AuthorMagang

Naruto dan Boku No Hero punya pemilik mereka masing-masing.

Warning! Gaje, Typo, Masih perlu belajar, dan segala keburukan lainnya.

Gagak

Chapter 1

Pahlawan?. Definisi pahlawan yang aku tahu bukanlah seperti pahlawan yang ada saat ini. Bayaran? Popularitas? Gelar?, seorang pahlawan sejati tidak peduli tentang itu semua. Mereka yang saat ini menyandang gelar 'pahlawan' sebenarnya apa? Benar-benar seorang pahlawan atau hanya seorang penegak hukum yang sedikit lebih bebas daripada aparat kepolisian?.

Semenjak All Might pensiun persantase tindak kejahatan sedikit namun pasti mulai naik, para penjahat yang dulu nya bersembunyi mulai menunjukkan dirinya. Pilar kedamaian yang dibangun All Might mulai runtuh.

Kejadian ini memang sudah diprediksikan, seiring berjalan waktu hal ini pasti terjadi. Hanya dalam seminggu setelah All Might pensiun, tingkat kejahatan naik 3%. Hal itu tentu membuat masyarakat yang selama ini bergantung kepada All Might mulai panik dan para penjahat yang selama ini di bungkam oleh keberadaan All Might mulai menunjukkan dirinya.

Seorang pahlawan sejati seperti All Might lah yang dibutuhkan oleh masyarakat sekarang.

Tap, tap,tap…

Disebuah lorong yang minim akan cahaya, terdapat sebuah siluet orang sedang berjalan menjauhi sekelompok orang yang terbaring di tanah.

"A-aku tidak mengetahui kalau ada pahlawan seperti mu disini, siapa kau sebenarnya?", tanya salah satu dari sekelompok orang itu yang masih sadar.

Sosok siluet itu berhenti, melirik kearah orang itu tanpa membalikan badannya.

Deg,

"Mata merah dengan tiga titik hitam, tidak salah lagi kau adalah si ….Gagak itu", ucap pria itu yang langsung pingsan.

"Aku bukanlah seorang 'pahlawan'",

Kwak kwak kwak kwak kwak kwak

Disebuah toko manisan.

"Dua porsi dango untuk meja nomor 4 paman",ucap seorang remaja yang memiliki pupil mata hitam dan rambut model belah tengah. Remaja ini bekerja sebagai seorang pelayan. Nama remaja ini adalah Itachi.

"Segera siap…", balas seorang pria paruh baya yang berada di bagian dapur. Tak lama kemudian pria paruh baya ini muncul dengan dua piring berisi dango,"….Ini dia, ini yang terakhir", ucap paman itu sambil menyerahkan kedua piring itu ke Itachi.

Itachi mengangguk, lalu berjalan kearah meja nomor 4, dimana ada dua remaja putri duduk di meja tersebut. "ini pesanan anda, dua porsi dango", ucap Itachi ramah.

"Terimakasih", ucap kedua remaja putri itu dengan muka memerah.

Itachi tersenyum lalu kembali berjalan kearah paman tadi.

"Kerja bagus seperti biasanya Itachi, lagi-lagi kita harus tutup lebih awal karena kehabisan stok dango hahaha", ucap Paman itu tertawa.

"kenapa tidak menambah stoknya paman?", tanya Itachi.

Paman itu menggeleng,"tidak-tidak, kita tidak boleh serakah Itachi. Hasil keuntungan jualan kita selama ini sudah lebih cukup untuk kita. Tidak perlu lagi menambahkan porsinya",

Itachi mengangguk paham.

"Sekali lagi, si Gagak telah berhasil mengalahkan sekelompok penjahat yang sudah banyak melakukan kejahatan yang bahkan pihak kepolisian kesusahan untuk menangkap mereka",

Itachi dan paman seketika langsung mengarahkan pandangan mereka ke TV,

"siapa sebenarnya si gagak ini? buat penasaran saja. Kenapa dia tidak mau dikenal orang dan menjadi pahlawan resmi. Dengan begitu dia kan bisa membantu lebih banyak orang lagi", komentar paman.

"Mungkin dia punya alasan sendiri paman", kata Itachi.

"Pekerjaan apalagi yang lebih terhormat selain menjadi seorang pahlawan, tindakan si gagak ini sudah mencerminkan seorang pahlawan. Dia layak menjadi seorang pahlawan, di akui dan dihormati",

"Pahlawan sejati tidak membutuhkan semua itu paman, seorang pahlawan sejati hanya membutuhkan dirinya berguna untuk masyarakat dengan tujuan ingin menolong tanpa mengharapkan balasan",

Paman itu terdiam sesaat mendengar perkataan Itachi,"kau memiliki pandangan tentang pahlawan yang menarik Itachi…", pujinya,"…tapi bukankah itu mirip seperti pandangan Stain si pembunuh pahlawan itu?", tanya nya.

Itachi mengangguk, "Sebenarnya saya setuju dengan pandangan Stain si pembunuh pahlawan itu, tapi saya tidak setuju dengan caranya dia merealisasikan pandangannya. Menurut saya masih banyak cara lain yang bisa di lakukan untuk mengembalikan definisi seorang pahlawan yang sebenarnya"

"Wah wah wah, apa kau tertarik menjadi seorang pahlawan Itachi?",

Itachi tersenyum sambil menggeleng, "saya tidak memiliki kemampuan untuk itu paman",

"Sangat disayangkan, andai saja kau mempunyai bakat bahkan tanpa yang hebat sekalipun, aku yakin kau akan menjadi pahlawan yang luar biasa Itachi. Baiklah, mari kita beres-beres sekarang",

.

Beberapa saat kemudian, di sebuah ruangan terlihat seorang pahlawan yang memiliki peringkat cukup tinggi duduk disalah satu dari dua kursi disana. Pahlawan tersebut bernama Hawks, dia sedang membaca sebuah buku dan sendirian disana.

"Seharusnya aku tidak terlalu cepat datang kesini", ucap Hawks sambil membaca bukunya.

"Sudah berapa lama kau disini?",

Deg,

Hawks mengarahkan pandangannya keasal suara, dapat dia lihat ada orang yang berpakaian serba hitam dan menggunakan topeng gagak duduk di kursi yang berada didepannya, padahal sedetik yang lalu kursi tersebut kosong.

"Haaa bagaimana bisa kau tiba-tiba ada disini tanpa aku ketahui", kata Hawks malas.

"aku punya cara ku sendiri", jawab gagak itu.

"Mata merah mu itu selalu membuat ku merinding kau tahu",

"ada urusan apa kali ini?",

"Selalu to the point seperti biasanya, oke Kepolisian ingin kau menunjukkan diri mu ke dunia luar",

"Kenapa?",

"Kau pasti menyadarinya, semenjak All Might pensiun, tingkat kejahatan perlahan mulai naik. Kepolisian ingin meminta bantuan mu mengatasi itu",

"Itulah yang selama ini aku lakukan",

"tidak, bukan itu maksudnya. Memang selama ini kau sudah banyak membantu masyarakat dengan segala tindakan mu dari belakang layar. Namun yang membedakan mu dengan yang lainnya adalah kau tertutup dan kami terbuka, dan masyarakat perlu mengetahui siapa pilar kedamaian yang bisa membuat mereka yakin bahwa kedamaian itu masih ada",

"Endeavor?",

"Iya itu juga yang aku bilang ke mereka, tapi kita tetap membutuhkan si gagak untuk menakuti para penjahat agar tidak membuat keributan, bagaimana pun di dunia bawah nama gagak sudah sangat terkenal, dengan pensiunnya All Might kita harus mengeluarkan semua yang kita punya. Itu kata mereka",

"Aku menolak",

Hawks menghela nafas, " sudah ku duga kau akan menolaknya, akan kusampaikan kepada mereka walaupun dengan terpaksa aku harus mendengar keluhan mereka",

"maafkan aku",

"Nah nah santai saja, oh iya apakah kau tahu tentang sekelompok yakuza bernama Delapan Perintah Kematian",

Gagak mengangguk

Hawks melanjutkan, "Saat ini pihak kepolisian bersama sekelompok pahlawan sedang menyelidiki mereka yang di duga terlibat perdagangan obat-obat terlarang. Apa kau memiliki informasi yang berguna tentang para yakuza ini?",

Gagak mengambil sesuatu dari saku bajunya dan memberikannnya ke Hawks, "Itu informasi lengkap tentang mereka",

Hawks melihat kearah memory card yang diberikan gagak, "Seberapa lengkap informasinya?",

"Cukup lengkap untuk membuat penyergapan lebih mudah. Tapi aku minta sesuatu untuk balasannya",

"Apa itu?",

"Aku ingin kau memberikan informasi tentang kapan penyergapan itu akan dilakukan",

"Untuk apa?",

"Mengawasi semuanya berjalan lancar",

"hmmm", Hawks melirik serius ke Gagak.

"Tujuan dari Delapan Perintah Kematian itu sangat berbahaya, untuk jelas nya ada di memory card itu. aku hanya ingin memastikan bahwa kelompok itu akan berakhir di situ. Itu saja", jelas Gagak.

"Aku mengerti", kata Hawks sambil mengangguk, lalu berdiri, "…terimakasih untuk informasinya, oh iya kalau kau berubah pikiran dan ingin menjadi pahlawan, agensi ku siap menerima, dengan adanya dirimu pekerjaan ku akan lebih mudah hahaha", lanjut Hawks lalu berjalan pergi.

"Aku bukan 'pahlawan' dan tidak ingin menjadi 'pahlawan'",

.

Ke esokkan harinya, Di depan Toko Manisan.

Terlihat paman pemilik toko sedang berbicara dengan Itachi.

"Maaf Itachi,barusan paman dapat kabar bahwa saudara paman yang di desa kecelakaan. Jadi paman harus kesana sekarang. Toko akan di tutup beberapa hari kedepan, tapi jangan khawatir kamu akan tetap menerima gaji penuh", jelas Paman.

Itachi mengangguk mengerti, karena itulah kenapa toko manisan itu tutup,."Jangan khawatir tentang gaji saya paman, mari saya bantu", balas Itachi sambil menawarkan diri untuk membawa koper paman ke mobil yang sudah menunggu di depan toko manisan itu.

"Terimakasih, Kau memang anak yang baik Itachi", balas paman, dan mereka berdua berjalan kearah mobil.

Sesampainya didekat mobil, Itachi langsung meletakkan koper itu ke bagasi mobil.

"Terimakasih atas bantuannya Itachi, paman berangkat dulu", kata Paman lalu masuk ke dalam mobil.

"Hati-hati dijalan paman", balas Itachi,

Lalu mobil itu berjalan pergi.

Disaat yang bersamaan, Itachi merasakan hpnya bergetar. Mengambil hp tersebut, ada sebuah pesan masuk. Membuka isi pesan tersebut, seketika pandangan Itachi menajam.

Di suatu tempat dekat markas utama Delapan Perintah Kematian.

" Tempat yang paling tinggi memang pilihan terbaik untuk memantau", ucap Hawks yang saat ini sedang berdiri diatap gedung yang paling tinggi disana sendirian. dia sedang melihat kearah markas utama Delapan Perintah kematian dengan teropong khusus yang bisa melihat kedalam bangunan,"…waaah menarik", lanjutnya.

"Cepat juga mereka bergerak",

"Iya, mereka memang cepat", balas Hawks cepat,namun seketika dia terdiam, lalu melihat keasal suara, dan seketika Hawks memasang ekspresi jengkel, "…jangan muncul tiba-tiba kayak gitu terus", kata Hawks kesal.

Gagak yang berdiri di samping Hawks mengabaikan protes Hawks, saat ini dia sedang melihat kearah markas utama Delapan Perintah Kematian.

Hawks menghela nafas lalu memberikan teropongnya ke Gagak, "ini semua berkat informasi mu yang sangat lengkap itu, bagaimana cara kau mendapatkan informasi yang sedetail itu? Informasi seperti itu mungkin hanya bisa diketahui oleh anggota penting dari Delapan Perintah Kematian", tanya Hawks.

"Aku-,"

"Aku punya cara ku sendiri, yah aku tahu", potong Hawks yang tahu kalau Gagak akan menjawab seperti itu.

"Sudah berapa lama mereka masuk?", tanya Gagak sambil melihat kearah markas utama Delapan Perintah Kematian dengan teropong.

"Sekitar 10 menit yang lalu",

"kau tidak membantu mereka?",

Hawks menggeleng, "tidak-tidak, dari awal aku tidak terlibat dengan ini",jawabnya.

Gagak mengangguk mengerti.

"Lalu bagaimana dengan mu? Kata mu mau mengawasi mereka supaya semua berjalan dengan lancar", tanya Hawks.

"Aku sudah ada disana", jawabnya dan seketika dia menghilang bagaikan tidak pernah ada disana.

Deg!

Kedua pupil Hawks membulat terkejut namun tidak berlangsung lama, dia menghela nafas pelan sambil melihat ke teropong yang ada ditangan kanannya.

"Gagak sialan", gumamnya kesal, karena untuk kesekian kali dia terkena teknik halusinasi si Gagak.

.

Disebuah ruangan didalam markas utama Delapan Perintah Kematian.

Lemillion, walaupun dia sendirian, dia bisa menghadapi beberapa anggota utama dari Delapan Perintah Kematian, termasuk sang ketua Overhaul. Walaupun pertarungan 1 lawan 4, Lemillion berhasil unggul. Namun sepertinya keadaan akan berubah.

Nemoto salah satu anak buah Overhaul yang sedang terbaring mengarahkan pistolnya yang berisi peluru penghancur bakat ke Eri. Walaupun dia mengarahkan pistolnya ke Eri namun yang dia incar sebenarnya adalah Lemillion. Dengan mengarahkannya ke Eri maka satu-satunya cara dalam waktu sangat singkat adalah menjadi pelindung Eri, dan itulah yang akan dilakukan Lemillion.

Lemillion sudah dalam posisi melindungi Eri dengan tubuhnya dan jari Nemoto sudah bersiap menekan pelatuk pistolnya.

Waktu seolah-olah berjalan lambat.

Dalam waktu sesingkat itu, seseorang muncul di samping Nemoto dan menahan pergerakannya.

Deg!

Nemoto, Overhaul dan bahkan Lemillion terkejut melihat kedatangan sosok yang tak terduga tersebut.

"Senjata ini sangat berbahaya", ucap sosok yang baru datang tersebut sambil mengambil pistol ditangan Nemoto dengan mudahnya.

"K-kau….Gagak", kata Overhaul terkejut mengetahui siapa sosok yang datang itu.

"Silahkan lanjutkan, aku tidak akan terlibat lebih jauh dari ini", ucap Gagak sambil memukul tengkuk Nemoto yang membuatnya pingsan.

"Siapa kau?", tanya Lemillion serius, berdasarkan informasi yang dia dapat, tidak ada informasi apapun tentang sesosok yang Overhaul panggil Gagak ini.

"Jangan khawatir, aku berada dipihak mu", kata Gagak sambil berjalan kearah kotak merah yang berisi peluru penghancur bakat itu dan mengambillnya,

"Kau jangan mengganggu Gagak!", teriak Overhaul sambil mengaktifkan bakatnya.

Dari dalam tanah muncul duri-duri tanah yang merambat cepat menuju Gagak.

"Sekali lagi aku bilang, aku tidak akan menganggu lebih dari ini", ucap Gagak lalu tubuhnya berbubah menjadi belasan gagak dan terbang menghilang didalam kegelapan.

Kembali ke tempat Hawks.

Hawks melihat sekerumunan burung gagak terbang kearahnya, satu persatu burung gagak itu bergabung menjadi satu dan munculah Gagak disana.

"Bagaimana?", tanya Hawks.

"Semuanya baik-baik saja, sebentar lagi juga selesai", jelas Gagak.

"Baguslah kalau begitu…", balas Hawks,

Gagak mengangguk,

"Oh iya ada yang ingin aku bicarakan pada mu, aku sudah membuat kontak dengan aliansi liga penjahat", lanjut Hawks serius.

"Apa maksud mu?", tanya Gagak cepat.

"sebaiknya kita pindah lokasi", balas Hawks.

Dan disini lah mereka sekarang, dikantor agensi milik Hawks. Namun mereka tidak hanya berdua, ternyata ada dua orang yang sudah berada disitu sebelum mereka. Seorang pria tua bertubuh kecil dan seorang pria dewasa berpakaian ala detektif.

"Aku yakin kau mengenal mereka berdua Gagak", ucap Hawks.

Gagak mengangguk, "Gran Torino dan Naomasa Tsukauchi…",katanya lalu mengarahkan pandangannya ke Hawks, meminta penjelasan.

"Biar aku yang menjelaskan Gagak-san atau bisa aku panggil Itachi-san ", ucap Tsukauchi sopan tersenyum ramah.

Gagak terdiam, namun perlahan dia membuka topengnya, "Aku cukup terkejut", ucap Itachi yang merasa dia tidak perlu menutupi identitasnya lagi.

"Kau memiliki pengendalian emosi yang bagus Nak", puji Gran Torino melihat bagaimana reaksi dari Itachi ketika informasinya tentang siapa sebenarnya dia diketahui oleh mereka.

"Kau tahu Itachi, aku awalnya tidak percaya jikalau Gagak yang selama ini aku kenal adalah seorang remaja yang lebih mudah 4 tahun dari ku, hal itu membuat ku frustasi kau tahu, tentang bagaimana mudahnya kau sering mempermainkan aku dengan fakta kau lebih muda dari ku", ucap Hawks sedikit kesal.

"Jujur saja, mencari informasi tentang mu sangat sulit Itachi-san, butuh waktu lebih dari dua bulan untuk itu…yah tapi itu bisa kita simpan nanti, seperti yang aku bilang akan aku jelaskan semuanya. Pertama kita mulai dari pensiunnya All Might…", lanjut Tsukauchi yang menjelaskan dampak dari pensiunnya All Might, belum diterima Endevour sebagai pahlawan nomor 1 di Jepang, lalu tentang murid All for One Shigaraki Tomura, lalu tentang bagaimana pemerintah mengambil sikap untuk mengatasi semua ancaman di masa depan, salah satunya adalah dengan menjadikan Hawks sebagai mata-mata yang akan menyusup ke Liga Para Penjahat dan pembentukkan tim khusus yang akan berfokus ke Liga Para Penjahat yang diketuai oleh Tsukauchi dan Gran Torino.

"Lalu hubungannya dengan ku?", tanya Itachi.

"Aku merekomendasikan mu untuk bergabung bersama Tsukauchi dan Gran Torino", jawab Hawks cepat.

Tsukauchi mengangguk, "Dengan adanya dirimu Itachi-san, kita akan lebih mudah menangkap semua penjahat yang berada di Liga Para Penjahat",

"Aku mendengar dari Hawks, kalau kau sangat ahli dalam mengumpulkan informasi Nak. Kau tahu Informasi merupakan faktor penting dalam meraih kemenangan Nak", sambung Gran Torino.

"Aku mengerti, aku akan bergabung", ucap Itachi.

Hawks tersenyum senang, "Aku tahu kau akan setuju Itachi", ucapnya sambil menepuk-nepuk pundak Itachi.

"Terimakasih, dengan bantuan mu kita akan lebih mudah untuk menangkap mereka", balas Tsukauchi didukung anggukan Gran Torino.

"Tapi aku minta supaya identitas ku tetap dirahasiakan", kata Itachi memberi syarat.

"itu tidak masalah bukan begitu Tsukauchi?", tanya Hawks.

Tsukauchi menangguk, "hanya kami bertiga yang mengetahui identitas mu sebenarnya",

"Baguslah jikalau seperti itu", balas Itachi.

"Baiklah kita bisa bergerak sekarang, tujuan pertama kita adalah orang ini", ucap Gran Torino sambil menunjukkan sebuah foto.

"Akhir-akhir ini dia sudah menunjukkan keberadaannya sebanyak tiga kali, dia sepertinya sedang mencari seseorang…", ucap Tsukauchi serius.

Itachi mengenal siapa orang yang ada didala foto tersebut,

"Pengguna Gate Warp, Kurogiri",

...

..

.

Bersambung