Naruto Masashi Kishimoto

Story' Aikoaso .2020

"Kesetiaan Untuk Ibu Pertiwi"

Present

Chapter 1

SPECIAL OPERATION FORCES ( S.O.F ) Merupakan Pasukan Khusus yang berada di bawah naungan SPETSNAZ. Pasukan ini bertugas untuk mengawal Para Pejabat Negara di luar negeri bahkan Presiden pun juga di Kawal walau secara Rahasia.

Pasukan Rahasia ini merupakan Tim paling Termuda di banding dengan FSB dan GRU yang sudah melalang buana sejak zaman Uni Soviet sebelum runtuh.

Di daratan Russia jumlah pasukan tersebut hanya sekitar 30.000 Prajurit karena Tingginya Kualifikasi untuk masuk kedalam satuan Grup tersebut.

Pasukan ini biasanya ikut berkamuflase dengan mengikuti pakaian Prajurit standar sesuai angkatan untuk menutupi identitas rahasia mereka.Jadi sulit untuk membedakan Pasukan SOF dengan SPETSNAZ GRU FSB yang bisa dikenali melalui seragamnya.

Bahkan berdasarkan buku yang Ditulis oleh salah satu Pasukan Khusus Green Berrets dari AS mereka sangat menyanjung kemampuan SPETSNAZ pada saat Konflik di perbatasan Kosovo dan Serbia pada tahun 2001.

Dalam pertempuran, menurutnya, Spetsnaz memiliki taktik, naluri, dan intuisi yang tajam. Mampu menembak dengan baik, merawat senjata, dan disiplin. Dia menyatakan penghormatannya kepada pasukan khusus yang berjiwa tangguh tersebut.

Saat ini di Red Square atau lebih tepatnya di depan Benteng Kremlin banyak Prajurit dari setiap kesatuan yang berbaris di ikuti oleh Defile Kendaraan Tempur milik Russia.

Hari itu bertepatan dengan Victory Parade yang selalu di adakan setiap 9 Mei.Parade Kemenangan di selenggarakan setiap Tahun untuk mengenang dan menghormati para Pahlawan pada saat Perang Dunia II meletus.

Putin selaku Pimpinan Tertinggi di Russia pun hadir dan berdiri di podium yang dirinya selalu di jaga oleh 2 Prajurit Khusus yang merupakan pengawal rahasianya.

Setelah acara selesai Putin pun kembali menuju Kantornya untuk membahas Konflik antar Negara yang terjadi akhir akhir ini.

Putin yang sudah memasuki gedung pun hanya tinggal bersama 2 pengawalnya ketika menyusuri Lorong menuju ruangannya.

"Bagaimana dengan Misi Terakhirmu Letnan Naruto?" Tanya Putin membuka percakapan.

"Siap izin Tuan Presiden,berdasarkan hasil yang saya dapat ada beberapa Negara yang ingi merencanakan sesuatu yang tidak sesuai dengan isi Pedoman milik PBB." Jelas Naruto menjawab dengan penuh hormat.

"Beberapa Negara?" Beo Putin bingung

"Siap,untuk lebih jelas Tuan Presiden bisa melihat berkas laporan yang sudah saya berikan kepada Staff Keamanan Negara."

Putin pun mengangguk mendengan laporan dari salah satu Prajurit Kepercayaan nya tersebut.

Hingga akhirnya mereka tiba di pintu Ruangan kerja milik Putin yang dijaga oleh 2 Prajurit yang biasa berjaga disitu.

Para Prajurit tersebut pun membukakan pintu dan memberikan salam Hormat kepada Putin dan Dua pengawal Rahasianya yang mengekor di belakang dan menutup pintu tersebut setelah mereka masuk dan kembali ke posisi semula untuk berjaga.

Putin pun membuka mantel musim dinginnya dan duduk di Kursi kerjanya sambil menatap serius ke arah Naruto,Namun sebelum itu dia mempersilakan satu Prajurit di samping Naruto untuk Undur Diri karena ada yang ingin dia bicarakan secara rahasia berdua bersama Naruto.

"Letnan aku mempunyai Misi untuk mu." Putin membuka suara sambil mencari sebuah dokumen penting di mejanya.

"Siap!"

"Seminggu yang lalu PM Jepang menelfon ku karena ada sesuatu yang aneh terjadi di sekutu mereka." Ucap Putin pelan.

"Sekutu?apakah itu USA Tuan?" Tanya Naruto.

"Betul,ada yang tidak beres dengan para petinggi militer di sana dan sepertinya akan terjadi sebuah bencana menurut perkiraan ku." Jelas Putin menutup dokumen yang dia baca.

"Jadi aku memberikan mu tugas untuk melakukan misi solo ke Jepang dan kemungkinan durasi waktunya akan lama karena kau harus mencari info info secara Rahasia tanpa diketahui oleh Pihak Intelejen CIA yang berada disana." Putin menjelaskan perihal Misi yang dia berikan.

"Untuk itu aku Membebas tugaskan dirimu dari tugas pengawalan dan apakah kau bersedia Letnan?" Tanya Putin.

"Siap! Saya bersedia Tuan Presiden." Jawab Naruto lantang.

"Bagus kalau begitu kau boleh undur diri,untuk perihal keberangkatan mu akan diberikan oleh Staff beberapa hari lagi,jadi lakukan lah persiapan untuk berangkat kesana." Ucap Putin.

"Siap kalau begitu saya Izin undur diri," Ucap Naruto melakukan Hormat dan membalikkan badan.

"Silahkan,izin diterima." Jawab Putin sambil tersenyum.

Naruto setelah keluar dari ruangan Putin pun berjalan dengan pandangan datarnya.Dan dia pun membalas hormat yang diberikan beberapa Prajurit yang berpapasan dengannya karena mengetahui Naruto adalah Perwira disana.

Walaupun itu hanya kedoknya menutupi Identitas aslinya sebagai Pasukan Rahasia Negara yang berada si bawah Naungan SPETSNAZ untuk menjaga keselamatan Presiden Russia.

"Jepang ya..." Guman Naruto.

Identitas Prajurit

Nama : Naruto Kalasnikhov

Umur : 23 Tahun

Kesatuan : GRU - Spetsnaz

No.Induk Prajurit : B279036*

Kewarganegaraan : Jepang (Ibu) - Russia (Ayah)

Pangkat : Letnan Satu ( Angkatan Udara )

Naruto merupakan anak kedua dari pasangan Minato Kalasnikhov dan Kushina Uzumaki.Dia mempunyai Kakak bernama Sara Uzumaki yang umurnya berbeda 2 tahun darinya,namun pada saat usianya menginjak 17 Tahun dia bersama Ayahnya pindah ke Russia akibat perceraian yang tidak bisa di hindarkan oleh kedua orangtuanya yang membuat dia harus ikut dengan ayahnya.

Ayahnya sendiri merupakan seorang Koki yang begitu handal di Russia hingga saat ini Ayahnya masih membuka Restoran di salah satu Distrik di kota Moskow.Naruto sendiri masuk Militer berkat usulan Kakak Kandung Minato yang merupakan seorang Kapten Polisi yang berdinas di Kota Zenit.

Naruto masih ingat bagaimana kehidupannya di Jepang karena dia sempat bersekolah disana sampai kelas 2 SMA sebelum pindah bersama ayahnya.Walaupun Sudah bercerai namun Naruto masih saling kontak dengan Ibu dan Kakaknya walaupun tidak sering setelah dia Menjadi Prajurit.

Kushina dan Sara tidak tahu kalo Naruto seorang Prajurit karena Naruto hanya bilang dia berkuliah di salah satu Universitas mengambil jurusan Hukum.

Namun ada satu ingatan tentang Jepang yang membuat hatinya sedikit meringis.Ya apalagi kalau bukan tentang cinta,dia masih ingat Pacarnya memutuskan dirinya karena Ekonomi keluarganya yang biasa biasa saja dan hal tersebut membuat Naruto akhirnya sedikit mengalami Mental down sebelum di Kuatkan kembali oleh sang Kakak yang begitu sayang kepadanya walaupun pada akhirnya mereka harus berpisah.

*Kring! Kring*

Suara bel pintu Restoran terbuka ketika ada pelanggan yang masuk.

"Selamat datang!" Ucap salah satu pegawai disana.

Naruto pun duduk dan memesan sebuah Kopi hitam sambil mengecek Smartphone miliknya.

"Oi nak?!" Tegur seseorang.

Naruto yang mengenal suara tersebut pun menoleh dan mendapati Ayahnya yang masih berpakaian seorang Koki tengah tersenyum menatap dirinya.

"Selamat malam Ayah," Sapa Naruto berdiri menuju ayahnya.

Minato tak membalas dan langsung memeluk Putranya yang kini tingginya melebihi dirinya terlebih mempunyai tubuh yang kekar walau ditutupi Jaket Kulit hitamnya.

"Bagaimana kabarmu nak?apa ada masalah?" Tanya Minato melepas pelukannya.

"Aku sehat sehat saja Ayah dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan." Balas Naruto sambil tersenyum.

Minato yang mendengar jawaban anaknya pun hanya tersenyum lega,yah bagaimana pun dirinya pasti selalu cemas jika Naruto sedang menjalankan Tugas Negara karena Orang tua manapun pasti ingin Anaknya tidak mengalami sebuah Kecelakaan dalam pekerjaan walaupun Naruto sudah membuat Sumpah untuk Setia kepada Negaranya.

"Jadi bagaimana sekarang?" Tanya Minato mendudukkan dirinya di salah satu Sofa pelanggan.

"Beberapa hari lagi aku harus Ke Jepang." Jawab Naruto pelan sambil memandang jendela luar.

"Jepang?untuk keperluan apa?" Tanya Minato bingung.

"Itu tugas langsung dari Tuan Presiden dan aku tidak bisa menjelaskan detainya karena sangat Rahasia." Jelas Naruto perihal kepergiannya ke Jepang Nanti.

Minato pun paham dan tidak ingin bertanya lagi kalau sudah Masuk Tugas Rahasia dari Presiden.

"Apa kamu akan mengunjungi mereka nak?" Tanya Minato.

"Apa ayah mengizinkannya?" Ucap Naruto menatap sang Ayah.

"Tentu saja walaupun aku sudah bercerai,mereka tetap Ibu dan Kakakmu Naruto." Jawab Minato sambil menampilkan senyum hangatnya.

"Jika Ayah memberi izin aku akan mengunjungi mereka nantinya." Balas Naruto meminum kopi yang tadi dia pesan.

"Oh nanti jangan lupa bawakan sesuatu untuk mereka,nanti akan kusiapkan di rumah." Jelas Minato.

Naruto hanya memberi kode Oke melalui jempolnya.

76 - Khoroshyovskoe shosseMonka,Moskow

Di Gedung besar yang dikelilingi oleh berbagai macam Satelit saat ini,Naruto sedang menghadap atasannya untuk meminta dokumen keberangkatannya menuju Jepang untuk tugas yang diberikan oleh Presiden Putin.

Di markas GRU SPETSNAZ Sedang ada perekrutang anggota karena terlihat dari banyaknya Prajurit yang sedang dalam masa Pendidikan.

Japan,Kyoto

Di rumah sederhana tinggal Dua Wanita yang satu terlihat sudah berumur dan satunya masih berkisar berumur 25-an.Mereka adalah Kushina dan Sara yang saat ini sedang melakukan makan malam berdua karena Suami/Ayah mereka sedang dinas keluar kota.

"Bagaimana dengan pekerjaan mu Sara-chan?" Tanya Kushina sambil mencuci piring.

"Yah seperti itulah Kaa-chan,banyak kadang yang membuat ku kesal." Celoteh Sara tentang pekerjaanya.

Kushina hanya tersenyum saja mendengar sang anak merajuk,tiba tiba dia jadi kepikiran dengan Anak Lelakinya yang saat ini masih berkuliah di Russia.

"Ngomong-ngomong kabar Naruto gimana ya,aku sudah lama tidak melihat bagaimana tampangnya sekarang." Guman Kushina yang didengar Sara.

"Paling dia sibuk dengan tugas Kuliahnya karena sudah semester akhir," Jawab Sara.

"Apa kamu rindu dengan dia nak?" Tanya Kushina.

"Tentu saja Kaa-chan,aku berharap dia bisa sesekali kesini walaupun hanya sekedar berkunjung karena bagaimanapun dia kan adik kandung ku." Jawab Sara mengingat adiknya sewaktu SMA.

"Semoga saja ya Naruto bisa kesini walaupun entah kapan itu." Ujar Kushina menatap putrinya sambil tersenyum.

Di bandara internasional Moskow saat ini seorang Pria berambut Pirang tipis yang rapih menggunakan Kemeja Hitam dengan lengan yang dilipat hingga siku fan menggunakan bawahan celana hitam panjang dibalut sepatu Hitam mengkilap sedang menarik Kopernya untuk memasuki Pesawat yang sebentar lagi akan Take-off.

Naruto iyalah pemuda dengan ciri ciri tersebut,sambil mengenakan kaca mata hitam yang membuatnya terlihat Tampan dan sangar dia memasuki pesawat setelah tiketnya diperiksa oleh Pramugari pesawat.

Dia pun duduk di dekat jendela sambil melepas Kacamatanya yang menampilkan Iris Safir jernihnya memandang keluar.

* 5 menit lagi Pesawat akan bersiap berangkat menuju Jepang,para penumpang diminta duduk di kursinya sesuai nomor masing-masing*

Pramugari yang memberikn intruksi pun masuk ke pendengaran Naruto yang membuatnya langsung menaruh kopernya di rak atas kursinya.

Naruto menggunkan penerbangan sipil karena tidak ada Pesawat Militer Russia yang bisa memasuki wilayah Jepang Kecuali USA yang memegang penuh kendali Protokol Militer disana.

Untuk itu sesuai kebijakan yang di persiapkan Staff Keamanan dan Komandan Pasukan GRU,dia akan menginap di salah satu Apartemen yang sudah di selundupkan persenjataan lengkap oleh FSB beberapa hari yang lalu.Jadi Naruto tak perlu mempersiapkan perlengkapan kecuali Pakaian dan Identitasnya.

"Jepang,kita berjumpa lagi.." Guman Naruto hingga pesawat tersebut mengudara meninggalkan Bandara Russia.

To Be Continued.