LOVE AT THE FIRST SIGHT

- RIVAMIKA FANFICTION -

.

.


Kata orang bulan Februari merupakan bulan penuh kasih dan cinta. Harapan semua orang Valentine day tahun ini benar-benar membawa begitu banyak kebahagian. Bahkan bunga sakura yang katanya mekar setahun sekali di kota Trost ini mulai berguguran dengan indahnya. Cahaya lampu hias warna warni menyinari sepanjang jalan di penjuru kota Trost yang ramai dengan berbagai macam ornamen. Berpasang muda mudi maupun orang tua mulai berlalu lalang menikmati keindahan kota Trost yang terlihat megah dan penuh Kilauan cahaya. Dari kejauhan tepat di bawah lampion bulat berwarna warni di temani cahaya remang-remang di atas jembatan kenangan, seorang gadis tengah berdiri berhadapan dengan seorang pria yang paling di cintainya. Mata abu kelam yang mengintimidasi di pancarkan pria di hadapannya membuat gadis itu bukannya takut malah terlihat menyukainya. Mata yang tajam itu berhasil membius gadis ini berkali-kali ketika menatapnya. Sungguh begitu menyilaukan mengalahkan sekumpulan lampion yang bertengger di atas sana.

Levi Ackerman-pria itu tengah memakai jaket kulit hitam dengan kaos putih menambah poin ketampanannya semakin meningkat. Jangan lupakan rambutnya yang tercukur rapi dengan belahan tengah menambah poin plus plus di hati gadis itu. Sangat sempurna.

Berkali-kali gadis itu tampak tak mengedipkan matanya menikmati keindahan makhluk ciptaan tuhan yang begitu menyegarkan ini. Gadis muda itu sendiri tengah mengenakan kaos pink dan jaket bulu tebal dengan celana jeans dan tak lupa memakai snicker favoritnya. Di tangannya juga sudah ada cokelat valentine manis buatan tangannya sendiri yang akan dia persembahkan langsung kepada Levi- sang pujaan hati.

" Aku menyukaimu..Levi." ucap Mikasa berbinar sambil menyodorkan kotak cokelat berwarna merah itu pada Levi. Rona merah muda di pipinya mulai nampak jelas saat gadis itu telah berhasil mengungkapkan apa yang selama ini terpendam di hatinya. Gadis kecil itu kini mulai tumbuh dewasa. Gadis bersurai hitam pekat dengan mata indah itu tengah menatapnya begitu serius membuat Levi menautkan alis dengan tidak elegan.

Entah mengapa Levi mendapat firasat buruk saat pertama kali bertemu dengan bocah ini. Bocah ingusan di depannya ini bernama Mikasa Smith- sepupu dari Erwin Smith sahabatnya.

Apa otak gadis ini di taruh di dengkul , usia nya baru 17 tahun bahkan terpaut sangat jauh dengan usiaku yang sudah 30 tahun ini.

" Kita baru bertemu beberapa kali , mulut kotormu itu berani sekali menembakku." Ucap Levi dingin melipat tangan di dada dan terdengar menusuk namun gadis di hadapannya ini sama sekali tak bergeming masih terus menatap matanya dengan penuh harap. Mikasa- gadis bodoh itu berharap jika pria di hadapannya ini mau menerima cintanya.

" Maafkan aku , tapi aku serius menyukai-." ucapan Mikasa terpotong. Pria itu menarik kerah bajunya dengan kasar.

" Dengar bocah tengik , aku tidak tahu apa yang membuatmu berpikir aku akan menerima perasaan gila mu itu, yang jelas aku menghormati karena kau adalah sepupu Erwin jadi jangan main-main denganku." Ancam Levi , " Aku tidak tertarik pacaran dengan bocah jelek sepertimu." Ucap Levi ketus kemudian melepas cengkraman pada kerah baju gadis itu. Mikasa tampak terkejut dengan perlakuan Levi padanya namun hal itu sama sekali tak membuatnya menyerah begitu saja.

" Apa aku kurang muda untukmu?" ucapan Mikasa membuat Levi mendelik tak percaya dengan pendengarannya barusan. Terpaut 13 tahun saja sudah musibah apalagi di tambah lagi ayolah kapan gadis di hadapanku ini sadar diri sih.

" Aku ini seorang CEO perusahaan ternama , bagaimana mungkin berpacaran dengan bocah tak punya pengalaman sepertimu cih menggelikan." ucapnya dingin membuat Mikasa terdiam mendengarkan. Levi merebut kotak cokelat di tangan Mikasa, " cih, Kekanakan sekali." Levi menjatuhkan cokelat itu ke tanah kemudian menginjaknya berkali-kali hingga tak berbentuk lagi.

Gadis yang terlalu polos,bersih dan tak ternodai...dia sama sekali bukan typeku.

" Apa yang kau lihat? Pulang sana! kau benar-benar membuang waktuku yang berharga bocah." Hardik Levi kemudian bergerak menuju mobil yang tengah dia parkir di pinggir jalan. Levi terlihat badmood langsung meninggalkan Mikasa yang masih berdiri terpaku di tempatnya dengan mata berkaca-kaca.


TBC