Shokugeki No Sanji
Disclaimer: -Shun Saeki/Yuto Tsukuda
-Eiichiro Oda
Author: TwiggyWarior
Pair: Souma X ?, Sanji X ?
Warning: Gaje, OOC, Typo, dan masih banyak lagi yang bisa bikin sakit mata
Rated: M Karena Bahasa dan hal lainnya
Genre:
.
.
.
.
Semilir angin berhembus di sebuah restoran keluarga yang berada di kawasan perbelanjaan kecil dan murah, disana terlihatlah seorang pemuda dengan rambut berwana kuning dan alis yang menyerupai ulat bulu sedang memasak untuk para pelanggannya.
"Hoy Sanji… Aku pesan daging babi special dengan sayur kol" Kata salah satu pelanggan, "Okey!, dan kamu pesan apa gadis manis?" Tanya Sanji sambil menggoda perempuan cantik yang ada disana.
"Etto a…aku pe..pesan karaage dengan nasi" Jawab perempuan tersebut dengan tergagap karena wajah Sanji sangat dekat dengan mukanya. "Hehehe muka kamu sangat manis seperti Banoffee Pie" Jawab Sanji dengan muka mesum khasnya
"Sanji, jangan menggoda perempuan terus" Teriak seseorang dari dapur, "Cih mengganggu saja" Balas Sanji mengumpat
"Cepatlah kesini dan bantu aku memasak" Sahut orang itu lagi, "Ha'I ha'I Souma" Balas Sanji dengan nada malas.
Ya orang itu adalah Yukihira Soma, anak dari pemilk restoran Yukihira yaitu Yukihira Joichirou.
Seet
Tak
Tak
Dengan cekatan Sanji memotong bahan-bahan makanan dan memberikannya ke Souma untuk dimasak dan diberikan kepada pelanggan. "Sanji! Tukar tempat" Perintah Souma kepada Sanji untuk bertukar tempat dan pekerjaan.
Sanji yang mendengar itu hanya mengangguk lalu melanjutkan masakan yang sudah lebih dulu dimasak oleh Souma. Sementara itu para pelanggan hanya bisa melihat dengan takjub kekompakkan dua pemuda yang sedang memasak untuk mereka.
'Sanji… sudah hampir 2 tahun sejak aku bertemu dengan mu, dan aku sangat bersyukur karena kamu bisa membantuku di restoran Yukihira' Kata Souma dalam hati sambil melihat Sanji yang sedang memasak nasi goreng dengan kuali besar atau biasa disebut wok.
"Hoi! Apa yang kau lihat Souma!? Jangan melihatku seperti itu, aku masih normal" Kata Sanji yang mengetahui bahwa Souma sedang melihat kearahnya.
"Aku juga masih normal teme! Aku hanya keingat saat pertama kali kita bertemu" Balas Souma dengan sewot karena dirinya dikatai homo.
"Hoooh saat itu ya?" Kata Sanji dengan melirik keatas dan mulai mengingat pertemuan mereka.
Flashback
Sanji mulai membuka matanya di sebuah gang sempit yang kotor dan gelap lalu dia mulai melihat sekelilingnya dan mencoba untuk mengetahui sedang ada di pulau apa.
"Itte" Rintihan Sanji ketika mencoba untuk bangun dari posisi telentangnya dan mencoba bergerak untuk segera pergi dari gang sempit itu. Setelah itu Sanji mulai mengingat apa yang terjadi sebelum dia berada di tempat ini.
'Yang aku ingat aku berada di kastil Big Mom dan sedang menolong Germa dari jeratan permen Perospero' Kata Sanji dalam hati mengingat apa yang terjadi.
'Lalu aku melihat Luffy sedang berhadapan dengan Big Mom lalu aku pun membantunya, lalu ada sebuah kaca besar yang kukira milik Brulee dan aku pun menarik Luffy dan masuk kesitu dan tiba-tiba aku berada disini ' Lanjut Sanji dalam hati.
Dan dia pun akhirnya selesai dengan pikirannya dan melihat sebuah dunia baru yang dilihat Sanji tepat didepan matanya, yaitu sebuah kota modern dengan mobil-mobil, kereta dan bahkan sabuah kapal yang tentu berbeda dengan kapal Sunny Go milik kru mereka.
Sanji berjalan dengan pandangan yang tak pernah lepas dari seuatu yang baru ditemuinya, dan seketika Sanji menyium bau ikan segar dari sebelah kirinya. Ya, dan itu sebuah pasar ikan yang berada di sebuah pelabuhan kapal (A/N Bayangin aja pasarnya kayak Souma yang beli ikan dan ketemu sama Kurokiba)
Lalu Sanji yang melihat sebuah penjual ikan tua dan sebuah pemuda berambut merah yang terlihat sedang berdebat karena mungkin masalah ikan. Dengan penasaran Sanji pun menghampiri penjual ikan dan pemuda berambut merah itu.
"Permisi ada apa ini?" Tanya Sanji dengan sopan karena dia tahu diri kepada orang yang lebih tua. "Siapa kau?" Tanya balik penjual ikan itu karena dia merasa akan terganggu lagi oleh Sanji.
"Aku hanya ingin menge-" Balas Sanji namun dipotong oleh seseorang, "Jika kau tidak tahu menahu tentang ikan lebih baik pergi saja kuning" Potong pemuda berambut merah tersebut kesal
"Cih… Diable Jamble" sanji yang mulai mengaktifkan kemampuannya dan ternyata apinya dia tidak bisa menyala. "Hoaam… Apa-apaan yang kau sebut itu? Jampi-jampi?" Tanya Souma dengan muka mengejek.
Yang ternyata nama pemuda merah itu adalah Souma
"Sialan kau!" Balas Sanji dengan muka penuh emosi, "Kalau begitu aku tantang kau adu memasak" Lanjut Sanji menantang Souma, sedangkan Souma yang melihat itu hanya bisa menyeringai dan mengiyakan tantangan Sanji.
Time Skip
Haap
"R..Rasa apa ini?" Tanya penjual ikan sebagai juri setelah merasakan masakan Souma, "Ikan salmonnya sangat berasa dan lembut serta kulitnya sangat renyah, lalu rasa apa ini?" Tanya penjual ikan setelah mengomentari masakan Souma
"Heh, itu adalah rasa Alpukat" Jawab Souma dengan enteng, "A…A…ALPUKAAAT?" Teriak semua orang disitu kebingungan karena tidak biasa menggunakan alpukat untuk seafood.
"Kheh, alpukat kah? Menarik" Kata Sanji sambil menyiapkan makanannya, lalu Sanji meletakkan piringnya didepan penjual ikan dan penjual ikan tersebut melihat Sanji dengan sekilas lalu langsung melahap makanan yang dibuat Sanji.
Haap
"A…Apa ini? Kenapa salmonnya sangat lembut sehingga aku tidak merasa mengunyah salmon tersebut" Kata penjual ikan dengan wajah yang sangat berseri-seri karena saking enaknya masakan Sanji
"Tidak mungkin rasanya seenak itu" Kata Souma dengan nada tidak suka karena ada makanan yang mungkin lebih enak dari masakan dia kecuali ayahnya.
"Jika kau tidak percaya coba saja" Balas Sanji sambil menyodorkan piring masakan yang dibuat oleh dirinya.
Lalu Souma mencoba makanan Sanji dan benar saja, Souma pun terlihat sangat menikmati makanan yang dibuat oleh Sanji.
Setelah pemenangnya ditentukan yaitu Sanji orang-orang mulai kembali melakukan aktivitas masing-masing seperti berdagang, membeli, mengobrol sehingga suasana pasar ikan kembali ramai lagi.
"Hoi kuning, bolehkah aku mengetahui namamu?" Tanya Souma setelah keluar dari pasar ikan dan bertemu Sanji.
"Tentu, namaku Sanji… hanya Sanji" Balas Sanji dengan senyum sumingrahnya. "Dan namamu?" Lanjut Sanji menanyakan nama Souma, "Yukihira Souma desu, anak dari pemilik restoran keluarga di tempat perbelanjaan" Balas Souma dengan mengulurkan tangan.
Setelah itu Sanji mengobrol dengan Souma dan akhirnya memutuskan untuk tinggal di tempat Souma karena ada dia bisa masak dan juga dapat tempat tinggal, dia berpikir apakah akan enak tidur dijalanan berhari-hari
Flashback End
"Kheh aku teringat dengan kekalahan mu Souma" Kata Sanji dengan seringai yang seolah mengejek Souma, "Teme! aku waktu itu kalah karena tidak fokus tau!" Balas Souma dengan sengit karena tidak terima di kalahkan oleh Sanji.
"Ya, ya, ya terserah apa katamu" Balas Sanji sambil melanjutkan memasaknya.
Time Skip
"Arigatou gozaimasu" Kata Sanji dan Souma kepada pelanggan yang telah selesai makan di restoran Yukihira.
Sreek
Pintu kembali terbuka dan menunjukan dua orang dan beberapa pria menggunakan jas lengkap dengan kacamata seolah mereka adalah bodyguard.
"Maaf kami sudah tutup" Kata Souma sambil melakukan ojigi, "Silahkan datang besok, kami akan buka jam 9 pagi" Kata Souma melanjutkan.
"Oooh, kami datang bukan untuk memesan makanan" Balas orang itu. Souma yang melihat itu langsung kembali berdiri tegak dan melihat orang yang datang.
"Cih… sudah kubilang restoran Yukihira tak akan ku jual dan dijadikan klub malam" Kata Souma sewot dan mulai emosi.
Sanji yang mendengar keributan di depan pintu restoran akhirnya menyampiri mereka dan bertanya kepada Souma.
"Oy Souma, ada apa ribut-ribut begini? Sudah malam tau" Tanya Sanji dengan kesal. "Cih, orang ini ingin membeli Restoran Yukihira untuk dijadikan Klub Malam" Jawab Souma sambil menatap kesal orang itu
"A..APAAAA, KLUB MALAM" Kata Sanji dengan muka mesumnya dan menari Mellorine membayangkan perempuan seksi sedang menari di sebuah tiang. "Kadang aku kesal dengan perubahan sikapmu itu Sanji" Balas Souma sambil memijit pelipisnya karena kelakuan Sanji.
"Kalian keluarlah dari sini, kami tidak akan menjual restoran Yukihira selamanya." Lanjut Souma dengan nada tinggi kepada orang-orang tersebut
"Baiklah kita lihat besok" Balas orang itu dengan setingai jahat yang ditunjukkan kepada Souma dan Sanji. Lalu setelah itu mereka keluar dari restoran Yukihira bersama para bodyguardnya, dan mereka berduapun terdiam dan melanjutkan bersih-bersih restoran.
"Besok aku akan pergi berbelanja bahan makanan, kau mau nitip apa?" Tanya Souma sambil mengangkat kursi keatas meja "Ah, tidak usah Souma" Balas Sanji sambil menyalakan rokok kesayangannya.
"Baiklah mari kita selesaikan beberes ini lalu kita tidur" Kata Souma dengan nada mengantuk karena seharian mengelola restoran.
Time Skip
Keesokan paginya Souma bangun lebih awal supaya dia tidak kehabisan bahan makanan di pasar untuk restorannya.
Sementara Sanji
"Huhuhu Nami-swan, Robin-chan aku kangen kamu" Gigau Sanji dalam tidurnya tentu dengan muka mesum tentunya sedang memikirkan Nami dan Robin yang seharusnya bisa bertemu kembali setelah kabur dari Big Mom dan pada akhirnya dia terdampar di sini.
Setelah bermimpi nista Sanji akhirnya bangun dan segera memakai sepatu dan celana jogger untuk melakukan jogging pagi dan melatih skill Diable Jambe nya lagi karena sudah lama sekali sejak dia melatihnya.
"Haah…" Sanji menghela nafas yang sudah kesekian kalinya hari ini,
"Baiklah latihan hari ini sudah cukup" Kata Sanji menyudahi latihannya sambil melepas perban yang ia kenakan di kakinya.
Time Skip
Waktu di jam sudah menunjukkan waktu 08:30, yang artinya Sanji harus menyiapkan restoran Yukihira agar bisa berjualan pada jam 09:00. Setelah itu Souma pulang membawa belanjaan yang akan dipakai untuk restoran.
"Cih… kenapa kau lama sekali" Kata Sanji dengan nada kesal sambil menyiapkan dapur,
"Yare-yare, tadi dipasar sangat ramai jadi terpaksa berdesak-desakan dengan orang lain" Jawab Souma dengan muka tololnya, dan Souma langsung menaruh belanjaan nya di meja dapur lalu Souma langsung berjalan menuju salah satu meja yang sudah rapih dan duduk dengan santainya.
"KALAU GITU CEPAT BANTU AKU BODOH!" Teriak Sanji yang kesal dengan kelakuan Souma karena bisa-bisanya santai di waktu yang mepet ini.
"Ha'I… Ha'I berisik sekali kau ini" Balas Souma dengan nada malas.
Setelah mereka berdua menyiapkan dan membersihkan restoran Souma langsung membalik tulisan 'Closed' menjadi 'Open' yang artinya restoran telah buka.
Sreek
Lalu pintu restoran langsung terbuka dan menunjukkan pria tua memakai Kimono hitam dengan dalaman hijau lumut.
"Irashaimasse" Kata Souma dan Sanji bareng untuk menerima pelanggan yang baru datang itu.
"Meja untuk berapa orang ossan?" Tanya Sanji dengan sopan karena pengalaman memasak di restoran apung Baratie sebelum dia bergabung dengan Kru Topi Jerami.
"Satu meja saja" Jawab orang tersebut dengan nada datar dan terdengar dingin, "Baiklah sebelah sini" Balas Sanji sambil menunjukkan meja untuk satu orang yaitu di depan dapur langsung.
"Ossan ingin memesan apa?" Tanya Souma sambil menyiapkan pulpen dan kertas untuk mencatat pesanan orang tersebut.
"Saya ingin memesan menu terbaik disini" Jawab orang itu,
"Baik satu Parmesan Crusted Salmon with Spicy Potatoes, lalu untuk minumnya?" Tanya Souma lagi "Minuman terbaik kalian" Jawab orang tersebut lagi dengan cepat sama seperti saat memesan makanan.
"Baik satu Honey Vodka and Apple Cider Hot Toddy, ada lagi" Tanya Souma lagi dengan sopan.
"Tidak" Jawab orang tersebut dengan cepat lagi.
"Baik mohon ditunggu" Balas Souma sambil berojigi lalu meninggalkan orang tersebut. Setelah itu dia langsung menghampiri dapur dan memberi tahu Sanji tentang pesanan orang tersebut, Sanji yang mendengar hanya bisa mengangguk dan langsung menyalakan oven dan langsung menyiapkan bahan-bahan.
(A/N: Jadi Parmesan Crusted Salmon with Spicy Potato dimasak dengan oven)
Dengan cekatan Sanji memasak untuk orang tersebut dan Souma pun membantunya dengan menerima pelanggan-pelanggan lain dan menyampaikan ke Souma tanpa ada hambatan sedikit pun.
Seet Tek
"Selamat dinikmati ossan" Souma menghidangkan makanan dan minuman yang dipesan orang tersebut, setelah itu Souma kembali ber-ojigi dan meninggalkan orang tersebut, lalu orang itu hanya mengangguk dan segera memakan pesanan yang dipesannya.
Setelah itu, Souma dan Sanji segera menyiapkan makanan dan menerima tamu dengan cekatan dan suasana restoran terlihat sangat ramai karena orang-orang terus datang dan keluar dari restoran, lalu seketika.
Seet
Pintu restoran terbuka untuk yang keslian kalinya hari ini yang seperti biasa diterima dengan Souma tapi tidak untuk kali ini. Souma melihat siapa yang datang hanya bisa mendecih tidak suka dan mengusir mereka.
"Cih… mau apa lagi kau? Pergi sana" Kata Souma dengan ketus mengusir orang yang datang tersebut.
"Jadi gini perlakuan pemilik restoran kepada pelanggannya" Balas orang itu dengan menyeringai.
"Kheh, Bukankah pelanggan adalah raja?" Lanjut orang itu.
Orang-orang yang melihat hanya bisa memandang kaget terhadap perlakuan Souma kepada pelanggan yang baru datang, tidak biasanya Souma melakukan hal seperti itu.
"Ya memang tamu adalah raja, tapi tidak untuk bajingan seperti mu" Kata Souma menjawab dengan sengit.
"Bagaimana jika kita hidangkan makanan yang akan membuat mu mendesah karena lezatnya makanan yang kami sajikan onna?, dan jika kau memerah dan mendesah karena enaknya makanan kami, kau harus meninggalkan tempat ini selamanya!" Kata Sanji yang entah muncul dari kapan sambil menyeringai setelah mengatakan itu.
"Coba saja kalu bisa!" Balas orang itu sengit karena direndahkan oleh Sanji dengan mengatai dirinya akan mendesah karena masakan mereka.
Setelah itu Sanji segera pergi ke dapur sambil mengikatkan tali apronnya disusul dengan Souma. Lalu mereka berdua segera menyalakan kompor dan mulai memasak untuk pelanggan sialan mereka ini.
Wangi masakan mereka berdua mulai menyeruak ke seluruh restoran yang membuat pelanggan yang sudah makan merasa lapar lagi.
"Ano… Souma-kun, Sanji-kun k..kalian sedang memasak apa?" Tanya seorang gadis yang penasaran dengan masakan mereka.
"Aah, kami sedang memasak Fillet Mignon with Balsamic Glaze" Kata Souma memberi tahu gadis itu. "Etto makanan apa itu?" Tanya gadis itu lagi.
"Nanti akan kami jelaskan" Balas Souma lagi.
Setelah menjawab pertanyaan gadis itu Souma kembali focus ked aging yang sedang di 'sear' agar memberi warna kepada daging dan kelezatan kepada lidah. Sementara Sanji disisi lain sedang menuang wine merah ke panci yang berisi balsamic vinegar dengan isian bawang putih, Bombay. Seketika wine itu dituang wangi yang tajam kembail menyeruak dan membuat beberapa pelanggan mengeluarkan air liur mereka.
"Baik ini akan simmer sampai 3,5 menit sehingga Balsamic tadi akan menjadi glaze" Kata Sanji sambil menutup panci tersebut dan melihat stopwatch di tangannya.
Souma yang melihat itu hanya tersenyum dan mengangkat daging Fillet Mignon yang sangat lembut it uke sebuah cooling rack supaya 'juice' dari daging yang keluar saat dimasak akan masuk lagi kedalam dagingnya.
Setelah menunggu selama 3,5 menit, Sanji langsung mengangkat tutup panci dan seketika asap muncul dari panci dan menghambur keluar beserta wangi Balsamic Glaze nya. Lalu Sanji mengangkat panci dan menuang Glaze tersebut kesebuah Sauce Boat sambil menyaring bawang yang ada di dalam panci.
"Oy Souma, Glaze sudah siap" Kata Sanji sambil menyodorkan Sauce Boat kearah Souma. "Ossu!" Balas Souma dengan semangat dan langsung memotong potongan Fillet Mignon nya dan terlihatlah daging Fillet Mignon medium yang artinya sangat empuk dan juicy.
Setelah selesai menyajikan makanannya dipiring Souma pun berjalan dengan seringaian penuh kemenangan khas nya. "Owagariyo" Kata Souma sambil meletakkan hidangan lezat dan indah itu tepat dihadapan orang itu.
Lalu orang itu hanya melihat dengan takjub dan sedikit mengeluarkan air liur dari mulutnya karena wangi yang dikeluarkan dari hidangan tersebut sangat wangi. "C..cih kalian pikir makanan seperti ini akan membuat ku mendesah karena kelezatannya" Kata Orang tersebut sambil memalingkan mukanya yang memerah.
"Jangan berkomentar sebelum mencicipinya!" Kata Sanji dengan tatapan membunuh yang membuat orang-orang disekitarnya merinding. Orang itu yang melihat tatapan Sanji hanya bisa meneguk ludah karena ketakutan dengan tatapan Sanji.
Orang itu akhirnya memotong steak empuk dan juicy tersebut dan menyocol daging tersebut ke dalam Sauce Boat yang berisi Balsamic Glaze tersebut.
Haap
'Mffh… R..R..Rasa apa ini?' Kata orang tersebut dalam hati untuk menyembunyikan keterjutannya. 'Rasa yang sangat lezat dengan empuknya daging ini membuat ku… membuat ku' Kata orang itu dalam hati lagi.
"Kyaaaah" Desahan orang itu pun keluar disertai wajah yang memerah, Souma yang mendengar itu hanya bisa tersenyum sedikit menyeringai dan Sanji? Jangan ditanya, dia sudah menjadi makhluk penggila wanita nya lagi seketika dia mendengar desahan orang itu.
Tanpa rasa malu orang itu pun memotong daging itu lagi dan melahapnya dengan sangat cepat yang membuat para bodyguardnya yang awalnya meremehkan masakan yang dihidangkan Sanji dan Souma pun akhirnya ingin mencoba masakan Sanji dan Souma.
"Nee onna… Bagaimana" Tanya Souma dengan cengiran kemenangannya, Orang itu tersadar dan langsung membuang mukanya itu. "Aku t..tidak mendesah, kau kalah Yukihira!" Balas orang itu dengan nada yang membuat semua orang disitu kesal.
"Apakah kau yakin?" Balas Souma meragukan perkataan orang itu. "Sanji tunjukkan rekamannya"" Kata Souma melanjutkan.
"Ini Souma" Kata Sanji menyerahkan hand phone miliknya ke Souma sambil menyumbat hidungnya dengan tissue.
"Masaka! T..tidak mungkin, cepat hapus itu!" Kata orang itu menyadari rekaman yang ada di hand phone Sanji.
"BODYGUARD SERANG 2 ORANG ITU!" Teriak orang itu, lalu bodyguarnya yang mendengar itu langsung berjalan menuju Sanji dan Souma.
Souma yang melihat itu langsung panik dan segera mundur, sementara Sanji hanya terkekeh dan menyiapkan kuda-kuda Diable Jambe nya dan bersiap menyerang bodyguard-bodyguard yang ada disitu.
"Bien Cut: Guriru Shotto"
Gumam Sanji menyebut jurusnya itu dan Sanji langsung melakukan spin kick yang membuat bodyguard-bodyguard itu terkapar. "Cih lemah" Kata Sanji sambil menyalakan rokoknya.
"Sialan! Baiklah kami tidak akan mengganggu kalian lagi! Kami akan pergi" Kata Orang itu tidak terima karena bodyguarnya di kalahkan dengan satu tendangan. Lalu orang itu membangun kan bodyguarnya dan segera pergi dari restoran Yukihira selamanya. Mungkin?
Prok! Prok! Prok!
Sebuah tepukan tangan terdengar dari satu orang yang ternyata adalah ossan berkimono hijau. "Bravo anak muda… Perkenalkan nama ku Nakiri Senzaemon" Kata orang itu yang bernama Nakiri Senzaemon.
"N..Nakiri Senzaemon, bukankah itu pemilik sekolah ternama disini?" Tanya salah satu orang yang ada disrestoran. Senzaemon yang mendengar hanya terkekeh dan mengiyakan pertanyaan orang itu.
"Maaf jika saya bertanya Senzaemon-sama, Apa yang anda lakukan disini?" Tanya salah satu orang disitu. Senzaemon yang mendengar menjawab dan menjelaskan bahwa Akademi Totsuki sedang membuat sistem pendaftaran baru yaitu petinggi Totsuki akan berkeliling mencari restoran kecil dan menawarkan bersekolah di Totsuki.
"Jadi apa kau mau Sanji-san, Souma-san?" Tanya Senzaemon kepada Sanji dan Souma. Sanji yang mendapat pertanyaan itu hanya diam dan Souma hanya mengangguk.
"Umurku sudah 23 tahun, sudah tidak pantas menjadi murid disana" Kata Sanji sambil merokok dengan santainya dihadapan Senzaemon. "Hohoho tenang saja… disana ada lowongan sebagai guru memasak masakan banyak, apakah kau berminat Sanji-san?" Tanya Senzaemon sambil memainkan janggut putihnya itu.
'Guru ya… Tidak buruk juga' Kata Sanji dalam hati sambil membayangkan Zeff yang saat ini sedang berada di East Blue.
"Baiklah aku terima" Kata Sanji sambil melanjutkan merokoknya yang tentu membuat Senzaemon terbatuk-batuk. "Hoy Sanji matikan rokok mu" Kata Souma sambil menutup hidung dan mulutnya dengan kaus yang ia kenakan.
"Gomen, gomen" Kata Sanji yang langsung mematikan rokoknya di baju Souma yang tentu membuat Souma kesal dan marah-marah kepada Sanji.
"Jadi kapan aku bisa bekerja dan Souma untuk sekolah?" Tanya Sanji kepada Senzaemon.
"Kalian bisa mulai 1 bulan lagi" Kata Senzaemon sigkat dan langsung berdiri dan meninggalkan restoran Yukihira.
"HOY SANJI, SOUMA! JANGAN TINGGALKAN RESTORAN INI!" Teriak orang-orang itu karena jika mereka bekerja dan sekolah di Totsuki maka restoran Yukihira akan tutup.
"Hoy kenapa harus restoran kami?, kan masih banyak restoran enak lainnya" Tanya Souma kepada orang-orang yang berteriak itu. "Etto… itu karena restoran lain tidak bisa berhutang" Kata salah satu orang yang ada disitu sambil menggaruk kepalanya yag tidak gatal itu.
"Teme!" Balas Souma kesal disertai senyuman yang bersahabat. "Baiklah… hari ini kaian semua akan kukasih gratis" Kata Souma lantang yang membuat seluruh restoran teriak kegirangan.
Time Skip 1 Bulan
"Hoy Souma… bangun, ini hari pertama kau sekolah di Totsuki" Kata Sanji sambil mengikat dasinya. "Hooaaamm" Souma hanya merespon dengan menguap lalu lanjut bermimpi. "CEPATLAH" Teriak Sanji sambil menendang kepala Souma karena kesal.
"Cih.. baiklah" Balas Souma, lalu dia berjalan kekamar mandi sambil ngedumel karena mimpinya diganggu oleh Sanji.
Time Skip
"Baiklah Sanji, disini kita mulai perjalanan kita disekolah ini" Kata Souma kepada Sanji sambil menghadap gerbang Akademi Totsuki. Sanji yang mendengar itu hanya mengangguk dan kembali menghisap rokoknya.
.
.
.
.
.
TO BE CONTINUED
Terimakasih sudah baca chapter ini, mohon saran dan kritik nya. Tapi kalua kritik pakai adab juga ya…
Arigatou Gozaimasu
