Disclaimer : AOT it's not mine except the my OC.

Ya... Ini adalah fanfic AOT pertama saya, jadi yah mohon dimaklumi jika ada yang salah dicerita saya. Fanfic ini berdasarkan ending dari game AOT2, jadi yah... langsung aja ya...


'Sial...' gumam Kyro Sill, Anggota dari Survey Corps dan mantan anggota dari 104th Cadet Corps. Dia khawatir karena mereka sedang dikejar oleh beberapa titan yang jumlahnya kurang lebih ada 6 - 14 Titan dengan ukuran beragam. Dia lalu menoleh ke arah teman-temannya yaitu, Armin Arlert (Bocah Berambut pirang), Eren Yaeger (Anak berambut coklat, ia adalah Titan-Shifter yaitu orang yang memiliki kekuatan menjadi titan. Walaupun dia adalah bocah arogan tetapi apa yang ia katakan dapat menaikan miral prajurit lain, dia adalah bocah naif tetapi apa yang ia lakukan akan berujung keberhasilan), Mikasa Ackerman (Wanita berambut hitam pekat, dia adalah adik tiri Eren dan berasal dari ras Orient, semuanya cukup yakin bahwa ia adalah orang terakhir dari rasnya, dan dia juga prajurit terkuat digenerasinya, mungkin kemampuannya sedikit dibawah kapten Levi Ackerman. Dia orangnya cukup Overprotektif ke Eren dan membuat Eren tidak nyaman. Jujur saja hubungan mereka berdua itu cukup lucu dan menarik.) Orang-orang memanggilnya dengan sebutan Trio Shingashina karena mereka berasal dari distrik yang sama.

"Hey, Connie! lebih cepat lagi sebelum titan tersebut mendekat!" Teriak Armin kepada orang yang mengendarai kereta kuda yang tidak lain adalah Connie Springer (Dia adalah orang dengan kepala hampir botak, meskipun tampangnya seperti orang membosankan tetapi ia mempunya skill yang yang luar biasa karena ia adalah salah satu dari sepuluh cadet elit.) "Kita hanya bisa secepat ini karena kita membawa 'itu'." teriak Connie yang tetus mengeluarkan keringat dingin. Kyro terus menoleh ke arah sebuah benda besar yang seperti Kristal yang sedang mereka bawa, didalamnya ada sesosok perempuan berambut pirang... ia adalah Annie Leonhart, salah satu 'mantan' temannya yang berkhianat dan ia juga salah satu Titan-Shifter. Ada tiga pengkhianat ras manusia, pengkhianat yang dapat membuat seluruh anggota Survey terkejut karena para pengkhianat tersebut bukan lain ialah teman mereka sendiri yang sudah mereka anggap seperti keluarga... mereka yaitu, Reiner Braun, dia adalah Armored Titan yang sudah membunuh keluarga Kyro 5 tahun yang lalu. Bertholdt, dia adalah musuh terbesar umat manusia saat ini, ia adalah Colossal Totan, titan yang membuat dinding Maria dan Rose hancur. dan yang terakhir adalah Annie Leonhart, ia adalah Female Titan, titan yang memiliki tubuh seperti perempuan dan kemampuannya dapat membuat anggota Survey kerepotan. Dia dapat memanggil pasukan titan dengan teriakannya dan kemampuan seni bela dirinya yang dapat membuatnya susah dibunuh.

'Mau tidak mau kita harus memilih seseorang untuk dijadikan umpan para titan, tetapi... aku tidak ingin menjadikan temanku menjadi umpan para titan, tidak akan pernah...' Kyro menggelengkan kepalanya agar pikiran buruknya keluar.

Para Titan semakin dekat dan jarak mereka dengan dinding masih setengah perjalanan.

Kyro sadar, teman yang sedang bersama dia merupakan anggota elit, aset yang sangat berharga bagi kehidupan manusia untuk melawan titan, serta ada mereka mempunyai anggota terkuat yang pernah ada, Eren Yaeger, Salah satu Titan-Shifter selain Ymir yang membantu umat manusia... dan Korps Survey dan dia tidak akan membuang para pahlawan umat manusia begitu saja. Kyro terus memikirkan siapa yang akan dijadikan menjadi umpan, dan jawabannya hanya satu... dia sendiri yang harus menjadi umpan.

'Sepertinya memang harus berakhir seperti ini ya...' Kyro menghela napas. Ia mengeluarkan buku jurnalnya dan mengelusnya sembari menatapnya. 'maafkan aku kawan tetapi sepertinya kau akan menemukan majikan yang baru' gumamnya. Ia berdiri sembari menatap jurnalnya dan segera meletakannya didekat lengan Eren.

"Kyro, apa yang kau lakukan?" Suara tersebut datang dari Mikasa yang menatapnya dengan muka terkejut, bingung, dan takut.

"Dengarkan aku, Ackerman. Kalian semua adalah anggota elit yang dapat menyelamatkan ras manusia, maka dari itu... aku akan mengalihkan perhatian para titan." Kyro menunduk dengan meletakkan kedua kaki dan lututnya sembari senyum.

"Apa?! apa kau sudah gila? kau ingin mengatasi semuanya sendirian?!" Teriak Armin. "Kyro, tolong jangan melakukan hal seperti itu... pasti ada jalan keluar dari masalah ini." Armin menatapnya dengan muka takut dan sedih.

"Hey Arlert... memang semua masalah ada jalan keluarnya, tetapi pasti ada suatu masalah yang hanya mempunyai satu jalan keluar, bahkan jalan tersebut diperlukan dengan pengorbanan... ini adalah salah satunya, Arlert." Kyro menatap Armin dengan sebuah senyuman, Armin ingin protes tetapi ia sudah kehabisan kata. Lalu Kyro menoleh ke Mikasa yang sudah meneteskan air mata. "Hey... kuatkanlah dirimu... ingat, kau adalah anggota terkuat setelah kapten Levi yang kita punya dan yang kita hargai... lalu satu lagi, bisakah kau membantuku?" Kyro menghela napas dan menatap tajam ke Mikasa.

Mikasa menatap kembali dan penasaran apa yang Kyro ingin dia bantu.

"Aku ingin kau tetap menaruhkan kepercayaanmu kepada Eren sepenuhnya dan..." sekali lagi Kyro menghela nafas.

"Aku ingin kau dan yang lainnya menyelamatkan dunia ini, berjanjilah kepadaku, mungkin ini adalah permintaan terakhirku jadi setidaknya aku ingin kalian semua menjadi bahagia." Kyro lalu berdiri dan mengeluarkan pedangnya. Mikasa tidak mengeluarkan sepatah kata pun.

"OI KYRO! APA YANG AKAN KAU LAKUKAN?!" Teriak dari seseorang yang berambut perak-kecoklatan. dia adalah Jean Kirstein (Orang yang ia sudah anggap seperti saudara kandungnya, Ia dan Eren adalah rival satu sama lain, awalnya ia tidak berencana nemasuki korps Survey dan bertujuan untuk memasuki Polisi Militer tetapi entah kenapa ia malah memasuki korps Survey. Sungguh orang yang menarik.) Teriakan tersebut juga diikuti oleh teriakan yang berasal dari wanita yang tidak lain adalah Sasha Blause (Wanita ini sama sekali tidak berubah saat Kyro pertama kali menemuinya dikamp, dia tidak sadar bahwa mereka saling menyukai satu sama la.)

"KYRO! JANGAN BILANG KAU AKAN MELAWAN PADA TITAN ITU?! TIDAK!!! AKU MELARANGMU MELAKUKAN HAL GEGABAH SEPERTI ITI!" Teriak Sasha, ia menangis karena tidak ingin kehilangan orang yang dia cintai.

Kyro menatap mereka berdua dengan tampang sedih, tetapi ia akan tetap melakukannya agar mereka semua selamat sampai ke dinding.

"Maafkan aku... Sasha, Jean... tetapi kalian semua adalah para anggota elit, nasib manusia berada ditangan kalian semua, Mereka semua tergantung kepada kalian, dan juga, aku bukanlah anghota elit tetapi akulah, satu-satunya orang yang bisa mengalihkan perhatian para titan tersebut... hanyalah aku." Kyro tetap memberikan senyuman kecil kepada mereka berdua.

Sasha tetap melarang Kyro untuk bertindak dan Jean hanya bisa menundukkan kepalanya. Kyro lalu menolehkan kepalanya kepada Mikasa. "Jadi apa jawabanmu, Ackerman?" Ia menatap kearah titan dan menunggu jawabannya.

"B-Baiklah... aku berjanji akan melindungi yang lain dab menyelamatkan nasib manusia!" Teriak Mikasa. Kyro melihat Mikasa gemetar. Lalu untuk terakhir kalinya ia senyum ke kepada Mikasa, Armin, Jean, dan Sasha. lalu ia mempersiapkan dirinya untuk mengkaitkan dirinya ke salah-satu pohon.

Sasha melihatnya dengan rasa takut dan panik. "KYRO?! tidak, tidak, tidak, tolong jangan, kyro, tolong jangan lakukan hal itu" Sasha berteriak tetapi tidak didengarkan oleh Kyro, dia mengambil tiga langkah dan langsung melompat dan segera mengaitkan kabelnya ke salah satu pohon.

"KYROOOOOOOOOO"

Kyro langsung menembakan kabel ke arah leher salah satu titan lalu berputar dan memotong tengkuk leher salah satu titan tersebut.


Beberapa saat kemudian.

Kyro jatuh ke tanah, dia menyadari salah satu pedangnya patah dan gasnya tersisa sangat sedikit, ia melihat keadaan sekitar dan menyadari bahwa ia sudah dikelilingi oleh titan.

'Sudah kuduga... akan verakhir seperti ini... Kalian semua... maafkan aku...' dia menutup matanya ketika salah satu titan mengulurkan tangannya kearah Kyro.


Dan sampai disini dulu ceritanya karena cerita ini saya bikin pada saat tengah malam jadi mohon dimaklumi, ya... sampai jumpa di chapter berikutnya.