Sebelum membaca chapter 73 ini, lebih baik kalian baca ulang chapter 72 karena saya melakukan perombakan masif di sana yang bisa mengakibatkan kebingungan kalau kalian langsung membaca chapter ini.


FINAL FANTASY VERSUS


073


Nyx hampir tertidur ketika selot berdentang dan pintu dibuka. Cahaya menyeruak masuk, dan dia seketika bangkit, sementara Sarah sigap di belakangnya.

Seekor okami penjaga menunduk hormat, lalu membuka jalan bagi Skoll untuk berdiri di ambang pintu sel. "Kamu sudah berbicara dengan Ayah?"

Nyx mengangguk. "Antar aku menemui Freki. Aku tidak tahu para okami menyembah dewa atau dewi apa, tapi doakan strategi yang telah kami susun akan berjalan sukses."

"Kami menyembah Hexatheon sama seperti manusia. Aku akan berdoa kepada Mereka untuk keselamatanmu. Jelaskan padaku strategimu itu, jadi aku bisa membantumu menyukseskannya."

"Bukannya aku bermaksud kasar, tapi orang lain tidak boleh tahu atau strategi kami bisa bocor. Okami-okami yang mendukung Freki bisa mendengar. Bahkan dinding pun memiliki telinga jika kamu berada di sarang musuh."

Mungkin Skoll resah. Yang pasti, dia diam sejenak, dan kemudian mempersilakan Nyx keluar dari sel. Dia tidak sekali pun menyahut ayahnya yang berada di sel sebelah padahal jarak mereka amat dekat. Pastinya dia bertindak ekstra hati-hati. "Sersan, bawa sang Penebus menghadap Raja."

Sersan okami yang tadi membuka pintu sel mengangguk. Dia membawa Nyx—dan Sarah tanpa sepengetahuannya—diikuti Skoll di belakang—ke tempat terbuka, dan Nyx bersyukur karenanya. Sekeluarnya dari penjara di bawah tanah menara, Nyx melihat langit kelabu menggantung di atasnya. Tak adakah sinar mentari yang dirindukannya di dunia kelam ini? Namun udara sejuk karena kastel itu dikelilingi hutan yang ditumbuhi pepohonan rindang.

Penjaga itu berbicara dengan okami lain, yang mendekati Skoll dan bicara padanya.

Nyx jelas tidak mengerti bahasa okami yang di telinga manusia terdengar hanya bagaikan geraman serigala. Tapi Sarah yang dari tadi diam akhirnya buka suara. "Okami penjaga itu bilang kalau kamu tidak bisa menemui Freki sesukamu. Kamu harus menunggu sampai dia mau bertemu denganmu."

Nyx membalas dengan bisikan lirih, "Bagaimana kamu mengerti bahasa okami?" Sarah memang tidak pernah selesai mengejutkannya.

"Itu tidak penting," balas Sarah. "Biarkan aku menerjemahkan pembicaraan mereka dan kamu diam saja."

"Aku mengerti," balas Nyx.

Di saat bersamaan, Skoll masih lanjut berdiskusi dengan seekor sersan okami.

"Skoll bilang 'Urusan ini mendesak, yang harus kuberitahukan padanya. Ini tentang Fenrir. Aku yakin Yang Mulia ingin tahu, tapi tetap saja aku tidak bisa memberitahukannya kepada orang lain, apa kamu tidak mengerti? Itu tidak sopan. Raja akan sangat marah kalau tahu kita tidak sopan!'" Sarah menerjemahkan.

Kata-kata itu tampaknya berpengaruh, atau kalau tidak, cukup membuat okami itu bingung sehingga dia diam sejenak. Nyx yakin dugaannya soal situasi di kastel ini benar: Freki memperkenalkan begitu banyak cara baru sehingga tidak ada okami yang yakin bagaimana harus bersikap, dan Nyx bisa memanfaatkan ketidakpastian ini untuk menjalankan rencananya.

Jadi sersan itu pergi berkonsultasi dengan atasannya, dan tak lama kemudian Nyx dan Skoll diajak masuk ke ruang kenegaraan. Di situ pun keadaannya tidak lebih bersih, dan udaranya malah lebih sulit dihirup daripada udara di sel, karena semua bau busuk alami yang ada diselubungi aroma parfum yang sangat menyengat. Nyx dipaksa menunggu di lorong, lalu di ruang tamu, lalu di balik pintu besar, sementara okami-okami berdiskusi dan berdebat sambil mondar-mandir. Nyx jadi punya waktu untuk melihat-lihat dekorasi menggelikan di sekitarnya: dinding-dinding yang dipenuhi ukiran gips bersepuh emas, sebagian di antaranya telah terkelupas atau rontok karena kelembapan, sementara karpet bermotif meriah di lantai penuh sampah.

Akhirnya pintu besar itu dibuka dari dalam. Cahaya dari setengah lusin tempat lilin yang tergantung di langit-langit, karpet merah pekat, dan wangi parfum yang sama tercium lebih keras di udara; dan wajah-wajah sekitar selusin okami, semua menatap Nyx, mereka mengenakan semacam pakaian—jika itu layak disebut pakaian karena rajutannya yang amat kasar dari bulu-bulu basilisk sehingga mereka lebih mirip serigala yang terjebak dalam kostum badut. Para Okami itu tampak tidak nyaman dalam balutan pakaian itu karena membuat mereka sering menggaruk-garuk bulu-bulu mereka dengan kaki belakang dan mereka kentara sulit bergerak di dalamnya.

Dan di panggung di seberang ruangan, ada singgasana besar menjulang tinggi. Singgasana itu terbuat dari granit agar kuat dan kokoh, tapi seperti begitu banyak benda lain di istana Freki, kursi itu dihiasi tirai yang terlalu meriah serta ditempeli rangkaian pita emas mirip mote-mote di lereng gunung.

Di singgasana itu duduk okami terbesar yang pernah dilihat Nyx. Berdiri dengan sepasang kaki, Freki bahkan lebih tinggi dan lebih berisi dibandingkan Fenrir. Bulu-bulu cokelat tebal dan panjang tumbuh di kepala, leher dan lengan. Anehnya, dari dada ke perut, paha dan ujung kaki hanya ada otot dan daging berlapis kulit kasar bak seorang manusia. Wajahnya jauh lebih banyak bergerak dan menunjukkan ekspresi, memberikan kesan menyerupai manusia yang tidak pernah Nyx temukan di wajah Fenrir dan Skoll. Penjelasan Fenrir benar karena kini Freki adalah campuran setengah sosok okami dan setengah manusia. Dia memang layak disebut sebagai spesies baru seperti yang disebut-sebut Fenrir: demiokami.

Ketika Freki menatapnya, Nyx merasa melihat manusia yang memandang dari balik mata merahnya, manusia seperti yang pernah Nyx lihat di mata Drautos, kapten militer yang terbiasa dengan pangkat tinggi. Freki mengenakan helm bertanduk tunggal di kepalanya, pelat besi di kedua tangan dan kakinya, dan sehelai kain cokelat untuk menutupi selangkangannya. Cakar-cakar di kedua lengannya sepanjang lima belas sentimeter. Kesan yang timbul adalah kekuatan, energi, dan kecerdasan luar biasa; Freki cukup besar sehingga pantas mengenakan pelat-pelat armor itu karena menjadikannya tampak mengintimidasi, buas dan memukau.

Nyx ciut. Tiba-tiba gagasannya tampak terlalu rapuh untuk diutarakan. Tapi dia maju lebih dekat, karena terpaksa dan berusaha memberanikan diri. Dia mendekati singgasana dan membungkuk sangat rendah sementara Sarah tak bersuara dan tak bergerak di sampingnya.

"Salam kami untuk Anda, wahai Raja yang agung," katanya dengan suara pelan, meskipun dia ingin muntah berbicara dengan kesopanan ekstra yang dibuat-buat. "Atau maksudku salam dariku, bukan dari dia."

"Bukan dari siapa?" tanya Freki, dan suaranya lebih ringan daripada dugaan Nyx, tapi penuh nada dan nuansa ekspresif. Sambil bicara, Freki mengibaskan cakar ke depan moncongnya untuk mengusir lalat-lalat yang berkerumun di sana.

"Dari Fenrir, Yang Mulia," kata Nyx. "Ada informasi sangat penting dan rahasia yang harus kusampaikan pada Anda, dan kurasa aku harus menyampaikannya hanya pada Anda."

"Tentang Fenrir?" Tiba-tiba Freki menatap murka pada Skoll yang dijaga dua sersan okami jauh dari singgasana. "Skoll bajingan! Niat busuk apa yang kamu rencanakan dengan membawa manusia ini kemari? Apa kamu juga ingin kujebloskan ke dalam penjara dan kubiarkan kamu membusuk di sana seperti ayahmu?"

"Maafkan aku, Yang Mulia," balas Skoll. "Tapi lelaki ini tiba begitu saja dari balik kabut. Pastinya dia bukan manusia biasa. Dia memohon untuk menghadap Yang Mulia dan kurasa tidak ada salahnya jika aku menyetujui permohonan kecil itu."

Nyx mendekati Freki, melangkah dengan hati-hati melewati kotoran basilisk yang berserakan di lantai, dan menghalau lalat-lalat yang berdengung di wajahnya. "Namaku Nyx Ulric. Aku adalah Penebus yang diutus para dewa kemari," kata Nyx, begitu lirih sehingga hanya Freki yang mendengarnya.

Ekspresi Freki berubah. Nyx tidak bisa menebak apa artinya, tapi tidak ragu lagi bahwa Freki sangat tertarik. Tiba-tiba dia terhuyung-huyung bangkit dari takhtanya, melangkah ke samping, dan meraungkan perintah kepada okami-okami lain untuk meninggalkan ruangan singgasana dan mengurung Skoll di dalam penjara. Mereka semua membungkuk dan mundur ke pintu.

Ketika ruang takhta telah kosong, hanya tinggal Freki dan Nyx (dan Sarah tanpa sepengetahuan Freki karena dia tidak dapat melihat wanita itu), Freki berpaling memandangnya dengan penuh semangat.

"Para dewa mengutusmu kemari sebagai sang Penebus?" katanya sambil menggali lubang telinganya yang panjang. Dia meniup tahi kuping yang menempel di cakarnya. "Kupikir Penebus hanya mitos yang diciptakan Fenrir untuk memberikan harapan palsu pada para mantan rakyatnya."

"Tidak. Penebus itu asli adanya. Hexatheon memberitahukanku bahwa Penebus adalah seorang pahlawan manusia yang menggenggam kekuatan sihir okami Eidolon pertama sepanjang sejarah. Dan dia akan memimpin seluruh okami di Eos," jawab Nyx.

Itu kata-kata paling berbahaya yang pernah diucapkannya. Dia bisa melihat cukup jelas bahwa hanya ketertegunan Freki yang mencegah sang Raja membunuhnya saat itu juga. Nyx seketika melanjutkan, "Kumohon, Yang Mulia, izinkan kuberitahukan semuanya terlebih dulu sebelum Anda menyakiti diriku. Aku datang kemari dengan menanggung sendiri risikonya, sebagaimana yang bisa Anda lihat, dan tidak ada setitik pun niat dalam diriku untuk menyakiti Anda. Malahan aku ingin membantu Anda, itu sebabnya aku datang. Jujur saja aku telah bertemu dengan saudara tirimu yang bernama Fenrir itu selama aku dikurung di dalam sel oleh Skoll. Fenrir yang memberi tahu aku mengenai kemampuan spesial kaum okami Eidolon; kemampuan kalian untuk berevolusi menjadi manusia dengan memakan jantung manusia. Tadinya Fenrir berusaha untuk membunuhku dan merenggut jantungku, tapi aku berhasil menghalau niat jahatnya dengan kemampuan sihirku yang jauh lebih kuat dari manusia mana pun di dunia. Aku tidak sudi menyerahkan nyawaku pada sesosok okami hina seperti Fenrir. Aku jauh lebih suka memberikan jantungku kepada Anda, itu sebabnya aku datang."

"Bah! Omong kosong macam apa yang hendak kamu utarakan padamu? Kamu pasti sudah merencanakan niat busuk dengan Fenrir ketika kamu bertemu dengannya!"

"Sumpah demi para dewa bahwa aku tidak berniat jahat pada Anda! Justru Fenrirlah yang berniat busuk padaku! Dia menginginkan tubuhku dengan memakan jantungku yang amat spesial. Tapi aku tidak ingin memberikan tubuhku padanya. Malahan aku ingin menjadi medium Anda. Karena begitu Fenrir merebut tubuhku, dia bisa memimpin semua okami untuk melawan Anda."

Si raja demiokami meraung marah. Dia meraung begitu keras sehingga kristal di tempat lilin berdenting, dan setiap burung di ruangan luas itu menyurut, dan telinga Nyx berdenging. Tapi dia mampu mengatasinya.

"Itu sebabnya aku sangat menyukai Anda," kata Nyx kepada Freki, "karena Anda penuh semangat dan kuat sekaligus pandai. Dan aku hanya perlu meninggalkan dirinya dan datang memberitahu diri Anda karena aku tidak ingin dia memerintah para okami. Seharusnya memang Anda yang memerintah. Kekuasaan Anda serasi denganku. Aku satu-satunya manusia yang mampu menembus kabut untuk kemari karena aku adalah sang Penebus. Bukankah sebenarnya jauh terpendam di dalam hati Anda bahwa Anda ingin sekali bertemu dengan sosok dalam mitos tersebut?"

Freki ragu untuk berkata-kata. Terpancar aura kuat yang seolah berkata Aku ingin memakan jantungmu! ketika Freki memandang Nyx.

"Aku rela menjadi medium Anda," lanjut Nyx, berusaha tidak terintimidasi oleh aura predator sang Raja. "Anda boleh membunuhku, lalu memakan jantungku. Dengan begitu kekuatan sihirku akan mengalir kepada Anda dan rupa Anda akan menyerupaiku seolah jiwa Anda berpindah ke dalam tubuhku. Anda pasti berpikir aku cukup tampan, bukan begitu? Anda tidak akan menyesal memiliki wajah setampan diriku. Lantas Anda akan menjadi sosok legendaris yang akan memimpin para okami untuk hidup bebas dari Hutan Jarnvid yang mengurung kalian selama ratusan tahun. Anda bisa menghancurkan teritori manusia untuk selamanya. Dimulai dari Galahd, Lucis dan seluruh Eos. Anda bisa melakukan apa saja, aku yakin, Yang Mulia!"

Sepanjang pembicaraannya, Nyx sesekali melirik Sarah. Tangannya gemetar dan keringat membasahi dahi dan sekujur punggungnya. Dia perlu memberi aba-aba secara terselubung kepada Sarah di momen yang tepat untuk menjalankan strategi yang telah mereka rancang matang-matang.

Freki mondar-mandir dengan semangat hampir meledak. Nyx menunggu dalam kecemasan sambil mengamati Freki yang makin lama tampak makin besar dan brutal.

Tiba-tiba Freki berbalik.

"Buktikan!" katanya. "Buktikan kalau kamu bisa menggunakan sihir yang menurutmu adalah sihir terkuat di antara semua manusia!"

Skak mat. Ini adalah momen yang ditunggu-tunggu Nyx dari tadi. Freki telah terpancing oleh bualan panjangnya dan tiba saatnya bagi dia dan Sarah untuk menjalankan strategi mereka.

"Baiklah," kata Nyx. "Aku bisa melakukannya, mudah sekali." Nyx memandang sekeliling ruangan, mencari satu objek untuk dijadikan targetnya. Sekitar lima meter dari singgasana Freki, dia menemukan tulang-belulang yang sepertinya berasal dari mangsa yang dibunuh untuk menjadi makanan okami. "Anda lihat tulang-belulang itu? Aku akan menghidupkannya kembali dengan sihirku!"

Nyx melirik ke Sarah di sampingnya dan memberikan kode tersembunyi yang berbunyi Bantu aku, Sarah, atau semua usahaku akan sia-sia!

Sarah mengangguk mafhum. Diangkatnya tangan kanan, dan dia mematerialisasikan gladius emasnya. Diacungkangnnya gladius tersebut ke tulang-belulang yang ditunjuk Nyx. Lingkaran magis berukiran jam timbul di bawah tulang-belulang. Jarum jam yang berhenti di pukul 12.13—Nyx menduga itu jam kematian si makhluk malang itu—mulai berputar mundur, semakin lama semakin cepat.

Seperti film yang sengaja dimainkan mundur, tulang-belulang yang bentuknya tidak beraturan itu saling menjalin satu sama lain dan membentuk tulang iga, kaki dan kepala. Kemudian rongga-rongga tulang itu dibungkus oleh lapisan daging dan akhirnya dibungkus oleh kulit kecoklatan dan bulu-bulu hijau. Tenryata tulang belulang itu tadinya adalah milik seekor balisik.

Stella mendematerialisasikan gladius dan otomatis lingkaran magis di bawah basilisk menghilang. Basilisk yang segar tersebut berkaok-kaok, lehernya meregang ke atas, pandangannya jelalatan kebingungan, lalu dia berlari terbirit-birit menuju pintu ke luar ruangan takhta, takut dimangsa untuk kedua kalinya. Barangkali itu adalah reaksi normal makhluk hidup yang baru dibangkitkan dari kematian seperti zombi yang diberikan obat penyembuh.

Nyx menoleh kepada Freki yang tampak tidak percaya dengan apa yang baru saja ditontonnya. "Bagaimana, Yang Mulia? Dari ekspresi Anda, aku yakin Anda terpukau dengan sihirku. Aku memiliki sihir berelemen waktu. Aku bisa memanipulasi arus waktu sesuka hatiku. Salah satu contohnya seperti yang baru saja kulakukan, yaitu menghidupkan kembali mereka yang sudah mati. Bayangkan apa yang bisa Yang Mulia lakukan dengan kekuatan sebesar ini. Menghancurkan peradaban manusia dan membangun kerajaan okami di Eos tidak lagi sekedar angan-angan. Anda bisa mewujudkan impian itu!"

"Kekuatan yang luar biasa!" Freki memuji dengan mata haus kekuasaan. "Bagaimana kamu bisa melakukan itu?"

"Ceritanya panjang sekali, Yang Mulia. Anda pernah dengan Kingsglaive?"

"Kamu pikir aku idiot? Tentu saja pernah! Tentara elit Insomnia yang bersumpah setia kepada Raja Regis yang naif, tapi malah membelot dan menyebabkan Insomnia runtuh."

Nyx menahan diri untuk tidak terpancing hinaan Freki. "Dulu aku adalah seorang tentara Kingsglaive nomor satu kepercayaan Raja Regis. Para glaive lainnya hanya mencium cincin Lucii untuk memperoleh kekuatan sihir dari Kristal dengan Raja Regis sebagai perantara. Tapi aku berbeda dari mereka. Ketika proses penyaluran sihir padaku, Raja menyayat telapak tangannya dengan serpihan Kristal. Darah yang mengalir dari luka tersebut berwarna emas. Apa itu istilahnya…"

"Ichor," bisik Sarah.

"Ya, benar, ichor. Kata Raja Regis, ichor adalah darah yang telah bercampur dengan sihir murni Kristal. Kemudian Raja Regis mengalirkan ichornya ke dalam sebuah cangkir dan aku meminumnya. Aku ingat sekali setelah aku meminum ichor itu, aku merasakan aliran energi yang saking dahsyatnya aku tidak bisa mendeskripsikannya dengan kata-kata. Setelahnya, Raja berkata bahwa diriku telah terhubung langsung dengan Kristal tanpa beliau sebagai perantara. Oleh karena itu, meskipun sekarang Raja sudah tiada, aku masih bisa menggunakan sihir selama Kristal tetap ada."

"Cerita yang amat menarik," kata Freki. Dia menjulurkan lidahnya yang basah hingga air liurnya menetes, siap menerkam jantung Nyx. "Kuakui ini kesepakatan yang amat menggiurkan. Tapi seperti semua kesepakatan pada umumnya, pasti ada yang harus kuserahkan padamu sebagai imbalannya."

Skak mat kedua. "Ya, benar," jawab Nyx. "Syaratku sederhana sekali. Izinkan Fenrir bertarung ulang denganmu. Jika Anda kalah, maka Fenrir berhak untuk merebut kembali kedudukannya sebagai Raja Okami. Sebaliknya, jika Anda menang, maka Anda boleh membunuhku dan memakan jantungku. Tapi tentu saja Anda tidak akan kalah dengan hanya melawan Fenrir, bukan begitu?"

"Hanya itu?" Intonasi Freki seolah menganggap persyaratan itu semudah menepuk lalat yang hinggap di hidungnya.

"Ya, hanya itu."

Demiokami itu tersenyum licik. Nyx mendapati kekuasaannya pada raja bodongan itu hampir memabukkan, dan kalau Sarah tidak berbisik padanya untuk tetap tenang, Nyx mungkin akan kehilangan kesadaran atas proporsi.

Tapi dia tersadar kembali dan melangkah dengan merendahkan diri ke belakang untuk mengawasi dan menunggu sementara para okami, di bawah pengarahan Freki yang penuh semangat, tengah membebaskan Fenrir dari penjara dan mempersiapkan arena tempur bagi kedua Raja Okami yang saling bertentangan.

Sejauh ini semua berjalan tepat seperti apa yang telah direncanakan matang-matang oleh Nyx, Sarah dan Fenrir sepanjang malam di sel. Namun tetap saja, Nyx khawatir bahwa Fenrir tidak mampu mengalahkan Freki yang jauh lebih kuat dan beringas darinya. Di momen ini, Nyx berharap dia dapat memanipulasi arus waktu seperti Sarah, sekedar untuk mengintip masa depan mengenai hasil dari pertarungan antar kedua Raja Okami.


Perkelahian antar okami adalah kejadian biasa, dan diatur sederet ritual. Jarang ada okami membunuh okami lain, dan kalau terjadi, biasanya itu kecelakaan, atau jika okami satu ditantang oleh okami lainnya, seperti yang terjadi pada Fenrir. Tapi sesekali ada situasi di mana satu-satunya cara untuk menyelesaikan perselisihan adalah dengan bertarung hingga mati. Dan untuk itu, ada rangkaian upacara lengkap.

Begitu Freki mengumumkan untuk mengeluarkan Fenrir dari penjara, dan pertarungan akan terjadi, arena pertarungan disapu hingga mulus. Dua pelayan okami betina mencurahkan perhatian pada cakar-cakar Freki. Setiap cakar lima belas sentimeter itu diasah dan dikikir hingga runcing mematikan. Nyx menyaksikan dengan rasa mual yang semakin bergejolak di ulu hatinya karena Fenrir tidak akan mendapat perlakuan special seperti ini; Fenrir baru saja dibebaskan dari penjara selama setahun dengan keempat kaki diborgol; persendiannya mungkin terlalu kaku untuk digunakan bertarung. Freki menguji ketajaman cakarnya pada basilisk yang baru saja dibunuh, dengan cara menyayat kulitnya hingga koyak seperti kertas, sekaligus mencoba pukulannya pada tengkorak monster ayam jantan itu. Dua pukulan, dan tengkorak basilisk itu remuk seperti telur.

Saat itu berita telah menyebar di kalangan okami dan setiap sisi arena pertarungan penuh sesak. Okami-okami berpangkat tinggi mendapat tempat-tempat terbaik, dan ada daerah tertutup khusus untuk okami betina, termasuk tentu saja istri Freki. Nyx sangat penasaran soal okami betina karena hanya sedikit yang dia tahu tentang mereka, tapi sekarang bukan waktunya berkeliaran dan bertanya-tanya. Karena itu, alih-alih mencari tahu, dia tetap berdiri di dekat Freki dan mengawasi para petinggi memamerkan kelebihan pangkat mereka dibandingkan okami-okami biasa di luar, sambil mencoba menebak arti berbagai hiasan bulu dan lencana serta lambang-lambang yang tampaknya mereka semua kenakan.

Nyx mulai melihat sekarang seperti itulah keadaan di kastel. Okami-okami tidak yakin akan diri mereka sendiri. Mereka tidak seperti Freki, murni, pasti, dan mutlak. Ada tirai ketidakpastian yang terus-menerus menyelubungi mereka, sementara mereka saling mengawasi sambil mengamati Freki.

Dan mereka mengawasi Nyx dengan keingintahuan yang tidak ditutup-tutupi. Nyx tetap merendahkan diri dengan bertahan di dekat Freki dan tidak mengatakan apa-apa, menunduk tiap kali ada okami menatapnya.

Kabut telah terangkat saat itu, dan udara bersih. Saat berdiri sambil menggigil di arena pertarungan (mereka menggunakan pekarangan tengah kastel yang terbuka), Nyx menengadah menatap langit yang kelabu, lapang, bersih dari awan, dan mendambakan momen menegangkan ini cepat usai.

Di samping Nyx, para tukang melakukan penyesuaian akhir pada armor besi Freki. Dengan kedua kakinya, Freki berdiri menjulang, berkilauan karena pelindung kepala, tangan dan kakinya dipoles mengilap. Saat melihat itu, Nyx takut akan nasib Fenrir karena sahabatnya tidak punya armor besi seperti itu. Fenrir telanjang layaknya okami biasa. Nyx mengawasi Freki, begitu mantap dan kuat, dan dia diliputi rasa mual yang hebat, seperti perpaduan rasa bersalah dan ketakutan.

Terdengar raungan para okami di menara pengawas. Okami-okami lain tahu artinya dan menyambutnya dengan sorakan bersemangat penuh kemenangan. Mereka telah melihat Fenrir.

"Bolehkah aku pergi menemui Fenrir sebentar saja?" Nyx meminta dengan nada mendesak.

"Ya. Ya. Pergi sekarang. Pergi dan beri dia semangat!" Freki nyaris tak bisa bicara karena amarah dan nafsunya.

Nyx meninggalkan Freki dan berjalan melintasi arena pertarungan yang kosong dan bersih, dan okami-okami di sisi seberang arena memberi jalan baginya. Saat tubuh-tubuh mereka yang besar bergeser ke samping, kaki langit berkuak, remang-remang dalam cahaya pucat. Fenrir melihatnya sebelum Nyx melihat okami itu. Satu lompatan besar dan dan Fenrir berdiri di samping Nyx.

"Sobatku, aku telah menghadapi Freki dan aku berhasil membuat sebuah kesepakatan dengan jantungku sebagai taruhannya. Atas perjanjian tersebut, dia setuju menantangmu ulang dalam pertempuran untuk menentukan pemegang takhta, seperti keinginanmu. Karena kalau tidak, Fenrir, mereka tidak akan pernah mengakuimu sebagai Raja Okami dan membiarkanku mati di dalam penjara―"

"Kau memberikan jantungmu pada Freki? Bagaimana kau bisa menipu Freki?"

"Itu adalah satu keajaiban sihir waktu Sarah."

"Strategimu berhasil! Kamu berhasil membuktikan bahwa kau lebih cerdik daripada Freki," puji Fenrir. "Bertarung melawan Freki, itu satu-satunya yang aku mau. Berjanjilah kalau kamu tidak akan ikut campur dalam pertarungan ini."

"Ya, aku berjanji," balas Nyx, walaupun dia ragu.

Mereka berjalan berdampingan menuju arena pertarungan kastel yang terbentang rata dan terbuka di kaki dinding. Okami-okami berkerumun di atas kastel, wajah-wajah biru memenuhi tiap jendela, dan tubuh-tubuh kokoh mereka berdiri seperti dinding padat di depan, ditandai pupil-pupil kuning dan hidung hitam mereka. Okami-okami terdekat menepi, membentuk dua jalur agar Fenrir dan Nyx bisa berjalan di antara mereka. Pandangan setiap okami terpaku pada mereka.

Fenrir berhenti di seberang Freki di arena pertarungan. Raja Okami itu turun dari singgasananya, dan kedua okami tersebut berhadapan dalam jarak beberapa meter.

Nyx begitu dekat dengan Fenrir sehingga bisa merasakan tubuh sahabatnya itu bergetar seperti dinamo raksasa, membangkitkan tiupan angin topan luar biasa. Sejenak dia menyentuh leher Fenrir dan berkata, "Bertarunglah sekuat tenaga, Sobat. Kau raja yang sesungguhnya, dan dia bukan. Dia bukan siapa-siapa."

Lalu dia melangkah mundur.

"Okami!" Fenrir meraung. Gemanya memantul di dinding-dinding kastel, dan mengejutkan para okami hingga perhatian mereka semua tertuju pada Fenrir. Dia melanjutkan, "Inilah syarat pertarungan ini. Kalau Freki membunuhku, dia akan jadi raja selamanya, aman dari tantangan dan gugatan. Kalau aku membunuh Freki, aku akan jadi raja kalian kembali. Perintah pertamaku pada kalian adalah robek baju-baju manusia kalian yang penuh kepalsuan, dan berjalanlah dengan empat kaki sebagaimana kalian dilahirkan demikian. Kalian adalah okami. Kalian tidak perlu berlagak seperti manusia. Freki telah menodai kehormatan kaum okami. Aku datang untuk menyucikan kalian. Freki, kutantang kau."

Lalu Freki maju satu atau dua langkah dengan kedua kaki layaknya manusia, seakan-akan nyaris tak mampu lagi menahan diri.

"Okami!" giliran dia meraung. "Fenrir datang atas undanganku. Aku yang memanggilnya ke sini. Aku yang berhak menentukan syarat pertarungan ini, dan inilah syaratnya: kalau aku membunuh Fenrir, dagingnya akan dicabik-cabik dan ditebarkan untuk para basilisk. Kepalanya akan ditancapkan ke duri-duri dan dipamerkan di gerbang kastel. Kenangan akan dirinya akan dihapus. Menyebut namanya akan dianggap kejahatan berat…"

Dia melanjutkan, kemudian masing-masing okami bicara lagi. Itulah aturannya, ritual yang diikuti dengan patuh. Nyx mengawasi mereka berdua, begitu berbeda: Freki berdiri dengan kedua kakinya dan kokoh, tampak tak terkalahkan dalam hal tenaga dan kesehatan, dengan armor besi, angkuh, dan tampak seperti raja manusia; dan Fenrir yang lebih kecil, walaupun Nyx tidak pernah mengira Fenrir bisa tampak kecil, telanjang tanpa mengenakan apa-apa. Tapi Fenrir puas dengan dirinya sebagai okami, sedangkan Freki tidak puas dengan identitasnya, spesiesnya terjepit di antara okami dan manusia. Freki sangat gelisah sementara Fenrir tenang.

Dan Nyx sadar semua okami lain juga membandingkan keduanya. Tapi Fenrir dan Freki lebih dari sekedar dua okami. Mereka dua jenis okami Eidolon yang bertentangan, dua masa depan yang berbeda, dua takdir. Freki telah mulai membawa mereka ke satu arah, dan Fenrir akan membawa mereka ke arah yang lain, dan di saat yang sama, satu masa depan akan berakhir sementara masa depan lain mulai terbuka.

Sementara ritual pertarungan mereka berpindah ke tahap kedua, kedua okami itu mulai mondar-mandir tak sabar di arena pertarungan, maju sedikit demi sedikit, kepala mereka berayun-ayun. Tak ada gerakan sedikit pun di antara penonton, tapi semua mata mengikuti mereka.

Akhirnya kedua petarung itu tak lagi bergerak dan bersuara, saling mengawasi dari kedua sisi arena pertarungan.

Lalu diiringi raungan, kedua okami itu bergerak bersama-sama. Mereka bertabrakan begitu keras seperti dua bongkahan batu besar yang bergulir dari dua lereng yang berseberangan, lepas dari permukaan karena gempa bumi dengan kecepatan tinggi dan akhirnya saling berbenturan, hancur jadi debu dan keeping-keping batu yang beterbangan. Demikianlah kedua Raja Okami itu bertarung. Benturan mereka bergema di udara yang tak bergerak dan memantul kembali di dinding-dinding kastel. Tapi keduanya tidak hancur seperti batu. Keduanya berguling ke samping, dan yang pertama kali bangkit adalah Fenrir. Dia berputar dan bangkit dengan gesit lalu bergumul dengan Freki, yang helmnya besinya rusak akibat benturan itu sehingga dia tidak bisa mengangkat kepalanya dengan mudah. Fenrir langsung menyerang titik lemah di celah lehernya. Fenrir membenamkan cakarnya di buku-bulu cokelat di sana, lalu mengaitkan kuku-kukunya ke balik tepi helm Freki dan merenggutnya ke depan.

Merasakan bahaya, Freki menggeram dan mengguncangkan tubuhnya. Fenrir terpelanting, cengkeramannya lepas, dan diiringi derit logam yang terpuntir, Freki bangkit berdiri, meluruskan pelat-pelat baja di pundaknya, hanya dengan kekuatan ototnya. Lalu seperti salju longsor, dia menerjang Fenrir, yang masih berusaha berdiri dengan kedua kakinya.

Nyx merasakan napasnya sendiri terempas keluar dari tubuhnya akibat benturan dan bantingan itu. Yang jelas, lantai batu di bawah kakinya bergetar. Bagaimana Fenrir bisa selamat dari serangan seperti itu? Fenrir berjuang memutar tubuhnya mencari pijakan, tapi kaki-kakinya menghadap ke atas, dan dengan tubuhnya yang tinggi, Freki berhasil menancapkan gigi-giginya dekat tenggorokan Fenrir. Tetesan darah panas memercik ke udara: setitik mendarat di kaus Nyx, dan dia meremasnya seakan-akan itu tanda cinta.

Lalu kaki belakang Fenrir menancap ke satu pelat kaki Freki dan merenggutnya ke bawah. Seluruh pelat kaki itu terlepas, dan Freki berguling ke samping untuk memeriksa kerusakannya, memberi kesempatan pada Fenrir untuk bangkit kembali.

Sejenak kedua okami itu berdiri terpisah, mengatur napas. Gerakan Freki sekarang terhambat oleh armor besinya, karena pelat-pelat besi itu dari pelindung berubah menjadi penghalang; dua pelat di pundak, satu di kaki dan satu di kepala masih terpasang. Meski begitu, keadaan Fenrir lebih parah. Darah mengalir deras dari luka di lehernya, dan napasnya berat, tersengal-sengal.

Tapi dia menerkam Freki sebelum Raja Okami itu sempat membebaskan diri dari armor baja yang memberatkannya, lalu mendorongnya hingga jatuh terkapar. Fenrir kembali menerkam bagian leher Freki yang terbuka, di mana tepi helmnya penyok. Freki mengempaskannya, kemudian kedua okami itu kembali bergumul, menghamburkan tirai pasir ke segala arah dan kadang sulit melihat pihak mana yang sedang unggul.

Nyx mengawasi, nyaris tak berani bernapas, dan meremas tangannya sendiri erat-erat sampai terasa sakit. Dia mengira dia melihat Freki menorehkan luka di perut Fenrir, tapi itu tidak mungkin, karena sesaat kemudian, setelah hamburan pasir dan getaran lantai yang kesekian kalinya, Freki berdiri tegak seperti petinju di atas dua kaki dan Fenrir dengan keempat kakinya. Fenrir menyabetkan cakarnya yang kuat ke wajah Freki, sementara Freki balas memukul sama ganasnya.

Nyx menggigil menyaksikan kekuatan pukulan tersebut. Seakan-akan ada raksasa yang mengayunkan palu godam, dan palu itu dilengkapi lika pakut baja.

Kedua tubuh berat okami itu saling beradu, gigi berderak menghantam gigi, napas berat dan kasar seperti raungan, kaki berdentam-dentam di lantai kastel. Tumpukan pasir di sekitar arena bersimbah darah dan terinjak-injak jadi lumpur merah bermeter-meter di sekitarnya.

Keadaan pelat besi Freki begitu memilukan kini, robek dan terpuntir, tebal berlumurkan darah, dan helmnya telah lepas sama sekali. Sedangkan Fenrir yang tidak mengenakan pelindung apa pun tampak lebih tangguh menahan pukulan si Raja Okami yang bagaikan hantaman palu godam, dan sanggup menepis sabetan brutal cakar lima belas sentimeter.

Meski begitu, Freki lebih besar dan kuat daripada Fenrir, sementara Fenrir letih dan lapar, dan telah kehilangan lebih banyak darah. Dia terluka di perut, kedua lengan, dan leher, sementara Freki hanya mengucurkan darah dari rahang bawahnya. Nyx sangat ingin membantu sobat yang dia sayangi, tapi dia teringat janjinya pada Fenrir untuk tidak ikut campur dalam pertarungan antar okami.

Dan pertarungan itu jadi makin berat bagi Fenrir sekarang. Dia pincang; tiap kali dia meletakkan kaki kiri depannya ke lantai, penonton bisa melihat cakar itu tidak bisa menahan berat tubuhnya. Dia tidak pernah menggunakan kaki kiri depannya untuk menyerang, dan pukulan tangan kanannya pun lebih lemah, hampir seperti tepukan dibandingkan hantaman-hantaman dahsyat yang dia lontarkan hanya beberapa menit sebelumnya.

Napas Nyx serasa berhenti dan dia ingin menangis. Okami kesayangannya, okami yang berani, pembelanya yang tak kenal takut, akan segera mati, dan dia tidak akan lagi mengkhianati Fenrir dengan memalingkan wajah karena jika Fenrir menengok ke arahnya, okami itu harus melihat mata Nyx bercahaya penuh kasih dan kepercayaan, bukan wajah pengecut yang bersembunyi atau bahu yang berbalik ketakutan. Jadi dia terus menatap, memberikan dukungan moral tak terucap lewat kehadirannya belaka.

Fenrir mundur ke belakang hanya untuk mencari pijakan yang bersih serta batu loncatan yang kokoh, sementara lengan kirinya yang tidak bisa digunakan sebenarnya masih sehat dan kuat. Tidak mungkin menipu okami, tapi seperti yang telah Fenrir jelaskan pada Nyx, Freki tidak ingin jadi okami, dia ingin jadi manusia; dan Nyx telah menipu Freki.

Akhirnya Fenrir menemukan yang dia inginkan: ada sebuah pecahan pilar batu besar yang terbelah dua dan pecahannya tertanam di lantai area pertarungan benteng. Dia mundur dan bertumpu di sana, otot-otot kakinya mengencang, menunggu saatnya.

Saat itu tiba ketika Freki berdiri tegak menjulang, meraung penuh kemenangan, dan memiringkan kepala dengan sikap mengejek ke sisi kiri Fenrir yang tampaknya lemah.

Saat itulah Fenrir bergerak. Seperti gelombang udara yang mengumpulkan kekuatan langit yang tidak berujung, yang tadinya hanya meniupkan angin sepoi-sepoi hingga lambat laun kekuatan angin berderu, saling menyatu dan terpusat ke satu titik menjadi pusaran dahsyat berupa tornado—Fenrir melesat ke atas dari pijakan mantapnya di pecahan pilar batu, tubuh besarnya diselimuti oleh kekuatan angin yang berputar kencang dari tornado, menghembuskan pusaran angin sigap hingga membuat kastel bergoncang seolah terjadi gempa bumi dan menakuti para penonton. Dengan kekuatan tornado, Fenrir menembus perut Fenrir seperti bor menembus batangan kayu. Kemudian rahang Fenrir mengoyak jantung Freki, mencecerkan darah di lantai sampai bermeter-meter jauhnya.

Freki tiba-tiba tak mampu bicara, tak mampu menggigit, tak berdaya. Fenrir tak butuh apa-apa lagi. Dia menerjang, dan gigi-giginya menghunjam tenggorokan Freki. Dia menyentakkan kepalanya kian kemari, mengangkat tubuh besar itu dari lantai dan mengempaskannya seolah-olah Freki tak lebih dari seekor chickatrice.

Lalu dia menghancurkan jantung Freki di rahangnya hingga menjadi seonggok jeroan segar yang berceceran di lantai kastel. Begitu pula dengan tubuh Freki yang terhempas di lantai tak bernyawa.

Kemudian terdengarlah teriakan pengakuan, membahana, dan rombongan okami merangsek maju untuk memberi penghormatan pada penakluk Freki.

Suara Fenrir menggelegar membelah ingar-bingar itu.

"Okami! Siapa rajamu?"

Dan teriakan balasan terdengar, raungan seolah seluruh kayi di dunia berderak tunduk di bawah topan yang mengaduk samudra.

"Fenrir! Fenrir! FENRIR!"

Okami-okami itu tahu yang harus mereka lakukan. Semua baju manusia yang membungkus mereka saat itu juga dirobek, dibuang dan diinjak-injak penuh kebencian lalu dilupakan begitu saja sesaat kemudian. Mereka sekarang okami-okami Fenrir, dan okami sejati, bukan separuh manusia yang tak pasti, yang hanya sadar akan perasaan rendah diri yang menyiksa. Mereka menyerbu kastel dan mulai melempar lempengan-lempengan besar pualam dari menara paling tinggi, mengguncang-guncang dinding-dinding kastel dan langkan patroli di atasnya dengan tangan mereka yang kuat hingga batu-batunya rontok, kemudian mengempaskannya hingga hancur di atas tanah di bawahnya.

Fenrir tak menghiraukan mereka dan mulai menjilat luka-lukanya. Tapi sebelum dia sempat mulai, Nyx telah berada di sampingnya, mengentak-entakkan kaki ke lantai dan berteriak-teriak pada para okami agar berhenti menghancurkan kastel. Mereka membutuhkan kastel untuk tempat tinggal. Dan ketika dia meraung, okami-okami lain seketika berhenti.

"Biar kubantu—aku mau memastikan luka-lukamu tidak terlalu parah, Sobat. Andai ada perban atau apalah! Luka di perutmu lebar sekali." Nyx menoleh kepada Sarah dengan wajah memelas. "Sarah, bisakah kamu menggunakan sihir waktumu untuk menyembuhkan dia seperti kamu menyembuhkanku dulu?"

Tapi salah satu okami menaruh seonggok benda hijau kaku dari mulutnya di lantai dekat kaki Fenrir.

"Lumut darah," Fenrir menjelaskan. "Tekankah ke lukanya, Nyx. Tutup dengan lipatan dagingku lalu tempelkan tanah di situ sampai merembes."

Fenrir tidak bisa membiarkan okami lain merawat lukanya, meskipun mereka berebut menawarkan diri. Lagipula tangan-tangan Nyx terampil dan dia sangat ingin membantu; jadi sang glaive membungkuk di atas tubuh raksasa sang Raja Okami, memadatkan lumut darah dan menutup luka di daging hingga pendarahan berhenti. Setelah dia selesai, tangan Nyx basah kuyup oleh darah Freki, tapi luka-luka sahabatnya itu tidak lagi berdarah.

Dan pada saat itu para tawanan—Skoll dan empat okami pengawal setianya, menggigil dan mengerjap-ngerjap sambil berjalan berdempetan—telah dikeluarkan dari penjara bawah tanah. Tidak ada gunanya berbicara dengan Skoll, Nyx memutuskan, karena dia butuh waktu privat untuk berkumpul lagi bersama ayahnya yang kini telah menjadi raja lagi. Dan Nyx tidak ingin menyita perhatian Fenrir yang memeluk menyambut Skoll, lalu memberikan rentetan perintah dan membuat okami-okami tergopoh-gopoh ke sana kemari. Nyx merasa tindakan terbaik yang bisa dia lakukan sekarang adalah tidak menghalangi jalan.

Jadi Nyx meringkuk di sudut arena pertempuran yang tidak terlalu ramai, bersama Sarah yang berlutut di sampingnya, untuk menghangatkan tubuhnya, lalu menimbun tubuhnya dengan jerami seperti okami, kemudian tidur.


Ada yang mendorong-dorong kakinya, dan terdengar suara Skoll berkata, "Nyx Ulric, Ayah memanggilmu."

Nyx terbangun, nyaris mati kedinginan, dan tidak mampu membuka mata karena kelopaknya telah tertutup membeku; tapi dia mengusap-usap matanya untuk menyingkirkan es di bulu matanya, dan tak lama kemudian Nyx bisa melihat Skoll yang bicara padanya di bawah cahaya bulan.

Skoll membawa Nyx dan Sarah menuju aula kastel tempat banyak okami berkumpul. "Ada makanan untukmu. Ayah menggelar pesta dan kamu diundang kemari."

Nyx memandang sekitarnya. Para okami jantan mengumpulkan dan menimbun kayu-kayu ke tengah aula dan menyalakan api unggun besar seperti sedang merayakan malam gembira. Okami-okami betina membelah daging basilisk yang sudah dikuliti dengan kuku dan membaginya kepada para okami yang berbaris untuk memperoleh makanan utama. Salah satu okami betina muda menusuk daging basilisk ke sebatang kayu runcing seperti sate dan membakarnya di dekat api unggun khusus untuk Nyx.

Skoll mengambil satu potong sate basilisk berukuran lengan pria dewasa yang sudah matang dari okami betina itu dan memberikannya kepada Nyx. Nyx melahapnya dengan rakus. Rasanya seperti krim dengan hazelnut. Dalam beberapa menit Nyx benar-benar terjaga dan mulai merasa hangat.

Sedangkan Sarah diam saja dan menonton Nyx yang menggigit daging dengan kesetanan seperti orang yang belum makan satu minggu lamanya. Sepertinya Sarah tidak perlu makan karena dia sama sekali tidak berminat pada sate basilisk yang tampak menggoda iman itu. Perempuan itu memang aneh. Pada titik ini, Nyx sudah tidak peduli lagi dengan segala keganjilan yang meliputi Sarah. Sarah telah membantunya menyukseskan ujian berat ini. Nyx bersyukur ada Sarah di dekatnya yang siap mengulurkan tangan setiap kali Nyx terjepit dalam kondisi kritis.

Sambil mengelap mulutnya, dia memandang sekitarnya, tapi Fenrir tidak terlihat di mana-mana.

"Ayah sedang bicara dengan para penasihatnya," Skoll menjelaskan. "Ayah ingin bertemu setelah kau makan. Ikut aku."

Skoll mengajak Nyx melewati api unggun menuju ruang singgasana. Di dalam sana, Fenrir duduk di tengah-tengah selusin okami tua, dan dia beranjak menyapa Nyx.

"Nyx Ulric," katanya. "Kemari dan dengar yang ingin kusampaikan padamu. Skoll, kamu juga harus mendengarkan titahku ini."

Fenrir tidak memberi penjelasan tentang kehadiran Nyx pada para tetua okami lainnya, atau mungkin mereka sudah tahu siapa dirinya; tapi mereka memberi tempat bagi Nyx dan memperlakukannya dengan penuh hormat, seolah-olah dia raja. Nyx bangga tak terkira duduk di kanan sobatnya Fenrir di bawah langit yang kini telah berubah menjadi biru sejernih lautan alih-alih kelabu kuburan.

Ketika Skoll hendak duduk di kiri ayahnya, Fenrir berkata, "Skoll, berdirilah di hadapanku."

Skoll menarik diri dari kursi dan menaati perintah Raja.

"Aku sebagai Raja Okami yang resmi telah memikirkan hal ini matang-matang sejak satu tahun lalu. Aku juga sudah berdiskusi dengan para tetua okami di ruangan ini untuk menyerahkan takhtaku kepadamu dan mereka menyetujuinya. Skoll, mulai dari detik ini, kamu bukanlah pangeran lagi, melainkan raja."

Pupil biru Skoll melebar, sepasang kupingnya terangkat, begitu pula ekornya. "Kenapa tiba-tiba sekali, Ayah? Baru saja Ayah berhasil menggulingkan pemerintahan Freki dan belum lewat sehari Ayah langsung menyerahkan takhta kepadaku?"

Nyx tidak terkejut karena dia sudah mendengar perihal ini ketika dikurung dalam penjara, meski dia tidak menyangka Fenrir akan melakukannya secepat ini.

"Berapa umurmu sekarang, Nak?"

"Tiga tahun."

"Aku diangkat menjadi Raja Okami ketika berusia dua tahun. Ayah yakin kalau sekarang kamu sudah lebih dari siap untuk memimpin bangsa kita. Lagipula aku sudah memimpin selama dua belas tahun. Aku nyaris mencapai usia maksimal seekor okami sebelum menyapa liang kubur."

"Tapi, Ayah—"

"Skoll…" Fenrir menatap tajam kepada sang pangeran kecil layaknya seorang ayah yang memberi nasehat pada anaknya. Para tetua okami memandang Skoll dengan penuh hormat. "Selama ini Ayah tidak pernah meminta apa pun darimu. Hanya inilah satu-satunya permintaan Ayah padamu. Aku mengharapkan respons yang berbeda darimu."

Terdengar berbagai geraman rendah dari para tetua okami. Nyx berpikir mungkin mereka tengah membujuk Skoll untuk menuruti perintah Fenrir.

"Baiklah, Ayah. Aku… aku akan melakukan yang terbaik untuk memimpin bangsa okami sebagai seorang raja," Skoll menyetujui. "Tapi apa yang akan Ayah lakukan setelah turun takhta?"

Fenrir menoleh kepada Nyx di sampingnya. "Nyx, bisakah kamu pindah ke samping Skoll?"

Nyx mengangguk dan berlutut penuh hormat pada Fenrir di samping Skoll yang sedang duduk dengan keempat kakinya.

"Kamu telah menjawab permohonanku dengan datang kemari. Kamu mampu mengalahkan Freki hanya dengan kata-kata dan mengembalikan pemerintahanku atas bangsa okami. Seekor okami selalu menepati janjinya. Aku akan memberikan kekuatan sihirku padamu sebagai imbalannya."

Nyx terdiam di sana, menghela napas dalam. Ada yang mengganggu pikirannya: Skoll dan para tetua berbisik-bisik resah. Kenapa mereka tampak begitu khawatir? "Terima kasih banyak, Yang Mulia," kata Nyx. Aneh memanggil sahabatnya dengan sebutan Yang Mulia. "Aku tidak bisa mengekspresikan begitu terhormatnya aku memperoleh imbalan yang begitu besar darimu—"

"Aku tidak setuju!" seru Skoll tiba-tiba. "Aku tidak ingin Ayah mati sekedar untuk membalas jasa sang Penebus ini!"

Para tetua okami menyalak tajam tanda penolakan ide Fenrir.

"Mati? Apa maksudmu, Skoll?" Nyx spontan berdiri, terlalu kaget.

"Jika Ayah berniat memberikan kekuatan sihirnya padamu, itu berarti—"

"—kamu harus memakan jantungku, Nyx," sambung Fenrir. "Dengan memakan jantung manusia, Freki memperoleh kekuatan dan wujud manusia yang menjadi korbannya. Namun jika yang terjadi adalah sebaliknya, yakni manusia yang memakan jantung okami Eidolon, maka dia akan memperoleh kekuatan okami Eidolon tersebut. Begitulah rantai kehidupan sesosok okami Eidolon."

"Tidak, tidak, tidak!" seru Nyx, "aku tidak ingin kamu mengorbankan nyawa untukku! Pasti ada metode lain bagimu untuk memberikan sihirmu padaku. Atau… aku tidak menginginkan kekuatanmu. Aku mengabulkan permohonanmu karena kamu adalah sahabatku, bukan karena aku mengharapkan imbalan yang besar!"

Namun Fenrir sudah menanamkan kukunya yang panjang ke dalam dadanya, lalu merobek dadanya hingga terlihat sebuah jantung merah darah yang berdetak dalam ritme teratur. "Tidak ada jalan lain, Kawan Lamaku. Kumohon, cabutlah dan makanlah jantungku ini. Hidupku tidak lama lagi akan berakhir, aku bisa merasakannya. Aku tidak ingin menyia-nyiakan detik-detik terakhir hidupku tanpa melakukan sesuatu yang berarti bagi sahabatku. Dengan sihirku dalam genggamanku, aku yakin kamu bisa berbuat kebaikan lebih banyak kepada siapa pun dan dunia ini."

"Aku tidak bisa melakukannya. Kumohon, jangan paksa aku—"

Tiba-tiba Fenrir berdiri dari kursinya dan menarik lengan kanan Nyx hingga menyentuh jantungnya. Detak jantung tersebut amat lemah dan barangkali bisa berhenti dalam waktu dekat. Keresahan Fenrir memang ada benarnya. Fenrir dapat merasakan bahwa umurnya tidak panjang lagi.

"Cabut jantungku, Nyx! Sekarang!" perintah Fenrir.

"Aku tidak mau!"

Tapi Fenrir meremas lengan Nyx hingga Nyx berteriak kesakitan. Sebagai responnya, Nyx meremas jantung Fenrir. Setelah yakin jantungnya aman di tangan Nyx, Fenrir mendorong Nyx hingga terjerembab dua meter ke belakang.

Kepala Nyx pusing, dunia tampak berputar ketika punggungnya membentur pilar di belakangnya. Lalu setelah titik-titik bintang putih lenyap dari pandangannya, dia menyadari bahwa dia telah mencabut jantung Fenrir, yang kini berasap dalam udara petang yang sejuk, mentah dan berdarah. Ingin rasanya Nyx membuang jantung itu ke lantai. Namun dia tidak dapat melakukannya ketika melihat tatapan penuh permohonan Fenrir yang berada di tepi kematian, dadanya naik turun dengan tempo lambat dan napasnya semakin berkurang untuk setiap detik yang berlalu.

Keringat menitik di kulit Nyx dan menetes ke kening. Dia dapat merasakan tetua-tetua okami mengawasinya, dengan mata kuning di wajah mereka. Aku harus melakukan ini demi Fenrir, dia membatin saat menangkup jantung sahabatnya dengan kedua tangan, mengangkatnya ke mulut, dan membenamkan gigi ke dagingnya yang liat dan berserabut.

Darah hangat memenuhi mulutnya dan mengalir ke dagunya. Rasa daging itu membuatnya ingin muntah, tapi dia memaksakan diri untuk mengunyah dan menelan. Setelah tiga gigitan, lambungnya memberontak dan dia benar-benar ingin memuntahkan semua isi perutnya.

"Kamu harus menghabiskan jantung itu, Nyx!" Skoll memeringatkan. "Kalau kamu memuntahkan dagingnya, itu bukan pertanda baik. Kekuatan Ayah tidak akan sepenuhnya mengalir kepadamu. Ayah akan mati sia-sia."

Dengan terpaksa, Nyx menelan apa yang menyangkut di kerongkongannya. Jantung Fenrir itu seluruhnya terdiri atas otot, dan Nyx harus mengoyak dengan giginya dan mengunyah setiap suapan untuk waktu yang lama. Ketika Nyx ingin menggunakan kukri untuk membantunya memotong jantung itu, Skoll tidak mengizinkannya karena menggunakan perkakas logam melanggar ritual suci kaum okami. Jadi Nyx mesti mencabik-cabik jantung itu dengan gigi dan kuku. Perutnya berpiuh dan bergolak namun dia terus mengunyah, wajahnya tercoreng darah jantung yang kadang seolah hendak meletus di bibirnya.

Fenrir berjalan sempoyongan dan berdiri di depannya selama Nyx makan, wajah sahabatnya itu amat pucat. Nyx menatap sahabatnya setiap kali dia merasakan kekuatannya melemah; menatapnya, mengunyah dan menelan, mengunyah dan menelan, mengunyah dan menelan. Menjelang akhir, Nyx sepertinya melihat kilasan kebanggaan di pupil biru Fenrir.

Dan akhirnya jantung itu habis. Pipi dan jemari Nyx lengket sewaktu dia menelan cabikan terakhir. Baru saat itulah dia kembali memalingkan mata kepada Fenrir.

"Aku bahagia.. mengetahui bahwa… bagian dari diriku hidup selamanya dalam dirimu, wahai kawan lamaku…" Fenrir berkata dengan napas yang terpotong-potong, begitu lirih hingga hanya Nyx yang dapat mendengarnya. "Maafkan aku… karena telah berbohong… tentang kau sebagai… sang Penebus…"

"Apa… apa maksudmu, Sobatku?" Nyx membaringkan tubuh besar Fenrir ke pangkuannya dan mengelus-elus bulu biru dengan lembut.

"Tidak ada… Penebus yang akan datang… untuk menolong kaum kami… Aku mengarang cerita itu… untuk membangkitkan harapan rakyatku… Tidak ada takdir yang mengikatmu… Kamu adalah manusia yang bebas…"

Nyx ingin menangis mendengar pengakuan tersebut. Tidak dapat dipungkiri bahwa dia bersyukur sosok Penebus hanyalah cerita bohong. Karena jika benar, maka dia tidak ada bedanya dengan Pangeran Noctis yang terikat dengan takdir dari para dewa untuk menyelamatkan dunia. Dia tidak percaya pada takdir dan dia membenci para dewa. Sebagaimana yang dikatakan Fenrir, dia adalah manusia yang bebas menentukan jalan hidupnya sendiri.

"Terima kasih banyak, Sobatku. Aku tidak akan menyia-nyiakan pengorbananku. Aku akan menggunakan kekuatan sihirmu demi kebaikan manusia dan dunia, aku bersumpah."

"Aku percaya… kamu akan melakukan itu…" Fenrir menarik napas panjang, paru-parunya mengembang lalu menipis dan membeku ketika udara terakhir berhembus dari hidungnya. Fenrir telah tiada.

Nyx merangkulkan lengannya ke leher Fenrir dan air mata mulai bercucuran di pipinya, melewati bercak-bercak darah lengket di sekitar mulutnya, menetes mengenai bulu-bulu biru jasad sahabatnya. Tak lama kemudian, Nyx melepas pelukannya, menutup katup mata Fenrir dan mencium dahi Fenrir untuk terakhir kalinya.

Skoll berdiri dan mengangkat kedua lengannya tinggi-tinggi. "Kekuatan Raja Fenrir telah diwariskan kepada Nyx Ulric!" serunya dengan lantang. "Hidup Sang Penebus, sang pembawa kabar baik bagi bangsa okami!"

Sang tetua paling sepuh, kurus dan bulunya kusut meniupkan sangkakala perang bernada rendah mengumandangkan seruan panjangnya. Lonceng-lonceng berdenting dan drum mendetapkan irama nan agung ketika Nyx berdiri tegap.

Nyx menyaksikan para tetua berusaha berdiri dengan kedua kaki dengan susah payah, lalu mereka menghantam kaki mereka secara bergantian hingga terjalin sebuah melodi yang kompak dan membahana. Mereka memukul-mukul dada mereka sambil meraung kencang menimpali seruan Skoll hingga bergaung dari dinding batu kastel Raja Okami:

"Auuummm!"

"Auuummm!"

"AUUUMMM!"


Episode Nyx berakhir di sini. Dua chapter berikutnya adalah Episode Gladiolus. Silakan tinggalkan review supaya saya bisa mendengar kesan kalian mengenai chapter ini dan lebih memotivasi saya untuk terus menulis! Terima kasih!