"Kau sudah tidak bisa lari lagi,Volto, Famiglia ku sudah menghancurkan semua aset milikmu,".
"Sepertinya kau sedang bercanda,Acro, Famiglia lemah seperti milikmu hanya akan tumbang didepan Famigliaku!".
Nobita dengan asyiknya membaca manga tentang Mafia yang dia beli tadi siang. Sementara Doraemon yang sudah tahu apa yang akan dilakukan Nobita setelah ini langsung mengendap-endap,mencoba untuk pergi.
"Doraemon!".
Oh sial...
"Apa?,kau ingin aku mengeluarkan mafia hah?jangan bercanda!"ucap Doraemon yang kesal pada sifat Nobita.
"Che,padahal aku kan belum bilang,"keluh Nobita.
"Apa?lalu?,kau ingin jadi mafia?, dunia mafia itu dunia yang berbahaya,Nobita!,kau bisa mati!"omel Doraemon."Apalagi kau yang bodoh,lemah,dan penakut!".
"Iya deh,aku mah lemah,bodoh,dan penakut,"Nobita merajuk di pojok ruangan. Membuat Doraemon merasa bersalah.
"Ka..kalau begitu kita main Mafia aja ya?,bagaimana?,dengan skill menembakmu yang hebat,pasti kau bisa menang,"ucap Doraemon.
"Benarkah?,kalau begitu ayo kita ajak Shizuka chan!".
"Jadi begitu, ayo kita bermain mafia bersama-sama di gunung belakang sekolah,"ucap Nobita sambil berjalan bersama Shizuka dan Doraemon.
"Benarkah?,sepertinya seru!"Balas Shizuka sambil tersenyum.
'Fyuuuh,untungnya Nobita tidak minta yang aneh-aneh lagi...'pikir Doraemon.
Mereka berjalan melewati lapangan,dan tanpa menyadari kalau Giant dan Suneo ada disana.
"Pasti seru!,kita akan menembaki musuh-musuh!"ucap Nobita.
"Hah apa?menembaki musuh-musuh, sepertinya seru!"ucap Giant tiba-tiba.
"Bolehkah kami ikut?"tanya Suneo.
Nobita langsung terkejut ketika mereka berdua tiba-tiba muncul. "EEEH??? ,tapi ini hanya untuk Shizuka dan aku...,"ucap nya.
"Kenapa tidak?,semakin banyak orang semakin seru kan?"balas Shizuka.
"Cih, oi Tako Head,kau bisa nyetir atau enggak sih?,ini udah nabrak tiang beberapa kali lo!"teriak Lambo sambil melihat ke luar jendela. Mereka sedang dikejar oleh mobil milik famiglia musuh.
"Berisik,Ahoushi!,daripada ngomel kaya gitu,meningan tembakin tu musuh dari atap!"balas Gokudera sambil melakukan drift.
"Kalau aku mati kau tanggung jawab,ya!"Lambo membuka pintu di atap mobil. Dia mengeluarkan Glock yang dia simpan di balik jasnya,dan menembak ban mobil yang mengejar mereka.
"Takohead, mobil mereka di lapisi Lightning Flame!,peluru biasa gak bisa merusaknya!"ucap Lambo pada Gokudera.
"Kalau begitu gantikan aku!"Gokudera naik ke atap sementara Lambo mengambil alih kemudi. "Kuharap ini bukan misi terakhirku karena membiarkanmu mengemudi,"Gokudera mengaktifkan sistema CAI nya dan menembak mobil musuh dengan cepat.
"Udah selesai?,oke, turun cepetan!,jika kita ketahuan polisi,mampus kita!"ucap Lambo sambil memberikan kemudi pada Gokudera.
"Makanya cepetan bikin SIM!"ucap Gokudera sambil memarkirkan mobilnya di puncak bukit.
"Aku masih sepuluh tahun oi!".
"Lagipula...perang Vongola dan Guilto ini gak ada abis-abisnya da,mereka pengen apa sih?"ucap Gokudera saat dia membuka pintu mobil dan menyalakan rokok nya.
"Reborn bilang Corvo pengen ngerebut berlian apa tau yang didapetin Tsuna nii beberapa bulan lalu,emang itu berliwn apa sih?"tanya Lambo.
"Kalau Jyuudaime tidak mau memberikan itu,artinya itu barang berharga, Ahoushi,"jawab Gokudera.
Lambo menjatuhkan dirinya ke rerumputan,dia butuh istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan yang bisa berbahaya lagi.
"Kau mau apa,Ahoushi?,kita harus cepet-cepet balik,"tanya Gokudera.
"Istirahat setengah jam,aku capek,".
Nobita dan yang lain terlihat sedang asyik menembaki boneka-boneka yang dipakaikan pakaian seperti mafia.
"Hei,ini seru sekali!"ucap Giant sambil menembaki musuh.
"Ya,tapi jangan lama-lama mainnya,itu barang pinjeman dari Sewashi!"ucap Doraemon.
"Selow ae,Doraemon,ntar ge dibalikin,"ujar Suneo.
"Hhh,harusnya mereka gak ikutan,"keluh Nobita pada Doraemon sambil duduk di bawah pohon. "Pistolnya jadi direbut mereka berdua kan,".
Tapi Doraemon tidak menanggapinya,dia hanya memerhatikan sebuah lubang hitam yang ada di langit.
"Doraemon?ada apa?"tanya Shizuka.
"Minna!,cepat lari!"teriak Doraemon.
Lubang hitam itu dengan cepat menarik merekq semua untuk masuk ke dalam. Nobita berusaha untuk berpeberpegangan pada pohon,begitu juga Suneo dan Giant.
"Apa ini, Doraemon?"tanya Giant,tubuhnya berat,jadi dia sangat kesusahan mencoba tidak tertarik oleh lubang hitam.
"Aku tidak tahu,waaaaa!"Doraemon terlepas dari pegangannya.
"Doraemon!!"Nobita memegangi kaki Doraemon,Shizuka memegang kaki Nobita,sementara Giant dan Suneo menahan Shizuka agar tidak tersedot ke dalam lubang. Tapi sia-sia,mereka semua tersedit masuk ke dalam lubang hitam itu.
"WAAAAAAA!!!!!".
"Ahoushi, waktu setengah jamnya udah abis,bangun oi!"ucap Gokudera sambil melihat jam datang. "Che,sapi bodoh itu,apa yang bisa membangunkannya ya?".
Mendadak,Gokudera mendapat ide, dia mengambil sebuah permen anggur dari kantongnya,dan mendekatkannya ke hidung Lambo.
"Oi bodoh,kalau kau gak bangun,akan ku makan permen ini,"ucap Gokudera.
"Permen!"Dengan cepat Lambo bangun dan menyambar permen itu.
"Dasar,giliran dikasih permen aja,langsung bangun,"ucap Gokudera sambil membuka pintu mobil. "Ayo kita pergi,Jyuudaime pasti udah nungguin,".
"Eh tunggu,kayak ada suara... siapa disana!?"Teriak Lambo. Dia menoleh ke hutan yang ada di sampingnya. "Kalo ga segera nunjukin diri,aku yang kesana!".
gosrak,gosrak
"Ettoo...maaf,tapi ini dimana ya?"tanya seorang anak berkaca mata bundar yang memakai kaus kuning .Dibelakangnya terlihat seorang anak laki-laki bertubuh besar anak laki-laki yang pendek,anak perempuan,dan makhluk aneh berwarna biru.
"Tunggu,siapa kalian?"tanya Gokudera.
"Eh...kami tidak tahu, tiba-tiba aja kami ada di sini,"jawab anak itu.
"Jawab yang benar!,jangan-jangan kau misuh ya?"Lambo mengeluarkan pistolnya.
"Tidak,tunggu,ini serius!,kami benar-benar tidak tahu!"ucap anak yang pendek.
"Che,kalau begitu sebaiknya kita bawa saja mereka ke Jyuudaime,"ucap Gokudera sambik masuk ke mobil. "Kalian semua,duduk di belakang,kami harus memastikan siapa kalian,".
Karena mereka tidak tahu ada dimana,akhirnya mereka mengikuti Gokudera dan masuk ke dua baris kursi belakang mobil.
"Doraemon,bagaimana ini?,bagaimana cara kita pulang?"tanya anak yang berkacamata.
"Aku tidak tahu,Nobita kun, sebaiknya kita ikuti dulu mereka,"balas Doraemon.
"Oi,siapa nama kalian?"tanya Lambo sambil menengok ke kursi belakang. "Namaku Lambo,".
"Aku Nobita,ini Shizuka,Doraemon,Giant,dan Suneo,"jawab Nobita sambil memperkenalkan teman-temannya.
"Oi,kau mau membawa kami ke mana hah??"tanya Giant dengan kasar.
"Tenang saja,setelah Tsuna nii mengkonfirmasi siapa kalian,kalian bisa bebas,itupun kalau kalian bukan musuh,"jawab Lambo dengan cepat. Dia menyunggingkan senyum biasanya,yang membuat semua orang tenang karena ada anak seusia mereka.
"Ahoushi, gawat,kita dikejar,sekarang ada tiga mobil!"ucap Gokudera sambil menggas mobil dengan cepat.
"Hieee,Mama!,apa kita akan mati disini???"rengek Suneo saat dia melihat kebelakang,tiga mobil berisi orang yang membawa senjata api mengejar mereka.
"Tenang saja,aku akan serius kali ini, Ahotakohead!,aku akan memakai tandukku!"teriak Lambo sambil mengeluarkan sepasang tanduk dari sakunya,dia langsung membuka pintu mobil.
"Jangan mati lo,Ahoushi!"Ucap Gokudera sambil mempercepat laju mobil.
Semua orang melihat apa yang dilakukan Lambo dari jendela belakang mobil. Anak itu menghancurkan tiga mobil sekaligus dengan tanduknya. Setelah itu,dia memunculkan sebuah banteng entah dari mana dan menaiki banteng itu,mengejar mobil.
"Ahoushi,ada lagi di depan,kali ini sepuluh,dan mereka pengguna api!"ucap Gokudera. "Ahoushi,kau gantikan aku,lewati hutan,nanti aku nyusul,aku akan meledakkan mereka semua!".
"Tentu!"Ucap Lambo saat dia melompat ke bangku pengemudi. Dan memasang sabuk pengaman.
"Tunggu,kau belum punya SIM,bagaimana bisa kau mengemudi?"tanya Shizuka yang mencoba untuk tidak mual.
"Itu tidak penting sekarang,kita harus lari,pegangan,kalian semua!"ucap Lambo sambil berbelok ke jalur kecil di hutan."Oi musang biru, itu bukan kantong biasa kan?apa kau menyembunyikan sesuatu disana?,kalau begitu,bantu aku!".
"Tunggu,bagaimana kau tahu tentang kantong ajaib?"tanya Doraemon sambil mengeluarkan barang-barang dari kantungnya.
"Cepat,ada banyak pengejar disini!"ucap Lambo sambil terus melewati jalan yang tidak rata.
"Baiklah,ayo nobita!,"ucap Doraemon sambil memberikan meriam angin.
Lambo membuka pintu di atap, dan Nobita langsung berdiri di atap mobil.
"Doraemon,kau yakin?ini benar-benar menakutkan!!"rebgek Nobita,dia harus menjaga diri agar tidak terjatuh.
"Cepat,Nobita,hanya kau yang bisa!"Giant berteriak. "Aku akan memukulmu jika kau gagal!".
"Baiklah,"Nobita menembakkan meriam angin itu ke semua musuh yang mengejarnya dengan tepat sasaran. "Tidak mempan,mereka bisa bangun lagi!".
"Kalau begitu,pakai ini!"Lambo memberikan glock nya pada Nobita. "Kau tahu cara pakai nya kan?".
"Eeeh??tapi ini...pistol asli???".
"Tembak kaki mereka saja!,kau tidak perlu membunuh mereka!!".
"Tapi tetap,aku..."Nobita gemetaran saat akan menekan pelatuk. "Aku tidak bisa...,".
"Ayo cepat,sialan!,kau ingin membuat teman-teman mu terbunuh hah?,dengar megane,nyawa kita dipertaruhkan disini!"ucap Lambo sambil ngedrift dengan cepat. "Sial,seandainya aku bisa membelah diri...".
"Baiklah,hanya jangan buat mereka mengejar kita kan?"Nobita menembak ke pohon-pohon sehingga menimpa orang-orang yang mengejar mereka.
"Bagus,sekarang kita hanya perlu pergi ke jalan utama...,ah itu Ahodera!"Saat Lambo memasuki jalan utama,dia langsung mengerem mobil. "Hufff,akhirnya..."Ucap Lambo saat Gokudera membuka pintu mobil.
"Kau terlalu lama,Ahoushi,jangan-jangan kau tadi nyasar ya?"tanya Gokudera.
"Yare yare,dasar gila,nyuruh anak sepuluh tahun buat nyetir,"ucap Lambo. "Nobita,terimakasih,tanpamu kita gak akan bisa lolos,"ucap Lambo saat dia pindah dari bangku pengemudi.
"Hehe...bukan apa-apa kok..."balas Nobita.
"Sekarang,aku capek sekali,"ucap Lambo sambil mengambil minuman. "Nih,"dia melemparkan lima botol cola pada mereka. "Kalian pasti haus kan?".
"Arigato,tapi Lambo,sebenarnya apa yang kalian lakukan?"tanya Giant pada Lambo.
"Kami sedang pulang dari Roma,dan tiba-tiba ada famiglia musuh menyerang kami,"jawab Gokudera. Kali ini dia menyetir dengan santai,karena semua pengejar sudah dilumpuhkannya.
"Tunggu,kau...mafia?"Nobita menunjuk Lambo.
"Yups,Vongola Famiglia,keluarga mafia terkuat di dunia,"balas Lambo.
"Sepertinya mimpimu baru saja tercapai,Nobita,"ejek Doraemon.
Mereka telah sampai di Vongola Mansion. Gokudera memarkirkan mobil merahnya yang sudah rusak di sana sini di depan pintu mansion.
"Aku akan meminta orang untuk memperbaikinya nanti,"ucap Gokudera.
Kelima anak yang pertama kali melihat rumah sebesar itu langsung terkagum-kagum. Rumah itu bahkan jauh lebih besar dari milik Suneo.
"Wajah kalian mirip kayak Tsuna nii waktu dia pertama dateng ke sini,"ucap Lambo. Dia sudah berkeringat disana sini, kemeja cetak sapinya sudah basah, sementara jas hitamnya terlihat kucel.
"Sudah jelas lah,kami bahkan belum pernah melihat rumah sebesar ini!"ucap Suneo. "Kau ini pangeran atau apa hah?".
"Suneo hanya iri,"ejek Giant.
Saat mereka sedang meributkan soal itu, tiba-tiba datanglah seorang pria dengan pakaian baseball yang sudah kotor oleh tanah. Dia juga membawa tongkat
baseball.
"Hahaha,sepertinya kita kedatangan tamu ya,"ucap pria itu dengan gembira.
"Kami dikejar musuh,dan kau malah main baseball,Yakyuu Baka?,aku benar-benar ingin meledakkan mu sekarang!"ucap Gokudera pada pria itu.
"Maa,maa,aku baru saja mengajak rekrutan baru untuk main baseball,".
"Rekrutan baru?,kau ingin membunuh mereka ya,Take nii??"Ucap Lambo pada pria itu.
"Ano...siapa ini,Lambo kun?"tanya Shizuka.
"Ah,halo,namaku Yamamoto Takeshi, adakah disini yang suka baseball?"Yamamoto mengangkat tongkat baseballnya.
"Itu hal yang selalu kau katakan setiap memperkenalkan diri,Yakyuu Baka,"gumam Gokudera.
"Baseball?,aku bisa main baseball,niichan!"ucap Giant dengan bersemangat.
"Hahaha,kalau begitu kita bisa main ya,kapan-kapan!"balas Yamamoto. "Ngomong-ngomong,apa yang ingin kalian lakukan sekarang?".
"Melapor ke Jyuudaime, dan kau baru aja ngabisin waktu kita,Yakyuu Baka!"jawab Gokudera dengan ketus. "Ahoushi,bisa kau gantikan aku melapor ke Jyuudaime?,rasanya tulangku bergeser,aku harus ke rumah sakit,".
"Tentu, ayo ikut aku,kalian semua!"ucap Lambo. Lambo membuka pintu mansion yang sangat besar itu. Menampilkan sebuah ruangan besar dengan lukisan besar yang terpampang di dinding. Lukisan itu merupakan lukisan Tsuna dan para Guardians nya.
"Siapa itu,Lambo?"tanya Suneo.
"Itu Tsuna nii,dia kakak ku,"ucap Lambo. Mereka berjalan melewati lorong-lorong sampai akhirnya mereka sampai di sebuah pintu merah dengan hiasan emas.
Lambo mengetuk satu kali,sampai terdengar suara orang dari dalam.
"Tadaima,Tsuna nii,"ucap Lambo.
"Lambo!,apa kau baik-baik saja?,dari tadi intuisi ku mengatakan ada sesuatu yang terjadi,"orang yang dipanggil Tsuna,dia memakai jas hitam seperti mafia pada umumnya,dia memiliki rambut coklat berduri dan mata yang cukup besar.
"Aku tidak apa-apa, ngomong-ngomong,aku ingin memperkenalkan orang-orang ini padamu,mereka tiba-tiba muncul di dekat kami dan Ahodera menyuruhku untuk membawa mereka kesini,"balas Lambo.
"Baiklah...jadi...bisakah kalian ceritakan semuanya?"tanya Tsuna dengan lembut.
Doraemon akhirnya menceritakan semuanya.Mulai dari saat mereka terbawa oleh lubang hitam dan bertemu Lambo juga Gokudera. Serta situasi mengancam nyawa yang tadi mereka alami.
"Bagaimana?"tanya Lambo yang sedang duduk di sofa.
Tsuna mengangguk, "mereka tidak berbohong,"jawabnya. "Doraemon kun,kalian semua bisa tinggal disini sampai kalian menemukan cara kembali ke tempat asal kalian,".
"Arigato, tapi kenapa kau bisa semudah itu mempercayai kami?"tanya Doraemon. Tadi Lambo dan Gokudera tidak mempercayai mereka mentah-mentah, tapi sekarang orang ini malah menerima mereka .
"Aku akan tahu jika kau berbohong,"jawab Tsuna."Terlebih lagi,aku kagum terhadap orang yang membuatmu dan kantong berisi barang-barang canggih itu, hebat sekali mengetahui peradaban manusia bisa secanggih itu,"ucap Tsuna,yang membuat Doraemon jadi malu. "Lalu, kupikir Lambo butuh teman main di Mansion ini,".
"Heh,tunggu,aku tidak butuh,aku sudah dewasa,ok!"ucap Lambo.
"Nah Lambo,bisa kau ajak mereka berkeliling?"pinta Tsuna.
"Yare yare, merepotkan sekali,"ucap Lambo.
"Vongola Mansion ini sangat luas,jadi jangan ampe kesasar,yang itu perpustakaan,itu theather,"ucap Lambo sambil menunjuk ke pintu-pintu di samping mereka.
"Oi Lambo,sebenarnya ini dimana?,tadi Gokudera niichan menyebutkan Roma..."ucap Giant.
"Jangan-jangan...ini di Italia?"ucap Shizuka.
"Bukannya sudah jelas?"gumam Lambo sambil mengacak acak rambutnya.
"Kalau begitu,bukankah kita tinggal pakai pintu kemana saja,dan pulang ke rumah?"usul Suneo.
Doraemon mengeluarkan pintu ke mana saja dari kantongnya.
"Aku heran bagaimana caranya benda sebesar itu bisa masuk ke kantong sekecil itu,"ucap Lambo sambil memerhatikan pintu kemana saja.
"Itu karena ini adalah kantong yang bisa menyimpan banyak barang,"balas Doraemon sambil menunjukkan bagian dalam kantongnya.
"Mau nungguin apa lagi?,ayo kita pulang!"ucap Nobita sambil membuka pintu. Tapi ketika dia masuk,pintu iu menolaknya. "Tunggu,kenapa aku tidak bisa pulang?".
"Tidak mungkin...gawat...itu artinya..."gumam Doraemon,wajahnya menunjukkan kalau dia sedang shock.
"Apa?"tanya Nobita.
"Kita terjebak,di dimensi lain!".
Sejenak mereka semua langsung hening. Mereka tidak percaya ini,mereka tidak bisa pulang ke rumah.
"Dimensi lain itu apa ya,Doraemon?"tanya Nobita,menghancurkan suasana.
"Dimensi lain, atau Dunia pararel, setiap kau membuat pilihan yang berbeda,maka dunia pararel itu akan terbentuk,sesuai konsikuensi dari pilihanmu,"Lambo menjelaskan dengan cepat. "Contohnya begini,jika kau tadi tidak menghentikan musuh,maka akan terbentuk dunia baru dimana kita semua mati terbunuh,".
"Ya,itu penjelasan singkat dunia pararel, dan sepertinya kita terjebak di salah satu dari dunia pararel yang jumlahnya tidsk terbatas,"ucap Doraemon.
"Jadi,kita tidak bisa pulang?".
"Mama...".
"Ppft,kenapa kalian murung begitu?,gak ada yang mustahil di dunia ini,kalian pasti bisa pulang,ini saran dari orang yang pernah menjelajah waktu sejak usia 3 tahun!"ucap Lambo untuk menyemangati mereka.
"Ya benar,kita pasti bisa pulang!"ucap Nobita. "Kita hanya tidak boleh menyerah,".
"Benar,tunggu,bagaimana caranya kau punya mesin waktu, Lambo kun?"tanya Shizuka tiba-tiba.
"Aku punya bazooka sepuluh tahun yang bisa membuatku bertukar dengan diriku di masa depan,"jawab Lambo. "Sayangnya,benda itu sudah disita oleh kakak kakak ku karena aku terlalu sering menggunakannya,".
"Be..begitu ya..".
"Ngomong-ngomong, kau tadi sangat hebat,Nobita!,bagaimana caranya kau bisa menembak dengan sangat tepat?"tanya Lambo dengan semangat. "Hanya satu orang yang kutahu bisa melakukan itu,".
"Hehehe,biasa saja..."balas Nobita.
"Nah,ini kamar kalian,jika kalian membutuhkan sesuatu,jangan sungkan untuk memanggil pelayan,ya!",ucap Lambo sebelum dia menutup pintu dan pergi.
Kamar itu merupakan ruangan besar dengan lima kasur. Disana juga tersedia tv,game,berbagai film,dan buku buku komik.
Nobita langsung menjatuhkan dirinya ke kasur. "Hufff...hari yang melelahkan,"gumamnya.
"Benar,aku gak percaya kita gak bisa pulang ke rumah,"balas Suneo. "Mama pasti menungguku...".
"Daripada itu,aku heran,padahal kupikir mafia itu orangnya seram-seram semua,ternyata ada juga yang seusia kita di mafia,lalu Tsuna nii san, dia tidak terlihat seperti orang jahat,"ucap Shizuka. Dia membuka sebuah buku sejarah Vongola yang ada di atas meja.
Vongola merupakan sebuah grup main hakim sendiri yang dibuat oleh Giotto di Vongola,atau Vongola Primo. Vongola dibuat untuk melindungi penduduk. Namun setelah Vongola Primo mengundurkan diri dan pergi ke Jepang,Vongola diambil alih oleh Vongola Secondo, Ricardo. Sejak saat itu,Vongola berubah menjadi keluarga mafia dengan sejarah paling berdarah sepanjang masa.Berikut merupakan potret Vongola Primo dari sumber yang tersedia."Dia sangat mirip dengan Tsuna nii san,"ujar Nobita."Apa hubungannya dengan orang ini ya?".
Sementara itu,Doraemon sedang mencari car untuk kembali,lewat peralatannya. "Minna, aku menemukan sesuatu!"ucapnya memanggil semua orang.
"Apa itu,Doraemon?"tanya Nobita.
"Kita bisa pulang,aku sudah menemukan letak dunia yang merupakan rumah kita,tapi sayangnya...harus ada sesuatu...sesuatu yang bisa membawa kita pergi ke dunia lain,"jawab Doraemon.
"Bagaimana dengan pubang waktu?, daripada melewati jalur yang ada,kita menembus dinding waktu lewat jalur horizontal,"ucap Suneo sambil membuat ilustrasi dari idenya.
"Sayangnya itu sangat beresiko,kita bisa saja tersesat di lubang waktu,dan takkan bisa pulang ke rumah,"balas Doraemon. "Aah disaat begini,aku harus makan dorayaki!"dia mengeluarkan sebuah Dorayaki dari kantongnya,dan memakannya.
"Jadi itu sia-sia dong!"keluh Giant.
"Yah...sebaiknya kita nikmati dulu saja waktu kita disini,"ucap Doraemon.
To Be Continue
