Tangga nada cinta

Re : Resmilah kita

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Warning: Ooc, Miss Typo dan lainnya.

Dedicated for FLORE 2016

L for Luck

Hari Minggu yang tidak seperti biasanya di kediaman Yamanaka. Suasana terlihat ramai dengan tatanan dekorasi yang sangat 'wah', dimana semua berwarna putih dengan rangkaian bunga-bunga indah yang menghiasa setiap sudut ruangan. Jamuan-jamuan telah tersaji lengkap di atas beberapa meja besar. Dan tak lupa beberapa tamu undangan mulai berdatangan.

Yap, hari ini memanglah hari bersejarah bagi pasangan SaiIno. Dimana hari ini mereka akan mengucapkan sumpah janji pernikahan mereka. Tapi, tunggu dulu! Dimana calon pengantin prianya?

Terlihat sebuah pintu dengan celah kecil menampilkan onix yang mengintip. Melirik ke sana-sini. Wait!! Onix, bukankah itu manik milik Sai!! Apa yang tengah dilakukan si narsis itu?

Sai di balik kamarnya tengah gundah gulana. Ia nampak begitu gugup. Hingga ia tidak bisa diam walau hanya sebentar. Bagaimana ia bisa tenang, sedangkan beberapa menit lagi ia akan melakukan ritual sumpah janji pernikahan. Ia khawatir nanti saat pengucapan sumpahnya, ia akan keceplosan berkata 'bayar dulu, baru lewat', secara gitu loh dia seorang berandal Konoha. Kan ga elit banget kalau itu sampai terjadi. Mau ditaruh mana mukanya yang tampan ini. Dikantungin reader?

Sumpah demi apa, ia lebih baik dikeroyok satu desa atau ditinju ayahanda Inoichi, daripada ia harus dag dig dug menghadapi pra nikah. Greget banget.

Bayangannya melanglang buana kemana-mana. Bagaimana kalau saat ia berjalan lalu ia tersandung dan diketawain? Bagaimana kalau ia menjadi gagap dan justru malah ngajak adu tinju? Dan bagaimana kalau pas adegan ciuman, ia tidak bisa mengendalikan dirinya dan melakukan yang iya-iya di hadapan publik lalu Inoichi mengambil gergaji dan menggoroknya kepalanya lalu- plak. Sai menampar wajahnya sendiri dengan keras, menghentikan pikiran absurdnya.

Sai, you are asshole

You are crazy

You are stupid

Damn it!!!

Tenang Sai, kau itu tampan, keren, gagah, perfect dan perkasa. Ugh, semua pasti akan baik-baik saja. Sekalipun kau melakukan kesalahan, itu akan tetap terlihat keren. Orang tampan mah bebas. Batin Sai terus menyemangati dirinya sendiri. Sai menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.

1 2 3

Dalam hitungan ketiga, dia membuka pintu dan mulai berjalan menuju ballroom. Dari luar memang terlihat kalem, dan so cool. Padahal di dalam hatinya dia terus gemetar dan terus merapalkan 'kau tampan kau tampan kau tampan'. Apa boleh buat, dia kan harus percaya diri.

Sampai di ballrom, ternyata sudah banyak tamu yang berdatang. OMG, bagaimana ini? Mereka memandang Sai dengan tatapan intens. Ada apa? Bedaknya luntur kah? Bulu matanya copot kah? Hei, tunggu. Dia kan bukan pengantin perempuan. Jadi apa sebenarnya arti tatapan mereka? Menanyakan 'Yakin kau perkasa?'. Pasti itu artinya. Hmm, yah yah.

Untuk itu Sai berjalan degan membusungkan dadanya dengan gagah. Memberitahu pada seluruh dunia dengan bahasa tubuhnya. Bahwa ia perkasa dan punya anu. Hell yeah.

Acara akan segera dimulai, Sai sudah harap-harap cemas. Semoga ia tidak melakukan kesalahan. Ia sudah berlatih tadi, semoga tidak buyar. Dan sebelum acara hari ini, ia sudah berkonsultasi pada Chouji. Ah, ingatkan ia kalau acara ini lancar, ia akan mentraktir Chouji Sekantung bakso.

Tap tap tap

Pandangan semua tamu teralih begitu juga dengan Sai, memandang satu direksi yaitu mempelai wanita.

Ough, ya ampun. Sai harus menahan dirinya untuk tidak berteriak kegirangan. Bagaimana tidak, calon istrinya benar-benar cantik dengan gaun pengantin warna putih pendek selutut, hingga memperlihatkan kaki jenjangnya yang mulus. Ada kain tipis panjang yang merumbai di belakangnya. Kerahnya model sabrina, sehingga memperlihatkan leher jenjang dan bahu mulusnya. Ugh, melihatnya saja ingin sekali cepat-cepat menggendong Ino ke kamar dan memakanya sekarang juga, dan tidak akan ia lepaskan.

Rambutnya di sanggul satu dengan membiarkan beberapa anak rambut menggantung membingkai wajah cantiknya. Ah, betapa beruntungnya ia bisa menikah dengan Ino. Pria tampan memang cocok dengan perempuan cantik. Yeah.

Ino dan ayahnya telah sampai di samping Sai. Raut wajah Inoichi masih terlihat sangar seperti terakhir kali bertemu. Padahal sebentar lagi Sai akan menjadi menantunya tapi ia masih sangat dongkol dengan si tengil narsis menyebalkan ini.

Apalagi melihatnya sekarang yang nampak memandang putrinya dengan melotot. Ia tahu pandangan apa yang tersirat. Apalagi selain tatapan mesum? Belum nikah aja, sudah berani pegang-pegang tangan putrinya yang polos ini. Apalagi sudah menikah? Pasti putrinya tidak akan dibiarkan bisa berjalan besok pagi. Sial, dia kalah telak.

Dengan tidak rela ia memberikan Ino pada Sai untuk digandeng. Sebelum itu, ia tadi sempat adu pelototan dengan bakal mantunya ini. Yang tentunya saja dia yang kalah karena putrinya menyenggol perutnya agar menyudahi aksi pelototannya itu. Dobel sial, dua lawan satu, ia kalah jumlah.

"Saudara Sai, maukah kau mencintai Yamanaka Ino baik suka dan duka sampai akhir hidupmu"

"Hn, bersedia" ah, leganya. Untung kau tidak membuat kesalahan, Sai. Kau memang tampan. Kau memang gentle.

"Saudari Ino, maukah kau menemani Sai, dan menerimanya sebagi suamimu, baik suka dan duka"

"Ya" jawab Ino malu-malu, wajahnya sudah semerah tomat.

Dengan demikian, ritual pernikahan sudah selesai. Mereka resmi menjadi suami istri dan sekaranglah acara puncaknya yaitu berciuman.

Sai sudah menyerigai senang

Ino makin nenunduk malu

Dan Inoichi makin tak terkendali.

Jadi, saat Sai dan Ino berciuman, Shikamaru dan ayahnya harus ekstra menahan Inoichi agar tidak lepas kendali dan tidak terjadi perang dunia. Hei, ini acara pernikahan, bukan acara adu tinju. Akhirnya Inoichi hanya bisa mengumpat dan menyumpahi menantunya.

Well, mulai sekarang julukan Sai bukan lagi berandal Konoha tetapi suami Ino.

Eits...

Ada satu lagi,

yaitu...

Buronan Mertua.

Goodluck, Sai.

Finish

Ini adalah ffn lama banget, udah 4 tahunan yang lalu kayanya. sampe lupa punya ffn ini. ini lanjutan yang 'doa restu' yah.