Matanya sibuk menatap langit senja. Sudah dua bulan ia berada disini, menanti waktu kapan tiba. Yaitu hari dimana ia pertama kali masuk sekolah. Matanya yang memantulkan cahaya senja sangat kontras dengan irisnya yang coklat.

Mata itu.

Mata itu sudah berkali-kali mengeluarkan semangat membara. Mata itu juga yang sudah berganti menjadi berbagai warna. Ada yang mengikuti perasaannya, ada yang mengikuti keadaannya. Mata itu adalah tanda bahwa lelaki yang sedang menatap senja itu bukanlah lelaki sembarangan.

Ya, lelaki itu. Namanya adalah Boboiboy

...

Boboiboy X Yaya fanfiction

"boya"

SECRET!

.

.

.

.

Cr : Monsta

...

"Selamat pagi anak-anak!"

Semua yang berada di kelas tersebut refleks menjawab sapaan guru itu. Guru biologi yang sedikit nyentrik dengan pakaian serba hijau. Dia bilang karena dia suka dengan warna hijau seperti daun. Entah apa yang menarik dari daun.

Boboiboy baru saja berpikir seperti itu. Tetapi dia ingat, salah satu dari kembar tujuhnya adalah daun. Bagaimana bisa dia mengatakan bahwa daun tidak menarik. Jika daun serius, daun bisa mengalahkan ke enam kembarannya yang lain.

Tapi, jangan memberi tahu yang lain, bahwa kenyataan Boboiboy adalah superhero bumi. Di akademi pulau rintis, tidak ada yang tahu bahwa dia adalah seorang pahlawan. Tidak ada yang tahu bahwa dia memiliki kekuatan.

Walau begitu, Boboiboy tetaplah Boboiboy. Anak setampan itu jelas akan menjadi incaran mata satu sekolah. Di Akademi Pulau Rintis, siapa yang tidak tahu Boboiboy. Tapi bukan dalam nama Boboiboy.

Tapi, Rizal.

"Rizal, ibu mau bertanya, sekalian pemanasan! Sebutkan 4 kelas dari jamur!"

Bobo— maksudnya Rizal segera berdiri dan menjawab dengan mantap, "basidiomycotina, zygomicotina, ascomycotina, dan deuteromycotina, bu."

Bu Rini selaku guru biologi kelas Boboiboy hanya tersenyum mendengar penuturan Boboiboy, "benar. 100 untuk Boboiboy." Bukan hanya Bu Rini yang tersenyum, tapi hampir semua gadis-gadis di kelas Boboiboy .

Akademi sekolah menengah atas Pulau Rintis, setelah menunggu 2 bulan, akhirnya Boboiboy sekolah. Sebenarnya bukan benar-benar sekolah. Sebenarnya dia punya misi di bumi. Misi penangkapan metalbot.

Tentu saja Boboiboy tidak sendiri. Boboiboy ditemani oleh salah seorang temannya. Dia juga sesama anggota misi. Rambut dan gayanya sedikit nyentrik seperti namanya. Fang. Satu kelas dengannya.

Entah bagaimana cara TAPOPS mendaftarkan mereka. Yang jelas, karena pencuri metalbot adalah salah satu buronan kelas atas, pasti misi ini akan berjalan lama, makanya mereka disekolahkan dahulu. Atau jangan-jangan, di akademi ini ada orang dalam? Atau ada anggota TAPOPS lain?

Ia tidak perduli, sekarang ia harus fokus belajar. Hitung-hitung untuk menambah wawasan, walau ia memiliki intelektual di atas rata-rata. Boboiboy segera mempersiapkan dirinya untuk mengikuti pelajaran Biologi tersebut. Menurutnya, akhir-akhir ini, dia cukup banyak ketinggalan pelajaran. Padahal, mau ketinggalan sebanyak apapun, otaknya tetap encer entah bagaimana caranya. Mungkin bawaan lahir?

Dilain sisi, sama saja dengan Fang. Tapi tetap saja kepopuleran Fang masih kalah dari Boboiboy. Salah satu penunjang kepopuleran Boboiboy adalah topinya yang sangat menyita perhatian mata. Tetapi jika kita membahas kemampuan mereka, jelas tidak perlu diragukan lagi. Mereka salah satu barisan pangkat tinggi di TAPOPS.

TAPOPS? Ya, pasti kalian sudah tahu.

Hanya saja, dengan kesempurnaan mereka, masih saja ada 2 orang yang tidak menyukai Boboiboy dan Fang. Mereka berdua adalah mantan juara kelas. Yaya, dan Ying. Entah mereka selalu menatap tajam duo TAPOPS tersebut, bahkan sekarang. Terutama Boboiboy.

"A-aku merasa seperti sedang diperhatikan." Boboiboy menelan ludahnya sendiri. Boboiboy duduk di depan dan Yaya persis dibelakangnya. Jadi punggungnya yang kokoh itu serasa seperti ditusuk ribuan jarum. Dulu Yaya dan Ying adalah master ranking 1. Mereka selalu berkedudukan sama, di nomor 1 entah bagaimana caranya. Terapi semenjak Boboiboy pindah ke akademi ini saat kelas 11, posisi mereka digusur. Yah, kalau Boboiboy dan Fang tidak terlalu perduli pada ranking. Sayangnya kedua gadis terutama gadis yang dibelakang Boboiboy ini terlalu maniak.

"Lihat saja kau Rizal."

"Ah.. terserahmu lah."

...

"Boboi-ups maksudku Rizal."

"Ucap itu sekali lagi dan kau akan habis di tanganku Fang." Sontak Fang terkekeh.

Fang memang suka sekali menggoda Boboiboy. Boboiboy terkadang suka geli dengan panggilannya yaitu Rizal. Ia tahu nama samarannya itu sedikit lucu, tetapi mau tidak mau harus digunakannya. Kalian juga pasti menyadarinya, nama Boboiboy sedikit jarang dan terdengar aneh bagi khalayak umum. Sedangkan Fang, nama itu dirasa familiar.

"Lebih baik kau fokus terhadap pengintaian ini."

Yaps, Boboiboy dan Fang sekarang sedang bersembunyi di gedung tua. Mencari sasaran mereka, yaitu metalbot. Dari radar, metalbot berada di dekat sini, disekap oleh seorang alien yang cukup berat. Buronan atas. Makanya dua orang dengan pangkat tinggi diturunkan langsung ke misi ini.

Dihadapan mereka sekarang terhampar sebuah ruangan besar dan tinggi. Gedung ini semua kerangkanya terbuat dari metal dan baja. Jelas metalbot yang membuat gedung ini. Walu tampak tua, itu pasti salah satu dari tujuan alien yang menangkap metalbot agar tidak ada yang curiga dengan bangunan tua dipinggir lapangan bola.

Lokasi bangunan tua itu sangat strategis. Lapangan bola ini sangat sepi dan sudah tertinggal. Bangunan ini bahkan berada di sudut-sudut sehingga sedikkt tertutup oleh tribun. Walau sebenarnya gedung ini tetap besar.

"Kau sudah siap, kan?" Tanya Fang.

Boboiboy menepuk dahinya, "aku belum berubah."

Tak sampai lima detik, Boboiboy berubah menjadi solar. Night vision solar sangat membantu dalam keadaan gelap dan remang di gedung seperti ini. Dan bila mereka tertangkap, solar dapat berlari dnegan cepat untuk kabur. Pilihan mereka sekarang adalah tidak bertarung. Jika mereka bertarung, satu lapangan bisa hancur, apalagi melawah alen buronan besar.

"Baik, ayo masuk."

Bunyi derit pintu menguak. Mereka tahu, setelah pintu ini dibuka, jelas mereka akan ketahuan karena suara yang besar. Justru mereka mengincar itu.

"Apa, kan kataku!" Ujar Boboiboy.

Seorang alien dengan kepala kotak keluar. Dia menggenggan metalbot di tangan kiri dan sebuah pedang besi di tangan kanan.

"Menjauhlah dariku!"

Terjadi aksi kejar-kejaran oleh mereka berdua. Walau nampak kecil dan menyebalkan, ternyata alien tersebut sangat lincah dan pintar menyelinap di dalam gedung ini. Tetapi, jangan remehkan solar. Kecepatan alien itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kecepatan cahaya solar.

"Sialan kau anak cahaya!"

Duo TAPOPS itu berlari beriringan. Solar sedikit mengurangi kecepatannya, "kenapa dia kabur? Kenapa dia tidak melawan kita?"

Fang menggelengkan kepala, "entahlah, sekarang kita ikuti dia dulu. Dapatkan informasi sebanyak-banyaknya."

Alien itu tiba-tiba mengelak tangan solar yang hendak meraih metalbot, hingga solar sedikit terkejut. Kesempatan itu digunakan sang alien yang segera beranjak keluar dari gedung.

Solar jelas tidak terima. Ia tak mau kalah dari alien yang tamak seperti dia. Metalbot terlihat ketakutan, pasti alien itu sudah melakukan hal yang tidak benar pada metalbot. Ia segera bangkit dan keluar dari gedung.

Begitu keluar gedung, alien itu menghilang, yang ada malah digantikan oleh orang lain. Seharusnya, di lapangan ini tidak ada orang lain.

"YAYA!"

...

Wah... aku gak nyangka ternyata fandom boya cukup besar di sini wkwkwk. So ini ff boya aku. Hope you like it. Next chap bakal ak upload. Stay tune