Summary
Mereka belajar bersama agar setelah bisa bercumbu, ciuman menjadi ritual wajib setelah keduanya belajar bersama. Semakin lama, bukan hanya ciuman bibir saja. Leher, telinga, dada, perut. Tunggu!
Apa tadi dada dan perut?!
.
.
.
Naruto punya Masashi Kishimoto
.
.
Kuro Shiina
Proudly Present,
.
.
AFTER STUDY
.
.
One Shoot
.
.
Pairing: Sasusaku
.
.
Rate: M for kiss and maybe more. Who knows?
.
.
.
Enjoy~
.
.
.
Sasuke dan Sakura adalah teman masa kecil, sekarang mereka sudah sama-sama remaja keduanya sudah kelas 2 SMA. Secara kebetulan dari SMP mereka selalu berada di kelas yang sama. Nomor absen yang berdekatan tak jarang menjadikan mereka satu kelompok. Belajar bersama bukan hal asing bagi keduanya. Termasuk saat ini, Sasuke dan Sakura seperti biasa mengerjakan tugas mereka di kamar Sasuke. Bukan tanpa alasan, koleksi buku Sasuke lebih lengkap ketimbang punya Sakura. Juga AC dikamar Sasuke lebih dingin dibanding kamarnya. Sakura sering merajuk pada Ibunya untuk mengganti AC kamarnya, namun ibunya tak pernah mendengarkanya. Katanya AC masih bagus, dan percuma saja kalo diperbaiki musim panas hanya nerlangsung 3 bulan. AC tidak akan digunakan sepanjang tahun. Begitu katanya. Sakura hanya merenggut mendengar alasan ibunya.
"Sakura. " panggil Sasuke tiba-tiba, pemuda Uchiha ini telah menutup buku latihannya. 50 soal fisika telah ia selesaikan beberapa menit yang lalu.
" Iya, Sasuke-kun? " tanya gadis yang dipanggil Sakura itu. Emerald yang tertutup kacamata minus itu menatap pemuda yang memanggilnya penasaran.
Sasuke tak lantas menjawabnya, kepalanya ia arahkan pada jendela besar di kamarnya. Titik-titik air mengotori laca bening itu. Hujan baru saja reda beberapa saat yang lalu.
"Apa kau pernah.. berciuman?" tanyanya ragu, suaranya mengecil diakhir kalimat nyaris berupa bisikan. Cuping telinganya memerah menanyakan pertanyaan bodoh itu pada Sakura, sahabat masa kecilnya.
Bukan tanpa alasan Sasuke bertanya pada Sakura, karena cuma Sakuralah teman dekatnya. Kalau ada sesuatu yang menggangungnya, Sasuke selalu menanyakan itu pada Sakura. Alasan lainnya, Sakura itu gadis pintar. Cuma Sakura yang bisa menjawab semua pertanyaan Sasuke. Hal ini jelas tidak akan Sasuke katakan pada gadis manis yang masih terpaku akan pertanyaan aneh begini.
"Ke-kenapa tiba-tiba menanyakan hal aneh begini? " jawab Sakura, dirinya berhasil mengendalikan diri.
" Aku hanya penasaran." Jawab Sasuke ambigu. Penasaran akan apa? Penasaran apakah Sakura pernah berciuman atau penasaran bagaimana rasanya berciuman. FYI Sasuke belum pernah mencium seorang gadis. Sasuke pemuda normal, merasa penasaran dengan hal ini adalah wajar. Apalagi jika teman laki-lakimu seperti Naruto dan Kiba. Yang setiap membahas hal semacam itu?
Sasuke tak bisa menyembunyikan apapun dari Sakura, apapun. Termasuk keingannya mencium seorang gadis. Sasuke tak tau bagaimana perasaannya terhadap Sakura, namun jika boleh jujur gadis pinknya adalah sosok yang jadi pasangannya dalam mimpi-mimpi liarnya. Yang jelas Sakura adalah sahabat gadisnya. Mencium Sakura samadengan mencium seorang gadis.
Sakura berdiri dari duduknya, perlahan langkahnya mendekat ke arah Sasuke yang berdiri di depan jendela besarnya. Mata emeraldnya menatap jauh melewati jendela besar Sasuke yang mengarah langsung ke taman belankang. Taman bunga milik bibi Mikoto terlihat sangat indah dimata Sakura.
Sakura tidak menanggapi pertanyaan Sasuke lebih jauh, dia tidak perlu menjawabnya. Sasuke sudah tau jawabannya. Sakura melirik Sasuke lewat ekor matanya, pias merah menghiasi pipi tirus Sasuke.
"Kau ingin mencobanya Sasuke-kun?"
Sakura mendengus gemas dalam hati, Sasuke Uchiha pemuda yang digilai semua perempuan di KHS mengajak sahabat masa kecilnya berciuman. Iya aku tahu, tak ada kalimat ajakan dari Sasuke, tapi Sakura lebih tau.
Sakura belum pernah berciuman, tapi dia sering membayangkannya ketika dia berciuman dengan orang yang dicintainya. Dia pun penasaran bagaimana rasanya dua buah benda tanpa tulang itu saling mengecup, apakah menyenagkan seperti yang sering digambarkan di novel-novel romantis yang menjadi bacaan selingannya jikalau suntuk dengan buku pelajaran. Atau menjijikan seperti yang diperlihatkan film Amerika. Jujur saja Sakura tidak suka melihat adegan-adegan ciuman di Film Amerika, menjijikan!
Sasuke manatap Sakura ragu, kepalanya mengangguk kecil. Benarkan, hanya Sakura yang bisa menjawab pertanyaan Sasuke.
Keduanya berdiri berhadapan, kegugupan jelas tergambar dari raut Sasuke. Sakura? Ekspresi gadis ini sulit dibaca, Sakura lebih pintar menyembunyikan ekspresi ketimbang Sasuke.
Sakura mendongak melihat Sasuke, ternyata bungsu Uchiha ini lebih tinggi satu setengah kepala dari Sakura. Sakura baru menyadarinya, rasanya sebelumnya dia belum pernah sedekat ini dengan Sasuke, sahabatnya. Sasuke menunduk poninya menutup sebagian besar wajahnya, Sakura tidak bisa melihat ekspresi Sasuke.
Sakura memilih menutup matanya, menunggu saja apa yang akan Sasuke lakukan selanjutnya. Sakura merasakan tangan besar Sasuke merangkum wajahnya kaku. Hawa panas dari tangan Sasuke secara ajaib membuat darah Sakura berdesir, Sasuke belum pernah menyentuhnya seintim ini. Jatungnya yang sedari tadi masih berdetak normal, sekarang berdetak 2 kali lebih cepat. Ternyata kegugupan Sasuke menular lewat sentuhahnnya.
Sakura merasakan hembusan napas Sasuke diwajahnya, wajah Sasuke semakin dekat dan..
Cup.
Sasuke bingung harus apa, haruskah dia membuka mulutnya? Atau menyentuh bibir Sakura dengan lidahnya.
Sakura merasakan bibir pemuda itu menempel di bibirnya. Selama beberapa detika hanya menempel saja. Sakura membuka matanya, pemandangan kebingungan Sasuke yang menyambutnya.
Sakura sedikit membuka bibirnya, memberikan jawaban dari kebingungan Sasuke. Dengan ragu Sasuke mengulum bibir bawah Sakura lembut, mengulumnya seperti ia mengulum gula-gula bertahun silam. Bibir Sakura terasa manis bagi Sasuke, bukan manis yang tidak disukai Sasuke. Manis yang, entahlah susah untuk dijelaskan. Yang jelas Sasuke menyukainya.
Tangan Sakura yang semula berada dikedua sisi tubuhnya, sekarang mengalung dileher Sasuke. Tamgannya mengelus anak rambut ditengkuk Sasuke. Ini menggelikan.
Mengikuti insting Sasuke memperdalam ciuman dengan sahabat sejak kecilnya. Kali ini lidah Sasuke masuk kedalam mulut Sakura, dengan kaku lidahnya menari dengan milik Sakura.
Sasuke memindahkan tangannya kepinggang ramping Sakura, memeluknya untuk semakin dekat.
Jika sebelumnya dia mencium Sakura ragu, sekarang Sasuke mencium Sakura pasti. Desahan tanpa sadar Sakura membuat pikirannya kosong.
Sakura merasakan mulut Sasuke melahap bibirnya, Sakura meringis ini bukan ciuman indah melainkan ciuman2 yang ada di film amerika. Tapi ini menyenangkan! Ohh dia ingin bibir Sasuke terus menciummya.
Lidah pemuda itu mengobrak abrik mulutnya, menghisap, menjilat juga melumat. Kakinya sudah tidak menginjak tanah, kakinya melingkar di pinggang Sasuka yang mendoronya ketembok disisi jendela.
Kehabisan napas Sasuke melepaskan ciumannya. Napasnya terengah wajahnya semerah tomat, Sakurapun tak jauh beda dengan dirinya. Bibir ranumnya yang terbuka sedikit membengkak dengan saliva keduanya.
Sasuke kembali melumat bibir Sakura. Dia tak ingin berhenti, bibir Sakura membuatnya candu. Sakura membalas ciuman Sasuke dengan sama bergairahnya, lenguhan Sakura membuat Sasuke semakin semangat. Buku-buku yang masih berceceran diatas lantai tak dihiraukan keduanya, besok ulangan kimia tak jadi beban pikiran keduanya untuk melepaskan tautan bibir mereka. Keduanya adalah murid pintar di sekolah, hari ini mereka tak belajar malah berciumanpun nilainya akan tetap sempurna. Jadi untuk apa mereka belajar bersama? Jika sebelumnya aku tidak tau, tapi kedepannya aku tahu.
Mereka belajar bersama agar setelah bisa bercumbu, ciuman menjadi ritual wajib setelah keduanya belajar bersama. Semakin lama, bukan hanya ciuman bibir saja. Leher, telinga, dada, perut. Tunggu!
Apa tadi dada dan perut?!
Fin.
Pojok Author:
Comeback dengan fic matjam ini?! Hahaha. Sudah lama sekali saya ga kesini. Kalian masih ingkatkanmh dengan saya? Fic ini saya taro di M karena ya kurang pantes aja kalo di simpen di T. Penasaran ga apa yang mereka lakuin lagi? Haha. Cukuplah pikiran kalian yang memikirkannya saya ga akan buat kelanjutannya seperti apa. HAHAHA. #EVILLAUGH.
Ini oneshot ga akan ada lanjutannya, kalo pun ada paling cuma ficlet doang. Jadi bisa dibaca terpisah-pisah.
Negriku Indonesia sedang tidak baik-baik Saja. Mari kita semua berdoa agar bumi lekas pulih dan memaafkan kita semua.
Liebe Grüße,
Kshiina
