PART 1

Hari ini sebenarnya adalah hari yang cukup berbeda bagi seorang gadis berambut biru yang sedang melangkahkan kakinya.

Biasanya ia akan menjalankan misi bersama keenam pain, namun kini ia harus terjebak dalam misi membosankan bersama pria dingin yang tak lain adalah Itachi.

Sebenarnya kebisuan antara mereka bukan menjadi hal yang baru, dan biasanya Konan pun lebih banyak diam saat bersama Nagato.

Bukan tanpa alasan Nagato mengirimnya pergi bersama Itachi. Ia melakukan hal tersebut karena Kisame bersama Kakuzu dan Hidan harus mencari cincin Sasori yang entah hilang kemana sehabis pertempuran melawan Sakura.

Itachi memang dapat menyelesaikan misi ini dengan mudah, namun Nagato meminta Konan untuk mengawasi pria itu.

"Ku rasa di sana sangat ramai," ucap Konan sembari menatap sebuah desa berkabut dari atas ketinggian.

"Hm."

"Kau punya rencana?" Tanyanya.

"Ku kira kau yang akan menyusun rencananya, leader," jawab Itachi dengan datar.

Konan hanya berdecak kesal, entah kenapa bila ia menjalankan misi dengan Itachi pasti berujung pada hal yang tak menyenangkan. Apakah ia sengaja menggunakan kata leader sebagai bahan ledekkan?

Menurut Konan, Itachi adalah pria jenius yang selalu ingin disanjung dan tidak bisa menerima perintahnya seperti anggota akatsuki yang lain.

"Aku sudah memiliki rencanaku sendiri," ujar Konan yang segera merubah wujudnya menjadi ribuan kertas yang terbang begitu saja.

Disisi lain Itachi hanya dapat berdecak sinis sembari melakukan penyamarannya untuk memasuki desa kabut. Biar ia buktikan bahwa ia bisa menyelesaikan misi itu sendiri tanpa bantuan Konan.

Setelah berhasil memasuki gerbang desa kabut itu, Itachi segera melangkahkan kakinya ke gedung mizukage.

Dengan hati-hati ia menjalakan semuanya. Ia menyusuri setiap ruangan dan memastikan bahwa ia tidak dicurigai oleh siapapun.

Di ujung lorong ia dapat menemukan ruangan gulungan rahasia yang ia cari. Dengan mata sharingan miliknya, ia bisa melewati tiga penjaga tempat itu dengan mudah.

Dengan cepat jemari Itachi membuka pintu ruang rahasia itu, namun ternyata ia kalah cepat oleh sebuah kupu-kupu kertas yang sudah bertengger di salah satu gulungan.

"Kalau begitu mengapa tak menyelesaikan misi ini sendirian?" Tanya Itachi dengan nada kesal yang sulit untuk ia kendalikan.

Kupu-kupu itu berubah wujud menjadi seorang gadis berambut biru. Jemari putihnya segera mengambil gulungan tersebut.

Konan hanya tersenyum tipis sebelum berkata, "aku hanya ingin menguji kekuatanmu."

"Cih."

"Dan kau juga tampaknya bukan orang yang bisa diajak bekerjasama," komentar gadis itu.

Itachi meninggalkan dia begitu saja.

Konan pun hendak pergi, namun tampaknya beberapa penjaga sudah mulai sadar akan keberadaannya karena ia bisa mendengar derap kaki yang menuju ruangan ini.

"Siapa kau?" Tanya seorang pria dengan rompi hijau yang melakat pada tubuhnya.

'Sial, seharusnya aku pergi secepat mungkin, bukan malah berdebat dengan pria keras kepala itu,' batin Konan.

"Penyusup, dia mengambil gulungan rahasia," pekik pria lainnya.

Konan segera mengubah dirinya menjadi kertas dan menyerang kedua shinobi tersebut, namun sayang sepertinya kegaduhan itu malah mengundang shinobi desa kabut lainnya.

"Sial, kalian menganggu saja," ucap Konan.

Secara kuantitas, Konan memang kalah jumlah. Ia harus melawan tujuh shinobi yang membawa sejumlah pedang.

"Kenapa lama sekali?" Tanya Itachi yang segera menggunakan sharinggannya untuk menjebak mereka semua ke dalam genjutsu miliknya.

"Ayo pergi," ajak Itachi.

Kedua orang itu berhasil pergi dan mulai berbaur dengan kerumunan masyarakat desa lainnya.

"Kenapa kau menatapku seperti itu?" Tanya Konan dengan tidak suka.

"Apa?"

"Kau menatapku seolah kau ingin mentertawakanku," cecarnya.

Itachi hanya menghela napas dan berjalan lebih cepat.

Yang ia harapkan hanyalah menyelesaikan misi dengan cepat dan berkata pada Pain bahwa ia tak ingin menjalankan misi dengan perempuan itu lagi.

"Hm, bukankah dia Itachi Uchiha?" Tanya seorang pria berambut abu yang ditutupi oleh jubah.

Pria berambut hitam di sampingnya langsung mencari objek yang dikatakan oleh kawannya yang bernama Suigetsu.

"Sasuke kau mau kemana?" Tanya seorang wanita berambut merah yang segera menarik lengan Sasuke.

Dengan kasar Sasuke menghentakkan tangannya, lalu pergi begitu saja.

Itachi dan Konan sudah berhasil meninggalkan keramaian dan memasuki padang gurun yang harus mereka lewati untuk mencapai markas rahasia mereka.

Langkah Itachi terhenti saat ia melihat Sasuke berdiri di depannya.

"Kau," ucap Sasuke dengan aura yang dipenuhi dengan kemarahan.

"Senang bertemu denganmu, Sasuke," ujar Itachi.

Sasuke tersenyum miring, lalu mengeluarkan pedangnya dan berusaha menyerang Itachi.

Konan tahu pertarungan ini akan memakan banyak waktu, jadi ia membantu Itachi untuk mempersingkat waktu.

"Hei nona kalau kau ingin bertarung ayo satu lawan satu," kata Suigetsu yang sudah mengacungkan pedangnya di hadapan wajah Konan.

Dengan sigap Konan terbang dengan sayap kertasnya lalu menyerang Suigetsu.

Dari sekian banyak shuriken kertas yang Konan lepaskan, terdapat dua suriken yang mengenai tubuh air milik Suigetsu.

"Maaf, senjatamu itu tidak berpengaruh padaku," ucapnya sembari tertawa.

"Baiklah bagaimana jika dengan kertas dipedangmu," timpal Konan dengan dingin.

Kertas peledak yang terletak pedang Suigetsu meledak begitu saja, namun untungnya Jugo segera membantunya untuk lolos.

"Haduh bodoh kenapa kau ceroboh sekali?" Gerutu Karin.

Di sisi lain Sasuke masih berusaha melawan Itachi, ia harus membuktikan bahwa dirinya hari ini jauh lebih kuat dari sebelumnya.

Sasuke dapat melihat celah untuk melawan Itachi maka dari itu ia berusaha mengarahkan chidorinya pada Itachi, namun sayangnya Itachi segera menyadari pergerakan Sasuke dan mengubah keadaan begitu saja. Ia menangkap Sasuke ke dalam genjutsu andalannya.

"Kau belum bisa mengalahkanku, dan kau masih menjadi seorang pecundang," bisik Itachi tepat di telinga Sasuke yang masih terpaku dalam genjutsu Itachi.

"Ayo pergi Konan," ajak Itachi.

Tampaknya pertempuran tadi benar-benar menguras waktu dan emosi Itachi.

Kini matahari telah terbenam, tapi pikirannya masih berkelana dan menjadi tak menentu.

"Ku rasa kita perlu beristirahat."

Perkataan Konan segera mendapatkan persetujuan dari Itachi yang sebenarnya sudah cukup lelah.

Di tengah bebatuan dan pasir padang gurun, Konan membuat kertasnya menyerupai batu besar dimana Itachi dan dirinya bisa masuk dan beristirahat di sana.

"Itachi," panggil Konan pada rekannya.

"Hm?"

Konan tak bisa menahan rasa penasarannya sehingga ia berkata, "Kenapa kau tidak membunuh Sasuke tadi? Aku tahu kau bisa melakukannya."

"Sejak kapan itu menjadi urusanmu?" Tanya Itachi yang segera mengeluarkan sebuah benda di balik jubah awan merah yang dikenakannya.

Konan hanya memutar bola matanya dengan malas. "Lupakanlah."

Itachi mengeluarkan beberapa pil berwarna putih dan langsung memakannya begitu saja. Hanya dalam hitungan detik Itachi sudah kehilangan kesadarannya.

TBC.

Author Note :

Hai, ini cerita pertama ku yang dipublish di sini. Semoga kalian suka. Pair cerita ini : YahiKonan, ItaKonan, dan PainKonan. See you.