Korewa Ore no Sekai ka?

Crossovers : Kamen Rider Decade. Anime-XoversPair : Kadoya Tsukasa.Episode 01 : Atarashi Sekai.

Kadoya Tsukasa, itulah namaku. Aku telah melakukan perjalanan ke seluruh dunia Rider untuk mencegah seluruh dunia Rider untuk bersatu, sembari mencari dunia yang memungkinkan untuk aku menetap.

Aku pun menatap dunia yang hancur lalu mengabadikan gambarnya dalam satu jepretan.

"Ne Tsukasa, apakah ini merupakan akhir dari perjalanan kita?"

Mendengar perkataan orang aneh di sampingku ini, ia merupakan partner sekaligus sainganku selama berpetualang di dunia Rider, aku hanya menatapnya dengan senyuman kecil, sembari berkata.

"Ini memanglah akhir dari Heisei. Namun, bukan berarti perjalanan kita akan berakhir, karena mungkin saja ini adalah awal dari perjalanan kita nantinya."

Mendengar tanggapan dariku, pemuda berjaket abu-abu dengan style topi olahraga di sampingku ini hanya tersenyum kecil sembari menatap beberapa kartu miliknya yang kehilangan gambarnya.

"Mah aku harap kau benar. Masih banyak harta berharga yang mungkin bisa aku ambil."

Tanggapnya lalu pergi meninggalkanku dengan menggunakan tirai Aurora, sementara aku kembali mengalihkan pandanganku ke arah kehancuran dunia.

"Sekai no Hakaishin. Decade. Terdengar seperti lelocon kecil, karena faktanya, bukan aku yang menghancurkan dunia Rider melainkan Zi-O itu sendiri."

Setelah mengucapkan hal itu aku pun mengikuti Kaito untuk pergi dari dunia yang sedang di hancurkan atau di reset oleh Ohma-Zio. Aku masih ingin mencari duniaku, makanya aku pergi dari sini meninggalkan dunia yang akan hancur ini.

Namun, nampaknya aku harus dikagetkan dengan kemunculanku di dunia asing. Aku juga melihat daerahnya yang terlihat seperti lembah tandus yang dipenuhi jurang berbatu

"Di mana aku, apakah ini dunia Hibiki masa lalu? Kurasa tidak mungkin, meskipun Hibiki berasal dari masa lalu, aku tidak ingat ada daerah jepang yang seperti ini."

Aku pun menyempatkan diri untuk memeriksa 20 kartu rider era heisei yang telah aku miliki, secara misterius di antara dua puluh kartu yang ada hanya satu yang normal, yaitu kartu milikku sendiri Decade, sementara yang lain kartunya menghitam. Hal ini pernah aku alami sebelumnya sewaktu melawan berada di dunia Dark Rider.

Aku pun kembali menyimpan kartu-kartu milikku dan mencoba kembali menciptakan tirai Aurora untuk berpindah dunia satu kali lagi. Namun, ternyata aku tidak bisa, tirai penghubung dunia Rider itu sudah tidak bisa aku ciptakan kembali.

"Apa yang terjadi? Beberapa kekuatanku kembali tidak bisa digunakan."

Aku pun menyimpan kembali kartu yang kumiliki ke dalam Rider Booker, tempat penyimpanan kartu-kartu rider sekaligus senjata milikku.

Aku pun turun dari tebing-tebing curam ini untuk mengitari tempat tersebut.

"Karena tidak bisa menggunakan Tirai Aurora untuk berpindah dunia, aku jadi tidak bisa mengakses kekuatan Rider-rider sebelum dan sesudah diriku kembali. Bukan hanya itu, aku juga tidak bisa memanggil sepeda motorku untuk jalan-jalan."

Aku sedikit terdiam ketika mendengar, suara tanah bergetar, aku merasa ini tidak biasa dan langsung bersembunyi di balik tebing batu, sembari melihat ke arah datangnya getaran.

'Jujur disaat seperti ini, aku mulai gugup. Apalagi aku cukup khawatir dengan Kaito yang pergi lebih dahulu, apakah maling numpang lewat sialan itu, baik-baik saja. Mah aku harap dia masih baik-baik saja.'

Tak lama setelahnya, banyak debu berterbangan di arah aku menatap. Aku bisa melihat ada beberapa reftil berdiri seperti T-Rex berukuran setinggi kuda berlari ke arahku, mereka ditunggangi oleh monster manusia kadal.

Seperti biasa, saat aku melihat sesuatu, aku mendapatkan informasi tentang apa yang aku lihat secara tiba-tiba. Seperti nama atau jenis monster di suatu dunia ataupun kekuatan rider yang digunakan. Namun, masalahnya bukannya dapat kartu baru, malah kesembilan belas kartu riderku menghitam.

"Lizardman. Kenapa mereka kemari? Apakah mereka kesini untuk memburuku?"

Aku bergumam pelan saat menatap para monster lokal yang berkendara ke arahku, para kadal itu tiba-tiba berhenti 5 meter di depan batu tempatku bersembunyi, nampak salah satu dari mereka.

Melihat dari tatapannya, aku menyadari kalau aku sedang dalam bahaya, itu karena aku menyadali manusia reftile itu memiliki kemampuan untuk mendeteksi hawa panas dari musuh dan mangsanya. Kali ini aku semakin gugup ketika melihat pemimpin mereka mengangkat tangannya dan anak buahnya langsung membidik dengan busur dan anak panahnya dan itu di arahkan ke arahku.

'Oi-oi-oi yang benar saja?'

Tsukasa yang melihat hal itu, tentu tidak tinggal diam, ia langsung mengambil sebuah kartu dari Rider Booker, setelahnya Tsukasa memasang belt Deca driver di pinggangnya. Namun, Deca Drivernya nampak sedikit berbeda dari sebelumnya, karena sebelum memasuki dunia baru Deca Drivernya berwarna Magenta, sekarang kembali berwarna putih.

Tsukasa lalu memasukkan kartunya ke dalam slot Deca Driver lalu menutupnya dengan cepat.

Kamen Rider.Decade!

Tsukasa pun akhirnya terbalut armor Rider berwarna Magenta dan bagian tengah berwarna hitam lalu berbalut aksen putih, lalu bagian helemnya dihiasi dengan Barcode dan kaca berwarna hijau.

Berikutnya Tsukasa pun mengambil Ride Bookernya yang berada atau menempel di sabuknya lalu mengubahnya ke mode pistol dan Tsukasa langsung keluar dari persembunyiannya dan menggunakan senjatanya untuk membunuh para Lizardman.

"Ayo kita bermain hyaaaa!!!"

Tembakan demi tembakan Tsukasa layangkan dan berhasil membunuh satu demi satu para Lizardman, tentu saja mereka tidak terima kalah, langsung saja para pasukan Lizardman yang awalnya menerang dari jarak jauh menggunakan panah, maju dengan pedang mereka sembari masih menunggangi dinosaurus berukuran kuda itu.

Secara tiba-tiba suara dengungan seperti suara gas sepeda motor terdengar dan Ride Booker dalam bentuk pistol itu mengeluarkan dua buah kartu blank yang tiba-tiba memunculkan gambar Decade sedang menembak dan menebas menggunakan Ride booker yang mengeluarkan bayangan cahaya.

"Tak ada salahnya mencoba."

"Roaaaarrrrr!!!!!"

Para monster kadal berseru keras dengan kecepatan tinggi mereka sudah sangat dekat dengan Tsukasa dalam mode Decade. Tsukasa yang tidak ingin kena tabrak dan di injak-injak tunggangan para Lizardman itu langsung melompat setinggi-tingginya dan memasukan satu kartu kedalam Deca driver miliknya yang telah ter downgrade.

Atack Rider

Tsukasa langsung dengan cepat menutup belt Deca drivernya ketika kartunya sudah ia masukan. Blass!!.

Setelahnya Tsukasa langsung mengarahkan dan menekan pelatuk Ride booker miliknya, lalu pistol Decade itu pun langsung menembakan empat sampai lima peluru sekaligus dan menyebar ke beberapa musuh dan mengenainya, Tsukasa terus menembakkaan pelurunya tanpa henti. Para Lizardman yang terus dihujani peluru dari atas tak mampu berbuat banyak selain melompat turun dari tunggangan mereka, saat Tsukasa sudah jatuh ke tanah dengan cepat Tsukasa merubah Ride Bookernya kedalam bentuk pedang dan memasukkan kartu yang satunya ke Belt Deca Drivernya.

"Dengan ini akan aku akhiri!"

Atack Ride. Slash!

Tsukasa melesat dengan pedangnya dan terus menebas dan memotong leher para Lizardman yang dekat dengannya, para Lizardman tidak tinggal diam mereka balas menyerang. Namun, Tsukasa yang sudah sangat berpengalaman, dapat dengan mudah menghindari serangan para Lizardman dengan cara melompat menjauhi mereka, hingga suara dengungan kembali muncul kali ini ia kembali dapat dua buah kartu.

"Kalau hanya seperti ini, itu tidak akan menghalangi perjalananku!"

Atack Rider.Invisble.

Secara tiba-tiba Tsukasa pun menjadi tidak terlihat. Namun, nampaknya hal itu tidak terlalu berpengaruh, karena para Lizardman masih bisa mengetahui keberadaannya dengan mendeteksi suhu tubuh Tsukasa. Mereka pun mulai menembaki Tsukasa dengan panah mereka.

"Raaaaaa!!!!"

'Sial aku lupa kalau reftile tidak selalu mengandalkan penglihatan.'

Tsukasa pun lari hingga tubuhnya kembali terlihat dan langsung melompat kebawah sembari memasukan satu kartu terakhir miliknya.

Atack Rider. Illusion.

Setelahnya Tsukasa dalam mode Kamen Rider Decade itu terlihat mememperbanyak dirinya hingga 9 orang dan langsung menyerang para Lizardman dengan sangat brutal hingga satu kartu kembali muncul.

"Dengan ini tamatlah!"

Final atack Rider. Dededededecade!

Susunan dimensi kartu berwarna emas muncul dihadapan Tsukasa dan mengarah ke Lizardman, Tsukasa pun menembaknya dengan menggunakan Ride Booker menciptakan peluru laser dengan ukuran yang sangat besar dan memusnahkan para Lizardman yang ada di hadapannya.

Tsukasa kemudian menarik membuka Deca Driver dan membuatnya kembali kedalam mode manusianya.

Tsukasa kemudian memotret sekitarnya dengan kamera yang ia miliki.

"Hem, kalau ada Studio foto keluarga Hikari, aku bisa mencetaknya dan mengabadikan tempat ini sebelum hancur."

Secara tiba-tiba baju yang dikenakakan Tsukasa berubah menjadi pakaian seorang pria berjubah dengan warna hitam, ia nampak begitu keren dengan tas kecil di pinggangnya, lalu ia juga mendapatkan kartu identitas yang menyatakan kalau dia adalah seorang pedagang.

"Hoooh, aku dapat peran sebagai pedagang sekarang ... tapi mana kereta dagangku?"

Bersambung