Disclaimer :
Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*
.
TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.
.
Warning :
OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!
.
.
Catatan :
Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.
.
.
= Enjoy for read =
.
But
.
! Don't like Don't Read !
.
.
[ Crown for the Queen ]
~ Prolog ~
.
.
Sasuke Pov.
Hari ini aku mendengar kabar yang tidak menyenangkan, kakakku, Uchiha Itachi, dia adalah seorang raja yang menggantikan posisi ayahku setelah beliau wafat, dia selalu menjadi panutan bagiku, tapi kenapa dia malah membuat sebuah masalah dan kabar yang tidak menyenangkan ini? Bagaimana kakak yang merupakan seorang raja yang begitu di agungkan sekarang di anggap rendah oleh seluruh penghuni istana.
"Dimana Yang mulia raja?" Tanyaku pada seorang duke yang akan selalu bersamaku dan berada pada naungan raja.
"Yang mulia sedang berada di ruangannya, apa perlu saya memanggilnya, pangeran?" Ucapnya padaku.
"Tidak perlu, kembalilah pada pekerjaanmu, Kisame." Ucapku.
Kisame adalah salah satu bangsawan yang memiliki gelar duke, keluarganya sudah turun termurun menjadi pemimpin militer kerajaan, sekarang dia seperti kaki tangan raja.
"Baiklah, pangeran." Ucapnya dan beranjak dari hadapanku.
Bergegas mendatangi ruangannya, apa yang di lakukannya dengan membuat masalah sebesar itu? Aku sungguh marah padanya, walaupun dia seorang raja, tetap saja dia adalah kakakku.
Membuka pintu besar dengan cat putih dan ukiran yang menonjol di setiap sisi pintunya itu, aku bisa melihatnya tengah menulis sesuatu di secarik keras dan ada seorang knight bersamanya. Pria itu berbalik dan aku mengenalnya, knight yang sulit patuh dan hanya bisa patuh pada kakak, Hidan.
"Tolong bawa ini dan kembalilah jika sudah mendapat jawaban." Ucap kakak dan memberikan kertas yang telah selesai di tulisnya pada seorang Knight itu.
"Baik Yang mulia, kau akan mendapat jawabannya dengan sangat cepat." Ucapnya dan beranjak pergi, dia sempat berhenti di sampingku dan menatapku, aku tidak suka tatapannya itu, aku pernah mengatakan pada kakak jika jangan mempercayai kesatria seperti dia, bahkan asal usulnya tidak jelas, tatapannya itu seperti akan mengkhianati siapapun. "Selamat siang pangeran." Sapanya dengan senyum anehnya.
"Hn." Aku hanya bergumam.
Dia kembali tersenyum dan bergegas pergi, dia bahkan tidak menggunakan baju zirah yang seperti kebanyakan kesatria gunakan, baju Zirahnya berwarna hitam, itu sangat aneh, biasanya knight dari kerajaan akan berwarna putih-silver, sekali lagi dia bukan kesatria yang akan mudah patuh.
"Ada apa pangeran? Kau bahkan tidak mengetuk sebelum masuk, ada hal penting apa yang ingin kau sampaikan sampai tergesah-gesah seperti itu?" Ucapnya dan kakak tetap saja tenang.
"Kakak, ah tidak, maaf atas kelancanganku, Yang mulia, aku hanya ingin menanyakan apa yang kau bawah dari hasil penyergapan di sebuah kapal budak?" Ucapku.
"Hanya hasil bumi yang di curi dan mereka berani sekali menyelundupkannya di saat kita sedang berada di keadaan krisis." Ucapnya.
Aku tahu itu, aku sudah mendapat berita dari orang-orang yang pergi bersamanya, padahal dia bisa mengutus siapapun untuk pergi, tapi kenapa dia harus ikut bersama para kesatria dan pasukannya? Ini sama saja dengan raja yang tidak memiliki apa-apa, kakak benar-benar gila dengan tindakannya.
"Aku tidak menanyakan apa yang mereka coba selundupkan." Ucapku.
Kakak terlihat menghela napas. "Baiklah, Sasuke, mari kita berbicara seperti saudara saja, lagi pula disini hanya ada kau dan aku. Ada apa Sasuke? Apa yang tengah mengganggu pikiranmu?" Ucapnya, menghentikan kegiatannya dan menghampiriku.
"Kakak sudah mendengar gosip yang beredar di lingkungan istana?" Ucapku.
"Gosip apa? Tidak biasanya kau akan peduli dengan mendengarkan sebuah gosip."
"Ini memang terdengar seperti sebuah gosip, aku juga belum melihatnya langsung, jadi aku ingin bertanya padamu kakak, selain bahan hasil bumi yang di selundupkan, aku yakin kakak membawa hal lain." Ucapku dan menatap serius padanya.
"Kau sudah mendengar kabarnya yaa. Apa itu salah Sasuke? Aku hanya menolong salah satu budak saja." Ucapnya dengan wajah tenang itu.
"Tidak bisa seperti itu kakak! Kau adalah orang yang sangat di agungkan, sekarang mereka mengatakan hal buruk tentangmu hanya karena membawa seorang budak, kenapa harus membawanya ke istana! Kakak hanya perlu membebaskannya seperti yang lain, istana bukan tempat penampungan budak."
"Aku tidak menyangka jika kau menentang hal ini, Sasuke. Tapi, aku perlu membawanya ke istana ini."
"Kenapa? Apa hanya karena dia seorang wanita kakak menjadi luluh padanya? Apa kakak berencana menjadikannya seorang ratu? Seorang budak menjadi ratu? Ha! Itu tidak akan pernah terjadi! Lumpur tetaplah lumpur, bagaimana mungkin menjadi sebuah berlian?"
Hahahahaha.
Kakak tertawa setelah mendengar ucapanku, apa yang lucu? Aku tidak sedang membuat lelucon.
"Kau sungguh memikirkan terlalu jauh, Sasuke." Ucapnya dan berhenti tertawa. "Itu tidak mungkin, aku punya rencana lain untuk budak ini, dia cukup istimewa, tapi tolong jangan menganggapnya seperti itu, dia juga seorang manusia." Ucap kakak dan raut wajahnya terlihat aneh, dia terlihat sedang senang, aku tidak mengerti.
"Mereka jadi terus membicarakanmu, mereka memandangmu menjadi raja yang terlalu lemah, hanya karena seorang wanita kau membawanya begitu saja. Apa jika ada penyergapan seperti ini, kau akan membawa budak lagi? Ya bawa saja semua budak yang ada biar kau senang!" Kesalku.
"Tenanglah Sasuke, semua akan baik-baik saja, kau tidak seperti biasanya, suatu saat kau akan mengerti kenapa aku membawanya ke sini." Ucapnya dan membuatku tidak puas untuk semua pemikiranku saat ini.
"Aku tidak ingin mengerti kakak, bagaimana rupanya hingga kakak sangat ingin membawanya?" Ucapku, aku benar-benar tidak mengerti, dan saat ingin marah pada kakak, aku jadi sulit marah padanya. Aku memang tidak pernah marah padanya, baru kali ini saja dia membuatku kesal, dia bahkan tidak meminta pendapatku terlebih dahulu.
"Kau bisa jalan-jalan di bangunan istana di bagian barat, aku memberinya tempat disana."
"Bangunan istana bagian barat! Itu terlalu berlebihan untuknya! Dia hanya budak! Cukup tempat para pelayan!" Protesku.
"Sudahlah, jangan terlalu marah seperti itu Sasuke, aku sudah katakan padamu dia cukup penting untukku. Jadi, bersikaplah lebih baik padanya, kau pasti akan mengerti." Ucap kakak.
Akhirnya aku keluar dari ruangan kerja kakak dengan perasaan yang tidak tenang, aku harus menemui wanita itu dan memberinya ancaman agar segera pergi dari istana ini, untuk apa dia berada di sini? Apa dia mencoba menggoda kakak? Dia pasti menginginkan sebuah kedudukan disini, wanita yang tidak tahu diri, dia akan berhadapan denganku.
.
.
TBC
.
.
halo halo.
sebenarnya ini rencana lama author, pengen buat kisah-kisah kerajaan lagi _ lamanya karena nunggu satu kelar dulu, biar gantian ndak banyak yang mesti di pikir, udah ada yang mau tamat juga, *uhuk* nggak sebut apa yang akan tamat. XD
fic ini akan bersetting jaman kerajaan eropa, coba keluar dari jaman kerajaan jepang yaa, =w= mari kita belajar keluar dari zona nyaman lagi.
di mulai dengan Sasuke pov sebagai awalan prolog, karna author jarang buat sasuke pov di setiap fic author. disini sudah muncul beberapa karakter yang akan menghiasi fic ini.
raja diisi oleh Itachi, Sasuke sebagai pengeran. ada duke (semacam gelar bangsawan pada posisi militer) oleh Kisame, author rasa dia cukup cocok karena dekat dengan Itachi, lumayan dekat sebenarnya.
ada Knight (kesatria), oleh Hidan, dia adalah salah satunya, nanti ada knight yang lain lagi. sabar, dan seorang wanita budak yang di bawa oleh Itachi, siapa kah dia?
semoga fic ini tetap menghibur walaupun nanti alurnya rumit =w=, ku ingin mengkhayal yang tinggi-tinggi, fic lain akan tetap berjalan sesuai yang mana idenya cepat datang *hahahah*
author menggunakan judul "Crown for the queen" ini sebagai tebak-tebakan reader, crown disini untuk siapa dan kenapa untuk queen? apa di kerajaan milik Itachi ada queen? dimana queen mereka? atau queen ini merujuk pada siapa yg akan di berikan? kalian bisa tebak-tebak XD. ada banyak opsi jika melihat dari judulnya, judul ini akan menuju pada inti kisah ini, ouuh..~ bakalan bagus nantinya, hahahaha, asal ngomong saja.
silahkan di like sebagai notif untuk update di aplikasi ffn kalian.
silahkan di follow juga agar menjadi fic rekomen.
dan silahkan tinggal review jika kalian punya sebuah pemikiran dari fic ini XD
terima kasih...~
.
see you next chapter! *semangat*
