Tak ada yang tau akan kapan datangnya cinta. Karena cinta datang tanpa peringatan. Tanpa kau pinta. Namun cinta akan datang jika kau mau mencoba menerima. Sepert cerita mereka yang rumit, tanpa sadar kau akan penasaran dengan kelanjutan kisahnya. Di mana datangnya sebuah cinta amat sulit untuk di tebak.
Main Cast
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
Ooh Sehun
Wu Yi Fan
Do Kyungsoo
Kim Jongi
Xi Luhan
Other
Heechul as Baekhyun Mother
Byun Leeteuk as Baekhyun Father
Park Siwon as Chanyeol Father
Kim Kibum as Chanyeol Mother
THIS LOVE
Pertandingan berjalan sengit. Pertahanan lawan yang mudah ditembus mengakibatkan sekolah mereka memimpin poin. Tim lawan yang merasa terancam mulai kelabakan, tanpa sadar mereka bermain dengan kasar yang mana bisa membahayakan pemain lainnya.
Dan benar saja lapangan basket yang tadinya riuh akan sorakan masing-masing penggemar tiba-tiba hening, tim yang Chanyeol pimpin naik pitam saat tubuh salah satu anggota andalan mereka, Sehun, dengan sengaja ditendang hingga tersungkur.
Ingat mereka saat ini sedang main basket, bukan kickboxing.
Jongin yang melihat Sehun pingsan segera menghampirinya, anggota basket lainnya ikut membantu Jongin memapah tubuh Sehun untuk diperiksa tim medis.
"Brengsek !"
Seluruh orang yang menonton pertandingan tersebut pasti mendengar teriakan Chanyeol yang membahana.
Chanyeol berlari ke arah Seokjin, pelaku yang membuat sahabatnya cidera. Chanyeol melayangkan pukulan bertubi-tubi ke arah Seokjin.
Tak ada yang berani melerai mereka. Bahkan sekedar menghalangi Chanyeol untuk bertindak lebih jauh. Semuanya tahu kekuasaan seorang Park Chanyeol tak terbataskan.
Chanyeol tak akan membiarkan orang yang mengusik nya bisa berleha-leha. Dapat dipastikan mereka akan rata dengan tanah. Memang terdengar mengerikan, tapi itu lah yang akan didapat jika kau berurusan dengan nya.
Puas telah menghabisi Seokjin, Chanyeol bangkit dan menyusul melihat keadaan Sehun. Sebelum meninggalkan lapangan Chanyeol berkata dengan tegas.
"Hentikan pertandingan !"
"Sekolah kita tak akan lagi mengundang mereka untuk ikut bertanding. Jangan biarkan dia -" Tangan Chanyeol menunjuk ke arah seseorang yang terduduk dengan wajah penuh luka. Sontak semua orang yang berada di lapangan basket tersebut melihat ke arah orang yang ditunjuk oleh Chanyeol.
"Bisa bebas dengan mudah !"
Mata Chanyeol menatap kearah para bodyguard setianya. Mark sebagai ketua bodyguard yang di pekerjakan oleh keluarga Chanyeol segera mengurus permintaan tuan mudanya tersebut.
Lalu Chanyeol melanjutkan langkahnya untuk menjenguk Sehun, meninggalkan Seokjin dengan tubuh gemetar ketakutan.
Ruang Medis
"Bagaimana ini ? Apa dia tidak apa-apa Dok ?" Tanya Luhan disela isak tangis nya. Dia benar-benar khawatir saat Sehun terkena tendangan yang terbilang sangat kuat.
Untunglah Baekhyun dan Kyungsoo ada di sampingnya saat ini. Saat melihat tubuh orang yang dicintainya terluka Luhan tanpa sadar ikut memasuki lapangan basket.
Baekhyun dan Kyungsoo yang melihat kejadian tersebut pun langsung cepat tanggap, mereka dengan segera berlari menghampiri Luhan. Mengikuti anggota tim basket yang lain mambopong tubuh Sehun ke ruang medis.
"Tiga tulang rusuk kanannya patah. Bahu kanannya juga terkilir. Kemungkinan Sehun menahan berat tubuhnya saat jatuh tadi. Itu yang menyebabkan tulang bahunya ikut terkilir. Tendangan yang ia dapat kurasa sangat kuat ." Dokter tersebut menggunting perban yang ia pegang.
"Untuk saat ini ia sudah kuberi penyangga, tapi lebih baik segera antarkan dia ke rumah sakit untuk memeriksa kepalanya aku takut ia pingsan karena kepalanya juga ikut terbentur ." Jelas dokter tersebut.
Suara pintu ruangan yang terbuka mengalihkan pandangan mereka ke arah sosok yang membuka pintu tersebut. Chanyeol datang dengan wajah yang tak bersahabat.
Ia mendekati ranjang Sehun. Dokter yang melihat Chanyeol mendekat lantas menyingkir mempersilahkan Chanyeol untuk mendekat. Dokter tersebut keluar ruangan setelah merasa ia telah menyelesaikan tugasnya.
Chanyeol dapat melihat Sehun yang terbaring di atas ranjang. Dapat ia lihat mata Sehun masih tertutup rapat. Pandangannya jatuh ke
badan Sehun yang telah dibalut perban.
Tangan Chanyeol bergerak ke atas, Baekhyun yang melihat arah gerakan tangan Chanyeol langsung mencengkeram tangan kekar tersebut.
Yang benar saja Sehun masih dalam keadaan belum sadar tapi Chanyeol ingin memukul kepalanya. Apa ia kesal karena Sehun telah mengacaukan pertandingan. Tapi seharusnya Chanyeol bisa mengerti keadaan Sehun.
"Apa yang kau lakukan ?"
Tatapan Chanyeol menghunus tajam ke arah Baekhyun. ia tak menyangka wanita di depannya ini berani memegang tangannya tanpa izin. Baekhyun yang menyadari perilaku kurang ajarnya lantas melepas genggamannya dari tangan Chanyeol.
Wajahnya tak dapat menyembunyikan rasa takut wanita tersebut. Mulutnya terbuka untuk mengatakan sesuatu, tapi tertutup lagi seakan kata-kata yang ingin ia lontar kan tercekat pada tenggorokannya.
Chanyeol yang malas meladeni wanita di depannya tersebut kembali mengalihan atensinya pada keadaan Sehun yang masih terpejam di atas ranjang.
"Kau bisa bangun, di sini sudah tak ada siapapun ." Chanyeol menepuk jidat Sehun dengan kuat. Menimbulkan ringisan dari lelaki yang terbaring itu.
Mata Sehun terbuka menatap kesal ke arah Chanyeol. Luhan, Baekhyun, Kyungsoo dan Jongin yang belum menyadari situasi menatap bingung ke arah mereka berdua.
"Akting mu benar-benar buruk Oh. Aku tau kau hanya berpura-pura pingsan untuk menutupi rasa malu yang kau dapatkan karena tersungkur di hadapan banyak orang bukan ?"
Chanyeol menyeringai melihat wajah Sehun, ia benar-benar tau tabiat sahabat nya itu.
"Tapi kau tak harus menepuk jidat ku dengan kuat bodoh !"
"Kau tak dengar kata dokter tadi ?"
"Hei tulang rusukku patah tiga kau tahu. Dan bahuku terkilir. Luhan sayang ini benar-benar sakit ." Sehun menatap kekasihnya meminta perlindungan. Tapi yang ia dapatkan benar-benar di luar dugaan nya.
"Aku menangis karena mengkhawatirkan mu dan kau hanya berpura-pura pingsan ?" Suara Luhan yang bertanya terdengar tidak bersahabat.
"Waaah Oh Sehun kau benar-benar !" Matanya berkaca-kaca menahan rasa kesal kepada pemuda di hadapannya itu.
"Jangan coba-coba berani melakukan nya lagi, kau membuat ku takut ." Tubuh Sehun Luhan peluk erat. Tangannya mengelus kepala belakang Sehun. Tangisnya terdengar oleh teman-temannya yang lain.
"Aku bosan melihat adegan picisan seperti ini, perutku rasa nya akan mengeluarkan sesuatu yang menjijikkan ." Ucap Jongin datar.
"Hey, kalian ikut aku. Daripada di sini, lebih baik kita makan. Perutku lapar setelah bertanding !" Jongin menatap Baekhyun dan Kyungsoo saat berbicara.
Baekhyun dan Kyungsoo yang menyadari bahwa merekalah yang diajak Jongin pergi mendekati lelaki itu.
"Aku ikut ."
Chanyeol tiba-tiba keluar lebih dahulu dari ruangan tersebut, yang disusul oleh Jongin, Baekhyun dan Kyungsoo. Meninggalkan dua sejoli yang sedang dimabuk asmara itu.
'Apa yang harus kulakukan ?''Ini benar-benar seperti mimpi .''Woaahh, jantung ku serasa akan meletus .''Apa sebaiknya aku pergi saja ?'
Baekhyun dan Kyungsoo bagai mayat hidup. Mereka masih bernafas, dapat berjalan, mampu melihat, akan tetapi serasa nyawa sudah ada di ujung kepala.
Berjalan beriringan dengan orang yang diam-diam mereka sukai tak pernah sekalipun terpikirkan. Mata Baekhyun melirik Kyungsoo yang berjalan di depan nya. Dapat Baekhyun lihat Kyungsoo mencuri lirik ke arah Chanyeol yang ada di samping nya.
Baekhyun berjalan dengan kepala menunduk, tak kuat melihat tatapan sahabat nya itu untuk orang yang ia sukai.
"Hei, are you okay ?" Jongin menggenggam tangan Baekhyun. Baekhyun yang berjalan dengan tatapan menatap lantai membuat nya khawatir.
Hei, sejak kapan kau menjadi manusia yang peduli dengan orang sekitar mu?
Kepala Baekhyun menatap kaget tangannya yang digenggam erat itu. Kepala nya menadah melihat si pelaku. Baekhyun menatap bingung pada Jongin.
"Apa maksudmu ?"
"Aku merasa aneh dengan cara jalanmu ." Jongin melepaskan genggamannya. Menatap kembali lurus ke depan.
"Aaah, I'm okay ." Balas Baekhyun sekenanya.
Mereka kembali berjalan dalam kesunyian. Tanpa menyadari wanita lain merasa kecemburuan.
"Aku sepertinya mengenalmu ." Jongin menatap Baekhyun yang duduk di hadapan nya.
"Tunggu tunggu ." Memasang wajah berfikir, Jongin memejamkan mata nya. Mengingat-ingat siapa wanita ini. Beberapa saat kemudian, matanya kembali terbuka. Senyum nya merekah, seolah memenangkan kejuaraan internasional.
"Aku ingat sekarang ! Kau sahabat Sehun yang sering ia ceritakan itu benar bukan ? Iya benar. Siapa namamu cantik ?" Oh lihat lah wajah mesum itu. Chanyeol benar-benar jijik melihatnya.
"Byun Baekhyun imnida ." Baekhyun tersenyum menjawab pertanyaan Jongin.
"Kau ?" Mata Jongin menuju Kyungsoo. Kyungsoo yang mendapat pertanyaan mendadak dari orang yang ia sukai tersedak minuman nya sendiri.
"Uhuk uhuk ." Chanyeol menepuk-nepuk punggung Kyungsoo. Membantu wanita di sampingnya meredakan batuk.
"Minum perlahan bodoh ." Ucap Chanyeol jengkel
Baekhyun menatap miris kejadian di depan nya barusan. Senyum tipis terpatri di wajah nya. Menyembunyikan rasa sesak yang saat ini ia rasakan.
"Oh mianhae Chanyeol-ssi ." Kyungsoo merasa tak enak pada Chanyeol.
"So, what's your name babe ?" Tanya Jongin untuk kedua kalinya.
Wajah Kyungsoo merona saat mendengar panggilan Jongin pada nya. Kakinya gemetar saking senangnya ia saat ini. Untung tak ada yang menyadari kondisi kakinya karena tertutup oleh meja.
"Hei hitam, berhenti bertingkah menjijikkan seperti itu !" Chanyeol mual mendengar ucapan Jongin.
"Apa pedulimu hah ? Jangan ikut campur kesenangan ku Park !" Ucap Jongin datar.
"Do Kyungsoo imnida ." Kyungsoo mencicit malu-malu. Tapi Jongin masih dapat mendengar apa yang Kyungsoo katakan.
"Nama yang cantik untuk orang yang cantik ." Gombal Jongin.
Chanyeol hanya memutar mata malas meladeni sifat sahabat nya yang satu ini. Mata nya melirik Baekhyun yang juga sedang menatap nya.
Baekhyun yang ketangkap basah menatap Chanyeol lantas membuang muka kembali menatap Jongin di sebelah nya.
Mereka kembali melanjutkan makan dan mengobrol ringan sebelum bel berbunyi menandakan jam pulang sekolah. Hari ini memang khusus dipersiapkan untuk tanding sahabat dengan tim basket sekolah lain. Jadi tak ada kegiatan belajar mengajar.
Mereka lantas pamit kembali ke kelas masing-masing untuk mengambil tas. Walau merasa kecewa karena waktu mereka sebentar, namun Baekhyun dan Kyungsoo sudah cukup puas akan kebaikan tuhan hari ini.
"Maaf saya terlambat tuan muda ." Ucap lelaki tua yang saat ini berada di kursi kemudi. Tak mendapat balasan dari pemuda tersebut, lelaki itu hendak mengatakan alasan keterlambatan nya.
Namun sebelum kata itu terucap, Chanyeol telah terlebih dahulu berbicara. Mengalihkan atensi nya pada anak perempuan yang berdiri di samping mobil mereka.
"Kau tak masuk ?" Tanya Chanyeol pada perempuan itu.
"Aniya, terimakasih. Aku akan naik bus saja tuan ." Tolak gadis itu. Chanyeol hanya diam dan kembali menaikkan kaca jendela mobil.
"Appa, aku mungkin akan pulang terlambat. Aku akan pergi membeli stok makanan dulu. Kulkas kita sudah kosong melompong ." Gadis itu terkikik geli saat mengingat isi kulkas yang ia buka sebelum pergi sekolah tadi pagi.
"Nee, beli yang diperlukan saja eoh. Hati-hati saat pulang nanti Baek" Baekhyun tersenyum menatap appa nya. Gadis itu berlalu sambil melambaikan tangan nya.
Setelah sang anak hilang dari pandangan nya, Leeteuk kembali melirik Chanyeol melalui kaca spion. Tuan muda nya itu sedang tertidur ternyata. Ia melajukan mobilnya untuk meninggalkan sekolah.
Mengantarkan Chanyeol pulang ke mansion keluarga Park.
To Be Continued
Makasih buat yang udah ngedukung ini ff, ini udah aku panjangin yahhh hehe.
Maaf kalo banyak typo, maklum aku hanya manusa biasa yang tak sempurna dan banyak salah wkwkwk.
Ditunggu yahh next chapter nya
Jangan lupo favorit dan follow ff nya, dimohon tinggalin review. Biar author nya semangat.
Fighting !
