Read My Music By GoodMornaing

.

.

.

Happy Reading

Chapter 33 A : Bittersweet Punishment

.

.

.

Akhir Musim Panas, 2011

Mansion Byun, Seoul, Korea Selatan.

Dengan datar Kyungsoon menatap semua foto Baekhyun yang tertempel di seluruh dinding kamar miliknya di Mansion Byun ini. Menatap satu persatu hasil jempretan itu, dengan perasaan yang dirinya sendiri tak mengerti. Tak bisa dirinya pungkiri, semua foto itu tetap memberikan efek luapan bahagia di dasar hatinya.

Namun sekarang Kyungsoon bingung sendiri. Bahagia akan apakah dirinya ini.

Cintakah?

Obsesikah?

Sekarang, Kyungsoon sendiripun tak mengerti. Namun dirinya tetap yakin bahwa Tuan Muda Byun masih menjadi orang yang paling disukainya. Tuan Mudanya itu akan selalu memiliki tempat spesial dihatinya.

"Kau sudah siap Soonnie?" Kyungsoon menoleh ke belakang, mendapati saudara kembarnya berdiri di ambang pintu kamarnya.

Kyungsoon tahu, bahwa hari ini ialah pertama kalinya saudara kembarnya itu memasuki kamarnya di Mansion ini. Dan tak terhindarkan melihat bagaimana hasil kelakuan gilanya. Dan lihatlah itu, kelopak mata Kyungsoo bahkan tak terbalik terkejut sekalipun. Tampak datar dan santai melihat bagaimana keadaan kamar adiknya. Kamar yang persis seperti studio foto milik fans gila.

Namun Kyungsoo memandangnya seakan kamar Kyungsoon tak ada bedanya dengan kamar- kamar anak gadis diluar sana.

Tanpa berkata sepatah katapun, dengan tergesa Kyungsoon melangkah ke arah kakak sempat satu raganya itu. Dan memberikan belahan jiwanya itu dengan sebuah pelukan erat. Merasakan bagaimana desingan halus dihati keduanya yang terhubung oleh telepati anak kembar mereka. Mereka berdua terasa seperti dua pasang fuzzle yang melengkapi satu sama lain.

Disisi lain, Kyungsoo menjadi kaku setelah mendapatkan pelukan seintim ini secara tiba- tiba. Dan tolong diingat lagi, yang memeluknya sekarang adalah Do Kyungsoon. Iya, Do Kyungsoon yang itu. Yang tak akan menganggap Kyungsoo sebagai saudaranya kecuali dia tengah menggunakan topengnya.

Kyungsoon yang tak akan menemui Kyungsoo kecuali ada maunya.

Kyungsoon yang selama ini menggunakan Kyungsoo hanya untuk kepentingan dirinya.

Kyungsoon yang selama ini goals hidupnya adalah memusnahkan eksistensi Kyungsoo dari muka bumi.

Ada apa dengan Kyungsoon sebenarnya?

"Sebenarnya hukuman apa yang telah Tuan Muda Byun berikan padamu hingga kau seterpukul ini. Aku senang kau menjadi lebih hangat padaku, namun rasanya juga tak membahagiakan melihatmu terus murung dan menangis. Lalu tiba- tiba memelukku seperti ini." Ujar Kyungsoo yang telah lebih rileks, membalas pelukan Kyungsoon sambil mengelus rambut saudari kembar satu- satunya itu.

Tak perlu menunggu lama bagi Kyungsoo hingga dirinya mendengar suara isakan tangis dari gadis dipelukannya. Dan diikuti dengan permintaan maaf berulang- ulang dari saudari kembarnya itu. Kyungsoo sendiri bahkan sudah lelah mengatakan bahwa dirinya telah mengikhlaskan semua hal yang dilakukan Kyungsoon padanya.

Kyungsoo menghela napas pelan, seraya mendekap kembarannya itu dengan lebih erat lagi daripada sebelumnya. Lama- lama Kyungsoo penasaran juga, apa yang sudah Baekhyun lakukan pada adiknya.

Bagaimana bisa Kyungsoon tahu- tahu sudah bertobat. Bila kenyataannya, Baekhyun bahkan tak sudi menemui adiknya ini setelah kejadian di Padang Bunga di Pulau Jeju hari itu.

Dan hari itu, Kyungsoo meninggalkan adiknya selama beberapa saat untuk makan malam. Dan setelah dirinya kembali ke kamar yang ditempati sang adik saat itu. Tahu- tahu saja Kyungsoon sudah berubah menjadi pendosa yang sadar akan betapa besar dosanya seperti ini. Menangis meraung dan tersiksa akan dosanya sendiri.

Persis seperti seorang penghianat kerajaan yang harusnya mendapatkan hukuman mati dari sang raja, namun akhirnya justru menerima keajaiban yaitu berita bahwa dirinya ternyata dibebaskan. Merasa sakit karena tak dapat menebus dosanya.

Kyungsoon tampak seperti orang yang baru saja mendapat kesempatan hidup baru.

Hidup yang lebih baik daripada sebelumnya.

.

..

...

...

(Flashback)

Musim Panas, 2011

BB Resort and Hotel, Jeju, Korea Selatan

.

.

Setelah cukup lama pingsan, akhirnya Kyungsoon siuman. Gadis itu membuka matanya dengan lebar, setelah itu beberapa kali berkedip dengan cepat, merasakan perih dimatanya yang belum menyesuaikan diri akan lampu terang dimana tempatnya sekarang berada.

Gadis itu menatap sekelilingnya, dan menyadari bahwa ini adalah salah satu dari kamar di BB Hotel.

"Ah... diriku dibawa kesini rupanya." Simpul Kyungsoon di dalam kepala cantiknya.

Kyungsoon menghela napas, jari- jarinya meremas selimut yang menutupi tubuhnya ini dengan gelisah. Kepalanya terasa pening, namun dirinya harus mengabaikan itu sekarang. Kyungsoon menatap sekelilingnya, dan cukup terkejut mendapati tidak ada orang lain di kamar ini selain dirinya sendiri.

"Mungkin ada beberapa pengawal menjaga pintu depan agar aku tak kabur." Pikir Kyungsoon lagi.

Gadis ini sekali lagi menghela napas. Sebelum akhirnya mengubah posisi tidurnya menjadi menyamping, sambil menarik selimut tebal agar semakin menutupi tubuhnya yang anehnya merasa kedinginan di musim panas.

Kyungsoon yang malang, sepertinya tubuhmu masih menggigil ketakutan setelah merasakan amarah dari seseorang yang akhirnya kau tahu bahwa dirimu seharusnya tak mencari masalah dengan seseorang seperti Park Chanyeol.

"Aku akan dihukum setelah ini. Hummm.. tak apa. Aku tahu ini akan terjadi saat aku memutuskan ke Jeju untuk mendatangi Chanyeol secara langsung. Cih.. semua ini salah Kyungsoo. Aku sudah memberitahunya tentang ayah si Park Chanyeol itu, tapi dia tetap menyimpan rahasia itu rupanya. HARUSNYA DIA MERASAKAN INSTINGNYA! Telepati kami!! Harusnya dia merasakan keinginanku! Aku ingin dia memberitahu ke si Chanyeol itu!!."

"Bagaimana sekarang? Apakah Tuan Muda dan si Park itu sudah putus?"

"Bagaimana bila tidak?"

"Chanyeol sepertinya tak termakan ucapanku. Dia tak marah kepada Tuan Muda."

"Cih.. Aku kira mereka akan langsung putus setelah ini. Ternyata Chanyeol setidak tahu malu itu. Dia harusnya malu bersanding bersama Tuan Muda setelah aku memberitahu fakta tentang Ayahnya. Dia justru marah padaku sampai menamparku seperti itu. Dasar tidak tahu malu."

"...dia menakutkan saat marah."

Dan sepertinya gadis ini menjadi sibuk bersama pikirannya sendiri.

Kyungsoon menghela napas sekali lagi, dengan cukup keras kali ini, melampiaskan kekesalannya. Lalu duduk dengan tiba- tiba, seraya menendang selimutnya. Merasa teramat kesal akan semua rencananya yang berjalan tak sesuai rencana. Keinginan Kyungsoon itu tak terlalu rumit, dia hanya ingin Chanyeol pergi menjauh dari Tuan Muda Byunnya, untuk selamanya. Kyungsoon tak peduli bila dirinya ikut dibenci oleh Tuan Mudanya, yang penting Chanyeol tidak lagi dekat- dekat bersama Tuan Muda Kesayangan Kyungsoon itu. Pokoknya Chanyeol menghilang saja dari muka bumi ini. Itulah keinginan sederhana Kyungsoon.

"Ugh.. semakin aku memikirkannya. Semakin aku kesal." Gumam Kyungsoon dengan suara serak.

Kyungsoon terdiam.

Mendengar sendiri bagaimana serak dirinya saat bersuara, Kyungsoon mulai menyadari bahwa kerongkongannya sungguh kering akibat dahaga. Hal itu membuat gadis ini menoleh ke arah nakas samping tempat tidur mengikuti insting bertahan hidupnya, dan tepat saja, mata bulatnya menemukan segelas air yang sepertinya memang telah dipersiapkan untuk gadis ini minum setelah siuman.

Dengan tanpa berpikir panjang Kyungsoon mengambil segelas air itu. Lalu menandaskannya dengan tergesa. Dirinya sendiri bahkan terkejut akan kenyataan betapa haus dirinya.

"Kurasa karena sekarang musim pan-"

Kyungsoon yang bergumam sambil meletakkan lagi gelas kosong pada nakas itu terhenti ditengah kalimat saat melihat benda- benda tak biasa yang terdapat di nakas yang sama di tempat segelas air tadi.

Betapa hausnya Kyungsoon hingga dirinya tak menyadari keberadaan benda itu beberapa saat lalu.

Itu surat.

Lebih tepatnya terdapat beberapa surat.

Tampak sebuah map coklat besar dan sebuah amplop putih rapi di atasnya. Tak diragukan lagi pasti semua surat itu ditujukan untuk dirinya. Tak mungkin di taruh disini bila itu milik orang lain bukan?

Dengan ringan Kyungsoon mengambil surat putih dan map coklat itu sekaligus. Dan menebak dari susunannya, sepertinya gadis ini harus membuka surat putih terlebih dahulu, karena surat ini diletakkan di urutan atas. Kesimpulan itu membuat gadis ini meletakkan map besar berwarna coklat itu ke bagian ranjang disebelahnya.

Gadis ini mulai memfokuskan dirinya pada amplop mahal berwarna putih di tangannya. Kyungsoon membaliknya untuk melihat bagian depan amplop.

Dan didetik selanjutnya Kyungsoon merasa seakan ada sebuah pisau tajam memutar isi perutnya. Rasanya tiba- tiba saja Kyungsoon menjadi mual. Dirinya yang sudah pening semakin bertambah pening hanya dengan melihat lambang Keluarga Byun, berupa huruf BB kapital berwarna emas yang terprint samar di bagian depan surat itu.

Oh.

Ini adalah surat resmi langsung dari Tuan Muda Byun Baekhyun.

Surat berwarna putih gading, persis seperti warna megah Mansion Byun. Ini tak salah lagi. Kyungsoon sungguh yakin.

Tanpa sadar kedua tangan gadis ini mulai bergetar. Gadis ini mulai merasakan apa itu ketakutan yang sebenarnya. Puluhan kali di tampar oleh Chanyeol tak ada bandingannya dengan mendapat surat resmi dari penguasa kerajaan bisnis BB Grub itu.

Untuk informasi saja, bila kau mendapat surat dari Byun. Hanya ada dua kemungkinan yang terjadi padamu.

Byun menyelamatkan hidupmu atau, Byun menghancurkan hidupmu.

Sepertinya Kyungsoon telah menebak dirinya berada di pihak mana. Setelah semua hal yang dilakukannya, bukankah Kyungsoon harus sadar diri bahwa dirinya akan berada di pihak kedua bukan?

Kyungsoon menutup matanya.

Menaruh surat itu dipangkuannya. Berusaha menjadi rileks dengan menarik dan mengeluarkan napas perlahan beberapa kali. Tak ada gunanya ketakutan sekarang, dirinya harus menghadapi kenyataan didepannya.

Kyungsoon membuka matanya. Namun gadis itu tak kunjung membuka amplop ditangannya. Dengan mata yang sudah hampir berlinang, Kyungsoon menggigit bibirnya untuk menahan agar bibir itu berhenti gemetar.

INI SIALAN MENAKUTKAN.

Pada saat seperti, Kyungsoon berharap agar ada orang yang membunuhnya saja. Rasanya lebih baik.

Lebih baik daripada menerima kenyataan bahwa orang yang paling kau suka didunia ini sekarang telah amat sangat membencimu hingga ingin menghancurkanmu sampai ke akar- akarnya.

Kyungsoon selama ini selalu mendoktrin dirinya sendiri agar tak mempermasalahkan bila Tuan Muda Byunnya itu membenci dirinya, asalkan Tuan Mudanya menjauh dari si Park. Namun.. saat merasakan sendiri ekspresi kebencian Baekhyun kepadanya. Tuan Muda Byun Baekhyun yang selama ini selalu lembut dan ramah padanya itu. Lebih dari kata sakit untuk mendeskripsikan rasanya.

Kyungsoon merasa dirinya sekarat bahkan sebelum membuka surat apa yang telah Tuan Mudanya berikan.

Baekhyun sungguh kejam.

Baekhyun tahu untuk menyerang titik mana yang paling menyakitkan untuk membunuh seseorang.

Well.. Do Kyungsoon.

Ini baru pembukaannya.

Bukan hukuman namanya bila rasanya tak sakit dan membuat gila.

Kau harus dihancurkan dulu baru bisa dibangun kembali.

.

.

.

Kepada Sahabatku sekaligus Maidku yang berharga, Do Kyungsoon.

Kyungsoonnie.

Begitulah aku memanggilmu sejak kecil.

Setelah banyak hal terjadi beberapa waktu ini, aku berkesimpulan bahwa semua hal yang kau lakukan itu didasarkan akan kenyataan bahwa kau sangat menyukaiku. Karena itulah aku dengan percaya diri memberikan surat dengan huruf braille, karena bila kau menyukaiku kau pasti dapat membacanya. Kau pasti telah mempelajarinya.

Pertama- tama, aku ingin berterima kasih, atas perasaanmu padaku. Sungguh menyenangkan membayangkan Tuan Muda membosankan ini mempunyai gadis secantik dirimu yang menyukainya sedalam itu.

Namun kau pastinya juga telah tahu. Bahwa diriku telah memiliki orang yang aku cintai sedalam yang bisa aku lakukan, sehingga mustahil untukku membalas perasaanmu dengan rasa yang sama. Maaf Kyungsoon, aku tak bisa membalas perasaanmu.

Dan mengenai semua hal yang sudah kau lakukan pada Kekasihku, diriku, dan Kakak Laki-lakimu sendiri. Awalnya aku bingung. Apa yang harus aku lakukan padamu?

Karena kenyataannya aku ingin membahagiakanmu sebagai sahabatmu, disatu sisi aku justru ingin memutilasimu, juga sebagai sahabatmu.

Hingga akhirnya aku membuat keputusan untuk menyadarkanmu, sebagai atasanmu.

Aku telah mendapatkan sebuah hukuman sekaligus hadiah yang paling pas untukmu. Tolonglah diterima, hal terakhir yang dapat aku lakukan untuk menyelamatkanmu ini.

Surat ini akan dikirim bersama sebuah dokumen yang nanti kau sendiri tahu apa isinya. Itulah hukumanmu sekaligus hadiahmu, aku hanya berharap isi dari dokumen itu dapat mencerahkan lagi hatimu yang selama ini berkabut awan.

Soonnie, ingatkah bagaimana kau menjadi Maid di Mansion Byun? Apa saja persyaratan yang telah kau penuhi untuk dapat diterima di Mansion Byun. Dan tolong diingat hal ini. Dulu, aku menerimamu menjadi maid di Mansionku, dikarenakan surat lamaran pekerjaanmu yang sungguh menyentuh.

Setelah kau membaca surat ini. Aku harap kau memikirkan ulang akan apa yang sudah kau lakukan selama ini, dan memikirkan lebih dalam lagi akan apa yang ingin kau lakukan dimasa depan.

Kyungsoonnie.

Mulai dari paragraf selanjutnya, aku akan berbicara sebagai atasanmu.

Saudari Do Kyungsoon. Saya Byun Baekhyun sebagai Tuan Rumah Mansion Byun memberitahukan bahwa mulai hari ini anda dibebaskan dari segala tanggung jawab dan pekerjaannya sebagai Maid di Mansion Byun.

Segala kompensasi dan pesangon pemberhentian serta segala hal yang bersangkutan akan hal tersebut, dapat di diskusikan lebih detail kepada Sekretaris Kim Minseok. Terima Kasih.

Dengan ketulusan,

Byun Baekhyun.

.

.

.

Dengan tangan lemah gadis itu menurunkan jari telunjuknya yang tadi digunakan untuk membaca(meraba) huruf perhuruf braille dalam surat Baekhyun.

Sudut bibir gadis Do ini bergetar, memaksakan untuk tersenyum.

Waw, menyakitkan.

Dirinya ditolak bahkan sebelum menyatakan perasaan. Lalu dirinya di pecqt dari pekerjaannya.

Tuan Byun memang paling tahu bagaimana cara paling pas untuk membuat hati seseorang merasakan pahitnya penolakan.

Dan apa?

Masih ada lagi hukuman untuknya?

Kali ini apa? Tuan Muda Byun ingin Kyungsoon sejatuh apa lagi?

Tidak cukupkah dirinya menjadi gadis menyedihkan yang diberikan penolakan setidak berharga ini, hanya dengan sepucuk surat?

Tuan Muda Byun bahkan tak sudi untuk menemuinya, bahkan bila itu hanya untuk sekedar menyumpah serapah ataupun menampar Kyungsoon.

Dengan tergesa Kyungsoon meraih map coklat yang berada disampingnya. Lalu dengan serampangan membuka map itu, menarik beberapa dokumen didalamnya dengan sungguh tak sabaran.

Dan sedetik setelah Kyungsoon melihat dokumen apa saja yang ada didalamnya. Gadis ini merasakan dunianya jatuh seketika. Mata Kyungsoon bergetar tak percaya, dan tak perlu menunggu lama hingga kilauan air mata menggenang dimata bulat gadis itu.

"Ini..." Kyungsoon kehabisan kata.

.

.

.

Untuk menjadi pegawai di perusahan manapun yang mana perusahaan itu masih berada di bawah naungan BB Grub, ada syarat unik yang harus dilakukan atas request dari sang CEO BB Grub itu sendiri.

Yaitu, selain surat lamaran pekerjaan, seluruh data diri, riwayat hidup, dan segala macamnya, Tuan Byun Baekhyun meminta semua pelamar itu menuliskan satu lembar penuh alasan mereka ingin bekerja di BB Grub.

Ada yang mengatakan, bahwa melihat tulisan seseorang itu sama saja seperti melihat kepribadian seseorang. Bisa dibilang, ini adalah salah satu tes psikologi masuk kerja yang dilakukan tanpa sadar oleh para pelamar- pelamar kerja di BB Grub tersebut.

Dan itulah yang berada di tangan Kyungsoon sekarang. Dokumen- dokumen yang dirinya tarik keluar dengan tergesa dari dalam map coklat tadi.

Terdapat 2 surat disana.

Surat alasan ingin bekerja di BB Grub.

Atas nama Do Kyung Soon sendiri dan satu lagi, dengan tulisan tegak bersambung yang indah namun berantakan, Kyungsoo sangat hapal siapa pemilik tulisan tangan itu, penulis surat itu bernama Do Soo Hyun.

Seseorang yang biasa kita panggil sebagai Kepala Koki Do. Ayah dari Si kembar Do Kyungsoo dan Do Kyungsoon.

.

.

.

Seoul, 2 Desember 1995

Kepada Tuan Muda Byun Baekhyun,

di Berlin, Jerman.

Salam saya kepada Tuan Muda. Semoga semua kebahagiaan diberkahi oleh Tuhan kepada anda. Dan saya mendoakan agar pengobatan serta pemulihan diri anda disana berjalan dengan lancar persis seperti yang anda harapkan. Tiada yang dapat kami harapkan selain kesembuhan Tuan Muda dan kembalinya tuan rumah dari Mansion indah Byun.

Nama saya Do Soo Hyun. Sekarang berumur 33 tahun. Mempunyai seorang istri bernama Seo Joo Hyun. Dan kami di karuniai sepasang anak kembar laki- laki dan perempuan yang kami beri nama Do Kyungsoo dan Do Kyungsoon. Mereka kurang lebih satu tahun lebih muda daripada anda Tuan Muda Byun.

Jika Tuan Muda bingung bagaimana saya bisa mengetahui tentang keadaan kesehatan anda. Maafkanlah saya yang lancang ini, saya beritahukan bahwa saya mendengarnya dari beberapa gosip para chaebol di salah satu pameran lukisan beberapa waktu lalu.

Dan bila terkejutnya saya, saat saya mendatangi Mansion anda untuk mengajukan lamaran pekerjaan, semua pegawai anda di Mansion ini memperlakukan saya dengan sungguh baik seakan saya adalah tamu terhormat. Hal itu membuat saya semakin yakin untuk bekerja dan mengabdi kepada keluarga besar Byun.

Lalu saya diberitahu, bahwa saya harus menulis surat ini. Memberitahukan tentang alasan kenapa saya ingin bekerja dibawah naungan Byun. Sejujurnya saya bingung bagaimana menjelaskannya, akan apakah alasan saya ingin bekerja kepada anda. Bolehkah saya mengatakan ini Tuan Muda. Saya sesungguhnya bukan ingin dipekerjaan. Saya memohon kepada anda, untuk menyelamatkan kami, keluarga kecil saya. Tolong selamatkan putra dan putri saya.

Kami adalah keluarga seni, Tuan Muda. Saya adalah seorang pelukis dan istri saya adalah seorang makeup artist. Pernikahan kami awalnya baik- baik saja Tuan Muda. Walau tak banyak, setidaknya hasil lukisan yang saya jual dan gaji istri saya yang bekerja di salon yang cukup terkenal dapat memenuhi semua kebutuhan hidup kami.

Hingga kemudian istri saya dinyatakan positif hamil. Itu adalah kabar menggembirakan untuk saya Tuan Muda. Namun, salon tempat istri saya bekerja tidak memperbolehkan seorang wanita hamil bekerja disana. Kami berdua berusaha menyembunyikan kehamilannya, istri saya berjuang bertahan dengan semua bahan kimia produk kecantikan itu yang sebenarnya buruk untuk kehamilannya, namun tetap saja, setelah beberapa bulan, kondisi tubuh istri saya yang berubah disadari oleh rekan kerjanya. Dan tak lama setelah itu istri saya kehilangan pekerjaannya.

Istri saya mencari pekerjaan di tempat lain. Dan syukurlah akhirnya ada salon kecil yang menerimanya. Namun, setelah bekerja dari pagi sampai malam terus menerus. Akhirnya istri saya tumbang, dan saat itulah kami mengetahui bahwa istri saya tak hanya mengandung satu nyawa. Namun dua. Bayi kami kembar.

Kondisi tubuh istri saya sungguh lemah. Dia tak dapat lagi bekerja dalam keadaan dua nyawa lain berada dalam dirinya. Sehingga seluruh keperluan rumah tangga menjadi bergantung pada saya dan hasil lukisan saya.

Saya bukanlah Suami dan Ayah yang baik Tuan Muda. Saya egois. Saya hanya memikirkan diri saya sendiri. Saya dibutakan oleh ambisi saya sendiri tanpa memikirkan orang lain yang bergantung pada saya. Harusnya saya menyerah pada lukisan sejak lama. Harusnya saya sadar diri, pria miskin seperti saya harusnya tak melakukan pekerjaan seni seperti melukis. Harusnya saya melakukan semua pekerjaan paling kasar dan menghasilkan banyak uang untuk Istri dan Anak- anak saya.

Tak perlu menunggu waktu lama hingga seluruh surat tagihan berdatangan. Kami mulai menunggak listrik, air, dan semuanya. Istri saya sedang hamil. Anak kembar. Dia memerlukan banyak perhatian dan nutrisi yang cukup untuk kesehatan dirinya dan bayinya. Namun saya justru lebih fokus menyelesaikan lukisan saya. Saya pikir, sekali lukisan itu terjual dengan harga tinggi, maka semua tunggakkan dapat terbayar, dan saya akan mendapatkan biaya untuk persalinan istri saya. Namun semuanya gagal Tuan Muda. Mana ada orang yang mau membayar tinggi lukisan dari pelukis biasa tanpa nama.

Lalu, dihari istri saya melahirkan. Saya hampir kehilangannya Tuan Muda. Istri saya terlalu lemah untuk melahirkan dua bayi secara normal. Sehingga, saya yang saat itu sangat terjepit, mendatangi rentenir untuk biaya operasi sesar yang sungguh mahal bagi saya. Saya sangat bahagia dan sangat lega saat mengetahui bahwa istri saya dan kedua putra putri saya selamat Tuan Muda.

Namun ternyata Tuhan memberikan kejutan lain. Mungkin ini adalah bentuk hukuman Tuhan karena saya tak terlalu memperhatikan nutrisi istri saya saat hamil. Putra dan putri kami yang tercinta terlahir, dengan tubuh menempel satu sama lain. Saya, si pelukis miskin tak ada jalan lain selain kembali meminjam uang kepada rentenir untuk operasi pemisahahan tubuh putra dan putri kami.

Dan sekarang disinilah saya Tuan Muda. Saya saat ini bekerja menjadi asisten dapur di salah satu restoran hotel. Namun ini tak akan bertahan lama, seperti sebelum- sebelumnya, kami harus berpindah kesana kemari. Rentenir itu akan selalu menemukan kami dan menagih pembayaran atas pinjaman yang telah saya lakukan, disertai dengan bunga yang semakin tinggi saja. Saya tak mungkin sanggup membayar uang sebanyak itu. Beruntunglah saya malam tadi diam- diam memasuki salah satu pameran lukisan yang diadakan di hotel tempat saya bekerja Tuan Muda. Sehingga saya dapat mendengar bahwa anda adalah seorang murah hati yang menerima pegawai dari orang- orang yang kesusahan.

Tuan Muda, tolong selamatkan putra- putri kami. Pagi tadi mereka semua mengobrak-abrik rumah kami dan memukuli saya serta istri saya. Mereka menculik putra dan putri kami Tuan Muda. Saya mohon, selamatkan mereka Tuan Muda, hanya merekalah harta saya yang tersisa. Tak ada yang lebih berharga lagi daripada anak- anak saya Tuan muda. Tolong selamatkan mereka.

Saya mendengar keluarga Byun akan selalu melindungi siapapun yang bekerja dibawah naungan Byun. Byun akan membantu semua pekerja yang mengabdi pada Byun. Bila memang begitu, tolong terima saya Tuan Muda. Saya bukan lagi pelukis yang terlalu berambisi dengan mimpinya. Saya telah bisa memasak, berkebun, atau apapun yang Tuan Muda inginkan. Saya cepat belajar, sehingga saya akan berusaha cepat beradaptasi bahkan untuk pekerjaan yang belum pernah saya lakukan.

Tuan Muda.Tolong selamatkanlah putra putri saya. Setelah mereka lahir kedunia ini, saya telah membuang impian saya menjadi pelukis. Sekarang, satu- satunya impian saya adalah kedua putra dan putri saya, tak pernah merasakan kekurangan uang seumur hidupnya. Saya mohon Tuan Muda. Jika dalam tiga hari saya belum menebus hutang saya, maka Kyungsoo dan Kyungsoon akan dijual keperdagangan manusia. Harta berharga saya yang tersisa, permata hidup saya yaitu putra putri saya. Rasanya lebih baik mati daripada merasa ketidakberdayaan ini untuk menyalamatkan anak- anak saya Tuan Muda.

Tolong terima saya Tuan Muda, saya akan mengabdi pada anda. Istri saya juga akan mengabdi kepada Byun. Dan kedua putra dan putri kami yang pasti memiliki darah seni didalam dirinya Tuan Muda, bila anda menyelamatkan mereka, saya yakin suatu hari nanti bakat mereka akan bermanfaat untuk anda. Saya dan istri saya akan melatih bakat putra dan putri kami dengan sebaik mungkin, agar bermanfaat untuk anda. Saya sebagai kepala keluarga Do bersumpah, bahwa keturunan selanjutnya dan selanjutnya, dari keluarga ini akan mengabdi selamanya kepada keluarga Byun. Sebagai bentuk terima kasih kami bila Tuan Muda Byun, pewaris tunggal, Tuan Besar dan pemimpin BB Grub, menyelamatkan putra dan putri keturunan terakhir keluarga Do saat ini.

Dengan penuh hormat dan harap,

Do Soo Hyun.

.

.

.

.

Hiks

.

.

Hiks

.

.

.

"A-Ayah..."

A

A

A

"AAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRGGGGGGGGG!!!!!!!!!!!!!!!!!"

Tangis Kyungsoon pecah begitu saja. Sambil memeluk kertas yang telah menguning dan penuh tulisan acak- acakan itu. Kyungsoon tak lagi menangis, namun menjerit dan berteriak kesakitan sambil meremas dadanya yang terasa sakit.

Sakit.

Rasanya sungguh sakit.

Kyungsoon meraung setengah gila. Rasanya gadis itu sudah tak dapat lagi bernapas karena terlalu sering tersedak air mata.

Inilah hukuman yang Tuan Muda Byun maksudkan.

Inilah hadiah yang Tuan Muda Byun maksudkan.

Tak seperti Chanyeol yang langsung menampar pipinya dengan keras.

Tamparan yang diberikan Tuan Byun berbeda bentuknya. Tak terlihat. Tak terasa dikulit. Tak membuat luka pada tubuh Kyungsoon.

Namun membuat dirinya sekarat akan malu. Babak belur akan rasa bersalah. Dan kesakitan memohon maaf.

Tuan Byun mengajarkannya, apa yang biasa orang sebut dengan penyesalan.

.

.

.

Alasan saya melamar untuk bekerja di Mansion Byun adalah..

.

.

.

Supaya saya dapat membantu Ayah saya yang selama ini bekerja di Mansion Byun.

.

.

.

Meski saya tidak berpengalaman serta tidak seberbakat seperti pelamar yang lain...

Saya juga tak memiliki tingkat keterampilan yang sama.

.

.

Namun saya akan imbangi kekurangan saya itu dengan kerja keras dan dedikasi.

Sesulit apapun tugas yang sama terima.

Apapun halangan yang akan saya hadapi.

Saya akan gigih bekerja.

.

.

Saya akan membuktikan bahwa saya akan menjadi asset yang berharga untuk Keluarga Byun.

Saya akan membuktikan bahwa saya dapat menjadi putri yang membanggakan untuk Ayah saya.

.

.

Terimakasih kesempatannya. Semoga kebahagiaan dan kesehatan selalu diberikan pada Tuan Muda.

Dengan Hormat,

Do Kyungsoon.

.

.

.

Kyungsoon terus meraung kesakitan dalam tangisnya. Meremat dadanya yang terasa sesak dan berulang kali memukul kepalanya sendiri sambil memberikan sumpah serapah kepada dirinya sendiri.

Teringat dengan jelas potongan kalimat dalam surat braille dari Tuan Muda Byun Baekhyun.

Soonnie, ingatkah bagaimana kau menjadi Maid di Mansion Byun? Apa saja persyaratan yang telah kau penuhi untuk dapat diterima di Mansion Byun. Dan tolong diingat hal ini. Dulu, aku menerimamu menjadi maid di Mansionku itu, karena surat lamaran pekerjaanmu yang sungguh menyentuh.

Setelah kau membaca surat ini. Aku harap kau memikirkan ulang akan apa yang sudah kau lakukan selama ini, dan memikirkan lebih dalam lagi akan apa yang ingin kau lakukan dimasa depan.

Kyungsoon tak tahu. Dirinya tak tahu.

Bahwa kata- kata menyentuh yang ditulisnya tanpa berpikir panjang di surat lamarannya itu ternyata bermakna sebesar ini. Dirinya mengira surat itu hanyalah bentuk formalitas saja. Dirinya bahkan menulisnya dengan asal tanpa berpikir panjang. Seakan tengah menulis esai di sekolah.

Karena minimnya perhatian dari sang Ayah. Kyungsoon mengira sosok pria paruh baya yang selalu terlihat menggunakan seragam kokinya itu tak pernah memikirkan anak- anaknya. Kyungsoon selalu mengira Ayahnya adalah sosok gila kerja yang terobsesi dalam belajar mengolah makanan setiap harinya.

Kyungsoon mengira Ayah dan Ibunya selama ini terus memusatkan perhatian mereka dalam mengembangkan bakat Kyungsoo karena Kyungsoolah anak tersayang mereka. Dirinya tak tahu bahwa orangtuanya terus menuntut Kyungsoo sejak kecil berlatih keras pada bakat vocal dan aktingnya, merupakan bentuk pengabdian dan balas budi Keluarga Do kepada Keluarga Byun, yang telah menebus Kyungsoo dan Kyungsoon dari renternir yang ingin menjual mereka.

Dirinya tak tahu...

Dirinya tak tahu...

Bahwa selama ini, dirinya sendiri yang selalu memandang rendah seorang Park Chanyeol. Selalu menyebut pria itu sebagai pria tak tahu malu dan tak tahu di untung.

Dirinya tak tahu...

Bahwa hidup Kyungsoon sendiri merupakan awal dari kematian dan pengorbanan mimpi Ayahnya sebagai pelukis. Bahwa hidupnya selama ini sangat nyaman karena Ayah dan Ibunya yang bekerja keras kepada Keluarga Byun sebagai rasa balas budi akan sudah menyelamatkan nyawa Kyungsoon.

KYUNGSOON TAK TAHU!!

Dirinya memiliki ikatan telepati yang sungguh kuat bersama Kyungsoo itu terjadi karena mereka berdua pernah berbagi satu tubuh berdua. Dirinya tak tahu... tanda lahir di sisi kiri tubuhnya adalah hasil operasi pemisahan tubuhnya dari tubuh Kyungsoo.

Dirinya tak tahu...

Dirinya tak tahu bahwa selama ini, selama hidupnya, seorang Do Kyungsoon hidup dipenuhi cinta oleh keluarganya.

Dengan memalukannya Kyungsoon justru menghancurkan nama baik keluarga Do didepan semua orang.

Ditangisi seperti apapun percuma. Semua sudah terlanjur terjadi. Yang dapat kita lihat sekarang hanyalah, seorang gadis yang tak memiliki wajah lagi untuk menatap dunia. Karena terlalu malu akan segala keegoisan yang sudah dilakukannya selama ini.

Rasanya Kyungsoon sekarat dibunuh malu.

.

.

.

"Kyungsoon!!" Teriakan dari suara merdu itu terdengar.

Kyungsoo menghampiri adik kembarnya dengan tergesa. Langsung menduduki ranjang yang sama dan mencoba menegakkan tubuh Kyungsoon yang tertunduk menangis dengan mendorong lalu menahan kedua bahu sempit gadis itu dengan kedua tangannya.

"Ada apa? Aku langsung berlari kesini saat aku merasakan kau sedang menangis dan kesakitan. Apa yang sudah terjadi? Mana yang sakit? Apa yang sakit? Hei.. jawab aku, berhentilah menangis. Bila kau terus menangis, maka aku juga..." Kyungsoo tak dapat melanjutkan perkataannya.

Dua belahan jiwa ini terbiasa berbagi bersama perasaan serta emosi milik satu sama lain. Kyungsoo merasakan sakit yang persis sama seperti yang Kyungsoon rasakan sekarang.

Membuat pria Do itu langsung memeluk adiknya erat. Dan membuat Kai yang sedari tadi berdiam diri diambang pintu hotel yang terbuka, mendapat pemandangan pilu dimana saudara kembar itu tengah menangis bersama.

Dalam hati Kai bergumam.

"Sudah aku bilang. Masalah Keluarga Do itu, hanyalah kurang komunikasi kepada satu sama lain."

.

.

.

Flashback END

.

.

.

.

TBC

.

.

.

AN :

Tuan Do itu divisualkan oleh aktor Kim Soo Hyun ya, yg jadi alien didrama Man From the Star. Dan dia emang aktor yang bisa nyanyikan? Dan aku rasa suaranya agak mirip D.O, berat namun lembut dan berkarisma, dan itulah yang diwariskannya kepada putranya itu. Oh iya, Kim Soo Hyun punya bentuk bibir yang kaya bentuk hati juga kan? Nah.. pas banget sama si anak kembarnya.

Dan Si Nyonya Do, di visualkan oleh Seo Joo Hyun a.k.a Seohyun SNSD. Mewariskan bentuk wajah bulat baby face dengan mata bulat menggemaskan kepada si kembar Do. Nyonya Do inilah si stylist Baekhyun selama ini, meski Nyonya Do sekarang udah cukup sukses untuk punya salon sendiri, dia tetap bakalan datang ke Mansion Byun untuk ngerias wajah cantiknya tuan muda kita.

Dan visual Do Kyungsoon itu silahkan edit aja foto D.O jadi cewe dengan rambut panjang hitam legam. Cantik banget yaa ehehe.

Kyungsoo dan Kyungsoon itu sebenarnya mirip banget, yg membedakan cuma bentuk hidung mereka agak beda, walau tak terlihat kalau sekilas doang. Tapi Baekhyun terus bilang mereka kembar non identik, ya Baekhyun kan gak pernah ngeliat mereka. Baekhyun mengenali orang lain dari suara dan aromanya, dan suara Kyungsoo dan Kyungsoon itu jauh beda. Bahkan walau Kyungsoon pura pura jadi cowo dan nyamar jadi Kyungsoo aja gak berpengaruh untuk Baekhyun. Baekhyunnya kita ngenalin orang dari bau keringat orang tersebut. Kalau dipikir lagi ngeri deh, Baekhyun justru lebih sulit ditipu daripada orang lain.

Inilah bukti perkataan Chanyeol, "Baekhyun bisa melihat sesuatu yang orang lain tidak bisa."