Disclaimer :
Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*
.
TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.
.
Warning :
OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!
.
.
Peringatan...!
Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.
.
.
= Enjoy for read =
.
But
.
! Don't like Don't Read !
.
.
[ I hate you all ]
~ Chapter 57
.
.
Sakura pov.
Seorang pramugari memintaku mengganti gaun yang menyusahkan itu dan sekarang aku mengenakan long-dress berwarna putih dengan desain tali pada lehernya, pesawat ini di penuhi dengan beberapa hadiah, termasuk dua koper yang katanya milik kami.
"Aku masih tidak mengerti apapun." Ucapku pada Sasuke, duduk di kursi yang berhadapan dengannya.
"Intinya mereka membantuku." Ucap Sasuke, dia begitu tenang.
"Aku yakin ada yang salah denganmu, sebelumnya-"
"-Maaf." Ucapanku terputus. "Aku hanya tidak percaya diri ketika kau mengatakan hal itu dan bagaimana dengan kedua orang tuamu? Sekarang aku mungkin sedikit membuat hal jahat pada mereka, aku membawa kabur putri semata wayang mereka, tapi aku tidak bisa melakukan apapun selain ini, aku juga tidak bisa melihatmu menikah dengan pria lain." Ucap Sasuke dan hal ini membuatku sangat tersentuh.
"Apa kau siap menanggung segalanya? Aku ingin memperlihatkan kenyataan ini padamu, sama saja ketika kau memikirkan hal yang sama dengan mengajakku menikah, kita tidak mendapat restu dari kedua orang tuamu, mereka mungkin sedang berusaha mencarimu dan menyalahkanku." Ucapnya.
Aku tahu itu, Sasuke seperti membuat rencanaku menjadi nyata, ya, aku ingin melakukan ini bersamanya, pergi sejauh mungkin dari kedua orang tuaku dan menikahi Sasuke, aku merasa tidak masalah akan hal itu, meskipun di sisi lain aku merasa seperti anak yang tidak berbakti pada kedua orang tuaku.
Sebuah genggaman lembut pada tanganku, menatap tanganku dan menatap wajah pria itu.
"Kenapa? Apa akhirnya kau sadar ini adalah hal yang salah?" Ucap Sasuke, dia mencoba menunjukkan semua resiko yang akan menimpahku saat kami melakukan hal ini.
"Aku tidak peduli, saat mengatakan ingin menikah denganmu, aku tahu aku akan menanggung segala konsekunsinya dan sekarang perasaanku campur aduk dan semua yang aku pikirkan pun begitu berantakan, haa..~ sekarang kita harus bagaimana?" Ucapku dan membaringkan kepalaku di atas meja yang membatasi kami. Aku tidak punya rencana untuk kedepannya.
"Aku akan menuntunmu, kita akan menjalani kehidupan ini bersama, bagaimana pun kesulitan yang akan kita hadapi." Ucap Sasuke dan sebuah usapan lembut pada puncuk kepalaku, ini sangat nyaman hingga membuat perasaan kacauku perlahan-lahan menjadi tenang.
"Makan siang anda tuan dan nyonya." Ucap seorang pramugari dan membuatku terkejut, aku sangat malu jika ada yang melihat kami seperti ini.
"Apa kalian tidak masalah melayani kami?" Tanyaku pada pramugari yang terlihat cantik itu.
"Tidak masalah, kami adalah anak buah kak Hana, kami cukup senang melayani kalian berdua sebagai hadiah kecil dari bos kami." Ucap pramugari itu.
Mereka bukan hanya pramugari biasa, mereka merupakan kaki tangan kak Hana, kakak perempuan Kiba pun tidak jauh beda dengan kak Gaara.
Aku jadi penasaran bagaimana keadaan kak Gaara sekarang, mungkin saja dia sangat-sangat marah dan akan membunuh siapapun, tidak-tidak, aku harap dia berpikiran seperti itu.
"Lalu, kita akan kemana?" Tanyaku, penasaran, pesawat ini belum juga mendarat.
"Kita akan ke pulau pribadi milik tuan Kiba."
Lagi-lagi dia merepotkan diri, aku sangat-sangat berutang banyak pada kak Hana dan Kiba.
"Saat ini keselamatan kalian sedang di jaga, jadi nikmatilah perjalanan bulan madu ini, penerbangan masih ada 3 jam lagi, dan silahkan beristirahat, semua minuman dan makan ringan ada di kulkas sebelah sana, jika kalian perlu sesuatu silahkan tekan tombil di sebelah sana." Ucap pramugari itu, dia pun sudah menjelaskan segalanya dan kembali ke ruangannya.
Menghela napas dan menatap Sasuke, dia terlihat tenang, entah dia senang atau tidak, lagi pula ini perjalanan bulan madu kami.
Bulan madu!
"Ada apa? Kenapa wajahmu memerah? Apa kau sakit?" Ucap Sasuke.
"A-a-aku tidak sakit!" Panikku setelah sadar akan ucapan pramugari tadi. "Tapi, apa kau merasa senang Sasuke? Kau tidak menyesal akan apa yang kau lakukan sekarang?" Tanyaku, aku merasa tidak tenang.
"Kau terlalu mengkhawatirkan apapun, sejujurnya, aku cukup senang akan hubungan kita ini, tapi aku merasa Kiba terlalu berlebihan akan apapun, dia memaksaku menerima segalanya, aku tidak boleh protes dan itu yang membuatku tidak senang, dia terus beralasan agar kau dan aku aman sementara waktu dari pria berambut merah itu." Jelas Sasuke.
Kiba selalu punya rencana besar dengan latar belakang keluarganya, dia bisa melakukan apapun dengan mudah, bahkan memberikan kami perjalanan mewah ini, jika aku ada di posisi Sasuke, mungkin aku akan merasa kurang enak menerima segala hal ini dengan cuma-cuma, apalagi Kiba menggunakan kekuasaannya.
"Anggap saja sebuah hadiah, jika nantinya Kiba perlu pertolongan kita, mungkin di saat itu, semua kebaikan Kiba bisa kita balas." Ucapku.
"Hn, kemarilah, aku cukup merindukanmu, maaf membuatmu kebingungan." Ucap Sasuke.
Berjalan ke arahnya dan sebuah pelukan eratnya, ini sedikit membuatku malu, aku sampai harus duduk pada pangkuan Sasuke, tapi seperti apa yang di ucapkannya, aku juga sangat merindukannya, selama ini aku berusaha mengendalikan diriku, namun, aku tetap tidak bisa tenang selama Sasuke tidak memberiku kabar.
Jadi,
Apa ini akhir dari perjalanan hubungan kami yang rumit?
Aku harap inilah akhirnya, aku tidak ingin ada masalah lain lagi, walaupun aku tahu, ketika kami kembali, ada segudang masalah yang perlu kami selesaikan bersama.
.
.
.
.
.
.
Beberapa bulan kemudian.
Aku tahu, menjalani kehidupan berumah tangga itu tidak mudah, dan aku memulai kehidupan baruku beberapa bulan yang lalu.
Setelah bulan madu itu, aku cukup malu menceritakannya, tapi aku tidak akan melupakan hari terbahagia dalam hidupku, sejenak, aku merasa hanya ada aku dan Sasuke, namun itu seperti mimpi indah yang harus segera berakhir.
Aku dengar dari Kiba jika mereka memang mendapat sedikit masalah dari kak Gaara, ada perang kecil hingga kedua orang tua mereka harus turun tangan untuk meredahkan masalah ini, semua orang milik kak Gaara di tarik dan menjadi bawahan ayahnya, begitu juga Kiba, mereka di kendalikan oleh para orang tua, para orang tua mereka hanya tidak ingin ada masalah berlarut-larut, mereka pun cukup bingung akan sikap egois Gaara, dia ingin melawan adiknya sendiri dan para anak buah mereka pun kebingungan, harus melawan sesamanya atau melindungi nona Temari mereka, mungkin seperti sebuah perang yang cukup kacau dan membingungkan.
Sedangkan kak Hana dan kak Kankuro hanya bercerita santai sepanjang perang kecil itu terjadi. Aku membayangkannya seperti kedua orang yang bersantai di tengah perang tanpa merasa terganggu, mereka sangat hebat, sejak awal kak Kankuro juga tidak ingin mencari masalah dan lebih mendukung Temari, tapi hanya kak Gaara saja yang sangat keras kepala.
Berikutnya, kedua orang tuaku tidak peduli lagi padaku.
Kabar baik lainnya.
"Aku sangat iri, meskipun sudah menikah, kami juga harus LDR-an, Zabusa pergi setelah kami menikah." Ucap Haku.
Mereka menikah! Aku tidak percaya! Mereka bahkan menikah di hari yang sama denganku dan Sasuke, bagaimana bisa! mereka-mereka, ah sudahlah! Aku tidak perlu mempermasalahkan hubungan mereka yang sejujurnya tidak begitu akua mengerti, jadi sekarang mereka sepasang suami-istri, atau suami-suami? Hentikan Sakura, aku juga akan pusing jika memikirkan hubungan mereka.
Haku juga menceritakan hal yang cukup lucu, Temari memintanya menyamar menjadi diriku dan di tengah pernikahan yang kacau itu, Zabusa datang dan menolong Haku, aku yakin saat itu kak Gaara bisa saja menghabisi Haku, Zabusa mendapat sebuah pesan jika Haku dalam masalah, tapi mengingat hari itu tepat acara pernikahan kak Gaara, Zabusa pun harus datang, dia datang untuk memastikan apa yang akan terjadi.
Semua rencana itu di susun dengan baik oleh Kiba dan Temari, mereka berdua cukup licik dan sangat kompak menyusun rencana jahat, tapi aku berterima kasih akan hal yang mereka lakukan, sampai kapan pun aku akan sulit membalas kebaikan mereka.
"Sekarang bagaimana dengan kedua orang tuamu?" Tanya Haku, dia yang menceritakan bagaimana paniknya kedua orang tuaku saat itu.
"Aku sudah melanggar apa yang mereka inginkan, aku tidak pernah kembali ke rumah dan mereka tidak pernah mencariku juga, aku rasa inilah yang aku dapatkan setelah membangkang pada kedua orang tuaku." Ucapku, dan aku merasa cukup sedih, bagaimana pun aku merasa bersalah, mereka tetap tidak akan pernah menerima keputusanku, aku sadar akan hal itu, sejak kembali ke Konoha saat itu, aku sudah memikirkan segalanya, aku memutuskan tali hubungan ini sementara waktu, itu tergantung dari mereka, apa mereka mau menerimaku kembali sebagai anak mereka, atau tidak sama sekali.
"Hey, jangan bersedih, semua anak pasti pernah melakukan kesalahan, aku yakin bukan hanya kau anak yang paling membangkang didunia ini." Ucap Haku.
Dia hanya sedikit menghiburku, aku merasa sedikit terbantu olehnya, dan kami pun mulai menjalani semester akhir kami bersama-sama, kami bahkan melakukan penelitian bersama agar sama-sama melakukan wisuda kami, namun.
Menatap data keuangan untuk penelitian dan skrispsi, ini sangat cukup besar, aku bingung harus mengatakannya pada Sasuke, selama aku hidup bersama Sasuke dan kak Itachi, aku seperti jadi merepotkan mereka berdua.
Saat ini kami tinggal di sebuah apartemen sederhana, ada dua kamar, apartemen sebelumnya tidak lagi ditinggali, ini adalah keputusan Sasuke dan kak Itachi, dan pekerjaan kak Itachi, aku dengar dari Kiba jika kak Hana menggunakan orang-orangnya untuk memasukkan kak Itachi ke sebuah perusahaan, kak Itachi tidak tahu jika semua itu pun ada campur tangan kak Hana, bagaimana jika dia tahu? Kak Itachi hanya tidak ingin terlibat dari kedua keluarga itu lagi, tapi bagaimana pun dia menjauh, akhirnya terlibat juga dan Sasuke, dia masih bekerja di tempat yang sama, aku cukup risih pada ibu direkturnya itu, aku harap dia berhenti mengganggu Sasuke, karena sekarang, kami telah menikah.
.
.
.
.
.
"Aku pulang." Ucapku.
Apartemen sedang kosong, Sasuke dan kak Itachi belum pulang kerja, masuk dan menutup pintu, menaruh tas ranselku dan membuang diri di sofa, aku lelah, mengurus banyak hal dan lagi aku harus membayar beberapa hal, bagaimana menemukan uang sebanyak ini? Aku sudah meminta uang semester pada Sasuke, uang tabunganku sudah pakai sebagian untuk penelitian dan sisanya aku ingin gunakan untuk keperluan sehari-hariku, begini pun cukup sulit, aku tidak pernah bekerja, aku selalu mendapat apapun yang aku inginkan dari kedua orang tuaku, sekarang karena sudah melepaskan diri dari mereka, akhirnya aku merasa kesulitan.
Inilah mungkin salah satu resiko yang akan mulai aku hadapi, dari pembiayaan kuliah hingga bagaimana memenuhi kebutuhan hidupku, lagi pula aku sudah tahu jika kuliah sebagai dokter itu butuh biaya yang sangat besar, aku juga sudah berusaha mendapat beasiswa untuk menutupi uang semester sebelumnya.
Menutup mataku, kadang masa lalu kembali teringat tentang hal-hal yang tidak pernah aku lakukan, semua menjadi hal wajar bagiku meskipun setiap harinya seperti itu, perlahan-lahan sikap dan tingkahku berubah, sekarang perubahan itu sangat besar, dari anak yang patuh menjadi anak yang pembangkang, aku tidak pernah menyalahkan pengaruh Sasuke atau pengaruh teman-temanku, mereka baik, bahkan bisa menolongku bagaimana pun caranya, dan Sasuke tidak buruk, dia sudah berusaha meninggalkan masa lalunya dan melakukan perubahan besar, apa yang perlu aku takutkan? Tidak, semua akan baik-baik saja, aku yakin itu.
Bagaimana dengan kak Gaara? Aku sudah tidak pernah bertemu dengannya, aku harap dia tidak ada di Konoha atau dia berada di belahan bumi lain, aku tidak ingin bertemu dengannya lagi.
Tersentak dan membuka mataku.
"Kau akan masuk angin jika tidur di luar." Ucap Sasuke, dia telah pulang dan membangunkanku.
"Selamat datang." Ucapku, merangkul lehernya dan memeluknya erat.
"Apa kau sedang merindukanku?" Ucapnya, aku rasa dia sedang mencoba menggangguku.
"Tidak, aku tidak merindukanmu." Ucapku dan melepaskan pelukanku, bangun perlahan dan duduk dengan tegap. "Kau pulang lebih awal?" Tambahku.
"Aku tidak ada lembur jadi pulang lebih awal." Ucapnya.
"Kenapa kau tidak bekerja di tempat lain? Aku tidak suka pada direkturmu itu." Ucapku, sekedar mengajukan protesku untuk melindungi suamiku.
"Dia tidak akan menggangguku, jadi tenang saja." Ucap Sasuke, wajahnya perlahan mendekat, menutup mataku dan sebuah kecupan ringan pada bibirku. Aku senang dia sering melakukan ini padaku, tapi aku merasa cukup malu jika kak Itachi berada di rumah.
Tatapan Sasuke mengarah pada lembaran kertas yang aku taruh di atas meja, gawat! Itu data biaya.
"Jangan di lihat!" Panikku. Bergegas mengambilnya dan menutup bagian depannya ke arah dadaku.
"Kenapa aku tidak bisa melihatnya?" Ucap Sasuke.
"Ti-tidak apa-apa, ini hanya hasil penelitianku." Bohongku.
"Sungguh?"
"Iya. Sekarang aku mau mandi dulu, aku yang akan masak hari ini, meskipun aku tidak begitu bisa masak enak, aku harap kau membantuku, kali ini biarkan kak Itachi istirahat untuk memasak."
"Aku tidak mau, lagi pula hanya masakan kakakku yang paling enak." Ucap Sasuke dan cukup membuatku risih.
"Aku bisa belajar masak nanti!" Tegasku.
"Sudahlah, aku hanya bercanda." Ucapnya dan tersenyum padaku. Dia memang sangat manis saat tersenyum, tapi tidak dengan kalimat sindirannya itu.
.
.
TBC
.
.
update...~
terima kasih CEKBIOAURORAN *terharu*
Nica-Kun : ya maaf jika author lama update lagi, biasanya rajin kan, hampir tiap hari update, karena author udah jelaskan segalanya di chapter sebelumnya, jadi harap maklumi ya, heheheh.
sitilafifah989 : jalan terakhir agar mereka bersama. :)
author mau spoiler sesuatu yang manis tenang anime Boruto yang masih ada scene sasu-sakunya, pokoknya manis banget _
.
.
See you next chapter!
