Kimi No Nawa © Makoto Shinkai

Our Dreams

by Ayzahra

Terus berjalan mengikuti waktu bersama banyak harapan, salah satunya bertemu denganmu.

drabble, semi canon


Kedua sudut bibir Taki tertarik ke atas. Bintang-bintang yang bertebaran di langit menjadi dunia laki-laki itu sekarang. Mereka seolah mengunci tatapan Taki untuk tidak teralihkan ke hal lain. Mereka pula membawa Taki ke dalam mimpi-mimpinya akhir-akhir ini. Bagi Taki mimpi itu terasa nyata sampai-sampai ia menggambarkan latarnya selagi ia ingat setelah terbangun.

Taki bermimpi dirinya berada di kehidupan seorang gadis di sebuah desa. Mitsuha namanya—Taki langsung mencatatnya begitu orang-orang di sekitarnya memanggilnya dengan nama itu. Lingkungan kehidupannya damai—menurut Taki—sehingga pikirannya tidak terus-terusan cemas. Ia pun mengenal Tessie dan Sayaka, teman baik Mitsuha.

Sampai lama-lama ia penasaran dengan pemilik jiwa Mitsuha yang sebenarnya.

Entah apa tepatnya, Taki merasa ingin bertemu. Rindukah itu?

Cukup.

Hamparan langit bisa mengobati sedikit rindunya. Barangkali Mitsuha juga tengah mendongakkan kepalanya. Barangkali gadis itu juga sedang memanjatkan doa agar bisa dipertemukan kembali selepas ia—dan semua penduduk—selamat dari kejadian besar yang menimpa desa di mana Mitsuha tinggal. Taki tidak bisa mengingatnya dengan jelas. Bahkan, lama-lama ia lupa secara perlahan jika sebelumnya ia tidak menggambarkan latar dalam mimpinya.

Ia tidak mau Mitsuha hilang.

Sayangnya, mimpi tentang gadis itu belum hadir kembali.—Itukah yang membuatnya rindu?

Mimpi. Mitsuha. Rajutan.

Apakah Mitsuha baik-baik saja?

Doa-doa dipanjatkan. Ada ucapan terima kasih yang ingin Taki sampaikan, rindu yang ingin ia kikis, dan keinginan untuk saling kenal. Teruntuk Mitsuha.

Sampai pada suatu hari di suatu jalan Mitsuha melangkah berlawanan dengannya. Tunggu, Mitsuha?

Taki menoleh.

Begitu juga dengan gadis yang baru saja melewatinya.—Benarkah itu kau, Mitsuha?

Sang rasa rindu diam-diam bergerak seperti menemukan yang ditujunya.

"Siapa namamu?"


Bisakah kita tetap bersama

lebih lama lagi?


I miss them.