Di sebuah cafe, seseorang laki-laki sedang sibuk bekerja dengan laptopnya tapi beliau terus menerus menggaruk kepala belakangnya. Tidak diketahuinya, kepalanya gatal karena belaian serta ciuman mesra seseorang hantu wanita yang menempel padanya.
Yixing , kebetulan lewat lalu masuk menghampiri hantu centil bernama Luhan itu.
Saat Yixing memberitahunya kalau dia barusan berkelahi dengan seseorang, Luhan langsung panik mengira Yixing membunuh laki-laki itu. Kalau dia sampai melakukannya maka dia tidak akan terpilih. Yixing meyakinkannya kalau dia cuma menghajar laki-laki itu tapi tidak sampai tewas.
Zhang Yixing berada dalam sebuah sekolah sepertinya untuk mencari sesuatu. Tapi dia belum menemukan apa pun dan berniat datang lagi besok. Dari percakapan mereka sepertinya Yixing sudah berusaha mencari selama 5 tahun. Dia benar-benar heran kenapa dia masih bergentayangan di dunia bukannya masuk surga atau neraka.
"Mungkin kau masih punya urusan yang belum kau selesaikan atau... kau dibunuh oleh seseorang.
Mereka bilang kamu akan gentayangan. Kau benar-benar lupa bagaimana kau tewas?"
"Tidak, Aku bahkan lupa siapa orang tuaku. Yang kutahu namaku Zhang Yixing (menunjukan label nama dalam seragamnya). Tapi apakah ini benar-benar namaku?. Aku berusaha mencari sekolahku. Tapi siapa sangka kalau negara ini punya banyak sekali sekolah SMA?"
Luhan menyarankannya untuk mencoba ikut ujian saja. Bukankah saat mereka pertama kali mereka bertemu dulu, Yixing hendak ujian tanpa mengetahui kalau dia sudah tewas.
Luhan mengira mungkin penyesalan Yixing karena dia belum ikut ujian.
Siapa tau kalau yixing ikut ujian, semua ingatannya akan kembali.
Yixing memikirkan saran itu, haruskah dia melakukannya?
Yixing bertanya pada Luhan. Penyesalan apa yang Luhan miliki serta membuatnya bergentayangan dalam dunia.
"Apa yah?" bisik Luhan mesra ke telinga laki-laki tadi, tapi tentu saja si laki-laki hanya mampu merasakan hawa dingin aneh yang membuatnya berinding.
Ternyata Luhan sudah membuntuti laki-laki itu selama 2 tahun lamanya serta selama itu dia selalu berharap supaya laki-laki itu cepat tewas tapi sampai sekarang laki-laki itu masih juga belum tewas. Luhan lalu pergi ke gereja untuk berdoa agar laki-laki yang ditaksirnya ini cepat tewas. Dasar nih hantu!
Keesokan harinya,
Kim Junmyeon memasak sarapan untuk Donghae. Masakannya berupa sayuran. Donghae langsung menggerutu kesal, dia mau makan sosis tapi, Junmyeon tidak membelikan sosis kemarin. Junmyeon yang masih kesal gara-gara kemarin, langsung mengomeli Donghae yang sudah kehilangan kekuatannya menjadi biksu gara-gara dia kebanyakan makan sosis.
Saat mereka duduk dimeja makan, saat itulah Donghae baru menyadari wajah Junmyeon yang babak belur. Awalnya dia menolak menjawab pertanyaan Donghae , tapi kemudian dia mulai bertanya tentang apakah hantu wanita itu umumnya punya kekuatan super.
Donghae mengiyakannya, hantu perempuan yang punya dendam umumnya sangat kuat "Orang bilang dendam wanita itu tiada batas"
Dia menyarankan Junmyeon untuk berhati-hati dengan hantu semacam itu, hantu itu bisa saja menghisap seluruh tenaga tubuhnya. Junmyeon semakin penasaran lalu bertanya apa kelemahan hantu wanita.
Donghae hendak menjawab tapi saat itu juga ia mulai curiga, kenapa Junmyeon sangat bertanya-tanya tentang hantu.
Junmyeon dengan canggung beralasan bahwa dia cuma ingin tau apa saja persiapan kalau dia bertemu hantu perempuan yang menyerangnya.
Donghae tambah curiga, Junmyeon pasti babak belur gara-gara hantu.
Donghae , langsung mengomeli Junmyeon dan Junmyeon berusaha membela diri menyalahkan si hantu yang menyerangnya duluan.
"Kalau kau menanganinya dengan benar waktu itu maka hal ini pasti tidak akan terjadi" gerutu Junmyeon. (Hmm... apa yah yang dimaksudnya?)
Donghae membela diri karena hantu yang dilawannya sangat kuat.
Tapi saat Junmyeon tidak mempercayainya, akhirnya dia menyerah dan mengakui bahwa semua ini kesalahannya.
"Karena itulah, tolong katakan padaku bagaimana cara melawan " bujuk Junmyeon "Bagaimana kalau aku dihajar misalnya ini lagi"
Beberapa saat kemudian, Donghae membawa Junmyeon ke sebuah rumah kosong.
Donghae langsung celingukan mencari hantu.
Tapi malah Junmyeon yang melihat hantu .
Donghae berjongkok dalam tempat yang ditunjuk Junmyeon .
Hmm... memang ada hantu laki-laki mabuk dalam sana.
Tapi Donghae tidak melihat ke arahnya. Dia justru melihat ke arah lain dan Mengaku ada hantu anak kecil dalam hadapannya sembari menasehati Junmyeon untuk mengetahui kelemahan hantu maka dia harus menatap matanya.
Donghae yakin sekali kalau ini pasti hantu anak kecil lalu melemparinya dengan beras.
Junmyeon pusing melihatnya dan memutuskan untuk pergi meninggalkan Donghae sendirian yang membawa tas berisi alat pengusiran setan miliknya.
Tapi tepat setelah Junmyeon pergi, Donghae tiba-tiba menoleh serta menatap si hantu mabuk .
Dia melempari si hantu dengan beras sampai si hantu marah. Dan entah apa yang terjadi padanya.
Gara-gara mereka kemarin melarikan diri cuma karena kucing, situs ghostnet langsung dibanjiri berbagai komentar negatif.
Chen kesal tapi semua komentar negatif itu malah membuatnya makin bersemangat untuk mencoba lagi dan menunjukan keberanian kepada para penonton mereka.
Maka malam harinya, mereka kembali ke SMA Seoyi dengan semangat walaupun sebenarnya mereka takut.
Bahkan sebelum masuk, meminum obat terlebih dulu. Begitu masuk, mereka memasang beberapa kamera CCTV dalam beberapa tempat strategis.
Mereka memutuskan untuk memulai aksi langsung dari toilet. Setelah menyapa penonton mereka, menyuruh mengambil snack terlebih dulu, bahkan menyuruh penonton pergi ke toilet terlebih dulu, mereka pun mulai menyalakan semua kamera mereka.
Pada saat yang bersamaan, Junmyeon juga kembali ke sana dengan membawa semua alat pengusiran setan milik Donghae , termasuk sebilah golok perak.
langit terus menerus melontarkan petir yang membuat suasana semakin menakutkan.
Sementara Junmyeon berjalan masuk sembari bawa golok .
Yixing sedang membuka-buku alumni. Dia sedang mencari data dirinya. Tapi dia sama sekali tidak menemukan datanya dalam sana, apa mungkin dia bukan murid sekolah itu?
"Aku datang, hantu!" teriak Junmyeon.
Yixing tidak percaya dia datang lagi, kebetulan dia sedang bad mood dan butuh pelampiasan .
Junmyeon datang pada saat yang tepat. Dia langsung keluar serta menantang junmyeon.
Junmyeon langsung maju menyerangnya. Tapi Yixing tetap santuy.
Junmyeon semakin mendekat dan langsung mengayunkan goloknya ke Yixing .
Tapi Yixing menghilang tepat waktu lalu , muncul di belakang Junmyeon dan menendang bokongnya.
Junmyeon menyerang lagi, Yixing menghilang lagi dan muncul lagi di belakangnya lalu menendang sampai Junmyeon jatuh tersungkur.
Yixing langsung melayang ke arahnya. Junmyeon ketakutan mengira Yixing akan menyerangnya.
Tapi Yixing tiba-tiba menghilang. Dimana dia?
"Hei" sapanya dari belakang. Junmyeon ketakutan dan langsung bangkit menjauhinya. Tapi dia masih belum mau menyerah begitu saja dan langsung menyerang Yixing.
Tapi Yixing menghindari serangannya dengan gampang serta menghajar Junmyeon dengan jurus karatenya. Memelintirnya, menonjok perutnya serta menendangnya.
Dia hendak menyerang lagi tapi Junmyeon langsung mendorongnya hingga mereka terjatuh berguling-guling di tangga..
Hingga Junmyeon mendarat di atas Yixing , bibirnya tidak sengaja mencium bibir Yixing. Kaget, Junmyeon langsung bangkit dari tubuh yixing.
Yixing lebih shock darinya karena tepat setelah itu, tiba-tiba ingatan terakhirnya muncul kembali.
Dalam ingatannya, Yixing tampak tergeletak di tengah jalan raya dengan guyuran hujan deras. Kepalanya bersimbah darah, dan keadaan sekarat dia melihat beberapa pejalan kaki berkumpul mengerubunginya dan di seberang jalan ada sebuah gedung Akademi Bahasa.
"Hei, aku tidak bermaksud melakukan itu. Jangan salah paham. Ka-kau kan tau sendiri kalau kita berguling-guling " ujar Junmyeon terbata-bata.
Yixing masih terbaring shock sambil menyentuh bibirnya.
Junmyeon menuduhnya bahwa dia tidak pernah berciuman sebelum dia tewas, Yixing langsung bangkit. Junmyeon malah meledeknya, masa iya itu ciuman pertamanya.
"Iya, itu merupakan ciuman pertamaku, brengs*k!" teriak Yixing lalu menendang itunya Junmyeon (mamam tu pak) .
Lalu Junmyeon menjerit sampai terdengar ke toilet tempat Chen ketiduran gara-gara kelamaan menunggu hantu yang tidak kunjung muncul.
Chen tersentak bangun tapi Baekhyun tidak mendengar apapun karena dia sibuk browsing informasi daftar para murid yang meninggal semenjak sekolah ini dibangun.
Mereka terlalu fokus mencari daftar itu sampai tidak menyadari salah satu kamera dalam lorong menangkap penampakan hantu.
Tiba-tiba petir menggelegar hebat sampai ke toilet, mengagetkan mereka berdua walaupun mereka mengaku tidak ketakutan. Chen memutuskan mau tidur lagi.
Tapi tepat saat itu juga, tiba-tiba dia merasakan hawa dingin aneh yang merasuk ke punggungnya.
Chen menoleh serta saat itulah dia melihat asap hitam aneh. Perlahan dia menengadah dan menjerit sejadi-jadinya melihat hantu yang muncul dari atas bilik. Mereka berdua langsung melarikan diri dan si hantu mengejar mereka.
Mereka berlari melewati Junmyeon serta Yixing .
Junmyeon langsung menjerit ketakutan dan Yixing juga menjerit ikut ketakutan.
Ha! hantu kok takut hantu?...
Yixing melarikan diri ke arah lain sedangkan, ketiga lelaki itu masuk kedalam lift sembari menjerit-jerit heboh.
Si hantu mengejar mereka dengan cepat tapi pintu lift tertutup saat itu juga.
Junmyeon lega, mengira mereka sudah aman.
Tapi tiba-tiba tangan si hantu menembus pintu lift dan mencekik leher Junmyeon kuat-kuat.
Chen membuka kembali pintu liftnya lalu Junmyeon langsung menonjok si hantu sampai beliau terjatuh.
Hantu itu tiba-tiba bangkit berubah wujud jadi hantu laki-laki, lalu menoleh ke belakang... ke arah Yixing yang tertinggal seseorang diri.
Junmyeon dan Yixing saling berpandangan cemas tapi pintu lift tertutup saat itu juga. Chen dan baekhyun terus menjerit-jerit bahkan saat mereka sudah keluar gedung.
Tapi mereka justru tidak pergi karena hujan deras. Baekyun tiba-tiba mengingat daftarnya dan mengira kalau hantu itu pasti hantu guru bahasa inggris yang tewas 18 tahun silam.
Dia guru cabul yang tewas saat beliau sedang mengintip seseorang siswi dari atas bilik toilet. Sang Siswi kaget sontak melempar tong sampah ke guru itu. Guru itu jatuh terpeleset sampai kepalanya membentur wastafel hingga tewas.
Junmyeon jadi semakin cemas , dan langsung masuk kembali menyelamatkan Yixing . Sementara itu, Yixing sedang berjuang sendirian melawan si hantu cabul.
Kekuatan hantu itu lebih kuat darinya hingga Yixing terpelanting jauh.
Si hantu mendekatinya lalu mengelus wajahnya sebelum akhirnya dia mencekik leher Yixing kuat-kuat, mengangkatnya ke atas lalu membantingnya.
Tapi tepat saat itu juga, Junmyeon datang langsung melempar goloknya. Si hantu berhasil menghindarinya serta langsung membanting dan menendang Junmyeon.
Chen dan Baekhyun memutuskan untuk kembali setelah merekam si hantu. Tepat saat itu juga, mereka melihat Junmyeon hampir terjatuh dari ventilasi. Sontak mereka langsung menjerit ketakutan.
Yixing bersembunyi dalam balik kursi langsung memutar bola matanya, tidak percaya melihat Junmyeon malah tunduk pada si hantu, dia bahkan berlutut pada hantu itu memohon si hantu untuk melepaskannya.
Dia berusaha mengalihkan perhatian si hantu pada Yixing. Itu cuma taktik supaya dia bisa menyerang si hantu tapi si hantu ternyata sudah mengetahui niatnya dan langsung mencekiknya kuat-kuat, mengangkatnya ke atas.
Tak tinggal diam begitu saja, Yixing langsung menendang itunya si hantu sampai si hantu menjerit keras hingga membangunkan pak satpam.
Pertarungan terus berlangsung dengan sengit. Saat si hantu menyerang Junmyeon , Yixing melihat ada tanda merah berkelip dalam kepala bagian belakang si hantu. Dia langsung bangkit untuk membantu Junmyeon menghajar si hantu.
Saat si hantu menyerangnya, Yixing cepat-cepat memberitahu Junmyeon kelemahan si hantu ada dalam kepala belakangnya.
Junmyeon langsung ambil golok serta menyerang bagian belakang kepala si hantu serta seketika itu pula si hantu menghilang.
Junmyeon babak belur dengan Yixing yang acak-acakan. Mereka saling memuji kehebatan masing-masing yang lumayan.
Junmyeon bertanya ingin tau nama Yixing , Yixing pun tidak ragu memperkenalkan dirinya.
Tapi saat Yixing bertanya balik, Junmyeon menjawab dengan agak ragu serta malu. Begitu mendengar nama Junmyeon
,Yixing langsung tertawa.
Tapi walaupun sekarang hantunya sudah menghilang, Junmyeon masih belum bertemu dengan Nona Help Me yang menyewa jasanya.
"Hei, apa kau kenal seseorang berinisial 'Help Me'?" tanya Junmyeon.
Yixing langsung canggung serta menjawab tidak tau
sambil mengalihkan tatapannya dari Junmyeon.
Junmyeon langsung tau Yixing berbohong. ia langsung curiga, jangan-jangan Help Me itu Yixing.
yixing berusaha menyangkal tapi sangkalannya itu malah semakin memperkuat dugaan Junmyeon. Yixinglah orangnya, ia langsung menuntut Yixing untuk memberinya uang 10 juta won.
"Hei, mana ada hantu yang punya uang?" protes Yixing.
"Lalu kenapa kau meminta bantuanku?"
"Itu karena aku takut sama hantu itu"
"Kau hantu tapi takut hantu, yah? Sudahlah, pokoknya berikan 10 juta ku!"
"Kubilang aku tidak punya!"
Yixing memberitahu kalau Junmyeon tidak membasmi hantu itu seseorang diri, mereka membasminya beserta-sama, jadi kenapa juga dia harus membayar. Capek meladeni Yixing, Junmyeon memperingatkan Yixing untuk tidak muncul dalam hadapannya lagi serta mereka pun pergi ke dua arah yang berbeda.
Tapi tepat saat Junmyeon hendak keluar gedung, dia malah dihadang oleh satpam serta dua orang polisi.
Yixing pergi ke cafe untuk menemui Luhan yang melihat aneh bibir Yixing. Dengan canggung Yixing memberitahu kalau bibirnya cuma tertabrak sesuatu. Tapi saat bibirnya tertabrak itu, tiba-tiba ingatannya muncul kembali. Tapi masalahnya, sekarang dia sudah lupa lagi.
Apa yang harus kulakukan sekarang? tanya Yixing frustasi.
"Apa lagi? Tabrakkan saja dirimu lagi" jawab Luhan enteng.
Luhan bertanya, Yixing menabrak apa? Yixing menjawab kalau dia menabrak sesuatu yang lembut dan hangat. Dan Luhan malah mengira jangan-jangan Yixing menabrak soondae (sosis darah).
Junmyeon dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi. Saat menggeledah tasnya Junmyeon, bukannya menemukan buku, polisi malah menemukan golok. Polisi juga menemukan kamera milik Chen yang ketinggalan di toilet.
Jelas saja polisi keliru paham mengira itu milik Junmyeon, beliau bahkan tidak percaya saat dia menyangkal kepemilikan kamera itu.
Kalau kamera itu bukan miliknya , berarti buku tabungan itu juga pasti bukan miliknya, bukan? Junmyeon mengaku kalau buku tabungan itu miliknya.
polisi jadi semakin curiga, mahasiswa apa mampu punya uang tabungan sebesar itu.
Takut dikira cabul, Junmyeon berusaha meyakinkan polisi kalau dia bukan orang yang memproduksi uang dengan cara menjual video porno. Tapi polisi malah semakin yakin kalau Junmyeon orang cabul yang mendapatkan uangnya dari menjual video-video porno.
Dengan keyakinan itu, polisi pun langsung memasukkan Junmyeon kedalam sel.
Bawahan polisi melapor bahwa Junmyeon sama sekali tidak punya video ataupun gambar-gambar aneh didalam hpnya. Dia juga sudah menghubungi walinya Junmyeon.
Menurut keterangan bawahannya, ibu Junmyeon sudah meninggal dunia dan ayahnya masih ada tapi dalam hp Junmyeon tidak ada nomor kontak ayahnya. Bahkan nomor kontak dalam hpnya cuma ada satu.
Yixing berjalan melewati sebuah taman serta melihat sepasang kekasih sedang berciuman yang membuatnya teringat kembali dengan ciumannya dengan Junmyeon.
Beberapa saat kemudian, Donghae datang ke kantor polisi untuk menjemput Junmyeon. Ia heran kenapa polisi meneleponnya bukannya ayahnya, ada apa dengan nomor kontak ayahnya. Junmyeon dengan entengnya menjawab, mungkin terhapus.
Dia lalu mempertanyakan banyaknya uang yang Junmyeon miliki dalam rekeningnya, apa dia bekerja mengusir hantu. Saat Junmyeon tidak menjawab, Donghae langsung marah dan mengomel
"Berapa kali aku bilang, jangan melakukan hal semacam itu?"
"Kenapa kau harus teriak-teriak? Aku butuh uang"
"Buat apa kau butuh uang?"
"Kau bilang sendiri kan? Mataku bisa dioprasi kalau aku memiliki 10 juta won, karena itulah aku melakukannya"
Dia berusaha meyakinkan Donghae kalau dia melakukan pekerjaannya dengan hati-hati.
Tapi tetap saja Donghae mengomel cemas, takut kalau Junmyeon akan menjadi hantu juga kalau dia terus berurusan dengan hantu.
"Memangnya sekarang aku normal?" gerutu Junmyeon. Sebelum pergi, dia berjanji bahwa lain kali akan membelikan sosis terbaik untuk Donghae .
Yixing datang ke kampus Junmyeon mencarinya. Dia berjalan-jalan dalam sekitar kampus serta melihat interaksi para mahasiswa. Ada yang bercanda tawa dengan teman-temannya serta ada pula yang bermesraan dengan pacarnya. Tapi tiba-tiba dia mendengar suara anjing.
Dia langsung pergi mencari dari suara serta melihat beberapa orang sedang berkumpul di depan selokan karena ada seekor puppy terperangkap didalamnya. Mereka kesulitan mengambilnya karena si puppy menolak didekati serta menggigit siapapun yang hendak mengambilnya.
Seorang laki-laki memberanikan diri mengulurkan tangannya kedalam selokan. Dia bahkan menolak memakai sarung tangan karena takut membentuk si puppy jadi semakin ketakutan padanya. Dia bicara dengan lembut pada si puppy serta mengulurkan tangannya.
Dan benar saja, puppy itu langsung menggigitnya. Tapi laki-laki itu bertahan sampai akhirnya beliau sukses mengeluarkan puppy itu serta menggendongnya dengan sayang.
Seorang mahasiswa memanggilnya Profesor lalu menawarkan sapu tangan untuk tangannya yang berdarah gara-gara gigitan si puppy.
Yixing melihat label nama dalam jas laki-laki itu serta mengetahui namanya merupakan Oh Sehun, seseorang profesor jurusan kedokteran binatang.
"Bukankah dia terlalu muda untuk jadi seseorang profesor? Wow, bahkan profesor dalam kampus ini keren" ujar Yixing kagum, dia jadi semakin suka dengan kampus ini.
Tapi dia lupa tujuan utamanya kesini memutuskan untuk pergi. Saat dia menghilang, angin berhembus hingga menjatuhkan sebuah sapu. Sehun melihatnya tapi dia tidak terlalu memikirkannya lalu membubarkan semua orang.
Yixing masuk ke ruang informasi serta saat seseorang pegawai pergi, dia langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk mencari data diri Junmyeon dan menemukan alamatnya.
Dia menunggu lama , Junmyeon akhirnya datang . Junmyeon langsung kesal melihatnya, buat apa Yixing datang kemari?
"Aku hanya perlu mengkonfirmasi satu hal. Jadi bertahanlah, oke?" ujarnya. Dia tampak agak ragu serta terlebih dulu memperingatkan Junmyeon untuk tidak salah paham.
Dia lalu melayang tepat ke arah Junmyeon... sangat dekat ke wajahnya hingga bibir mereka hampir bersentuhan.
