No Wedding Kiss
Ansatsu Kyoushitsu © Yuusei Matsui
Saya tidak mengambil keuntungan dalam pembuatan fanfiksi ini, kecuali untuk asupan serta amunisi semata.
Warn : Maybe OOC, typos, dan kekurangan lainnya. So, don't like don't read.
Nagisa tahu, selama kurang lebih 3 tahun menjalin hubungan dengan Kayano, keduanya tak pernah ada sentuhan fisik yang berlebih. Sentuhan sebagai tanda cinta dilakukan keduanya dengan sejawarnya saja. Paling banyak gandengan tangan, kadang pelukan tapi bisa dihitung dengan jari. Iya, hanya dua itu saja gandengan tangan dan pelukan, sampai-sampai Karma yang tak sengaja mendengar soal perkembangan hubungan Nagisa-Kayano berkomentar "Kalah sama anak SD dong."
Nagisa sendiri sih gak masalah dengan hubungan seperti itu, toh juga dirinya ingin menjaga Kayano Kaede jadi ia membatasi dirinya, takut-takut melewati batas karena semanis dan coretsecantikcoret apapun Nagisa, sejatinya ia adalah seorang cowok tulen yang tentunya memiliki nafsu. Lagipula jika netra birunya perhatikan, Kayano juga tak masalah dengan minimnya skinship. Gadis pecinta pudding itu tak pernah mengkode minta yang aneh-aneh membuat Nagisa berpikir 'Kayano-chan nyaman dengan hubungan minim skinship seperti ini'.
Tapi minim skinship bukan menjadi alasan wedding kiss ditiadakan bukan?
"Bagaimana Nagisa-kun?"
"Ya?"
Nagisa sedikit membetulkan posisi gawainya, lalu fokus kembali ke pertanyaan Kayano yang sempat membuatnya terdiam dalam pemikirannya sendiri. Menjelang H-1 bulan pernikahan, Kayano memiliki satu permintaan.
"Kalau wedding kiss ditiadakan gak masalah kan?" Kayano mengulang kembali pertanyaannya dengan telinga yang semakin ia tempelkan pada gawai, takut-takut dirinya salah dengar.
Serius?
Nagisa mengedipkan kedua matanya. Setelah cukup yakin dengan pendengaran dari pertanyaan Kayano, Nagisa menghela nafas kemudian angkat bicara "Kenapa?" membuat Kayano disebrang sana semakin menggigit bibir kemerahannya, bahkan sekarang ditambah dengan mengulum ujung dress putihnya.
"E-Eto…. Bagaimana bilangnya ya?"
"Bilang aja. Apapun alasannya gak apa Kayano-chan"
Ngomongnya sih gitu, tapi dalam hati Nagisa harap-harap cemas akan jawaban sang calon istri. Apalagi setelah pria berprofesi guru itu mengingat kembali, selama tiga tahun berpacaran mereka tak pernah melakukan apa itu ciuman, baik di tangan, dahi dan apalagi bibir.
Tapi bukan berarti gak pernah ciuman terus gak mau ada wedding kiss kan? Walau gak ada wedding kiss juga bukan masalah besar bagi Nagisa—tapi masalah besar bagi Karma dan Rio dikarenakan kedua makhluk paling usil di kelas 3E tak bisa mendapat asupan serta amunisi—karena bagi Nagisa yang namanya kemesraan tak perlu diumbar. Tapi… Nagisa perlu alasan.
Kenapa?
Sekarang heningnya Kayano membuat Nagisa ingin menjambak surai birunya.
"Se-semenjak Nagisa-kun menciumku di kelas 3E," Kayano menjeda lalu kembali melanjutkan dengan cicitan halus. "I think your kiss is lethal."
"Ciumanku kenapa?"
"A-aku gak mau pingsan ditengah acara pernikahan!"
A/N :
Senangnya bisa nyumbang NagiKae lagi! Kapal ini mulai sepi, tapi saya akan bertahan. Saya buat ff ditengah keadaan yang lagi gitu deh. Semoga suka dan menghibur untuk siapapun yang baca. Akhir kata, Bersedia memberi kritik saran?
Harusnya Kayano mematikan sambungan dengan Nagisa setelah memberi alasan ditiadakan wedding kiss. Karena apa yang yang terjadi setelahnya tak bagus untuk kesehatan jantungnya. Tapi kekehan dari seberang sambungan membuat fokusnya teralihkan, dirinya dibuat penasaran akan respon dari sang calon suami.
"Aku kira kenapa." Kemudian dilanjut dengan "Hmppp" yang mengartikan Nagisa sedang menahan tawa membuat lawan bicaranya cemberut. Susah payah ia ungkapkan malah ditertawakan.
Habis menurut Nagisa lucu sih. Awalnya Nagisa berpikir yang tidak-tidak soal alasan Kayano tak ingin menyentuhnya(?). Bahkan dirinya ingin cepat-cepat mendapat hasil test kesehatan sebagai bukti konkrit serta berkata pada Kayano kalau dirinya aman untuk dicium bahkan lebih. Siapa tahu Kayano berpikir Nagisa memiliki penyakit menular? Kan tidak ada yang tahu.
Tapi memang benar sih, semenjak insiden di kelas 3E dimana Nagisa memberi ciuman pada Kayano sebanyak 15 hit hingga yang menerima ciuman pingsan ditempat, Nagisa mengiyakan perkataan Kayano mengenai "Your kiss is lethal" dan "A-aku gak mau pingsan ditengah acara pernikahan!" bisa saja terjadi. Oleh karena itu, Nagisa menawarkan sebuah ide dengan maksud menggoda untuk menyelamatkan wedding kiss.
"Kayano-chan" panggil Nagisa yang langsung disahut "Hm?" oleh Kayano.
"Mau coba latihan wedding kiss agar gak pingsan saat acara?"
Suka banget buat Nagisa usil gimana gitu. Sampai jumpa di fanfiksi NagiKae berikutnya.
