Cuplikan chapter sebelum-sebelumnya:

-? ? ?-

"Ngomong-ngomong, boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Yukki setelah selesai 'mengubur' Lucky.

Kushina tahu kalau pertanyaan tersebut ditujukan padanya. Namun sebelum ia menjawab, Yukki sudah berbicara duluan.

"Apa sejak tadi dia belum sadarkan diri?"

Kushina menggeleng pelan seraya menjawab, "Belum."

"Hmm, ini aneh," gumam Yukki sambil memegang dagunya. "Kenapa dia belum sadar? Apa aku menghantam kepalanya terlalu keras?" lanjut Yukki seraya memperhatikan Minato.


Rated: T

Genre: Adventure, Hurt/Comfort

Warning: OC, Death Character, Naruto/Bleach Fusion

Disclaimer: Naruto milik Masashi Kishimoto, Bleach milik Tite Kubo

Main Chara: Namikaze Naruto, Namikaze Minana (OC), Lucky (OC)

Pembuat fic: Kuroki


Final Chapter: Kesempatan Kedua

.

BUAK!

Saat mendengarnya, spontan Kushina memukul Yukki. Amarahnya kembali bangkit. Tidak, siapapun pasti akan marah begitu tahu kalau orang yang membuat suaminya terluka berada di depannya. Terlebih lagi, orang itu tidak menunjukkan tanda-tanda menyesal.

"BERANI-BERANINYA KAU–"

"Kushina?"

DEG

Suara yang lembut dan tenang. Kata-kata Kushina terhenti saat mendengarnya. Bahkan amarahnya langsung memudar. Spontan, ia langsung melihat ke bawah.

"Minato?"

Kushina yakin kalau ia tidak berhalusinasi. Apalagi, saat melihat mata Minato yang terbuka. Saat mata biru itu memandanginya, Kushina langsung memeluk Minato. Lalu menangis ... dalam pelukannya.

"Maaf membuatmu khawatir," bisik Minato tepat di telinga Kushina.

Saat Kushina memeluk Minato, spontan Itachi menutupi kedua mata Sasuke. Sasuke tahu alasan kenapa Itachi melakukan ini, tapi tetap saja ia speechless melihat sikap kakaknya yang overprotective. Padahal dirinya sudah besar.

"Apa yang Kau lakukan, Nii-san?" tanya Sasuke memastikan. Ia berharap kalau dugaannya salah.

"Anak kecil tidak boleh lihat ini," jawab Itachi innocent.

"Aku ini bukan anak kecil!" geram Sasuke sambil menyingkirkan tangan kakaknya.

"Sudah, sudah, Pantat Ayam (baca: Sasuke). Terima saja kebaikan Kakakmu. Anggap saja itu sebagai penebusan karena di masa sebelumnya, ia tidak bisa bermain bersamamu," lerai Kyo sebelum pertengkaran itu di mulai.

Itachi sudah mengetahui apa yang terjadi di masa depan/pengulangan sebelumnya. Ia mengetahuinya secara detail dari Minana. Walau Sasuke tahu tentang adanya masa depan atau fakta bahwa Minana pernah kembali ke masa lalu untuk mengubah masa depan, tapi Sasuke tidak tahu kejadian rincinya.

"Hn," balas Sasuke malas. Apalagi saat dirinya dipanggil 'Pantat Ayam'.

Saat melihat sekitarnya, Minato baru sadar kalau dirinya sudah tidak berada di medan perang. Apalagi saat melihat Onime no Kyo —shinobi yang seharusnya mati 16 tahun 11 bulan lalu— dan Otsutsuki Hagoromo ada di sini. Dengan memperkirakan apa yang terjadi setelah dirinya pingsan, Minato tahu kalau ini bukan di Dunia Shinobi. Dimensi salju ini, Minato yakin kalau ini adalah dimensi di mana anaknya, Minana, pernah terjebak di sini. Dengan kata lain, ini adalah dimensi yang menjadi 'penyimpanan dadakan' Yukki di masa lalu.

Setelah beberapa detik, Kushina melepas pelukannya. Meski begitu, air mata masih membasahi pipinya. Melihat hal itu, Minato langsung bangun. Kemudian mengusap pipi Kushina. Di saat yang sama, ia juga memberikan sedikit chakra-nya pada Kushina. Saat memeluk Kushina, Minato sadar kalau chakra Kushina sudah habis.

"Cup, cup, jangan menangis, Kushina. Aku sudah tidak apa-apa, kok," harap Minato dengan suara lembut. "Jangan khawatir, aku tidak akan mati semudah itu."

Kushina mengangguk pelan. Ia juga mengusap matanya agar air matanya berhenti mengalir.

Setelah istrinya tenang, Minato menoleh ke sebelahnya, tepatnya ke arah Yukki yang sedang duduk di sebelah Lucky. Yukki sedang mengelus-ngelus hidungnya. Melihat hal itu, Minato tahu apa yang sudah terjadi.

"Itulah akibatnya jika Kau membuat Kushina salah paham," ledek Minato seraya tersenyum.

"Membuat seseorang salah paham adalah jalan ninjaku," celetuk Yukki innocent. Namun, saat memperhatikan Minato, Yukki sadar ada yang berbeda dengan Minato yang sekarang. "Apa sesuatu yang terjadi?" tanya Yukki to the point.

"Tidak ada," jawab Minato seraya tersenyum.

Yukki yakin sesuatu telah terjadi saat Minato pingsan. Meski begitu, Yukki tidak peduli jika Minato tidak memberitahunya. Lagipula, itu bukan hal penting.

"Ini...?"

Spontan Yukki melihat ke bawahnya. Tiruannya, Lucky, sudah bangung. Tidak ada perasaan bersalah saat Lucky sudah bangun. Dan Yukki juga tidak ada niat untuk menyingkirkan salju yang menimbun tubuh Lucky.

"Aku memerintahkanmu untuk beristirahat, tapi melihatmu sudah bangun, sepertinya Kau sudah cukup istirahat, ya?" ujar Yukki basa-basi.

Tubuhnya ditimbun salju. Lucky tahu siapa yang melakukannya. Meski begitu, ia tidak peduli. Lucky menyingkirkan salju yang mengubur dirinya. Setelah bisa duduk, ia berkata, "Kenapa Kau menghentikanku?"

"Bukankah ada hal yang harus Kau lakukan?" jawab Yukki dengan pertanyaan.

"Maksudmu menyelamatkan Minana-chan? Itu mustahil."

Gelap dan runyam. Terdengar seperti itulah suara Lucky yang sekarang. Tidak ada semangat sedikitpun. Ekspresi di wajahnya terlihat jelas kalau ia sudah menyerah dengan apa yang terjadi.

Saat mendengar hal itu, Yukki langsung berdiri. Wajahnya tetap tidak ada ekspresi seperti biasanya, tapi di saat yang sama, ada yang berbeda dengan ekspresi tanpa emosinya itu.

"Jadi Kau akan membiarkannya mati?" tanya Yukki memastikan.

"Apapun yang kulakukan akan membuatnya terbunuh. Bahkan ... saat kupikir memindahkan Juubi ke tubuhnya adalah cara untuk menyelamatkannya, ternyata itu malah membuatnya terbunuh. Apapun yang kulakukan–"

"Kau salah," potong Yukki sebelum Lucky selesai bicara. "Aku sengaja membiarkanmu memindahkan Juubi ke tubuh Minana agar Zetsu-Hitam bisa 'membawa kembali' Otsutsuki Kaguya. Jika Minana sampai mati, itu semua sesuai dengan apa yang sudah kurencana–"

"KAU SELALU BILANG BEGITU AGAR AKU TIDAK MERASA BERSALAH, KAN?! PADAHAL KAU TAHU KALAU AKULAH YANG MEMBUNUH MINANA-CHAN! KEINGINANKU UNTUK MENYELAMATKAN MINANA-CHAN MALAH MENUNTUNNYA PADA– "

BUAK!

Kata-kata Lucky terhenti saat Yukki menendang perutnya. Sangking kerasnya tendangan tersebut, Lucky sampai terpental hingga menabrak kekkai. Bahkan sampai muntah darah karena tendangan tersebut.

"Lucky–"

Minato memberi tanda agar Kushina tidak mendekati Lucky. Ia sedikit terkejut dengan sikap Minato. Namun, saat melihat ekspresi Minato yang berkata, 'Jangan ikut campur!', Kushina pun menurutinya.

"Terus kenapa? Kalau aku bilang begitu agar Kau tidak merasa bersalah, memangnya kenapa? Saat tahu kalau Kau adalah penyebab utama kenapa Minana mati, apa Kau akan berhenti menolongnya?"

Mungkin inilah pertama kalinya Yukki menunjukkan ekspresi marah dengan sangat jelas. Benar-benar murni perasaan amarah dan ... kecewa. Matanya yang mengerat tajam, menggemeretakkan giginya kuat-kuat, dan mengepalkan tangan hingga keluar darah, itu benar-benar terlihat seperti manusia yang mengekspresikan kemarahan dan kekecewaan.

"..."

Lucky hanya diam. Emosi yang membuatnya ingin membunuh Kaguya maupun perasaan ingin menolong Minana ... dua emosi kuat itu sudah tidak terlihat lagi di pancaran matanya. Melihat Lucky yang seperti itu, Yukki meredam emosinya. Ia berhenti mengepalkan tangannya. Dalam sekejap, ekspresi di wajahnya kembali seperti semula ... wajah tanpa emosi.

"Baiklah, aku mengerti. Jika Kau mau berhenti terobsesi untuk menyelamatkan Minana, tidak apa-apa. Lagipula, dalam sudut pandangmu, mau menolong atau diam, ujung-ujungnya Minana tetap mati, kan? Yah, intinya terserah Kau," tandas Yukki tanpa intonasi. "Silahkan menyesal sampai mati, 'Kalian Berdua'!" lanjut Yukki dengan suara yang nyaris tak terdengar.

Setelah mengatakan itu, Yukki mendekati Kyo. Begitu sudah di depan mata, Yukki memberikan 3 gulungan kecil pada Kyo.

"Apa ini?" tanya Kyo penasaran.

"Gulungan pertama adalah informasi yang sudah terbukti kebenarannya perihal Otsutsuki Kaguya. Sedangkan gulungan kedua adalah beberapa teori dan dugaan yang kupikirkan tentang Otsutsuki Kaguya," papar Yukki.

"Yang ketiga?"

"Aku tidak ingat," jawab Yukki sekenanya.

"Dasar pembohong," celetuk Kyo saat mendengar jawaban Yukki.

"..." Yukki hanya diam. Ia tidak membantah atau membenarkannya.

"Oh, iya, ini barang yang Kau minta dulu," ujar Kyo seraya mengambil sesuatu dari balik kimononya. Kemudian memberikan sesuatu itu pada Yukki.

Yukki mengambilnya. Benda itu adalah kantung kecil. Terdengar suara benturan kaca saat Yukki mengambil kantung tersebut. Apapun yang ada di dalam kantung kecil itu, terdapat lebih dari satu benda kecil yang terbuat dari kaca. Setelah mendapatkannya, kantung kecil itu menghilang dari tangan Yukki. Dengan hiraishin level 4, ia memindahkannya ke suatu tempat.

Setelah urusannya dengan Kyo selesai, Yukki memperhatikan satu per satu wajah manusia yang ia bawa ke sini. Namikaze Minato, Namikaze Kushina, Uchiha Itachi, Uchiha Sasuke, Uchiha Madara, Mibu Kyo, Otsustuki Hagoromo, dan ... Lucky, Yukki memperhatikan mereka semua dengan seksama. Satu detik kemudian, ia melakukan handseal domba dengan sebelah tangannya.

"Dimensi ini adalah dunia roh. Meski begitu, manusia bisa masuk ke dimensi ini. Tapi, jika manusia berada di dimensi ini selama lebih dari satu hari, reishi dari dimensi ini akan terus menempel di tubuh mereka. Hingga akhirnya, suhu tubuh manusia tersebut akan disamakan dengan suhu yang ada di dimensi ini," jelas Yukki tiba-tiba. "Sebelum hal itu terjadi, sebaiknya aku mengirim kalian kembali ke Dunia Shinobi."

Satu menit telah berlalu sejak Naruto dan Minana (5) pergi. Itu artinya...


-Dunia Shinobi-

Dalam sekejap, semuanya sudah pindah ke Dunia Shinobi. Tempat yang mereka datangi adalah hamparan luas yang menjadi medan Perang Dunia Shinobi ke-4. Saat tiba, semuanya sangat terkejut dengan pemandangan yang mereka lihat, kecuali Yukki, Kyo, dan Hagoromo. Medan perang yang sebelumnya hanya hamparan luas, sekarang ada pohon besar yang cabangnya menyebar ke seluruh tempat. Terlebih lagi, tidak ada siapapun kecuali mereka. Dengan kemampuan sensoriknya, Minato juga tidak bisa merasakan chakra siapapun, termasuk anak-anaknya.

"Sebenarnya apa yang sudah terjadi selama aku pingsan?" gumam Minato yang masih tidak percaya. Ia mencoba menduga apa yang terjadi dengan membandingkan rencana dan ingatan Yukki. Namun, apa yang ia lihat sekarang jauh melebihi ekspetasinya. "Jangan bilang kalau semua orang di dalam kepompong itu?"

30 menit telah berlalu sejak kedatangan Naruto dan Minana (5). Kaguya sudah memindahkan Naruto (dan Minana (5)) dari dimensi ini. Pertarungan mereka tidak terjadi di Dunia Shinobi.

"Hmph! Otsutsuki Kaguya itu...! Apa dia benar-benar manusia?" tukas Kyo.

Tanpa aba-aba, Minato, Itachi, dan Sasuke memotong kepompong yang ada di dahan pohon. Namun, setelah kepompongnya jatuh, sesuatu menarik kembali kepompong hingga tersambung lagi dengan dahan pohon.

"Percuma. Cara itu tidak akan berhasil," tutur Hagoromo memberitahu. "Hanya ada satu cara. Jika ingin membatalkan jutsu mugen tsukoyomi, maka–"

"Rinnegan dan 9 chakra bijuu, kan?" potong Yukki sebelum Hagoromo selesai bicara.

Hagoromo mengangguk pelan, membenarkan jawaban Yukki.

"Anak Durian (baca: Naruto) memiliki chakra dari setiap bijuu. Lalu soal Rinnegan, kita bisa mengambilnya dari Uyut Madara. Tapi, jika menunggu sampai Anak Durian, Tomat Besar (baca: Minana (5)), dan Naga Hantu (baca: Kuroi) mengalahkan Kelinci Peyot, bukankah itu terlalu lama? Yang ada, mereka keburu mati," sanggah Kyo.

"Jangan khawatiir, aku masih punya satu cara untuk membatalkan jutsu mugen tsukoyomi ini."

DEG

Lucky sangat terkejut saat mendengar apa yang Yukki katakan. Saat mendapatkan ingatan semua Lucky, ia tahu betul seluk-beluk kekuatan dan pola pikirYukki. Saat Yukki bilang 'punya satu cara', Lucky tahu apa yang penciptanya maksud.

"Apa Kau mencoba memundurkan waktu pohon jelek itu?" tebak Lucky seraya menatap tajam Yukki.

"Ya, kenapa?"

"Kau tidak mungkin bisa melakukannya! Dengan kemampuanmu, Kau tidak mungkin bisa memundurkan waktu dari objek sebesar itu! Pohon itu menyebar ke seluruh dimensi ini! Kau tidak mungkin bisa–"

"Kau pikir aku siapa?" potong Yukki sebelum Lucky selesai bicara. "Tentu saja dengan seluruh reiryoku yang kumiliki, aku tidak mungkin bisa memundurkan waktu dari 'benda' sebesar itu. Tapi, justru karena tidak bisa itulah ... aku bisa melakukannya," lanjut Yukki seraya menelan sebuah obat. Entah di mana ia menyimpan obat tersebut.

DEG

Lucky melotot tak percaya dengan apa yang hendak penciptanya lakukan. Berdasarkan kata-kata dan obat yang Yukki telan, Lucky tahu betul apa yang ingin Yukki lakukan. Spontan, Lucky bangun dan berlari ke arah Yukki. Walau tubuhnya menjerit karena efek samping dari penggunaan jutsu mustahil, Lucky tetap memaksakan dirinya untuk bergerak.

"Jangan lakukan itu, Yukki-sama! Kalau Kau melakukannya, Kau akan–"

BUAK!

Kata-kata Lucky terhenti saat Yukki memukul perutnya lagi. Padahal yang dipukul adalah bagian perut, tapi Lucky merasa kalau sakitnya menyebar sampai ke ubun-ubun. Walau bount bisa mentolerir rasa sakit, tapi efek samping dari penggunaan jutsu mustahil membuat Lucky tidak bisa menahan rasa sakit ini. Karena hal itu, Lucky kehilangan keseimbangannya. Namun Minato berhasil menahan tubuh Lucky agar tidak jatuh.

"Lucky!" seru Minato pada Lucky. 'Aku tahu kalau dia tidak bermaksud jahat, tapi bukankah ini terlalu berlebihan?' batin Minato saat melihat sikap Yukki.

"Padahal aku bermaksud 'mempermulusnya'. Tapi, melihat dirimu yang seperti ini, sepertinya mau tidak mau harus kulakukan sendiri. Aku tidak bermaksud untuk mengingkari janji yang 'ku'buat di masa depan, tapi kupikir Kau mau menebus kesalahanmu di masa lalu," gumam Yukki pelan sekali. Namun Lucky, Minato, dan yang lainnya masih bisa mendengarnya.

Setelah mengatakan hal itu, Yukki melompat ke dahan pohon. Begitu sampai, ia berjongkok dan menempelkan tangannya ke pohon tersebut. Kemudian bergumam, "Apapun akan kukorbankan untuk menggunakan jutsu mustahil ini. Dengan jumlah reiryoku yang kumiliki saat ini, aku tidak mungkin bisa memundurkan waktu semua manusia dalam kepompong ini ke waktu 5 jam 32 menit lalu. Karena itu, mata iblis ... buat aku bisa memundurkan waktu semua manusia ini agar mereka terbebas dari mugen tsukoyomi. Tentu saja, tanpa mengorbankan sedikitpun reiryoku-ku."

Satu detik kemudian, garis berwarna hijau toska keluar dari setiap jari Yukki. Garis itu memanjang, bercabang, dan bergerak dengan cepat ke seluruh bagian dahan dan kepompong. Setelah garis itu menyebar, kepompongnya bergerak turun. Tidak, tepatnya waktu dipaksa mundur sehingga pohon shinju menurunkan manusia yang di'makan'. Lalu perlahan, pohon shinju melepaskan manusia yang 'terbungkus'. Mata pola riak air yang menjadi bukti terkena mugen tsukoyomi, sekarang mata para korban sudah kembali seperti semula. Yukki memundurkan waktu pohon shinju hingga kembali ke bentu batang raksasa yang bagian puncaknya terdapat bunga raksasa yang hampir mekar.

Yukki tmengabaikan kebingungan dan keributan yang terjadi di bawahnya. Lalu, setelah membatalkan mugen tsukoyomi, ia bergerak ke pohon shinju. Setelah berada di puncak, tepatnya di bagian tengahnya, Yukki melihat sesuatu yang mirip dengan mata sharingan di dalam bunganya. Meski begitu, Yukki mengabaikan keanehan itu. Kemudian, ia mengarahkan telapak tangannya ke bawah.

"Hadō #88: Hiryu gekizoku shinten raiho!"

DUAAR!

Ledakan besar terjadi akibat kidō yang Yukki gunakan. Hadō #88 adalah kidō tingkat tinggi yang dapat menembakkan sinar raksasa energi listrik dan menciptakan ledakan. Namun, karena Yukki menggunakan reiryoku, mereka yang memiliki reiatsu yang tinggi saja yang dapat melihat kidō Yukki.

Walau begitu, semua shinobi yang ada di medan perang terkejut saat tiba-tiba mendengar suara ledakan. Saat menoleh ke sumber suara, mereka sangat terkejut karena pohon shinju-nya sudah menghilang. Seolah-olah, keberadaan pohon shinju di tukar dengan lubang raksasa. Meski tidak tahu apa yang terjadi, tapi mereka tahu kalau laki-laki berambut putih itulah yang melenyapkan pohon shinju.

"Baiklah, sekarang tinggal satu hal lagi–"

Yukki tidak melanjutkan kata-katanya. Rasa sakit di kedua matanya membuat dirinya terdiam karena menahan sakit.

'Aku harus cepat sebelum mata iblis memakan semua reiryoku-ku,' batin Yukki.

Efek samping penggunaan jutsu mustahil yang pertama dan kedua tidak terlalu berbeda. Kedua mata akan terasa terbakar dan seluruh tubuh serasa seperti ditusuk ribuan pedang. Bagi yang pertama kali menggunakan jutsu mustahil, setelah mata iblis memakan semua reiryoku, maka orang tersebut akan pingsan selama 3 bulan. Dan bagi yang sudah 2x menggunakan jutsu mustahil, setelah memakan semua reiryoku-nya, mata iblis akan memakan seluruh tubuh pemiliknya hingga tak bersisa.

Karena rasa sakitnya tidak menghilang meski beberapa puluh detik telah berlalu, Yukki menarik zanpakutou-nya. Kemudian menusuk dirinya sendiri.

"Buat aku melupakan rasa sakit ini sampai aku berhasil membawa kembali Naruto-kun dengan selamat," gumamnya pelan.

Setelah rasa sakitnya hilang, Yukki meniru jikugan ninjutsu milik Kaguya. Dengan mata iblis dan ingatan Yukki-Masa-Depan a.k.a Yukki (3), Yukki membuka lubang dimensi untuk pergi ke dimensi Kaguya. Ia tidak tahu di dimensi mana Kaguya berada, tapi itu bisa dipikirkan nanti.

Begitu Yukki pergi, Minato meletakkan pelan-pelan tubuh Lucky. Lalu meminta Kushina untuk menjaganya. Sejak Yukki memukulnya, Lucky jadi tidak sadarkan diri.

Melihat banyak shinobi yang kebingungan, Minato minta bantuan Kyo untuk menggunakan jutsu telepati dari klan Yamanaka. Dengan kemampuan meniru dari mata iblis, sekalipun Kyo adalah shinigami, Minato yakin kalau Kyo bisa menyampaikan apa yang ingin ia katakan pada semuanya. Untungnya, Kyo mau membantu Minato.

Saat Minato memegang pundak Kyo, Kyo mengaktifkan telepati dan menghubungkan pikiran Minato pada semua shinobi di medan perang. Dengan memanfaatkan gelar Yondaime Hokage yang pernah ia miliki, sangat mudah untuk membuat semua orang tenang dan mendengarkan apa yang ia jelaskan.

Minato pingsan sebelum Kaguya muncul. Tentu saja informasi yang ia miliki tidak selengkap dan sedetail orang-orang sekitarnya. Meski begitu, ia tahu betul apa yang ingin di ketahui aliansi shinobi saat ini, yaitu tentang wanita misterius yang tiba-tiba muncul di medan perang dan laki-laki yang menghancurkan pohon shinju.

Minato menjelaskan kalau Otsutsuki Kaguya adalah orang yang dibangkitkan oleh Zetsu-Hitam. Ia juga menjelaskan kalau Kaguyalah dalang sebenarnya Perang Dunia Shinobi ke-4. Zetsu-Hitam adalah kehendak Kaguya. Zetsu-Hitam memanipulasi Madara agar bisa dipakai untuk membangkitkan Otsutsuki Kaguya yang pernah disegel Rikudou Sennin di masa lalu.

Minato juga menjelaskan siapa laki-laki yang melenyapkan pohon shinju dengan sekali serang. Laki-laki itu adalah shinigami bernama Yukki. Minato bilang kalau Yukki datang ke dunia ini karena memiliki misi untuk membunuh Kaguya. Alasan kenapa Yukki bisa memiliki misi seperti itu, Minato hanya memberitahukan detailnya pada lima kage dan Mifune saja.

Setelah mendengar penjelasan tentang Yukki dari Minato, orang-orang memutuskan untuk percaya dengan Yukki juga. Walau kata shinigami a.k.a malaikat maut membuat mereka sedikit takut, tapi fakta bahwa Yukki telah menolong mereka dan menghancurkaan pohon shinju adalah bukti kalau Yukki tidak akan mencabut nyawa mereka. Di dunia manusia, apalagi di Dunia Shinobi, kata 'shinigami' memiliki makna yang sangat menakutkan.

Setelah menjelaskan apa yang perlu diketahui aliansi shinobi, Minato meminta semuanya untuk bersiaga. Minato meminta mereka untuk membentuk kelompok dan berpencar ke beberapa tempat dan menutupi titik buta setiap kelompok. Itu karena mereka tidak tahu kapan musuh akan muncul dan menyerang mereka secara mendadak. Akan lebih baik jika bersiaga penuh akan skenario terburuk.

"Kyo, boleh aku tanya sesuatu?" tanya Kushina saat Kyo selesai membantu Minato.

"Apa?" balas dan tanya Kyo.

"Apa yang terjadi dengan Shodaime, Nidaime, dan Sandaime?"

Minato sangat terkejut dengan apa yang Kushina katakan. Saat tahu kalau mantan kage terdahulu dibangkitkan, pikiran Minato langsung tertuju pada satu oorang.

'Jangan bilang Minanalah yang membangkitkan mereka?' pikir Minato seraya menepuk jidatnya. 'Aku tahu kalau aliansi shinobi kekurangan kekuatan tempur, tapi–...! Fuuhh, begitu semua ini selesai, akan kumarahi dia!'

"5 jam 35 menit telah berlalu sejak Kaguya muncul. Aku berani bertaruh kalau mereka bertiga sudah kalah."

DEG

Kushina sangat terkejut dengan apa yang Kyo katakan. Setelah mendengar perkataan Kyo, Minato baru sadar kalau tadi ia tidak merasakan chakra siapapun selain mereka.

"Jangan khawatir. Aku masih bisa merasakan reiatsu mereka. Aku sudah memberikan mereka gokkon tekkou. Aku juga menyuruh mereka untuk keluar dari tubuh edo tensei dan bersembunyi di suatu tempat jika melihat wanita bertanduk. Tubuh edo tensei adalah sasaran yang empuk jika berhadapan dengan kelinci tua itu (baca: Kaguya). Ninjutsu benar-benar tidak berguna di hadapannya," jelas Kyo sebelum mereka tambah khawatir. "Yah, orang naif seperti tiga kage itu tidak mungkin menuruti kata-kataku yang bermakna 'kabur dari pertempuran'. Itu sebab, setelah Lucky-Putih (baca: Yukki) menyingkirkan Muka Keriput dan Pantat Ayam (baca: Itachi dan Sasuke), aku memberitahu mereka rencana kami agar mereka tidak buang-buang nyawa. Karena Orochimaru dan bawahannya ada di sana, mereka juga jadi tahu," lanjut Kyo.


-Beberapa Menit Sebelumnya-

-Di Dimensi Lain-

Setelah beberapa kali tersesat, akhirnya Yukki berhasil menemukan keberadaan Kaguya. Naruto sudah berhasil memojokkan Kaguya dan membebaskan 9 bijuu. Sekarang, Naruto sedang berusaha mengeluarkan roh Kaguya dari dalam tubuh Minana. Melihat hal itu, Yukki segera membantu Naruto dengan memegangi kepala Kaguya agar tidak masuk lagi.

"Yukki-san!" seru Naruto saat melihat kedatangan Yukki.

"Aku datang untuk membunuhnya dan menjemput kalian. Ayo cepat kita selesaikan ini!"

"Baik!"

Setelah beberapa puluh detik, Naruto berhasil mengeluarkan roh Kaguya dari dalam tubuh Minana. Begitu roh Kaguya keluar, tubuh Minana kembali ke wujud semula, yaitu anak kecil berambut putih pendek dan memakai jaket, celana, dan syal hitam.

Begitu Kaguya keluar, Yukki menyeret Kaguya agar sedikit menjauh dari Naruto dan Minana. Setelah beberapa langkah, ia berhenti. Ia masih mencengkram kepala Kaguya sejak keluar dari tubuh Minana. Kemudian menusuk Kaguya dengan zanpakutou-nya. Setelah 10 detik, Yukki mendengar suara dari dalam kepalanya.

"Seperti dugaanmu, Yukki."

Itu adalah suara zanpakutou-nya. Sebenarnya, Yukki ingin mengorek informasi lebih banyak dari Kaguya, tapi efek samping dari mata iblis membuatnya menyerah. Sebelum mata iblis memakan semua reiryoku-nya, ia harus membunuh Kaguya dan pergi dari dimensi ini.

"Hadō #88: Hiryu gekizoku shinten raiho!"

DUAAR!

Ledakan besar terjadi akibat kidō yang Yukki gunakan. Hadō #88 adalah kidō tingkat tinggi yang dapat menembakkan sinar raksasa energi listrik dan menciptakan ledakan. Satu serangan itu membuat roh Kaguya hancur hingga tak bersisa. Setelah memastikan kalau reiatsu Kaguya sudah tidak terasa lagi, Yukki memasukkan zanpakutou-nya ke sarung pedang.

Dengan hiraishin level 4, Yukki berpindah ke dekat Naruto. Gravitasi di dimensi ini terlalu berat untuknya, sehingga Yukki memilih memakai cara pintas.

"Sudah selesai bicaranya?" tanya Yukki karena sepertinya Naruto dan Kuroi sedang membicarakan sesuatu yang penting.

"HUWAA!"

Bukannya menjawab, Naruto hanya membalasnya dengan teriakan terkejut. Meski begitu, Yukki tidak peduli jika Naruto tidak menjawab pertanyaanya.

"Tidak ada yang tertinggal, kan?" tanya Yukki pada Kuroi, Naruto, dan para bijuu.

"Tidak," jawab semuanya serentak.

"Baiklah..." balas Yukki tanpa intonasi.

Tanpa membuang-buang waktu, Yukki langsung menteleportasi semuanya ke Dunia Shinobi. Karena kekkai buatan Hagoromo, ia hanya bisa membawa semuanya dengan jutsu teleportasi antar dimensi yang pernah Hagoromo ajarkan.


-Dunia Shinobi-

Dalam sekejap Naruto, Minana, Kuroi, Yukki, dan para bijuu kembali ke Dunia Shinobi. Mereka sampai di tempat yang tidak terlalu jauh dari tempat Minato, Kyo, Hagoromo, dan yang lainnya. Untungnya, Yukki menteleportasi mereka ke tempat yang tidak ada siapa-siapa. Sehingga 9 bijuu tidak menginjak siapapun. Saat melihat ayah dan ibunya, sambil menggendong Minana, Naruto langsung berlari ke arah mereka.

"Tou-chan! Kaa-chan! Aku berhasil, dattebayo!" seru Naruto seraya menepuk pelan punggung Minana, memberi tanda pada Minato dan Kushina kalau dirinya telah berhasil membawa Minana dengan selamat. "Tapi aku harus mencari Sakura-chan atau Tsunade-baa-chan, dattebayo! Kondisi Minana lemah sekali!" tambah Naruto.

Minato tidak heran kalau kepanikan Naruto membuatnya tidak bisa berpikir jernih. Saat Naruto lewat, seraya menunjuk ke arah Yukki, Minato berkata, "Kalau mencari dokter, harusnya–"

Namun, kata-kata Minato terhenti saat melihat Yukki yang sudah terkapar. Saat hendak mendekati Yukki, gumaman Naruto membuat Minato menunda niatnya.

"Minana..."

Spontan Minato menoleh ke belakangnya. Entah kenapa, langkah Naruto terhenti tepat di sebelah Kushina. Ia tidak lanjut mencari Sakura atau Tsunade. Ia hanya diam sambil mendekap Minana erat-erat.

"...sejak kapan kamu..."

Naruto langsung terduduk. Kakinya terlalu lemas untuk berdiri. Bahkan ia tidak bisa menahan air mata agar tidak keluar. Dalam sedetik, semangat dan wajah cerianya langsung menghilang.

Detak jantung Minana hampir tidak terasa. Bahkan hembusan napas yang harusnya bisa Naruto rasakan, sekarang sudah tidak terasa lagi. Terlebih lagi, saat melihat ke dalam alam bawahnya, Naruto tidak menemukan Minana (5) di manapun. Bahkan saat bertanya keberadaan Minana (5) pada Kurama dan bijuu lain dalam dirinya, mereka hanya diam.

Melihat Naruto yang mematung, Kushina segera duduk dan memeriksa keadaan Minana. Namun saat memeriksa area leher, ia tidak merasakan denyut apapun. Tubuhnya langsung lemas saat tahu kalau putrinya telah...

"Sejak awal, Tomat Besar tidak berniat untuk menolong Rampai (baca: Minana (6) a.k.a Minana-Kecil). Pikirannya untuk membiarkan Rampai mati tetap tidak berubah. Semua penjelasan dan rencana yang ia katakan adalah omong kosong untuk menyakinkan kalian kalau masih ada yang namanya harapan," jelas Kyo saat melihat Naruto dan Kushina yang sedih.

"ITU BOHONG, DATTEBAYO! SAAT MENGGUNAKAN CHAKRA KURAMA, AKU TIDAK MERASAKAN KEINGINAN MEMBUNUH DARI–"

"Tentu saja Kau tidak merasakannya. Sejak Kau dan Istri Durian (baca: Kushina) meyakinkannya untuk menyelamatkan Rampai, dia memutuskan untuk tidak membunuhnya. Ia memutuskan untuk membiarkanmu bertindak seenaknya. Entah tindakanmu berhasil menyelamatkan Rampai atau tidak, ia tidak peduli," potong Kyo sebelum Naruto selesai bicara.

"Jadi, saat Minana bilang cara melemahkan Kaguya dengan mengeluarkan Juubi dalam tubuhnya, sebenarnya itu bohong?" gumam Kushina pelan sekali.

DEG

Naruto terbelalak saat mendengarnya. Pada akhirnya, semua berjalan sesuai takdir. Alasan Minana kembali ke masa lalu itulah yang menghancurkannya. Sadar tidak sadar, Naruto tidak bisa menyangkal kalau dirinya sudah bergerak sesuai takdir. Karena dirinyalah alasan Minana kembali ke masa lalu, maka dirinyalah yang membuat Minana terbunuh.

"TIDAAAAAKKKK!"

Tangsinya langsung pecah. Saat tahu kalau dirinyalah yang membunuh Minana, Naruto terus memeluk adiknya erat-erat.

'Apanya yang mengubah takdir! Apanya yang menghapus rantai kebencian! Apanya yang menjadi Hokage! Mengubah takdir dan menyelamatkana adikku sendiri saja tidak bisa!' rutuk Naruto dalam hati.

"Penyebab kematian Rampai bukan karena Juubi dikeluarkan dari dalam tubuhnya, tapi karena roh Kelinci Peyot (baca: Kaguya) yang dipaksa keluar dari tubuh Rampai. Apa kalian masih ingat dengan kata-kata ini? '...jika seseorang tiba-tiba menarikmu dengan paksa, kau pasti akan berpegang pada sesuatu di sekitarmu, kan?...' Masih ingat?" papar Kyo.

Naruto dan Kushina terhanyut dalam kesedihan mereka. Meski begitu, mereka masih mendengar apa yang Kyo katakan. Saat mendengarnya, mereka jadi teringat dengan penjelasan Minana (5) yang menyamakan mengekstrak bijuu dengan menarik seseorang.

Tubuh dan roh manusia terhubung oleh inga no kusari, atau juga disebut rantai takdir. Alasan kenapa jinchuuriki mati saat bijuu-nya dikeluarkan, itu karena saat bijuu dieksrtak dari dalam tubuh jincuuriki, secara tak sadar, bijuu akan memegang apa yang ada di sekitarnya, seperti roh jinchuuriki atau inga no kusari agar tidak tertarik keluar. Yah, pada dasarnya, jika seseorang tiba-tiba menarikmu dengan paksa, kau pasti akan berpegang pada sesuatu di sekitarmu, kan? Kurang lebih seperti itu teorinya. Lalu, karena Kaguyalah yang mengendalikan tubuh'ku', maka roh Kaguya lebih dominan dari roh'ku'. Jadi, jika kita mengeluarkan Juubi, pasti roh Kaguya yang akan kena dampaknya, bukan roh atau inga no kusari-'ku'

"Salah satu kelebihan keturunan Uzumaki adalah daya hidup yang tinggi. Sekalipun inga no kusari mereka terputus atau hancur, tubuh mereka masih bisa menahan rohnya walau cuma sebentar. Buktinya, Uzumaki yang menjadi jinchuuriki masih bisa bertahan hidup walau bijuu-nya ditarik keluar," tambah Kyo memberi penjelasan.

"Jadi begitu, hiks?" isak Kushina. Saat mengetahui hal itu, ia tidak bisa tidak menyalahkan dirinya sendiri. 'Padahal petunjuknya sudah sejelas itu. Kenapa aku tidak menyadarinya, dattebane?!'

Saat tahu kalau putrinya meninggal, sebagai seorang ayah, ia tidak mungkin tidak sedih. Matanya sudah berkaca-kaca. Meski begitu, ia berlari mendekati Yukki. Saat sudah sampai, ia bisa melihat Yukki yang kesakitan. Hal itu terlihat jelas di wajahnya. Bagi Minato, ini adalah pertama kalinya ia melihat ekspresi kesakitan Yukki sejelas itu. Meski begitu, Minato tetap menggoyang-goyang tubuh Yukki agar cepat bangun.

"Hoi, bangun! Apa Kau akan membiarkan semuanya berakhir seperti ini?! Kemana rasa percaya dirimu yang selalu bilang 'rencanaku 1000x lebih baik' itu?! Bukankah Kau sudah berjanji akan..."

Minato tidak melanjukan kata-katanya. Saat melihat ekspresi kesakitan Yukki yang tidak berubah, sebenarnya ia sudah tahu kalau Yukki sudah tidak mampu. Menggunakan jutsu mustahil pasti sudah membebani tubuhnya. Terlebih lagi, reiryoku-nya pasti hampir mencapai batas. Mata iblis pasti sudah memakan semua kekuatan roh Yukki hingga habis.

'Tidak akan kubiarkan semuanya berakhir seperti ini!' batin Minato tidak terima.

Yukki sudah menyiapkan segala rencana untuk menghancurkan masa depan Minana dan Lucky. Minato tahu itu. Minato sadar kalau Yukki tidak bisa menyelesaikan rencana tersebut. Namun, orang yang menjadi kunci untuk rencana ini, malah memilih untuk menyerah. Lalu Yukki sendiri tidak bisa menutupi lubang dalam rencana tersebut. Karena itu, dengan berat hati, mau tidak mau, ia harus membuat rencana tersebut berjalan lancar. Minato segera meninggalkan Yukki dan berlari menuju Naruto.

'Aku tidak tahu bagaimana cara melakukannya! Aku hanya melihatnya 1x, itupun dari jarak jauh! Tidak, tidak ada alasan! Aku harus bisa bagaimanapun caranya!' batin Minato.

Namun, Minato sangat terkejut saat melihat Lucky yang sudah bangun dan duduk di depan Naruto. Melihat hal itu, Minato mempercepat langkahnya.

-Lucky (3)'s POV-

(Beberapa saat sebelumnya)

'Alasanmu kembali ke masa lalu itulah yang akan menghancurkanmu atau kau yang akan menghancurkan tujuanmu.' Itu adalah fakta yang kuketahui setelah membunuh Minana (4). Dan itu tidak akan bisa diubah tidak peduli seberapa keras kau berusaha.

Orang yang datang dari masa depan bisa mengubah masa depan dengan mudah. Namun di saat yang sama, Dunia tidak akan membiarkan terjadinya paradoks waktu. Jika dua kontradiksi ini benar dan salah disaat yang sama, maka aku akan berhenti untuk mengubah masa depan. Aku akan berhenti untuk menyelamatkan Minana-chan. Percuma saja aku menyelamatkan Minana-chan. Apalagi sekarang masih tanggal 10 September.

Namun, jika aku tidak melakukannya, Yukki-sama yang akan melakukannya. Tapi, apa dia bisa memastikan kalau Minana-chan tidak terbunuh lagi? Kalau sampai tanggal 10 Oktober ternyata Minana-chan mati lagi, maka 2 orang yang penting bagiku akan mati.

Apa yang harus kulakukan?

"TIDAAAAAKKKK!"

Aku bisa mendengar suara teriakan dan tangisan Naruto-kun dan Ibu Mertua (baca: Kushina). Apa Naruto-kun berhasil mengalahkan Kaguya? Jika iya, berarti dia lebih hebat dari yang kuduga. Aku, Yukki-sama, dan Bocah Hantu (baca: Kuroi) saja butuh usaha yang sangat keras untuk membunuhnya.

Yukki-sama memukulku hingga pingsan. Namun aku sudah sadar beberapa menit lalu. Aku tidak tahu sudah sejauh mana proses penghancuran yang dilakukan mata iblis, tapi sepertinya mata iblis sudah 'memakan' syaraf rasa sakitku, sehingga aku tidak merasakan apapun lagi. Saat aku membuka mata, aku masih bisa melihat. Jika aku masih bisa melihat, sepertinya aku masih punya waktu sampai mata iblis 'memakan' semua fungsi di tubuhku. Jika aku ingin mengubah masa depan, aku harus melakukannya sekarang.

Aku bisa mendengar penjelasan Kyo tentang alasan kenapa Minana-chan terbunuh. Dari kata-katanya, sepertinya Minana-chan Besar bermaksud untuk menyelamatkan Minana-chan. Namun pada akhirnya, Minana-chan Besar memanfaatkan semua hal agar Minana-chan terbunuh.

Apa aku akan diam saja dan membiarkan Minana-chan mati? Apa aku...

Silahkan menyesal sampai mati, 'Kalian Berdua'!

Tanpa sadar, aku teringat dengan apa yang Yukki-sama katakan sebelumnya. Apa maksudnya dengan 'Kalian Berdua'? Harusnya hanya aku yang menyesal karena tidak menyelamatkan Minana-chan, sedangkan Minana-chan tidak perlu menyesal karena ia sudah berhasil menyelamatkan keluarganya.

Aku tidak mengerti apa yang Yukki-sama maksud. Pada akhirnya, aku mengendalikan darah dalam tubuhku agar bisa bangun. Kemudian duduk di depan Naruto-kun. Melihat Naruto-kun yang menangis dan memeluk erat tubuh Minana-chan yang tak bernyawa, aku jadi teringat dengan kejadian dulu ... saat aku tidak sengaja membunuh Minana (baca: Minana (4)).

Aku menarik tubuh Minana-chan (baca: mengendalikan darah dalam tubuh Minana) agar lepas dari Naruto-kun. Kemudian menurunkan Minana-chan. Setelah meletakkan Minana-chan, aku meletakkan satu tanganku di tengah dada Minana-chan. Lalu mengalirkan chakra ke tanganku.

Sebenarnya aku tidak mau melakukan ini. Aku sudah tidak ada niat untuk menyelamatkan Minana-chan. Apapun yang kulakukan, pasti akan membuat Minana-chan terbunuh. Bahkan jika aku menghidupkannya lagi dengan kisou tensei yang kulakukan ini, kemungkinan besar Minana-chan akan mati lagi. Apalagi sekarang masih tanggal 10 September. Tapi, aku masih penasaran dengan kata-kata Yukki-sama.

Tubuhmu 'cacat'! Rusak! Tubuh H2O (baca: air), tapi malah mengendalikan darah sebagai teknik utama! Tidak memiliki kekuatan hollow, arrancar ataupun vizard, tapi malah mengeluarkan reiatsu mirip hollow, menos, vizard, atau arrancar! [note: di chapter 11]

Menyelamatkan Minana adalah tugasmu. Tugasku adalah mempermulusnya. [note: di chapter 17]

Tanpa sadar, aku mengingat kembali apa yang pernah Yukki-sama katakan padaku. Hingga akhirnya, aku mengerti apa maksudnya yang sebenarnya. Padahal akan lebih mudah jika dia langsung mengatakannya. Kenapa harus pakai teka-teki begini? Rasanya aku ingin menjitaknya.

Benar, bukan hanya aku yang menyesal jika Minana-chan tidak selamat dari perang ini, tapi 'aku yang dari masa kini' juga. Shinigami yang datang 16 tahun 11 bulan lalu, pasti 'aku masa kini' yang membuat shinigami itu datang ke dimensi ini. Kemudian membuat shinigami itu membunuh Minana-chan dan Minana-chan Besar. Benar juga. Lucky-Masa-Kini juga pasti menerima 'kutukan' yang sama denganku, ya?

"Begitu, ya? Aku mulai mengerti semua rencanamu, Yukki-sama. Harusnya sejak awal Kau jelaskan semuanya padaku. Jadi aku tidak perlu sampai berpikir untuk tidak menghidupkan Minana-chan," omelku pada Yukki-sama (?).

Saat Yukki-sama bilang, 'Aku akan menghancurkan masa depan Minana dan Lucky', maksud sebenarnya adalah, 'Akan kuhancurkan masa depan di mana Minana-Masa-Kini dan Lucky-Masa-Kini memutuskan untuk kembali ke masa lalu'. Dengan kata lain, ia akan melakukan apapun agar kami tidak punya keinginan untuk kembali ke masa lalu.

Walau aku mengomel begini, aku tidak bisa mendengar suaraku sendiri. Ada 2 kemungkinan, yaitu mata iblis sudah 'memakan' pita suara atau gendang telingaku. Kalau mata iblis sudah mengincar panca indera, sepertinya aku harus cepat.

Selagi tanganku menggunakan jutsu kisou tensei, aku mengeluarkan sedikit darah dalam tubuhku agar bisa dipakai sebagai pengganti tangan. Sebelum jutsu kisou tensei ini selesai, aku harus melakukan sesuatu yang penting. Kukendalikan darahku menjadi tentakel-tentakel kecil berjumlah 10. Lima tentakel kecil kukendalikan untuk mengeluarkan mata kananku, sedangkan lima lainnya mengeluarkan sharingan yang ada di mata kanan Minana-chan. Karena Minana-chan menggunakan izanagi, mata kanannya tidak terlihat seperti sharingan lagi. Kugunakan tentakel-tentakel ini untuk melakukan operasi dadakan. Lalu, setelah mengeluarkan mata kanan Minana-chan, aku mentransplantasikan mata iblisku pada Minana-chan. Dalam hitungan detik, operasinya selesai.

Dengan begini, tidak akan ada yang namanya paradoks waktu. Keadaan terakhir Minana-chan Kecil sekarang sesuai dengan penampilan terakhir Minana-chan Besar. Penampilan terakhir Minana-chan Besar adalah tubuh kecil seperti anak berumur 8 tahun, rambut pendek berwarna putih, mata kanannya adalah mata iblisku, serta di telapak tangan kirinya terdapat simbol dengan lambang bulan sabit. Itu semua sesuai dengan wujud Minana-chan Kecil yang sekarang.

"Walau begitu, aku masih khawatir karena ini masih tanggal 10 September. Karena aku tidak ada, kuharap Minana-chan tidak berpikir kembali ke masa lalu untuk menyelamatkanku lagi. Aku benar-benar sedih jika itu sampai terjadi lagi. Minato, Kushina, dan Naruto masih hidup. Jadi nikmatilah kebahagiaan itu."

Minana-chan tidak akan mendengarkan celotehanku ini. Saat seseorang mati, rohnya akan muncul di tempat lain. Roh Minana-chan sekarang pasti ada di Konoha.

"Minato, Kushina, Naruto. Walau perang sudah selesai, tapi kalian tidak boleh lengah. Aliansi shinobi tidak boleh tenang sampai tanggal 10 Oktober. Edo tensei yang dilakukan Kabuto pasti akan membuat mereka (baca: shinigami/pasukan gotei 13) bergerak. Mereka tidak akan diam saja saat tahu ada jutsu yang dapat mengendalikan mereka," ujarku memperingati.

Aku tidak tahu apakah mereka mendengar suaraku atau tidak. Aku tidak tahu apakah mereka mengerti apa yang kukatakan atau tidak. Namun, setelah aku selesai bicara, walau aku tidak bisa mendengarnya, Minato membalas, "Serahkan saja pada kami. Kau istirahatlah dengan tenang. Soal Minana juga, Kau tidak perlu khawatir. Kami pasti akan menjaganya. Kami tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang sudah Kau buat, Lucky!" Aku tahu itu dari gerak bibirnya.

Air matanya mengalir saat ia mengatakan hal itu. Sepertinya Minato sudah tahu kalau aku adalah Lucky-Masa-Depan. Sasuga, Bapak Mertua. Kuharap ia tidak membeberkan hal ini pada yang lain.

"Terimakasih untuk segalanya."

Setelah mengatakan hal itu, aku selesai memakai jutsu kisou tensei. Jutsu kisou tensei adalah jutsu buatan shinobi Sunagakure yang bernama Chiyo. Singkatnya, kisou tensei adalah jutsu yang dapat menghidupkan orang yang telah mati dengan mengorbankan nyawa pengguna jutsu. Sebenarnya, disebut 'mengorbankan nyawa pengguna jutsu' bukan hal yang tepat. Jika dijelaskan dalam sudut dunia roh, alasan kenapa seseorang mati setelah menggunakan kisou tensei, itu karena inga no kusari (rantai takdir) atau reitai (tubuh yang membentuk roh saat seseorang mati) pengguna jutsu akan mengalami kerusakan. Itu sebabnya, jika Yukki-sama sampai menggunakan jutsu ini untuk menghidupkan Minana-chan, tubuhnya bisa hancur.

Satu detik kemudian. Semuanya menjadi gelap. Ah, sial. Kalau sudah sampai mata, sepertinya sudah tidak lama lagi. Dasar mata iblis sialan! Tidak bisakah 'Kau' menunggu sampai aku memastikan keadaan Minana-chan? Aku belum sempat melihat apakah roh Minana-chan sudah ada di dalam tubuhnya atau belum.

-End of Lucky (3)'s POV-

Lucky berhasil menghidupkan Minana dari kematian. Hal itu terlihat jelas saat rambut putih Minana berubah kembali menjadi merah. Minana memang belum siuman sejak Lucky berhasil menghidupkannya, tapi perutnya yang kempas-kempis sudah cukup sebagai bukti kalau Minana sudah bernapas kembali.

Beberapa detik kemudian, tubuh Lucky mengeluarkan cahaya. Hingga kemudian, tubuhnya berubah menjadi transparan. Melihat hal itu, Minato, Kushina, dan Naruto memeluk Lucky. Mereka bertiga menangis sejadi-jadinya. Bagi mereka, Lucky sudah seperti keluarga mereka sendiri. Lucky sudah tidak bisa mendengar tangisan maupun pelukan keluarga Namikaze itu. Meski begitu, Minato, Kushina, dan Naruto memeluk Lucky hingga tubuhnya hilang sepenuhnya ... berubah menjadi salju-salju kecil.


Perang Dunia Shinobi ke-4 telah usai. Walau harus menelan banyak korban, tapi aliansi shinobi berhasil memenangkan peperangan. Meski begitu, dibandingkan di pengulangan ke-4 atau sebelum-sebelumnya, jumlah korban di pengulangan ke-6 ini jauh lebih sedikit.

Setelah perang usai, para bijuu tidak di segel di dalam tubuh manusia lagi, kecuali Hachibi dan Setengah Kyuubi. Hachibi memutuskan untuk kembali ke Killer Bee, sedangkan Setengah Kyuubi memutuskan untuk kembali pada Setengah Kyuubi yang ada dalam tubuh Naruto. Para bijuu bebas memilih tempat tinggal yang mereka mau. Lima kage tidak mempermasalahkan hal tersebut. Setelah bersatunya lima desa shinobi, tidak perlu lagi 'menyimpan' bijuu untuk menyaingi kekuatan militer desa lain.

Setelah perang usai, Kyo mengirim kembali Otsutsuki Hagoromo, Senju Hashirama, Senju Tobirama, dan Sarutobi Hiruzen ke Soul Society. Kemudian, ia juga membawa Uchiha Madara dan Yakushi Kabuto ke Soul Society. Mereka berdua dibawa untuk mempertanggungjawabkan tindakan mereka karena telah melibatkan orang mati dalam perang mereka sendiri.

Sebelum kembali ke Soul Society, Yukki meminta Kyo untuk menyampaikan informasi tambahan pada Kapten Divisi 1, Yamamoto Genryuusai Shigekuni. Informasi tersebut berkaitan dengan Kaguya dan orang-orang yang berasal dari dimensi Kaguya. Alasan kenapa di Soul Society tidak ada manusia bertanduk seperti Kaguya, itu karena mereka memakan roh orang-orang mereka sendiri. Mereka 'memakan' tubuh dan roh keluarga mereka sendiri agar mendapatkan kekuatan secara instan. Setelah mendapat informasi tersebut, Kyo kembali ke Soul Society. Sedangkan Yukki tetap di dimensi ini.


Dua minggu telah berlalu sejak berakhirnya Perang Dunia Shinobi ke-4. Walau Dunia sudah menjadi damai, tapi mereka belum bisa tenang. 10 Oktober adalah titik yang menentukan bisa atau tidaknya mereka hidup. Meski begitu, yang mengetahui info tersebut hanya shinobi tingkat chuunin ke atas saja, sedangkan genin dan penduduk biasa tidak diberitahu. Ketegangan akibat perang dan mugen tsukoyomi belum sepenuhnya hilang. Memberitahu penduduk biasa tentang kedatangan shinigami hanya akan menyebabkan kepanikan. Terlebih lagi, tidak banyak orang yang bisa melihat shinigami. Sehingga, para kage hanya meminta shinobi di desa mereka untuk berpatroli seperti biasa. Jika ada shinigami yang datang, pasti para shinigami itu akan menyerang kelima desa shinobi terlebih dahulu.

-Di Konoha-

-Kediaman Namikaze-

Setelah apa yang terjadi, kehidupan di keluarga Namikaze tidak berubah. Meski begitu, mereka kedatangan satu anggota keluarga tambahan. Minato membawa Yukki ke kediamannya. Melihat kondisi Yukki setelah perang, keluarga Namikaze memutuskan untuk merawatnya.

Dua minggu telah berlalu sejak berakhirnya Perang Dunia Shinobi ke-4. Yukki masih terbaring di tempat tidur. Bukan karena efek samping akibat penggunaan jutsu mustahil yang pertama, tapi karena ia 'lupa' caranya menggerakkan anggota tubuh.

"Kau sudah seperti kakek-kakek saja, Yukki-jii-chan," ledek Minana begitu masuk ke kamar Yukki.

Penampilan Minana sama sekali tidak berubah, seperti jaket hitam, syal hitam, dan rambut merahnya. Bahkan mata kanan yang seharusnya berwarna merah, tetap berwarna biru karena lensa kontak khusus yang ia pakai.

"Kali ini Kau, ya, yang menjadi instrukturku?" komen Yukki tanpa intonasi saat melihat kedatangan Minana.

Di masa lalu, Yukki pernah menggunakan bankai yang membuat dirinya semi-lumpuh dan lupa cara bangun dari dalam mimpi. Jika tidak menggerakkan tubuhnya setiap hari, tubuhnya akan lupa caranya bergerak. Jutsu mustahil yang ia lakukan sebelumnya membuat Yukki kesakitan hingga pingsan. Namun karena pingsan itulah, Yukki juga 'lupa' caranya bangun dari mimpi. Sehingga ia baru bangun seminggu lalu. Berkat obat yang ia minum sebelum menggunakan jutsu mustahil, Yukki tidak perlu koma selama 3 bulan.

"Aku sedikit menyesal karena beberapa minggu ke belakang tidak pernah tidur. Sekalinya pingsan, aku malah tidak bisa bangun. Fuuh, padahal seharusnya aku sudah mulai melakukan rencana selanjutnya."

"Entah kenapa rasanya menyebalkan mendengarmu menggerutu, Shinigami Batu!"

Agar Yukki bisa bergerak seperti sebelumnya, anggota keluarga Namikaze yang lain membantu Yukki melakukan rehabilitasi. Hari ini, Minanalah yang bertugas melakukannya, sedangkan anggota keluarga yang lain melakukan patroli harian. Dengan membantu menggerakkan anggota tubuhnya setiap hari, Yukki akan ingat cara menggerakkan tubuh seperti sebelumnya.

"Ngomong-ngomong, kenapa ingin cepat-cepat bisa bergerak? Apa ada hal penting yang ingin Kau lakukan?" tanya Minana sedikit penasaran.

Sebelum pingsan, Yukki membuat Minana melupakan semua hal yang berhubungan dengan masa depan, terutama ingatan Minana (0) sampai Minana (4). Minana hanya ingat kalau dirinya sudah berkali-kali pergi ke masa lalu dan berakhir dengan kematian, tapi ia tidak ingat bagaimana detailnya. Satu-satunya ingatan Minana masa depan yang masih ada adalah ingatan Minana (5). Meski begitu, ingatan Minana (5) yang diingat pun hanya ingatan Minana (5) setelah kembali ke masa lalu. Apa yang terjadi di masa depan Minana (5), Minana sudah tidak mengingatnya lagi.

"Itu karena sebentar lagi tanggal 10 Oktober," jawab Yukki monoton.

10 Oktober. Saat mendengar tanggal tersebut, Minana teringat dengan hal membahagiakan dan menyedihkan yang terjadi pada tanggal tersebut. Namun, daripada hal membahagian, mungkin sekarang tanggal itu terdengar menakutkan.

"Benar juga, ya? Sebentar lagi Pasukan Gotei 13 akan menyerang Dunia Shinobi. Kau pun harus bersiap-siap, ya?"

Ingatan Minana (1) sudah tidak ada di kepala Minana-Masa-Kini a.k.a Minana (6). Sehingga, ia tidak terlalu paham tentang Pasukan Gotei 13 atau semacamnya.

"Kau bicara apa? 10 Oktober itu hari ulang tahunmu dan Naruto-kun, kan? Aku ini tidak punya rasa simpati dan empati. Jadi, aku harus melakukan riset selama beberapa hari atau mungkin seminggu untuk mencari hadiah yang sesuai dengan keinginan kalian."

DEG

Minana sangat terkejut saat mendengarnya. Tanpa ingatan Minana (1), kesan Minana pada Yukki adalah shinigami robot yang gila kerja dan tidak peka' pada sekitarnya. Minana benar-benar tidak menyangka kalau Yukki akan melakukan sesuatu seperti memberi hadiah ulang tahun.

"Tidak kusangka Shinigami Batu sepertimu akan melakukan hal yang dilakukan manusia normal," celetuk Minana.

"Begitu, ya?"

Suasana berubah menjadi hening. Minana terus membantu menggerakkan sendi di kaki dan tangan Yukki. Namun, keheningan itu hanya bertahan beberapa menit.

"Minana, apa Kau merindukan Lucky? Jika iya–"

KRETEK

Kata-kata Yukki terhenti saat Minana menekan kuat kakinya hingga terdengar bunyi tulang.

"Lucky bukanlah alat yang bisa Kau perbanyak sesuka hatimu. Bagiku, Lucky itu cuma satu."

Suaranya terdengar dingin. Melihat Minana yang seperti itu, Yukki memutuskan untuk tidak menyinggung soal Lucky di depan Minana lagi.


Tanggal 1 Oktober, akhirnya Yukki sudah bisa bergerak bebas. Begitu tubuhnya bisa digerakkan sesuai keinginan, ia langsung kembali ke rumah lamanya dan tidak pernah kembali ke kediaman Namikaze. Tidak, dia hanya kembali jika Minato menyeretnya pulang ke rumah.

Janji yang Minato buat pada zanpakutou Yukki adalah mengembalikan emosi Yukki. Alasan kenapa emosi Yukki tidak pernah kembali, itu karena hari-harinya dipenuhi kesendirian. Sehingga otaknya selalu 'lupa' cara mengekspresikan emosi dan perasaan. Keluarga adalah sumber emosi. Dengan tinggal bersama keluarganya, Minato berharap kalau kepala keluarga Namikaze yang pertama itu memiliki emosi seperti dulu, seperti saat Yukki hidup bersama istri dan anak-anaknya di masa lalu.


-10 Oktober-

-Pukul 7 Pagi-

Sampai sekarang, tidak ada tanda-tanda kehadiran shinigami dari Soul Society. Para kage belum menerima laporan apapun perihal kematian tak wajar atau hancurnya suatu tempat secara mendadak atau misterius.

-Laboratorium Rahasia Yukki-

Sudah hampir waktunya keluarga Namikaze untuk sarapan. Karena Yukki belum kembali sejak semalam, Minato memutuskan untuk menjemputnya.

Seperti kemarin-kemarin, Yukki berada di salah satu ruangan kosong. Yang ia lakukan hanya memotong dan mengukir kayu hingga membentuk sesuatu.

"Sebenarnya Kau sibuk buat apa dari kemarin?" tanya Minato begitu sampai.

"Peti mati. Kalau diatur sedemikiaan rupa, ini bisa menjadi tempat yang bagus untuk tidur."

Minato sweatdrop saat mendengar jawaban Yukki. Dilihat darimanapun, ia tahu kalau Yukki sedang membuat peti mati yang panjang dan lebarnya tidak jauh berbeda dengaan anak-anaknya. Ya, Yukki membuat 2 peti mati. Yang satu seukuran orang dewasa dan yang satunya lagi seukuran anak kecil. Peti mati yang seukuran orang dewasa sudah jadi. Sekarang Yukki sedang mengukir peti kayu yang kecil dengan sangat detail agar terlihat lebih bagus.

"Aku menyesal karena sudah bertanya," gumam Minato seraya menepuk jidatnya.

"Hari ini adalah hari ulang tahun anakmu. Jadi harus dibuat semeriah mungkin," tambah Yukki tanpa intonasi.

Minato speechless saat mendengarnya. Ia tidak yakin kalau arti kata 'meriah' yang ia tahu sama dengan yang Yukki maksud.

"Apa benar tidak apa-apa kita melakukan pesta di hari penentuan ini?" tanya Minato sedikit khawatir.

Yukki mengerti dengan kekhawatiran yang di rasakan Minato. "Di masa sebelumnya, semua orang mati kecuali Minana. Lalu di masa sekarang, semua orang selamat kecuali Minana, walau akhirnya kita menghidupkan Minana lagi. Yang kita lakukan tidak menentang hukum dunia. Jika Soul Society datang, itu bukan sebagai pengganti Perang Dunia Shinobi ke-4 agar Minana atau semua manusia di dimensi ini dibunuh," jelas Yukki mencoba menenangkan Minato.

"Tapi, Lucky–"

"Lucky sudah lenyap sebulan lalu. Ia tidak meninggalkan butterfly effect yang dapat menuntun Minana pada kematian. Soal Soul Society, harusnya Kau tahu kalau itu bukan karena Lucky," potong Yukki sebelum Minato selesai bicara. "Aku juga tidak tahu apakah Soul Society akan menyerang dimensi ini atau tidak. Akibat menggunakan jutsu mustahil, aku kehilangan kemampuan untuk melihat masa depan. Jadi, daripada memikirkan sesuatu yang tidak pasti, lebih baik kalian gunakan hari ini untuk bersenang-senang. Kalian sudah cukup bekerja keras untuk meraih masa depan yang lebih baik. Jika ada shinigami yang datang ke dimensi ini, aku pasti akan langsung mengetahuinya. Jadi tenang saja," tambah Yukki.

Setelah menggunakan jutsu mustahil yang pertama, mata iblis akan memakan seusatu yang tidak disukai atau inginkan dari inangnya. Jika mata iblis memakan kemampuan Yukki dalam melihat segala kemungkinan yang terjadi di masa depan, itu artinya secara tak sadar Yukki tidak menyukai kemampuan tersebut.

Yukki berada di pihak mereka. Ia bukan shinigami tak berperasaan seperti shinigami lain yang pernah Minato lihat di dalam ingatan Yukki. Minato tahu itu.

"Fuuhh, baiklah, aku mengerti. Kalau begitu, ayo kembali! Yang lain sudah menunggu!" perintah Minato seraya menggeret Yukki.

"Tapi kadoku belum–"

Tanpa ampun, Minato menggeretnya agar pulang. Melihat Minato yang keras kepala, Yukki memilih pasrah.

...

-Pemakaman Konoha-

Setelah sarapan bersama keluarga, Minana memutuskan untuk mendatangi makam Jiraiya, Minana (5), dan Lucky. Ia tidak sendirian. Kakak kembarnya, Namikaze Naruto, juga menemaninya. Setelah selesai mendatangi makam Jiraiya, sekarang Minana dan Naruto menghampiri makam Minana (5) dan Lucky.

"Rasanya sudah lama sekali aku tidak datang ke sini," ujar Minana begitu sampai.

Di sebelah makam Minana (5) ada makam Lucky juga. Saat tahu kalau Lucky masih hidup dan masuk Akatsuki, seseorang telah menghancurkan makam Lucky. Namun sebulan lalu, Minato telah mengganti batu nisannya dengan yang baru. Walau di dalam 3 makam yang mereka datangi tidak ada mayatnya, tapi bagi keluarga Namikaze, makam-makam tersebut adalah tempat untuk mengenang jasa 3 orang yang penting dalam hidup mereka.

"Mungkin ini adalah terakhir kalinya aku akan mampir ke sini," lanjut Minana.

Mendengar hal itu, Naruto langsung memasang kuda-kuda. "K-Kamu tidak berpikir untuk memburu para bijuu dan kembali ke masa lalu, kan?"

"Tentu saja tidak, dattebane," jawab Minana speechless. "Aku hanya berpikir rasanya aneh mengunjungi makamku sendiri. Padahal aku masih hidup," tambah Minana.

"Be-begitu, ya?"

Melihat tidak ada tanda-tanda Minana akan menyerangnya, Naruto melepas kuda-kudanya. Lalu kembali bersikap seperti biasa.

"Aku kemari karena ingin meminta maaf dan mengucapkan terimakasih pada Minana (5). Aku minta maaf karena pernah membencinya. Lalu berterimakasih karena saat itu ia sudah menyelamatkan Tou-chan dan Kaa-chan dan membantu Naru-nii-chan membunuh Kelinci Peyot itu (baca: Kaguya)."

"Tidak kusangka kalau Kamu pernah membenci Minana (5)."

"Soalnya penduduk desa melampiaskan kebencian mereka padaku. Padahal saat itu Kurama hanya ingin menyerang shinigami bernama Aizen Sousuke itu."

Alasan Kyuubi mengamuk pada 17 tahun lalu bukan karena kesadarannya dikendalikan seperti yang dilakukan Obito di masa sebelumnya, tapi karena terkena kemampuan zanpakutou Aizen Sousuke. Zanpakutou Aizen Sousuke adalah Kyōka Suigetsu yang memiliki kemampuan ilusi sempurna. Ia pasti mengendalikan 5 panca indera Kyuubi untuk menciptakan ilusi. Lalu Kyuubi bergerak atau menyerang ilusi yang ia lihat.

"Maaf..." gumam Naruto pelan.

Minana mengerti kenapa kakaknya meminta maaf. Dulu, Naruto membenci dirinya karena mengira orang tua mereka pilih kasih. Naruto juga tidak tahu kalau Minana diperlakukan tak layak oleh penduduk desa seperti dirinya.

"Sepertinya terlalu lama di kuburan membuat Naru-nii-chan jadi murung. Sebaiknya kita pulang saja!" ujar Minana seraya menarik tangan Naruto.

"T-tapi apa tidak apa-apa kalau kita pulang sekarang? Bukankah Kamu tadi lihat kalau Kaa-chan mencoba menyiapkan sesuatu saat kita pergi?"

Langkah Minana terhenti saat mendengar hal itu. Ia sadar kalau sejak pagi tadi, ibunya terlalu semangat akan sesuatu. Minana tahu kalau hari ini adalah hari ulangtahun dirinya dan Naruto, dan mungkin saja sang ibu sedang menyiapkan sesuatu untuk pesta ulang tahun mereka, tapi harusnya ada hal yang lebih penting daripada pesta ulang tahun.

"Mata iblisku memakai lensa kontak, jadi aku tidak tahu apa yang sedang Kaa-chan kerjakan sekarang. Memang ada kemungkinan kalau Kaa-chan sedang menyiapkan pesta untuk kita. Jadi kalau kita pulang sekarang, yang ada Kaa-chan akan mengusir kita," gumam Minana menebak apa yang terjadi di rumah. "Ngomong-ngomong, apa hari ini Naru-nii-chan tidak berpatroli?" tanya Minana heran.

"Semalam aku sudah berpatroli. Jadi hari ini Tsunade-baa-chan menyuruhku untuk libur, dattebayo," jawab Naruto.

"Begitu, ya? Yah, aku juga hari ini libur. Tapi, aku merasa sedikit aneh."

"Aneh kenapa?"

"Shinigami yang di Soul Society mau menyerang Dunia ini, kan? Tapi sampai sekarang, mereka belum datang. Jika memang datang, kemungkinan besar mereka datang hari ini. Harusnya Nenek Tsunade lebih panik dan menyuruh kita bersiaga untuk situasi terburu–"

PLOK

Kata-kata Minana terhenti saat Naruto menjitak kepala Minana.

"Minana, Kamu terlalu memikirkannya, dattebayo. Bukankah ini alasan kenapa Tsunade-baa-chan menyuruhmu libur? Mungkin ini juga alasan kenapa lima kage tidak terlalu melibatkanmu dalam masalah ini, dattebayo," ujar Naruto mencoba menenangkan Minana.

Lima kage sudah tahu kalau Minana dan Kurai Kōri no Konoha adalah orang yang sama. Namun dalam masalah ini, mereka tidak meminta bantuan Minana. Mungkin karena Minana sudah tidak memiliki ingatan masa depan lagi, sehingga dirinya yang sekarang hanya dianggap anak kecil berusia 9 tahun.

"Yah, kalau sampai ada apa-apa, suasana di desa pasti akan ribut, kan? Jika hal itu terjadi, berarti shinigami-nya sudah datang. Seperti kata Naru-nii-chan, kita nikmati saja libur hari ini. Kita pulang ke rumah lalu tidur. Dengan hiraishin, pertama kita akan berpindah ke dekat pintu untuk menaruh sendal. Setelah itu, gunakan hiraishin lagi untuk pindah ke kamar. Dengan bigini, Kaa-chan tidak akan tahu kita sudah pulang."

"Kita sudah seperti maling saja, ya? Hihihi!"

Sesuai rencana (?), Minana memindahkan dirinya dan Naruto ke rumah mereka dengan hiraishin level 4. Setelah menaruh sandal mereka, ia menggunakan hiraishin level 4 untuk pergi ke kamar Naruto. Agar tidak cepat bosan, Minana tidak pergi ke kamarnya. Ia memutuskan untuk mengungsi (?) dan mengobrol atau main kartu dengan kakaknya.

Saat kedoknya terbongkar, Minana tidak berpura-pura lagi menjadi adik kecil yang manja. Ia juga menggunakan kata 'aku' dan bukan kata 'Minana' yang biasa ia lakukan dulu. Begitu pula dengan Naruto. Ia juga tidak menyebut dirinya 'Naru' seperti yang ia lakukan saat Minana pulang dari dimensi salju. Ia bersikap normal seperti biasa dilakukan Naruto-Naruto sebelumnya saat berinteraksi dengan Minana.

...

-Malam Harinya-

-Kediaman Namikaze-

Sesuai dugaan. Selesai sarapan, Namikaze Minato dan Namikaze Kushina menyiapkan pesta untuk kedua anaknya. Pesta itu adalah pesta kembalinya Minana dengan selamat sekaligus perayaan ulangtahun Minana dan Naruto. Walau pesta ulang tahun, tapi hanya keluarga mereka saja yang merayakan. Naruto tidak mengundang teman-temannya. Bukan karena tidak mau mengundang, tapi karena timing-nya kurang tepat. Apalagi suasana di desa masih sedikit tegang dengan kemungkinan kedatangan shinigami dari Soul Society.

Pestanya dimulai pada pukul 7 malam. Harusnya begitu. Tapi karena orangnya belum lengkap, mereka belum memulai pestanya.

"KENAPA YUKKI-BATU ITU BELUM JUGA DATANG, DATTEBANE?! MINANA LAPAR! MINANA INGIN CEPAT-CEPAT MAKAN KUENYA, DATTEBANE!" teriak Minana kesal. "LALU KUROI JUGA! SEJAK YUKKI-BATU MENGEMBALIKAN WUJUD MANUSIANYA, DIA TIDAK PERNAH KE SINI LAGI!"

"T-tenanglah, Minana. Mungkin sebentar lagi datang," kata Naruto mencoba menenangkan adiknya.

"Minato, apa Kamu sudah memberitahunya?" tanya Kushina.

"Aku sudah memberitahunya, tapi mungkin–"

CKLEK

Sebelum Minato selesai bicara, mereka mendengar suara pintu terbuka. Orang yang mereka tunggu akhirnya datang juga. Pakaiannya tidak berubah seperti biasa. Namun, mereka berempat langsung sweatdrop dengan apa yang Yukki bawa. Ia membawa 2 peti mati yang diikatkan pita berwarna pink di bagian atasnya. Satu peti ukuran orang dewasa dan satu peti ukuran anak kecil.

"Selamat ulang tahun, Naruto-kun dan Minana," ucap Yukki tanpa intonasi. "Ini hadiah dariku. Peti mati yang kecil untuk Minana, sedangkan yang besar untuk Naruto-kun," tambahnya.

Naruto dan Minana speechless dengan apa yang mereka lihat. Terlebih lagi, benda yang dibawa shinigami itu adalah hadiah untuk mereka. Naruto dan Minana sadar kalau orang yang ada di depan mereka adalah orang paling tidak pengertian, tidak bisa baca situasi, dan terlalu lama hidup diantara orang-orang mati, sehingga tidak bisa memikirkan hadiah yang bagus untuk makhluk hidup. Tapi mereka berdua tidak menyangka akan separah ini.

"T-terimakasih," balas Naruto dan Minana bersamaan. Mereka berdua benar-benar ingin menolaknya. Namun disaat yang sama, mereka berdua juga tahu kalau Yukki sudah susah payah untuk membuatnya.

"J-jangan langsung menyimpulkan, Naruto, Minana. Mu-mungkin saja Yukki sengaja membuat ini agar kalian salah paham. J-jalan ninja Yukki adalah membuat orang lain salah paham. Jadi mungkin saja peti mati ini ia pakai sebagai bungkus kadonya. Sedangkan hadiah aslinya ada di dalam peti," tebak Minato tidak yakin.

"B-benar juga," kata Naruto dan Minana bersamaan.

Minana masih memakan lensa kontak pada mata kanannya, sehingga ia tidak bisa melihat apapun yang ada di dalam peti mati. Saat tahu kalau hadiah yang sebenarnya ada di dalam peti mati, spontan Minana mengaktifkan kemampuan sensoriknya. Ia pikir di dalamnya ada bom chakra atau semacamnya. Namun, ia tidak merasakan apapun di dalamnya.

"Silahkan dibuka!" pinta Yukki pada Naruto dan Minana.

"Kalau begitu, Kamu duluan, Minana!" suruh Naruto pada Minana.

"Hah? Naru-nii-chan saja yang duluan!" suruh balik Minana.

"Aku ini kakakmu, dattebayo! Sebagai kakak, aku memerintahkamu untuk membuka kadomu duluan!"

"Justru itulah harusnya Naru-nii-chan duluan yang buka kadonya! Kalau isinya bom, Naru-nii-chan duluan yang akan terluka!"

"Hoi!"

Keduanya tidak mau mengalah. Pada akhirnya, mereka memutuskan untuk membuka hadiahnya (baca: peti mati) secara bersamaan. Setelah berada di posisi, Minana dan Naruto saling bertatapan, memastikan timing untuk membuka peti matinya.

"Se~no!" seru keduanya seraya membuka peti mati.

DEG

Naruto dan Minana terkejut setengah mati saat melihat apa yang ada di dalam peti mati. Bahkan Minato dan Kushina ikut terkejut saat melihatnya. Di dalam peti mati milik Naruto, terdapat pria paruh bayah berbadan besar dan berambut putih, dengan garis vertikal berwarna merah di kedua pipinya. Sedangkan di dalam peti mati milik Minana, terdapat anak kecil berambut hitam.

"Ero-sannin..." gumam Naruto saat melihat hadiahnya.

"Lucky..." gumam Minana juga saat melihat hadiahnya.

"Kupikir kalian akan merasa kesepian, jadi aku buatkan boneka yang menyerupai orang yang paling berharga bagi kalian. Aku juga menaruh banyak mawar putih di dalamnya agar peti mati ini terkesan seperti peti mati yang berisi mayat mereka," terang Yukki setelah Naruto dan Minana membuka kotak hadiah (baca: peti mati) mereka.

Mereka berempat langsung mengatur napas setelah mendengar penjelasan Yukki. Naruto, Minana, Minato, dan Kushina sempat berhenti bernapas saat melihat apa yang ada di dalam peti mati.

"Kukira apa, dattebayo. Ternyata hanya boneka. Jangan mengagetkan kami seperti itu, Ojii-san," omel Naruto yang masih mencoba mengatur napas.

Ojii-san adalah panggilan yang Naruto pakai untuk Yukki. Saat tahu kalau umur Yukki sudah mencapai ribuan, spontan Naruto memanggilnya dengan kata 'Ojii-san' yang berarti kakek, sekalipun penampilan Yukki terlihat muda seperti umur 24 tahun.

"Apa kalian menyukainya?" tanya Yukki tentang hadiah yang ia berikan.

"Terimakasih karena sudah bersusah payah membuatkan kami..."

Naruto tidak melanjutkan kata-katanya saat tahu hanya dirinyalah yang mengatakan hal tersebut. Spontan, Naruto melihat ke arah Minana. Adiknya terlalu sibuk memperhatikan boneka Lucky dan Ero-sannin a.k.a Jiraiya secara bergantian.

"Ada apa, Minana?" tanya Naruto yang heran dengan tingkah Minana. Apalagi, ekspresi Minana jauh lebih serius dari biasanya.

Satu detik kemudian, tiba-tiba Minana menyiapkan rasengan di tangan kirinya. Naruto dan Kushina sangat terkejut dengan apa yang Minana lakukan.

"A-apa yang mau Kamu lakukan, Minana?" tanya Naruto seraya berjalan mundur secara perlahan. Sekarang masih tanggal 10 Oktober, ia sudah berjanji untuk tidak lengah dan membiarkan Minana membunuhnya lagi.

"Saat Yukki-san bilang 'boneka', maksudnya 'boneka yang dalamnya berisi kapas' atau boneka yang disebut bount?" jawab Minana dengan pertanyaan. Saat Minana menyebut Yukki dengan panggilan 'Yukki-san', ditambah lagi memberi penekanan pada kata tersebut, itu berarti satu hal. Dan semuanya langsung tahu apa maksud Minana. "Kalau diingat-ingat lagi, saat itu Kau sempat menyinggung ingin membuat Lucky lagi, kan? Tidak kusangka kalau Kau akan membuat bount yang menyerupai Hentai-sannin juga."

Saat Yukki bilang boneka, Minana sadar kalau 2 benda yang ada di dalam peti mati itu bukan boneka. Dengan tangan kanannya, Minana melepas lensa kontak yang terpasang di mata kanannya. Setelah dilepas, Minana bisa melihat aura yang ada di 2 'boneka' tersebut. Walau tidak bisa merasakan chakra, tapi aura yang keluar di 2 tubuh 'boneka' tersebut adalah bukti kalau boneka-boneka bukanlah benda mati.

"S-sepertinya kita ketahuan," ujar (boneka) Lucky seraya membuka matanya.

"Dasar! Kalau mau membuat kejutan, harusnya jangan memberi clue pada target yang ingin dikejutkan!" gerutu (boneka) Ero-sannin a.k.a Jiraiya yang juga membuka mata.

Minana memperhatikan Lucky dan Jiraiya secara bergantian. Keduanya sama-sama memakai kimono hitam yang mirip dengan Yukki. Namun, ia tahu kalau ada perbedaan bahan antara kimono hitam yang dipakai Lucky dan Jiraiya dengan kimono hitam Yukki dalam wujud shinigami. Saat melihat Lucky dan Jiraiya yang berhenti berpura-pura menjadi boneka, Minana menghilangkan rasengan di tangannya.

"Tapi, tetap saja aku tidak menyangka kalau Kau akan langsung mengetahuinya secepat ini, Minana. Yah, karena Kau adalah Kurai Kōri no Konoha, harusnya tidak aneh. Ah, bukan, tapi Kurai Kōri no Konoha adalah dirimu yang datang dari masa depan, ya?" sambung Jiraiya.

"Bahkan informasi tersebut juga ia beritahu, ya? Dasar mulut ember," gerutu Minana. Kata-kata itu tertuju pada Yukki.

Lucky dan Jiraiya mulai keluar dari peti mati mereka. Kemudian merenggangkan tubuh mereka. Mungkin berperan sebagai 'mayat' membuat tubuh mereka kaku.

"Jadi, kalian berdua ini manusia buatan?" tanya Naruto memastikan.

"Kemungkinan besar, Yukki menyalin ingatan Lucky dan Jiraiya, sehingga sikap dan sifatnya sama dengan yang dulu. Dengan begitu, ia tidak perlu melatih atau menjelaskan banyak hal pada mereka berdua," jelas Minana menjawab pertanyaan Naruto.

"Ck! Ck! Ck! Sayang sekali, tapi semua dugaanmu itu salah, Minana. Berbeda dengannya, aku ini bukan bount atau manusia buatan. Aku hanyalah manusia biasa yang bangkit dari kematian agar bisa menghantui pesta ulang tahu kalian! HUAHAHAHAHAHA!" seru Jiraiya dengan semangatnya.

Naruto dan Kushina sangat terkejut saat mendengarnya. Ya, tentu saja. Legenda sannin bernama Jiraiya harusnya sudah mati saat bertarung melawan Pain. Mereka mengetahui informasi tersebut dari pertapa katak bernama Fukasaku yang bertarung bersama Jiraiya.

"J-jadi ... i-ini benar-benar Ero-sannin?" tanya Naruto yang masih tidak percaya.

'Apa Yukki membuatnya tidak ingat kalau dirinya (baca: Jiraiya) adalah bount? Tapi...' pikir Minana saat mendengar kata-kata Jiraiya.

"Tentu saja. Ayo, sini peluk aku!" seru Jiraiya seraya merentangkan tangannya.

Naruto hanya tertawa kecil saat melihat sikap Jiraiya yang tidak berubah. Air matanya jatuh ... saat tahu kalau guru genitnya itu ternyata masih hidup. Bahkan Minato dan Kushina juga ikut menangis saat tahu kalau orang yang di depan mereka ternyata Jiraiya yang asli. Bagi Minato dan Kushina, Jiraiya sudah seperti orang tua mereka sendiri.

"Apa maksudnya ini? Bukankah Shinigami Batu itu paling semangat untuk menyamakan kematian orang-orang? Bahkan dia sampai mencegah Tou-chan agar tidak membantu Hentai-sannin melawan Pain. Tidak mungkin kalau itu adalah Hentai-sannin yang asli. Akan lebih masih akal kalau dia adalah bount yang dibuat sedemikian rupa agar sama seperti Hentai-sannin," desis Minana karena masih tidak mengerti dengan apa yang sudah terjadi.

"Siapa yang bilang kalau Pain berhasil membunuh Jiraiya?" bisik Yukki tepat di telinga Minana.

"HUWAAA!" Minana sangat terkejut saat Yukki tiba-tiba berbisik dan sudah berada di sampingnya. "Aku yakin kalau di masa depan–"

Yukki memberi tanda pada Minana untuk diam. Melihat hal tersebut, Minana tidak melanjutkan kata-katanya.

"Di masa ini dan di masa sebelum-sebelumya, aku yakin kalau Gamamaru pernah memberi ramalan yang sama pada Jiraiya-san. Kalau tidak salah, isi ramalannya: 'Jiraiya adalah orang genit yang akan menjadi shinobi hebat. Dia akan berkeliling dunia untuk menulis buku. Kemudian memiliki murid. Murid-muridnya akan menjadi penyebab perubahan besar yang belum pernah terjadi di Dunia Shinobi, entah perubahan menuju kehancuran atau perdamaian. Hingga suatu hari, Jiraiya akan dipaksa untuk mengambil keputusan penting. Keputusan yang Jiraiya-san ambil akan menentukan ke arah mana perubahan Dunia Shinobi.' Iya, kan?" tanya Yukki.

"Ya, benar. Dulu, Hentai-sannin pernah mengatakan ramalan itu pada kami. Bukankah itu alasan–"

"Ramalannya hanya mengatakan kalau Jiraiya-san akan dipaksa untuk mengambil keputusan penting, kan? Ramalannya tidak mengatakan kalau keputusan yang Jiraiya-san ambil akan mengantarkannya pada kematian," potong Yukki sebelum Minana selesai bicara.

DEG

Minana benar-benar terkejut saat mendengarnya. Ia mencoba mengingat kembali ramalan yang pernah Jiraiya katakan pada dirinya (baca: Minana (5)) yang dulu. Setelah diingat lagi, ia sadar kalau apa yang Yukki katakan benar. Ramalannya tidak menyebut apapun tentang kematian Jiraiya. Tapi, ramalan seperti itu harusnya tidak bisa dijadikan patokan untuk menentukan hidup atau tidaknya Jiraiya.

"Berbeda denganku, masa depan yang dilihat Gamamaru itu 99,99999...9% pasti terjadi. Dengan membandingkan penglihatan masa depan Gamamaru dan ingatan Yukki-Masa-Depan (baca: Yukki (3)), maka dapat dipastikan kalau Jiraiya-san tidak mati," lanjut Yukki.

"A-apa Kau memanfaatkan isi ramalannya untuk menyelamatkan Hentai-sannin?" tanya Minana memastikan. Ia masih tidak percaya kalau Jiraiya selamat dari ppertarungan itu dan Yukki menyelamatkannya.

"Berdasarkan ingatan diriku yang datang dari masa depan, Pain gagal membunuh Jiraiya-san. Diriku yang di masa depan memang tidak menyaksikan pertarungannya secara langsung, tapi 'aku' masih bisa merasakan reiatsu Jiraiya-san, bahkan beberapa hari setelah pertarungannya selesai. Meski begitu, 'aku' tidak menolong Jiraiya-san. Di masa sebelumnya, 'aku' tidak tahu bagaimana cara Jiraiya-san bisa selamat dari kematian dan siapa yang menolongnya, tapi karena Jiraiya-san tidak mati, di masa ini aku berinisiatif untuk menolongnya. Lagipula, tidak ada ruginya aku menolong Jiraiya-san Masa Kini," jawab dan jelas Yukki.

"Begitu, ya?" gumam Minana saat mendengar penjelasan Yukki.

"Walau terdengar meyakinkan, selama belum diuji coba, aku tidak akan percaya 100% sekalipun itu adalah dugaanku sendiri. Karena itu, saat merawat Jiraiya-san, aku memberi perawatan meminim mungkin untuk mengetes apakah Dunia akan membunuhnya atau tidak. Kalau di masa depan ia memang mati, maka Jiraiya-san pasti mati saat aku tidak merawatnya dengan benar. Tapi, karena Jiraiya-san berhasil selamat dari masa kritisnya, jadi aku memutuskan memberinya perawatan penuh," tambah Yukki dengan nada yang monoton seperti biasa.

Saat mendengar hal itu, rasanya Minana ingin menghajar Yukki karena tidak merawat Jiraiya semampunya. Begitu pula dengan Kushina yang mendengar hal tersebut. Berdasarkan penjelasan Yukki, Minana sangat yakin kalau Shinigami itu tidak menyembuhkan Jiraiya dengan jikugan ninjutsu. Namun, sebelum mereka berdua bertindak, Jiraiya mengatakan sesuatu untuk mengurangi perasaan kesal Minana dan Kushina.

"Saat mengetahui kebenarannya, aku juga sangat kesal. Tapi bagaimanapun, aku harus berterimakasih padanya. Ia menyembuhkan tenggorokanku hingga aku bisa berbicara lagi dan membuatkan tangan palsu. Walau ia sudah melakukan beberapa hal yang tidak bisa di maafkan, aku tidak bisa menyangkal kalau ini adalah masa depan terbaik yang bisa dipilih."

Saat Jiraiya bilang 'sudah melakukan beberapa hal yang tidak bisa di maafkan', sebenarnya ia menyinggung Yukki perihal apa yang terjadi pada Nagato, Konan, dan Yahiko di masa lalu. Tidak ada yang menyadari maksud tersembunyi Jiraiya kecuali mereka yang terlibat dan merasa bertanggung jawab dengan kejadian tersebut.

Begitu mendengar kebenarannya, sebagai seorang guru, tentu saja Jiraiya sangat kesal dan marah dengan apa yang Yukki lakukan. Demi memenuhi keinginan Nagato, Yukki menyelamatkan Yahiko dari kematian dengan mengorbankan nyawa Nagato. Lalu untuk menggantikan peran Nagato, Yukki mengubah Yahiko agar tubuhnya bisa menerima rinnegan dan bisa menggunakan kekuatan rinnegan sehebat Nagato di masa sebelumnya. Juga, meracuni pikiran Yahiko hingga kepribadiannya berubah 180 derajat.

"Begitu, ya? Syukurlah," gumam Minato. "Aku tidak menyangka kalau Yukki-san akan menyelamatkan Jiraiya-sensei juga. Kukira dia hanya akan menyelamatkan Lucky saja. Sungguh, aku sangat bersyukur," sambung Minato dengan suara yang pelan sekali. Namun, semua yang ada di situ dapat mendengarnya dengan jelas.

"Menyelamatkan Lucky? Apa maksudnya, Tou-chan?" tanya Minana bingung.

Minato sedikit terkejut saat Minana menanyakan hal tersebut. Ia tidak menyangka kalau gumamannya akan terdengar. Saat semua orang melihat ke arahnya, sepertinya ia tidak punya pilihan lain selain menjelaskan apa yang ia tahu.

"Di Perang Dunia Shinobi ke-4, Yukki sudah tahu kalau Lucky akan menggunakan jutsu mustahil untuk menyelamatkan dirimu. Dengan memanfaatkan hal tersebut, Yukki sengaja membuat rencana untuk menyelamatkan dirimu dan semuanya dengan memanfaatkan pengorbanan Lucky. Ia membuat rencana tersebut karena tahu kalau Lucky yang selalu bersama kita sebenarnya adalah Lucky yang datang dari masa depan. Itu sebabnya Lucky 'menghilang' setelah menggunakan jutsu mustahil. Dalam sudut pandang kita, itu adalah pertama kalinya ia menggunakan jutsu mustahil, tapi kenyataannya, itu adalah kedua kalinya Lucky menggunakan jutsu mustahil," jawab dan jelas Minato. "Untuk mengganti keberadaan Lucky-Masa-Depan, Yukki berencana untuk membawa kembali Lucky-Masa-Kini yang di culik Gotei 13. Yukki meminta beberapa orang untuk menyelamatkan Lucky dari divisi 12. Dengan edo tensei, Lucky-Masa-Kini dan yang lainnya bisa datang ke Dunia Shinobi tanpa harus lewat senkaimon," tambah Minato.

Dalam sudut pandang lain, edo tensei bisa menjadi cara alternatif untuk pergi dari Soul Society dalam sekejap. Jika ingin menggunakan edo tensei, ada 4 hal yang harus dipenuhi. Pertama, memiliki DNA dari orang yang ingin dihidupkan. Kedua, tumbal. Ketiga, jiwa orang yang ingin dihidupkan tidak dalam keadaan tersegel. Keempat, kunai dengan kertas bermantra. Di Perang Dunia Shinobi ke-4, Minana dan Lucky (3) menangkap 9 Zetsu-Putih. Enam sudah dipakai untuk pegganti tubuh Orochimaru, meng-edo tensei 3 hokage terdahulu, Kyo, dan Rikudou Sennin. Masih tersisa 3 Zetsu-Putih yang bisa dijadikan tumbal.

Naruto, Minana, dan Kushina sangat terkejut saat mendengarnya. Minato tidak pernah memberitahu keluarganya tentang rencana yang Yukki buat, sehingga Kushinapun tidak mengetahui hal tersebut. Saat Yukki datang membawa 2 peti mati, Minato sudah menduga kalau peti mati untuk Minana berisi Lucky.

"K-kalau begitu..."

Spontan, Minana mendekati Lucky. Orang yang dihampiri langsung tersenyum dan memberi tanda 'peace'. Saat tahu kalau Lucky-Masa-Kini ternyata berada di Soul Society, lalu sekarang kembali ke sisinya, Minana tidak bisa menahan tangisnya. Ia benar-benar bahagia saat orang yang paling berharga dalam hidupnya masih hidup dan ada di depannya.

"...Kau benar-benar Lucky, hiks?" tanya Minana yang masih tidak percaya dengan kenyataan ini.

"Tentu saja, dattebane," jawab Lucky dengan meniru gaya bicara Minana.

"Jadi ini benar-benar Kau, hiks?" tanya lagi Minana.

"Bisa dibilang, ini adalah pertemuan pertama kita. Jadi, saat Minana-chan bilang 'jadi ini benar-benar Kau', aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi, satu hal yang pasti, aku adalah Lucky, pengawal yang selalu mengikutimu ke manapun Minana-chan pergi," jawab Lucky dengan bangganya.

"Bukan pengawal, tapi penguntit, dattebane," timpal Minana seraya mengelus kepala Lucky. Tinggi badan mereka sekarag tidak jauh berbeda, sehingga Minana bisa mengelus kepala Lucky dengan mudah. "Terimakasih sudah bertahan sampai sekarang, Lucky. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana perlakuan mereka terhadapmu selama berada di sana."

Ingatan yang berhubungan dengan Soul Society dan Gotei 13 adalah ingatan Minana (1). Minana yang sekarang tidak memiliki ingatan tersebut. Namun, karena Gotei 13 menangkap Lucky, sudah pasti kalau ia diperlakukan dengan sangat buruk. Apalagi, Lucky adalah manusia buatan.

"Tidak seburuk itu, kok. Malah, aku kebanyakan tidur di sana," balas Lucky seraya tersenyum.

Tanpa menggunakan kemampuan sensoriknya, Minana tahu kalau Lucky berbohong. Senyuman itu adalah buktinya. Saat Lucky bilang 'tidur', Minana tahu kalau Lucky diperlakukan sangat buruk sampai-sampai di-reset. Entah sejak sejak kapan Lucky dibawa ke Soul Society, tapi karena Lucky bilang 'kebanyakan tidur', itu artinya divisi 12 menyiksa Lucky sampai ia di-reset secara terus-menerus. Penampilan Lucky sekarang juga bukti kalau tubuhnya mengalami reset.

"Hoi, sampai kapan kalian mesra-mesraan?! Kalau acaranya tidak segera dimulai, akan kumakan kue ulangtahunnya!"

DEG

Semuanya sangat terkejut saat mendengar suara orang selain mereka. Spontan, semuanya menoleh ke meja makan, di mana sumber suara berada. Orang tersebut sedang duduk dengan angkuhnya.

"Kyo-sensei?!" seru Minana saat melihatnya.

"Hoi! Apa yang Kau lakukan di sini?! Jangan mengganggu pesta orang lain!"

Minana benar-benar terkejut saat melihat kedatangan 2 orang di belakang Mibu Kyo. Apalagi, 2 orang itu mencoba menyeret Kyo untuk pergi dari sini. Namun, rasa terkejut itu perlahan menghilang saat melihat ketiganya yang memakai kimono hitam yang sama seperti Yukki.

"Jadi begitu. Sakumo-sensei, Dan-san, dan Kyo-sensei sudah jadi buronan di Soul Society, ya?" tebak Minana seraya tersenyum.

"Apa begitu caramu berterimakasih pada orang yang telah menolong pacarmu?" gerutu Kyo masih di tempat. Ia tidak membiarkan Sakumo dan Dan menyeretnya dari sini.

Untuk mengganti keberadaan Lucky-Masa-Depan, Yukki berencana untuk membawa kembali Lucky-Masa-Kini dari Gotei 13. Yukki meminta beberapa orang untuk menyelamatkan Lucky dari divisi 12. Dengan edo tensei, Lucky-Masa-Kini dan yang lainnya bisa datang ke Dunia Shinobi tanpa harus lewat senkaimon.

Saat mendengar kata-kata Minana, Naruto dan Kushina jadi teringat dengan apa yang Minato katakan sebelumnya. Kata 'yang lainnya' yang sempat Minato singgung, ternyata itu adalah Mibu Kyo, Hatake Sakumo, dan Kato Dan. Dengan kata lain, mereka bertigalah yang telah menyelamatkan Lucky.

"Kami juga sudah menghapus koordinat Dunia Shinobi dari komputer yang ada di divisi 12. Jadi, aku yakin kalau Pasukan Gotei 13 tidak akan mengejar kami atau menyerang Dunia Shinobi," tambah Kyo.

"Komputer? Apa itu?" tanya Naruto dan Minana bingung.

Walau sudah ada televisi, kulkas, dan listrik, tapi belum ada yang namanya komputer di Dunia Shinobi.

"Benarkah?!" tanya Minato tanpa memperdulikan kebingungan Naruto dan Minana. Ia sudah melihat semua ingatan Yukki sampai penyerangan Kyuubi, sehingga ia tahu betul apa yang Kyo bicarakan.

"Iya, aku menyuruh Shiroi Kiba (baca: Hatake Sakumo) yang melakukkannya karena dialah yang paling lama menjadi shinigami. Kalau Gotei 13 sampai datang ke sini, salahkan dia," celetuk Kyo tanpa merasa bersalah.

Diantara Kyo, Sakumo, dan Dan, Sakumolah yang paling lama menjadi shinigami. Ia masuk di divisi 13, sama seperti Dan. Setelah beberapa bulan tinggal di Soul Society, tanpa sadar Sakumo teringat kembali dengan informasi masa depan yang pernah Kyo dan Minana (5) berikan (note: fanfic Mengubah Masa Depan chapter 12). Saat tahu ada organisasi yang di sebut Gotei 13, Sakumo memutuskan untuk menjadi shinigami dan masuk organisasi tersebut. Dengan menjadi shinigami, ia berharap ditugaskan di Dunia Shinobi agar bisa membantu untuk mengubah masa depan. Meski pada akhirnya, Sakumo baru tahu kalau tidak ada shinigami yang ditugaskan di Dunia Shinobi.

"17 tahun lalu, saat aku pergi ke Soul Society, aku diam-diam membuat Kakek Gunung dan Mayunes (baca: Kurotsuchi Mayuri, kapten divisi 12) melupakan koordinat dimensi ini jika tidak lihat koordinatnya di komputer. Jadi, mereka tidak akan ingat koordinatnya jika tidak lihat di komputer. Aku juga sudah menghancurkan semua 'proyek' di dimensi ini, sehingga divisi 12 tidak mendapat sinyal, informasi, dan lokasi Dunia Shinobi," kata Yukki menambahkan penjelasan Kyo.

"Begitu, ya? Pantas saja menyuruh kami untuk bersenang-senang, ternyata sudah tahu kalau akhirnya akan seperti ini, ya, Yukki-san?" tebak Minato.

"..." Orang yang diajak bicara hanya diam saja. Dengan wajah tanpa ekspresi, ia bermaksud memasang wajah 'aku tidak tahu kau bicara apa'.

"Tapi, sesuatu yang disebut 'komputer' itu pasti benda yang rumit, kan? Tidak kusangka kalau Sakumo-sensei bisa mengutak-atik benda seperti itu. Padahal di Dunia Shinobi belum ada benda seperti itu," puji Minana.

"Sebenarnya, di Sekolah Shinigami tidak diajarkan cara memakai komputer. Kemarin itu adalah pertama kalinya aku mengoperasikan komputer. Untung saja gulungan ini memberitahu langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menghapus koordinatnya," balas Sakumo seraya menunjukkan sebuah gulungan.

Minato dan Kushina sedikit terkejut dengan gulungan yang Sakumo pegang. Jika mereka tidak salah ingat, itu salah satu gulungan yang pernah Yukki berikan pada Kyo di dimensi salju. Saat Yukki bilang 'tidak tahu' saat Kyo menanyakan isi gulungan ketiga, Minato dan Kushina sekarang tahu apa maksudnya. Lalu, kantung kecil yang Kyo berikan pada Yukki di dimensi salju adalah DNA mereka bertiga.

"Kalau begitu, bagaimana kalau paman-paman sekalian ikut pesta ulangtahun kami? Aku tidak tahu kapan kalian sampai, tapi paman-paman pasti lelah setelah kabur dari Soul Society, dattebayo," ajak Naruto pada Kyo, Sakumo, dan Dan.

"Eh? Apa tidak apa-apa? Kami ini–"

"Tidak apa-apa, dattebane. Tadinya Naruto ingin mengajak semuanya, tapi karena situasi di semua desa dalam keadaan waspada, aku jadi tidak bisa, dattebane," potong Kushina sebelum Dan selesai bicara.

"Hmph! Aku terserah saja, tapi sepertinya ada yang kawin lari," celetuk Kyo seraya menunjuk (ke tempat) Minana.

Saat melihat ke tempat yang Kyo tunjuk, Naruto, Kushina, dan Minato baru sadar kalau Minana sudah menghilang entah kemana. Bukan hanya Minana, tapi Lucky juga.

"MINANAAAA!" teriak Naruto sedikit kesal. Padahal, Minanalah yang sebelumnya ribut karena ingin cepat-cepat mulai.

...

-Minana's POV-

Sejak ia berbohong, aku sudah menduga kalau Lucky akan bertindak begini. Ekspresi Lucky yang terlihat ceria sama seperti Lucky (5) yang kutemui di Unraikyo —tempat Lucky bertarung melawan Killer Bee. Jadi, aku sudah menduga kalau ia merasa bersalah akan sesuatu dan hendak menghilang tanpa sepengatahuanku.

Aku tidak tahu di mana Lucky sekarang. Aku juga tidak bisa mendeteksi keberadaannya berdasarkan chakra-nya. Meski begitu, ada satu tempat yang ingin kuperiksa. Sebenarnya aku tidak mau, tapi bagaimana lagi. Hanya tempat itu kemungkinan Lucky berada. Dengan hiraishin level 4, aku bisa ke sana dalam sekejap.

...

Sudah kuduga kalau Lucky ada di sini ... di depan makam Minana (5). Begitu aku berada tepat di sampingnya, Lucky hendak kabur. Namun, sebelum itu terjadi, aku segera menggenggam tangan kirinya erat-erat.

"JANGAN TINGGALKAN AKU, LUCKY!" teriakku agar dia mengurungkan niatnya. Sangking tidak ingin dia pergi, aku memeluk tangannya erat-erat agar ia tidak pergi. Dengan hiraishin level 4, Lucky bisa melepaskan diri dan kabur dariku dengan mudah.

"M-Minana-chan..."

Matahari sudah terbenam. Hari sudah mulai malam. Di sini tidak ada lampu. Meski begitu, samar-samar aku bisa melihat wajah Lucky yang memerah. Ia sedikit memalingkan wajahnya saat memanggil namaku.

"Jangan pergi! Pokoknya jangan pergi, dattebane!" pintaku lagi.

"Maaf..." gumamnya pelan sekali.

Walau kupeluk erat tangan kirinya agar tidak lepas, Lucky menarik pelan tangannya itu. Melihat hal itu, aku tahu kalau Lucky memberi tanda kalau ia hendak menggunakan hiraishin untuk pergi. Sebelum ia mengaktifkannya, aku segera berteriak lagi, "JANGAN TINGGALKAN AKU SENDIRIAN, DATTEBANE! DI SINI SERAM! POKOKNYA JANGAN PERGI! AKAN KUHAJAR KAU KALAU PERGI!"

Mataku sedikit berkaca-kaca saat mengatakannya. Berada di kuburan setelah matahari terbenam itu adalah hal paling menakutkan. Sebenarnya aku sangat tidak mau ke sini, tapi apapun akan kulakukan untuk mengembalikan Lucky seperti dulu ... Lucky yang ceria dan suka jahil.

"Pfffttt!"

Bukannya membalas, ia malah menertawakanku. Aku bisa lihat itu saat dia masih memalingkan muka dan menahan tawa.

"Ya ampun. Kukira apa. Ternyata takut ditinggal sendirian di kuburan, ya? Haha, aku lupa kalau Minana-chan itu penakut," ejeknya.

M-mau bagaimana lagi. Baik diriku, Minana (5), maupun Naru-nii-chan, kami takut dengan yang namanya 5 huruf (baca: hantu, setan, iblis (?), dan sebagainya). Menyebut namanya saja bisa membuat bulu kudukku berdiri. Y-yang kutakutkan dari makhluk tak kasat mata itu karena mereka suka muncul tiba-tiba dengan wajah hancur, seram, dan sebagainya. Itu sebabnya, aku tidak takut dengan Yukki atau shinigami. Penampilan mereka terlihat seperti manusia normal walau mereka sejenis '5 huruf'.

Yah, tidak mau ditinggal di kuburan sendirian adalah alasan kedua aku tidak mau Lucky pergi. Alasan pertamanya karena–... sepi. Selama satu bulan ini, tidak ada yang menjahiliku. Walau ada Tou-chan, Kaa-chan, dan Naruu-nii-chan, tapi rasanya ada yang kurang. Dulu, kupikir perasaan ini hanyalah bawaan dari perasaan Minana (5), tapi setelah Lucky meninggal, ternyata itu memang perasaanku.

"Karena itu, ayo pulang! Yang lainnya sudah menunggu!" ajakku seraya menarik tangannya.

Namun, Lucky hanya diam. Melihat sikapnya itu, berarti Lucky masih tidak mau kembali.

"Maaf..."

Lagi-lagi dia meminta maaf. Sepertinya akan sulit untuk membuatnya berhenti merasa bersalah.

"Kenapa meminta maaf? Bukankah ini adalah pertemuan pertama kita? Harusnya tidak ada alasan bagimu untuk meminta maaf," balasku.

'Membuat shinigami bernama Aizen Sousuke membunuh Yahiko dan menyerang Konoha, serta Lucky-Masa-Depan (baca: Lucky (3)) yang membunuhku berulang kali'. Kemungkinan besar ia merasa bersalah karena hal-hal tersebut. Tapi, Luck ... itu semua bukan salahmu.

"..."

Dia tidak menjawab. Wajahnya berubah menjadi murung. Walau gelap, tapi aku bisa melihatnya. Tidak biasanya Lucky menunjukkan ekspresinya sejelas itu.

"Apapun yang sudah terjadi, itu semua bukan salahmu," ujarku memberitahu. Kenyataannya, itu memang bukan salahnya, tapi aku yakin kalau Lucky tidak berpikir begitu.

"Tidak, itu salahku."

Membujuk seseorang untuk tidak menyerah dan merasa bersalah bukanlah keahlianku. Perasaan putus asa karena merasa tidak berguna, merasa bersalah, dan sebagainya, aku mengerti perasaan tersebut. Aku masih ingat pernah merasa putus asa karena memiliki ingatan semua Minana, walau aku tidak tahu kenapa ingatan semua Minana dapat membuatku menyerah dan putus asa. Sepertinya, Lucky-Masa-Kini memiliki ingatan semua Lucky, sehingga ia merasa terbebani dengan tindakan semua Lucky dan apa yang terjadi di masa depan. Buktinya, tadi dia sudah mengaku-ngaku sebagai pengawalku, padahal ini adalah pertemuan pertama kami.

"Itu bukan salahmu, Luck. Itu salahku."

"Tidak, itu–"

"Jika saja aku tidak egois, Kau tidak perlu merasa terbebani seperti ini. Padahal 'saat itu' Kau sudah mengorbankan nyawa untuk menyelamatkanku, Naru-nii-chan, dan semuanya dari Perang Dunia Shinobi ke-4, tapi aku malah menyia-nyiakan semua usahamu dan malah kembali ke masa lalu," potongku sebelum Lucky selesai bicara.

Beberapa hari setelah perang selesai, aku sempat berpikir, 'Masa depan di mana Lucky tidak ada ... apa itu masa depan terbaik? Apa hanya ini masa depan yang bisa dipilih?' Karena Yukki belum sadar, aku menanyakan hal itu pada Kuroi. Itu karena Kuroi ternyata memiliki ingatan semua Kuroi. Aku baru tahu itu saat ia menjawab pertanyaanku.

'Aku tidak tahu apakah ini masa depan terbaik atau tidak, tapi menurutku, masa depan ini adalah hasil gabungan dari pengulangan ke-3 dan pengulangan ke-4. Di pengulangan yang ke-3, sama seperti alur sekarang, tapi yang selamat hanya aku, Lucky, Yukki-sama, dan para bijuu. Lalu di pengulangan yang ke-4, Lucky melakukan segala hal untuk mengalahkan Madara dan agar Kaguya tidak muncul, hingga hasilnya semuanya berhasil selamat dengan pengorbanan Lucky.' Begitulah jawaban Kuroi.

Mendengar penjabaran Kuroi, aku sadar kalau semua ini terjadi karena keegoisanku yang ingin menyelamatkan Lucky. Jika Lucky(-Masa-Kini) merasa bersalah atas semua yang terjadi sampai sekarang, itu semua bukan salahnya. Itu semua salahku. Seandainya aku yang dipengulangan ke-4 (baca: Minana (4)) menerima kematian Lucky, Lucky tidak perlu terbebani seperti ini.

"Alasan diriku kembali ke masa lalu adalah untuk menyelamatkan Minana-chan. Jadi sebaiknya Minana-chan jangan dekat-dekat denganku. Bisa saja aku membunuh Minana-chan tanpa sengaja."

Lucky mulai memberitahuku alasan kenapa ia tidak mau tinggal bersamaku lagi. Mungkin ia belum memberitahu semua yang mengganjal di pikirannya, tapi aku senang karena Lucky mulai terbuka untuk memberitahu apa yang sedang ia rasakan sekarang. Kalau dipikir-pikir, Lucky tidak pernah memberitahuku perasaannya yang sebenarnya. Malah, ia yang selalu membantu dan menenangkanku.

"Soal itu jangan khawatir. Aku sudah menanyakannya pada Yukki dan Kuroi. Rentang waktu aku dan Kau kembali ke masa lalu adalah pukul 6 pagi sampai 7 malam pada tanggal 10 Oktober. Jadi, jika kita berhasil melewati tanggal 10 Oktober pukul 7 malam, maka kutukannya hilang. Aku tidak perlu khawatir akan membunuh Naru-nii-chan atau dirimu tanpa sengaja, begitu pula dengan sebaliknya. Sekalipun dirimu dan Naru-nii-chan memiliki ingatan masa depan, setelah lewat pukul 7 malam, maka semua ingatan itu menjadi tidak berarti. Kita bisa bertindak bebas tanpa perlu takut terjadi efek kupu-kupu atau paradoks waktu," jelasku pada Lucky.

"Tapi–"

"Mencurigai semua orang termasuk orang-orang terdekatku adalah kebiasaan Minana (5). Kalau Kau sangat takut aku dibunuh lagi olehmu, aku tidak keberatan untuk selalu waspada di dekatmu," potongku sebelum Lucky selesai bicara.

"Tapi–"

"Berhenti tapi-tapi, dattebane! Apa Kau merasa bersalah karena memberitahu Gotei 13 tentang semua masa depan yang terjadi di Dunia Shinobi?! Apa Kau merasa bersalah karena membuat shinigami bernama Sousuke Aizen datang ke sini hingga membunuh Nagato dan Minana (5)?! Jangan bercanda! Semua itu bukan salahmu, dattebane! Kau itu bount! Kau tidak bisa menolak jika mereka menginterogasi dirimu, dattebane! Malah, aku bersyukur karena ingatanmu tidak di-reset! Aku bersyukur karena Kau masih mengingat kami semua!" potongku lagi. Aku tidak tahan melihatnya begini. "Aku tidak keberatan kalau alasanmu pergi dari kami karena keinginanmu sendiri, tapi kalau Kau melakukannya karena terpaksa, sebaiknya Kau urungkan niatmu itu! Kalau Kau memutuskan untuk pergi karena perasaan terpaksa, lebih baik Kau tinggal di sisiku karena terpaksa! Jika pada akhirnya karena terpaksa, lebih baik terpaksa tinggal bersama kami, dattebane!" tambahku.

"Minana-chan egois..." balasnya pelan sekali. Aku juga bisa melihat senyum tipis di bibirnya.

Perlahan, aku mulai berhenti memeluk tangan kiri Lucky, tapi aku masih menggenggamnya dengan kedua tanganku. Aku tahu kalau aku ini egois. Berdasarkan ingatan Minana (5) saat bersama Lucky, aku tahu kalau aku selalu bersikap egois dan seenaknya pada Lucky. Tapi, hanya bersamamulah aku bisa bersikap bebas semauku. Karena aku memiliki ingatan Minana (5), walau Tou-chan, Kaa-chan, dan Naru-nii-chan tahu kalau Kurai Kōri no Konoha dan diriku adalah orang yang sama, aku masih sedikit merasa canggung saat berinteraksi dengan mereka.

"Baiklah," ujar Lucky tiba-tiba.

"Eh?" Aku sangat terkejut saat mendengarnya. Bukan hanya itu, aku merasa kalau aku mungkin salah dengar. Kata 'baiklah' yang ia ucapkan ini, apa ia mau tinggal bersama kami?

"Karena aku ini abadi, sepertinya tidak masalah jika aku tinggal bersama kalian semua. Untuk sementara, akan kupendam dulu penyesalan ini. Lagipula, umur manusia itu sangat pendek. Jadi–"

"Sebelum aku mati, akan kuhilangkan semua penyesalan dan bebanmu itu, Lucky," potongku sebelum Lucky mengatakan sesuatu yang tidak-tidak.

Masa depan dimana semua orang yang berharga dalam hidupku masih hidup ... tidak akan kusia-siakan kesempatan kedua ini. Kehidupan yang tidak pernah dirasakan Minana (5) dan (mungkin) Minana yang lainnya, akan kujalani hidup ini dengan sepenuh hati. Demi mereka (baca: Minana (0) sampai Minana (5)), akan kujaga masa depan ini.

"Wah, padahal masih kecil, tapi malah mesra-mesraan di tempat sepi seperti ini, dattebayo"

DEG

Itu suara Naru-nii-chan. Aku benar-benar terkejut saat mendengar suaranya. Tidak kusangka ia akan menyusulku ke sini. Dasar siscon.

Aku menoleh ke belakang, ke tempat di mana Naru-nii-chan berada. Ternyata dia tidak datang sendiri. Kuroi juga bersamanya. Penampilan Kuroi tidak berwujud naga hitam lagi. Penampilan manusianya mirip dengan penampilan Yukki yang serba putih. Kuroi terlihat seperti anak kecil berumur 10 tahun, tidak jauh berbeda dengan tinggi Lucky yang sekarang. Jadi ini alasan kenapa Naru-nii-chan bisa menemukanku dan Lucky secepat ini.

"Ke mana saja Kau, Kuroi?" tanyaku saat melihat Kuroi. Sejak Yukki mengembalikan wujud manusianya, Kuroi tidak pernah main ke rumah lagi.

"Sejak siang tadi aku bersembunyi di bawah meja makan," jawab Kuroi tanpa intonasi. Bahkan wajahnya sama seperti Yukki yang tidak ada ekspresi.

"Di bawah meja meja?" tanyaku bingung. Diantara keluargaku, akulah yang paling pendek. Jika Kuroi berada di bawah meja makan, harusnya akulah yang pertama kali tahu. Namun setelah berpikir beberapa detik, aku mulai paham apa maksud Kuroi. Aku hampir lupa kalau Kuroi memiliki kemampuan untuk menembus benda fisik. "Oh, begitu. Bersembunyi di dalam lantainya, ya?" tebakku.

Kuroi mengangguk pelan, membenarkan tebakanku. "Tadinya aku berniat muncul dari dalam kue dan mengejutkan semuanya saat kalian meniup lilin, tapi ... ya sudahlah."

GLEK

Aku meneguk ludah saat mendengarnya. Bisa kubayangkan jika kepala Kuroi tiba-tiba muncul di kue ulangtahunnya. Hawa keberadannya yang tidak bisa dirasakan dan tubuhnya yang bisa menembus benda fisik sudah menjadi senjata mematikan yang dapat membuat seseorang terkena serangan jantung.

"Ah, sial, padahal itu rencana yang bagus untuk mengagetkan Minana-chan! Melihat Bocah Hantu berinisiatif untuk mengagetkan seseorang adalah kejadian yang tidak ada di pengulangan manapun! Agh, harusnya aku tidak pergi!" dumel Lucky seraya menjambak rambutnya dengan satu tangan.

Kuroi itu sama seperti Yukki. Dia hanya bergerak jika diminta atau disuruh. Jika Kuroi mencoba menjahiliku, itu artinya Lucky pernah mengajarkan ajaran sesat (?) pada Kuroi.

"Brrrr, ayo kita kembali, Minana! Rasanya merinding, dattebayo," pinta Naru-nii-chan sambil memeluk dirinya sendiri.

"Maaf sudah membuatmu menjemput kami, Kakak Ipar."

Ya ampun, dasar Lucky. Masih terlalu cepat memanggil Naru-nii-chan 'Kakak Ipar'. Tapi, aku senang karena sikapnya mulai kembali seperti dulu. Walau perasaan menyesal, putus asa, dan traumanya masih ada, akan kupastikan kalau semua perasaan Lucky yang itu menghilang sepenuhnya setelah aku dewasa. Aku tidak bisa bilang 'kami' karena kenyataannya Lucky orang dewasa yang berumur ... ah, sudahlah.

"Siapa yang Kau panggil Kakak Ipar, Lucky-jii-chan?!"

Tanpa membuang waktu lagi, dengan hiraishin level 4, aku memindahkan diriku, Lucky, Naru-nii-chan, dan Kuroi ke rumah. Bagaimanapun, kami tidak boleh menunda pestanya lebih lama lagi.

-End of Minana's POV-

.

.

-Tamat-


A/N" Yeeaaah akhirnya selesai juga fanfic Mengubah Masa Depan: Paradoks Waktu *bunyiin drum*
Setelah bertahun-tahun dan
update-nya lemot, akhirnya bisa selesai juga fanfic ini. Yes, Kuroki bebas. Tidak ada hutang lagi XD

Bagaimana menurut Reader-san saat membaca fanfic ini sampai tamat? Apa yang kalian rasakan setelah membaca fanfic ini?

Hahaha, ternyata berakhir happy end, ya? Walau warning-nya ada tulisan 'Death Character', ternyata tetap happy end. Eits, Kuroki nggak bohong kan saat bilang ada karakter yang mati? XD
Semoga Reader-san suka dengan
ending-nya.
Kalau ada bagian yang masih membuat Reader-san bingung, silahkan tanyakan saja.

Ah, iya. Kuroki minta maaf karena tidak menjelaskan secara detail bagaimana cara Kyo, Sakumo, dan Dan menyelamatkan Lucky dari Divisi 12 Pasukan Gotei 13. Silahkan dibayangkan bagaimana cara para mantan shinobi itu menyusup dan menyelamatkan Lucky yang ada di suatu tempat di Divisi 12. Kalau ada waktu, nanti Kuroki ketik chapter khususnya, tapi Kuroki tidak janji, ya? :3

Terimakasih karena sudah baca fanfic ini sampai tamat.
Kuroki juga minta maaf jika ada ada kata yang membuat Reader-san tersinggung.

Oh, iya. Jangan tekan 'BACK' dulu. Di bawah masih ada sedikit lanjutannya.

.

.


.

.

'Proyek'. Itu adalah benda seukuran dadu yang berfungsi untuk mengirim roh plus ke Soul Society. Karena Yukki sudah menghancurkan semua 'proyek' yang ada di Dunia Shinobi, mau tidak mau, 4 shinigami yang ada di Dunia Shinobi harus mengirim roh plus dengan cara manual. Namun, mereka sadar kalau 4 shinigami tidak mungkin bisa melakukan hal tersebut. Kagebunshin tidak bisa menutupi kekurangan tersebut. Manusia yang mati untuk setiap detiknya. Jika roh plus dibiarkan berkeliaran di Dunia Manusia, cepat atau lambat, roh plus tersebut akan berubah menjadi hollow.

Yukki tidak bisa menciptakan 'proyek' untuk mengirim roh plus ke Soul Society atau Neraka. Tidak, bukannya tidak bisa. Hanya saja, setiap mengirim roh plus, 'proyek' akan mengirimkan koordinat tentang asal dari roh plus tersebut pada denreishinki (baca: HP shinigami) Kapten Divisi 1 atau Kapten Divisi 12. Jika tidak begitu, roh plus yang dikirim 'proyek' akan dianggap sebagai penyusup.

Karena itu, Yukki memutuskan untuk menggunakan metode baru untuk mengirim roh plus ke Soul Society atau Neraka. Ia dan shinigami lain akan menciptakan lingkaran teleportasi yang merupakan gabungan fuinjutsu dan jikugan ninjutsu. Karena ini masalah orang mati, Yukki tidak meminta bantuan keluarga Namikaze atau para kage. Lingkaran teleportasi itu akan dibuat di setiap desa yang ada di Dunia Shinobi. Lingkaran teleportasi itu akan dirancang agar hanya bisa di pakai oleh mereka yang sudah mati.

Seperti namanya, lingkaran teleportasi adalah sebuah lingkaran yang dapat menteleportasi objek yang berdiri di tengah lingkaran. Objek itu akan terkirim ke salah satu ruangan yang ada di laboratorium rahasia milik Yukki. Para shinigami juga akan membuat tanda untuk menuntun para roh plus menuju lingkaran teleportasi. Tentu saja tanda tersebut hanya bisa dilihat oleh roh plus atau manusia yang memiliki reiatsu tinggi. Dengan begini, para shinigami tidak perlu berkeliling dunia hanya untuk mengirim roh plus ke Soul Society atau Neraka. Mereka berempat bisa melakukan tugas tersebut secara bergilir.

-END-