Disclaimer :
Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*
.
TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.
.
Warning :
OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!
.
.
Peringatan...!
Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.
.
.
= Enjoy for read =
.
But
.
! Don't like Don't Read !
.
.
[ I hate you all ]
~ Epilog ~
.
.
Plaak!
Tersentak akan apa yang di lakukan wanita glamor itu, dia menampar Sasuke?
"Apa yang kau lakukan!" Teriakku, semua mata tertuju padaku, dan aku bisa melihat tatapan Sasuke yang sangat terkejut, tidak ada yang menahanku hingga berani membalas tamparan wanita berdandan glamor itu.
"Sakura! Hentikan! Apa yang kau lakukan!" Teriak Sasuke, bergegas menarikku menjauh dan wanita itu segera dia di lindungi oleh para pria berjas hitam itu.
"Siapa lagi wanita hamil itu! Beraninya memukulku! Apa kau mau di balas juga! Ha!"
Keadaan cukup kacau, aku bahkan tidak bisa berhenti marah dan sangat ingin menjambak rambutnya itu, para petugas keamaan berdatangan dan menenangkan suasana yang kacau ini.
"Aku istrinya, beraninya kau menampar suamiku! dasar wanita gila!" Teriakku, berusaha mencampainya meskipun sulit, Sasuke terus memelukku dari belakang dan menjauhkanku darinya.
"Kenapa kalian diam saja, balas wanita itu!" Teriaknya, namun para pria berjas itu tidak ada yang bergerak. "Kenapa diam saja!"
"Dia sedang hamil, madam." Ucap salah satu dari mereka dan memanggil wanita itu dengan sebutan madam.
"Memangnya kenapa jika dia hamil, jika bisa dia harus keguguran hari ini juga." Ucapnya dan hal ini membuatku semakin marah. Namun, aku merasa Sasuke memindahkanku dan dia yang terlihat marah, Sasuke terus berjalan ke arah wanita itu.
"Apa yang baru saja kau ucapkan nyonya? Jika istriku keguguran, aku akan membuatmu tidak bisa hidup hari ini juga." Ucap Sasuke, bahkan tatapannya itu sangat tajam, tidak ada yang berani melawannya.
Beberapa staf wanita di kantor ini terlihat marah setelah mendengar ucapan wanita itu.
"Keluar dari sini! Dasar wanita jahat!"
"Bagaimana kau mengatakan hal jahat seperti itu!"
"Seharusnya kau tidak perlu hamil jika menjadi seorang wanita!"
"Bagaimana jika kau yang hamil dan mendapat ucapan seperti itu!"
Para pria berjas itu lebih memilih menarik madam mereka dan bergegas membawanya keluar dari gedung ini, terlalu banyak staf yang harus mereka lawan, wanita itu hanya teriak-teriak namun tetap di seret keluar.
Keadaan kacau ini meredah, para staf yang heboh menonton merasa ucapan wanita glamor itu sangat keterlaluan dan sekarang aku hanya bisa diam dengan tatapan marah dari Sasuke.
"Aku tidak percaya istrimu akan datang, apa dia sedang mencoba memergokik kita berselingkuh?" Ucap direktur Mei.
Menatap marahnya dan dia terlihat senyum-senyum centil seperti itu.
"Sasuke!" Marahku.
"Bu direktur tolong hentikan." Ucap Sasuke, tatapannya menjadi tenang.
"Kenapa? Lagi pula kau membuat masalah hari ini, kenapa kau bersikap kasar pada klain kita?" Ucap Mei, mereka mengabaikanku.
"Dia yang macam-macam padaku, aku tidak suka." Ucap Sasuke dan terlihat kesal.
"Sayang sekali, padahal kau cukup bertahan saja." Ucap Mei dan merasa hal yang wajar.
"Jangan mengabaikanku!" Kesalku. "Apa kau tidak bisa bersikap seperti seorang direktur? Dasar wanita tua." Ucapku.
"Sakura, apa kau bisa menjaga bicaramu?" Tegur Sasuke.
"Bagaimana kau bisa mengatakan hal itu padaku?" Ucapku, apa dia sedang melindungi bosnya itu?
"Dia tetaplah direkturku." Ucap Sasuke, dia bahkan tenang-tenang saja.
"Aku tidak suka ketika ada yang mengatakan aku wanita tua." Ucap Mei dan melihat kesal padaku.
"Kau memang sudah tua!" Tegasku.
"Sakura, kita pergi dari sini." Ucap Sasuke dan menarikku menjauh.
"Aku tidak mau pergi! Kenapa kau sangat peduli padanya! Aku tidak ingin kemana pun dan menyelesaikan segalanya!" Tegasku.
"Kau tidak pernah berubah Sakura." Ucap Sasuke, menatap kecewa padaku. "Aku akan mengantarnya pulang." Ucap Sasuke pada Mei.
"Pakailah mobilku, lagi pula dia wanita yang sedang hamil." Ucap wanita itu.
"Aku tidak butuh! Masih ada banyak kendaraan umum untukku." Tolakku.
Sasuke benar-benar mengantarku pulang dan dia tidak pergi setelah mengantarku, Sasuke hanya duduk di sofa dan memejamkan matanya, apa yang membuatnya lelah? Dia lelah padaku? Kenapa jika aku bersikap seperti itu pada direkturnya? Aku tidak salah.
"Pergilah, kau bisa berselingkuh dengannya lagi, aku akan tetap di rumah." Ucapku.
Sasuke akhirnya membuka matanya dan menatapku.
"Kau tahu, aku sampai panik melihatmu ada di kantor dan akan memukul wanita itu." Ucap Sasuke.
Panik? Aku memang melihatnya sangat terkejut, sangat jarang melihat Sasuke terkejut seperti itu.
"Aku sudah katakan padamu, kirim saja dokumennya. Apa kau tidak membaca baik pesanku?"
"Aku tahu, aku hanya ingin melihatmu bekerja, tapi aku malah melihat kejadian yang membuatku kesal. Bagaimana mungkin wanita menor itu menampar suamiku!" Ucapku, menyentuh pipi Sasuke, bahkan terlihat samar-samar bekas memerah di sana. "Dia tidak boleh melakukan ini padamu." Tambahku.
"Jika kau dalam masalah, kakak akan memukulku lebih parah, tolong jangan ke kantor dan membuat masalah lagi, seharusnya aku bisa mengatasi segalanya, tapi melihatmu di sana aku tidak bisa melakukan apapun, aku hanya bisa melindungimu." Ucap Sasuke, memegang tanganku yang berada di pipinya.
Mengingatnya lagi, mungkin aku cukup salah datang ke sana, masalah Sasuke harus di selesaikannya sendiri, tapi aku datang dengan keadaan cukup marah dan tidak bisa tenang melihat situasinya
"Apa kau sungguh berselingkuh dengannya?" Tanyaku, memastikan.
"Masih tidak percaya padaku juga? Aku memintamu mengirim dokumen resignku, aku akan berhenti, aku tidak ingin bermasalah dengan klain milik direktur Mei lagi, salah satunya yang tadi kau lihat." Ucap Sasuke.
"Sungguh? Kau akan berhenti dari sana?"
"Hn, aku akan berhenti selama ini membuatmu tenang, aku sudah katakan padamu sebelumnya."
Aku terlalu berpikiran pendek hingga membuat masalah, jika saja Sasuke tidak memikirkan untuk melindungiku, aku mungkin sudah membuat keadaanku memburuk dan lagi aku sempat merasakan sedikit sakit pada perutku, seharusnya aku bisa tenang saja dan membiarkan Sasuke menyelesaikannya, aku terlalu gegabah untuk bertindak.
"Kau tidak pernah berubah dalam mengambil tindakan, tapi aku menyukai hal apapun yang kau lakukan, hanya saja terlalu egois dan tolong jaga kandunganmu." Ucapnya, dia menyindirku.
"Ya aku tahu, aku egois!" Tegasku.
"Kapan kau akan berubah Sakura? Ingatlah sekarang kau akan menjadi seorang ibu."
"Uhk, aku tahu itu, aku tidak akan memperlihatkan sikap egoisku pada anakku." Ucapku.
"Berbaliklah." Ucap Sasuke, dia memintaku duduk membelakanginya, sebuah tarikan pelan membuat punggungku bersandar pada dada bidangnya dan pelukan erat darinya. "Aku sedikit lelah, mau melindungimu atau mau melawan wanita itu, aku bisa saja membalasnya, tapi kau jauh lebih dulu memukulnya, kau istrinya yang cukup hebat." Ucapnya, dia memujiku tapi itu terdengar aneh.
"A-aku hanya melindungi suamiku." Ucapku, malu.
.
.
.
.
.
Dreet…dreet…dreet….dreet…
Ponselku bergetar berkali-kali, hari ini Sasuke akan resign dari kantornya, makanya dia pergi sangat pagi, aku tidak sedang melakukan apapun seperti biasa dan malas untuk melihat ponselku.
Dreet….dreet…dreet…
Ponselku kembali getar, siapa yang menghubungiku? Apa itu Sasuke?
Menatap layar ponselku, kak Gaara? Oh tidak! Aku lupa memblokir nomer ponselnya, aku tidak ingin mengangkat ponselku, aku tidak ingin berhubungan dengannya lagi.
Tringg..!
Sebuah pesan masuk.
Gaara : (Aku bertemu suamimu pagi ini, kau bisa tebak apa yang akan lakukan padanya)
Bagaimana orang gila ini bisa kembali lagi? Aku pikir kak Kankuro tengah mengawasinya, orang tuanya pun tidak akan membiarkannya melakukan hal jahat padaku, mencoba menghubungi nomernya tapi kak Gaara tidak mengangkatnya.
Aku benar-benar cemas, bergegas mengganti pakaianku dan keluar mencari Sasuke, berusaha menghubungi Sasuke, tapi dia pun tidak mengangkat ponselnya, kemana dia? Apa dia sudah selesai dari kantornya? Aku ingin menghubungi kak Itachi, tapi aku takut mengganggunya, aku harus menyelesaikan masalah ini dengan kak Gaara.
Berusaha menghubungi Sasuke dan terus berjalan keluar dari apartemen, aku tidak ingin kak Gaara membuat sesuatu yang buruk pada Sasuke.
"Halo, Sakura."
Akhirnya Sasuke mengangkat ponselnya.
"Kau berada dimana?" Tanyaku, aku sangat panik saat ini.
"Aku sedang di perjalanan menuju arah pulang." Ucapnya.
"Sungguh? Apa kau tidak bertemu seseorang?"
"Tidak, ada apa?"
"Katakan posisimu, aku juga sedang berada di luar."
"Apa yang kau lakukan di luar? Aku sudah katakan padamu untuk istirahat."
"Aku tidak ingin istirahat, kau ada dimana!" Ucapku semakin panik.
"Aku berada di- hey! Lihat ke depan, aku bisa melihatmu." Ucap Sasuke, melihat ke depan dimana aku mendengar suara teriakan Sasuke selain di ponsel.
Aku bisa melihatnya, mematikan ponselku dan Sasuke memintaku menunggu di sana, dia akan menyeberang jalan, beberapa orang pun menyeberang bersamanya, aku sangat khawatir, mungkin saja kak Gaara hanya bercanda padaku, aku yakin dia tidak akan melakukan sesuatu yang jahat pada Sasuke.
Braaaakkkk!
Kakiku terasa sangat lemas, apa yang baru saja aku lihat? Terduduk di trotoar, beberapa orang berlarian setelah sebuah mobil dengan ugal-ugalan menabrak penjalan kaki yang tengah menyeberang, salah satu dari mereka adalah Sasuke.
"SASUUUKEEEEEEE…!"
.
.
.
.
.
Aku yakin setiap orang memiliki kisah cintanya sendiri, bagaimana denganku? Aku juga punya sebuah kisah cinta, walaupun banyak beranggapan aku jarang terlihat bersama seorang pria, itu tidak benar, aku pernah,
memiliki,
pernah,
Sekali dalam hidupku, dan itu membuatku terus mengenang sikapku padanya.
Menatap sekitar, aku harus melihat kenyataan, kenyataan yang ada hadapan mataku.
Dia mengubah keras hatiku untuk menerima jika seorang pria perlu dalam hidupmu.
Neh..~
Kau mengingat kenangan itu?
Hingga sekarang rasa penyesalan itu akan terus terbayang olehku.
Bagaimana membayarnya?
Itu tidak akan terjadi lagi.
Aku selalu ingin melakukan yang terbaik untukmu, meskipun sekarang.
Aku sangat merindukanmu.
Rasanya aku ingin teriak dan mengatakan, kenapa sejak awal kau tidak perlu muncul dan pergi begitu saja! Kenapa harus membuat banyak kenangan dan kau harus pergi! Apa ini karma untukku?
Kembali.
Kembali!
Aku minta kau harus kembali dan mempertanggung jawabkan segalanya!
Lelah.
Aku hanya lelah dengan sebuah pemikiranku yang sangat-sangat terlambat ini.
.
.
TAMAT
.
.
update...~
maaf updatenya agak lama, akhir tahun ini cukup banyak pekerjaan, heheh, tapi tetap ingin menyelesaikan fic ini.
ini sudah tamat yaaa.
kenapa tamatnya seperti ini thor!
kita kembali pada prolog, ya mungkin masih ada yang ingat dan sudah menebak, jadi disini emang sad ending, sorry, meskipun alurnya berputar-putar dan melebar kemana-mana author akan tetap fokus pada rencana awal untuk fic ini. mungkin sampai ada yang bosan baca, terlalu banyak drama dalam fic in, tapi drama itu perlu kan, setuju? setujuuuu! tapi tenang, author masih punya sequel, dan isinya, nanti aja, eheheh, author bakalan simpan disni jadi notifnya akan tetap muncul, ini berlaku untuk yang menggunakan aplikasi fanfic di ponsel sih, XD
mungkin disini author tidak terlalu banyak komentar, nanti pas sequel saja,
next author akan menyelesaikan "gadis mimpi" maaf jika fic itu tidak update hingga sekarang, ficnya akan segera update dalam beberapa hari. sabar yaaa.
terus mau berterima kasih jika masih ada yang baca hingga chapter terakhir, author salut pada para reader yang masih betah baca fanfic dari author sasuke fans ini. dan author baru sadar jika ini adalah fanfic author yang udah ke 60 wow, selama ini udah membuat fic sebanyak ini =w=" nggak nyangka. heheh.
lalu, author mau cerita dikit tentang anime baruto yang masih ada scene sasu-saku, author yakin para fans sasu-saku di buat baper abis, gara-gara ucapan sasu ke saku dengan ekspresinya, sasu hanya berterima kasih pada saku, tapi dengan tatapan yang seperti merasa ucapan terima kasih tidak akan bisa menggantikan apapun yang di lakukan saku selama ini untuknya, uhk daleeeem bangeet, baper! dan jawaban saku itu, sampe bikin ikut tersentuh, dari jawaban saku terlihat dia seperti wanita yang sangat kuat, mau bagaimana kehidupan keluarga mereka, saku tidak permasalahkannya, dia bahkan mengatakan kehidupan mereka baik-baik saja jadi tidak perlu ada yang di khawatirkan, kau adalah istri terkuat saku! T_T okey cukup!
.
.
see you! sequel!
