BoboiBoy milik Animonsta/ Monsta Studio

cerita ini ditulis oleh penulis tanpa ada keuntungan materiil apapun

Warn: AU, typo, kesalahan penulisan, bahasa tidak baku dan kadang tidak konsisten, mohon dimaafkan, and then, no pair :") brotherhood okay ;") alur kadang terlalu cepat--

(warn tambahan: mainstream :"""D)

Keterangan Umur:

Taufan Api: 5 tahun

Halilintar : 15 tahun

Ying : 4,5 tahun

Oke, mari kita mulai


Tayangan televisi itu masih nampak sangat menarik bagi dua bocah di hadapannya. Acara tentang pahlawan galaksi yang menyelamatkan bola kuasa di galaksi, tentu saja.

Taufan dan Api menyimak acara itu dari jarak aman --sesuai wasiat kakak sulung mereka. Ini hari Sabtu, sekolah mereka libur, dan acara ini sudah mereka tunggu.

"Boboiboy kuasa--"

"--TIGAAA!!" dua bocah berparas serupa itu ikut melakukan aksi seperti di televisi. Kompak menjerit dengan suara cempreng masing-masing. Kalau kakak sulung mereka di sana, pasti sudah--

Plak! Plak!

"Adohh!!" Taufan yang menjerit.

"Aaaa!!" Api ikutan terkejut.

Pantat mereka terasa panas dengan tepukan dari belakang itu. Dan ketika berbalik, mereka menemukan wajah gahar dari yang dibicarakan. Kakak sulung mereka, Halilintar.

"Kak Hali? Ngapain sih? Main pukul aja?" Taufan --anak dengan baju biru dan topi miring ke kanan-- cemberut kesal melihat kakaknya juga kesal.

Api --kembaran Taufan yang berpakaian kaos tanpa lengan warna merah dan topi berlidah ke depan atas-- mengelus pantatnya yang masih terasa panas. Acara televisi berganti iklan yang menayangkan soda kue.

"Kak Halilin sakit tau--" tapi memang pukulan Halilintar itu menyakitkan dan mantap. Manalagi dia anak karate, mantan ketuanya pula.

Halilintar, menarik napasnya dengan hasrat melakukan pemukulan pantat part dua yang ditahan. Menahan udara itu di dadanya sejenak lalu mengeluarkannya dengan keras. Wajahnya berantakan sama seperti rambutnya yang khas orang bangun tidur.

"Suara kalian itu ya-- Ayam Tok Kasa di sebelah aja denger suara kalian berdua pada lari karena dikira ada gledek. Jadi intinya, kalian, BERISIK!" kata Halilintar dengan raut wajah datar yang bisa membuat kedua adiknya merapat ketakutan.

"Hiiiii! Kak Hali sendiri! Mukanya udah kayak preman pasar!! Sapi punya Gopal aja--" Taufan nyengir jahil ke arah Halilintar.

"--pingsan karena lihat Kak Halilin!! Upan! Kaburrrr!!!" dan Api melanjutkan perkataan Taufan yang tidak selesai lalu menarik tangan kembarannya kabur dari hadapan sang kakak.

Kedua anak itu melipir keluar rumah sebelum kakak mereka makin marah dengan mereka. Halilintar berteriak memanggil keduanya. Tapi tawa dan suara lari anak kembar itu bisa terdengar sampai ke dalam rumah.

Halilintar mendengus, dirinya melihat dua adiknya --yang lari tunggang langgang-- dari depan rumah sambil berkacak pinggang. Satu tarikan napas lagi sebelum--

"PULANG SEBELUM DZUHUR KALIAN!!"

"IYAAA!!"

Lalu Halilintar menguap setelah mendapat jawaban Taufan dan Api dari kejauhan. Dia merenggangkan badan.

"Hadoohh, kerja, kerja."

Halilintar masuk ke rumah dan mulai membersihkannya.

***

Api menendang kerikil kecil di hadapannya. Dia bosan. Tidak ada yang dia lakukan saat ini. Sejak Halilintar marah tadi dia jadi tidak bersemangat.

Apalagi acara televisi tadi juga masih menyisakan pertanyaan tentang kelanjutannya. Hmmm, tadi selesainya episode minggu ini gimana yaa??

Api kesal juga. Tapi dia tidak bisa apa-apa.

Taufan di sekitarnya melihat semut yang berjajar di depan kakinya. Menatap penuh perhatian pada barisan semut hitam itu dan sesekali mengerjai salah satu semut agar keluar barisan. Tapi tidak berhasil. Tapi Taufan tidak menyerah.

"Upannn, aku bosaannn!!" rengek Api berulang kali. Taufan dibuat kesal.

"Ishh, Api, diamlah, semutnya nanti keganggu," Taufan masih mengerjai semut itu dengan tongkat kayu yang dia bawa. Karena merasa terganggu terus, kawanan semut itu mulai mengerubung kaki Taufan.

"Aaaah--" teriak Taufan tertahan dan berjingkat panik. Api yang melihat tertawa bahagia.

"Hahahaha, salah sendiri gamau main sama aku. Malah gangguin semut!" kata anak itu tergelak tawanya.

Taufan mendelik kesal. Dia menjauh dari semut-semut tadi. Lalu gerakan berikutnya menerjang Api. Api yang tidak siap terjengkang ke belakang.

"Woaahh!!"

Keduanya bergelud di tanah sampai rupa baju mereka tidak terkondisikan. Wah kalau Halilintar tahu, oh masa bodoh dulu dengan kakak sulung mereka itu.

Taufan dan Api akan terus seperti itu sampai sebelum sebuah suara mengenterupsi mereka.

"Upan, Api, kalian ngapain?" suara cempreng itu mereka sangat kenal. Taufan bangkit dan membersihkan bajunya.

"Ying! Mau kemana?" tanya Taufan masih membersihkan bajunya. Api duduk di tanah dan melihat Ying.

"Mau ke rumah Kak Yaya, ikut yok! Kak Yaya mau ngajak main tadi," kata anak perempuan berkacamata itu.

Mendengar kata main, Api langsung bangkit dari duduknya. Antusias dia menatap Ying.

"Oke, yok Upan, main ke rumah Kak Yaya!" kata Api sambil menarik sebelum sempat Taufan menyela. Yang ditarik tidak bisa menolak karena sebenarnya dia juga merasa bosan.

Ying terlihat senang. Dia bertoss dengan tangan Api yang disodorkan padanya.

"Ajak Air juga gimana?" tanya Ying.

"Ide bagus!!" sontak dua anak laki-laki itu berseru bersamaan.

"Oke yok ke rumah Air!"

Tiga anak seumuran itu berjalan riang dan penuh canda tawa dan pergi dari taman.

To be continue--


Bismillahirohmanirohim...

Jadi gini... nantinya bakal ada sedikit unsur-unsur (berupa cerita) Upin Ipin milik Les' Copaque (kutulis disclaimer di sini karena bakal kuusahain seminimal mungkin)

ini ffn ringan, mungkin ada selingan humor garing khas anak-anak atau sejenisnya. Karena setting aku buat kehidupan anak seumur itu.

Jadi, saranku, baca aja kalau luang atau tertarik XD. Aku pengen ngangkat lagi permainan anak2 entah itu di negara Indonesia atau Malaysia. Mungkin sebagian besar dari Indonesia karena hanya memori waktu aku kecil aja. Tapi karena dua negara ini serumpun jadi permainan lama pasti banyak miripnya (paling beda nama doang)

Tapi gak semua chapter berisi permainan ya

Untuk konflik, menyusul ;)

Ini cerita mainstream pake banget X"D dan ini AU lain dan lain.

spoiler, Solar sama Thorn masih SD xD /gaguna--

silahkan jika berkenan meninggalkan review kritik saran atau hanya membaca saja, semoga kalian terhibur barang sejenak ;)