Selip & Gas
.
Fic ditulis oleh daffodeela, ide dari Dyn Adr
.
Naruto punyanya Masashi Kishimoto
.
Sebuah fanfik untuk hadiah ulang tahunnya kak LastMelodya, jenderalnya Wallshaking yeeeey happy belated birthday (iy telat banged emang sowwyy :*)
.
Sasuke sudah bodo amat terhadap sikap Naruto pada anak-anak cewek sampai mendapat label fuckboy dari seantero sekolah, kecuali jika itu sudah berkaitan dengan Sakura—gadis yang mencuri hatinya sejak lima tahun lalu.
Haruno Sakura selalu menjadi inti dari perhatian Uchiha Sasuke.
Sasuke tahu kebiasaan-kebiasaan Sakura. Sasuke tahu kemampuan Sakura. Sasuke memiliki opini seberapa cantik dan manis Sakura. Sasuke memahami watak Sakura, baik yang tampak galak maupun yang bersikap baik setulus hati. Sasuke menghafal ekspresi Sakura saat sedang senang, sedih, kecewa, antusias, dan dia pun mampu membedakan mana senyum yang datang dari hati atau senyum yang sampai di bibir saja.
Mereka jarang berada di dalam ruangan yang sama. Mereka bukan teman sekelas. Dia mulai memperhatikan Sakura sejak cewek itu membaca sebuah puisi dengan penghayatan yang mendalam hingga bulu tengkuknya berdiri saat acara class meeting. Perhatiannya terus terpusat pada Sakura setelahnya hingga muncul desiran aneh setiap kali Sasuke melihatnya. Nama Haruno Sakura menginjak peringkat teratas di fitur pencarian pada akun-akun media sosialnya karena menjadi akun yang paling sering dicari dan dikunjungi.
Sasuke jatuh cinta pada Sakura sejak usia mereka masih dua belas tahun, saat mereka masih siswa kelas satu SMP, dan terus berjalan hingga detik ini. Detik ketika sepuluh besar peraih nilai total kelulusan tertinggi diumumkan dan dipanggil satu per satu ke atas panggung. Detik ketika dia berdiri tepat di samping Sakura yang menyandang peraih nilai tertinggi, sementara dirinya meraih peringkat kedua.
Kepercayaan diri merupakan salah satu nama tengah Sasuke, tetapi akan luntur begitu saja ketika dia berhadapan dengan Sakura. Cewek itu pernah menyapanya dan gugup membuat Sasuke bertolak lantas mengabaikannya. Hal itu terjadi sampai tiga kali hingga Sakura tidak pernah menyapanya lagi.
Itulah sebabnya ini adalah pertama kali Sasuke berdiri sedekat ini dengan Sakura, tepat bersebelahan, tetapi dia tidak kabur seperti biasanya karena kondisi memaksanya untuk begitu. Degup jantung Sasuke berdetak keras padahal tidak ada satu embus pun interaksi yang terjadi di antara mereka. Sasuke mencuri lirikan sesekali; tatapan Sakura terfokus pada audiens. Wajahnya memancarkan ekspresi bangga dan percaya diri yang membuat Sasuke turut tersenyum tipis.
Sakura layak mendapatkan ini, batin Sasuke. Walaupun Sasuke sendiri sudah merasa bekerja keras untuk dapat lulus dengan peringkat tertinggi, tetapi dia tak masalah jika yang berada di atasnya adalah Sakura. Dia kecewa pada dirinya sendiri karena tidak bisa seperti kakaknya yang tidak pernah keluar dari peringkat satu di kelulusan taraf sekolah mana pun, tetapi dia turut bangga akan prestasi Sakura.
Sasuke sempat mendengar bahwa Sakura akan pindah ke luar kota. Informasi itu membuat Sasuke mempertimbangkan menyatakan perasaannya pada Sakura, tetapi kegugupannya membuat dia urung. Acara kelulusan itu ditutup dengan Sasuke terus memandangi Sakura pergi menjauh dengan pikiran bahwa ini adalah kali terakhir dia akan melihat cewek itu secara langsung.
Dia tidak pernah bertemu Sakura lagi setelah itu. Perasaannya untuk Sakura tetap ada dan tersimpan baik-baik dalam kondisi terkunci.
…
Sasuke tidak mengerti bagaimana dia bisa berteman baik dengan Naruto. Naruto adalah cowok berisik yang duduk tepat di sebelahnya sejak masa orientasi siswa di SMA. Sifat mereka saling berseberangan. Sasuke adalah cowok dingin, kalem, bicara seperlunya, dan paling tidak suka didekati cewek-cewek yang punya mata berbentuk hati saat melihatnya. Naruto, selain berisik, juga terhitung hiperaktif, punya sifat yang hangat, iri padanya setiap kali didekati anak-anak cewek, dan entah mengapa akhirnya cowok itu berhasil mengembangkan daya tariknya sendiri untuk menjadi magnet bagi anak-anak cewek.
Istilah opposite attract pernah sampai dan dipahami oleh Sasuke. Mungkin istilah itu berlaku padanya dan Naruto dalam konteks pertemanan. Walaupun kadang-kadang mereka saling menghina, saling tidak suka dan tidak tahan terhadap sikap satu sama lain, tetapi semua itu tidak memutus pertemanan baik mereka. Sasuke bahkan berani menyebutnya sebagai sahabat meskipun bulu tengkuknya bergidik setiap kali dia mengakuinya.
Salah satu sikap Naruto yang membuat Sasuke tidak tahan adalah tindakannya terhadap anak-anak cewek. Terkadang dia melihat cewek yang patah hati karena ditolak olehnya ditemani dan dihibur oleh Naruto hingga cewek itu jatuh hati pada cowok pirang itu. Itu terjadi berulang-ulang kali karena kuantitas fangirl Sasuke berjumlah besar, sampai julukan fuckboy menempel menjadi label Naruto, tetapi entah mengapa tetap saja ada cewek yang jatuh hati padanya.
"Aku yakin aku bisa mengubah Naruto menjadi cowok baik-baik dan setia." Itulah yang Sasuke sering dengar dari cewek demi cewek yang akhirnya jatuh hati pada Naruto. Sasuke selalu memutar mata setiap kali mendengarnya. Apalagi jika kata-kata itu ditambah, "Naruto itu baik, enggak seperti Sasuke yang enggak punya hati."
Mereka tidak tahu saja bahwa kata-kata itu bisa dikatakan oleh lebih dari satu orang yang berbeda di waktu yang sama, karena kadang-kadang Naruto menggaet cewek sebagai pacar lebih dari satu dalam satu waktu. Sasuke, di usianya yang sudah enam belas tahun, bahkan belum pernah punya pacar dan anak-anak cewek sudah menilainya yang tidak-tidak, kemudian dibandingkan dengan Naruto dengan posisi dirinyalah yang jahat. Dia sudah muak.
Terkadang, ketika rasa muak yang dialami Sasuke sudah mencapai ubun-ubun, dia ingin menerima ajakan kencan dari salah satu cewek yang mengajaknya, sekaligus mencobanya sebagai upaya untuk menghapus perasaannya terhadap Sakura. Perasaannya untuk Sakura sudah bertahan selama lima tahun, termasuk dua tahun saat mereka tidak lagi saling berjumpa, dan belum pernah berubah sedikit pun. Dia mempertimbangkan keputusan untuk menerima ajakan kencan dari cewek acak yang mengajaknya, tetapi memikirkan di hatinya sudah tidak ada tempat untuk cewek selain Sakura mengurungkannya. Dia tahu dirinya jahat jika menjadikan cewek lain sebagai pelarian dari perasaan yang tak pernah berani dia utarakan. Jika ini bocor, label-label jelek akan semakin ditempelkan di jidatnya, bahkan mungkin akan dilebih-lebihkan.
Pengurungan niatnya membawa Naruto kembali punya sasaran baru untuk jajaran cewek-cewek yang diembatnya. Sasuke masih muak, sudah berkali-kali bicara pada Naruto bahwa semestinya dia mengurangi atau bahkan meniadakan sifat fuckboy-nya itu, tetapi tak pernah didengar. Dia sudah sampai di titik tidak peduli lagi dan menerapkan apa yang dilakukan Naruto adalah urusannya dan apa pun konsekuensi yang menunggu akan dia tanggung sendiri.
Teman sekelas Sasuke heboh karena bocornya informasi tentang adanya selebritas TikTok yang akan berbagi kelas dengan mereka. Dia tidak peduli akan hal itu. Apa pun status teman sekelasnya, baik anak presiden sekalipun, dia akan menilai dari perilakunya, sama sekali bukan atas sesuatu yang disandang. Kakashi-sensei, wali kelas mereka, sudah masuk dan menginformasikan mengenai kedatangan murid baru. Murid baru tersebut masuk dan Sasuke merasa jantungnya kembali direbut. Cewek yang melangkah percaya diri ke dalam kelas itu adalah cewek berambut merah muda, bermata hijau, memiliki senyum teduh, dan jidat yang lebar.
Cewek itu membungkuk sejenak. "Hai, selamat pagi semuanya. Saya murid baru pindahan dari Ame. Nama saya—"
"Haruno Sakura," celetuk Sasuke tidak percaya. Suaranya keras hingga seluruh mata anak sekelas tertuju padanya dengan tatapan heran.
Anak-anak kelas tahu jelas Sasuke benci aplikasi TikTok. Mereka sering membuat konten untuk TikTok, sengaja mengajak Sasuke karena yakin tampangnya yang ganteng akan mendekatkan mereka dengan status viral, tetapi Sasuke selalu menolak mentah-mentah dengan tindakan jutek.
Padahal, Sasuke diam-diam memiliki akun TikTok dengan nama pengguna "sharinganjay" yang acak, sengaja agar tidak terdeteksi oleh kenalannya. Akunnya tidak diisi video satu pun, hanya tumpukan likes untuk video-video TikTok yang dibuat Sakura.
Video yang menjadikan cewek itu viral adalah video membuat ulang dari milik Lee Jongsuk. Sakura muncul dengan kaos belel, celana olahraga, rambut berantakan yang diikat asal-asalan, wajah cemberut, kemudian mengibas pada layar dan seluruh penampilannya berubah. Dia memakai gaun selutut tanpa lengan berwarna merah marun, rambutnya digerai dan membentuk gelombang di bagian bawah, ekspresinya berubah menjadi senyum percaya diri. Video itu viral karena seseorang membagikannya di Twitter dengan caption, "Apa-apaan ini before dan after-nya sama-sama cantik?! Enggak ada bedanya." Video-video lainnya, bahkan yang hanya dalam bentuk face zoom, bisa mendapatkan puluh ribuan like. Pengikut di akun TikTok-nya pun sudah sampai jutaan. Tidak heran jika mengingat betapa manisnya tawa dan senyum Sakura setiap kali wajahnya memenuhi layar mengikuti irama musik.
Naruto mencondongkan tubuh ke arahnya. "Kau … kenal Haruno Sakura? Dari mana? Kau 'kan enggak pernah buka TikTok?" tanyanya.
Sasuke yang baru pulih dari rasa tidak percaya kemudian menyadari bahwa Sakura menatapnya dan tersenyum padanya. Tangannya melambai. "Oh, hai, Sasuke!"
Sasuke mendadak berkeringat dingin. Dia hanya menanggapi sapaan Sakura dengan "hn" dan anggukan singkat. Telapak tangannya yang basah dikepal erat-erat. Tubuhnya dicondongkan pada Naruto. "Teman SMP," bisiknya. Jawabannya pada Naruto meredakan reaksinya atas sapaan Sakura.
"Oh, kau sudah kenal Sasuke, Sakura?" tanya Kakashi.
Sakura mengangguk. "Kami satu SMP, Sensei."
Tohokan keras melanda dada Sasuke. Sasuke menjawab pertanyaan Naruto dengan kata "teman", padahal mereka berinteraksi pun nyaris tidak pernah. Jawaban Sakura terdengar lebih masuk akal untuk pertanyaan mengenai relasi mereka.
Kakashi-sensei balas mengangguk. "Silakan lanjutkan perkenalanmu."
"Saya tidak tahu apa lagi yang perlu diperkenalkan, Sensei. Sasuke sudah menyebut nama saya," ucap Sakura yang ditutup oleh senyum dan bungkukan singkat. Detak jantung Sasuke semakin menggila. Telinganya sampai terasa panas.
Kakashi-sensei tertawa kecil. "Benar juga. Silakan duduk di tempat kosong."
Sakura menatap setiap sudut kelas. "Mohon bantuannya semuanya!" ucapnya sembari duduk di bangku kedua pada ujung kanan. Posisinya tepat diagonal dengan tempat duduk Sasuke yang berada di bangku keempat pada ujung kiri. Anak-anak kelas bersorak ramai karena desas-desus soal selebritas yang menjadi anak baru di kelas mereka memang benar. Ingar bingar baru berhenti saat Kakashi menyuruh mereka diam.
Tatapan Sasuke terus menelusuri Sakura hingga cewek itu duduk. Dia masih menatapi punggungnya saat suara di kelas hanya diisi guru yang mulai menjelaskan materi. Sasuke tersentak saat Sakura tiba-tiba menoleh padanya. Belum sempat dia mengalihkan pandangan, cewek itu tersenyum, dan melambaikan tangan padanya. Sasuke merasa kehilangan napas di saat itu juga.
"Gila. Barusan Sakura tersenyum dan melambai ke arahku, 'kan?" tanya Naruto sembari menggerak-gerakkan alis.
Sasuke mendengus kesal. Sakura jelas-jelas menujukan semua itu padanya. Dia hanya memutar mata untuk menanggapi Naruto. Dia mencatat apa yang gurunya jelaskan melalui papan tulis.
"Sakura cantik sekali, ya? Terkenal lagi."
Guratan pena Sasuke pada kertas berhenti. Perasaan tidak enak memenuhi dadanya. Dia menoleh ke arah Naruto sembari menaikkan sebelah alis.
Naruto cengengesan. "Sasuke, kenalkan aku padanya, dong. Kau 'kan teman SMP-nya."
Sasuke mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga menimbulkan retakan pada pena. Amarah bergemuruh di dadanya. Dia melempar tatapan sengit pada Naruto. "Untuk apa? Menjadikan Sakura sebagai salah satu dari haremmu?"
"Hehehe." Naruto menggosok-gosok rambutnya dan memasang senyum lebar.
"Berengsek," ucap Sasuke tajam. Dia sempat bertindak tidak peduli akan sikap Naruto yang seperti itu, tetapi jika Sakura adalah sasarannya, dia tak bisa mengabaikannya.
"Hah?" Naruto tercengang. Ini adalah pertama kali Sasuke mengatainya seperti itu setelah mengungkapkan rencananya untuk mendekati cewek.
Sasuke mendengus jengkel. "Bego. Usaha saja sendiri," jawabnya acuh tak acuh. Dia yakin Sakura bukan tipikal yang akan jatuh pada daya tarik Naruto.
Naruto mencebik. Dia mengalihkan pandangan pada papan tulis. "Oke. Aku bisa cari caraku sendiri," ucapnya dengan intonasi menantang.
Bibirnya membentuk seringai tipis saat sadar bahwa usaha Naruto akan sia-sia.
...
Keyakinan Sasuke membuyar saat melihat betapa mudahnya Naruto dan Sakura membentuk relasi yang akrab. Naruto bahkan sudah memanggil "Sakura-chan" pada cewek itu dalam tiga hari sejak Sakura pindah kemari. Keakraban itu menimbulkan kegelisahan dalam hati Sasuke. Dia tidak rela jika Sakura menjalin hubungan romansa dengan siapa pun, apalagi Naruto. Sakura layak dicintai dengan setulusnya seperti apa yang dia rasakan terhadap cewek itu, bukan menjadi bidak dari permainan yang dikendalikan Naruto.
Hati Sasuke retak sedikit demi sedikit setiap kali Sakura menertawakan candaan yang diutarakan Naruto. Kadang-kadang Sakura menanggapi dengan tonjokan gemas dan ungkapan "bego" tanpa menyinggung Naruto sama sekali. Naruto malah balas tertawa dan mencolek pipi Sakura. Sakura menonjok lengan Naruto lagi tanpa kehilangan gelak.
Naruto menatapnya dengan tatapan menantang setiap kali mendapati Sasuke memperhatikan interaksi akrab mereka. "Aku bisa melakukannya tanpa bantuanmu," itulah yang Sasuke tangkap dari cara Naruto memandangnya. Sasuke berusaha mengabaikan karena bahkan di tengah-tengah senda gurau yang mereka bagi, Sakura masih melirik padanya dan menyunggingkan senyum. Jika Sasuke tidak berkhayal, terdapat semburat merah yang manis di pipi Sakura setiap kali cewek itu melakukannya.
Sasuke memegang itu sebagai sebuah harapan. Kemudian dia berpikir lagi, apa gunanya harapan jika dirinya tetap diam? Dia pernah mencoba merebut Sakura di tengah keakrabannya dengan Naruto, tetapi kegugupan selalu mematikan tindakannya. Sakura selalu melemparkan tatapan bertanya padanya setiap kali dia nyaris melakukannya, tetapi cewek itu tidak menyuarakan apa-apa. Senyum manis lagilah yang dia berikan pada Sasuke sebagai tanggapan.
Dalam kurang lebih dua bulan sejak Sakura pindah kemari, Naruto mengatakan padanya bahwa dia akan menembak cewek itu. Sasuke nyaris dilanda sesak napas, apalagi setelah mengingat Sakura dan Naruto memang akrab, dan ada kemungkinan cewek itu akan menerima. Naruto memintanya untuk mengikuti dan menemani proses yang akan dia lakukan hari ini. Semuanya dimulai dari mengambil buket bunga di loker sepatu, meminta Sasuke untuk memegangnya sementara selama di koridor sekolah agar tidak ketahuan cewek-ceweknya yang lain, dan saat meminta waktu dengan Sakura untuk berdua saja. Sasuke masih bersamanya sebagai pembawa bunga yang disembunyikan di belakang punggung. Dia mengikutinya saja dengan harapan dia dapat melihat Sakura menolak Naruto mentah-mentah tepat di hadapannya.
Di tengah-tengah perjalanan menuju atap sekolah tempat yang Naruto rencanakan untuk menembak Sakura, Naruto tiba-tiba menjinjit-jinjit dan menaikkan kaki. Sasuke mengerutkan kening.
"Kau kenapa?" tanya Sasuke.
Alih-alih menjawab pertanyaannya, Naruto memegang lengan Sakura. "Sakura-chan, sebentar, ya. Aku mau ke toilet," katanya.
Sakura tertawa dan itu nyaris membuat jantung Sasuke copot karena dua alasan: 1. Tawa Sakura mengimplikasikan tingginya kemungkinan dia akan menerima Naruto, 2. Tawa cewek itu sangat manis hingga Sasuke bisa merasakan ngilu di giginya.
"Iya, silakan saja," jawab Sakura.
Mereka menanti Naruto tepat di titik saat cowok itu meminta waktu. Lokasi mereka tepat berada di tengah-tengah koridor yang dilalui banyak orang. Sasuke masih menyimpan bunganya di belakang tubuh, Sakura belum melihatnya, tetapi jelas orang-orang yang melangkah di belakangnya menangkap keberadaan buket bunga tersebut.
Tiba-tiba timbul kerumunan di belakang Sasuke. Sasuke bergidik. Satu orang mulai menepuk telapak tangan kemudian menyeru, "Tembak! Tembak!" Tepukan tangan itu menjadi semakin riuh karena diikuti oleh banyak orang disertai dengan seruan yang sama. "Tembak! Tembak!"
Kepanikan melanda Sasuke seketika. Dia melirik wajah Sakura yang menampilkan ekspresi terkejut. Merah mewarnainya sampai ke telinga seperti tomat matang. Sasuke mengembuskan napas panjang setelah mengaturnya karena sempat nyaris hilang. Lirikannya kembali pada Sakura sekali lagi dan dia merasa yakin saat ini.
Bodo amat, batinnya. Bodo amat soal Naruto.
Sasuke menarik tangannya dari belakang punggung. Dia merentangkan tangannya yang memegang bunga ke arah Sakura. Ludahnya diteguk dengan dramatis selagi dia berlutut. Sakura membekap mulutnya. Kedua matanya melebar, tetapi dia tidak tampak ketakutan.
Bodo amat soal Naruto, batinnya lagi. Ini satu-satunya kesempatanku.
Mata Sasuke tepat tertuju pada mata Sakura. Dia menatap cewek itu dalam-dalam. Segala keraguan dan kegugupan yang selalu melandanya telah berhasil dia lawan kali ini.
"Sakura." Dia berdeham. "Jadilah pacarku," ucapnya mantap.
Sakura mendengus geli dan menutupi mulutnya dari tawa manis. "Astaga!" Dia menerima buket yang Sasuke ulurkan. "Kupikir kamu enggak akan pernah minta," ujarnya. Dia menghirup aroma bunga dalam buket yang dibeli Naruto dan semestinya diberikan oleh Naruto. Hiruk pikuk yang sebelumnya memprovokasi Sasuke untuk menembak, kini bersuara: "Te-ri-ma! Te-ri-ma!" Senyum Sakura lebar dan cerah sampai deretan giginya terpamerkan. "Iya, Sasuke-kun. Aku mau."
Sakura mengulurkan tangannya dan menarik Sasuke untuk berdiri. Sasuke merasa bisa mati di saat itu juga saking bahagianya. Tangan mereka saling bertautan dan tidak dilepas.
Di tengah-tengah tepuk tangan dan seruan "cieee!" dari murid-murid lain, Naruto kembali dari toilet. Dia menerobos ke tengah-tengah kerumunan dan tersentak saat mendapati tangan Sasuke dan Sakura saling bertaut, ekspresi bahagia di wajah mereka, serta seringai yang Sasuke lemparkan padanya saat mata mereka bersirobok. Naruto baru saja hendak mengonfrontasi Sasuke atas penikungannya, tetapi pergerakannya tertahan karena tangannya diamit oleh Sara, salah satu pacarnya. Cewek itu berkata, "Mau ke mana, Naruto-kun?"
Dari belakang, tangan Naruto yang bebas ditarik oleh cewek lain. "Sara! Jangan menyentuh pacarku!"
Bulu kuduk Naruto berdiri. Sara menatapnya dengan tidak percaya, lantas melempar tatapan tajam pada Shion, cewek yang mengamitnya tangan kirinya. "Naruto itu pacarku!"
Naruto hanya bisa menatap kepergian Sasuke dan Sakura yang masih berpegangan tangan di tengah-tengah ributnya cewek-ceweknya selain Sara dan Shion yang memperebutkan dirinya.
…
Sasuke mengajak Sakura untuk berkunjung ke rumahnya untuk memenuhi permintaan ibunya setelah memergoki Sasuke punya pacar. Keceriaan cewek itu menghidupkan kediaman keluarga Uchiha yang biasanya tenang. Ibu Sasuke sempat memeluk Sakura lama-lama dan memujinya manis dan cantik berkali-kali.
Di tengah makan malam itu, tiba-tiba kakaknya, Itachi, berceletuk, "Sakura itu cewek yang kausukai sejak kelas satu SMP, 'kan, Otouto?"
Sasuke nyaris menyemburkan air putih yang baru dia teguk. Lirikannya tertuju pada Sakura dengan was-was. Ekspresi yang cewek itu tampilkan hanyalah keterkejutan. Mereka tidak membahas itu lagi karena tatapan tajam yang Sasuke arahkan pada Itachi.
Degup jantung Sasuke tidak beraturan ketika dia membawa pacarnya ke dalam kamar. Ayahnya mewanti-wanti bahwa pintu kamar harus tetap terbuka. Yang membuat Sasuke gelisah bukanlah apa pun yang ayahnya khawatirkan, tetapi kata-kata Itachi saat makan malam. Sakura pasti akan menginterogasinya terkait hal tersebut.
"Kau tahu, Sasuke-kun," kata Sakura setelah duduk di atas tempat tidurnya. Dia terkikik. "Aku juga suka padamu sejak kelas satu SMP. Aku senang sekali saat tahu ternyata kita satu sekolah lagi bahkan sekelas."
Sasuke merasa tidak bisa bernapas. Dia punya kesempatan sejak awal jatuh cinta pada Sakura, tetapi kegugupan bodohnya melunturkan segalanya. Seluruh kata-kata cergas yang berada di kepalanya untuk menanggapi pacarnya sudah luntur. Dia hanya menggumam sembari mengatur napas dan detak jantung.
Sakura cemberut. "Enggak bisa, ya, bereaksi lebih ekspresif?"
Sasuke tersenyum tipis karena gemas. Dia mengecup pipi Sakura. "Aku terlalu gugup untuk mendekatimu sejak dulu. Yang penting sekarang kita sudah bersama."
Sakura merona dan terdiam setelah menerima kecupan Sasuke. Dia menangkup wajahnya yang terasa panas. Dia bergerak untuk mencari pengalihan dan ponsel menjadi pilihannya. Sasuke mengintip dan mendapati Sakura membuka aplikasi TikTok.
Posisi ponsel Sakura berada di tengah-tengah kedekatan mereka yang duduk bersisian. Sakura menunjukkan video dengan keterangan "Opening Love Is Hard for Otaku".
"Aku pernah dengan enggak tahu malunya membayangkan membuat video seperti Hirotaka dan Narumi, Kabakura dan Konayagi, atau keduanya bersamamu," ucap Sakura. Dia menaruh ponselnya di atas paha. Tatapannya penuh harap pada Sasuke. "Kamu mau, enggak?"
Sasuke mengingat tolakan-tolakan yang dia berikan pada teman sekelasnya untuk membuat video TikTok bersama. Namun, hanya bagi Sakura, dia tersenyum tipis dan mengatakan, "Oke."
...
Video TikTok pertama Sasuke dan Sakura viral dengan tagar RelationshipGoal di mana-mana. Naruto menonton video itu dengan lagu That Should Be Me oleh Justin Bieber sebagai latar kesenduannya.
