Haruskah Jeno memilih untuk membunuh Renjun demi keselamatan nya sendiri. Karena demi tuhan dia bukanlah siapa-siapanya selain hanya orang asing yang ia salah tangkap.

"Tentang kejadian di sekolah aku minta maaf"

"Jeno, apa maksud kamu ?"

"Renjun kalau ku bilang lari kau harus lari, mengerti?" Jeno melakukan nya secepat yang ia bisa untuk melepaskan tali yang menjerat tubuh lelaki mungil itu yang disekap didalam sebuah gudang.

Air mata jatuh mengalir deras dari wajah kucal Renjun yang sudah dua hari tak menyentuh air.

"Kalau aku lari apa kau akan lari juga ?"

Jeno masih tak mau berhenti atau untuk mendengarkan, ia hanya masa bodo dengan beberapa pertanyaan yang diteriakan Renjun padanya.

"JENO!" Renjun berteriak membuat Jeno malah menutup buru-buru mulut Renjun dengan bibir nya. Sementara kedua tangan masih bekerja untuk memotong tali besar itu dengan pisau kecilnya.

Renjun menutup matanya, jeritan tangis tertahan namun Jeno masih belum ingin melepaskan nya.

Hingga semua pekerjaan selesai Jeno mencabut sepasang bibir miliknya dengan Renjun.

"Kita bicara setelah aku sudah pastikan kau berada ditempat yang aman"

"Jawab aku dulu"

"Jawab apa ?"

"Kau akan tetap bersama ku kan ?"

"Tidak bisa Renjun"