Read My Music By GoodMornaing

.

.

Happy Reading

Chapter 32 C : Lover Baekhyun

.

.

.

Musim Semi, 2011

Ini adalah salah satu momen tak tertulis.

Jauh sebelum keluarga besar Mansion Byun berangkat ke pulau Jeju. Jauh sebelum segala kejadian yang tak mengenakkan yang sudah terjadi. Bahkan sebelum Baekhyun ditinggalkan Chanyeol yang pergi untuk menjalani latihan intensif persiapan debutnya. Chanyeol dan Baekhyun bahkan baru saja mendapatkan gelar sepasang kekasih.

Ini adalah saat semuanya terasa baik- baik saja.

Di saat, Chanyeol dan Baekhyun masih bersama.

Hanya ada Baekhyun yang selalu bekerja di Mansion Byun dengan damai. Menunggu Chanyeol yang akan selalu datang pada pukul 7 malam dengan tubuh berkeringat setelah latihan.

Dan setelah hari yang melelahkan, keduanya akan bertemu di tempat biasa. Perpustakaan.

.

.

Musim Semi, 2011

Perpustakaan Mansion Byun

"Akh.. Jangan Chan.. Astaga! Hentikan Yeol! Ahahahahaha.." Baekhyun terus tersentak merasakan jari Chanyeol yang menusuk- nusuk pinggangnya.

Mengindahkan rengekan tak terima Baekhyun, Chanyeol justru semakin semangat menggelitiki pinggang kekasihnya. Membuat Baekhyun tertawa geli sampai menjatuhkan buku braillenya, di sertai dengan tubuh yang sudah tertidur dilantai disertai guncangan tawa renyah yang terdengar bahagia sekali. Chanyeol ikut tertawa sambil menggeliti Baekhyun.

"Ahahaha.. Astaga hentikan.." Baekhyun sudah menangis sekarang, terlalu banyak tertawa.

Chanyeol memandang Baekhyun dengan senyum lebarnya. Puas sekali sudah mengerjai Baekhyun.

"Baiklah.. Apa yang kau inginkan heh?" Tanya Baekhyun setelah berhasil menghentikan tawanya, kemudian kembali mendudukan dirinya dilantai marmer dingin perpustakaan miliknya ini, dan bersandar pada dinding kaca dibelakangnya. Tempat kesukaan Baekhyun saat membaca.

Bukannya menjawab, Chanyeol justru merebahkan dirinya dilantai, dan menjadikan paha Baekhyun sebagai bantalnya. Baekhyun tersenyum merasakan itu, kemudian meletakkan salah satu telapak tangannya pada mata Chanyeol. Mata Chanyeol terasa sembab ditangan Baekhyun.

"Ada masalah?" Si peka Baekhyunpun langsung bertanya.

Chanyeol menggeleng.

"Aku tak akan bicara denganmu selama 24 jam bila kau tak mengatakan penyebab matamu menjadi sembab seperti ini. Bicaralah, dasar anak cengeng." Ancam Baekhyun.

Sejujurnya ancaman Baekhyun sungguh lucu namun di saat bersamaan juga kejam, bagaimana Baekhyun memanfaatkan ketidaksukaan Chanyeol akan gambaran diabaikan oleh Baekhyun sebagai ancaman agar pria itu mau bercerita. Terkadang berpacaran dengan pria pintar tak enak juga.

Chanyeol mendengus kesal mendengarnya, namun tetap saja diam. Justru menarik telapak tangan Baekhyun menjauh dari matanya, lalu mengarahkan telapak tangan itu ke bibirnya, mengecupnya beberapa kali, sebelum akhirnya menarik seluruh lengan Baekhyun dan kemudian memeluknya. Menjadikan tangan ranting Baekhyun seolah- olah itu adalah guling ternyaman di dunia.

Baekhyun merasakan semua itu dalam diam.

"Latihan hari ini berat?" Tanya Baekhyun pelan, berusaha menebak apakah yang sudah terjadi pada kekasihnya ini.

"Tidak." Jawab Chanyeol. Singkat, padat, namun tak jelas.

"Lalu?" Tanya Baekhyun lagi, yang mana sekarang Tuan Muda ini penasaran sekali akan alasan mengapakah kekasihnya diam sekali hari ini.

"Hari ini aku latihan dance bersama Pelatih Kai." Baekhyun diam mendengarkan Chanyeol yang akhirnya mulai bercerita.

Namun setelahnya Chanyeol justru terdiam, tak melanjutkan ceritanya. Baekhyun menghela napas sabar. "Ada apa hem? Kau dimarahi Pelatih Kai lagi?" Tanyanya.

Chanyeol menggeleng. "Lalu?" Tuntut Baekhyun.

"Aku tak sengaja melihat isi tas milik Pelatih Kai tadi." Ujar Chanyeol.

Baekhyun mengangguk, "Dan apakah sesuatu di dalamnya membuatmu sedih?" Tanyanya lembut.

Chanyeol mengeratkan pelukannya pada lengan Baekhyun. Membuat sang kekasih otomatis tertarik mendekat. "Ada kotak hadiah di dalamnya. Saat aku bertanya itu apa, kata Pelatih Kai, hadiah itu untuk Kyungsoo. Kyungsoo menang posisi satu di chart lagi." Ujar Chanyeol dengan nada merajuk.

Baekhyun tersenyum mengerti, "Kau iri dengan prestasi Kyungsoo? Tenanglah, kau pasti bisa mencapai hal yang sama suatu hari nanti." Ujar Baekhyun menenangkan.

Chanyeol merengut, "Bukan itu Baek." Ujarnya kesal, membuat kerutan di dahi Baekhyun.

"Lalu apa yang membuatmu sedih hem?" Tanyanya Baekhyun.

Chanyeol menghela napas, "Melihat itu, membuatku merasa, selama ini aku tak pernah memberikan apa- apa untukmu. Aku tak pernah memberikanmu hadiah. Aku terlalu miskin untuk membelikanmu barang- barang mahal atau mengajakmu ke tempat- tempat menakjubkan. Karena uang saku trainee hanya sedikit, aku jadi tak bisa membelikan sesuatu untukmu. Aku bahkan tinggal dan makan di rumahmu sekarang. Aku juga menjadi trainee di agensi milikmu, jadi secara tak langsung aku di gaji olehmu. Aku hanya beban untukmu. Bukankah aku benar-benar kekasih yang tak berguna?"

Baekhyun diam mendengarkan semuanya.

"Bukankah aku memang kekasih yang tak berguna Baek?" Tanya Chanyeol lagi dengan suara sedih.

"Kau memang tak berguna." Jawab Baekhyun dengan tega sekali.

Chanyeol tambah merengut namun menerima kejujuran kekasihnya, "Sudah aku duga itu benar." Ujarnya dengan suara pahit.

Baekhyun tersenyum geli mendengarnya, "Tapi bukan berarti kau tak berharga Chan." Ujar Baekhyun dengan suara pelan, kemudian menunduk, seraya melingkarkan tangan kirinya yang bebas dari pelukan Chanyeol itu pada bahu si pria tinggi, di ikuti dengan Baekhyun yang meletakkan kepalanya pada kepala Chanyeol yang berada dipangkuan Baekhyun.

Chanyeol diam merasakan Baekhyun yang memeluknya.

"Jangan sedih dan merasa terbebani hanya karena aku memanjakanmu. Sejujurnya aku bahkan ingin membelikanmu rumah sendiri, membelikanmu banyak baju bermerk, membelikanmu mobil mewah dan banyak hal mewah lainnya, dan bahkan aku ingin memberikanmu kartu hitam tanpa batas angka itu. Aku sangat ingin kau merasakan kemewahan yang selama ini tak pernah kau rasakan. Tapi aku menahan diriku. Meski aku sangat ingin, aku sekuat tenaga tetap menahan diriku. Karena aku tahu, kau pasti tak akan senang menerima perhatian yang seperti itu." Ujar Baekhyun pelan.

Chanyeol mengangguk, menyetujui bahwa dirinya tak suka diberikan perhatian yang seperti itu. Terasa salah meski bila Baekhyun sendiri yang memberikannya, bukan Chanyeol yang meminta. Entah mengapa tetap saja terasa salah.

Baekhyun menghela napas. Bersiap memberikan kata- kata yang dapat membangun kembali semangat dan kepercayaan diri dari kekasihnya yang mudah minder ini.

Terkadang Baekhyun merasa sedikit frustasi akan Chanyeol yang mudah sekali lupa tentang betapa berharga dirinya bagi Baekhyun.

"Dengar ini Chan." Mulai Baekhyun dan Chanyeol pun diam memfokuskan perhatiannya.

"Aku hanya memerlukan satu orang Chan. Satu orang saja, yang memikirkan diriku lebih daripada memikirkan dirinya sendiri, dan membuatku memikirkan orang tersebut lebih daripada diriku sendiri. Seseorang yang akan selalu menemaniku. Kau tak punya gambaran bagaimana sulitnya bagiku mencari orang seperti itu didunia ini. Dengan hanya kau terus berada disisiku, maka kau sudah memberikan segalanya yang aku inginkan. Ini bukanlah kata- kata manis saja Chan. Dirimu sungguh merupakan harta termahal yang aku miliki sekarang. Kau adalah seorang teman."

"Saat kau kaya, harga teman itupun memang ikut menjadi mahal sesuai dengan isi dompetmu. Semakin kaya dirimu maka semakin mahal lah mereka. Mencari satu yang benar- benar tulus itu sulitnya sama seperti menambang sendiri sebuah permata."

"Dan sekarang, aku menemukanmu... permata yang benar- benar masih mentah dan belum di poles sama sekali. Kau tenang saja, bahkan sekarangpun kau sudah berharga. Kau permataku."

Baekhyun terdiam sebentar, dan Chanyeol juga tetap diam.

"Setiap anak di dunia ini dilahirkan sebagai permata untuk orang- orang beruntung yang dapat melihat kilauannya bahkan sebelum permata itu berpoles dan berkilau. Dan aku melihatmu..."

Baekhyun terkekeh sebentar, "Bukankah lucu aku mengucapkan kata itu padahal diriku sendiri tak bisa melihat?"

Chanyeol merengut, "Jangan menjadikan dirimu sendiri sebagai olokan untuk menghiburku." Ujar Chanyeol pelan.

Baekhyun tersenyum canggung, karena sesungguhnya tak terbiasa berkata- kata banyak dan manis. Lebih mudah menampilkan kasih sayang dalam bentuk perilaku saja, menurut Baekhyun.

"Intinya kau tak hanya seorang kekasih bagiku. Kau adalah teman hidupku, kau adalah teman jiwaku. Aku juga tak percaya cinta pada pandangan pertama itu sungguh bisa terjadi, tapi... aku percaya bahwa didunia ini selalu ada dua orang yang di takdirkan bersama. Aku selalu berpikir, kau terlahir untukku. Kau adalah milikku, kekasihku, teman hidupku, sekaligus teman jiwaku yang selalu membuatku bahagia hanya dengan keberadaanmu. Bagiku, keberadaan dirimu saja sudah cukup. Aku tak perlu hadiah Chan. Karena kaulah hadiahku."

Baekhyun menghentikan ucapannya, merasa lengan miliknya yang sedang dipeluk Chanyeol terasa basah.

Chanyeol menangis

Baekhyun tersenyum manis.

"Kau sudah paham sekarang?" Tanyanya pada Chanyeol.

Chanyeol mengangguk, "Intinya kau ingin bilang aku adalah teman gratis yang harganya murah dan tak perlu di bayar mahal- mahal." Ujar Chanyeol bercanda namun dengan suara sedikit serak.

"HEY!" Baekhyun berteriak tak terima disertai tawa.

Chanyeol ikut tertawa namun diiringi dengan sedikit isakan.

"Selama ini... Aku selalu berpikir akulah yang lebih mencintaimu, daripada kau yang mencintaiku." Ujar Chanyeol pelan, dengan suara serak.

Baekhyun terkekeh, "Kau salah, akulah yang lebih mencintaimu." Ujarnya kemudian memberikan ciuman di pelipis Chanyeol, lalu bangkit dari posisinya yang tadi memeluk Chanyeol. Kembali menyandar pada dinding kaca dibelakangnya.

"Jangan coba- coba berpikir untuk lari dariku ya.." Ancam Baekhyun dengan suara jenaka.

Chanyeol terkekeh mendengarnya. "Kenapa?"

Baekhyun tersenyum ringan, "Karena aku tak bisa melihatmu. Aku tak bisa mengejarmu bila kau lari dariku. Paham itu? Berjanjilah kau tak akan pergi dariku." Chanyeol mengangguk.

"Aku berjanji." Ujar Chanyeol mantap.

"Kau sudah makan malam?" Tanya Baekhyun dan Chanyeol pun menggeleng. Baekhyun merengut dibuatnya.

"Makanlah, kau masih dalam masa trainee, perlu banyak tenaga. Dan aku tebak, kau bahkan belum mandi sekarang." Ujar Baekhyun dengan suara yang sudah seperti seorang ibu mengomeli anaknya.

Chanyeol terkekeh geli, merasa bahagia akan perhatian kecil Baekhyun, terasa seperti seorang seorang Ibu, Kakak laki- laki, dan Kekasih disaat yang sama, "Darimana kau tahu?" Tanya Chanyeol.

Baekhyun mendorong tubuh Chanyeol main- main agar menjauh darinya. "Kau tanya aku tahu darimana?! Tentu saja dari badanmu yang bau ini, hush hush sana.. mandilah dulu baru dekat- dekat aku, kau bau keringat." Chanyeol tertawa dengan kepala yang telah terjatuh ke lantai, Baekhyun telah mendorong pria itu menjauh dari pangkuannya.

"Ayolah.. sebentar lagi." Ujar Chanyeol seraya kembali menjadikan paha Baekhyun sebagai bantal, disertai dengan kedua lengan kekarnya yang melingkari pinggang Baekhyun.

"Beratmu bertambah, banyak lemak di pinggangmu." Komentar Chanyeol dengan kejamnya membahas berat badan secara terang- terangan tanpa filter sama sekali, membuat sebuah perempatan siku- siku tercipta di dahi Baekhyun.

"Aku terlalu bahagia akhir- akhir ini. Dan makan terlalu banyak saat aku menunggumu pulang. Ini semua salahmu." Baekhyun mengucapkannya dengan suara merajuk, membuat Chanyeol tersenyum gemas.

"Benarkah? Kalau begitu aku tak perlu khawatir kau mati kelaparan misalnya aku pergi nanti." Chanyeol tertawa sedangkan Baekhyun melebarkan matanya.

"Kau mau kemana?" Tanya Baekhyun panik.

Chanyeol terkekeh mendengar bagaimana posesifnya Baekhyun padanya.

"Karena latihan menjadi semakin intens sebab aku adalah trainee yang di persiapkan debut, aku disuruh menginap di asrama trainee." Baekhyun tertegun mendengarnya.

Beberapa menit kemudian hangatnya napas Baekhyun terasa dekat di telinga lebar Chanyeol.

Chanyeol langsung terdiam sembari berdebar menunggu apa yang akan Baekhyun lakukan dengan mendekatkan wajahnya seperti itu.

Kemudian, "AKHHH!!"

Baekhyun mengigit telinga peri Chanyeol.

Dengan panik Chanyeol menjauhkan dirinya dari Baekhyun. Sambil menggosok telinganya yang memerah, wahh.. Baekhyun sama sekali tak segan- segan mengigitnya dengan sungguh kuat.

"Kejam!" Tunjuk Chanyeol tepat ke wajah Baekhyun dengan sungguh kekanakan.

"Kau yang lebih kejam padaku dasar bocah telinga lebar. Kau baru saja berjanji untuk tak akan pergi dariku. Auhh.. bodohnya aku yang percaya akan janjimu." Baekhyun sedikit berseru, Tuan Muda kita sedang dalam mode kesal sekarang.

Chanyeol terkekeh menyesal dan malu, "Ternyata menepati janji itu lebih sulit daripada yang aku kira."

Lalu Chanyeol merengut, "Ini bukan keinginanku Baek.. Ayolah.." Dan diapun merengek.

"Haruskah aku jadikan Mansion ini sebagai asrama trainee saja?" Baekhyun bergumam pada dirinya sendiri, khas Milyarder muda itu saat sedang berpikir.

Chanyeol membelalakkan matanya.

"Kau tak bisa melakukan itu!" Teriaknya tak terima, dan Baekhyun menaikkan sebelah alisnya.

"Kau meragukanku?" Tanyanya mengancam, membuat Chanyeol menyesal telah meneriaki Baekhyun.

Oh.. tentu saja Baekhyun bisa melakukannya. Memangnya apa yang tak bisa dilakukan seorang Tuan Muda Byun?

"Aih.. tidak tidak tidak.. kau pasti bisa melakukannya bila kau mau. Hanya saja aku tak setuju bila asrama trainee BB dipindah ke Mansion ini." Ujar Chanyeol.

"Kenapa?" Tanya Baekhyun meminta alasan.

Chanyeol justru bangkit dari posisi rebahannya. Menjadi duduk didepan Baekhyun, kemudian dengan mudahnya menarik Baekhyun hingga terduduk diatas pangkuannya. Sebenarnya berapa berat badan Baekhyun sehingga Chanyeol selalu dapat mengangkatnya dengan mudah... ah.. atau mungkin Chanyeolnya saja yang terlalu kuat.

"Aku tak suka bila nanti ada trainee lain yang suka padamu." Ujarnya seraya menangkup pipi Baekhyun yang hari ini terasa lebih berisi itu dengan gemas.

Baekhyun tersenyum cerah, tampak menggemaskan dengan menampilkan gigi- gigi kecilnya yang lucu.

"Kau pencemburu." Itu penyataan, bukan pertanyaan dari Baekhyun, dan sungguh akurat sekali.

Chanyeol mengangguk saja mengakuinya. "Kau benar." Ujarnya kemudian.

"Aku rasa bila aku, kau, dan Kyungsoo berada di ruangan yang sama. Tidak akan ada berita yang bagus untukmu." Baekhyun bergumam, dan Chanyeol hanya dapat memberikan ekspresi tak mengerti.

"Kenapa?" Tanyanya. Baekhyun hanya terkekeh dibuatnya, "Tunggu saja saat kita bertiga bertemu nanti, kau akan mengerti tanpa perlu aku jelaskan." Ujarnya ringan.

Chanyeol mengangguk mengerti.

"Jadi.." Baekhyun bergumam.

"Jadi apa?" Chanyeol bertanya.

"Jadi kapan kau menciumku, aku sudah bosan menunggu sekarang." Ujar Baekhyun, seraya melingkarkan kedua lengannya pada leher Chanyeol dengan gerakan yang sengaja dibuat sungguh menggoda.

Dan Chanyeol hanya dapat tertawa dibuatnya. Baekhyun tetap terlihat menggemaskan bahkan disaat pria mungil itu berusaha untuk tampil seksi.

"Kenapa kau berpikir aku ingin menciummu hanya karena aku memangkumu?" Tanya Chanyeol masih ingin bermain- main.

Baekhyun mendengus kesal dibuatnya, "Persetan, kau lamban."

Chanyeol terbelalak, pertama kalinya mendengar Baekhyun mengumpat, dan menjadi lebih terbelalak saat Baekhyun justru mendorongnya dengan kuat hingga mereka berdua terebah dilantai marmer perpustakaan ini dengan Baekhyun berada diatas Chanyeol, disertai ciuman dalam yang siapapun tak akan tahan untuk menolaknya.

Chanyeol tersenyum disela ciuman Baekhyun. Pria tinggi itu mulai menutup matanya, dan membalas ciuman Baekhyun dengan perlahan. Membiarkan Baekhyun yang menguasai irama dari pagutan bibir mereka kali ini.

Setiap orang didunia ini memiliki cara masing- masing saat mencium orang lain.

Chanyeol tak mempunyai perbandingan karena dirinya tak pernah mencium siapapun selain Baekhyun.

Namun...

Chanyeol akan mengatakan bahwa cara Baekhyun menciumnya adalah ciuman terbaik dan merupakan ciuman favoritnya.

Bukan karena terlalu memabukkan, bukan karena terlalu manis, bukan karena terlalu panas.

Namun karena Baekhyun menciumnya dengan cara yang membuat hati Chanyeol terasa hangat. Chanyeol merasakannya, sebuah kalimat tersirat yang tersampaikan ke dalam hatinya disetiap ciuman Baekhyun.

Kalimat itu berbunyi;

"Tetaplah disisiku."

Akhirnya kita semua tahu, apakah arti sebenarnya Cinta bagi seorang Byun Baekhyun yang selalu menjawab pertanyaan 'apa arti cinta?' dengan asal- asalan.

Bagi seorang Byun Baekhyun...

Cinta bisa diibaratkan dengan kau bisa pergi kemanapun di belahan dunia ini.

Kau bisa menempuh perjalanan berapa lamapun di sepanjang dunia ini.

Namun kau tetap menjalani itu semua dengan mengenggam tangan orang yang sama. Sampai akhirnya, menemukan akhir sebuah dunia itu bersama- sama.

Benar sekali,

sebuah kesetiaan.

.

.

TBC

.

.

AN :

Dan setia itu mahal.

Karena itukah kamu bilang Chanyeol Hyung itu adalah harta paling berharga milikmu Baek?

Hiks Sweet.

Sayangnya Daddy Yeol pergi... T-T . Cintanya masih setia ke kamu tapi raganya menjauh. Hueeeee T-T Aku tuh gak rela kalian putus. Kenapa kalian putus sihhhhhhh

(Ngeliat tulisan di atas) Sudah kuduga, aku emang lebih lancar bikin tulisan manis- manis daripada drama- drama yang sulit. Aku setengah mati nulis adegan mereka putus. Hatiku gak tahan, gak ikhlas, gak ridho, GAK MAU!! HUEEEE PLEASE BALIKAN DONGGG

oh iya, aku pernah di kasih tahu ini oleh guru sastra bahasa indonesiaku duluuuuu sekali pas zaman saya masih SMA wkwk. Kata- kata beliau yang anehnya setiap ngomong selalu bikin aku ingat sampai mati.

"Setia itu memang mahal dan hanya orang- orang yang berjiwa mahallah yang mempunyai kesetiaan di dalam dirinya. Makanya orang- orang murah itu mudah berkhianat."

Saat saya ngetik chapter ini, tiba- tiba saya jadi ingat beliau.

Beliau dulu juga pernah secara pribadi ngomong sama saya hal seperti ini,"Kita itu sebenarnya cuma perlu sadar diri siapa kita aja, itu kunci kita selamat dan bahagia. Kamu sadar diri kamu anak orang tua kamu, ya kamu bahagiain mereka dan berbakti pada mereka. Orangtua kamu juga harus sadar diri kalau mereka adalah orang tua kamu jadi mereka juga harus menjalankan kewajibannya. Trus kamu sadar diri kamu itu siswi di sekolah ini, jadi ya belajar disini, hormati gurunya, dan ikutin peraturannya. Kamu sadar kamu lahir di kota ini, ya ikutin peraturan kota ini. Kamu sadar diri kamu itu orang Indonesia ya ikuti hukum- hukum negara ini. Kamu sadar diri kalau negeri kamu itu berdasarkan 5 pancasila, maka kamu hidup berpedoman dalam 5 dasar itu. Kamu sadar agama kamu apa, ya kamu ikuti seluruh syariat agama kamu."

"Dengan gitu, kamu bakalan selamat. Kamu bakalan tahu hidup itu untuk apa dan mati nanti gimana. Seringnya, orang yang gelisah dan selalu melanggar peraturan itu ya karena mereka gak tahu diri aja. Dari jenis kejahatan kecil seperti bolos sekolah dan buang sampah sembarangan, sampe kejahatan besar seperti korupsi atau membunuh, itu semua dilakukan oleh orang- orang gak tahu diri."

Beliau salah satu guru paling spesial bagi saya, bisa dibilang beliau bahkan gak masuk dalam kategori 'guru baik' , beliau orangnya juga gak masuk dalam jajaran 'guru killer.'

Menurutku beliau adalah guru yang tegas dan berkarisma. Selain cara MENGAJARNYA yang hebat. Beliau juga tahu cara untuk MENDIDIK agar siswa- siswinya mempunyai KARAKTER yang baik. Entah apa kabar beliau sekarang, semoga sehat selalu. Ini bukan hari guru, tapi saya baper dan kangen guru- guru dulu. Aduhh..

.

.

.

Terima Kasih kepada semua review yang telah kalian berikan.

CHAP 28- 30 :

Ryu Cho, KimAyrra99, Chanbeepark, akhtarHabib, ChanBaek09, ChanBaek09, skyofbbh, aybeechan, SehunSapiens, chanyeoru, Hildads, danactebh, kenzoev, Cheonsa528, amara elraish, Pita388, bbaekhyunfans, BaekFlo, Guest, aybeechan, mariamnullang, Kimwd.

.

.

CHAP 31 :

kenzoev, Ryu Cho, aybeechan, elroseline, minbaek, amara elraish, fifakna, BaekFlo, Cheonsa528, KimAyrra99, danactebh, Hildads, SehunSapiens, baekhyuneew, anastasiakim, cbvtcb, reall any, baekyyeun, dooremi.

Oh ya aku sempet bikin QnA pas Chapter 30 kan?

1. SehunSapiens

Q : Authornya orang mana?

A : Panggil aja aku Momo, rasanya sebutan author terkadang terlalu tinggi (walau terkadang aku tanpa sadar manggil diri sendiri pake Author sih hemmmmm). Aku sekarang tinggal di Kota kecil nan cantik Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Ada yang sama? Silahkan Email saya, yuk kita meet up ;)

2. Hildads

Q : kok punyaku dr chap 28-30 g bisa dibuka ya?

A : Udah beberapa kali kejadian kaya gini nih, biasanya pas aku update borongan, pasti ada beberapa Chapter yang gak bisa dibuka. Aku juga gak tau itu kenapa T-T Tapi lama- lama bakalan bisa di buka aja kok.

3. danactebh

Q : Kak blh request ksh cewek menyebalkan t hukuman berat kak? Happy ending kan kak?

A : Duh.. bakalan mengandung spoiler nih kalau saya jawab kak, ehehe maaf yaaa. Oh untuk requestnya kakak, tenang aja.. sudah Tuan Muda Byun atur.

.

.

Sekali lagi terima kasih, kepada semua yang sudah menyukai, mengikuti, mereview, dan membaca ff ini.

Kalian yang terbaik. Semoga kalian semua bahagia dan sehat selalu.

I love all of you guys~

Lets Love Eri /Bow

ps : SELAMAT KEPADA MEMBER EXO KESAYANGAN AKU, KIM JONGDAE A.K.A CHEN. ATAS PERNIKAHAN DAN KEHADIRAN ANAK PERTAMANYA. I LOVE YOU SO MUCHHHHH!!! HYUNG!! KAMU NIKAH NGEDAHULUIN AKUUU GAK ADIL. AKU AJA BAHKAN BELUM PUNYA CALON. HIKS

pss : Pernikahan Chen gak bakalan ngaruh sama nih FF. Real Chen emang bakalan nikah sama seorang wanita, well.. itu urusan dia. Sedangkan Chen di FF punya aku ini cinta mati sama Xiumin, dan ini urusan aku. Aku gak boleh ngurus hal pribadi REAL CHEN seperti Chen hyung yang gak boleh ngurusin ff aku, karena karya ini milik aku. hohoho