hollow kelas teri, tapi jika dibiarkan, ada kemungkinan kalau dimensi ini akan menjadi tempat terlahirnya arrancar ... atau kemungkinan buruknya, espada. Yah, pikiranku sedikit berlebihan, tapi kemungkinannya tetap ada.

Meski sudah mengalahkan semua hollow, tapi penyelidikanku belum selesai. Saat berkeliling, aku menemukan pohon raksasa. Kalau dibandingkan dengan besar dan tingginya pohon ini, aku hanya seukuran upil. Namun, ada sesuatu yang aneh saat aku melihat pohon ini. Pohon ini mengeluarkan aura berwarna biru muda.

Dengan mata iblis, aku bisa melihat warna reiatsu seseorang berdasarkan aura yang keluar di sekitar tubuhnya. Setiap orang memiliki warna reiatsu yang berbeda-beda. Misalnya diriku yang memiliki reiatsu berwarna hijau toska. Namun anehnya, meski pohon ini mengeluarkan aura berwarna biru muda, tapi aku tidak bisa merasakan reiatsu-nya (baca: pancaran kekuatan roh). Yah, sudah sewajarnya bagi tanaman untuk tidak memancarkan kekuatan roh, tapi memiliki warna reiatsu dan tidak ada reiatsu-nya? Ini kasus langka pertama yang kuketahui. Bahkan dalam sejarah Soul Society, tidak ada kasus seperti ini.

Saat tahu kalau ini adalah fenomena langka, rasanya aku ingin memotong dan menganalisis pohonnya–

DEG

–tunggu, bukankah aku pernah berpikir seperti ini? Benar. Waktu itu, aku pernah berpikir untuk memotong pohon raksasa ini. Namun zanpakutou-ku melarangnya karena shinigami dilarang keras mencampuri segala jenis kehidupan di dunia manusia.

"...Ada yang salah dengan ingatanku."

Benar, ada yang salah dengan ingatanku. Berarti, ini adalah ketiga kalinya aku datang ke dimensi ini. Kunjunganku yang pertama, itu saat pertama kali menemukan dimensi ini. Aku memutuskan untuk mengakhiri perjalanan antar dimensiku. Untungnya, Kakek Gunung mengabulkan keinginanku itu. Lalu, karena ada beberapa hollow yang berhasil datang ke dimensi manusia kedua yang kutemui ini (baca: Dunia Shinobi) —entah hollow di dimensi ini berasal dari roh plus atau Hueco Mundo—, Kakek Gunung mengirim beberapa shinigami untuk menjaga dimensi ini. Kunjungan yang kedua, itu saat Kakek Gunung menyuruhku untuk menyelidiki hilangnya para shinigami yang ditugaskan di dimensi ini, termasuk shinigami yang Kakek Gunung kirim untuk melakukan investigasi. Lalu kunjungan yang ketiga ... –tunggu, ini aneh. Dikunjunganku yang kedua, saat aku ingin membedah pohonnya karena mengeluarkan reiatsu dan aura berwarna biru muda, seseorang menyerangku. Lalu, aku tidak ingat apa yang terjadi setelahnya. Apa aku meminta zanpakutou-ku untuk melupakan beberapa ingatanku?

Tidak, bukan. Jika menghapus (baca: melupakan) ingatan, zanpakutou-ku hanya mau 'menghapus' ingatan yang berhubungan dengan penglihatan masa depan. Kau tahu? Saat melihat masa depan, otakku menerima ratusan ribu kemungkinan yang akan terjadi di masa depan. Otakku tidak akan kuat untuk menampung informasi sebanyak itu, sehingga zanpakutou-ku akan memilah dan 'menghapus' informasi masa depan yang tidak diperlukan.

Dengan kata lain, aku baru 2x datang ke dimensi ini. Diriku yang berpikir sudah datang 3x ke dimensi ini, sepertinya itu adalah ingatan palsu.

"Begitu. Jadi semua ini hanya ilusi," gumamku saat menyadari semua kobohongan ini. "Lalu pertanyaannya, apa aku bisa keluar dari sini?"

Kemungkinan terburuk, semua yang kualami selama ini adalah ilusi. Saat dimana aku mengalami amnesia, luka bakar yang kualami saat bertarung melawan Kakek Gunung, serta perjalananku untuk menemukan dimensi manusia yang lain, semuanya adalah ilusi yang tercipta berdasarkan ingatanku. Aku tidak tahu manusia mana yang bisa melakukan hal seperti ini, tapi aku ingin membunuhnya. Kau tahu? Ingatanku adalah data yang kongkret. Sebagai ilmuan, aku tidak akan memaafkan siapapun yang mengacak-acak dan memalsukan 'data'ku.

"Kau partnerku yang asli atau tiruan dari dunia ilusi ini?" tanyaku to the point pada zanpakutou-ku.

"Aku asli!" jawabnya tanpa ada keraguan.

"Buktikan!" pintaku.

Ada kemungkinan kalau jawaban yang ia berikan adalah sesuatu yang ingin kudengar. Pada dasarnya, aku sekarang berada dalam situasi di mana diriku tidak bisa mempercayai apapun. Apa yang kulihat, dengar, sentuh, rasa, bau, bahkan pikiranku sendiri, aku tidak bisa mempercayai semua itu.

"Tubuh aslimu sekarang dibungkus oleh sesuatu seperti akar pohon. Lalu, sebelum Kamu pingsan, aku sempat melihat siapa yang menyerangmu. Manusia itu adalah wanita bertanduk."

Zanpakutou-ku memiliki kemampuan untuk melihat ingatan seseorang, baik itu ingatan yang berada di alam sadar, maupun yang di alam bawah sadar. Saat kita sedang tidur atau pingsan, otak masih menerima informasi tentang apa yang dirasakan oleh tubuh dan kulit. Meski begitu, penjelasan zanpakutou ini sedikit sesuai dengan dugaanku.

"Masih ada kemungkinan kalau itu adalah jawaban yang ingin kudengar. Aku tidak bisa percaya begitu saja."

Kalau ia bisa menembus ilusi ini dan mengetahui informasi yang terjadi di luar, kenapa baru memberitahuku sekarang?

"Saat Kamu bilang 'ada yang aneh dengan ingatanmu', aku segera membaca semua ingatanmu! Saat tahu kalau ada ingatanmu yang tumpah-tindih, aku langsung sadar kalau semua ini hanya ilusi! Lalu, aku mencoba mencari tahu apa yang sedang terjadi dengan tubuh aslimu! Lalu aku tahu kalau Kamu sekarang dalam bahaya!"

Aku sudah tahu. Saat menyadari kalau semua ini adalah ilusi, sudah jelas kalau tubuh asliku dalam bahaya. Aku memang harus segera bangun. Tapi, aku tidak bisa bangun dari sini dengan kemampuanku sendiri. Ilusi ini menggunakan ingatanku. Itu artinya, apapun yang kulakukan tidak ada gunanya. Jika aku mencoba memundurkan waktu pada diriku sendiri sebelum terkena ilusi, ada kemungkinan kalau teknik tersebut tidak berpengaruh dengan tubuh asliku. Saat memundurkan waktuku, bisa saja ilusi ini membuatku berpikir sudah terbebas dari ilusinya.

Sejujurnya, aku sangat berharap kalau zanpakutou di tanganku ini adalah zanpakutou-ku yang asli. Tapi, melihat jawabannya yang sesuai dengan prediksiku, ada kemungkinan kalau zanpakutou ini adalah palsu. Jika ini memang zanpakutou-ku, apa mungkin sebuah pedang bisa terkena ilusi juga?

"Aaarrgghh! Menyebalkan sekali! Aku mengerti kalau Kamu curiga, tapi aku ini zanpakutou-mu yang asli! Cepatlah keluar dari sini sehingga kita bisa menghajar wanita itu! Aku tidak akan memaafkannya karena berani-beraninya meniru kemampuanku!"

Baiklah, jawabannya mulai berbeda dengan prediksiku. Bagian mananya dari ilusi ini yang mirip dengan kemampuan zanpakutou-ku?

"Bagian mananya dari ilusi ini yang mirip dengan kemampuanmu?" tanyaku to the point.

"Ilusi terjadi karena salah satu atau semua inderamu salah menangkap informasi. Saat Kamu menggunakan shikai, bukankah 'dirimu yang dianggap tidak ada' juga bisa disebut ilusi?"

Aku tidak mengerti kemana arah pembicaraan ini. Dilihat dari sudut pandang manapun, lupa dan ilusi adalah hal berbeda. Tapi, karena mengatakan sesuatu yang tak logis dan sama sekali tidak terlintas dipikiranku, sudah jelas kalau dia asli. Apa karena jiwa zanpakutou adalah bagian dari jiwa pemiliknya, sehingga kami bisa terjebak di dalam ilusi yang sama?

"Baiklah, sudah cukup. Aku percaya. Jadi langsung saja. Bisakah Kamu mengaktifkan bankai agar aku bisa keluar dari sini? Karena memiliki mata iblis, seharusnya aku tetap bisa menggunakan bankai meski tidak tahu cara mengendalikannya. Jika Kamu bisa mempengaruhi akar pohon itu agar lupa menggunakan teknik ilusinya padaku, mungkin aku bisa keluar dari sini."

"J-jangan gila, Lucky! Jika aku menggunakan bankai"

"Ya, ada kemungkinan kalau Kakek Gunung akan lupa tentangku lagi. Tapi, berbeda dengan sebelumnya, kali ini hanya sebentar–"

"Bukan begitu! Kalau aku melakukannya, ingatanmu–"

"Aku tahu itu. Tapi, kali ini tidak akan separah sebelumnya. Bankai-mu itu butuh penyesuaian waktu, kan? Dan lagi, selama Kamu tidak berniat menghapus ingatanku, efeknya tidak akan terlalu parah," potongku sebelum ia selesai bicara.

"Tapi..."

"Saat pertama kali aku menggunakan bankai, berapa lama aku menggunakannya?" tanyaku memastikan sesuatu.

"11 menit," jawabnya.

"Lalu berapa lama waktu yang dibutuhkan agar diriku dilupakan oleh semuanya?"

"10 menit."

"Selama 10 menit itu, apa Kamu punya niat untuk menghapus ingatan dan keluargaku?"

"Tidak."

"Berarti kalau pemakaian bankai-nya kurang dari 10 menit, aku tidak perlu khawatir akan dilupakan oleh Kakek Gunung dan Soul Society, kan? Semakin cepat membuat akar pohon itu melupakan keberadaanku, semakin sedikit hal yang aku lupakan," jelasku. Kuharap ia mau melakukannya.

Dalam wujud bankai, zanpakutou-ku akan 'memakan' ingatan yang berada di sekitarnya, termasuk benda mati dan diriku. Itu yang ia katakan padaku dulu. Meski ia tidak berniat untuk 'memakan' ingatanku, selama berada dalam jangkauannya, tetap akan 'dimakan'. Namun, ada perbedaan antara niat dan tidak niat. Jika niat, benda atau makhluk yang sudah ia targetkan, akan melupakan segalanya dan dilupakan semuanya dalam hitungan detik. Itu 10x lebih cepat daripada saat wujud shikai. Lalu, jika tidak niat, benda atau makhluk yang bukan targetnya, hanya akan melupakan 1 atau 2 hal untuk setiap detiknya.

Setelah beberapa detik berpikir, akhirnya ia setuju untuk melakukannya. Itu keputusan yang bijak. Lebih baik kehilangan sedikit 'data' daripada semua 'data'nya palsu.

Padahal dia tahu ... lupa permanen hanya berlaku pada ingatan yang berupa kenangan. Sedangkan kalau lupa menggerakkan anggota tubuh, itu hanya semi-permanen. Yang manapun yang akan hilang dariku, itu bukan masalah. Apapun yang terjadi padaku, itu bukan tanggung jawabnya. Berhentilah mengkhawatirkanku. Aku mohon ... Zanpakutou.

...

...

...


Semuanya menjadi gelap. Saat aku sadar, enam bulan telah berlalu. Efek samping dari penggunaan bankai-ku saat itu adalah lupa caranya bangun dari dalam mimpi.


...

...

...

Saat aku berhasil bangun, semuanya sudah berakhir. Begitu aku sudah sadar, zanpakutou-ku memberikan ingatannya padaku, tepatnya hal-hal yang terjadi saat aku masih tertidur. Otsutsuki Kaguya adalah orang yang telah menyerangku. Otsutsuki Hagoromo dan Otsutsuki Hamura berhasil menyegel Kaguya, menyegelnya di atas langit hingga membentuk benda yang disebut bulan. Hagoromo dan Hamura adalah anak kembar Kaguya. Lalu katak bernama Gamamaru yang berasal dari Gunung Myoboku —katak yang bisa meramal masa depan—, dialah yang memberitahu Hagoromo dan Hamura tentang kebenaran pohon besar yang ingin kubedah a.k.a pohon shinju, serta melatih mereka berdua untuk melawan Kaguya. Hari di mana Hagoromo dan Hamura menyelidiki pohon shinju adalah hari yang sama saat zanpakutou-ku membebaskan diriku dari akar pohon shinju.

Secara garis besar, aku paham dengan apa yang telah terjadi. Kemudian, setelah Hagoromo menyegel Kaguya, ia memutuskan untuk menebus dosa-dosanya —entah dosa mana yang ia maksud. Lalu, sambil menungguku bangun, zanpakutou-ku memutuskan untuk ikut dengan Hagoromo. Lagipula, di dimensi ini, hanya dia yang bisa melihatku.

'Enam bulan sudah berlalu'. Bagaimanapun, aku harus segera kembali ke Soul Society untuk memberikan laporan. Karena itu, tanpa pamit pada Hagoromo, aku langsung kembali ke Soul Society.


-Soul Society-

Begitu sampai di Soul Society, aku segera melapor pada Kakek Gunung tentang Kaguya, pohon shinju yang bisa menciptakan dunia ilusi, dan Hagoromo dan Hamura yang telah menyegel Kaguya. Sebelumnya, karena aku tidak memberi kabar selama 6 bulan, Kakek Gunung hendak 'menjemput'ku —karena mengira aku kabur. Tapi karena tidak bisa masuk ke dimensi itu (baca: Dunia Shinobi), ia mengurungkan niatnya dan memutuskan untuk menunggu sedikit lebih lama.

Namun, saat mendengar laporanku, Kakek Gunung hendak mengirim 5 kapten untuk memusnahkan Kaguya beserta Hagoromo dan Hamura. Aku langsung menghentikannya. Mengirim 5 kapten ke dunia manusia itu terlalu berlebihan. Apalagi, Kaguya disegel di tempat yang tidak bisa dijangkau. Begitu pula dengan Hamura. Itu benar-benar tindakan yang sia-sia.

"Manusia bernama Hagoromo dan Hamura, meski memiliki kekuatan misterius, tapi mereka tidak punya niat untuk membuat kekacauan di dimensi itu. Mereka juga tidak ada niat untuk menghancurkan Soul Society. Zanpakutou-ku sudah memastikannya. Karena itu, daripada dibunuh, bolehkah aku membedah Hagoromo? Lagipula, dia adalah hasil hubungan dari manusia yang berbeda dimensi. Mungkin suatu hari nanti, kita membutuhkan informasi tersebut," saranku. "Lalu, menurut Hagoromo, sesuatu mengincar Kaguya. Mungkin itu adalah orang-orang yang berasal dari dimensi yang sama dengan Kaguya. Jika aku berhasil menangkap dan membaca ingatan orang-orang yang mengincar Kaguya, kita akan tahu asal dimensi mereka. Juga, mungkin kita akan tahu alasan kenapa jiwa orang-orang dari dimensi mereka tidak ada di Soul Society," tambahku.

Tidak peduli berasal dari dimensi mana, semua yang mati akan kembali ke Soul Society atau Neraka. Walau jiwanya dimakan hollow sekalipun, saat shinigami memurnikannya, maka hollow dan semua jiwa yang dimakan hollow tersebut akan tetap kembali ke Soul Society atau Neraka. Lalu masalahnya, kami tidak pernah melihat manusia yang memiliki tanduk seperti Kaguya, Hagoromo, atau Hamura. Manusia yang berasal dari dimensi yang sama dengan Kaguya ... ada kemungkinan jiwa mereka tidak kembali ke Soul Society. Aku bisa saja pergi ke Neraka untuk mencari tahu kalau jiwa mereka ada di sana, tapi Kakek Gunung tidak akan mengizinkannya karena itu melanggar aturan.

"Baiklah. Kau diizinkan melakukan apapun pada manusia itu. Kumpulkan segala informasi yang Kau ketahui, termasuk kemampuan apa saja yang ia miliki. Juga–..."

Memang aku yang menawarkan diri untuk mencari informasi, tapi tidak kusangka Kakek Gunung akan memberi banyak tugas sekaligus. Aku bukannya mengeluh atau apa, tapi takut lupa. Membunuh Kaguya, mencari dimensi asal Kaguya, mempelajari perubahan dari dimensi yang didatangi Kaguya, dan melakukan eksperimen pada Hagoromo, kurang lebih itulah misi yang Kakek Gunung berikan. Juga, termasuk tugas utama shinigami, yaitu membunuh hollow dan mengirim roh plus ke Soul Society.

"Tolong ingatkan aku jika lupa!" pintaku pada zanpakutou. Aku melakukan kontak batin agar Kakek Gunung tidak mendengarnya.

"Hmph!" Zanpakutou-ku hanya mendengus saat mendengar permintaanku. Jadi aku anggap 'iya' saja.

"Kembalilah ke Soul Society setiap setahun sekali untuk memberi laporannya," tambah Kakek Gunung.

"Baik," jawabku.

Alasan kenapa Kakek Gunung memintaku untuk kembali setahun sekali, sebenarnya bukan karena laporan, tapi memintaku untuk melihat masa depan Soul Society dan Gotei 13. Pasti ada lulusan dari Akademi Shinigami yang masuk ke Pasukan Gotei 13. Kakek Gunung dan Central 46 memakai penglihatan masa depanku untuk memprediksi adanya pengkhianat atau pemberontakan dari lulusan tersebut. Kakek Gunung dan Central 46 tahu kalau penglihatan masa depanku tidak cocok untuk memprediksi kedatangan musuh yang berasal dari luar dimensi Soul Society.

Setelah pembicaraan kami selesai, aku memutuskan untuk pergi dari divisi 1. Lalu menuju ke 'bekas jahitan' yang menghubungan Soul Society dengan dimensi itu (baca: Dunia Shinobi). Tapi, setelah membuka portal, aku malah tidak bisa masuk ke sana. Ada sesuatu tak kasat mata yang menghalangiku masuk ke dimensi tersebut.

Menurut ingatan yang diberikan zanpakutou-ku, Hagoromo memasang kekkai untuk melindungi seluruh dimensi itu. Saat aku berhasil kembali ke Soul Society, kupikir teknik kekkai-nya itu gagal. Namun ternyata, pelindung yang ia pasang berfungsi untuk mencegah 'orang luar' memasuki dimensi itu. Aku tidak menyangka seorang manusia bisa menciptakan kekkai yang melindungi satu dimensi. Jadi ini alasan kenapa sebelumnya Kakek Gunung tidak bisa menjemputku? Kakek Gunung tidak menghancurkan kekkai-nya secara paksa karena takut itu menjadi kesalahan fatal ... atau mungkin tidak tahu kalau itu bisa dihancurkan.

"Dasar bodoh," gumamku saat mengetahui hal tersebut. Kata itu kutujukan pada Hagoromo.

'Chakra'. Menurut ingatan Hagoromo yang disalin zanpakutou-ku, kekuatan itulah yang menjadi sumber tenaga untuk menciptakan kekkai tersebut. Aku tidak begitu mengerti apa itu chakra, tapi satu hal yang pasti, chakra mengandung reiryoku (baca: kekuatan/stamina roh). Jika aku ingin masuk ke dimensi itu, hal pertama yang harus kulakukan adalah menghancurkan kekkai-nya. Cara menghancurkannya cukup mudah. Aku hanya perlu melapisi seluruh tubuhku dengan reiryoku yang tebal. Lagipula, jika mau melawan shinigami, yang memiliki reiatsu kuatlah yang akan menang.


-Dunia Shinobi-

Setelah berhasil menghancurkan kekkai-nya, aku segera mencari Hagoromo. Untuk ukuran manusia, reiatsu-nya sangat luar biasa, jadi sangat mudah untuk mencarinya. Tidak butuh waktu lama, akupun berhasil menemukannya. Namun, begitu aku datang, ia langsung marah-marah.

"Apa yang Kau lakukan?! Kenapa Kau menghancurkannya?! Kau pikir membuat kekkai sebesar itu mudah?!"

Aku sedikit kagum. Tidak kusangka ia bisa langsung tahu kalau akulah yang menghancurkan kekkai-nya. Namun, tanpa memperdulikan kemarahan Hagoromo, aku berkata, "Ayo kita bekerja sama!"

Aku memberitahu alasan kenapa harus menghancurkan kekkai yang ia buat susah payah, yaitu agar Soul Society tidak berubah bikiran untuk membunuh Hagoromo. Kalau Soul Society sampai tahu ada manusia yang bisa membuat pelindung seukuran dimensi, sekalipun Hagoromo tidak punya niat jahat, ia pasti akan dibunuh. Juga, aku memberitahunya semua tugas yang kuterima dari Kakek Gunung.

Pada dasarnya, tujuan kami sama. Menurutku, tidak ada salahnya bekerja sama dengan Hagoromo. Lagipula, Kakek Gunung tidak melarangku melakukannya. Jadi, bisa dibilang kalau aku tidak melanggar aturan. Untung Hagoromo mau bekerja sama.

...

Hagoromo bersikeras untuk memasang kekkai lagi untuk melindungi dimensi ini dari luar. Untuk mengelabui kemampuan tersebut dari Soul Society, dengan peralatan seadanya, aku membuat benda yang disebut 'proyek'. Deskripsi yang kupakai: 'Proyek adalah benda berbentuk dadu yang berfungsi untuk menutup paksa kuumon dan mengirim roh plus ke Soul Society atau Neraka. Dengan campuran bahan-bahan khusus yang kudapat saat menjelajahi berbagai dimensi, aku bisa menciptakan benda yang dapat melindungi sebuah dimensi dari invasi hollow. Karena dapat menutup paksa kuumon, mungkin akan ada saat dimana senkaimon juga tidak bisa mengakses dimensi ini'.

Sebenarnya 'proyek' hanyalah benda yang berfungsi untuk mengirim roh plus ke Soul Society atau Neraka. Alasan kenapa sekarang tidak ada hollow yang muncul di dimensi ini lagi, antara tidak ada roh plus yang berubah menjadi hollow atau kekkai yang dibuat Hagoromo membuat hollow dari Hueco Mundo tidak bisa ke sini. Dengan menggunakan alasan 'bahan-bahan langka', Soul Society tidak akan bisa menciptakan 'proyek' untuk dimensi manusia yang lain. Aku segera memberi laporan tentang barang ciptaan ini pada Kakek Gunung dengan denreishinki [note: handphone yang dipakai shinigami]. Dengan denreishinki, aku tidak perlu bolak-balik ke Soul Society jika ingin memberitahu sesuatu.

"Karena Hagoromo memasang kekkai-nya lagi, aku harus memikirkan cara agar Kakek Gunung atau shinigami lain bisa datang ke sini. Bagaimanapun juga, aku harus segera menemukan caranya sebelum mereka berkunjung ke sini."

...

Aku belum ada ide membuat sesuatu yang bisa dipakai untuk melemahkan kekkai Hagoromo. Jadi, daripada membuang-buang waktu memikirkannya, aku memutuskan untuk membedah (baca: menganalisis) Hagoromo dulu. Namun sebelum itu, aku harus membuat tempat yang layak untuk 'membedah' manusia.

...

Butuh waktu 1 minggu untuk membangun laboraturium dan membuat peralatan yang layak untuk melakukan eksperimen. Agar tidak ditemukan manusia, aku membangunnya di tengah hutan, tepatnya 10 km di bawah tanah. Dengan begini, aku bisa menganalisis tubuh Hagoromo dengan bebas.

Aku tidak menyangka, kalau di masa depan nanti, hutan ini akan menjadi tempat yang disebut Desa Konoha.

Hagoromo dan Hamura adalah anak dari manusia yang berbeda dimensi. Jadi sudah pasti mereka bukan reinkarnasi dari manusia yang berasal dari dimensi ini maupun dimensi Kaguya. Saat meneliti Hagoromo, roh yang ada di dalam tubuhnya adalah 'gabungan'. Saat Kaguya mengandung mereka, kedua bayinya menyerap energi kehidupan Kaguya dan orang-orang sekitar sehingga membentuk nyawa baru.

Aku mencoba mengeluarkan roh Hagoromo dengan gokon tekkou. Dan ya, yang keluar adalah roh manusia, bukan gumpalan energi tanpa bentuk. Dengan kata lain, Hagoromo dan Hamura adalah jiwa baru yang bukan reinkarnasi siapapun. Jiwa mereka bukan berasal dari jiwa yang ada di Soul Society. Yah, dilihat dari sudut pandang manapun, ini bukan hal bagus.

Bayangkan: jika ada 1000 manusia beda dimensi yang menikah dan mempunyai anak, maka akan tercipta 1000 atau lebih jiwa manusia yang baru. Roh di Soul Society tidak berkurang, tapi tingkat kelahiran di dunia manusia tidak berubah. Jika dibiarkan, lama-lama jumlah roh yang ada di Soul Society lebih banyak dibandingkan yang di dunia manusia.

Meski begitu, aku tetap mengirim informasi tersebut pada Kakek Gunung. Jika setelah mendapat laporan ini ia menyuruhku untuk membunuh Hagoromo, aku akan melakukannya.

"Baiklah, eksperimennya sudah selesai. Kau boleh kembali ke kehidupanmu, Otsutsuki Hagoromo."


Namun, setelah aku mengirim laporan, Kakek Gunung tidak memberi balasan. Apa itu artinya Kakek Gunung tidak menyuruhku untuk membunuh Hagoromo? Jika iya, aku malah jadi penasaran. Dengan mempertimbangkan watak dan posisinya, seharusnya ia menyuruhku untuk memmbunuh Hagoromo. Aku tidak mengerti apa yang Kakek Gunung pikirkan. Tidak, aku baru tahu alasannya setelah aku membantai semua keluargaku.


...

Setelah menganalisis tubuh Hagoromo, akhirnya aku tahu cara melemahkan kekkai Hagoromo tanpa perlu menghancurkannya. Dengan data penelitian tubuh dan ingatan Hagoromo, aku mungkin bisa membuat sesuatu yang belum ada di Soul Society.

...


Inilah alasan sebenarnya dari pembuatan Ryuuka. Dengan menggunakan data Hagoromo sebagai dasarnya, aku bermaksud menciptakan manusia buatan. Menggunakan zanpakutou-ku sebagai referensi kekuatannya, aku menciptakan sesuatu yang seharusnya tidak boleh kuciptakan. Penciptaan Ryuuka adalah awal diskriminasi Gotei 13 dan Central 46 padaku, kecuali Kakek Gunung. Sikap Kakek Gunung tetap tidak ramah seperti biasa.


Dengan menggunakan demi-hollow yang kutemukan, aku bermaksud menciptakan manusia buatan. Demi-hollow itu akan kugunakan sebagai tiruan wadah dan mengambil sedikit reiryoku-nya sebagai pengganti jiwa a.k.a inti. Demi-hollow yang kutemukan sejenis jibakurei, roh plus yang 'terikat' oleh suatu tempat yang mereka anggap berharga. Demi-hollow adalah roh plus yang sedang mengalami proses perubahan menjadi hollow. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun bagi demi-hollow untuk berubah menjadi hollow, tapi untuk kasus anak ini, mungkin sekitar 2 atau 3 tahun lagi. Yah, melihat ada jibakurei di dimensi ini, sepertinya 'proyek' memiliki kekurangan yang tidak kusadari.

Aku menggunakan zanpakutou-ku dan salah satu kemampuan rinnegan Hagoromo sebagai referensi kekuatan manusia buatan ini. Namun, dalam proses pembuatannya, aku tidak menyangka akan melakukan kesalahan sefatal ini. Karena bisa mengembalikan keadaan suatu objek kekeadaan semula, aku tidak perlu khawatir akan kecelakaan dalam eksperimen. Jika gagal, aku hanya perlu memutar waktu objek, mengembalikan kondisinya seperti semula, tapi...

Aku bermaksud menciptakan manusia buatan yang memiliki kemampuan yang mirip dengan bankai zanpakutou-ku dan menyerap chakra milik Hagoromo —kekuatan yang bisa menghancurkan reiryoku jika tersentuh. Aku benar-benar bodoh. Aku malah memasukkan kekuatan itu saat demi-hollow dipakai dalam proses 'pencetakan'. Karenanya, demi-hollow itu hancur, tanpa menyisakan sedikitpun serpihan rohnya. Bagaimana mau mengembalikan kondisi objek ke keadaan semula, jika objeknya saja hancur tanpa sisa. Aku tidak tahu apakah demi-hollow itu musnah atau langsung bereinkarnasi, tapi jika rohnya musnah, maka aku harus memikirkan ulang agar roh yang dibunuh manusia buatan ini harus berakhir dengan reinkarnasi.

Benar.

Jika menghancurkan roh manusia, maka roh tersebut akan bereinkarnasi. Jika menghancurkan hollow, maka hollow tersebut akan terkirim ke Soul Society. Manusia buatan ini, tidak boleh seperti quincy.

...

Setelah 6 bulan, akhirnya aku berhasil menyelesaikannya. Gara-gara memasukkan kekuatannya sebelum pembuatan tubuhnya selesai, aku harus melakukan trial dan error untuk menyatukan tubuh, kesadaran, pikiran, watak, ingatan yang diperlukan, dan inti tubuhnya. Entah berapa ribu kali aku memundurkan waktuku sendiri agar kedua tanganku tetap utuh. Jika mau buat lagi, aku tidak akan pernah membuat yang seperti ini lagi.

'Manusia buatan' terlalu panjang, jadi aku akan menyebutnya bount. Nama panggilannya adalah Ryuuka (baca: Kuroi). Ryuuka tidak punya tubuh fisik, sehingga ia akan menembus apapun. Ia juga bisa menyebarkan tubuhnya seperti kabut. Lalu, kekuatannya adalah memotong apapun yang mengandung roh menjadi seukuran partikel (roh) (baca: reishi). Kekuatan Ryuuka tidak sama dengan quincy yang memusnahkan roh atau hollow tanpa tersisa.

Penampilan fisik Ryuuka sama seperti demi-hollow waktu itu, tapi beberapa cirinya sedikit diubah. Misalnya, warna rambut Ryuuka berwarna putih. Berhubung ia memiliki mata iblis yang sama sepertiku, jadi warna matanya juga berbeda dengan demi-hollow tersebut.

"Bagaimana?" tanya zanpakutou-ku tiba-tiba. Bahkan ia menunjukkan wujudnya di depan kami. Saat ia melayang di sebelah Ryuuka, mereka terlihat seumuran. "Bukankah dia mirip denganmu?"

Aku mengerti ke mana arah pembicaraan ini. Penampilan dan watak Ryuuka adalah permintaan zanpakutou-ku. Alasan kenapa ia membuatnya mirip sepertiku, ia ingin melihat reaksi atau perasaanku. Sejujurnya, aku tidak tahu ia ingin aku bereaksi seperti apa.

"Ya. Kalau aku sedang memakai jas lab, kami terlihat mirip," ujarku menjawab pertanyaannya.

Di masa ini, aku lebih sering memakai seragam shinigami, yaitu kimono warna hitam.

Entah kenapa, ekspresi di wajahnya berubah cemberut. Satu detik kemudian, ia kembali ke dalam zanpakutou.

"Aku akan kembali ke Soul Society. Aku akan pulang 6 jam dari sekarang. Jadi, nanti jangan lupa untuk melemahkan kekkai yang dibuat Hagoromo!" perintahku pada Ryuuka.

Satu tahun telah berlalu sejak aku tinggal di dimensi ini. Aku harus kembali ke Soul Society seperti perintah Kakek Gunung. Dan sepertinya, aku tidak perlu memberitahu Kakek Gunung tentang Ryuuka. Lagipula, Ryuuka dibuat agar shinigami yang di Soul Society bisa datang ke sini.

Bisa dibilang, Ryuuka itu seperti filter/jaring. Ia bisa menjadi jaring yang banyak lubang besar ... atau menjadi jaring rapat yang bahkan air sekalipun tidak bisa merembasnya. Jika ingin melemahkan suatu jutsu, ia akan berubah menjadi jaring yang banyak lubang besar. Lalu jika ingin menghancurkan suatu jutsu hingga berkeping-keping, maka ia akan berubah menjadi jaring rapat.

"Baik," jawab Ryuuka.

Mendengar jawaban Ryuuka, aku membuka senkaimon dengan zanpakutou. Satu detik kemudian, sebuah pintu geser muncul dari ketiadaaan. Saat pintunya terbuka, keluar satu kupu-kupu hitam. Itu adalah jigoku-chou, kupu-kupu hitam yang akan memanduku melewati senkaimon. Sebenarnya, tanpa jigoku-chou pun aku bisa pergi ke Soul Society dengan selamat. Aku yang terhubung dengan dimensi ruang dan waktu tidak mungkin tersesat di dimensi yang menghubungan dunia roh dan dunia manusia.

Tidak seperti sebelumnya, kali ini aku kembali ke Soul Society melalui 'jalur legal'. Sebelum datang ke sini, Kakek Gunung juga melarangku untuk kembali ke Soul Society dengan cara yang biasa kulakukan. Kakek Gunung memintaku untuk —sebisa mungkin— tidak mengandalkan kemampuan ruang dan waktu.

...

Tanpa terasa, urusanku di Soul Society sudah selesai. Aku sudah kembali ke dimensi ini lagi. Beberapa jam setelah aku kembali, Hagoromo datang ke tempatku. Ia marah-marah lagi perihal kekkai-nya. Padahal kali ini cuma dilemahkan, tidak sampai hancur. Aku juga sudah mengembalikan keadaan kekkai-nya ke keadaan semula. Jadi, karena masalah ini, Hagoromo memutuskan untuk mengajariku cara melewati kekkai tanpa perlu menghancurkan atau melemahkannya lagi.

Karena memiliki mata iblis, aku bisa menirunya dengan mudah. Walau bukan memakai chakra, mata iblis tetap bisa menirunya. Meski yang kulakukan sekarang adalah meniru, tapi yang penting aku tahu cara melakukannya. Menguasainya bisa dilakukan nanti. Yang Hagoromo ajarkan padaku adalah jutsu teleportasi. Berbeda dengan teknik teleportasi kidō, jutsu teleportasi milik Hagoromo bisa membuatku berpindah ke dimensi lain, tanpa perlu membuka lubang dimensi terlebih dahulu. Aku tidak tahu bagaimana cara Hagoromo bisa mempelajari jutsu seperti ini —karena jutsu ini tidak ada di dalam ingatannya—, tapi ini sangat membantu. Daripada memakai Ryuuka, mungkin aku bisa memakai jutsu teleportasi ini sebagai 'pintu jebakan' agar shinigami dari Soul Society bisa datang ke sini.

Itu adalah terakhir kalinya aku bertemu dengan Hagoromo. Ia mulai sibuk dengan kehidupannya sebagai manusia.

...

Setelah beberapa minggu, aku berhasil menguasai jutsu teleportasi yang Hagoromo ajarkan. Lalu, karena zanpakutou-ku pernah menyalin ingatan Hagoromo, aku jadi tertarik untuk menguasai semua jutsu milik Hagoromo. Meski hanya beberapa yang bisa ditiru, tapi apa yang kupelajari ini pasti akan membantu di kemudian hari.

Namun, saat aku meniru beberapa jutsu tipe serangan dengan mata iblis, ternyata kekuatan serangannya tidak berkurang. Berbeda dengan meniru kidō, saat aku meniru jutsu tipe serangan dan membandingkan daya hancurnya berdasarkan ingatan Hagoromo, kekuatannya tidak berkurang sedikitpun. Aku memang tidak menggunakan chakra saat meniru jutsu-nya, tapi tetap saja aneh. Bukankah kelemahan mata iblis adalah 'kekuatan dari teknik yang ditiru akan berkurang setengah'?

Saat mengetahui hal ini, aku jadi berpikir, 'Mungkinkah keluargaku tahu sesuatu tentang Otsutsuki? Mungkinkah salah satu atau semua anggota keluargaku pernah bertemu dengan salah satu atau beberapa orang yang berasal dari dimensi Otsutsuki Kaguya? Lalu, alasan mereka menciptakan mata iblis, kemampuan melihat masa depan, dan manipulasi waktu ... mungkinkah itu untuk melawan kemampuan Otsutsuki?'

"Apa Kamu mengetahui hal ini?" tanyaku pada zanpakutou. Ia pasti tahu sesuatu, mengingat kami selalu bersama, bahkan sebelum aku mengalami amnesia.

"..." Ia hanya diam. Tidak, bukan. Antara dia diam atau aku tidak bisa mendengar jawabannya.

Kalau dipikir-pikir, keluargaku adalah ilmuan yang suka mengurung diri di rumah. Tapi, pasti ada saat di mana mereka pergi keluar untuk mencari bahan penelitian atau semacamnya. Walau terdengar mustahil, tapi ada kemungkinan kalau anggota keluargaku pernah 'berpapasan' dengan orang dari dimensi Kaguya di dunia manusia.

Jika keluargaku adalah orang pertama yang menemukan informasi tentang betapa berbahayanya Otsutsuki, sekalipun Pasukan Gotei 13 dan Central 46 sudah menerima laporannya, maka tidak heran jika sekarang laporannya sudah tidak ada lagi. Gara-gara bankai-ku, Kakek Gunung, Gotei 13, dan Central 46 jadi tidak mengingatnya. Karena keluargaku adalah orang pertama yang menemukan informasi tentang Otsutsuki, maka informasi/laporan tersebut juga terkena reaksi berantai bankai-ku.

"Jika dugaanku benar, maka tidak heran jika Kakek Gunung dan Central 46 mengizinkan keluargaku melakukan eksperimen yang melibatkan ruang dan waktu," gumamku pelan.

Benar. Seaneh apapun seorang ilmuan —walau aku tidak ingat sifat dan watak anggota keluargaku—, tapi tidak mungkin mereka melakukan eksperimen yang melibatkan ruang dan waktu hanya karena alasan 'ingin meniru kemampuan melihat masa depan milik Soul King'. Di Soul Society, melakukan sesuatu yang melibatkan ruang dan waktu adalah hal tabu. Bahkan sampai ada larangan penggunaan kidō teleportasi. Kalau alasan eksperimennya 'ingin meniru kemampuan melihat masa depan milik Soul King', sekalipun keluarga bangsawan, pasti Kakek Gunung dan Central 46 tidak akan pernah mengizinkannya. Bahkan keluarga bangsawan yang lain pasti akan menganggapnya sebagai penghinaan.

"Fuuh, seandainya aku memiliki kemampuan melihat masa lalu."

Meski dugaanku terdengar logis dan masuk akal, tapi aku tidak bisa memberitahukannya pada Kakek Gunung. Itu karena aku tidak punya bukti. Mencari bukti juga percuma. Semua bukti pasti sudah hilang karena reaksi berantai bankai-ku. Orang yang berasal dari dimensi Kaguya juga pasti sudah lupa dengan 'Namikaze' yang pernah mereka temui.

...

Aku akan tinggal di dimensi ini dalam kurun waktu yang tidak bisa ditentukan. Jadi, aku memutuskan untuk melihat semua wajah manusia yang ada di dimensi ini. Untuk menghabiskan waktu, kupikir ini ide bagus. Lagipula, semakin banyak wajah yang kulihat, semakin akurat kemampuan melihat masa depanku. Tentu saja Ryuuka juga ikut dalam 'tur keliling dunia' ini.

Aku sadar kalau tindakanku ini sangat tidak berguna. Jumlah manusia selalu bertambah dan berkurang setiap detiknya. Namun, aku tetap melakukannya untuk menyibukkan diri. Dugaan tentang keluargaku yang tahu tentang Otsutsuki, aku ingin menyingkirkan pikiran itu. Memikirkan sesuatu yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya itu sangat melelahkan.

...

Setelah beberapa lama, aku memutuskan untuk berhenti. Lalu pergi ke Gunung Myoboku. Kalau dipikir-pikir, aku belum memperkenalkan diri ke mereka secara langsung, mengingat saat itu aku dikendalikan zanpakutou-ku. Bisa dibilang, kodok di Gunung Myoboku adalah salah satu penduduk asli dimensi ini. Sebagai shinigami yang akan tinggal di dimensi ini dalam waktu lama, tidak ada salahnya aku menjalin hubungan baik dengan mereka.

Diluar dugaan, kodok-kodok itu menyambut kedatangan kami. Walau melihatnya secara langsung, aku masih tidak percaya ada kodok yang bisa bicara. Rasanya ingin kubedah. Tapi zanpakutou-ku pasti melarangnya.

Semua kodok di Gunung Myoboku juga bisa melihatku. Apa karena mereka binatang? Yah, untuk ukuran binatang, reiatsu mereka lumayan juga.

Untuk sementara waktu, aku memutuskan tinggal di sini. Aku juga sudah meminta izin pada mereka. Di sini ada beberapa hal yang bisa kulakukan untuk menghabiskan waktu, seperti mengobrol dengan Gamamaru perihal kemampuannya dalam melihat masa depan ... dan meneliti teknik yang disebut senjutsu.

...

Aku tidak bisa terus-terusan membaur di kalangan kodok. Jadi, aku memutuskan untuk kembali ke laboratorium. Karena hanya Hagoromo dan kodok di Gunung Myoboku saja yang bisa melihatku, sepertinya aku harus memikirkan cara agar bisa dilihat manusia biasa.


Saat itu, gigai belum ditemukan. Sekalipun aku berhasil menciptakan tubuh buatan a.k.a gigai, tapi aku tidak memberitahu hasil penemuan ini pada Kakek Gunung. Melihat sifat shinigami di zaman itu, aku sangat yakin kalau mereka tidak tertarik dengan tubuh buatan ini.


Sebagai kamuflase jika bertemu dengan manusia, aku membuat rumah di atas tanah laboratoriumku. Yah, mungkin mereka akan merasa aneh jika melihat sebuah rumah di tengah hutan, tapi itu bukan masalah.

...

Dua puluh tahun telah berlalu sejak menciptakan Ryuuka, tapi aku tetap tidak bisa menyingkirkan pikiran itu. Keluargaku sampai membuatku memiliki mata iblis dan 'terhubung' dengan ruang dan waktu untuk mengantisipasi kekuatan orang-orang yang berasal dari dimensi Kaguya. Apa mungkin kekuatan Kaguya lebih hebat dari yang kuduga? Apa kemampuanku dan Ryuuka bisa mengatasi Kaguya atau Otsutsuki lain?

Kaguya yang berhasil membuatku masuk ke mugen tsukuyomi ... akan kubuat itu sebagai kekalahan pertama dan terakhirku. Untuk mengantisipasi kekuatannya, aku akan membuat beberapa bount lagi. Namun sebelum itu, aku harus mencari roh plus yang belum terkirim ke Soul Society. Aku juga harus memastikan kalau roh plus tersebut memang mau membantuku. Aku tidak mau melakukan eksperimen sepihak seperti sebelumnya.

...

Setelah beberapa bulan mencari, akhirnya aku menemukan roh plus yang mau membantuku. Dia roh plus anak kecil yang bernama Kyoshiro. Kali ini, bount yang kubuat adalah bount dengan kemampuan manupulasi udara.

Beberapa minggu kemudian, saat proses pembuatan sifat dan watak, zanpakutou-ku memberi saran lagi. Aku tidak masalah dengan sarannya itu, tapi aku tetap penasaran kenapa ia melakukan hal ini.

"Di bawa santai saja, Lucky," ujar zanpakutou-ku menjawab apa yang kupikiran. Meski begitu, aku tetap tidak mengerti maksudnya.

"Apa aku terlihat terburu-buru?" tanyaku.

"Bukan begitu. Tapi, daripada menciptakan bount hanya untuk mengalahkan Kaguya, lebih baik beri mereka beberapa tugas 'sampingan'. Misalnya mengembalikan emosi dan perasaanmu."

Dia benar. Kalau Kaguya dan orang-orang dari dimensi Kaguya sudah dibereskan, para bount jadi menganggur dan tidak punya tujuan hidup yang lain. Tapi, apa tidak apa-apa jika membuat mereka melakukan sesuatu yang dapat membangkitkan emosi dan perasaanku? Maksudku, jika dilihat dari sudut pandang lain, aku terlihat seperti ilmuan yang memanfaatkan barang ciptaannya untuk kepentingan pribadi.

"Ryuuka juga setuju, kan?"

Tiba-tiba ia menunjukkan wujudnya. Lalu memaksakan pendapatnya pada Ryuuka.

"Aku tidak memaksakan pendapatku!" ujarnya menepis pikiranku. Aku lupa kalau dia bisa tahu setiap detail pikiranku.

"Ya, aku setuju. Lagipula, tidak ada salahnya jika seorang shinigami memiliki emosi dan perasaan seperti manusia," jawab Ryuuka.

"'Mengembalikan emosi dan perasaan', ya? Hmm, baiklah," jawabku yang akhirnya setuju. "Kalau begitu, sifat dan watak seperti apa yang harus kubuat untuk bount ini?"

"Serahkan saja padaku!" seru zanpakutou-ku sambil mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Entah kenapa, ia jadi semangat begini.

...

Setelah beberapa minggu, akhirnya selesai juga. Tidak seperti saat pembuatan Ryuuka, pembuatan bount yang ini cukup cepat. Aku menamainya Tenrou, bount yang memiliki kemutlakan untuk mengendalikan dan merasakan udara. Rambutnya kuubah menjadi warna merah. Lalu, sifatnya suka marah-marah.

Tidak seperti Ryuuka, aku tidak menanamkan ingatan apapun pada Tenrou. Aku juga menanam suatu chip pada Tenrou. Chip tersebut berfungsi sebagai alat pendeteksi keberadaan, serta rekam jejak tentang tindakan yang ia lakukan seumur hidup. Jadi, akan langsung ketahuan jika ia melakukan sesuatu yang diluar batas.

Mulai sekarang, aku juga akan memberlakukan 'Tiga Hukum' pada bount yang kuciptakan. Tiga Hukum adalah hukum yang wajib dipatuhi bount. Jika melanggar, ingatan bount akan dihapus dan tubuh mereka akan disusun ulang seperti saat pertama kali bangun. Ini sebagai pencegahan jika bount mencoba melakukan pemberontakan.

Sayangnya, aku tidak bisa menanamkan chip dan aturan Tiga Hukum pada Ryuuka. Dengan tubuhnya yang seperti itu, rasanya mustahil.

...

Selagi mencari roh plus lain untuk pembuatan bount ketiga, Ryuuka dan Tenrou akan melakukan sesuatu untuk membangkitkan emosiku. Namun, setelah 20 tahun berlalu —sejak pembuatan Tenrou—, aku masih belum menemukan satupun roh plus. Bahkan Demi-hollow juga. Sepertinya aku terlalu menyempurnakan 'proyek' hingga tidak menyisakan satupun roh plus —kecuali Kyoshiro.

Juga, selama 20 tahun ini, Ryuuka dan Tenrou belum berhasil memancing emosi atau perasaanku. Malah, mereka sudah menyerah duluan.

"Hoi! Daripada pusing-pusing, mending pakai dia lagi saja!" saran Tenrou sambil mengangkat Kyoshiro. Dia kasar sekali dengan roh plus yang merupakan 'asal'nya.

"Tidak kreatif namanya kalau menggunakan sesuatu yang sama," balasku.

Dia langsung menurunkan Kyoshiro. Setelah lepas, Kyoshiro langsung kabur dan bersembunyi di balik pohon.

"Cih! Darimana Kau belajar kata itu?! Dasar Shinigami-Batu Sialan!" gerutu Tenrou.

Apa salah jika aku mengatakan 'kreatif'?

"Dan lagi, kenapa roh plus itu masih di sini?!" tanya lagi Tenrou.

"Itu balasan karena membantuku. Dia bilang, 'Aku akan membantumu asal kau mengizinkanku tinggal bersama'," jawabku.

"Apa tidak apa-apa membiarkannya di sini?" tanya Tenrou. Aku paham kenapa dia menanyakan itu.

"Selama ini, dia tidak menunjukkan tanda-tanda perubahan menjadi hollow. Jadi tidak apa-apa," jelasku pada Tenrou. "Lagipula, aku sudah bilang kalau dia hanya boleh tinggal bersamaku selama 60 tahun saja," tambahku

"Dasar orang dewasa egois! Bisa-bisanya mereka membunuh anak kecil yang tidak ada hubungannya!"

Kata-kata itu tidak tertuju padaku, tapi ke orang yang telah membunuh Kyoshiro. Karena Tenrou adalah tiruan dari Kyoshiro, pasti ada semacam 'ikatan' di antara mereka. Walau selalu marah-marah dan kasar, tapi sepertinya Tenrou sangat peduli dengan Kyoshiro.

Walau Hagoromo masih hidup, tapi dimensi ini tidak sedamai itu.

...

Karena tidak menemukan roh plus, aku memutuskan menggunakan diriku sendiri. Saat mengatakan hal itu, wajah Tenrou seperti berkata: 'Mampus! Semoga mati dalam eksperimenmu sendiri! Hwahahahahahahaha!' Aku tidak mengerti kenapa ia berpikir begitu.

...

Bount ketiga kunamai Yuuki. Ia akan menjadi guruku dalam hal memahami emosi dan perasaan. Ia juga akan mengoreksi jika aku melakukan sesuatu yang dapat menyinggung perasaan seseorang. Juga, ia akan mengajariku bagaimana caranya bersenang-senang (baca: jahil).

...

Untuk pertama kalinya, aku merasakan sesuatu yang aneh. Aku tidak tahu itu apa, tapi ada sebuah getaran ... di suatu tempat. Sepertinya itu bukan gempa atau lindu. Aku ... tidak tahu...

"Aku tidak punya kewajiban untuk membantunya. Lagipula, dia juga tidak tahu kalau aku ikut," gumam Ryuuka tiba-tiba.

"Ada apa, Ryuuka?" tanyaku.

Ryuuka itu pendiam. Dia tidak akan berbicara jika tidak diajak bicara duluan. Ia juga bukan tipe yang akan bicara sendiri tanpa alasan.

"Tidak, bukan apa-apa, Lucky-sama," jawab Ryuuka.

Ryuuka bilang 'bukan apa-apa', tapi aku tahu ada sesuatu. Jadi, aku memutuskan untuk melihat ke arah yang Ryuuka lihat. Dan ternyata, seorang gadis berada di tengah hutan. Aku langsung tahu kalau dia bukan manusia yang berasal dari dimensi ini. Aku pernah berkeliling untuk melihat setiap wajah manusia di dimensi ini, tapi belum pernah kulihat manusia yang memiliki rambut berwarna merah.

Sebelum aku berkedip, gadis tersebut sudah menghilang. Aku sedikit terkejut. Itu bukan shunpo. Gadis itu ... jangan bilang kalau dia ...

...

Tempat di mana gadis berambut merah itu muncul ... ternyata tidak terlalu jauh dari rumahku. Saat aku memeriksa area sekitar, aku menemukan sesuatu yang menarik. Itu adalah 'bekas jahitan'. Namun, yang ini berwarna putih. Aku mencoba membuka lubang dimensi di 'bekas jahitan' putih ini. Namun ternyata tidak bisa. Aku juga tidak bisa menyentuh bekas jahitan ini. Lalu, jika mengingat getaran yang kurasakan tadi, sepertinya sumbernya berasal dari sini.

"Dimensi ruang dan waktu, ya?" tebakku. Apa ada beberapa syarat jika ingin mengakses dimensi ruang dan waktu yang ini? Kalau 'bekas jahitan' ini terhubung dengan dimensi ruang dan waktu, sepertinya itu sedikit berbeda dengan dangai atau dimensi ruang dan waktu yang dilalui senkaimon.

Aku bisa merasakan reiatsu gadis berambut merah itu. Reiatsu-nya cukup tinggi ... dan sedikit berbeda dengan Hagoromo atau manusia ber-reiatsu tinggi yang kuketahui. Dari reiatsu-nya, gadis itu terus bergerak, seperti mencari sesuatu. Aku tidak tahu apa yang ia lakukan, tapi untuk sementara, aku akan mengawasi pergerakannya dari reiatsu-nya.

...

Setahun telah berlalu sejak kemunculannya. Ia tidak keliling-keliling lagi. Sudah beberapa hari ia diam di satu tempat. Karena itu, aku memutuskan untuk menemuinya ... sendirian.

"Sudah selesai kelilingnya?" tanyaku begitu sampai.

Namun ia tidak menjawab. Ia masih duduk diam ... sambil memeluk lututnya erat-erat. Karena ia diam saja, aku memutuskan untuk mengintip ingatannya. Sudah kuduga kalau dia adalah seseorang yang datang dari masa depan. Tapi, aku juga sedikit terkejut dengan apa yang ada di kepalanya. Pantas saja dia terpuruk begini. Zaman ini dan zaman ia hidup terlampau jauh.

"Uzumaki Minana. Datang dari masa depan untuk menyelamatkan saudara kembarnya, Uzumaki Naruto, dari Perang Dunia Shinobi ke-4. Namun saat tahu kalau masa lalu yang didatangi adalah zaman purba, Kau merasa kalau dunia sudah kiamat," gumamku menyimpulkan.

"Lucky, Kamu harus menolongnya!" seru zanpakutou-ku tiba-tiba.

"Kenapa? Bukankah akan berbahaya jika membiarkannya hidup? Bagaimana jika terjadi paradoks waktu?"

"Bicara apa Kamu?! Dia itu keturunanmu! Menolong anggota keluarga yang kesusahan itu hal yang wajar! Kalau soal paradoks waktu, Kamu pasti tahu cara menghindarinya, kan?!"

Untuk ukuran zanpakutou, ia mulai bertingkah seenaknya. Tapi, aku tidak bisa menolaknya begitu saja. Yang ia katakan barusan memang tidak salah.

"Bagus sekali, Lucky! Kamu memang partner terbaikku!" seru zanpakutou-ku semangat. Padahal aku belum menjawabnya.

"Lucky..." gumam gadis itu.

"Aku memang Lucky, tapi–... "

Aku tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya. Aku ini memang Lucky. Namun yang membuatku heran, kenapa diriku yang di masa depan bertukar nama dengan Yuuki? Sebenarnya apa yang sudah terjadi di masa depan? Tapi, sepertinya aku harus mengikuti 'permainan' ini. Daripada nanti dia bingung.

"Fuuuhh. Aku adalah Namikaze Yuuki, seorang shinigami."

Aku membawanya ke rumahku. Lalu tanpa pikir panjang, aku juga membantunya untuk membuat bount lagi. Jika ingin menciptakan bount lebih banyak, mau tidak mau aku harus melaporkan hasil eksperimen ini pada Kakek Gunung.

...

75 tahun telah berlalu sejak kedatangan Minana. Setelah selesai mengubah tubuh air Lucky menjadi tubuh darah, aku sekarang melakukan eksperimen dengan menggunakan Minana sebagai subyeknya. Sesuai janji: jika aku membantunya, maka ia harus membiarkanku melakukan uji coba pada tubuhnya. Dan ini adalah eksperimen yang ketiga.

Sama seperti sebelum-sebelumnya, eksperimen yang kulakukan ini cukup sederhana, yaitu melakukan tes DNA.

"Biar kutebak, hasilnya pasti beda lagi, dattebane!"

"..."

Tesnya sudah selesai. Hasilnya sudah muncul. Minana langsung berdiri di belakangku untuk melihat hasil tes DNA-nya.

Hasilnya: Minana bukan keturunanku.

"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!" Minana tertawa dengan keras saat melihat hasil tesnya. Bahkan ia juga memukul punggungku seperti sedang memukul bantal. "Lihat! Aku benar, kan? Sepertinya Kau harus menyerah untuk menelitiku! Hahahahahahahaha!"

Sebelum melakukan eksperimen yang rumit, kupikir sebaiknya mencoba melakukan eksperimen sederhana yang hasilnya sudah jelas diketahui. Eksperimen sederhana yang jawabannya sudah diketahui adalah tes DNA. Uzumaki Minana adalah anak dari Namikaze Minato. Walau Minana memakai nama 'Uzumaki', tapi sudah pasti kalau ayahnya adalah seorang 'Namikaze'. Di dimensi ini, yang nama belakangnya 'Namikaze' hanya aku seorang. Jadi, sudah pasti kalau Minana adalah keturunanku. Tapi, di tes DNA yang ketiga ini, hasilnya berbeda lagi.

Hasil tes DNA yang pertama, 'Minana adalah aku'. Dengan kata lain, komposisi DNA Minana 100% sama dengan komposisi DNA-ku. Yah, Minana memang keturunanku, jadi wajar saja jika ada DNA-ku di dalamnya, tapi sudah jelas mustahil kalau komposisi DNA-nya 100% sama. Kalau DNA-nya 100% sama, itu namanya klon sempurna. Bahkan komposisi DNA-ku dengan Lucky saja cuma 80%.

Hasil tes DNA yang kedua, 'Minana adalah anakku'. Saat melihat hasil tes ini, Minana langsung menghujaniku dengan 1000 ejekan.

Lalu hasil tes DNA yang ketiga, 'Minana bukan keturunanku'. Tidak ada satupun komposisi yang sama di dalam DNA Minana dengan DNA-ku. Dengan kata lain, kami tidak terikat hubungan darah apapun. Hasil ini tidak sepenuhnya salah karena kenyataannya aku belum menikah.

"Minana, sepertinya Kau anak pungut," celetukku menirukan salah satu ejekan Lucky.

"Aku akan sangat senang jika itu memang benar. Aku juga tidak sudi menjadi anak kepala durian itu (baca: Minato)"

"Begitu, ya?" Sepertinya Minana tidak terpancing dengan ejekanku. Yah, aku memang tidak berbakat di bidang itu.

"Jadi, bagaimana?" tanya Minana. Nada bicaranya berubah serius.

"Jawabannya sudah jelas: 'tidak ada cara untuk membuktikan kalau seseorang atau sesuatu itu berasal dari masa depan'," jawabku menyimpulkan. "Ya, tidak ada cara untuk membuktikannya. Karena kalau sampai terbukti, maka akan terjadi paradoks waktu."

...

25 tahun kemudian ... aku merasakannya lagi ... getaran yang sama seperti saat Minana datang ke zaman ini. Dengan kata lain, dimensi ini kedatangan seseorang dari masa depan. Apa dia mengejar Minana? Tidak, sepertinya bukan. Menurut ingatan Minana, hanya dia yang selamat di masa depan. Karena penasaran, dengan samar-samar, aku mencoba mencari asal dari getaran tersebut. Disuatu tempat, pasti ada bekas jahitan berwarna putih, seperti bekas jahitan yang ditinggalkan Minana.

Namun, setengah jam setelah aku mulai mencari, ternyata yang kucari datang dengan sendirinya. Namikaze Yuuki. Tidak kusangka kalau diriku yang di masa depan akan datang ke sini ... ke masa lalu. Tapi, dengan ini terjawab sudah alasan kenapa aku tidak bisa merasakan reiatsu-nya.

Karena repot-repot menemuiku, kupikir ia akan memberitahuku sesuatu yang penting. Tapi sejak tadi, ia hanya diam. Satu detik kemudian, ekspresinya berubah. Ia terlihat terkejut dengan sesuatu. Aku tidak mengerti. Sebenarnya apa yang sedang 'diriku' ini pikirkan?

"Dia ... masih hidup? Kalau begitu ... ini di mana? Tidak, bukan itu. Sepertinya kami (baca: Lucky (3) dan Yukki (3)) bukanlah orang pertama yang melakukan time travel. Gomen, Lucky, Naruto-kun. Kalau kenyataannya seperti itu ... aku tidak bisa mengabulkan keinginan kalian."

Tiba-tiba ia mengatakan sesuatu yang tidak kumengerti. Lalu, ia mencoba membunuh dirinya sendiri dengan hadō #90. Melihat intensitas reiryoku yang terkumpul di tangannya, sudah jelas kalau itu hadō #90. Mengetahui hal itu, aku segera memegang tangannya. Lalu memundurkan waktunya agar hadō #90 tidak jadi aktif.

"Kau ... kenapa Kau menghentikanku?" tanyanya. Ia pasti tidak mengerti kenapa aku menyelamatkan dirinya.

"Tidak tahu..." jawabku dengan suara gemetar. "Jangan tanya aku apa alasannya! Aku juga tidak tahu!"

Tentu saja aku tidak tahu. Aku sendiri tidak mengerti kenapa tanganku bergerak sendiri untuk menolongnya. Zanpakutou-ku sedang tidak mengendalikanku. Jadi sudah pasti kalau tindakanku ini karena kehendakku sendiri. Meski begitu, aku tetap tidak mengerti kenapa berbuat begini.

"Sebelum mati, bisakah Kau memberitahuku apa yang sudah terjadi di masa depan?"

Itu adalah pertama kalinya aku bertindak tanpa alasan yang jelas. Bertindak tanpa alasan yang jelas itu sangat tidak masuk akal. Karena itu, agar diriku tidak linglung, tanpa sadar otakku memikirkan alasan agar tindakkanku dianggap rasional.

Benar, ia tidak boleh mati begitu saja. Ia sudah susah payah datang ke sini dan menemuiku. Walau tahu kalau tindakannya ini dapat menyebabkan paradoks waktu, ia tetap menemuiku. Benar, aku tidak akan membiarkan 'diriku' mati sia-sia. Tidak boleh 'lagi'.

"Kalau begitu, silahkan salin ingatanku dengan zanpakutou-mu."

Aku mengikuti perkataannya. Kusalin semua ingatannya dengan zanpakutou-ku, termasuk ingatan roh yang bernama Uzumaki Naruto. Setelah menyalin semuanya, 'diriku' membunuh dirinya sendiri.

Saat itu, aku tidak sadar ... kalau zanpakutou-ku mulai berubah. Ia tidak ceria atau semangat seperti sebelumnya. Ia jadi pendiam. Lalu, ia melakukan semua yang kuperintahkan, termasuk perintah untuk 'menghapus' ingatanku. Padahal ia sangat menentang jika aku menggunakan kemampuannya untuk 'menghapus' ingatanku sendiri.

Aku mematung dengan apa yang baru saja terjadi. Tindakan bunuh diri'nya' dan ingatan yang kusalin ... semua itu membuat dadaku terasa aneh. Aku ... sepertinya aku tidak punya pilihan lain...

"Buat aku melupakan semua hal yang berkaitan dengan Yukki-Masa-Depan. Tapi, aku akan mengingatnya kembali saat melihat seseorang dari masa depan. Jika tidak melihat seseorang dari masa depan selama seminggu, aku akan lupa lagi," gumamku seraya 'menusuk' diriku sendiri dengan zanpakutou.

"Baik."

Zanpakutou-ku tidak marah atau menolak saat aku memintanya melakukan sesuatu yang tidak ia suka. Saat kubilang 'semua hal yang berkaitan dengan Yukki-Masa-Depan', zanpakutou-ku pasti tahu kalau maksudnya adalah melupakan semua yang berhubungan dengan masa depan, seperti fakta bahwa Minana berasal dari masa depan atau tujuan hidupku yang sekarang.

Namun...

Sebelum mengubah masa depan, pertama-tama aku harus 'meluruskan' beberapa kejadian di masa lalu.

Benar, menolong anggota keluarga adalah sesuatu yang wajar. Itu sebabnya aku membunuh Minana.

...

Aku membuat shinigami di Soul Society melupakan keberadaanku, kecuali Kakek Gunung. Aku menghapus semua dokumen yang berhubungan dengan atau ada namaku juga. Setelah mengubah dan menyegel setengah kekuatan Tenrou menjadi zanpakutou, aku membuat semuanya melupakan keberadaanku. Saat kubilang 'semuanya', itu termasuk para bount juga.

Kemudian, melakukan satu hal yang telah kujanjikan pada Kakek Gunung, yaitu mengubah Ryuuka menjadi zanpakutou. Kau tahu? Ini akan menjadi pekerjaan yang paling banyak memakan waktu dan tenaga. Eksperimen mengubah Ryuuka menjadi zanpakutou kulakukan di dimensi-es-kecil. Itu adalah dimensi tak berpenghuni yang sudah lama tidak kudatangi. Reishi di dimensi itu 30x lebih baik dibanding Soul Society. Ryuuka sekalipun cukup kesulitan menghancurkan reishi di dimensi ini.

...

Dimensi-salju-kecil ini adalah tempat yang tepat untuk melakukan percakapan rahasia. Sebelum genap satu minggu sejak hari eksekusi Minana, aku menanyakan sesuatu yang hanya diketahui Ryuuka.

"Beritahu aku semua yang Kau ketahui tentang masa depan!"

"Baik."

Tanpa membantah, Ryuuka memberitahuku ingatan masa depan yang ia dapat 100 tahun lalu. Ryuuka juga tidak mempertanyakan alasan kenapa aku baru menanyakan ini. Ia memberitahuku apa yang terjadi di masa depan dengan sangat terperinci. Berdasarkan cerita Ryuuka, masa depan yang Ryuuka dan diriku alami sangat berbeda.

Setelah Ryuuka menceritakannya, aku mulai melakukan eksperimen untuk mengubahnya menjadi zanpakutou. Walau tahu aku akan mengubahnya, Ryuuka tidak menolak atau berontak. Ia hanya pasrah.


Seiring berjalannya waktu, aku mulai melupakan tentang pertemuanku dengan diriku yang datang dari masa depan, termasuk obrolanku dengan Ryuuka dan fakta bahwa Minana berasal dari masa depan. Karena tidak ingat apapun yang berhubungan dengan masa depan, aku tidak melakukan sesuatu yang dapat mengubah masa depan. Aku membuang-buang waktu dengan tindakan yang tidak berguna. Bahkan aku sampai menikah dengan manusia untuk menghabiskan waktu. Hingga akhirnya aku memusnahkan keluargaku sendiri.


Ratusan tahun telah berlalu sejak aku membantai (hampir) semua anggota keluargaku. Yang kulakukan sekarang hanya menghabiskan waktu untuk merawat seorang anak Namikaze berambut kuning dan bermata biru. Setelah anak tersebut berumur 5 tahun, dia akan hidup sendiri dan melupakan keberadaanku. Lalu saat ia menikah dan memiliki anak, aku akan membunuhnya dan merawat anaknya.

Dalam wujud shinigami atau menggunakan gigai, aku selalu memakai jubah putih dengan gambar salib dan lingkarang kecil di tengahnya. 'Pusat kematian', itulah arti dari simbol di punggungku. Aku adalah 'pusat kematian' keturunanku sendiri.

...

Untuk menghabiskan waktu, terkadang aku suka berkeliling ke berbagai tempat untuk melihat wajah-wajah baru manusia, serta mendengar gosip terhangat. Namun saat berkeliling, aku menyadari sesuatu yang seharusnya kusadari sejak dulu.

Klan Mibu.

Saat pergi ke Tetsu no Kuni, aku melewati pekarangan mereka. Entah kebetulan atau apa, ternyata mereka adalah reinkarnasi dari roh yang pernah kupakai saat pembuatan bount. Jumlah anggota Klan Mibu adalah 50. Jumlahnya tidak sebanyak roh yang kupakai, tapi para reinkarnasi ini ... mereka memiliki satu kesamaan ...

'Penyakit mematikan', itu nama yang dokter berikan pada penyakit mereka. Penyakit yang dapat membuat seseorang batuk darah, tubuh melemah, dan jantung bisa berhenti kapan saja. Penyakit yang muncul tiba-tiba tanpa gejala apapun. Bawahan Orochimaru yang bernama Kimimaru juga salah satunya. Dia adalah salah satu reinkarnasi dari roh yang kupakai saat pembuatan bount.

Saat menyadari itu, aku segera memeriksa tubuhku. Tapi, aku tidak menemukan sesuatu yang aneh. Sepertinya, efeknya baru terlihat setelah bereinkarnasi. Dikehidupanku selanjutnya ... apa aku juga akan seperti itu?

Sepertinya tidak mungkin. Mata iblis akan memaksaku menggunakan jutsu mustahil sampai 2x. Lalu dipenggunaan yang kedua, mata iblis akan memakan seluruh tubuhku.

...

Tidak kusangka akan bertemu dengan Minana 'lagi'. Ini adalah yang ketiga kalinya. Wujud Minana yang ini seperti anak kecil berumur 7 tahun. Tidak berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya, tujuan Minana adalah menolong orang-orang sekitarnya. Karena selalu bertemu dengan seseorang yang datang dari masa depan, aku tidak lupa dengan tujuanku lagi. Karena itu, aku akan serius untuk meluruskan alur masa lalu.

Saat Minana masuk Akademi, aku menawarkan diri untuk menjadi wali kelas Minana. Tanpa mempertanyakan alasannya, Sandaime Hokage menyetujui permintaanku. Karena aku berinisiatif untuk mengawasi Minana, kemungkinan besar Sandaime Hokage akan menyuruh orang lain untuk mengawasi Minana juga.

Saat itu, yang mengetahui identitasku yang sebenarnya adalah Sandaime Hokage. Karena Shodaime dan Nidaime Hokage sudah mati, jadi mereka tidak akan dihitung.

...

Suatu hari, aku merasakannya lagi ... getaran akibat terbukanya dimensi ruang dan waktu. Namun, getaran yang ini terasa sedikit berbeda dengan kedatangan Minana dan Lucky dulu. Aku tidak terlalu paham, tapi yang pasti, seseorang dari masa depan datang ke masa ini. Saat mengetahui itu, aku segera mencari asalnya dan siapa yang datang ke zaman ini.

Namun setelah tahu siapa yang datang ke zaman ini ...

"Aku tidak mengerti," gumamku pelan sekali.

Ya, aku tidak mengerti. Yang datang ke zaman ini adalah shinobi bernama Mukade. Yang aku tidak mengerti, kenapa Mukade bisa sampai ke masa lalu? Berbeda denganku, diriku yang di masa depan pasti tahu kalau Mukade akan kembali ke masa lalu. Kenapa 'aku' tidak menghentikan Mukade?

Aku tidak mengerti. Jadi kuputuskan untuk mengawasi Mukade juga. Dengan kagebunshin, aku bisa mengawasi 3 orang sekaligus secara bersamaan.

Penglihatan masa depanku tidak berpengaruh pada mereka yang berasal dari masa depan. Dengan kata lain, aku tidak bisa melihat masa depan Mukade, Minana, dan... . Mau tidak mau, aku harus mengawasi mereka dengan cara manual.

...

Enam tahun telah berlalu sejak Mukade datang. Aku merasakan getaran aneh itu lagi. Itu artinya, zaman ini kedatangan seseorang yang datang dari masa depan. Berhubungan aku sedang di Rouran, aku langsung tahu siapa yang datang. Itu adalah Naruto dan Yamato. Aku tidak tahu apakah Naruto yang ini memakai nama Namikaze atau Uzumaki, tapi satu hal yang pasti, ada yang aneh dengan reiatsu Naruto yang ini.

Aku tidak tahu kenapa Naruto dan Yamato bisa datang ke masa ini, tapi aku yakin kalau mereka datang untuk menghentikan Mukade. Aku juga tidak tahu kenapa mereka baru datang sekarang, tapi yang pasti, akan kubiarkan mereka menangani Mukade.


Saat Minato-kun diam-diam menggunakan jutsu untuk menghapus ingatan, aku (baca: kagebunshin Yukki) menggunakan kesempatan itu untuk menghapus ingatan Kyo tentang Minana, Lucky, dan masa depan. Aku tidak mau Kyo mati sia-sia karena mengetahui apa yang terjadi masa depan.

Tapi, sepertinya aku tidak bisa menghentikan Kyo agar tidak terlibat dengan Minana dan Lucky yang mencoba masa depan.


Satu bulan sebelum penyerangan Kyuubi...

'Nueno, seorang ANBU yang bekerja langsung di bawah perintah Sandaime Hokage'. Itulah identitas dan pekerjaan yang kupakai sampai sekarang. Seperti manusia pada umumnya, dengan wujud Nueno ini, aku bermaksud untuk membeli persediaan makanan untuk beberapa hari ke depan. Walau 'orang mati', tapi aku juga bisa merasakan lapar dan butuh makan.

Namun, aku tidak menyangka kalau hari ini akan menjadi hari dimana Lucky menemukanku. Aku sudah mengubah chakra, reiatsu, dan warna aura reiatsu-ku agar terasa dan terlihat seperti milik orang lain. Raut wajah dalam wujud Nueno sangat berbeda dengan saat wujud Yukki. Meski begitu, tidak kusangka ia tetap bisa menyadari keberadaanku. Karena tinggal di desa yang sama selama puluhan tahun dan tidak pernah ketahuan, sepertinya aku jadi meremehkan kemampuan Lucky.

Sebenarnya, alasan kenapa Lucky menyadari keberadaanku adalah mata merah ini. Dalam wujud Nueno, aku tidak memakai lensa kontak, sehingga mataku tetap merah. Setiap kali bertatap mata, Lucky selalu mengira kalau aku adalah bount lain, sehingga ia mengabaikan keberadaanku. Aku juga selalu menggunakan zanpakutou jika ia tanpa sengaja melihat ke arahku. Aku tidak menyangka kalau ia akan langsung menemuiku begitu ingat siapa diriku.

"Ada apa?" tanyaku saat Lucky berdiri di depanku.

"Tidak kusangka kalau selama ini Anda tinggal di sini, Yukki-sama!"

"..."

Aku sudah mengawasi Lucky dan Minana sejak lama. Jadi, aku sudah tahu betul alasan kenapa Lucky langsung menghampiriku begitu ia ingat denganku.

"Beritahu aku cara agar Minana bisa tidur nyenyak!" pintanya to the point.

"Baiklah ... dengan dua syarat!"

Syarat pertama, Lucky sendiri yang akan membuatnya. Syarat kedua, aku akan membuat Lucky melupakan cara melemahkan kekuatan dan efek samping mata iblis, termasuk melupakan tentangku lagi.

Tanpa berpikir panjang, Lucky menyetujui syaratku. Sebegitunya ia tidak ingin Minana bertarung dan berada dalam bahaya lagi.

Aku memberitahu Lucky cara membuat obat dan lensa kontak yang dapat menahan kekuatan dan efek samping mata iblis. Dengan peralatan yang ada di laboraturium, Lucky akan membuat obat dan lensa kontak itu sendiri. Lalu aku akan mengawasinya. Walau kemungkinannya kecil, tapi bisa saja Lucky memanfaatkan situasi ini untuk membuat sesuatu yang lain.

"Yukki-sama, boleh aku bertanya sesuatu?"

Lucky yang ini tidak tahu apapun perihal kejadian 800 tahun lalu. Jadi, sudah pasti ia tidak akan menanyakan sesuatu tentang eksekusi Minana. Karena tidak tahu, Lucky juga tidak membenciku ataupun shingami. Itu sebabnya, ia masih bersikap sopan padaku. Lagipula, kenangan tentangku yang Lucky ingat cuma 'kenangan selama beberapa hari' setelah ia bangkit dari reset.

"Tanya apa?" balasku.

"Waktu itu ... apa Anda yang membuat Kyo melupakan saya dan Minana?"

Aku mengerti. Ia membahas tentang kejadian saat Minana ada di Rouran.

"Ya, itu aku," jawabku.

Tidak ada alasan untuk berbohong. Lagipula, ia akan lupa lagi.

"Begitu." Saat mengatakan hal itu, tangan Lucky berhenti bekerja. Atmosfir di sekitarnya juga terasa berbeda. "Apa Anda musuh kami?"

Jadi ini yang namanya cinta? Rela melakukan apapun —sekalipun menentang penciptanya— dan tidak akan membiarkan orang yang dicintai berada dalam bahaya.

"Aku tidak akan membantu kalian, tapi aku juga tidak akan menghalangi tujuan kalian. Jadi pada dasarnya, aku hanya pihak luar yang tidak mau ikut campur."

Ya, tentu saja aku tidak akan membantu atau menghalangi mereka. Aku tidak perlu mengotori tanganku sendiri. Selama Dunia tidak 'mengizinkan' paradoks waktu terjadi, Minana-Masa-Kini dan Minana-Masa-Depan tidak akan saling bertemu. Jika sampai bertemu, salah satunya akan menghilang.

Saat mendengar jawabanku, Lucky menjadi tenang. Ia melanjutkan pekerjaannya lagi.

...

10 Oktober ...

...hari dimana Namikaze yang kubesarkan akan menjadi seorang ayah.

Dengan kata lain, aku harus bersiap-siap untuk menyusun rencana pembunuhan Namikaze Minato dan Namikaze Kushina.

Namun ...

...seseorang sudah mendahuluiku untuk membunuh Namikaze Minato.

Aku tidak akan memaafkannya.


Bohong. Sebenarnya aku sangat senang saat ada shinigami yang mencoba membunuh Minato-kun. Dengan begini, aku bisa lepas dari salah satu tugas yang mengharuskanku membunuh keturunanku sendiri.


Aku muncul di tengah-tengah pertarungan mereka. Keduanya terkejut saat melihat kedatanganku. Yang satu terkejut karena tidak tahu kalau di sini ada shinigami lain. Yang satunya terkejut karena musuhnya bertambah —karena dibalik jubahku, aku memakai kimono hitam.

"Apa yang Kau lakukan dengan mangsaku?" tanyaku pada shinigami itu.

Sudah lama aku tidak kembali ke Soul Society. Sehingga aku tidak tahu siapa saja kapten Gotei 13 yang sekarang. Karena ia memakai haori putih dengan tulisan '五', itu artinya dia adalah kapten divisi 5 yang sekarang.

Aku belum pernah melihatnya, jadi aku tidak tahu kemampuannya. Saat aku menggunakan penglihatan masa depan untuk mencari info tentangnya, aku cukup terkejut dengan informasi yang kudapatkan ini. Kemampuan zanpakutou-nya mengingatkanku dengan dunia ilusi. Lalu, tidak kusangka ia memiliki tujuan seperti itu.

"Kau dari divisi mana?" Ia malah memjawabnya dengan pertanyaan lain.

"Aizen Sousuke. Kapten dari divisi 5. Tidak kusangka bocah sepertimu mau menjadi Soul King."

Satu detik setelah aku mengatakan hal itu, ia langsung 'melepas' zanpakutou-nya. Aku tahu karena ia memusatkan reiryoku-nya ke zanpakutou. Meski sudah melepas zanpakutou-nya ke bentuk shikai, tapi wujud zanpakutou-nya tidak berubah sedikitpun.

Tidak seperti dunia ilusi, kemampuan zanpakutou Aizen Sousuke hanya ilusi yang mengendalikan 5 panca indra. Selama ingatan, pikiran, dan kehendakku tidak dikendalikan, aku bisa membatalkan ilusinya dengan memundurkan waktuku.

Setelah membebaskan diriku dari kemampuan zanpakutou-nya, aku mendekati Minato-kun. Minato-kun pasti terkena kemampuan zanpakutou Aizen Sousuke juga. Jadi aku harus 'membebaskan' Minato-kun. Namun, saat aku mendekatinya, ia langsung melompat mundur. Minato-kun masih berpikir kalau aku adalah musuh. Melihat sikapnya yang waspada, sepertinya aku akan memundurkan waktu Minato-kun nanti.

"Hei, ayo kita bekerja sama!" seruku pada Aizen Sousuke.

"..."

"Kalau Kau tidak mau melakukannya, akan kubongkar semua rahasia busukmu pada Kapten divisi 1," lanjutku karena dia hanya diam.

Bukannya menjawab 'iya', ia malah meningkatkan reiatsu-nya. Melihat hal itu, aku juga meningkatkan reiatsu-ku. Minato-kun ada di belakangku. Aku tidak boleh membiarkannya pingsan karena reiatsu Aizen Sousuke.

"Hee? Lumayan juga," ujarnya meremehkanku. Cuma bisa pakai 20% kekuatan saja sudah sombong.

Saat shinigami tingkat kapten atau wakil kapten pergi ke dunia manusia, maka di tubuh mereka akan terpasang segel yang disebut gentei reiin. Dengan menekan kekuatan shinigami hingga 20%, gentei reiin berfungsi untuk mencegah reiatsu mereka mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Ketika reiatsu shinigami mempengaruhi lingkungan sekitarnya, maka akan ada kemungkinan muncul manusia dengan kekuatan spritual yang tinggi. Aku bukan kapten atau wakil kapten, jadi tubuhku tidak mendapat segel gentei reiin. Meski begitu, aku cukup sadar diri dengan selalu menahan kekuatanku hingga titik terendah, kecuali sekarang.

"Apa ini artinya Kau tidak mau bekerja sama?" tanyaku lagi.

Bukannya menjawab 'iya', ia malah bersiap-siap melakukan hadō #90. Bisa-bisanya dia mau membunuhku dan Minato-kun dengan cara yang dilakukan diriku yang datang dari masa depan.

"Hadō #90: Kurohitsugi!"

Kidō itu tidak akan pernah muncul dan mencelakai diriku maupun Minato-kun. 0,0000...1 detik setelah kidō-nya muncul, aku memundurkan waktuku dan area sekitarku.

Aizen Sousuke sedikit terkejut karena kidō-nya tidak muncul. Namun, itu hanya sebentar. Ia kembali menunjukkan senyum meremehkannya. Ya, begitu aku tahu rahasianya, ia langsung melepas 'topeng' Aizen Sousuke yang baik hati.

"Begitu. Kemampuan memanipulasi waktu, ya? Pantas saja Kau bisa lepas dari kemampuan Kyōka Suigetsu."

Aku sedikit terkejut saat ia menyadari kemampuanku. Ternyata dia lebih pintar dari yang kuduga.

"Kau mengajakku bekerja sama, tapi apa untungnya buatku?" lanjutnya.

"Aku tidak akan mengganggu rencanamu. Kalau perlu, akan kuberitahu waktu yang tepat untuk melakukan kudeta," jawabku.

"Bahkan Kau memiliki kemampuan untuk melihat masa depan, ya?"

Sepertinya aku terlalu banyak bicara. Aizen Sousuke ... dia berbahaya!

"Baiklah, lupakan saja aku pernah mengajakmu untuk bekerja sama."

Melihat sifatnya, sepertinya ia tipe orang yang akan memanfaatkan segalanya demi mencapai tujuan, walau itu harus mengorbankan rekan sekalipun. Bekerja sama dengan Aizen Sousuke sama sekali tidak menguntungkanku.

"Dan Kau pikir aku akan membiarkanmu begitu saja?"

Aku tahu segala rencananya. Yah, tidak heran jika Aizen Sousuke mau membunuhku.

Meski tahu itu, aku tidak peduli. Aku berbalik dan berjalan menuju Minato-kun. Saat aku menarik zanpakutou-ku dari sarungnya, Minato-kun langsung memasang kuda-kuda. Walau penampilanku seperti Lucky, ia tidak lengah sedikitpun.

"Aku tahu kalau Kau curiga. Aku juga tahu kalau banyak hal yang ingin Kau tanyakan padaku. Tapi, bukankah ada hal lain yang harus Kau lakukan?" ujarku mencoba menenangkan Minato-kun.

Setelah aku berkata begitu, Minato-kun tidak setegang sebelumnya.

"Aku adalah shinigami..."

Saat mengatakan ini, aku 'menusukkan' zanpakutou-ku pada Minato-ku. Aku sengaja memberitahu identitasku agar ia sedikit lengah.

"...Kau bisa menganggapku sebagai dewa kematian yang bertugas untuk mencabut nyawa manusia..."

Aku 'menghapus' ingatan Minato-kun tentang diriku yang datang ke sini, termasuk percakapanku dan Aizen Sousuke yang sebelumnya. Sejujurnya, aku tidak sudi jika harus disamakan dengan Aizen Sousuke dalam bentuk apapun. Jika bisa, aku ingin melepas kimono hitam ini agar tidak dianggap sama dengannya.

Kejadiannya baru terjadi, sehingga tidak butuh waktu lama bagi zanpakutou-ku untuk membuat Minato-kun lupa. Namun, setelah aku membuat Minato-kun lupa, ia terlihat seperti mengabaikan keberadaanku.

"Aku menggunakan Kyōka Suigetsu agar dia tidak bisa melihat kita berdua," kata Aizen Sousuke seolah tahu apa yang sedang kupikirkan. "Bahkan Kau memiliki kemampuan untuk memanipulasi ingatan, ya? Sepertinya akan merepotkan jika aku membuatmu menjadi musuhku."

Satu detik kemudian, Minato-kun menghilang dari hadapan kami. Karena zanpakutou Aizen Sousuke membuat kami jadi tak terlihat, maka Minato-kun buru-buru untuk menghentikan Kyuubi.

"Untuk sekarang, aku akan mengikuti permainanmu," lanjut Aizen Sousuke.

Aku sudah tidak peduli lagi dengannya. Aku hanya perlu pergi ke Soul Society saja. Ada dua alasan kenapa harus pergi ke Soul Society. Pertama, menagih janji karena ada shinigami yang mencoba membunuh mangsaku. Kedua, melihat semua wajah kapten dan wakil kapten Pasukan Gotei 13 yang sekarang. Bagaimanapun, aku harus memastikan kalau Pasukan Gotei 13 yang sekarang bisa bertahan dari kudeta Aizen Sousuke. Akan sangat merepotkan kalau Gotei 13 hilang begitu saja. Aku bukannya mengkhianati Gotei 13 dengan tidak mengatakan pengkhianatan Aizen Sousuke pada Kakek Gunung, tapi beginilah caraku melindungi Gotei 13 yang sekarang.

Setelah melihat semua kapten dan wakil kapten, aku menggunakan penglihatan masa depan untuk melihat nasib Soul Society dan Pasukan Gotei 13. Aizen Sousuke melancarkan rencananya sekitar 18 tahun lagi. Tapi, karena Soul Society dan Pasukan Gotei 13 tetap ada sampai 18 tahun lebih, sepertinya mereka berhasil mengatasi pengkhianatan Aizen Sousuke, Ichimaru Gin, dan Tōsen Kaname. Aku tidak tahu detailnya, tapi ada pihak ketiga yang akan membantu Gotei 13 untuk mengalahkan Aizen Sousuke.

-End of Flashback-

-End of Yukki's POV-


-Alam Bawah Sadar Minato-

Putih. Tidak ada pemandangan apapun selain warna putih. Di alam bawah sadarnya, mantan Yondaime Hokage, Namikaze Minato tidak sendirian. Ada gadis kecil yang sedang berdiri di depan Minato. Dan gadis kecil itulah yang membuat Minato belum sadarkan diri sampai sekarang.

"Kamu kan..."

Gadis kecil yang memiliki rambut berwarna hijau toska, serta memakai kimono putih polos. Setelah terhanyut dalam ingatan Namikaze Yukki, Minato tahu betul siapa dia.

"Salam kenal, Namikaze Minato-kun. Aku adalah zanpakutou-nya Yukki," ujar zanpakutou dengan cerianya.

Walau begitu, Minato bisa menyadarinya. Ekspresi di wajah gadis kecil itu menyiratkan kesedihan.

"Aku minta maaf karena membuang-buang waktumu untuk melihat ingatan Yukki. Tapi, aku ingin minta tolong padamu," lanjut lagi zanpakutou.

Minato tahu apa yang ingin dikatakan gadis kecil ini. Setelah melihat ingatan Yukki dalam sudut pandang Yukki sendiri, Minato akhirnya mengerti pola pikir Yukki. Tidak seperti sebelumnya, kali ini Minato sangat paham dengan alasan dari tindakan Yukki sampai sekarang. Sejak dulu sampai sekarang, hanya satu hal yang ingin shinigami itu capai...

"Jangan khawatir. Aku akan melakukannya."

"A-aku belum bilang–"

Sebelum gadis kecil itu selesai bicara, Minato berjongkok ... menyamakan tingginya dengan gadis kecil itu. Kemudian mengelus kepalanya.

"Aku sudah melihat ingatan Yukki. Jadi aku tahu betul apa yang Kamu inginkan."

Gadis kecil itu tidak bisa menahan air matanya. Melihat hal itu, spontan Minato merangkulnya. Gadis kecil itu langsung menangis. Mungkin sudah sejak lama ia ingin meluapkan perasaannya. Walau hanya zanpakutou, tapi zanpakutou juga punya keinginan dan perasaan.

"Hiks, terimakasih, Minato-kun! Hiks, kalau aku yang bilang, hiks, dia pasti akan menganggapnya sebagai perintah, hiks!"

"Baginya, Kamu itu sudah seperti ibu sekaligus kakak perempuannya. Kamu selalu melindunginya. Jadi wajar saja kalau ia membalasnya dengan mengikuti semua kata-katamu," balas Minato pelan.

"Aku tahu, hiks! Aku tahu..."

Kemampuan sebenarnya zanpakutou Yukki adalah memanipulasi otak. Dengan memanipulasi otak makhluk hidup, ia bisa saja memanipulasi ingatan seperti mengacak-acak puzzle-gambar. Namun pada akhirnya, ia (baca: zanpakutou Yukki) hanya memakai kemampuannya untuk membuat seseorang melupakan sesuatu. Memanipulasi otak agar bisa berbicara dengan manusia lain di alam bawah sadarnya ... ini adalah pertama kalinya zanpakutou Yukki memakai kemampuan tersebut untuk kepentingan pribadi.

...

...

Bersambung . . .


A/N: Yeeaaahhh akhirnya selesai juga ngetik chapter 25. Tadinya 'masa lalu Yukki' mau Kuroki potong jadi 2, tapi pada akhirnya tidak jadi. Semoga Reader-san tidak mabuk karena kepanjangan XD

Ngomong-ngomong, bagaimana menurut Reader-san tentang chapter ini? Apa Reader-san menyukainya? Kalian tidak lupa, kan, kalau nama Yukki sebelum ketemu Minana (1) itu 'Namikaze Lucky' [note: di chapter 22]? Kuroki kasih tanda garis bawah biar tidak tertukar antara nama asli Yukki dan Lucky.

Pas bagian awal setelah judul chapter, Kuroki menggabungkan dunia ilusi dan masa kecil Yukki menjadi satu XD
K-Kuroki tidak memanfaatkan itu untuk memangkas masa lalu Yukki. C-chapter ini memperjelas kalau Yukki memang pernah kalah dari Kaguya dengan mudah dan terkena mugen tsukuyomi. Kalian tahu kalau korban mugen tsukuyomi akan memimpikan ilusi yang paling membahagiakan dalam hidup mereka, kan? Nah, karena Yukki tidak punya emosi, tujuan hidup, impian, dan tidak tahu sesuatu yang membahagiakan dirinya, maka mimpi ilusi yang Yukki dapat adalah 'mengulang kehidupan yang sama'.

Lalu, dari chapter ini juga Reader-san tahu ... kalau zanpakutou Yukkilah yang sebenarnya ingin mengembalikan emosi dan perasaan Yukki. Ingatkan saat scene selesai-membuat-Ryuuka di chapter ini? ^^

Jika ada bagian di chapter ini yang masih membuat Reader-san bingung, silahkan katakan/tanyakan saja.
Jika ada bagian yang salah atau semacamnya dalam cerita fanfic ini, silahkan katakan juga. Silahkan bilang juga jika ada typo, miss typo, dan autocorrect yang terlalu pintar (?). Nanti Kuroki edit lagi bagian yang salah.
Kalau mau ngasih kritik dan saran juga silahkan. Malah bagus.

Kuroki minta maaf kalau ada kata yang membuat Reader-san tersinggung. Arigatou karena sudah mau mampir ke sini. Jaa ne *BOFF*

Btw, chapter depan chapter terakhir *mungkin* XD