Pagi itu adalah pagi yang cerah yang menyabut kota Tokyo, salah satu kota terpadat di Jepang. Burung-burung berkicau dengan indah. Orang-orang yang tadinya tertidur kini mulai bangun untuk memulai aktifitas harian mereka.

Tak terkecuali bagi Uzumaki Naruto.

Pemuda berusia lima belas tahun yang masih tertidur dikasurnya perlahan membuka matanya.

"Um"

Hal pertama yang dilihatnyya tentu saja adalah langit-langit kamarnya.

Naruto kemudian menolehkan pandangannya kearah jam yang kini menunjukkan pukul enam pagi.

"Sudah pagi ya" desis pemuda itu pelan sebelum kemudian bangkit dari tidurnya.

Dia lalu meregangkan ototnya sebentar setelah bangun tidur sebelum kemudian berjalan menuju pintu kamarnya.

Dia kemudian menuruni tangga dan kemudian berjalan menuju kekamar mandi untuk cucui muka yang letaknya berada disebelah ruang makan.

Selesai cuci muka, Naruto kemudian berjalan menuju kedapur untuk mengambil minuman.

"Tadaima!"

Dari arah depan rumah, Naruto bisa mendengar suara seorang perempuan yang sangat familiar di telinganya.

Saat perempuan itu memasuki ruang makan. Naruto akhirnya menyadari bahwa perempuan itu adalah kakaknya. Yaitu Uzumaki Karin.

"Okaeri, Nee-san!"

"Hm? Oh, Naruto, baru bangun ya?" tanya perempuan berambut merah itu saat menyadari kehadiran Naruto

"Hmm, yah begitulah!" ucap Naruto yang masih setengah mengantuk

"Heeh, lalu bagaimana demammu, apa sudah lebih baik?" tanya Karin

"Hmm" jawab Naruto dengan anda datar sambil mengangguk pelan.

"Begitu ya, syukurlah, hari ini adalah hari pertamamu masuk sekolah, jadi pastikan keadaan tubuhmu baik-baik saja!"

"Hmm, baiklah, aku mengerti!"

Naruto kemudian mengambil segelas air putih dan meminumnya.

Sementara Karin yang baru pulang sehabis olahraga memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya sebentar dengan duduk di bangku meja makan.

"Oh iya, satu hal lagi!"

"Hm? Apanya?" tanya Naruto

"Aku dengar dari paman Nagato kalau besok dia akan pulang kerumah"

"Eh! Besok?"

"Umu!" ucap Karin sambil mengelap keringat dengan handuk yang dia bawa.

"Sokka!" ucap Naruto sambil tersenyum kecil sambil beranjak pergi dari ruang makan

"Hei, kau mau kemana?" tanya Karin yang membuat pemuda pirang itu menghentikan langkahnya dan menengok kearah Karin dengan tatapn setengah mengantuk sambil berkata.

"Aku mau kembali kekamarku!" ucap Naruto sambil menunjuk keatas

"Jaa ... bisa tolong bangunkan adikmu juga!"

"Oh, Okey!" jawab Naruto sambil mengangkat jempolnya dan kemudian berjalan meninggalkan ruangan.

Sementara itu, Karin yang tersenyum melihat reaksi adik laki-lakinya itu menghela nafas pendek.

"Hft!"

Ekspresi wajahnya yang sebelumnya biasa saja kini mulai menyendu dengan kepala yang sedikit tertunduk.

Wajah dari gadis berkacamata dan berambut merah yang kini usianya sudah hampir menginjak kepala dua itu tertunduk seolah tengah memikirkan sesuatu. Dia kemudian menyandarkan dirinya dan menengok kearah kalender.

'Sudah tujuh tahun semenjak kejadian itu ... ayah ... ibu' ucap gadis tersebut dalam hati.

CHENGE SCENE

Sementara itu, Naruto kini sudah berada didepan pintu kamar adiknya. Dengan ekspresi datar, dai kemudian mengetuk pintu kamar adiknya tersebut.

TOK*TOK*

"Hei, Ruko! Ayo bangun, ini sudah pagi!" ucap Naruto sambil mengetuk pintu.

Namun setelah beberapa saat kemudian, sama sekali tidak ada jawaban dari dalam.

Naruto pun akhirnya memutuskan untuk memutar knop dan membuka pintu itu.

KRIEET*

Pintu itu terbuka, dan menampakkan isi dari bagian dalam kamar tersebut.

Pada sisi kiri ruangan didekat pintu, terdapat rak buku yang berisi berbagai macam buku disitu. Lalu pada pojok kiri ruangan itu, dia bisa melihat meja belajar dan juga komputer milik adiknya yang tersusun rapi. Dan tidak lupa, didekat meja belajar terdapat tong sampah kecil yang berisi sampah-sampah dari kertas dan juga bahan plastik.

Sementara jendelanya, masih tertutup oleh korden, hal itu tentunya menghalangi jalan masuk sinar matahari pagi diruangan itu.

Dan teapt disebelahnya, yaitu di ujung kanan ruangan dekat jendela. Dia bisa melihat sesosok gadis muda yang tertidur diranjangnya dengan selimut yang berantakan.

Naruto menghela nafas saat melihat hal itu

"Haah"

Dia kemudian berjalan menghampiri adiknya yang masih tidur itu.

"Hei, bangun!"

Tidak ada reaksi dari orang coba dia bangunkan.

Naruto kemudian mencoba untuk membangunkan Naruko dengan menepuk pundaknya.

"Hei, ayo bangun!" ucap Naruto sambil menepuk pundak adiknya.

Lagi-lagi tidak ada reaksi, hal ini membuat alis Naruto mengkerut.

Dia pun mencoba lebih keras dengan mendekatkan wajahnya sedikit

"Hei, ini sudah pagi, sampai kapan kau mau tidur?"

"Hm..."

Akhirnya, setelah berusaha keras membangunkan Naruko yang tidak kunjung bangun.

Usahanya kali ini membuahkan hasil, pada awalnya. Tapi yang terjadi setelah itu hal yang terjadi justru diluar dugaan.

"Hmm ... lima menit ... lagi" desis Naruko pelan

TWITCH*Sebuah perempatan urat nadi muncul dikening Naruto ketika mendengar hal itu, dia kemudian berkata "Hei, ayolah! Kalau kau tidak bangun kau bis-"

BUAAAAGGGGHHH

Sebuah pukulan uppercut yang datang dari tangan Naruko yang masih tertidur tepat kewajah Naruto, hingga membuat pemuda bersurai pirang itu terjatuh kelantai.

BRUKK

Setelah itu, Naruto akhirnya mengingat sesuatu hal penting yang dia lupakan

'Ah, benar juga ... aku lupa soal itu!' batin Naruto

Dirinya punya seorang adik bernama Namikaze Naruko, gadis muda dengan usia dan perawakan yang hampir sama persis dengan Naruto. Yang membedakan mereka secara fisik hanya tinggi badan, berat badan dan juga jenis kelamin.

Gadis berambut pirang yang memiliki segudang presitasi, pandai dalam berbagai mapel dan juga termasuk olahraga. Dia juga termasuk gadis yang selalu bisa diandalkan oleh teman-temannya. Meski terkadang dia sedikit cuek terhadap kakak laki-lakinya itu.

Namun yang paling penting dari semua itu adalah, Namikaze Naruko punya kebiasaan buruk dimana dia sering sekali menampar atau memukul orang yang membangunkannya dipagi hari secara tidak sadar.

Itu menjadi kesalahan yang fatal kalau kau sampai melupakannya, sekarang nasi telah menjadi bubur. Naruto hanya bisa pasrah menerima pukulan uppercut dari adiknya akbat kesalahan fatal karena melupakan poin penting tersebut.

NARUTO X HIGH SCHOOL DXD

GENRE: Slice of Life, Friendship, Romance, Family, School Life, Hurt/Comfort

WARNING: Fic ini terdapat banyak karakter dari anime lain selain yang sudah dicantumkan,

THE 10 BOYS OF KUOH ACADEMY

Chapter 1: Reuni

"Ittadakimasu!"

Ucap Naruko dan Karin sebelum mereka berdua memakan sarapan mereka.

"I-ittadakimasu...!"

Berbeda dengan kedua saudaranya, Naruto tampak lesu saat hendak memakan sarapannya.

Yah, itu wajar saja, disaat tubuhnya masih lemah karena baru sembuh dari demam, Naruto malah mendapatkan hadiah pukulan uppercut dari adiknya tadi pagi.

"Apa kau baik-baik saja, Naruto?" tanya Karin

"Kurasa... tidak" ucap Naruto sambil mengelus bagian wajahnya yang sakit

Melihat hal itu, Karin sedikit tidak tega pada Naruto yang harus mendapat hadiah uppercut disaat dia baru sembuh.

Sementara gadis muda yang menjadi pelakunya tidak menunjukkan reaksi apapun, seolah dia menganggap bahwa diri tidak bersalah.

"Hei, Ruko! Apa kau tidak berniat minta maaf pada kakakmu ini?" tanya Naruto yang sedikit jengkel pada adiknya.

"Kenapa aku harus minta maaf? Padahal kau sudah tahu kalau aku tidak bisa dibangunan dengan cara biasa, tapi kenapa kau bisa sampai lupa?" ucap Naruko dengan nada cuek

"Kh!"

Naruto merasa sedikit jengkel pada sikap Naruko yang selalu saja seperti itu kepada dirinya.

Melihat hal itu, Karin kemudian mencoba untuk menenangkan mereka berdua.

"Sudah, sudah, jangan bertengkar di pagi hari, itu tidak baik!"

"Huh, wakata-ttebayou!" jawab Naruto

Setelah itu, tiga bersaudara tersebut pun melanjutkan sarapan mereka hingga selesai.

SKIP TIME

Saat ini, jam telah menunjukkan pukul setengah delapan, dan ini sudah waktunya untuk berangkat sekolah. Naruko yang sudah ada didepan kini tengah bersiap untuk berangkat sekolah di hari pertamanya.

"Hei, Naruko!"

Seseorang perempuan berambut merah yang tidak lain dan tidak bukan adalah Karin memanggil dirinya.

"Ada apa, Nee-san?"

"Apa kau yakin tidak mau menunggunya?" tanya Karin

Yang dimaksud sudah jelas adalah Naruto, pemuda berambut pirang yang merupakan kakaknya. Kedua saudara itu mendaftar disekolah SMA yang sama. Dan hari ini mereka berdua harus menghadiri upacara penerimaan siswa baru. Namun sepertinya, Naruko sama sekali tidak ada niatan untuk berangkat bersama dengan Naruto.

"Tidak usah, lagi pula aku sudah ada janji dengan temanku!"

"Sokka! Kalau begitu sebaiknya kau hati-hati dijalan!"

"Umu! Aku mengerti!"

Setelah mengatakan, gadis muda berambut pirang yang di ikat dengan model twintail itu kemudian mengangkat tasnya, membuka pintu depan, keluar dari rumah dan berangkat menuju kesekolahnya yang baru.

Semntara Karin yang masih berdiri disana selama beberapa saat, menghela nafas sebelum kemudian dia berbalik masuk kedalam rumah.

Beberapa menit kemudian.

Naruto yang baru saja selesai mandi kini telah siap dengan seragam sekolah dan tas yang dia pakai.

Dia kemudian segera keluar dari kamarnya menuju kebawah.

"Yosh, Ruko, ayo kita berangkat!" ucap Naruto yang tidak menyadari bahwa Naruko tidak ada disana.

Naruto mengangkat kedua alisnya saat menyadari hal itu.

Dia kemudian mencoba mencari Naruko keseluruh ruangan, namun hasilnya dia tetap tidak menemukannya.

Disaat itu, Naruto kemudian melihat Karin yang berjalan menuju kekamar mandi sambil membawa handuk.

"Ah, Nee-san!" ucap Naruto memanggil Karin

Karin kemudian mengalihkan pandangannya kearah Naruto dan bertanya.

"Ada apa, Naruto?"

"Ano ... Ruko kemana? Dari tadi aku mencarinya tapi tidak ketemu juga!"

"Oh, kalau soal itu ... dia sudah berangkat lebih dulu!"

"Hah! Di-dia sudah berangkat?"

"U-umu, begitulah!" ucap Karin sambil mengangguk pelan

"Ya ampun! Kenapa dia tidak mau menungguku!?" ucap Naruto sambil menepuk jidatnya

Setelah mendengar penjelasan dari Karin, Naruto pun bergegas menuju bagian depan rumah. Dengan cepat dia mengambil sepatunya yang diletakkan di rak sepatu. Memakaikannya di kaki, mengambil tasnya, dan memutar knop pintu.

Tiba-tiba, saat itu Naruto hampir saja melupakan sesuatu yang harus dia katakan sebelum pergi.

"Ah, sial! Aku hampir saja lupa ... Ittekimasu!" ucap Naruto mengucap salam sebelum berangkat dengan sedikit berteriak.

Sementara Karin yang masih berdiri di tempat melihat Naruto membuka pintu itu dan keluar dari rumah untuk berangkat kesekolah menghadiri upacara penerimaan siswa baru.

Dan setelah Naruto pergi, Karin menghela nafas pendek dan berkata.

"Hft, sekarang ... sebaiknya aku juga segera berangkat kerja!"

Dan kemudian, perempuan berambut merah yang merupakan kakak dari Naruto dan Naruko itu pun masuk kekamar mandi sebelum kemudian dia berangkat kerja.

SKIP TIME

Saat ini, seorang pemuda berambut pirang yang tidak lain adalah Uzumaki Naruto tengah berjalan dengan tatapan datar di trotoar kota Tokyo yang sudah mulai di penuhi oleh para manusia.

Hari ini merupakan hari pertama Naruto masuk sekolah. Namun meski begitu, dia nampak cukup santai.

Sambil berjalan dengan tatapan datar, Naruto memasukan salah satu tangannya kedalam almamater. Bukan tanpa alasan dia melakukan itu, mengingat bahwa minggu ini baru memasuki musim semi, dan hawa dingin masih menyelimuti daerah sekitar. Jadi wajar saja jika dia ingin mendapatkan sedikit kehangatan.

Selagi tangan yang satunya dia masukan kedalam saku almamater, tangan yang lain menggenggam tas yang tentunya berisi buku.

"Haaah, seharusnya aku memakai syalku saja saat berangkat tadi!"

Sambil berjalan dengan santai, Naruto melewati orang-orang yang berlalu lalang di sekitarnya.

Di tengah perjalanan, nampak dua orang siswa laki-laki tengah menyebrang jalan menghampiri Naruto. siswa pertama memiliki tatapan datar dan juga rambut nanasnya yang khas.

Dia juga dikenal sebagai pemalas, namuan meski begitu dia memiliki kemampuan otak yang lebih cerdas dibanding Naruto.

Seorang pemuda dari kaln Nara yang bernama Nara Shikamaru.

Sementara yang kedua adalah seorang pemuda dengan rambut berwarna coklat dan juga memiliki badan yang tambun.

Punya hobi dan keahlian dalam bidang memasak, pemuda yang juga sering membantu ayahnya ini mempunya impian untuk menjadi seorang koki. Namanya adalah Akimichi Choji

"Ohayou, Naruto!" ucap si pria berambut nanas

"Hm, ohayou, Shikamaru, Choji!"

Ucap Naruto kepada dua orang itu. si pria berambut nanas tersebut adalah Shikamaru, dan yang gendut adalah Choji.

"Naruto, kudengar kemarin kau kena demam, apa itu benar?" tanya Shikamaru

"Yah, itu benar" jawab Naruto

"Lalu, apa keadaanmu sekarang sudah sembuh?" tanya Choji

"Emm ... tidak bisa di bilang sembuh sih, tapi setidaknya keadaanku sekarang sudah lebih baik, kok!"

"Sokka, jangan sampai kau terlalu memaksakan diri, ya!"

"Yah, Arigatou, Choji!"

"Sekarang, ayo kita pergi!" ucap Shikamaru.

Mereka bertiga kemudian melanjutkan perjalanan mereka menuju kesekolah.

Beberapa saat kemudian, tepat ketika mereka bertiga melewati sebuah jalanan kecil yang di kelilingi oleh pohon bunga sakura.

Mereka melihat seorang tengah berdiri menghadap kesalah satu pohon bunga sakura yang ada disana. Dia terlihat nadahkan tangannya ketika angin sepoi-sepoi bertiup dan membuat kelopak bunga sakura terbang.

Orang itu memiliki ciri kulit yang agak pucat, rambut yang hitam dan juga badan yang agak kurus. Melihat orang itu, Shikamaru kemudian berkata.

"Hoy, Sai!" ucap Shikamaru memanggil nama orang itu

Ketika mendengar bahwa namanya di panggil, pemuda bernama Sai itu kemudian menoleh ke arah mereka bertiga.

"Kalian! Apa yang kalian bertiga lakukan?"

"Seharusnya kami yang bertanya begitu padamu, apa yang sedang kau lakukan, Sai?" tanya Shikamaru

"Tidak ada, aku cuma ingin melihat bunga sakura yang sedang mekar saja!" ucap Sai

"Jika kau ingin melihat bunga sakura, kau bisa melakukannya saat pulang sekolah, apa kau tidak tahu kalau saat ini kita harus menghadiri upacara penerimaan siswa baru?" ucap Shikamaru

"Kau teralalu tegang, Shikamaru! Gerbang sekolah baru akan ditutup lima belas menit lagi, lagi pula ini kan hari pertama kita, jadi santai saja!" ucap Naruto

"Justru karena ini adalah hari pertama kita, aku tidak mau sampai kena masalah yang merepotkan hanya karena telat di hari pertama kita!" ucap Shikamaru

"Hei, sudahlah, jangan berdebat cuma karena masalah kecil!" ucap Choji

Pada saat itu, datang seorang dua pemuda SMA dari arah lain.

Pemuda pertama memiliki rambut jabrik yang berwarna coklat kehitaman, memiliki semacam corak diwajahnya, dan juga gigi taring yang sedikit keluar dari mulutnya.

Beberapa orang pasti akan merasa takut saat bersama atau bahkan melihatnya. Itu karena memang dia terlihat seperti berandalan, apalagi gigi taring yang keluar dari mulutnya membuatnya terlihat sedikit seperti vampir.

Namun walau dia sering dianggap seperti itu, sebenarnya dia adalah salah satu anggota dari komunitas pecinta anjing. Namanya adalah Inuzuka Kiba.

Pemuda kedua memiliki rambut jabrik yang pendek, memiliki kulit yang putih dan juga memakai kacamata hitam.

Bukan tanpa alasan, itu karena mata tidak akan terasa sakit jika terkena cahaya. Selain itu, dia juga dikenal sebagai pecinta serangga. Usianya pun sebenarnya setahun lebih tua dari Kiba, namanya adalah Aburame Shino.

"HEI, KALIAN!" Teriak Kiba memanggil Naruto dan yang lainnya.

Kiba dan Shino kemudian segera mempercepat langkahnya dan segera mendekati mereka berempat.

"Hooh, Kiba! Lama tidak bertemu!" ucap Naruto sambil melambaikan tangannya

"Hm!?" Shikamari mengangkat kedua alisnya ketika melihat seragam yang dikenakan oleh Shino dan juga Kiba sama dengan seragam milik mereka.

"Melihat seragam itu ... apa kalian juga mendaftar disekolah itu?" tanya Shikamaru

"Yah begitulah, lagi pula sekolah itu jaraknya tidak terlalu jauh dengan rumahku!" ucap Kiba

"Kalau aku ... karena biaya yang dikeluarkan untuk bersekolah disana cukup murah, jadi aku memutuskan untuk mendaftar disekolah itu!" ucap Shino

"Sokka!" ucap Shikamaru

"Jadi ... kalian juga mendaftar disana?" tanya Kiba

"Ya seperti yang kau lihat!" ucap Naruto sambil mengangkat sedikit almamater yang dia pakai.

Kiba terkekeh, dia sepertinya nampak senang melihat teman-temannya yang dulu sempat terpisah saat lulus SD kini kembali berkumpul, walau tidak semuanya.

"Hehe, sepertinya kalian semua sama sekali tidak berubah!"ucap Kiba

"Itu benar, yang berubah paling hanya usia dan juga tinggi badan saja!" ucap Choji

Seketika itu, Kiba langsung mengalihkan perhatiannya kepada Choji. Dia melihatnya dari bawah hingga atas sebelum kemudian Kiba berkata pada Choji.

"Iya juga ... selain itu, Choji!"

"Hm? Apa?"

"Kau juga sepertinya masih belum berubah dengan yang dulu, masih tetap gen- Hmph!"

"!"

Wajah semua orang yang ada disana langsung memucat saat Kiba hampir saja mengatakan kata-kata terlarang. Namun untungnya, Naruto langsung membekap mulut Kiba yang sepertinya melupakan sesuatu hal yang penting.

Dia kemudian berkata dengan nada berbisik.

'Dasar bodoh! Apa kau lupa kalau kau tidak boleh menyebut Choji dengan kata-kata itu?' tanya Naruto

'?'

Kiba mengangkat sebelah alisnya karena dia tidak mengerti dengan maksdu ucapan Naruto.

Seketika itu, pemuda dari klan Inuzuka itu akhirnya menyadari bahwa dia hampir saja mengatakan kata-kata terlarang yang mana jika kau menyebut Choji gendut, maka itu akan membuatnya marah besar.

Kiba pun mengangguk pelan dan Naruto akhirnya melepaskan bekapannya.

"Ada apa?" tanya Choji yang heran melihat tingkah mereka berdua

"!"

Seketika, bulu kuduk Kiba berdiri saat Choji bertanya, namun ia berusaha mengelak.

"Ti-tidak, tidak apa-apa!" ucap Kiba dengan nada sedikit panik

"Sokka ... kalau begitu ayo kita berangkat!" ujar Choji

Choji pun mengajak teman-temannya yang lain untuk segera bergegas menuju kesekolah.

Sementara itu, Kiba akhirnya bisa menarik nafas lega.

"Haah, aku selamat!" ucap Kiba yang kemudian berjalan menyusul teman-temannya yang lain.

Setelah beberapa saat berlalu, Naruto, Shikamaru, Choji, Kiba, Sai dan Shino akhirnya tiba ditempat tujuan mereka. Saat ini keenam pemuda tersebut tengah berdiri menatap pintu gerbang dari sebuah sekolah SMA yang mulai hari ini akan menjadi sekolah mereka.

Nama dari sekolah itu adalah Kuoh Hight School, salah satu sekolah SMA terluas di Tokyo. memiliki lebih dari lima ribu orang murid. Selain itu, sekolah ini juga memiliki banyak sekali Klub. Karena itu pula sekolah ini juga terkenal memiliki festifal sekolah tahunan yang meriah.

Di komplek sekolah ini ada tiga bangunan besar. Gedung utama, gedung yang didalamnya berisi banyak sekali ruang kelas sekaligus gedung yang paling besar. Kemudian terdapat gedung Keperluan khusus yang digunakan untuk mata pelajaran khusus. Dan terakhir adalah gedung olah raga yang menyatu dengan gudang peralatan olah raga dan juga kolam renang.

GLUK* Naruto meneguk ludahnya saat dia melihat betapa besar dan luas sekolah ini.

"A-apa kalian yakin kalau ini ... sekolah kita yang baru?" tanya Naruto

"Tidak salah lagi, ini memang tempatnya!" ucap Shikamaru

"Memangnya kau tahu dari mana?" tanya Kiba

"Itu ...!" ucap Shikamaru sambil menunjuk sesuatu

Arah dari jari telunjuk Shikamaru menunjuk kearah gedung utama sekolah. Terdapat sebuah tulisan dari nama sekolah ini disana.

"Ah ... ternyata disana, ya!" ucap Kiba

"Tulisan sebesar itu kau tidak bisa melihatnya? Mungkin kau harus periksakan matamu!" ucap Naruto

"Enak saja! mataku ini masih normal!" ucap Kiba

"Hentikan itu! jika kita berdebat disini, kita bisa terlambat!" ujar Shino

"Yang dikatakan Shino itu benar, sebaiknya kita pergi ke gedung olahraga, karena upacaranya diadakan disana!" ucap Sai

"Memangnya kau sendiri tahu dimana gedung olahraganya?" tanya Kiba

"Soal itu ..."

Sai kehabisan kata-kata,

Shikamaru menghela nafas sambil menepuk jidatnya ketika mendengar hal tersebut. selagi mereka berenam berdiri di pintu gerbang, para murid lain yang kemungkinan adalah kakak kelas mereka berlalu lalang melewati mereka memasuki area sekolah.

Seketika itu, pemuda berambut nanas tersebut akhirnya berpikir untuk menanyakan dimana letak gedung olahraga pada salah satu orang yang lewat.

"Ah! Hei, tunggu!" ucap Shikamaru memanggil salah seorang siswi

Siswi tersebut lantas membalik pandangannya kearah Shikamaru

"Ada apa?" tanya siswi perempuan itu

"Ah, kalau boleh tanya ... apa kau tahu dimana letak gedung olahraga?"

"Gedung olahraga?" alis siswi tersebut terangkat sedikit sebelum kemudian dia menjawab "letaknya ada dibagian belakang gedung utama!"

"Jadi begitu ... Arigatou!"

"Tidak masalah!"

Ucap siswi perempuan tersebut sebelum kemudian dia pergi meninggalkan tempat itu.

Naruto dan teman-temannya pun segera menuju ke gedung olahraga. Namun mereka menemui masalah, karena informasi yang didapat kurang lengkap.

Mereka berenam sempat tersesat sebentar sebelum akhirnya mereka menemukan gedung olahraga yang mereka cari. Ketika mereka masuk, sudah ada banyak sekali orang yang memenuhi bangku bagian depan.

Akibatnya, Naruto dan yang lain terpaksa duduk dibangku baris belakang.

Selama upacara berlangsung, Naruto dan teman-temannya duduk pada baris yang sama. Mereka mendengarkan apa saja yang disampaikan oleh para guru, staff dan juga kepala sekolah.

Namun ada satu hal lain yang lebih menarik perhatian Naruto. ketika Naruto mengedarkan pandangannya kesekeliling, pemuda berambut pirang itu akhirnya menyadari bahwa sebagian besar siswa yang ada disini adalah.

"Hei, ini hanya perasaanku atau memang siswa perempuan disini lebih banyak dari siswa laki-laki?" ucap Naruto sambil menyikut lengan Kiba yang duduk disebelah kirinya.

"Itu sudah jelas, kan! Dulu SMA ini adalah sekolah khusus perempuan, tapi mulai tahun ini menjadi SMA campuran!" jelas Kiba

"Ooh, jadi begitu rupanya!"

Naruto mengangguk paham.

Pada akhirnya, mereka berenam pun tetam diam dan mendengarkan sampai upacara selesai.

Setelah selesai, Naruto dan teman-temannya pun pergi untuk melihat papan pengumuman. Dan dari sekian banyak siswa yang ada disana. Naruto, Shikamaru, Choji, Sai, Kiba dan Shino ternyata berada dikelas yang sama. Keenam pemuda itu nampak sangat senang karena mereka akhirnya bisa berada dalam satu kelas lagi setelah sekian lama terpisah.

Tanpa basa-basi, mereka pun langsung menuju keruang kelas mereka.

CHENGE SCENE

Setelah upacara pembukaan selesai, para murid kelas satu pun segera memasuki ruang kelas yang sudah ditentukan oleh pihak sekolah. Disaat beberapa murid baru sibuk terburu-buru untuk segera masuk kekelas mereka, ada empat orang pemuda yang nampak santai-santai saja.

Dan salah satu diantara mereka yang memiliki rambut ala kapten Tsubasa kelihatan sangat bersemangat.

"Ehehe!"

Tiba-tiba saja pemuda tersebut tertawa dan itu tentu saja membuat ketiga temannya sedikit risih.

"Hei, Issei, kenapa tertawa?" tanya salah satu pemuda berambut mangkok

"Kenapa aku tertawa? Itu karena ... sekolah ini, Lee!" jawabnya

"Sekolah ini?"

"Ya benar, sekolah yang awalnya sekolah SMA khusus perempuan kini menjadi sekolah campuran. Jadi, wajar saja jika disini siswa perempuannya lebih banyak! Dn tidak Cuma itu, disini juga ada banyak siswa perempaun cantik yang berasal dari luar negeri" ujar pemuda bernama Issei itu

Mendengar penjelasan tersebut, pemuda berambut mangkok yang bernama Lee itu mengangkat sebelah alisnya karena tidak mengerti.

"Lalu ... apa hubungannya?" tanya Lee

"Tentu saja ada, karena hal itulah yang membuat kita ... para laki-laki akan menjadi populer, jadi initinya" setelah itu, Issei dengan penuh semangat berteriak "MENDIRIKAN HAREM!"

Lee yang mendengar ucapan Issei tersebut hanya bisa tersenyum kikuk dan bingung harus bereaksi seperti apa.

"Issei, kau ini mengigau ya?" tanya seorang berambut pantat ayam dengan nada mengejek.

"DIAM KAU, SASUKE! LAKI-LAKI TAMPAN DAN POPULER YANG BRENGSEK SEPERTIMU TIDAK AKAN PERNAH MENGERTI IMPIAN LAKI-LAKIKU!" teriak Issei pada seorang temannya yang bernama Sasuke.

Sementara itu, pemuda berambut panjang yang berjalan bersama mereka hanya bisa menghela nafas sambil menepuk jidatnya saat mendengar ucapan Issei dan berkata.

"Haaah, kenapa aku bisa satu kelas dengan orang mesum seperti dia?" keluh pemuda berambut panjang tersebut

"Ahahaha!" Lee malah tertawa setelah melihat interaksi dari teman-temannya itu.

Beberapa saat kemudian.

Keempat orang itu akhirnya sampai dikelas yang mereka tuju, mereka pun akhirnya langsung masuk kekelas tanpa basa-basi lagi.

Dan tepat saat mereka masuk kekelas, mereka langsung menjadi pusat perhatian para siswa perempuan disana. Yang dimaksud, bukanlah Issei dan Lee, melainkan Neji dan Sasuke. Mata para siswa perempuan terlihat berbinar-binar saat memandang mereka berdua.

Dan hal sebaliknya malah terjadi kepada dua orang sisanya. Para siswa perempuan yang ada disana terlihat geli dan jijik saat melihat ekspresi wajah Issei yang sepertinya sedang memikirkan impiannya untuk membuat harem. Sementara Lee, ada yang tertawa ketika melihat gaya rambut pemuda tersebut dan ada juga yang merasa aneh dengan gaya rambutnya yang tidak biasa itu.

Ketika mereka melihat ada banyak anak perempuan yang duduk di bangku depan, mereka berempat pun memutuskan untuk duduk di bangku bagian belakang.

Namun mereka tidak menyadari bahwa ada enam orang laki-laki lainnya yang menduduki bangku bagian berlakang. Dan ketika Neji hampir mendudukan dirinya dibangku yang dia pilih, salah satu dari keenam laki-laki lainnya tiba-tiba saja berteriak.

"AAH, KALIAAN!"

"!?"

Sontak, itu membuat Neji dan hampir seisi kelas menoleh kearah pemuda yang tiba-tiba saja berteriak itu.

Ketika pemuda bernama lengkap Hyuga Neji itu melihat kearah si orang yang berteriak. Neji mengangkat alisnya saat melihat pemuda itu memiliki ciri yang sangat familiar.

"Kau ... Naruto?" ucap Neji yang terbata-bata

Tidak hanya Neji, tapi Sasuke, Lee dan Issei juga terkejut saat mengetahui bahwa Naruto yang sudah lama tidak mereka temui ada disini.

"Naruto? apa itu benar-benar kau?" tanya Lee

"Ah, lama tidak bertemu, Lee! Selain itu ... kau juga, Sasuke!" ucap Naruto menyapa Lee dan Sasuke.

Selain itu, ketika Lee melihat wajah-wajah pemuda lain yang sudah tidak asing, dia pun langsung menyapa mereka.

"Lama tidak bertemu, Naruto! selain itu ... yang lainnya juga ... Kiba-kun, Choji, Sai, Shikamaru-kun, dan juga ..."

Ketika dia melihat kearah pemuda yang memakai kacamtaa hitam, Lee berkata.

"... kau siapa, ya?"

ZUNG*seketika itu, aura kemurungan yang luar biasa menghampiri pemuda berkacamata hitam yang itdak lain adalah Shino. Walau Lee merasa tidak enak, tetapi tetap saja Lee tidak bisa mengingat Shino hingga akhirnya Shikamaru berkata.

"Hei, hei, kau tega sekali, Lee! ... kau bisa langsung mengingat kami dalam sekali lihat tapi tidak saat melihat Shino!"

"EEH! S-Shino ... –kun?!"

Lee terkejut saat mendengar dari Shikamaru bahwa pemuda itu adalah Shino.

"Yare, yare ... kau ini tega sekali, Lee! Iya, kan, teman-teman?" tanya Issei pada yang lainnya.

Naruto, Shikamaru, Choji, Kiba, dan Sai terdiam sebentar, mereka berlima saling melihat dan kemudian kembali melihat kearah Issei dan berkata.

"Kau siapa?" tanya kelima orang itu secara bersamaan

"INI AKU ISSEI! APA KALIAN SUDAH LUPA PADAKU?" teriak Issei

"Issei? Hyoudo ...Issei?" tanya Naruto sambil mencoba mengingat ingat

"IYA, HYOUDO ISSEI!"

"Oh, jadi kau Hyoudo ya! ... maaf kami tidak ingat nama lengkapmu!" ucap Naruto sambil menggaruk bagian belakang kepalanya.

"Sokka ... ternyata kau Hyoudo si mesum! ... nampaknya kau sudah banyak berubah ya!"

"Ah? Ehehe ...yah begitulah!" ucap Issei yang sepertinya sedikit malu mendengar ucapan Shikamaru

Namun, Neji tiba-tiba saja langsung membantah ucapan Shikamaru tersebut.

"Tidak, dia sama sekali tidak berubah!"

"Eh! Jadi begitu ya"

ZUNG*seketika itu, aura kemurungan yang luar biasa menghampiri Issei yang membuatnya sejajar dengan Shino.

Dan itu membuat teman-temannya yang lain pun tertawa ketika melihatnya.

"Oh ya, ngomong-ngomong kenapa kalian berembat bisa ada disekolah ini?" tanya Kiba

"Aku sekolah disini karena permintaan dari kakakku!" jawab Sasuke

"Kalau aku ... yah, karena aku dengar biaya disekolah ini cukup murah, selain itu test masuknya juga gratis!" jawab Neji

"Begitu ya! lalu ... bagaimana dengamu, Lee?"

"Aku? Yah ... kurang lebihnya sih sama dengan Neji!" ucap Lee

"Aku juga sama! ... meski sebenarnya ... ada tujuan lain sih!"ucap Issei

"Kalau kau pasti hanya ingin mengintip celana dalam anak perempuan saja, kan?" tanya Kiba pada Issei dengan nada menyindir

Issei pun membantah ucapan Kiba tersebut meski itu tidak sepenuhnya salah.

Obrolan dari kesepulah orang laki-laki tersebut tidak berlangsung lama, karena setelahnya guru yang bertugas untuk mengajar pun tiba dikelas untuk melaksanakan tugasnya.

Guru tersebut adalah seorang laki-laki dengan rambut yang berwarna hitam pendek, usianya sekitar tiga puluha tahun-nan. Seketika para murid pun langsung bergegeas untuk duduk, sementara pria itu meletakkan buku yang dia bawa di meja dan mulai memperkenalkan diri.

"Ohayou, minna!" ucap pria itu

"Ohayou!" jawab para murid secara bersamaan.

"Etto ... sebelum memulai pelajaran hari ini, aku akan memperkenalkan diriku!" ucap pria tersebut

Dan kemudian, dia pun mulai memperkenalkan diri.

"Namaku Uchiha Obito, usiaku saat ini baru menginjak dua puluh delapan tahun, dan mulai hari aku akan menjadi wali kelas kalian!"

Dan begitulah, pria berusia dua puluh delapan tahun yang kini diketahui bernama Uchiha Obito tersebut adalah paman dari Uchiha Sasuke.

"Nah, sekarang giliran kalian! Dimulai dari kau, Sasuke!" ucap Obito sambil menunjuk kearah Sasuke

"Haah, kenapa harus aku? Bukankah kau sudah tahu tentang aku?" ucap Sasuke

"Ini bukan untukku, tapi untuk teman-teman satu kelasmu!"

Sasuke pun menghela nafas dan berkata

"Haah, namaku Uchiha Sasuke, salam kenal!" ucap Sasuke

Setelahnya, Obito pun lanjut menunjuk kearah Shikamaru

"Namaku Nara Shikamaru, karena akan menyebalkan jika kalian memanggilku dengan nama margaku jadi panggil saja Shikamaru"

"Namaku Akimichi Choji,"

"Namaku Rock lee, panggil saja aku Lee" ucap yang berambut mangkok

"Kalau aku Hyoudo Issei, kalian bisa panggil aku Issei" ucap yang berambut ala kapten Tsubasa

"Namaku, Inuzuka Kiba, aku adalah anak kedua dari keluarga pecinta hewan" ucap yang punya garis merah dipipinya

"Namaku Aburame Shino, salam kenal" ucap yang berkacamata hitam

"Namaku Sai, senang bertemu dengan kalian" ucap yang berkulit putih

"Kalau aku Hyuga Neji, salam kenal" ucap yang berambut panjang

Perkenalan pun terus berlanjut hingga akhirnya perkenalan terakhir dijatuhkan pada Naruto

"Namaku Uzumaki Naruto, senang bisa bertemu dengan kalian semua!" ucap Naruto dengan nada ceria.

AND CUT~

Etto... halo semuanya, saya adalah author bari disini dan ini merupakan fanfic pertama saya. Jadi mohon maaf kalau ada banyak kekurangan. Fic ini bertema Slice of Life, yang artinya fic ini akan menceritakan keseharian Naruto sebagai siswa SMA bersama teman-temannya. Dan saya peringatkan kembali, disini bakalan banyak karakter dari anime yang lainnya.

Yah itu aja, semoga fic ini bisa lebih disukai banyak orang.