disclaimer © Animonsta Studios
warning AU!Future (cyberpunk maybe?), AR, salah genre, OOC, miss EBI, typo(s), plotless.
submitted to #eduficentry #covid19
cakaran A/N baru ingat sekarang tanggal sepuluh April alias dedlen prompt ini hshshs, kurang yakin sih sebenarnya apa ini bakal sesuai dengan prompt-nya atau tidak—seandainya tidak, kasih tahu aja ya biar tagarnya dicabut, hehe.
Sepi.
Gopal duduk di sebuah kursi yang dingin nyaris membeku. Secangkir minuman cokelat mengepulkan uap-uap hangat yang membuat lensa kacamata tebalnya memburam. Melepas pangkuan kacamata di atas batang hidungnya, Gopal membersihkan sepasang lensa itu dengan kain mikrofiber berwarna hijau.
Dari teras rumahnya, Gopal bisa menyaksikan semuanya.
Ratusan robot berkeliaran, melindasi gelimpangan tubuh yang tak lagi bernyawa. Semula, robot-robot itu adalah program ciptaan pemerintah dan para ilmuwan untuk menemukan penyelesaian sebuah kasus pandemik yang terjadi, namun sekarang masalah itu telah selesai. Pemerintahan telah runtuh dan seluruh tempat telah mati. Tidak ada orang yang menanamkan mereka program aksi, manusia mesin itu hidup tanpa belenggu misi.
Dengan jari telunjuk dan tengah melipat dan ibu jari yang menekan gagang cangkir, Gopal melempar cangkirnya sejauh gravitasi mempertemukan cairan cokelat dengan tanah kering bermotif jaring. Gopal merindukan minuman cokelat berbau manis buatan kakek mendiang temannya, bukan minuman cokelat berbau aneh yang harus dia tenggak demi mencegah dehidrasi meski harus merelakan sel-sel tubuhnya berperang dengan jutaan bakteri.
"Gopal, bunyi apa itu?"
Ochobot keluar dari rumah. Robot kuning itu sebenarnya merupakan milik teman Gopal yang telah lama bertemu Tuhan, yang kini menemani hidupnya hingga sekarang dalam batas waktu yang tak dapat ditebak.
"Ochobot," panggil Gopal. Suaranya terdengar takut dan putus asa, "aku tak mau mati, aku tak mau mati! Huhuhuhu!"
"Aku juga tidak mau kehilanganmu, Gopal …," lirih Ochobot. "Apa yang harus aku perbuat jika kau pergi, Gopal ...?"
"Aku ... aku tidak tahu, Ochobot. Maafkan aku BoBoiBoy, aku tidak bisa menjaga Ochobot, aku malu mengaku sebagai kawan baik kau …," racau Gopal.
"Gopal ... janganlah kau bersikap begitu. BoBoiBoy, kau, semuanya sahabat aku," ujar Ochobot sedih.
"Ochobot, kau ini kan robot canggih pemberian ayahnya BoBoiBoy, apa ... apa kau tidak bisa melakukan sesuatu?" Gopal membawa Ochobot dalam dekapannya, bertanya dengan penuh asa. "Pergi ke masa lalu, misalnya?"
"Hmmm ... mungkin aku bisa, tapi aku tidak yakin." Ochobot menjawab sangsi. "Untuk apa, Gopal?"
"Jika masa kini terjadi karena masa lalu, berarti jika masa lalu itu bisa kita ubah, masa kini bukankah akan juga ikut berubah?" tanya Gopal lagi. "Jika aku mati ... carilah BoBoiBoy, selamatkanlah kawan baik aku itu, aku mohon, Ochobot …."
Paru-paru Gopal menjerit, memaksa rongga mulut mengeluarkan karbondioksida bersama darah. Ochobot terlepas dari pelukan Gopal. Mata biru artifisial menyaksikan sahabat manusianya jatuh dengan mata terpejam.
"Aku sebagai manusia terakhir dari masa depan ingin mengingatkan betapa bahayanya wabah yang melanda kalian sekarang. Di masa-masa seperti ini, ingatlah Tuhan yang mungkin sudah kalian lupakan entah kapan karena terlalu sibuk mengejar hal duniawi. Tunjukkan kemanusiaan kalian dan pedulilah pada sesama dengan tidak keluar rumah kecuali untuk hal penting dan tetap jagalah lingkungan sekitar! Meski wabah telah berakhir, efeknya berdampak panjang. Semua orang berebut air bersih dengan panik karena takut mengidap virus untuk yang kedua kalinya, berujung dengan berkurangnya kualitas dan kuantitas air. Kecurigaan semakin meningkat hingga orang tak berani berbicara tatap muka dan terus menjaga jarak. Hampir seluruh manusia takut makan daging karena takut tertular, bahkan semakin parah hingga ke taraf tak ingin makan apa pun. Yang perlu kalian lakukan sekarang adalah menjaga kebersihan diri, berdoa, dan percaya akan yang terbaik, sebab aku tahu Tuhan sedang menguji kita, menyadarkan kita akan buruknya kita di dunia ini—"
BoBoiBoy menarik lengan robot Ochobot. Video yang ditampilkan dalam bentuk hologram itu langsung lenyap.
"Apa pun bisa berubah, benar bukan, Ochobot?" tanya BoBoiBoy. "Kau tidak perlu repot-repot membuat video untuk mengingatkanku, bahkan sampai menggunakan wajah Gopal segala."
"BoBoiBoy—"
"Tapi itu penting juga untuk disebarkan ke internet sebagai bahan pemikiran. Aku coba tanya pendapat Yaya, Ying, Fang, dan Gopal dulu." BoBoiBoy mengulas senyum. "Semua hal pertama kali memang biasanya dimulai dari hal kecil dan dilakukan oleh sedikit orang, tapi niat baik pasti akan selalu diberkati Tuhan asalkan kita terus berusaha."
"Ummm ...—"
"Ochobot, ayo kita ubah dunia menjadi lebih baik lagi."
"—ya, ayo!"
tamat
~himmedelweiss 10/04/2020
