Disclaimer: Grisaia series, Naruto, HSDXD itu bukan milikku.

Warning: Alur mungkin abal2 banyak plot hole dsb update ga nentu.

Chapter 0: Intro

Perang dunia Shinobi keempat, perang tersebut kini sudah berakhir dengan kekalahan Kaguya. Tim 7, yang terdiri dari empat orang, menjalankan tugasnya dengan baik.

Kini, mereka telah keluar dari dimensi Kaguya berkat teknik gyaku Kuchiyose. Kedatangan mereka disambut empat generasi hokage, hagoromo, dan kesembilan Bijuu. Setelah itu, mereka ditanya oleh Hagoromo.

"Sasuke... Naruto. Aku tahu kalian pasti tahu betapa susahnya meraih perdamaian. Nah, setiap makhluk hidup pasti ada orang baik dan jahat. Begitupun dengan orang yang menyukai pertikaian. Jadi, bagaimana cara kalian menjaga perdamaian?"

"Menjaga perdamaian ya?" gumam Sasuke. "Semua konflik yang terjadi di masa lalu disebabkan oleh sistem yang kacau. Maka dari itu, aku akan menghancurkan sistem tersebut beserta pemimpin antar desa besar." Jelas Sasuke.

Sasuke menatap Naruto ketika dia mendengar geraman Naruto.

"Jangan berca--... Ohok."

"Naruto!" teriak semua orang marah pada Sasuke. Mereka melihat Sasuke menusuk Naruto dengan kunai tepat di jantung Naruto. Selain itu Sasuke menggunakan chakra raiton untuk membuat Naruto 'kesemutan' hingga tidak bisa membalas serangannya.

"Aku tahu kau pasti akan marah ketika mengetahui keinginan ku dan berniat mencegahku. Namun hal itu sudah aku prediksi."

"Selamat tinggal semuanya."

"Maaf nii-chan. Aku akan gunakan teknik ini. Kakashi, Sakura... maaf juga, namun..."

"Koto Amatsukami" serunya singkat. Ya, Sasuke mengubah ingatan Kakashi dan Sakura. Selain itu, para hokage terkena teknik Koto Amatsukami.

"Sasuke, apa kau yakin dengan keputusanmu?" tanya Hagoromo. Sebenarnya dia ingin marah dengan keputusan Sasuke. Namun, ia tidak boleh lebih dari ini ikut campur mengenai takdir dunia ini.

"Ya. Aku yakin dengan keputusanku. Untuk melakukan revolusi, maka 'bersihkan' dulu sampah-sampah yang menghalangi revolusi." ujarnya lalu pergi ke tempat para shinobi dikurung layaknya kepompong.

Kemudian, Sasuke membunuh para Kage lalu melenyapkan tubuh mereka hingga tak tersisa sedikitpun lalu menyiapkan lima tubuh Zetsu putih untuk dijadikan penguat alibinya, yakni para Kage berubah jadi Zetsu putih dan mereka terpaksa Sasuke habisi.

Setelah itu, ia membebaskan para Shinobi. Berkat chakra Naruto yang bercampur di dalam dirinya, ia bisa membebaskan para Shinobi.

.

.

.

Kyouto, Japan, XX-Juni-XXXX

Pagi hari yang cerah, sang mentari 'menyapa' seluruh makhluk di muka bumi dan memberi kehangatan kepada makhluk ciptaan Tuhan.

Suasana di Kyouto sudah ramai dengan aneka ragam aktivitas manusia. Ada yang berdagang, berangkat kerja, berangkat ke sekolah, pergi ke pasar dan sebagainya.

Di tengah kerumunan warga, ada anak kecil bersurai pirang dikejar warga dengan raut wajah marah.

"Hoy Bocah pencuri, jangan kabur!"

Para warga sekitar mengalihkan perhatian kepada asal sura tersebut. Beberapa ada yang cuek, namun ada juga yang mencoba menangkap bocah itu saat melintas di depannya. Namun, berkat kelincahan dan refleks bocah tersebut, sergapan tersebut berakhir gagal.

"Coba saja tangkap aku, Wee" ejek anak itu sedikit menoleh ke belakang dan menjulurkan lidah.

Naas, kala menoleh ke belakang, ia tidak mengetahui bahwa dua meter lagi terdapat perempatan. Alhasil, bocah tersebut bertabrakan dengan laki-laki bersurai hitam dan terjatuh.

Laki-laki itu tersadar bahwa ia menabrak anak kecil disebabkan terlalu fokus menelpon seseorang.

Laki-laki itu menjulurkan tangannya, membantu anak itu berdiri.

"Hei tolong tangkap bocah pirang itu. Dia mencuri dompetku!" Dari kejauhan, ia mendengar suara yang ditunjukkan padanya. Kenapa demikian? sosok yang ia tabrak ialah bocah pirang tersebut. Belum lagi ketika dia bantu bocah itu berdiri, dia merasakan tangannya menegang dan menunjukkan gerak gerik untuk kabur.

Dia langsung menguatkan genggamannya. "Kamu mencuri?"

"Bukan urusan kamu, kak!" hardik anak itu dengan nada kesal. "Lepaskan aku!" lanjutku.

"Terima kasih telah menangkap bocah itu. Semuanya mari beri peajaran pada bocah itu."

"Tunggu! Jangan main hakim sendiri. Kalian manusia, bukan hewan, yang dikaruniai akal oleh Tuhan untuk berfikir. Segala sesuatu di dunia ini ada sebab-akibat. Mari dengarkan penjelasan bocah itu."

"Jadi dek, kenapa kamu mencuri."

"Naru lapar kak. Naru tidak ada uang sepersen pun untuk membeli makanan. Sebelumnya, Naru sudah meminta belas kasihan kepada paman itu, namun dia malah melontarkan kata-kata yang menyakitkan Naru. Alhasil, karena kesal, ya Naru ambil dompetnya."

Laki-laki itu cengo mendengar pengakuan bocah itu. 'Buset, masih kecil sudah punya bakat prank.'

"Orang tuamu mana?"

Bocah kecil itu menunduk. Raut wajahnya berubah sedih. "Orang tua Naru meninggal dibunuh orang jahat dua bulan lalu. Tidak ada satupun yang mau merawat Naru. Alhasil, Naru ditaruh di panti asuhan. Namun, kakak disana galak dan selalu memarahi Naru. Alhasil baru satu bulan tinggal disana, Naru tidak tahan dan alhasil kabur deh."

"Jadi, apa kalian tidak kasihan dengan bocah ini. Biarkan aja bocah ini."

"Hah. Aku juga salah karena melontarkan kata-kata kasar. Jadi, bisa aku minta dompetku? Aku akan kasih 2000 Yen." paman tersebut melembut raut wajahnya saat mengatakan hal itu.

"Benarkah? terima kasih paman! Naru juga minta maaf."

Setelah kejadia tersebut berakhir 'Happy Ending', Laki-laki itu menatap bocah itu.

"Jadi, apa kau mau ikut aku, dek?"

"Apa kau yakin, kak?"

"Yakin dek. Perkenalkan, namaku..."

10 tahun kemudian*

"Kyaa! Siapa dia? tampan Sekali!"

"Kau benar, namun aku tidak pernah melihat dia. Apa dia murid baru?"

"Jika dia murid baru. Aku berharap dia di kelasku. Kyaa! Dia menatapku."

"Jangan Pede, mana mungkin dia menatapmu yang jelek! Dia pasti menatapku! Secara aku kan cantik."

"Cantikan aku kali."

"Aku!"

"Aku!"

Sosok yang menjadi perbincangan para gadis tersebut menepuk jidatnya.

"Hadeh. Berkat kakak kampret itu yang mendadaniku. Padahal aku tidak mau menarik perhatian dengan cara berpenampilan culun."

(Unknow POV on)

Perkenalkan namaku * Naruto. Selama dua tahun kedepan, aku akan sekolah disini.

Dari kejauhan, aku melihat sosok perempuan bersurai merah berseragam guru yang berdiri di dekat gerbang sekolah. Dia tersenyum melambai ke arahku.

Jika kalian bertanya, apa aku mengenal sosok itu? Ya, dia adalah Amane Suou, sosok Kakak bagi diriku.

Aku menghampiri Amane-nee dan menyapanya.

"Jadi, apa kau siap sekolah di Kuou Academy?"

"Tentu saja, Nee-san."

"Jangan lupakan tujuanmu, Naru."

(Unknow POV end)

Setelah menghadap kepala sekolah, Naruto dituntun oleh wali kelas, tempat dimana kelak ia belajar.

Setelah beberapa berjalan, kini ia berada di depan kelas 2-3.

"Tunggu aba-aba dari ku."

Beberapa saat setelah wali kelasku memasuki kelas 2-3, akhirnya aku dipanggil.

Saat memasuki ruang kelas, suasana pun menjadi ricuh. Teriakan melengking para gadis dan umpatan dari para laki-laki yang iri dengan ketampanan ku.

"Perkenalkan, namaku Kazami Naruto. Dua tahun ke depan, mohon bantuannya!"

"Kazami Naruto... Kazami... Rasanya aku pernah dengar marga tersebut... tapi dimana?" gumam pria Ikemen bersurai pirang berusaha mengingat sesuatu.

"Naruto, apa hubunganmu dengan menteri pertahanan termuda saat ini?"

"Apa maksudnya, sensei?" tanya murid pirang itu pensaran dengan pertanyaan sang wali kelas tersebut

"Apa kalian tidak menonton berita seminggu yang lalu?"

"Eh..."

3

2

1

"Oh. Maksud sensei, Kazami Kazuki kah? Aku adiknya."

"HAH?!!!!!"

TBC

Selamat pagi(karna saya upload pagi, maka selamat pagi)

Tentu kalian tahu siapa laki2 yang ditabrak Naru kan. Tentu juga kalian tahu alasannya dia menolong Naru kan.

Bagaimana kelanjutannya. Apakah story' ini akan mengusung tema HsDXD ataukah Slice of life?

Oh ya di bawah ini ada Omake seputar satu tahun di dunia Naruto setelah Sasuke membebaskan para shinobi.

Omake

Satu tahun setelah perang berakhir. Mereka pulang dengan membawa kemenangan. Namun, kemenangan tersebut harus dibayar mahal dengan nyawa-nyawa para shinobi yang ikut perang, termasuk pahlawan perang, Uzumaki Naruto.

Hinata Hyuuga, sosok gadis yang senantiasa mengunjungi makam Naruto itu, sejak setahun yang lalu, raut wajahnya selalu tersirat kehilangan serta tatapan matanya kosong. Namun, kini raut wajahnya terpancar kebahagiaan dan kerinduan.

Hal itu membuat teman-temannya bingung. Bukan hanya itu, Hinata juga mulai rutin senantiasa latihan di suatu tempat. Ketika ditanya perihal penyebab ia menjadi senang, Hinata hanya tersenyum dan menjawab, "Rahasia."

'Naruto-kun, tunggu aku...'