Selamat membaca!
.
.
.
Pagi yang damai di sebuah komplek perumahan yang asri. Burung-burung berkicau merdu menyambut datangnya hari baru. Mentari tersenyum ceria menebarkan kehangatan kepada seluruh penghuni alam semesta. Indah dan penuh ketenangan. Jika di lihat dari atas memang seperti itu. Namun mari kita lihat turun kebawah dan lebih dekat. Kedalam satu bangunan sederhana dengan cat abu-abu yang mewarnai temboknya. Terlihat sang kepala keluarga tengah memanaskan mobil sedannya di halaman rumah. Sementara di dalam rumah, sang ibu rumah tangga tengah berjalan terburu-buru dengan celemek biru langit yang masih melekat di tubuh berisinya.
Pintu coklat di hadapannya ia buka dengan kasar. Giginya bergemeletuk melihat sang putra yang masih bergelung nyaman di dalam selimutnya.
"Astaga, anak ini tidur atau mati? Alarm di samping telinga pun tidak kunjung bangun?!"
Ia meraih jam beker di atas nakas dan mematikan alarmnya.
"Chanyeol, bangun!" Pekiknya dengan tangan bergerak menarik selimut yang membungkus tubuh sang putra.
Sementara sang putra yang semula tidur tengkurap pun menelentangkan tubuhnya dan merengek kecil. Sang ibu sontak memekik jijik melihat putranya yang ereksi di pagi hari.
"Sudah jam tujuh lebih lima belas menit! Kau bilang hari ini ada ulangan sejarah!" Teriaknya sembari membuka lebar tirai jendela sang putra.
Sementara sang putra yang mendengar perkataan sang ibu sontak melompatkan tubuhnya dari atas ranjang dengan iris terbelalak lebar.
"Kenapa ibu baru membangunkanku sekarang, aish!" Teriaknya dari dalam kamar mandi.
Sementara sang ibu hanya menggeleng dan menarik selimut putranya yang di basahi sperma remajanya. Oh Tuhan, memiliki putra yang tengah puber memang merepotkan. Dalam seminggu dia harus mengganti seprai putranya tiga sampai empat kali. Mungkin setelah ini ia akan menyarankan sang putra untuk memakai pampers sebelum tidur.
...
"Ibu, tolong aku!"
Baekhyun yang tengah membuatkan kopi untuk suaminya hampir menyiram tangannya dengan air panas. Sementara suaminya yang tengah menyuapkan biskuit ke mulutnya justru menggigit jemarinya. Teriakan Chanyeol mungkin akan terdengar ke penjuru komplek saking menggelegarnya.
"Anak itu benar-benar. Usianya bahkan akan menginjak tunuh belas tahun bulan depan, tapi tingkahnya masih jauh di bawah belita."
Baekhyun yang mendengar gerutuan suaminya segera menyelesaikan kopinya untuk kemudian ia berikan pada suaminya.
"Aku akan mengatasinya. Minumlah kopimu, sebelum dingin."
Baekhyun pergi setelah meninggalkan kecupan di bibir suaminya dan melangkah cepat menuju kamar putranya.
"Apa lagi?!"
Chanyeol memutar tubuhnya dan memperlihatkan raut frustasinya. sudah setengah jam dari ia meninggalkan kamar putranya tadi, namun lihatlah penampilan putranya itu.
Tanpa bertanya lagi, Baekhyun segera menghampiri putranya dan dengan sigap mengambil alih pekerjaan putranya. Tangan terampilnya melepaskan kancing kemeja Chanyeol yang sebelumnya terpasang asal-asalan, dan memasukannya pada lubang pasangannya. Ia menarik bagian pinggang celana Chanyeol berlawanan arah dan menariknya ke atas menyembunyikan bagian bawah kemejanya. Jemarinya bergerak mengancingkan pengaitnya dan menaikan resletingnya untuk kemudian memasangkan gespernya dengan benar. Hanya dalam gerakan singkat pun dasi sekolahnya telah terpasang rapi di kerah kemeja Chanyeol. Chanyeol dibuat terperangah dengan keterampilan ibunya. Ia merasa sangat amat beruntung memiliki ibu seperti ibunya di saat seperti ini.
"Pakai sepatumu dan bergegas naik ke mobil. Ibu sudah menyiapkan bekal untuk sarapanmu di sekolah."
"Aku tidak mau membawa bekal, bu. Aku malu. Aku akan sarapan di rumah secepat kilat." Mohon Chanyeol dengan wajah memelas.
"Salah siapa kau beronani begitu lama di kamar mandi?! Cepat masuk mobil, ayahmu sudah menunggu."
Jika ibunya sudah berkata seperti itu. Chanyeol bisa apa?
...
Baekhyun tengah memasukkan pakaian kotor ke dalam mesin cuci ketika perutnya mulas. Ia lalu pergi ke kamar mandi dan melakukan rutinitas paginya.
Setelah membuka celana dan mendudukan bokongnya di closset, ia mengejan untuk mengeluarkan sesuatu yang membuatnya mulas. Namun di tengah itu, ia merintih perih ketika lubang pantatnya berusaha mengeluarkan fasesnya.
"Ahh, ssh.. Richard benar-benar. Bagaimana tega dia menyetubuhiku tadi pagi setelah berhasil menggempurku semalaman? Lubangku jadi sakit begini. Aahh,"
Sementara itu di dalam mobil, Chanyeol tengah bersungut-sungut pada ayahnya yang tengah mengemudi.
"Semalam ayah memperkosa ibu berapa ronde? Ibu sampai mengangkang begitu ketika berjalan."
"Yak, bocah! Jaga bicaramu itu! Bagaimana bisa kau sebut bercinta di antara suami istri itu pemerkosaan, huh?! Salahkan ibumu kenapa bisa semenggoda itu. Aku sampai lepas kendali." Elak Richard.
"Ayah tidak tahu saja. Gara-gara ayah aku jadi terangsang mendengar desahan ibu. Aku bahkan memimpikan ibu dalam mimpi basahku!" Sungut Chanyeol.
"Anak setan!"
Like father like son
Richard Park(32), Park Baekhyun(30), Park Chanyeol (17).
Matur content [Bahasa kasar, vulgar, dan adegan dewasa]
Family, Humor, Incest, romance, m-preg
.
.
.
Ini berkisah tentang keluarga Park. Dengan Richard Park sebagai kepala keluarga, Byun Baekhyun sebagai ibu rumah tangga, dan Park Chanyeol putra semata wayang.
Richard Park dan Byun Baekhyun. Keduanya terpaksa menikah di usia yang masih di bilang belia. Baekhyun bahkan baru mendapat mimpi basahnya setelah Richard menggagahinya untuk yang ke lima kali. Padahal saat itu hubungan mereka baru menginjak bulan kedua sebagai sepasang kekasih. Hormon remajalah yang menjadi pemicunya.
Mereka bersenggama tanpa memikirkan akibatnya karna Baekhyun juga merupakan laki-laki. Yang mereka pikirkan hanya kenikmatan yang di dapat ketika bercinta. Namun, setelah persetubuhan mereka yang ke tujuh, Baekhyun, tiga belas tahun, anak-anak yang baru memasuki bangku SMP, di temukan muntah-muntah di dalam kamar mandi rumahnya dan di vonis berbadan dua setelah di periksa di klinik dekat rumahnya, dengan Richard Park kaka kelas yang akan menghadapi ujian nasional semester depan sebagai pelakunya.
Saat itu keduanya di sidang di hadapan kedua orang tuanya masing-masing. Setelah melewati ceramah dan perundingan yang sangat lama, keduanya pun sepakat untuk di nikahkan secara agama, karna masih di bawah umur. Richard masih bersekolah seperti biasa. Sementara Baekhyun berhenti dari pendidikannya dan berfokus pada kehamilannya. Keduanya tinggal di rumah orangtua Richard setelah menikah.
Tidak jarang, Orangtua Richard di buat sakit kepala mendapati anaknya dengan nafsu bergejolak sehingga menelanjangi Baekhyun yang tengah hamil tanpa melihat tempat dan kondisi. Lelah untuk menegur, mereka lebih memilih untuk pergi menjauh. Terus seperti itu, hingga Chanyeol lahir dan memiliki paras persis seperti ayahnya. Mereka bahkan lebih cocok di sebut saudara kembar ketimbang ayah dan anak.
Ya, seperti itulah asal muasal Park Chanyeol hadir di antara ibunya yang segar menggoda dan ayahnya yang gagah perkasa.
Chanyeol tidak pernah mau di salahkan kenapa ia begitu mendambakan sosok ibunya. Di tengah hormon remajanya yang meletup-letup, melihat lekuk tubuh ibunya yang begitu menggoda membuat Chanyeol menaik turunkan tangannya pada cacing di selangkangannya dengan iris terpejam membayangkan desahan ibunya hampir setiap malam yang ia dengar dari kamar di sebelahnya, menyebutkan namanya dengan frustasi. Membayangkan tubuh putih ibunya bersinar karna keringat sedang menggeliat di bawah kuasanya. Chanyeol bahkan sampai mimisan jika membayangkan lebih jauh lagi.
Maka tak jarang Chanyeol bersorak senang ketika ayahnya diharuskan lembur kerja dan membuatnya berdua saja dengan ibunya di rumah. Ia akan mengambil kesempatan dengan menempel pada ibunya yang tengah menonton tv. Memeluk ibunya dan sengaja menyenderkan kepalanya pada dada Baekhyun. Dan pada kesempatan tertentu ia akan mengusakkan hidung atau bibirnya pada puting berisi Baekhyun, seolah hal tersebut bukan di sengaja. Atau dengan sengaja mengusap paha dalam ibunya dengan dalih ketidaksengajaan.
Jika ia beruntung, ia akan terbebas dari seretan maut ayahnya saat mendapati dirinya mengambil kesempatan atas ketidakadaanya. Namun tidak jarang, Chanyeol hampir kehilangan nafasnya ketika ayahnya menyeret kerah kaosnya sampai mencekik lehernya menuju kamar. Dan Chanyeol lebih memilih mati saja ketika beberapa waktu selanjutnya desahan keras ibunya menggema membangunkan kejantanannya.
Sungguh tidak adil.
...
Jam menunjukan pukul tiga sore ketika Chanyeol pulang dari sekolahnya. Remaja replika ayahnya itu melepas sepatunya dan menggantinya dengan sendal rumahan.
"Ibu, aku pulang!"
Teriaknya memasuki dapur dan mengambil teh kemasan kotak di dalam kulkas. Chanyeol mengernyit ketika tidak mendapat sahutan dari ibunya.
"Ibu?!"
Chanyeol melangkah untuk mencari ibunya. Halaman belakang, tempat jemuran, melewati ruang keluarga dan ke pintu utama. Ia tidak menemukan ibunya. Namun mobil sedan ayahnya yang terparkir di halaman rumah, membuat Chanyeol mengumpat dan segera berlari ke pintu kamar di sebelah kamarnya. Kenapa tidak terpikirkan?
Chanyeol hendak menggedor pintu kamar orangtuanya tersebut, sebelum desahan yang sepertinya di tahan itu terdengar di telinga lebarnya. Ia menurunkan tangannya dan menempelkan sebelah telinganya pada daun pintu.
"A-ahh.. Rich-ardhh emphh ohh,"
Chanyeol meneguk ludahnya kasar. Ia semakin memfokuskan pendengarannya.
"Akhh!!"
Sebelum terjengkang karna desahan keras ibunya. Sial! Ayahnya pasti sengaja melakukan itu. Ia pasti tahu Chanyeol tengah menguping. Chanyeol pun memasuki kamarnya dengan gebrakan pada pintu yang di tutup dengan kasar. Chanyeol mendudukan tubuhnya di atas ranjang, menyender pada kepala ranjang dengan tangan yang bergerak masuk kedalam celana sekolahnya.
Sementara di dalam kamar orangtua Chanyeol, Kedua tubuh telanjang itu berpelukan erat di atas ranjang dengan tubuh yang menghentak dan terhentak. Baekhyun menancapkan kuku-kukunya pada punggung Richard dan mendesah keras di samping telinga suaminya. Richard yang mendengar desahan Baekhyun semakin menggila. Ia melepaskan pelukannya dan meraup puting segar Baekhyun kedalam mulutnya. Ia gigit main-main dan menariknya dengan bibirnya.
"Ahh, akh ahh aahh, unggh, ahh~"
Baekhyun mendesah semakin gila. Tangannya mencengkram kuat bantal di bawah kepalanya. Kepalanya menggeleng frustasi. Dadanya ia busungkan dengan tinggi, sedangkan kakinya semakin lebar mengangkangi suaminya. Nikmatnya luar biasa.
Clokh clokh clokh
Richard semakin kuat menggenjot lubang Baekhyun. Bunyi tubrukan antara testis Richard dengan bongkahan bulat Baekhyun terdengar menggairahkan. Ini sudah tahun ke tujuh belas mereka menikah. Hampir setiap hari, setiap waktu, setiap saat ia menggenjot lubang istrinya itu. Namun, nikmatnya tidak pernah berubah. Masih sama seperti ketika pertama kali mereka bercinta.
"Akh ahh enggnhh a-akuhh ...ahh~"
"Bersama hhh, sayanghh." Richard menggeram rendah di samping telinga Baekhyun.
Ia membawa bibir Baekhyun kedalam ciuman panasnya, seiring semakin dalam dan cepat genjotannya pada lubang Baekhyun.
"Empph~!!"
Hingga hentakan yang sangat kuat ia hujamkan hingga menyemburkan spermanya di dalam Baekhyun, bersamaan dengan Baekhyun yang mengejang kuat melepaskan orgasmenya.
"Kau hebat, sayang. Luar biasa." Ucap Richard sembari membawa Baekhyun kepelukannya.
"Kau benar-benar menghabisiku, bodoh!" Sinis Baekhyun dengan nafas yang masih memburu.
"Siapa suruh kau begitu menggoda."
Mereka tidak tahu saja bahwa putra semata wayangnya itu juga tengah terbaring dengan nafas terengah. Telapak tangannya di penuhi sperma seperti halnya pada selangkangannya. Oh, Tuhan. Chanyeol bisa gila.
...
Chanyeol terlihat segar ketika ia menghampiri meja makannya. Ia memang jatuh tertidur setelah melakukan onani dadakannya tadi sore. Ia terbangun ketika jam menunjukan pukul tujuh malam. Ia segera mandi dan keluar untuk makan ketika merasakan perutnya keroncongan.
"Ibu mana?" Chanyeol bertanya pada ayahnya yang sudah mendudukan tubuhnya di meja makan.
"Dia kelelahan dan memilih untuk tidur lebih awal." Jawab Richard seadanya.
"Ayah, apa tidak apa-apa menyetubuhi ibu setiap waktu seperti itu? Aku sering mendapati ibu mengeluh dengan pinggangnya yang sakit setiap pagi." Chanyeol bertanya sembari menyendokan nasi ke atas piringnya.
"Itu hal yang wajar untuknya, Chanyeol. Akan lebih menyakitkan jika kita tidak bersenggama dalam waktu yang lama lalu kemudian aku menyetubuhinya. Kau akan mengerti ketika kau memiliki istri nanti."
"Tapi tidak seperti itu juga." Sangkal Chanyeol.
"Berhenti berkomentar. Toh ibumu juga tidak pernah menolak. Masih baik aku tidak menggantungmu karna selalu membayangkan ibumu yang macam-macam. Aku bahkan membantumu beronani dengan mendengar desahan ibumu. Seharusnya kau bersyukur."
Chanyeol menghentikan kunyahannya dan menelan bulat-bulat nasi yang belum seutuhnya terkunyah itu. Ia mencondongkan tubuhnya pada sang ayah dan berbisik dengan wajah penuh harap.
"Kalau begitu, ayah. Apa suatu hari nanti, kau akan mengijinkanku untuk menggagahi ibu juga?"
"Iblis!"
Bersambung...
Kalian tau kan kalo Richard Park itu ya Chanyeol. Cuman disini aku buat dua orang berbeda yang memiliki wujud sama. wkwkwk
Review juseyoooooo
