-o0o-

Jeon Wonwoo, Jeon Jihoon, dan Jeon Hansol.

Nama-nama yang sudah tidak asing di dunia gelap ini.

Ketiga anak kecil itu adalah sosok kuda hitam dari mafia besar bernama Alligator. Bakal calon penerus yang sejak awal dididik sebagaimana mestinya pewaris mafia.

Alligator.

Mendengar namanya saja, tersirat sebuah ketakutan sekaligus ketenangan disana. Mereka adalah mafia. Namun mafia yang benar-benar berjalan di jalur putih. Di satu sisi, memang mereka berjalan di sisi putih. Namun mereka tetap mafia yang menjadikan membunuh bukanlah hal sulit.

Sebuah kontradiksi yang memang menjadi perdebatan jika ada yang mempertanyakan Alligator.

Ketiga anak itu bukanlah anak kandung dari sang pemimpin tertinggi Alligator. Mereka adalah anak-anak yang mengalami banyak kejadian dan Alligator lah yang menyelamatkan mereka.

Dibesarkan di keluarga ini dan tumbuh di lingkungan ini menyebabkan mereka bertiga menjadi sosok yang memiliki kemampuan yang luar biasa.

Wonwoo si sulung yang selalu suka menjadi mata-mata dari mata-mata musuh. Sejak diadopsi di umur 7 tahun, Wonwoo sudah jago berakting dan memiliki kemampuan memanipulasi yang luar biasa.

Jihoon, si tengah yang handal dalam bidang teknologi dan merupakan ahli dalam sistem informasi Alligator. Berkat kemampuannya itu, ia menjadi pemegang kunci database Alligator di umurnya yang keempat belas tahun.

Hansol, si bungsu yang memiliki kemampuan luar biasa dalam segala aspek mafia. Maka dari itu sejak awal disepakati bahwa Hansol yang akan menjadi pemimpin utama Alligator nantinya menggantikan sang eomma.

Perkenalkan, Bos Alligator saat ini adalah Jeon Minhyuk.

Ia adalah anak tunggal dari pendahulunya dan ia tak ingin mengikat dirinya sendiri dalam status pernikahan.

Karena bagaimana pun, status pernikahan akan memperbesar peluang menghancurkan seorang pemimpin Alligator. Maka dari itu, Minhyuk atau lebih sering dipanggil Woof menolak untuk menjalin hubungan percintaan yang serius.

Walau pun menolak menjalin hubungan percintaan, ia tetap memilih mengadopsi ketiga anak itu atas dasar kemanusiaan dan empatinya yang luar biasa.

Minhyuk sosok yang dikenal sebagai honey trap karena keahliannya dalam ucapan manis nan menggoda namun menjerat dan berbahaya.

"Boss, X Clan telah berhasil membobol keamanan tingkat dasar. Boss harus bersembunyi."

Sang pemimpin Alligator dan ketiga anaknya bisa mendengar laporan tim keamanan Alligator dari earphone yang terpasang di telinga mereka.

Perang antara Alligator dan X Clan biasanya adalah perang jalur belakang dan tak pernah terjadi perang secara blak-blakan atau langsung. Namun kini, X Clan benar-benar ingin menghancurkan Alligator.

Markas besar Alligator telah diserang dan ruang depan sudah hancur.

Minhyuk beserta ketiga anaknya yang telah beranjak remaja itu berdiam di area rahasia bawah tanah.

Wonwoo yang berumur 16, Jihoon 15 tahun, dan Hansol yang berumur 14 tahun menyerit tidak suka kala goncangan kuat terasa. Itu pasti sebuah bom yang meledak di atas mereka.

"Mom, kita harus apa?" Tanya Wonwoo kepada Minhyuk.

Minhyuk memejamkan matanya untuk berpikir.

Guncangan tetap terjadi malah semakin parah.

Jihoon memeluk laptopnya dengan erat seolah tak ingin melepaskannya. Laptop itu hal yang berharga bagi Alligator dan sudah melebihi harga nyawa Jihoon sendiri.

"Alliagtor off. Tunggu hingga kami kembali."

Perintah off hanya digunakan oleh pemimpin tertinggi Alligator jika dalam keadaan genting. Perintah itu akan membuat seluruh orang yang terlibat dalam Alligator terlepas dari tanggung jawabnya dan dibebaskan sementara.

Seluruh data dan tugas yang menyangkut perseorangan dengan Alligator akan beku dan tidak bisa diakses.

Sampai kapan?

Sampai nanti pemimpin tertinggi akan mengatakan perintah on yang terhubung ke chip di belakang telinga setiap anggota, Alligator akan kembali dari keadaan pasif.

Mereka berempat berjalan dengan sedikit berlari di labirin rahasia yang ada di bawah tanah.

Labirin itu menyambungkan mereka ke sebuah basement parkir salah satu pusat perbelanjaan.

Minhyuk membuka pintu yang ada di atas kepalanya. Mereka bisa melihat bagian bawah mobil yang terparkir di atas pintu rahasia ini.

Dengan segera Minhyuk mengangkat tangannya dan membuka sebuah pintu di bagian bawah mobil.

"Naiklah dulu." Ucap Minhyuk kepada Jihoon.

Jihoon langsung naik ke dalam mobil lewat pintu di bagian bawah mobil itu. Wonwoo dan Hansol menyusul setelahnya.

Minhyuk juga sudah berhasil masuk ke dalam mobil dan duduk di bagian kemudi.

Wonwoo yang paham kinerja pintu rahasia khas Alligator langsung menutup pintu di lantai basement dan memutar baut yang ada di pintu itu berlawanan arah. Setelah itu ia menutup pintu di bagian bawah mobil dan kembali duduk ke tempatnya semula.

"Kita akan kemana mom?" Tanya Jihoon.

Minhyuk tersenyum cerah. Bagaimana pun, Minhyuk sosok yang sangat ceria dan hangat bagai matahari. Walau ia adalah Woof, sang bos besar Alligator.

"Mencari sahabat."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Kiki-ya, Minhyuk dalam masalah."

Kihyun yang sedang mencoba kembali tidur di dalam dekapan Hyunwoo menyerit dan membuka matanya.

"Maksudmu hyung?"

Hyunwoo dan Kihyun terbangun berkat sebuah dering telepon di jam 3 subuh ini. Baru saja Kihyun ingin masuk kembali ke alam mimpinya, ia malah mendengar kabar buruk dari salah satu pemimpin di Quattuor Coronam itu.

"X Clan menyerang langsung, Alligator off."

Mendengar ada kata off, membuat Kihyun menegakan tubuhnya. Oke, ini kabar yang benar-benar buruk.

"Dimana mereka?"

Tok… tok…

"Tuan besar, keamanan di gerbang depan mengatakan ada tamu yang berkunjung. Beliau atas nama Tuan Minhyuk."

Suara kepala pelayan membuat Hyunwoo langsung menyambar jubah tidurnya dan membuka pintu.

Kihyun melakukan hal yang sama dan ia menyusul Hyunwoo yang sudah menuju pintu utama.

Kala pintu utama dibuka oleh para pelayan, Hyunwoo dan Kihyun bisa melihat sosok Minhyuk dan ketiga anaknya yang luar biasa kacau.

Terdapat luka gores dan lebam di seluruh tubuh keempat namja itu.

"Annyeong hyung, Kihyunie. Mian menganggu tapi keadaan genting." Kata Minhyuk masih dengan senyuman lebarnya.

Seungcheol, Jisoo, dan Seungkwan yang terganggu tidurnya karena mendengar langkah kaki yang keras, keluar dari kamar mereka.

Entah kenapa keluarga Choi kompak menggunakan pakaian tidur sutra yang berwarna gelap.

"Loh Minhyuk eomeoni? Bahkan ada Wonwoo, Jihoon, dan Hansol?" Ucap Seungcheol yang berumur 17 tahun itu.

"Maafkan aku yang membangunkan kalian semua. Aigoo…"

Mereka akhirnya berkumpul di ruang keluarga. Seungcheol terlihat mengobati luka-luka pada Wonwoo, Jisoo pada Jihoon, dan Seungkwan pada Hansol.

Kihyun juga mengobati luka Minhyuk sedangkan Hyunwoo duduk dengan tenang di sofa utama.

Para orang tua sibuk berbicara mengenai masalah ini sedangkan disinilah sepasang anak bungsu dari dua keluarga sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.

Mereka tentu saja saling mengenal dengan baik tentunya, karena bagaimana pun Quattuor Coronam adalah aliansi bisnis berlandaskan kekeluargaan.

Hansol menyerit kecil kala kapas berisi alkohol menyentuh bagian bawah matanya. Area itu terdapat banyak saraf dan Hansol terkena luka di bagian sana.

"Mian, Hansolie." Ucap Seungkwan.

"Tak apa Bee."

Seungkwan tertarik dengan Hansol sebagaimana Hansol tertarik pada Seungkwan. Namun sekali lagi, mereka masih remaja awal yang belum pantas mengikat hubungan.

Yah, itulah landasan hubungan mereka.

"Nanti pagi aku masih ada pertemuan dengan presiden, Min. Kau tak apa-apa sendiri?" Ucap Kihyun yang memang besok harus menemani Hyunwoo untuk bertemu petinggi negara.

Minhyuk mengangguk.

"Jangan khawatirkan aku. Aku akan membalas X Clan secepatnya."

Dengan itu mereka memutuskan untuk tidur. Seluruh kejadian di subuh ini membuat mereka terlebih keluarga Jeon sangat kelelahan.

Minhyuk menempati kamar tamu sedangkan ketiga anaknya tidur di kamar masing-masing pewaris Choi.

Sosok cantik itu menyeringai tajam.

"Akan kubalas kalian…"