Marinette

Bila dipikir kembali, aku memang gadis biasa. Seorang remaja yang tinggal di pinggiran kota Paris, dengan rumah yang berperan juga sebagai toko kue cukup terkenal di sini.

Bila dipikir kembali, umurku jauh lebih muda dibandingkan superhero Marvel atau DC. Mereka sudah dewasa, sebanding dengan tanggung jawab yang dipegang untuk menggunakan kekuatan yang mereka punya.

Bila dipikir kembali, aku hanya seorang anak tunggal yang lahir dari orang tua ber-ras cina dan eropa.

Bila dipikir kembali, aku hanya bocah SMA. Yang memendam perasaan sejak lama, pada teman kelas, yang bahkan sudah memiliki kekasih.

Bila dipikir kembali, mengenai rahasiaku menjadi seorang Ladybug, aku gagal dalam mempertanggung jawabkan apa yang kupunya. Membiarkan Master Fu kehilangan memorinya hanya untuk menyelamatkanku.

Bila dipikir kembali, aku cukup banyak menyakiti hati. Dan yang lebih buruk, aku juga menyakiti hatiku sendiri.

Kenapa, bahkan dalam kesederhanaan sempurna yang Tuhan beri, aku tetap tidak bisa melakukan sesuatu dengan benar.

"Aku lelah."

Dan aku pun berakhir berdiri di atas jembatan, sendiri mengenakan jaket tipis, tak memedulikan hembusan angin tengah malam yang rasanya menusuk kulitku.

"Aku lelah."

Air mata mulai turun membanjiri pipiku. Bibirku mengucapkan kata sebelumnya berkali-kali, seiring dengan sesak dalam dadaku yang rasanya semakin besar setiap detiknya.

"Kumohon, aku butuh semuanya berhenti."

Karena seberapa keras aku berusaha, beban yang kubawa akan tetap di sana. Menemaniku hingga mati.

"Marinette?"

Luka?

tbc