Bertahan Hidup

Desclaimer :

Naruto - Masashi Kisimoto

Highschool DxD - Ichie Isibumi

Genre : Sci-fi, Adventure, Fantasy dll

Warning : Tidak Jelas. Imajinasi Author yang masih rendah. membuat pusing, sakit kepala, mual-mual dan penyakit lainnya. Bahasa hancur. Gaje. typo. dll.

Summary : Bercerita tentang sekelompok siswa dalam bertahan hidup menghadapi makhluk aneh yang tiba-tiba muncul.

Bertahan Hidup

(New Author12)

Chapter 1 Awal

Naruto POV

Membahas keindahan langit tidak akan ada habisnya. Kenyamanan dan ketenangan adalah apa yang akan di dapat dari kegiatan memandang langit. Oleh karena itulah salah satu kegiatan yang paling aku suka adalah berbaring diatap sekolah sambil melihat langit. Dan hal yang paling aku tidak suka adalah ketika seseorang mengganggu ku dalam melakukan kegiatan tersebut.

"Sudah ku duga, kau pasti disini",

Baru saja aku bilang.

Naruto Pov end

Seorang siswi bersurai hitam bob berjalan mendekati ku, nama siswi tersebut adalah Sona Sitri, ketua Osis disekolah ini.

"Sekarang apa lagi Kaicho? Aku sedang tidak melanggar peraturan disini", jawab Naruto sedikit kesal, bagaimana pun sekarang masih jam istirahat.

Sona tersenyum, "Siapa yang bilang kau melanggar peraturan Naruto..", balasnya lalu mengambil posisi duduk di sebelah Naruto. "…Aku hanya ingin mengetahui keindahan langit yang sering kau sebut-sebut itu",lanjutnya sambil melihat kearah langit yang sama dengan Naruto.

"khe, kau tidak akan bisa mengetahuinya Kaicho, tidak dengan hati dingin mu itu", ejek Naruto yang langsung mendapat pukulan kecil dari Sona.

"Aku tidak meminta komentar dari mu pirang", balas Sona ketus.

Lalu mereka berdua lebih memilih diam sambil melihat kearah langit.

5 menit kemudian, merasa risih karena saling diam Naruto menghela nafas. Memang menikmati langit sambil diam adalah hobinya, tapi beda ceritanya kalau dia tidak sendirian.

"Ne Kaicho, apa kau melihat berita tadi pagi?" tanya Naruto memulai obrolan tanpa mengalihkan pandangannya.

"Tentang penemuan mayat-mayat yang dimutilasi itu? iya aku melihatnya. Dan sekarang hal itu menjadi trending topik di dunia maya", jawab Sona.

Naruto mengangguk, "Menurut mu bagaimana tentang itu?",

"hmmm entahlah, aku juga tidak tahu. Yang jelas itu benar-benar tidak manusiawi. Pasti pelakunya seorang psikopat",

"aku rasa pelakunya tidak hanya satu orang",

"iya, aku rasa juga seperti. Dan karena itulah mulai hari ini kau tidak boleh pergi kemana-mana Naruto, selesai sekolah langsung pulang!", perintah Sona.

"keh cara bicara mu seperti ibu-ibu saja Kai_",

ZZZTTTZZZ

WHUUUSSSS

ZZZTTTZTZ

DRDRDRDDRT (Suara pesawat dan Helikopter).

Ucapan Naruto terhenti ketika melihat begitu banyaknya pesawat dan helikopter mengudara.

"hmmm?", respon Naruto tidak mengerti.

Belum sempat Sona merespon, mereka berdua langsung memfokuskan mata mereka ke arah suatu benda yang terbang keatas dengan cepat, sebuah benda berbentuk bulat tapi bukan bola. Melihat dengan fokus,

Deg!

seketika kedua mata Naruto dan Sona membulat sempurna ketika menyadari benda apa itu.

Benda bulat itu adalah kepala Manusia.

KYAAAAA

AAARRRRGGHHH

Dengan cepat Naruto dan Sona langsung melihat kearah bawah, dan sekali lagi mereka dibuat terkejut dengan apa yang mereka lihat.

Ada begitu banyak siswa-siswi yang mati dengan badan terpotong-potong, hancur dan lain sebagainya, dan juga ada begitu banyak makhluk aneh yang sama sekali tidak bisa dijelaskan menyerang siswa-siswi yang ada dibawah.

Dengan ekspresi terkejut dan takut, Sona melangkah mundur. "Tidak mungkin",ucapnya takut.

"Sial!, apa yang terjadi sebenarnya?", Kata Naruto cepat yang langsung berlari berniat turun kebawah, namun langkahnya terhenti ketika tangannya ditahan Sona.

"M-mau kemana kau Naruto?", tanya Sona cepat.

"Tentu saja mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi", balas Naruto.

"Apa kau sudah gila!, kebawah itu berbahaya, bisa-bisa kau mati seperti mereka",

"Lalu apa yang harus kita lakukan, berdiam diri disini. Tidak mungkin kan!, sebaiknya kau juga ikut Sona", balas Naruto yang kali dia yang memegang tangan Sona dan berlari menuju pintu atap.

"Tu-tunggu Naruto", protes Sona tapi diabaikan Naruto.

Naruto terus berlari menuruni tangga hingga dia sampai ke lantai 3, dia berniat untuk memperingati siswa-siswi yang berada dilantai 3 ini tapi sepertinya terlambat karena sosok aneh yang dia lihat dibawah sudah berada di lantai 3 ini, langkah nya terhenti ketika melihat bagaimana didepannya sejauh 15 m seorang siswa dalam keadaan melayang sekitar setengah meter dari lantai, dadanya tertembus sesuatu yang runcing dan besar.

Crassh

Tubuh siswa tersebut hancur, koyak tersebar berserakan ketika sesuatu yang menembus tubuhnya itu seketika dalam waktu yang singkat membesar berkali-kali lipat.

"kya_hump", Sona yang ingin berteriak langsung ditutup mulutnya sama Naruto.

Untungnya sosok aneh ini tidak sedang menghadap ke mereka, di sekeliling makhluk aneh ini terlihat begitu banyak cipratan darah dan bagian-bagian tubuh siswa berserakan.

"Cepat sekali mereka sudah disini",pikir Naruto panik, pandangannya teralih ke arah siswa yang ternyata masih ada yang selamat.

Siswa tersebut mengendap-ngendap berlari kearah tangga yang ada disisi lain gedung. Entah kenapa Naruto melihat sosok itu tidak merespon ketika siswa tersebut bergerak. Melihat kearah wajah makhluk itu, Naruto tersadar kalau mahkluk itu tidak memiliki mata.

Kriieeek,

Naas, siswa yang mengendap-ngendap itu menginjak tas entah milik siapa yang tergeletak disitu, dan seketika mahkluk aneh itu mengarahkan pandangannya ke siswa itu.

Siswa itu seketika panik, dia berlari sekencang-kencangnya menuju tangga, dan langsung menuruni tangga tersebut namun,

Jleb, bruak!

Sebuah 'tombak' menusuk siswa tersebut dan mendorongnya hingga menabrak dinding yang ada dibelakangnya.

Siswa tersebut mengarahkan pandangannya ke Naruto, terlihat dari raut wajahnya kalau siswa tersebut sangat kesakitan.

"ugh! To-tolong a_",

Jleb jleb jleb jleb,

Belum selesai siswa itu berbicara, dari tombak yang menusuk tubuhnya keluar tombak-tombak yang lebih kecil dan langsung menusuk kebeberapa bagian dari tubuh siswa itu yang langsung tewas seketika.

Naruto hanya bisa terkejut dan takut melihat itu, sedangkan Sona sudah tidak berani melihat lagi, dia lebih memilih menutup matanya.

Melihat situasi semakin memburuk yang dia yakini bahwa tombak itu merupakan bagian dari mahkuk aneh lainnya, Naruto melihat sekeliling dan menemukan sebuah kelas dimana tertulis klub memasak di papan pintu kelas tersebut. Tanpa pikir panjang, Naruto langsung masuk ke kelas tersebut sambil membawa Sona dan menutup pintunya. Untungnya kelas tersebut tidak memiliki jendela dibagian dinding di lorongnya, jendela hanya terpasang dibagian luar dinding yang mengarah kelapangan.

Naruto menghela nafas lega, mengarahkan pandangannya ke arah Sona dapat dia lihat Sona saat ini sedang menutup matanya sambil menangis, tubuhnya juga sedikit bergetar pertanda dia takut. Naruto memaklumi hal itu karena dia juga merasakan takut.

Naruto langsung memeluk Sona, mencoba untuk menenangkannya. "Sudah-sudah, tidak perlu khawatir lagi. Kita sudah aman sekarang, mungkin", ucap Naruto pelan yang kata terakhirnya diucapkan didalam hati.

Sona mengangguk.

Naruto mengajak Sona untuk duduk di lantai dan tetap masih dalam posisi berpelukan. Tangan kiri Naruto mengambil Hp yang ada di saku celananya.

"Kau ngapain Naruto?", bisik Sona pelan,

"Mencari informasi", jawab Naruto namun setelah dicoba ternyata tidak bisa karena jaringan selulernya hilang., "Jaringan sialan, pakai hilang pula sekarang", ucap Naruto kesal.

"Sejak dari tadi pagi sinyal sudah hilang", balas Sona.

"Eh iya, aku tidak menyadarinya", ucap Naruto yang baru tahu.

Sona mengangguk.

Mungkin bukan saat dan situasi yang tepat, namun Naruto sedikit tersenyum melihat tingkah Sona yang meringkuk ketakutan. Bagaimana pun dia tidak menyangka kalau orang sedingin Sona bisa ketakutan seperti ini, ya walaupun dia sendiri juga takut. "Dia memang seperti wanita biasanya", pikir Naruto tersenyum sambil mengelus rambut Sona.

"Apa benar kita akan baik-baik saja Naruto? Bagaimana dengan keluarga kita?", tanya Sona.

"Aku tidak tahu Sona. Aku juga berharap keluargu mu baik-baik saja", balas Naruto jujur, bagaimana pun di dunia ini dia tinggal sendirian, orang tuannya sudah meninggal sejak lama dan dia juga tidak memiliki saudara.

Sona terdiam, air matanya mengalir memikirkan nasib dari keluarganya, ayahnya, ibunya dan kakaknya. Dia takut kalau mereka kenapa-kenapa.

"Apa kau ingin mengecek keadaan keluarga mu Sona?", tanya Naruto.

Sona mengangguk cepat.

"Baiklah aku akan membantu mu",

Sona langsung mengarahkan pandangannya menatap muka Naruto yang sedang tersenyum kearahnya.

"Aku janji", lanjut Naruto.

Sona kembali memeluk Naruto erat. "Terimakasih Naruto", balasnya.

"Yah tapi kita memerlukan rencana, aku akan memastikan kondisi diluar dulu", ucap Naruto sambil melepaskan pelukan Sona, lalu berdiri berniat membuka sedikit pintu untuk melihat keadaan diluar.

Sona juga berdiri disamping Naruto.

Membuka sedikit pintu, Naruto mencoba melihat kearah luar melalui celah tersebut.

Deg! Tubuh Naruto seketika menegang,

Sona yang melihat itu mencoba untuk bertanya namun dengan bahasa isyarat tangan Naruto menyuruhnya diam.

Mata Naruto membulat sempurna ketika melihat sosok aneh yang tidak memiliki mata tadi berdiri didepan pintu mereka.

Sosok aneh tersebut menyeringai, "Men…dengar…..su..aaraaaa", ucapnya dengan nada yang mengerikan. Tangan sosok aneh itu bergerak seperti hendak mendorong pintu mereka.

Keringat membanjiri wajah Naruto, entah kenapa dia tiba-tiba merasa kaku.

Namun,

BOOOOM BOOOM BOOOOM

Terdengar suara ledakan beruntun, jika dari besar suaranya mungkin jarak lokasi ledakan itu sekitar 200 sampai 300 meter, karna ledakan itu sosok aneh ini langsung mengalihkan perhatiannya keasal suara dan perlahan berjalan menjauh. kesempatan itu sama sekali tidak disia-siakan oleh Naruto, dia langsung menarik kepalanya dan menutup pintu itu dengan halus.

Naruto menghela nafas lega, melihat tatapan tanya Sona, Naruto kembali mengambil hpnya lalu mengetikkan sesuatu dan menunjukkan layar hp nya ke Sona.

'Tadi ada makhluk aneh itu berdiri didepan pintu ini, dan ketika aku membuka pintunya makhluk aneh itu hendak mendorong masuk kesini namun untungnya ada suara ledakan tadi yang mengalihkan perhatiannya'

Deg!

Sona terkejut bukan main, dia hendak berbicara namun Naruto langsung menutup mulutnya dan menyerahkan hp nya ke Sona, kemudian mengisyaratkan supaya Sona mengetik apa yang ingin dia ucapkan.

'Apa yang harus kita lakukan sekarang',

'Kita harus membuat rencana jika ingin keluar dari sini. kau kan pintar Sona, bisakah kau memikirkan sebuah rencana supaya kita bisa keluar dari sini?'

'Aku tidak yakin',

'Aku percaya pada mu Kaicho',

Setelah membaca itu kedua mata Sona membulat, dia dapat melihat Naruto sedang tersenyum kearahnya. Lalu Sona juga tersenyum dan mengangguk.

'akan aku usahakan, tapi aku butuh waktu',

Naruto mengangguk mengerti.

Kemudan Sona mulai berfikir, terkadang dia juga melihat kesekeliling ruangan, dan juga melihat kearah luar jendela. Setelah 10 menit kemudian akhirnya Sona mengarahkan pandangannya kearah Naruto dan mengangguk pertanda bahwa dia sudah memiliki sebuah rencana.

Naruto yang mengerti maksud Sona langsung menyerahkan hp ke Sona supaya dia bisa menjelaskan rencananya, namun Sona menggeleng, dia mengisyaratkan dengan tangannya supaya Naruto memajukan wajahnya, lalu Sona berbisik di telinga Naruto.

"Menjelaskan di hp akan terlalu lama dan tidak efesien, jadi bagini rencana ku. Pertama kita butuh Senjata untuk mempertahankan diri, aku berharap kita bisa menghindari sosok aneh itu tapi kita harus memikirkan hal terburuknya juga, jadi untuk jaga-jaga kita butuh senjata dan untungnya diruangan ini banyak yang bisa kita jadikan senjata, sampai disini kau mengerti Naruto?", bisik Sona.

Naruto mengangguk mengerti, dan tentang senjata karena disini adalah ruangan klub memasak maka banyak peralatan memasak yang bisa dijadikan senjata contohnya pisau dapur.

Sona melanjutkan, "Yang kedua kita butuh memantau keadaan lorong ini, ada beberapa cara yang terpikir oleh ku, dan cara yang paling aman dan efektif adalah memantau melalui ventisali pintu…", bisik Sona sambil mengarahkan pandangannya ke ventilasi pintu, Naruto juga mengarahkan pandangannya kesana, "….dengan menggunakan kamera dari hp kita bisa memantau keadaan luar. Kita bisa memanfaatkan fitur kamera depan dan belakang untuk memantau kondisi lorong",

Naruto sekali lagi mengangguk mengerti.

"…selanjutnya, kita akan pergi ke ruang guru. Sebisa mungkin kita mencari jalan yang aman. Diruang guru kita akan mengambil salah satu kunci mobil milik guru, aku tadi melihat masih banyak mobil guru yang terparkir diluar. Kita bisa menggunakan mobil itu untuk kabur dari sini. Kau bisa menyetir mobil kan Naruto? Begitulah rencana ku, bagaimana menurut mu Naruto", tanya Sona.

Dan lagi Naruto mengangguk sambil tersenyum, lalu mengarahkan wajahnya ke telinga Sona, "Rencana yang bagus Sona, aku sama sekali tidak terkejut", bisik Naruto memuji,

Sona yang dipuji tersenyum dan mengangguk.

Dan rencana mereka pun di mulai.

..

.

Bersambung

Hmmm iya aku tahu ceritanya jelek, tak jelas dan lain sebagainya. oleh karena itu tolong reviewnya supaya kedepannya bisa lebih bagus lagi.

Oh iya satu lagi, maaf word dichapter ini pendek, yah itu karena menurut aku lebih cocok dipotong disini sih wkwkw, tapi jangan khawatir, untuk chapter selanjutnya minimal wordnya 3k lebih.

oke ditunggu reviewnya,

Pembaca yang baik adalah pembaca yang meninggalkan kesan meski pun itu kesan buruk.

NewAuthor12 OUT...