"Ini pasti akan jadi pertarungan yang langka! Andai saja kita bisa ikut bergabung melawan si Daishinkan itu!" kata Caulifla.
Cabba langsung menoleh ke arah nya. "Daishinkan-sama bukan angel yang sembarangan. Tapi.. aku yakin Hit-san mampu menandingi dia"
Hari ini, adalah hari Pertarungan Mortal vs sang Pendeta Agung.
Mereka akan segera pergi ke Eksibisi Zeno-sama dalam waktu beberapa menit. Yang tiba menyaksikan pertarungan spesial ini hanya mereka yang dari tim Alam semesta 6, dan juga dari Alam semesta 7 hanya Whis, Beerus, Goku, Vegeta dan Shin.
Untuk pergi kesana, mereka akan di antar oleh Fuwa, Kaioshin Alam semesta 6.
Vados berjalan menghampiri Hit yang berdiri agak menjauh dari kawan-kawannya.
Pasti banyak yang ia pikirkan.
"Hit? kau sudah siap untuk pergi kan?" Tanya Vados.
Iris merah nya melirik ke sosok biru yang berada di sampingnya.
"Ya, tentu saja"
Vados tersenyum. "Baguslah, kalau begitu ku pastikan pertarungan nanti akan berjalan lancar"
*Pukk!
Hit langsung menepuk bahu Vados.
"Vados... Kuharap nanti kau cukup menonton saja. aku sudah bilang padamu kan? Bagaimana keadaanku nanti di arena, jangan dekati aku" ucap Hit.
Vados menghela nafas ringan.
Iya.. dia tahu, dia sudah berjanji tidak akan mendekati Hit begitu pertarungan berlangsung. ini atas permintaan pribadinya sendiri.
"Kau tidak mungkin bangkit sendirian" jawab Vados.
"Saat di arena, aku akan bangkit sendirian. Karena ini pertarungan satu melawan satu, bukan tim"
"Baiklah, kalau begitu aku percaya padamu" ucapnya lagi dan memberi kecupan lembut ke pipi si Assasin.
Hit jadi tersipu.
"HIT!" panggil Champa.
"?"
Si Hakaishin alam semesta 6 menghampirinya. Matanya menatap di Assasin, dari bawah ke atas dengan tatapan saksama, seolah sedang menganalisa anatomi Hit.
"Hmmmmm..."
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Hit.
"Hmmph, karena nanti kau bertarung melawan Daishinkan-sama, Kuharap kau masih menjaga sikapmu. Ingat, Dia bisa saja menghempas tubuhmu keluar dari Arena" kata Champa.
Hit tersenyum miring. "Heh, aku pastikan namamu tetap aman sebagai Hakaishin"
Champa tak menjawab, dia berbalik membelakangi Hit.
"Kalau bukan karena cinta kalian berdua, mungkin Daishinkan-sama tidak akan menantangmu untuk bertarung. tapi masalahnya, Sudah terlanjur. Kuharap kau beruntung di arena, Hit"
"..."
Nada suara Champa tidak terdengar kecewa, dia hanya khawatir. Vados sangat tahu sifat Hakaishin nya kalau mendadak bijak.
"Tidak apa-apa Hit, tetap ingat kau melakukan yang terbaik" tambah Vados.
"Yah, kau benar"
Dan akhirnya, mereka akan segera berangkat.
.
.
.
*Arena Eksibisi Zeno-sama*
Panggung Arena sudah di siapkan, begitu rapih dan memiliki lantai yang kuat untuk menahan tekanan serangan yang akan datang.
Dari sisi kanan, Alam semesta 6 datang tepat waktu dan berdiri di atas tempat kursi penonton yang melayang mengelilingi bentuk arena.
"Woaaaaaahh!?" Caulifla menatap kagum. "Ini pertama kalinya kita ada di tempat para dewa! Kau lihat ini kan, Kale!?"
Kale mengangguk pelan. "Iya.. tempat ini sangat luas"
"Jadi, ini tempat Zeno-sama ya?" gumam Cabba.
Ini pertama kalinya para mortal dari semesta 6 menapak kaki mereka di wilayah Raja Zeno. Mata Hit melihat ke setiap sudut. Angkasa yang penuh dengan milyaran bintang, arena yang cukup luas, dan...
Daishinkan dan Zeno beserta pengawalnya.
Sang Pendeta Agung ternyata sudah berdiri di samping kursi Zeno-sama.
Daishinkan menyambutnya dengan senyuman.
"Akhirnya, kalian datang tepat waktu" ucapnya.
"Hm, sudah menunggu ya" kata Hit.
"Waaahh! Akhirnya mereka datang ya!" kata Future Zeno.
Zeno menoleh pada Future nya "Iya iya! Ini pasti akan jadi pertarungan yang menarik ya!"
"Iya iyaaa! Hehehe!"
"Aku terkesan dengan kesiapan kalian menyaksikan ini. Bahkan sampai membawa anak-anak Saiyan itu, selamat datang di Arena Eksibisi Zeno-sama"
Cabba dan Kale menunduk hormat, sementara Caulifla mengetus.
"Heh! Kau sepertinya mempersiapkan sesuatu untuk mengalahkan Hit ya?!"
"Caulifla-san! Hati-hati! Kau berbicara pada Pendeta Agung!" tegur Cabba.
"Aku tak peduli! Meskipun Katanya dia kuat, bukan berarti aku takut!"
Daishinkan tertawa "Tidak apa-apa, aku memahami caramu menyapa. Kau tak jauh beda dengan Son Goku-san"
Dan di saat yang sama, Alam semesta 7 datang. Goku, Vegeta, Beerus, Whis dan Kaioshin Shin.
"Waaahh! Akhirnya kita sampai juga!" kata Goku.
"Hohoho, salahkan Beerus-sama yang ketiduran habis makan" Whis agak meledek.
"Enak saja! Aku cuma tidur sebentar! heh!" ketus Beerus.
"OY! BEERUS! NGAPAIN KAU DATANG KESINI!?" teriak Champa dari sisi berjauhan.
Beerus langsung melotot ke arah saudaranya. Melihat Champa rasanya sudah ingin muak.
"NGAPAIN KAU TERIAK-TERIAK! DASAR KUCING GENDUT!"
"GGGRRRRR!"
"Beerus-sama" panggil Whis.
"Champa-sama" Vados ikut memanggil.
"APA!?" bentar kedua Hakaishin. Urat mereka sudah terlihat saking kesalnya.
Whis agak berdehem. "Di hadapanmu ada Zeno-sama"
"A-APA!?"
Oh gawat, Zeno melihat kedua Hakaishin dengan tatapan datar seperti merasa terusik.
"ZENO-SAMA! A-APA KABAR!? MAAF ATAS KETIDAK SOPANANKU!" ucap Beerus, membungkuk.
"MAAF ZENO-SAMA! KAMI TIDAK AKAN BERTENGKAR LAGI!" sambung Champa.
Vegeta menatap Hit, si Pangeran Saiyan mengamati si Assasin penuh analisa. Dulu, terakhir kali dia bertarung melawan Hit ketika pertarungan semesta 7 vs semesta 6.
Apa Hit yang sekarang lebih kuat usai turnamen?
"Hmph, aku ingin tahu seberapa besar usaha si Hit untuk bertahan dalam arena ini" Vegeta bergumam. Matanya kemudian berpindah menatap Daishinkan.
"Apalagi melawan Daishinkan.. aku juga ingin tahu kekuatannya"
"Vegeta-san!" teriak Cabba. Vegeta baru sadar bahwa Hit juga membawa anak-anak Saiyan tersebut.
"Cabba, kau juga datang kesini?!" Tanya Vegeta
Cabba mengangguk cepat. "Iya! Kami ingin menyaksikan pertarungan Hit-san!"
Goku ikut menyapa. "Waaahh! Kalian juga ada disini ya! hehehe ketemu lagi deh!"
"Heh! Sekarang kami lebih kuat lho! lihat saja sehabis ini, aku akan bertarung melawanmu!" seru Caulifla.
Goku sangat bersemangat. "HEBAT! Kalian pasti berlatih dengan baik ya! Aku jadi tak sabar!"
"Goku-san, ingat... Jangan sampai kau ikut campur dalam urusan ini" Shin langsung menegur.
Hit menatap ke lapangan arena. ini tak jauh beda dengan arena semesta 7 vs Semesta 6 yang pernah ia tapak. Hanya saja, dia berada di rumah Dewa.
Vados langsung menepuknya, menarik Hit yang nyaris surut dalam lamunan.
"Hit, semoga beruntung" kata Vados.
"..."
Vados memberinya senyuman.
Itu senyuman terbalut rasa percaya.
Hit membalas senyuman itu dengan memberinya kecupan cepat.
"Terimakasih" gumamnya. Dan kemudian dia langsung turun ke arena.
"Ayo Hit! Kau pasti bisa!" teriak Goku.
"Waaah! Ayo ayo! Mulai pertarungan nya!" kata Zeno.
"Aku tak sabaaar!"
Daishinkan mengangguk patuh. "Baiklah Zeno-sama, aku dan Hit-san akan memberi pertarungan yang sangat mengesankan untuk anda"
Dan akhirnya, Daishinkan ikut turun ke arena.
Kini, di dalam lapangan itu, hanya ada dua orang.
Satu Mortal, Satu Angel.
Hit tidak akan ragu dan takut, dia siap mengerahkan segala kekuatan untuk membuat si Pendeta Agung bertekuk lutut di hadapannya.
"Kelihatannya, kau sangat siap Hit-san" kata Daishinkan.
"Hehm, jangan lawan aku Setengah-setengah, keluarkan kekuatanmu yang sesungguhnya" Hit menantang.
"Hit-san, kita punya peraturan dalam pertarungan ini"
"Apa?! Peraturan?" Hit agak terkejut.
Semua yang berdiri di kursi penonton ikut berkedip heran.
"Pertama, karena kau mortal, aku akan mengimbangi Kekuatanku sama denganmu. Kedua, tidak ada yang saling membunuh..
Dan ketiga, kita bertarung sampai siapa yang keluar dari arena ini, dia kalah" ucap Daishinkan.
Hit sebetulnya tidak menyukai peraturan. Bisa saja dia menggunakan Time skip untuk melumpuhkan si Pendeta Agung ini...
"Bagaimana? Peraturan yang mudah kan?"
"Mudah, yang penting tujuan ku adalah mengalahkanmu!" ucap Hit, mengepalkan kedua tinju nya dan bersiap.
"Bagus, Hit-san"
Suasana menjadi tegang dan sunyi, kali ini benar benar serius...
Hit Vs Daishinkan
Siapa yang akan menang?
To be continued
