Disclaimer :

Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*

.

TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.

.

Warning :

OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!

.

.

Catatan :

Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.

Dan di sini author akan membuat segalanya terlalu berlebihan, hehehe,

.

.

= Enjoy for read =

.

But

.

! Don't like Don't Read !

.

.

[ My Bodyguard ]

~ chapter 2 ~

.

.

.

[ FlashBack. ]

6 tahun yang lalu

"Karena Sakura mulai terkenal, kau harus selalu bersamanya. Namanya Uchiha Sasuke, salah satu bodyguard terbaik dan bersertifikat." Ucap ibu padaku.

Hari ini ibu membawa seseorang ke rumah dan memperkenalkannya padaku.

Aku yang masih 10 tahun ini, hanya merasa sangat 'wah' akhirnya aku punya bodyguardku sendiri, dia yang akan menjagaku dan melindungiku, sama seperti bodyguard milik ibu.

"Aku akan berusaha melakukan yang terbaik untukmu, nona." Ucapnya.

Sejujurnya aku agak takut padanya, dia tidak menampakkan senyum padaku, tatapannya terlihat datar, caranya bicaranya sangat tegas dan dingin, untuk pertama kalinya ada orang asing yang masuk ke kehidupanku, aku sulit beradaptasi dengannya, berbeda dengan para petugas keamanan di rumah, para pelayan, ayah dan ibu, Sasuke sangat berbeda, bahkan memiliki sikap yang bertolak belakang dengan orang-orang yang selama ini selalu berada di dekatku.

Dia tidak ramah dan tidak lembut padaku.

"Hari ini tidak ada jadwal untuk pekerjaan, jadi kau harus ke sekolah." Ucapnya.

Aku masih sangat mengantuk, aku tahu, ibu sudah memberiku nasehat agar tetap profesional jika akhirnya memilih dunia artis. Termenung di atas ranjang, jadi artis sangat sulit, aku harus rajin bangun pagi, aku harus bekerja, jika tidak bekerja aku harus tetap ke sekolah, kadang beberapa materi terlewatkan, aku harus kembali belajar sendirian, guru-guru sedikit membantu dengan memberi catatan, begitu juga teman-temanku, jadi artis tidak seperti yang aku bayangkan.

"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Sasuke.

"A-aku akan bangun." Ucapku, bergegas lari ke arah kamar mandi.

Aku takut, aku sangat takut padanya.

Aku tidak bisa mengatakan apa-apa pada ibu atau pun ayah, ayah dan ibu sangat sibuk, tapi setiap mereka bertemu Sasuke, mereka terlihat sangat senang dan seperti lebih percaya pada Sasuke.

Aku tidak bisa menceritakan apa yang aku rasakan selama bersama Sasuke, tidak akan ada yang percaya pada ucapan anak kecil sepertiku.

Sasuke bersikap kurang bersahabat, itu adalah pandanganku, dia tidak mau bercerita denganku, dia hanya mengurus keperluanku, menanyakan setiap jadwal, mengantarku dan melindungiku jika berada di luar. Selain itu, Sasuke tidak melakukan hal lain, tidak ada pembicaraan lain selain tentang pekerjaan dan sekolah.

Aku tidak bisa dekat dengannya, Sasuke adalah pemuda yang sangat tua dariku, aku kesulitan untuk akrab dan mencoba lebih dekat dengannya, padahal para petugas keamanan dan para pelayan sangat tua, tapi mereka jauh lebih ramah dan baik padaku.

Kenapa Sasuke begitu berbeda?

Aku tidak menemukan jawaban apapun jika hanya memikirkannya sendiri.

"Ibu, bagaimana menurut ibu tentang Sasuke?" Tanyaku, aku mulai menanyakannya pada ibu.

"Sasuke? Dia pemuda yang bekerja keras, tidak ada yang hal tidak bisa di lakukannya. Ibu sangat senang dia bekerja pada kita." Ucap ibu. Ibu hanya mengatakan hal umum tentang pemuda wajah es itu.

Menatap ibu dan aku ragu untuk mengatakannya.

"Ada apa Sakura? Apa Sasuke membuat kesalahan?"

Menggelengkan kepalaku. "Tidak, bu, semua pekerjaannya sempurna." Ucapku. Itu benar, dia tidak pernah melakukan kesalahan sedikit pun, setiap jadwalku teratur, setiap aku keluar aku selalu terlindungi, setiap aku takut pada orang-orang besar di luar sana saat bekerja, Sasuke akan terus berada di dekatku.

"Sasuke memang tidak pernah di ragukan." Ucap ibu.

Dan pada akhirnya, aku tidak mengatakan apa-apa pada ibu.

Ibu, aku takut pada Sasuke, dia tidak pernah ramah, tatapannya selalu dingin dan menusuk, aku rasa jika dia bukan seperti seorang manusia, tidak ada kehangatan saat bersamanya, aku sangat takut.

.

.

[By:Sasuke Fans]

.

.

Hari itu, tubuhku gatal-gatal, aku tidak bisa berhenti batuk, dan napasku terasa sesak, Sasuke menatapku dan melihat apa yang terjadi padaku.

"Siapa yang memberikan minuman ini pada Sakura!" Teriaknya bahkan terlihat sangat marah.

"A-aku." Ucap salah satu staf, takut.

Aku bisa melihat tatapan Sasuke saat itu, dia seperti hampir akan memukul salah satu staf itu, staf itu tidak salah, dia tidak tahu jika aku memiliki alergi.

Sasuke meninggalkan lokasi syuting dan mengatakan hal jahat pada pak produser.

"Tolong lebih perhatikan lagi siapa yang kalian ajak bekerja sama, kalian bisa di tuntut jika terjadi hal buruk pada Sakura." Ucap Sasuke, dia sampai menggedongku dan membawaku ke rumah sakit.

Ayah dan ibu terlihat sangat khawatir, pak produser dan staf yang tidak tahu apa-apa itu sampai datang dan meminta maaf, dari kejadian hari ini, aku terus memperhatikan Sasuke, dia memperlihatkan sikap yang berbeda, tapi itu memang terhitung sebagai melindungiku.

Kata dokter, untung saja aku cepat di bawa ke rumah sakit, tapi bagi Sasuke, dia melakukan kesalahan dan merasa lalai tidak mengawasiku, Sasuke meminta hukuman dari ayah dan ibu, tapi ayah dan ibu tidak bisa menghukumannya, tindakan cepatnya membawaku ke rumah sakit sudah terbayar akan kesalahannya.

Selama aku di rawat, Sasuke tidak pernah pergi dari kamarku, dia kadang akan tertidur di sofa sambil duduk dan melipat kedua tangannya ke dada, dia memang bekerja keras seperti kata ibu, bekerja keras dan terlalu berlebihan.

Semenjak itu, aku mulai tidak takut pada Sasuke, aku mencoba akrab dengannya, meskipun dia tipe orang yang sangat kaku dan dingin, hal itu menjadi cukup sulit bagiku.

"Jika kau masih merasa tidak sehat, kita akan membatalkan semua jadwal yang tersisa, kau bisa istirahat selama masa pemulihan." Ucap Sasuke.

Hari ini dia menjadi sedikit, walaupun itu sedikit, lembut padaku, aku merasakannya, tatapannya tidak menajam padaku.

"Aku akan berhati-hati mulai sekarang, terima kasih Sasuke." Ucapku.

Untuk pertama kalinya, aku berbicara seperti itu padanya, tidak takut padanya dan aku berterima kasih padanya.

[ Ending FlashBack]

.

.

TBC

.

.


update...~

ya sikap Sakura akan cukup berlebihan disini dan Sasuke akan sangat patuh dengan alasan pekerjaan dan profesional.

.

See you next chapter!