Fang menghela napas. Sudah keberapa kali ya? Taufan di sebelahnya menghabiskan es lilinnya juga melakukan hal yang sama. Gopal yang juga di samping bermain karet gelang.
Singkat cerita, mereka bosan.
"Hahhh... ngapain kek gitu," celetuk Taufan.
Fang menghela lagi.
"Fang daripada kau membuang-buang napas dengan tidak berguna, mending kau nyanyi," kata Gopal asal, masih memainkan karet gelang ditangannya.
Fang menatap langit-langit kelas mereka.
"Nyanyi ya..." dia berfikir. "Oh, iya," anak berkacamata itu beranjak dari duduknya. Membuat Taufan yang bersandar punggung pada Fang terjengkang ke belakang. Dia protes.
Fang pergi meninggalkan dua orang tidak punya kerjaan itu.
.
.
BoboiBoy milik Animonsta
Lagu 'Celengan Rindu' tentu milik Fiersa Besari :D
Penulis hanya pinjam sebagian chara dan lagunya tanpa mendapat keuntungan apapun selain halu dan imajinasi yang tertuang di sini
Warn: myb typo(s), myb ooc (oh ya tentu) genre dipertanyakan, penggunaan bahasa dan kalimat yang tidak sesuai, mohon dimaafkan
Enjoy ;)
.
.
Kelas milik Fang sedang dilanda kegalauan pangkat tiga. Satu, mereka jamkos. Dua, mereka tidak diberi tugas. Tiga, mereka bosan.
Selain bermain hand phone atau tidur, tidak ada yang mereka lakukan. Hari ini tidak ada pelajaran yang mengharuskan membawa laptop, tidak ada yang menonton film. Wifi nyambung ke kelas mereka, tapi tidak cukup untuk melihat drakor contohnya. Jadi mereka gabut.
Di tengah kegabutan itu, Fang kembali duduk di tengah Gopal dan Taufan. Membawa ukulele yang tadi digunakan untuk kelas musik dan mulai memetiknya. Nada familiar mulai terdengar.
"Aku kesal dengan jarak, yang sering memisahkan kita," suara Fang yang biasanya cempreng bercampur agak berat yang khusus digunakan untuk saling mengejek dengan Taufan kini terdengar merdu di telinga. Apalagi para anak perempuan sepertinya mulai tertarik.
"Hingga aku hanya bisa, berbincang denganmu di whatsapp,"
Taufan melirik Fang dengan tatapan tak percaya. Waw, ternyata, anak ini bisa juga nyanyinya.
"Aku kesal dengan waktu... yang tak pernah berhenti bergerak... barang sejenak, agar kubisa menikmati tawamu,"
Semua anak sepertinya terpanggil dengan suara Fang itu. Buktinya mereka kini mulai melihat si pacar donat lobak merah dan ada yang sudah mengabadikannya. Yang tidur juga mulai bangun dari mimpinya.
"Inginku berdiri di sebelahmu, menggenggam erat jari-jarimu."
"Mendengarkan lagu Sheila on 7, seperti waktu itu... Saat kau di sisiku."
Berkat dorongan suara Fang dan petikan ukulelenya yang enak didengar, Gopal bergerak mengambil meja lain dan memukulinya. Membuat sebuah melodi mengiringi Fang.
"Dan tunggulah.. aku di sana... memecahkan, celengan rinduku."
"Berboncengan denganmu, mengelilingi kota, menikmati surya perlahan menghilang."
"Hinggaaa kejamnya waktu, menarik paksa kau dari pelukku."
"Lalu kita kembali menabung rasa rindu. Saling mengirim doa, sampai nanti sayangku~"
"Woaaahhh!!" anak perempuan histeris. Ada yang mulai bergerak menutup gorden jendela, yang lain kompak menyalakan flash hand phone masing-masing.
Anak laki-laki ada yang mengambil terompetnya, biola, atau gitar. Mengiringi Fang!
"Jangan matikan hp-mu. Kau tahu aku benci khawatir."
"Saat kau tak mengabari... aku tak suka bertanya-tanya."
Fang berdiri dari duduknya. Menggenjreng ukulelenya pada nada itu dan masih bernyanyi.
"Inginku bakar dia yang sering. Mention-mentionan denganmu di twitter."
"Namun kau selalu meyakinkanku. 'Tuk tumbuhkan percaya... bukan rasa curiga..."
Fang naik ke salah satu meja. Anak-anak perempuan dan sebagian anak laki-laki mengarahkan flash padanya, ada juga yang melambai mengikuti alunan musik. Sudah berlagak macam penyanyi profesional saja anak ini.
"Dan tunggulah, aku di sana.. memecahkan celengan rinduku."
"Berboncengan denganmu, mengelilingi kota. Menikmati surya perlahan menghilang~"
"Hinggaaa kejamnya waktu, menarik paksa kau dari pelukku."
"Lalu kita kembali menabung rasa rindu. Saling mengirim doa, sampai nanti sayangkuu~~"
"Papara pamm~ papara pam~"
Sudah ada juga rupanya yang menjadi vokal dua untuk landak ungu. Taufan yang membawa gitar merangkap menjadi suara pelengkap sambil senyum-senyum sok ganteng.
Lagunya belum selesai kok.
"Hingga kita... bertemu," diakhiri wink gratis dari Fang. Dengan begitu intro musik tambahan juga diakhiri.
Suara tepukan heboh dan teriakan fansgirl dadakan memenuhi kelas itu. Membuat suasana ramai dan meriah. Sudah benar-benar seperti konser tunggal saja.
Tawa heboh karena geli, senang, suka cita dan lucu bercampur menjadi satu. Acara galau di kelas terhapus sudah dengan Fang yang menyanyi.
Halilintar, berdiri di depan pintu kelas. Menatap datar dan heran dengan bisingnya kelasnya.
Baru juga ditinggal gak ada lima menit buat kumpul ketua kelas. Sudah seperti kandang ayam saja kelas ini.
"Woe, woe, ada pengumuman nih. Duduk di kursi. Fang kalau kau gak turun dari situ, kupastikan kau tidak bisa duduk besok," suasana meriah yang tercipta terganti cepat dengan suara sang ketua kelas yang tegas.
Yah, Halilintar perusak suasana ih :(
"Ihhhh, Halilintar gak seruuu...!" seru sebagian besar anak perempuan dan juga Taufan. Jangan ditanya, sudah mengomandoni anak perempuan dia.
"Apa, apa?" Halilintar maju di depan kelas dan mulai mengumumkan apa hasil panggilan tadi. Anak-anak bubar. Fang cemberut sejak Halilintar muncul. Taufan sama saja. Gopal gak terlalu peduli, tapi dia terhibur akibat konser tadi.
Ngomong-ngomong, setelah kejadian ini, followers Fang melejit cepat karena videonya diunggah di Instagram dan YouTube oleh salah satu temannya. Viral juga akhirnya kamu nak :")
Selesai
Pojok penulis:
Aku buat apa ini? Gatau, aku hanya halu.
Aaaakuu tiba-tiba bayangin Fang nyanyi ini donkkk, aku halu di depan laptop sambil gambar, halu di kamar mandi sambil mandi, halu ke warung juga, halu dimana-mana.
Semoga kalian terhibur sejenak dengan ini, terimakasih sudah baca. Kalau mau agak feel, udah, bayangin aja suara Fang. Kalau aku sambil dengerin covernya milik Eclat. :")))))
Btw, kelas kalian ada yang kayak gini gak? Kalau aku engga, *syedih* paling dj an doang /slap
Salam hangat,
