Life is Aprilmop

Disclaimer: Asagiri Kafka & Harukawa Sango.

Warning: OOC, typo, gaje, ribet, aneh, dll.

Author tidak mengambil keuntungan apa pun dari fanfic ini. Semata-mata dibuat demi kesenangan pribadi, serta untuk ulang tahun Nikolai Gogol (01/04/2020)


Kamar Fyodor Dostoyevsky menjadi destinasi, dari langkah pemuda berambut kepang yang bersiul riang di sepanjang lorong berkarpet merah.

Seorang Nikolai Gogol tidak pernah menganggap pintu sebagai benda yang wajib diketuk, apa lagi objek kunjungannya adalah Fyodor sang sahabat (bahasa secara halus sekaligus umum). Panggilan, "Dos-kun" diikuti kenop pintu yang diputar sudah cukup menjadi penanda, untuk Fyodor agar segera menggeser posisi duduk guna menghindari pelukan maut Nikolai. Sang tamu seketika cemberut, walaupun tahu Fyodor memang begitu orangnya.

"Yo, Dos-kun. Coba tebak hari ini aku sarapan apa?" tanya Nikolai memajukan kepalanya dengan posisi dagu nyaris menyentuh bahu Fyodor. Pemuda bertopi ushanka itu sedikit melirik ke arah mata kirinya yang tidak tertutup topeng kartu–memperlihatkan tatapannya yang berbinar-binar tampak menanti.

"Bukan berarti aku tahu segalanya." Buku kembali dibaca. Sesekali pula segelas teh chamomile disesap perlahan, sebelum Fyodor balik menyimak paragraf yang tengah dinikmatinya.

"Dos-kun pasti bisa menebaknya. Ayolah~"

"... pancake madu."

"Bingo! Sebagai hadiahnya kuberi Dos-kun pelukan." Akan tetapi dihindari lagi sembari Fyodor membaca. Mungkin Nikolai belum menyerah, sehingga duduk di samping Fyodor yang acuh tak acuh. Namun, pria berpenampilan nyentrik itu justru membisu, yang kadang-kadang mencuri pandang ke arah sampul buku.

"Kali ini buku apa yang kau baca?"

"To Kill a Mockingbird. Bukankah kau sudah membaca judulnya duluan?"

"Baca judulnya duluan pun aku tetap tidak tahu apa isinya." Nikolai hanya tahu, Fyodor senang sekali terjebak dalam paragraf-paragraf bermakna rumit yang padat–penemuan familier pada buku sastra klasik. Bacaannya tidak pernah Fyodor ceritakan atau pinjamkan kepada siapa pun–palingan alasan klise sejenis, "nanti rusak", lebih-lebih kalau membicarakan Nikolai.

"Mendengar ceritanya pasti bukan hal yang kau inginkan, karena kau tahu aku enggan mendongengkannya untukmu."

"Lagi-lagi seratus untuk Dos-kun. Sebenarnya aku datang kemari, karena ingin kau menebak ini hari apa." Terdengar remeh, tetapi antusiasme Nikolai selalu membuat kalimat dari lisannya menampilkan kesan yang berarti besar–penting yang tidak melulu membicarakan musuh, atau mengulas strategi menguasai dunia pada meja rapat berdebu.

"Tanggal satu April berarti aprilmop. Panggung teatermu."

"Selain itu apa lagi? Ada satu hal yang belum Dos-kun sebut, lho."

"Hari Rabu."

"Bukan itu! Harusnya Dos-kun paham maksudku, kalau ini adalah sesuatu yang lebih intens."

"Sigma memberimu biskuit?" Merah matanya mengarah pada bungkus plastik berhiaskan polkadot blue baby. Nikolai tersenyum lebar. Membuka tali yang menutupnya guna mencegah udara masuk, lantas disodorkan pada Fyodor yang terpaku sejenak.

Membutuhkan menit yang tidak sebentar pun Nikolai senang, karena Fyodor tetap mengambil satu. Selanjutnya adalah udara menjadi berwarna-warni dengan cerita Nikolai mengenai aprilmop-nya–pria berperawakan badut itu mengisengi Sigma dengan mengatakan Agatha Christie menyukainya–pada tanggal-tanggal tertentu ia berada di markas Decay of Angel–sedangkan Nikolai bilang ke Agatha, bahwa Sigma menyebutnya gendut.

Tentang merah yang malu-malu, ekspresi Sigma setengah terkejut separuh canggung, Agatha masih elegan walau auranya menggelap–sikap Fyodor tampak apatis dalam mendengarkan, tetapi atensinya secara utuh memerangkap setiap kata-kata dari Nikolai yang terdengar menari. Merekamnya, seolah-olah Fyodor Dostoyevsky hanya menjadi bocah euforia di hadapan panggung dongeng seorang Nikolai Gogol.

Fyodor memanggil dirinya sendiri, "Dewa", dan ia bukanlah dewa yang memercayai eksistensi keajaiban. Nikolai yang dapat membuatnya mendengarkan ocehan mengenai hari terbodoh, melalui orang tertolol di jagat raya adalah anomali–menyimpang sekali, namun membingungkannya juga tidak ingin Fyodor hapus dari keseharian.

Membaca buku di dalam kamar penuh mesin komputer, diselingi menyesap teh hangat adalah keseharian.

Bekerja sama mencapai tujuan suatu misi, mengombinasikan kemampuan, mengatur jalannya pertempuran agar sedikit-banyak mendekati harapan–itulah pekerjaan, dan seharusnya Fyodor hanya membutuhkan Nikolai dalam perkara ini.

"Jika mereka ribut maka bertanggung jawablah. Aku tidak mau ikut campur." Entah sedari kapan buku di genggamannya sudah berpindah ke atas meja, dan dalam posisi menutup. Tawa Nikolai terdengar renyah–dari menari kini ia menyerupai biskuit yang manis-manis asin.

"Nanti aku akan tetap menyeret Dos-kun ke dalamnya."

"Jadi kau sudah selesai berbicara?"

"Bentar, bentar. Dos-kun enggak marah, kan, karena aku berkata ingin menyeretmu?" Diajak bercanda lagi oleh Nikolai jelas melelahkan. Namun, bukan berarti Fyodor membencinya, tetapi di sisi lain tidak menyukai Nikolai, hanya saja di sebuah sudut paling sudut, sulit untuk bersikap biasa saja–Nikolai memang rumit sejak mereka pertama bertemu.

"Marah pada hal seperti itu hanya dilakukan orang bodoh. Pertanyaan tersebut adalah untuk memastikan."

"Kurasa ... sudah." Samar-samar Fyodor yakin telah menangkap guratan kecewa pada iris Nikolai. Senyuman bodoh khasnya tetapi lebih dari cukup, untuk menutupi perasaan itu. Sejenak tatapan Fyodor lekat pada gestur milik Nikolai–ia mulai berdiri, meninggalkan biskuit pemberian Sigma, dan terakhir (seharusnya) melambaikan tangan kepada Fyodor yang terlalu hening.

"Lalu kau pikir bisa pergi begitu saja?" Kaki Nikolai batal beranjak pergi Pandangannya tidak memahami Fyodor yang tengah menuang teh, kemudian menyuguhkan satu cangkir lagi membuat Nikolai mengangguk-angguk–pasti Fyodor ingin menyambung obrolan.

"Akhirnya Dos-kun luluh padaku, ya? Ayo kita mengerjai Sigma-kun kalau begitu." Tangan Nikolai yang spontan menarik Fyodor agar mengikutinya, langsung ditepis oleh korban bersangkutan. Pengguna kemampuan Crime and Punishment itu menghela napas–sendirinya tak habis pikir, mengapa memilih menahan Nikolai daripada melewatkan kekonyolan ini.

"Bukan. Datang kemari hanya untuk mengucapkan hal-hal bodoh itu tidak bisa kuterima, asal kau tahu."

"Terus Dos-kun ingin membicarakan apa? Jika tentang sastra klasik pertama-tama ceritakan dulu padaku. Kalau itu sesuatu yang lebih berat ... asal bersama Dos-kun enggak masalah~"

"Menurutmu aprilmop itu apa?"

"Tentu saja hari di mana kau melakukan prank kepada seseorang. Jika Dos-kun ingin mencobanya sekali saja, akan kutemani."

"Kukatakan padamu aku tidak akan pernah mau melakukannya," balas Fyodor tegas. Bagaimanapun menyebalkannya sikap Nikolai yang terlalu sesuka hati, bagian dari Fyodor yang tidak marah akan bentuk kebebasan milik Nikolai selalu saja tahu, cara membuatnya terkagum-kagum.

Bentuk kebebasan itu adalah Nikolai yang sembarangan berwajah riang di hadapan Fyodor. Begitu saja memasuki ranah pribadinya melupakan tata krama. Heboh di ruangan sekecil ini hendak memeluk Fyodor, dan yang betul-betul ia benci yaitu; Nikolai hanya menjadi serius kala memanggilnya sahabat–padahal Fyodor mana mungkin berpikir demikian, serta ingin mengabaikannya pun Nikolai seolah-olah tak membiarkan.

"Mencoba menjadi orang bodoh sekali saja tidaklah masalah. Kau itu terlalu kaku, Dos-kun." Pundak sang sahabat ditepuknya pelan. Gaya sekaligus nada berbicara Nikolai yang menyamai motivator benar-benar menggelikan, membuat tawa mengejek sedikit lolos dari Fyodor.

"Aku hanya benci membuang-buang waktu."

"Buat Dos-kun sendiri aprilmop itu berarti apa?"

"Aprilmop itu berarti kebohongan. Bukankah seharusnya menyedihkan untukmu?" Ke mana pembicaraan ini melangkah Nikolai langsung mengerti, dan sedari awal ia memang berpura-pura bodoh mengenai Fyodor yang sudah mengetahui ulang tahunnya–kedatangan Nikolai hanyalah basa-basi yang basi, karena ia sebatas ingin memiliki alasan.

"Berarti Dos-kun berpikir aku yang hidup ini hanya bohongan?"

"Hidup kita semua adalah bohong saat aprilmop-nya tiba, yaitu tanggal kematian."

Pada tanggal kematian yang telah mengarungi arus cahaya dan kegelapan takdir, saat itulah segala-galanya jungkir balik menjadi kebohongan semata. Sewaktu maut bersinggungan dengan warna jiwa, menabraknya, kemudian melebur, Fyodor pun sering mempertanyakannya selagi tidak ada yang tahu bentuk kehidupan sesungguhnya.

Apakah benar seorang "dia" pernah ada? Mengapa setelahnya hanya seperti kebohongan yang sementara sekali yang ujungnya begitu pendek? Ketika dibandingkan dengan kematian yang kekal yang justru membuat merasa; itulah kenyataan, karena selama-lamanya menjadi demikian tanpa berakhir atau disudahi lagi.

Kehidupan pada akhirnya adalah kebohongan, dan Nikolai yang katanya nasib lahir di tanggal satu April, bukankah dusta tersebut menjadi ganda? Seperti menurut Fyodor yang tidak tahu bentuk kehidupan sesungguhnya, bukankah bisa jadi sosok Nikolai Gogol betulan aprilmop–kebohongannya adalah ia nyata sekali, padahal jangan-jangan sekadar khayal atau angan-angan yang bosan, sehingga Nikolai hanyalah ketidaksengajaan?

Bahkan siapa yang tahu apabila eksistensi Fyodor Dostoyevsky sebetulnya adalah mimpi, kebohongan belaka? Mungkin seorang Fyodor Dostoyevsky hanyalah anak yang terasingkan dari dunia yang tengah mengalami koma. Atau seekor anjing terlantar, teraniaya, terkapar di bekunya jalanan, lantas bermimpi menjadi manusia yang ingin menguasai dunia saat sekarat, mungkin.

"Rasa-rasanya aku seperti memiliki dua aprilmop saja." Yakni kelahiran dan tanggal kematian Nikolai, membikin manusia bersangkutan justru tertawa. Percakapan yang mendalam ini sangat memiliki rasa seorang Fyodor–lebih enak dibandingkan teh chamomile yang padahal belum Nikolai seruput.

"Selain itu boleh aku tahu, kenapa Dos-kun tiba-tiba mengangkat topik itu?"

"Saat masih di penjara aku pernah membicarakannya dengan Dazai. Jika kehidupan orang lain adalah kebohongan, begitu pun kehidupan kita sendiri. Tetapi Dazai tidak masalah dengan semua itu."

"Sedangkan Dos-kun mempermasalahkannya, karena kebohongan itu sendiri jahat, dan berarti kehidupan kita adalah jahat." Karena Nikolai bisa menemukannya pula, Fyodor pun mulai sedikit paham mengapa dia menahan Nikolai, daripada berakhir begitu saja.

"Dazai berkata meskipun kehidupan kita hanyalah kebohongan tidak apa-apa. Dia benar-benar tersenyum setelahnya."

Garis lengkung yang sampai detik ini pun, pasti membuat jantung Fyodor berdebum setiap menyinggahi benaknya. Dazai Osamu yang selama mengobrol dengannya menjaga setiap celah hingga remah-remah udara di sekelilingnya seketika meluruh, ketika ia tersenyum lebar namun rapuh seolah-olah di dalam sana seseorang hidup–Fyodor semakin membencinya, apa lagi kala menghadapi situasi yang sekarang bersama Nikolai.

Membencinya, karena perkara ini–pertemuan mereka–melebihi obrolan Dazai dan Fyodor di masa lalu, setelah ia membayangkan senyuman seperti itu ada untuknya juga. Usai Fyodor juga berpikir bahwa dirinya samar-samar membenci kebohongan ini–kehidupan yang sejenak yang tak se-nyata kematian yang selama-lamanya.

"Satu pemikiran dengan musuh dalam hal seperti ini sangat tidak keren. Namun, aku juga sependapat dengan Dazai-kun."

"... begitu."

"White lie, Dos-kun. Aku yakin kau tahu maksudnya."

"Kebohongan adalah mengelak dari kebenaran. White lie jelas kebodohan." Konsep tersebut juga sama palsunya untuk Fyodor. Punggung ringkih itu sekadar Nikolai tepuk pelan-pelan. Menunjuk dirinya sendiri diiringi senyuman bunga matahari yang sejenak, bola mata Fyodor tampak melebar.

"Contohnya aku. Bahkan meskipun diriku adalah kebohongan dua kali lipat bagimu, aku adalah kebohongan yang baik, karena pernah berada dalam hidupmu untuk memberitahu hal baik kepadamu, walau melalui cara yang buruk."

"Mendengarku berbicara begini, dan melihatku datang adalah cara yang buruk untuk memberitahu sebuah hal baik, bahwa diriku masih ada, bukan? Terlihat memiliki seseorang, walaupun sebenarnya tak demikian, itu termasuk baik, lho, seenggaknya." Diam berarti setuju. Atmosfer memang tidak pernah menjadi kaya oleh interaksi mereka. Hanya saja sekosong ini pun Nikolai tidak masalah.

"Kenapa kau harus memikirkan baik-buruknya?"

"Soalnya diam-diam Dos-kun juga peduli padaku, dan enggak asyik, dong, jika salah satu dari kita tidak mengungkapkannya terang-terangan?"

"Yang jelas hanya satu. Kau adalah anomali, karena ini pertama kalinya aku gagal memahami sesuatu." Baik atau buruk, kah, Nikolai yang menghadiri kehidupan Fyodor itu? Dipikirkan semalaman sambil menuliskan isi kartu pun Fyodor masih berputar-putar–justru makin tersesat, usai ia membaca ulang ucapan selamat ulang tahun yang sudah selesai, menggunakan kode biner.

"Intinya yaitu jika suatu hari nanti aku benar-benar meninggal, dan menjadi sebuah kebohongan pun, bukankah Dos-kun tidak akan peduli? Karena itu kusebut sebagai white lie. Baik untukmu yang tak akan pernah memikirkannya." Nikolai yang berinisiatif pamit sukses mengejutkan Fyodor (lagi). Kekecewaan di matanya sudah lenyap. Ia puas dengan Fyodor yang masih bergeming di sofa.

"Hal itu berlaku untukmu juga, kan?"

"Saat Dos-kun mati nanti akan kusiapkan panggung teater terbaik. Penontonnya hanya aku, dan bakal kuberikan seribu tepuk tangan seolah-olah ada seribu Nikolai. Bukankah bagus?"

"... kutunggu. Kau itu baik atau buruk pun, akan kutunggu."

"Selamat datang di perkumpulan orang bodoh, Dos-kun. Jelas-jelas yang sudah mati tidak dapat mendengar apa-apa. Tetapi aku menyukai bagianmu yang ini, kok, sama kartu ucapannya. Tahun depan buatkan versi bahasamu sendiri, ya."

Pintu terdengar ditutup yang setelahnya, Fyodor beranjak bangkit guna membukanya lagi. Nikolai seperti menyulap dirinya agar berhenti sebelum menghilang, dan sihir itu selalu saja menghadirkan kelabu yang tidak pernah Fyodor mengerti; dia sedih, kah? Tetapi sendu pun senyuman seperti milik Dazai jauh sekali–bukan perannya untuk mengabadikan kebohongan, ya? Fyodor betul-betul hanya orang bodoh membuat ia terkekeh.

"Di sini kita sama-sama bodoh, Nikolai."

Karena Fyodor tetap mendengarnya walau tidak tahu apa pun, sementara Nikolai terus datang meskipun sudah menjadi kebohongan sungguhan–aprilmop yang merupakan hari kematiannya.


Ada tahun depan untuk memastikan apakah Nikolai itu baik atau buruk, mungkin. Jika Fyodor masih bisa mengetahui bentuk dari satu April.


Atau dia akan menyusul Nikolai menjadi kebohongan lebih dulu, lalu dipertanyakan benar atau tidaknya ia pernah ada. Fyodor menyukai pilihan kedua, asalkan tujuan mereka sudah tercapai.


Tamat.


A/N: Oke cerita ini sangattt gaje kan? awalnya aku yakin ide ini keren banget. eh pas dieksekusi ternyata jelek parah HAHAHA. rasa2nya ga bisa apapun yang melibatkan fyodor itu cuma obrolan ringan ga berarti. harus ada topik yang berat biar kayak, "nah ini baru fyodor", padahal ini ulang tahun niko. aku juga sadar harusnya bikin sesuatu yang lebih ringan, daripada bikin topik, "hidup adalah kebohongan ketika tanggal aprilmop-nya, tanggal kematiannya datang". itu bikin diksinya aja lier banget, dan entah ini nyampe ke kalian atau ga (moga ga ada yang baca udah. taun depan aku bikin lagi aja deh). maaf juga kalo OOC. NikoFyo ini salah satu pair yang rada aku hindari juga sebenernya, tapi nikolai cocoknya ama fyodor masalahnya.

Tapi thx buat yang nyempet2in baca fic gaje ini. aku menghargai apapun yang kalian berikan padaku~