"Silver Syclone terlalu sederhana, Hellfire menyeramkan, Ningtarrow ya gitulah, Sagittarius mirip dark elf, Astral Wanderer apalagi wajah ku bahkan tak terlihat " || "bagiku kau yang tidak memakai apa-apa itu lebih cantik"

Title : SKIN

Mobile Legends Bang Bang belongs to Moonton

SKIN by Hime El

Rated : T+

Warns : Typo(s)

Main Chara : Gusion & Irithel

.

.

"Haaahhhh" gadis bersurai merah menghela nafas panjang dan lelah tanpa alasan yang jelas membuat pria rupawan disebelah nya melirik penuh tanya "ada apa denganmu?" Tanya pria rupawan berhelai coklat

Bukan nya menjawab gadis itu malah menutup diri nya dengan selimut bulu yang berwarna senada helai nya

"Hei Irithel ada apa sih" pria rupawan disebelah sang gadis itu membuka suara lagi

Tetapi sang gadis bernama Irithel tersebut masih saja kekeh menutupi dirinya dengan selimut

"Irithel"

"Irithel"

"Irithel"

Pria rupawan itu mengguncang pelan tubuh wanita dengan posisi terlentang berselimut disebelahnya

Dengan terpaksa gadis itupun menarik diri dari selimutnya.

"Kau kenapa, ada yang terluka atau kelelahan akibat misi?" Pria rupawan disebelahnya itu bertanya serius karena bingung dengan sikap gadisnya itu yang setelah pulang kerumah tiba-tiba menjadi murung begitu.

Gadis itu menggelengkan kepalanya yang diartikan sebgai tidak apa-apa.

"Kau yakin, hei kau tidak sedang datang bulan kan? Pria itu mengeluarkan suara nya lagi

Yang di balas dengan tatapan tajam dari irish terang sang gadis "ih Gusion kok malah nyambung kesitu" gadis bernama Irithel itu terlihat sedikit kesal dan malu oleh pertanyaan milik pria tampan bernama Gusion tersebut,

Sedangkang Gusion hanya menyerigai geli menampilkan senyum tengil nya kearah sang gadis Irithel

"Habisnya kau tiba tiba bersikap aneh sekali" jawab pria itu jujur karena melihat sikap sang gadis seperti saat kedatangan tamu bulanan padahal jika Gusion ingat ingat harusnya Irithel itu datang bulan masih sekitar semingguan lagi.

"Aku sedang kesal" akhirnya sang gadis berbicara ia terduduk menyenderkan punggung nya ke pala risbang besar di belakangnya.

Gusion ikut membenarkan posisinya menarik lengan Irithel agar lebih mendekat kearah nya "jadi kesal karena apa?" Gusion menatap irish biru Irithel jangan lupakan lengan nya Gusion yang kini ikut membelai atau tepatnya memainkan pipi putih milik Irithel.

"Haaahh" Irithel menghela nafas panjangnya lagi menepis tangan usil kekasihnya itu di pipi miliknya

Sebenarnya Irithel bingung harus bercerita atau tidak pada Gusion, karena sebenarnya ini bukanlah hal yang penting dan Irithel sendiri yakin bahwa Gusion akan tertawa atau mungkin meledeknya habis-habisan jika tau apa penyebab Irithel menjadi kesal dan murung begini.

Gusion masih menunggu jawaban Irithel, namun Irithel rasa Irithel tidak mau cerita kepada kekasihnya itu.

Irithel menggeleng "bukan karena apa apa" jawaban keluar dari bibir ranum nya Irithel.

Gusion sebenarnya berniat bertanya lagi namun Irithel terlebih dahulu menyenderkan kepala nya kebahu tegap Gusion yang dibalas rangkulan di pundak Irithel lalu mengelus puncak kepala berhelai merah milik Irithel.

"Haaah" kini Gusion yang menghela nafas panjang membuat sang gadis di dekapannya mendongak menatap nya. Gusion tersenyum lalu mengecup singkat bibir Irithel

"Yasudah jika tak mau cerita, sudah larut sebaiknya kita tidur" ucap Gusion lembut disusul oleh anggukan dari Irithel yang telah merebahkan dirinya sendiri ke kasur Gusion hanya tersenyum di wajah rupawannya, mencium dahi Irithel lalu ikut merebahkan diriya sendiri yang letih disebelah Irithel gadisnya.

.

.

.

Raja siang telah keluar dari persembunyian nya yang artinya waktu sudah pagi gadis Elf tersebut tengah sibuk menyiapkan makanan untuk sarapan dirinya dan sang kekasih nya si Assasin Rupawan.

"Selesai" senyum nya Irithel menatap puas dengan hidangan sederhana yang telah ia tata rapih di meja makan.

.

.

Setelah selesai memberi makan ke Partnernya seekor Simelodon besar bernama Leo,

Dan kini saat nya untuk membangunkan Gusion nya yang masih terlelap di kamar mereka berdua, untuk sarapan bersama.

Namun, tak seperti biasanya ternyata pria rupawan bernama Gusion itu sudah tidak ada di kasur, detik selanjutnya pintu kamar mandi terbuka menampilkan sosok Gusion yang hanya menggunakan handuk dengan rambut yang masih basah

Irithel menelan ludah nya sendiri, wajah nya juga sedikit panas melihat pemandang indah di hadapan nya,

Gusion yang menyadari raut wajah sang gadis langsung menyeringai mendekat kearah Irithel nya.

Menggoda Irithel di pagi hari adalah kesukaan nya Gusion "ada apa Iri?" Gusion pura pura bertanya padahala Gusion tahu bahwa Irithel sedang merona karena melihat dirinya. "Kau terpesona padaku ehh" Gusion menggoda ia mendekat ke arah Irithel membiarkan wajah rupawan nya sedekat mungkin dengan gadis Elf yang masih menatap nya

Irithel masih menatap lekat penampialn Gusion ia bahkan tak bisa mengalihkan sedikit saja pandanganya dari pria tampan kesayangannya itu tubuh tegap tinggi putih bersih, wajah rupawan mulus bak porselen, tatapan tajam nan mempesona, helai coklat basah dan harum sampo yang begitu menggoda penciuman Irithel

"ituu aku sudah aaa maksduku sarapan sudah siap" Irithel terbata

Gusion hanya tersenyum mendengar ucapan Irithel yang terbata "Aku tau aku tampan" ujar Gusion sementara Irithel mengangguk mengiyakan, tentu saja bagi Irithel Gusion kekasih nya adalah pria tertampan di Land Of Dawn mengalahkan Alucard, Dyroth, Grangger, Zilong, Ling, Lancelot, Leomord, Estes bahkan Claude.

Gemas melihat Irthel akhir nya Gusion menarik tubuh Irithel ke dada telanjang nya Gusion.

"Tak usah merona dan so polos begitu Irithel bukan nya tiap malam kau selalu melihat tubuh ku bahkan tanpa sehelai benang pun" Gusion berbisik dengan nafas hangat tepat di telingan panjang milik Irithel membuat sang gadis mengeliat geli

"Jangan katakan hal mesum seperti itu Gusion" Irithel mendorong tubuh tegap Gusion, wajah putih nya sudah memerah serupa rambutnya karena malu,

"Hahaha" sedangkan Gusion hanya tertawa geli begitu menikmati raut wajah malu sekaligus kesal milik kekasih Elfnya itu.

Terlepas dari pelukan dan juga godaan sang kekasih Irithel kembali duduk di kasur bermaksud merapikan nya, belum juga lengan putih nya menyentuh seprai

suara Gusion lagi lagi menginterupsi nya "apa malam tadi kurang puas, sehingga pagi-pagi gini ingin melakukan nya lagi" Gusion tersenyum mengedipkan matanya lalu ikut terduduk di kasur

"Ayu" goda Gusion diikuti bibir nya yang sudah mengulum manis bibir Irithel

Harum mentol terkecap agak pedas di bibir Irithel ketika Gusion mencoba masuk lebih dalam ke mulut nya sedangkan Irithel tentu saja ia menerima senang hati ketika lidah lunak kekasih nya mulai mengabsen gigi nya.

Namun ini masih pagikan jika di diamkan ini akan bahaya Irithel tau itu

Irithel mendorong kasar Gusion "mesum Gusion" triaknya kesal tak lupa nafas yang meburu akibat ciuman pagi hari Gusion yang panas tadi

Gusion menyeringai mengelap asal bibirnya yang basah

"Hahaha" dilanjutkan tawa renyah menyebalkan khas Gusion

"Sudah ah, aku mau berpakaian" ujarnya Gusion ia membuka lemari besar di hadapan nya

"Nyebelin" Irithel mendengus kesal

"Nyebelin apa ngangenin si sayangg" Gusion masih sempat sempat nya menjawab dengan godaan untuk Irithel

Irithel memilih diam karena ia tau jika membalas maka Gusion akan terus menggoda nya dan pada akhirnya Gusion tidak akan memakai pakaian nya malahan bisa-bisa pakaian Irithel juga bisa ikut terbuka dan ujung ujungnya mereka berdua akan datang terlambat ke misi.

"Pakai skin yang mana ya malam ini?" Suara Gusion membuyarkan lamunan Irithel irish aquarell nya melirik Gusion yang kini terlihat bingung memilih ya soalnya misi kali ini sedikit special ya tepatnya malam ini adalah perayaan pesta akhir season di Land Of Dawn

"Haahhh" Irithel menghela nafas panjang, karena sebenarmya hal yang membuat Irithel kesal kemarin adalah masalah skin nya

"Pakai yang mana aja sama aja kan, skin kamu kan bagus semua" Irithel membuka suaranya

"Iya memang sih, tapi yang mana ya untuk malam ini" Gusion bertanya

"Yang mana aja sama aja, tidak seperti milik ku yang seram-seram" Irithel meninggikan suara nya sedikit ,ia memang sedang sangsi dan kesal jika menyangkut tentang kostum untuk battle atau sebut saja skin

Gusion menoleh kearah gadisnya, bingung kenapa Irithel marah begitu "aku kan cuma bertanya Iri"

"Kamu tuh harusnya bersyukur Gusion skin mu bagus bagus dan kau selalu terlihat tampan mengenakan nya tidak seperti miliku, padahal aku seorang gadis" Irithel masih kesal rasanya ia ingin marah marah pada Gusion yang mengingatkanya pada teman teman marksman nya kemarin soal skin.

Gusion melirik bingung kenapa juga Irithel marah marah terhadap dirinya hanya karena Gusion bingung untuk memilih skin nyai.

Sedangkan Irithel masih menatap tajam skin skin Gusion yang terlihat mempesona itu

"Moonligt Sonata itu sangat indah kau terlihat terang seperti cahaya bulan" ucap Irithel

"Aahh terimakasih" Gusion senang si di puji begitu oleh kekasihnya

"Aku tidak sedang memuji ya Gusion!" Irithel marah membentak melanjutksn omongan nya lagi

"Hairstylist, cihh kau terlihat tampan dengan rambut hitam jabrig mu itu!"

"Cyber Ops apa apaan dengan pelindung mata mu itu kau terlihat sangat keren"

"Dangerous Liaison, aku benci melihat skin itu yang entah mengapa sepasang dengan Lesley tapi kau benar-benar tampan sial!" Nafas Irithel memburu ia benar benar kesal saat ini

Sementara Gusion masih menatap Irithel nya yang sedang tersulut emosi tersebut,

"Dan Emperor Scorpion walaupun itu adalah satu satunya Dark Skin yang kau miliki tetapi kau sama sekali tak menyeramkan disitu rambut silver mu benar benar indah Gusion" Irithel akhirnya memelankan suaranya

Menarik nafas panjang agar agak tenang

Gusion mendekat ia tersenyum simpul melihat Irithel, Gusion sendiri adalah Pria yang cukup peka bayangkan saja jika ia tak peka mana mungkin Gusion bisa membuat elf yang anti Manusia bernama Irithel itu Jatuh kepelukan nya Gusion yang adalah Manusia. Dan tentu saja Gusion mengerti apa penyebab kekesalan Irithel kemarin dan kemarahan nya hari ini

Lengan nya mengacak halus rambut merah milik Irithel yang begitu lembut ditangan Gusion

"Sudah?" Ujar Gusion yang di balas penuh tanya oleh Irithel "apa yang sudah?" Tanya Irithel

"Lanjutkan saja Iri" Gusion sengaja, ia tahu bahwa gadis nya masih belum tenang dan masih kesal

"Apasih" emosi Irithel melonjak lagi

"Aku tuh hanya memberitahu skin mu itu bagus bagus, mengerti tidak sih Gusion?"

"Iya Iri aku mengerti"

"Lihatlah Gusion skin mu sangat berbeda dengan milikku" ujar Irithel lirih lalu setelah nya gadis itu bangkit dan membuka pintu lemari sebelah milik Gusion

"Lihat Gusion, Silver Syclone terlalu sederhana, Hellfire menyeramkan, Ningtarrow ya begitulah, Sagittarius mirip dark elf, Astral Wandererer apalagi wajah ku bahkan tak terlihat ,huuu" diakhiri sebuah rengekan dari peryataan Irithel

Gusion masih terdiam memperhatikan Irithel nya sedikit tersenyum atau malah menahan tawa yang pasti Gusion mati-matian menahan tawa melihat rengekan sikap kekanak-kanankan gadis nya itu.

"mengapa si Moonton tak memberikan skin yang normal untukku, aku ingin skin seperti Miya, Odette, Layla yang paling membuatku iri adalah skin Lesley aku juga ingin punya Skin yang berpasangan dengan mu Gusion" Irithel mencoba menahan air mata kesal nya

yang membuat seorang Gusion gemas sendiri

"Sini peluk dulu" Gusion menarik Irithel kepelukan nya mengelus pelan bahu gadis Elf itu

"Dengar Irithel" ucap Gusion lembut

"Silver Syclone memiliki kesamaan dengan Moonligt Sonata ku, kau terlihat anggun dengan helai silver mu" ujar Guion tulus

"Epic Hellfire mutidak semenyeramkan yang kau bayangkan bagiku kau tetap terlihat menawan dengan itu, ya walau aku kesal bahwa epic itu mirip dengan epic milik Claude" Gusion berbicara lagi lengan nya masih setia mengelus pundak Irithel yang masih dipelukan nya Gusion

"Ningtarrow ya begitulah kamu terlihat imut disana dan warnanya yang ungu hijau agak mirip dengan Venom ku bukan?, belum lagi helai kita yang begitu mirip" Gusion tersenyum karena memang benar bagi Gusion skin Starligt Irithel begitu imut di matanya

"Sagittarius kau memang terlihat mirip Karina tetapi mau kau jadi dark elf atau ligth elf itu tak masalah bukan yang penting itu dalah kau Irithel Irithel kekasih ku" Gusion melepaskan pelukan nya lalu menatap dalam irish terang Irithel, sedangkan Irithel masih terdiam tapi sebenarnya hati nya menghangat ketika Gusion memuji tentang skin skin miliknya

"lalu Astral wanderer kau terlihat sangat keren dengan skin itu dan tak usah mengeluh tentang wajah yang tak terlihat karena aku tau bahwa wajah Irithel ku ini begitu anggun dan cantik" gusion memegang kedua pipi milik Irithel yang dibalas senyuman oleh Iritel.

Sepertinya Irithel sudah merasa baik sekarang tidak ada rasa kesal lagi karena masalah sepele seperti skin tersebut.

"Terimakasih Gusion" Irithel mengecup manis pipi kiri Gusion

Sedangkan Gusion mebalas dengan mencium pipi kanan Irithel lalu berbisik tepat di telinga runcing milik Irithel

"Tetapi bagiku kau yang tidak memakai apa-apa itu lebih sangat cantik" Gusion tersenyum genit yang lagi lagi membuat pipi sang gadis elf merona

"Gusion !"

"Haha aku serius lho sayang" ucap Gusion jujur

"Dasar kau, jadi sekarang aku pakai skin yang mana?" Irithel bertanya

"Yang mana saja sama saja, kau tetap terlihat anggun Iri" Gusion menjawab

"Kau pakai yang mana Gusion? Aku ingin berpasangan dengan mu" Irithel merajuk sedikit

Gusion tersenyum manis dalam batin Gusion tertawa geli "sejak kapan seorang Irithel menjadi semanja ini?" Ujar Gusion diselingi tawa di wajah rupawan nya

Irithel terdiam ia sendiri tak tahu mengapa menjadi selebay ini. "Memang nya tak boleh manja terhadap pria ku sendiri" Sengaja dengan nada manja Irithel menyenderkan kepala nya ke dada bidang Gusion

Gusion terkejut sedikit mendapati kelakuan gadis yang biasanya kaku kini terlihat begitu manja kekanakan

Lagi lagi Gusion di buat gemas dengan gadis di pelukan nya ini.

"Irithel ayu pakai pakaian sepasang" ucap Gusion

Yang di balas tatapan penuh kebahagiaan oleh sang gadis.

.

.

.

"Apa ini tak masalah Gusion?" Irithel keluar dari kamar

"Sempurna Iri kau begitu cantik" Gusion spechleess melihat pemandangan luar biasa cantik di hadapanya yaitu Irithel yang begitu menawan cantik rambut merah nya di kuncir dibagian atas namun sisanya sengaja di gerai rapih dengan sedikit makeup natural begitu cantik di wajah nya tak lupa tubuh sintal nya di balut gaun selutut berwarna putih dengan renda hitam lengan lentik yang biasanya berbalut sarung tangan untuk memegang panah kini berbalut kaus tangan putih cantik senada dengan pakainnya, bagian dada sedikit agak terbuka karena model gaun menambah kesan seksy yang membuat darah Gusion panas.

"Kau sempurna gadisku" Gusion tersenyuam ia menawarkan lengan nya untuk digandeng oleh gadisnya tersebut.

Irithel menerima lengan itu lalu mengandeng erat lengan Gusion

Irithel tetap menunduk atau tepat nya ia terkagum melihat penampilan Gusion kali ini sebuah setelan jas hitam dengan kemeja putih yang begitu senda dengan pakaian nya.

"Kau sangat tampan Gusion" Irithel bergumam begitu pelan

Sedangkan Gusion hanya tersenyum. Mempererat genggaman nya ke Irithel berjalan beriringan sebagai sepasang kekasih di Land Of Dawn.

.

.

.

.

Fin

Salam El