Naruto milik Masashi Kisihmoto

Story by Himawaari Nara

Happy reading~

Sasuke hari itu sampai ke konoha, karena secara kebetulan ia sedang berada di dekat konoha, ia memutuskan kembali ke desa nya, sebelum kembali melakukan perjalanan.

Kini Konoha adalah tempat yang damai, tanpa ada luka atau perselihian. Dendam dan saling menyerang kini sirna, tetapi kondisi konoha juga baru pulih, karena adanya kejadian 6 bulan ya lalu, dimana Toneri ingin menghancurkan bumi dengan menabrakan bumi dengan bulan.

Hari itu Sasuke melewati desa yang selalu ramai. Tujuan awal sasuke adalah kantor Hokage, tentu saja. Tapi di tengah-tengah perjalanan ia melihat toko dango, Sasuke tanpa sadar teringat akan kakak kebangganya, Itachi, karena dango adalah makanan kesukaan nya, Sasuke pun memutuskan makan di sana sebelum ke kantor hokage.

Saat Sasuke memasuki toko Dango, matanya menemukan beberapa teman Geninnya dahulu. Ada InoShikaCho, Lee, Tenten, Sai, Kiba dan Shino, tanpaknya mereka juga baru memesan, di lihat tidak ada 1 pun makan di meja mereka.

" Ah, Sasuke? "

Tenten yang lebih dahulu menyadari keberadaan Sasuke, di ikuti teman-temannya yang melihat ke arah pintu masuk.

" Sasuke? Oy Sini "

Lee mengangkat tanggannya sambil menunjuk tempat kosong di dekat mereka. Sasuke berjalan menghampiri. Sebenarnya mereka sudah memaafkan Sasuke, mengingat akan jasa-jasa pemudah Uchiha itu, tetapi mereka tetap merasa ada 'jarak' yang membentang antara Sasuke dengan teman-temannya ( terkecuali Naruto dan Sakura tentunya )

" Kapan sampai Sasuke? "

Shikamaru mencoba memecah keheninggan di antara mereka semua, Sasuke yang baru saja duduk melihat ke arahnya.

" Baru saja "

" Ada keperluan dengan Hokage-sama? "

Shikamaru kembali bertanya.

" Ya, aku memberi tau bahwa beberapa bandit yang suka menghancurkan perkebunan warga, dan desa itu masih masuk dalam perbatasan desa kita. "

" Lalu bagaimana? "

" Sudah ku amankan, hanya saja, aku khawatir ada perkelompokan seperti itu di luar sana yang tidak kita ketahui. Dan juga aku hanya ingin pulang "

" Ah.. begitu ya, aku mengerti.. ah sebaiknya kau pesan makanan "

Shikamaru memberi buku menu kepada Sasuke.

" Di sini ada BBQ juga? "

Sasuke cukup terkejut, karena setahunya toko dango hanya menjual makanan yang sejenis makanan manis.

" Ya sasukee, Choji sudah pesan itu, kau pesan yang lain sajaa porsi BBQ Kita sangaat besar kok "

Lee -dengan kobaran di matanya- memberi Sasuke beberapa menu-menu yang menurutnya enak, Sasuke terhenti di satu buat menu.

" Anmitsu "

" teringat seseorang Sasuke? "

Ino tersenyum, ia tau bahwa Anmitsu adalah makanan kesukaan Sakura. Tapi Sasuke hanya melihat Ino sesaat sebelum akhirnya membuka menu lain dan terhenti di Dango.

" Dango saja "

" Okey, Bibii aku tambah pesanan Dangonya 10 Porsi "

" Oy! Choji, Bbq mu belum sampai kau sudah tambah dangoo "

" tenang saja Shikaa, pasti habis kok "

Yang lain hanya tersenyum canggung, mereka sih tau pasti akan habis, tidak perlu di beri tau.

" Dimana Naruto dan Sakura? "

Sasuke memulai percakapan, sambil memandang mereka bergiliran. Tak berapa lama daging-daging segar sampai di meja mereka, sangat banyak hingga membuat meja mereka penuh dengan daging, sesekali pelayan itu memandang Sasuke takjub, sampai saat ini ketampanan Sasuke tetap tak bisa di bohongi.

" Sakura sih sepertinya di rumah sakit ya sedang membantu di sana, kalau Naruto, dia Sedang Pergi dengan Yamato, tapi masih di desa "

" Hn "

" Etto Sasuke, apa kau dengan Sakura sudah menjalin hubungan? "

Pertanyaan Tenten sukses membuat keadaan menjadi sangat canggung, kecuali Lee yang berapi-api dengan pertanyaan itu, Sasuke diam seribu bahasa, melihat Tenten seesat Sebelum kembali memandangi daging-daging yang ingin ia bakar.

" Tidak, dia seharusnya bersama Naruto kan? "

" HE? "

Mereka memberi ekpresi yang sangat aneh bagi Sasuke.

" Kau bercanda kan? Kau tidak tau? Sungguh?"

Kiba memandang Sasuke sambil menyipitkan matanya, memandang seolah-olah Sasuke sedang melakukan Candaan, Sasuke memandang Kiba aneh.

" Kau bercanda kan? " Ino memajukan badannya sedikit condong sama hal seperti kiba, ia memandang Sasuke tidak percaya. Sasuke mengabaikan sambil sesekali mengambil daging-daging yang telah di bakar untuk di masukan di nasinya.

" Ano, Sasuke, Naruto sudah punya pacar. Hinata. "

Tenten memberi infomasi yang membuat Sasuke menghentikan aktifitas makannya.

" Hinata? Gadis Hyuga itu? "

" banyak yang terjadi saat misi ke bulan, dan sejak saat itu mereka berpacaran "

Shikamaru mengelurkan suara, ia berusaha mengambil alih keadaan.

" Sakura.. bukan kah dia lebih pantas dengan Naruto? "

Sasuke memberi stikma yang tentu saja memancing sedikit ketidak setujuan bagi tim 8 , Shino dan Kiba.

" hee, Hinata itu sama pantasnya untuk Naruto, mengapa kau seolah mengatakan kalau Hinata tidak pantas? "

Kiba sudah berdiri dan mengangkat lengan bajunya seakan ingin memulai pertarungan dengan Sasuke.

" Hinata, dia wanita tim kami, jangan berkata seolah kau tau tentang dia, padahal tidak. "

Shino yang tenang, mengeluarkan pendapat, sambil menyilangkan tangannya di dada.

" Aku tidak mengatakan Hinata tidak pantas "

" Kau berkata seolah begitu Baka! "

Kiba naik pitam, Shikamaru memberi kode kepada Lee untuk menarik Kiba kembali duduk, karena situasi mereka menjadi pusat tontonan sejak Kiba berdiri, Kiba kembali duduk.

" Aku yang tidak pantas. "

" haaaaa?! "

Mereka mulai tidak paham dengan arah bicara Sasuke.

" Kau mengatakan aku dan Sakuran pacaran kan Tenten? Aku hanya berpendapat bahwa Naruto jauh lebih pantas dengan Naruto, Tidak ada satupun kalimat ku mengatakan kalau Hyuga Hinata tidak pantas "

Mereka diam.

" Aku yang selalu memutuskan ikatan dengan orang lain, apakah masih punya harapan untuk punya ikatan baru? "

Muka Sasuke dingin, ia selalu berekpresi seperti itu, tapi perkataan nya membuat mereka semua terdiam.

" Gomen, Aku telat "

Hinata hadir di tengah-tengah mereka di saat situasi sedang dingin.

" ah Hinataa "

Ino menyapa terlebih dahulu, berharap keadaan akan sedikit melunak, Shikamaru sedikit menggeser duduknya agar Hinata dapat duduk di samping Ino.

" Sasuke-kun, kau di desa?

" Ya "

" Naruto pasti senang mendengar itu "

Hinata memandang Sasuke sambil sedikit tersenyum, ia baru saja duduk di samping ino.

" Boleh nanti bicara sebentar? "

" eh? "


Sasuke memandang Hinata, Hinata diam terlebih dahulu sebelum akhirnya mengiyakan ajakan Sasuke. Teman mereka yang lain diam, bingung harus bagaimana dalam situasi ini. Sampai akhirnya Lee berusaha merubah keadaan-dengan hal bodoh tentunya-

Sasuke mengajak Hinata duduk di salah satu tangga di tengah taman Konoha, tempat dimana teman mereka suka berkumpul di sana, untuk membicarakan hal-hal yang penting hingga tidak penting.

Sasuke masih di sana, duduk di samping Hinata, ia masih bungkam, bingung memulai dari mana. Akan aneh rasanya mengingat dahulu Sasuke semasa Genin tak pernah bertegur sapa dengan Hinata, bahkan dahulu Sasuke pernah duduk di samping Hinata saat Akademi tapi yang terjadi hanya keheningan.

" Naruto-kun, dia pasti suka mendengar kau ada di sini Sasuke-kun "

Hinata memulai perbincaraan terlebih dahulu, lalu Hinata merasa angin mengusik rambutnya, ia memutuskan mengikat rambutnya dengan karet rambut berwarna ungu,

" Aku ada permintaan "

Sesaat ia berusaha mengikat rambutnya, karet rambut itu putus, berbarengan dengan permintaan Uchiha Sasuke, permintaan Sasuke sukses membuat Hinata terdiam, karet rambut yang putus di saat Hinata mendengar permintaan Sasuke seakan memberi tanda, ini sangat serius.

" Bisakah kau, berpisah dengan Naruto? "

" a..apa? "

to be continued


Halo semuaa!

Akhirnya aku comeback dengan kisah Naruto again!

Semoga semua suka ya!3

Himawaarii Nara