Naruto belong to MasKish
.
.
SasuSaku
.
.
.
NaruDobe: Sas, mabar di game center yuk?
Ponsel Sasuke bergetar dalam saku celananya. Membuat si empunya ponsel terusik. Sasuke segera menarik ponselnya, barangkali ada notifikasi penting.
"Cee, ternyata dari si dobe. Tapi keknya seru, nih. Aku juga pengin maen game," gumam Sasuke lirih.
"Sayang, kamu kok sibuk sama hape kamu terus, sih. Kalo lagi kencan jangan sibuk sendiri dong," sahut Sakura agak risi melihat sang kekasih malah mengotak-atik ponselnya.
"Eh iya. Maaf. Nih, aku masukin lagi hapenya." Sasuke buru-buru memasukan ponselnya kembali. Membuat Sakura tersenyum senang.
Kini mereka sedang berjalan di pinggir jalan raya hendak menuju ke pusat perbelanjaan. Mencari toko pakaian ternama. Pasangan sejoli itu berniat membeli baju couple untuk merayakan anniversary mereka yang ke tiga tahun ini.
Namun, diam-diam Sasuke sibuk dengan ponselnya lagi ketika Sakura sedang tak melihatnya.
SaskeTeme: Sabenarnya aku pengin banget. Tapi, aku lagi jalan sama Sakura. Gimana nih?!
NaruDobe: Tenang bro. Aku ada cara.
SaskeTeme: cara apaan?
NaruDobe: Nanti aku pura-pura jadi copet. Trus aku copet dompet kau. Nah, saat itulah, kamu langsung kejar aku ya? Larinya yang cepet. Biar Sakura tak bisa mengejar kita. Nah, setelah jauh darinya, kita langsung ke game center dan main bareng. Gimana? Brilliant kan ide gue?!
Dahi Sasuke mengerut. Kalau dipikir-pikir, ide si pirang boleh juga.
SaskeTeme: Baiklah. Kalo gitu, lakukan!
NaruDobe: oke!
"Sayang, kok kamu pegang hape lagi?" Sakura memanyunkan bibirnya kesal.
"Ah, iya. Ini tadi ada pesan dari baka aniki. Katanya dia pengin dibeliin dango," dusta Sasuke sambil tersenyum ganteng.
"Oh gitu? Yaudah nanti habis ini kita beliin dia dango." Dengan polosnya, Sakura mempercayai begitu saja. Gadis pink itu mengamit tangan Sasuke biar kelihatan romantis.
Dari kejauhan, Sasuke dapat melihat gerak-gerik Naruto dibalik pohon nangka sambil celingukan. Kemudian, si pirang langsung menjalankan aksinya. Dia berlari cepat menuju ke arah Sasuke dan Sakura.
Sasuke yang melihat hal itu pun buru-buru mengambil dompetnya dengan tangan yang tidak diapit Sakura. Agar Naruto mudah mengambilnya.
Naruto pun langsung merampasnya. Sasuke berakting kaget.
"Eh, sialan. Ada maling!" seru Sasuke menghentikkan langkah kakinya. Ia menengok ke arah perginya si pirang.
Ketika ia berniat mengejar, hal tak terduga terjadi. Sakura tanpa di sangka langsung gerak cepat. Gadis itu mengejar Naruto sebelum Sasuke bereaksi.
Sasuke tentu saja terkejut. Tidak lama kemudian Sakura datang sambil tersenyum puas dengan membawa dompet Sasuke di tangannya. Sasuke melirik keadaan Naruto dari tempatnya berpijak.
Dilihatnya si pirang tengah tergeletak dengan benjolan besar di atas kepalanya. Sasuke melirik horror pada Sakura yang sekarang sedang nyengir lebar.
"Ini dompetnya. Abaikan saja si pencopet amatiran itu. Ayo kita jalan lagi, Sayang."
Dengan kaku, Sasuke mengangguk mengiyakan. Ia sempat melirik lagi keadaan si pirang.
Sambil cari-cari kesempatan, Sasuke kembali mengutak-atik ponselnya tanpa sepengetahuan Sakura.
SaskeTeme: Narto gblok!
NaruDobe: Aku gak nyangka pacar kamu larinya bakal cepet banget tadi itu. Aku akan mengulanginya lagi.
SaskeTeme: Terserah lo. Yang penting bsa cepet mabar.
NaruDobe: Ya
Kali ini Naruto berniat melakukan aksi copetnya lagi dari arah belakang. Dan ketika hal itu terjadi, Sasuke sengaja menunggu Naruto berlari agak jauh agar Sakura tak melihat perginya si pirang. Saat Naruto sudah lumayan jauh, barulah Sasuke pura-pura terkejut lagi.
"Eh, ada yang ngambil hape aku tadi. Sayang, aku kejar pencopetnya dulu ya," ijin Sasuke pada Sakura. Lalu Sasuke langsung mengejar Naruto tanpa menunggu jawaban dari Sakura.
"Apa? Dicopet lagi?! Sannaroo! Biar aku saja yang mengejarnya!"
Sakura dengan tenaga monsternya segera berlari melewati Sasuke yang melongo. Dan tanpa disangka lagi, tak lama kemudian Sakura dapat menyeret Naruto tepat di depannya.
"Sayang, ternyata pencopet ini lagi. Lebih baik kita lapor polisi saja."
Sasuke gelagapan. "Ti-tidak perlu, Sakura. Sudah biarkan saja dia. Nanti juga kapok sendiri. Lebih baik kita segera ke toko bajunya sekarang. Ayo!"
"Uh, baiklah." Mereka pun melanjutkan langkahnya kembali. Meninggalkan keadaan Naruto yang babak belur.
NaruDobe: Aku akan melakukannya lagi. Kali ini aku serius!
SaskeTeme: Gak perlu. Aku ada cara lain. Pokoknya kau tunggu saja di game center!
NaruDobe: Sip! Jangan lama-lama ya, Teme
SaskeTeme: Iya Dobe!
Sasuke melirik Sakura yang tengah memilih bajunya. Kini mereka sudah ada di salah satu toko baju.
"Sasuke, menurutmu yang ini bagus gak?" Sakura menunjukkan salah satu pakaian cewek tanpa lengan yang sedang ngetrend.
Sasuke hanya mengangguk. "Iya itu kayaknya bagus. Coba dulu aja," usulnya sambil menunjuk ruang ganti pakaian dengan dagunya.
"Iya. Tunggu sebentar ya, Sayang."
"Hn."
Tepat saat Sakura memasuki ruang ganti dan menutupnya, Sasuke buru-buru membereskan barang-barangnya. Ia segera meninggalkan tempat itu. Berlari sekuat tenaga menuju ke game center tempat Naruto sedang menunggunya.
Napas Sasuke terengah begitu sampai di game center. Dari salah satu bilik, Naruto melambai sambil nyengir lebar. Tapi kemudian si pirang meringis kesakitan ketika baru menyadari luka di sekitar bibirnya terasa berdenyut nyeri akibat tonjokkan Sakura.
"Mukamu jelek sekali, Dobe!" ejek Sasuke sambil menyeringai, ia begitu menikmati penderitaan Naruto.
"Iya. Ini semua gara-gara pacarmu nih, sialand!"
"Udahlah. Coz, kita langsung mabar aja."
"Oke!"
...
Sementara itu, Sakura baru saja keluar dari ruang ganti dengan senyuman manis di wajahnya yang cerah. "Sayang, ini aku sudah coba. Ternyata benar katamu, baju ini cocok sekali denganku. Sayang? ... loh, kok gak ada?"
Sakura celingukan. Kemana perginya Sasuke?
Sakura meremas-remas roknya dengan kesal. Ia menyambar ponselnya di dalam tak kecil. Lalu segera melacak keberadaan Sasuke dengan gprs. Begitu menemukan titik di mana Sasuke berada, Sakura tanpa pikir panjang langsung pergi menyusul sang kekasih.
Di tengah permainan, Sasuke memasang mimik serius. Naruto kalau main lumayan jago juga. Membuat karakter yang Sasuke mainkan hampir kalah. Sasuke melirik kesal pada Naruto.
Namun, saat itu juga, Sasuke tak sengaja melihat sosok Sakura dari luar pintu kaca.
Tentu saja Sasuke terkejut. Ia menghentikkan permainannya. Membuat Naruto yang sedang asik main jadi kebingungan saat melihat Sasuke tiba-tiba saja berdiri dengan panik.
"Loh, kenapa kau?"
"Naruto, aku harus pergi. Itu ada Sakura. Bisa gawat kalau dia tahu aku ada di sini."
Naruto pun langsung berpaling ke arah pandang Sasuke di luar kaca pintu. Netranya melebar melihat Sakura yang tampak murka berjalan menghentak-hentak ke arah tempat mereka berada.
"Sas, kamu cepetan pergi lewat pintu belakang. Kalo soal Sakura, biar aku yang ngadepin." Naruto mendorong Sasuke supaya cepat pergi.
"Oke. Makasih dobe. Nanti kita lanjut lagi."
"Iya, iya. Buruan pergi!"
Brak!
Sakura membuka pintu kaca dengan tenaga berlebihan. Membuat pintu kaca itu dihiasi retakan-retakan kecil. Semua pasang mata langsung tertuju padanya.
Tapi Sakura tidak peduli. Matanya mengedar mencari sosok Sasuke berada. Hanya saja, bukannya menemukan sang pacar, Sakura malah bertemu dengan si pencopet pirang yang pura-pura sibuk dengan komputer di depannya.
Sakura menghampiri Naruto. Dengan kasar, ditariknya kerah baju si pirang.
"Heh, kaupikir aku tidak tahu, hah! Kamu temennya pacarku, kan? Di mana dia sekarang?!" bentak Sakura sangar.
Rupanya sedari awal Sakura tahu kalau Naruto itu temennya Sasuke.
Naruto gelagapan.
"Hah? Siapa yang kaumaksud? Aku tidak kenal Sasuke?" jawab Naruto dengan bodohnya.
"Lah, itu kau tahu nama pacarku! Berarti kalian memang sejak awal sudah kenal. Sekarang, cepat jawab. Di mana dia, hah?!!"
"Apaan sih! Dasar cewek gila. Emangnya lo berani sama gue?!" Naruto sok menantang. Ia menepis tangan Sakura di kerah bajunya. Lalu memasang muka ala preman.
"Oh, nantingin rupanya. Kalo gitu, rasakan ini!!"
Duagh! Buaght!
..
.
Sasuke berlari menjauhi game center itu sekuat tenaga. Sesekali menengok ke arah belakang. Takut Sakura tahu kalau dia kabur. Sasuke jadi waswas.
Di tengah aksi kaburnya, ponselnya berdering. Sambil tetap berlari, Sasuke membaca notifikasi dari Naruto.
NaruDobe: Sas, cepet sembunyi. Sakura sekarang sedang mengejarmu
NaruDobe: Oya! Lebih baik jangan bawa ponselmu. Sakura ternyata dapat melacak keberadaanmu
Sasuke langsung panik. Ia berhenti sejenak. Sambil mengatur napasnya, Sasuke berpikir bagaimana caranya agar Sakura tak tahu mengenai keberadaannya. Sebuah ide tiba-tiba saja mampir ketika pandangan Sasuke jatuh pada sekumpulan tukang ojek online yang tengah berdiskusi entah apa tidak jauh darinya berada.
Sekumpulan tukang ojek online itu mengenakan seragam berupa jaket bertuliskan Akatsuki dengan lambang awan merah di belakang punggung mereka.
Sasuke kenal dengan salah satu dari mereka. Yang tidak lain adalah Uchiha Itachi selaku kakak kandungnya.
Sasuke pun menghampiri dengan langkah lebar.
"Aniki, ini aku titip hapeku sebentar. Kalo ada sakura datang dan mencariku, bilang saja kau tidak tahu!" Ponsel itu diserahkan dengan paksa oleh Sasuke dan tanpa menunggu jawaban dari Itachi, Sasuke langsung berlalu.
Itachi menatap heran pada adiknya.
Tak lama kemudian, sosok Sakura datang sambil berlari-lari. "Kakak ipar, lihat Sasuke gak?"
Itachi yang ingat dengan ucapan Sasuke pun hanya mengedikkan bahunya tidak peduli dan pura-pura tidak tahu.
"Tadi dia datang ke sini, trus ngasih hapenya ke Itachi sambil bilang jikalau kau datang, Itachi tidak boleh bilang kalo Dek Sasuke baru saja ke sini," kata salah satu dari mereka yang memakai helm aneh berbentuk lolipop orange. Kemudian orang itu langsung menutup mulutnya sambil berkata, "Aduh keceplosan."
Yang lainnya menatap bete pada orang itu, kecuali Sakura yang tersenyum senang. Cewek itu mengucapkan terima kasih sebelum berlalu mencari Sasuke kembali.
Sakura tahu kalau pacarnya itu maniac game. Setiap hari pasti main game mulu. Padahal Sakura sudah menyuruh Sasuke untuk puasa setidaknya satu hari tidak bermain. Sayangnya, pacarnya begitu bandel. Terkadang itu membuat Sakura kesal sendiri.
.
End!
:D
