Tanggal 17 , pukul 8:25 pagi. Naruto berdiri di kuburan sambil membawa setangkup bunga mawar.

Naruto berjongkok dan mengelus sebuah batu besar yang tertulis nama kedua orang tuanya,yaitu Namikaze Minato dan Uzumaki Kushina. Kedua orang tua Naruto sudah meninggal semenjak Naruto berumur 10 tahun.

Naruto menaruh bunga itu di makam orang tua nya dan berdo'a dalam hati.

'Otou-san,Okaa-san semoga kalian tenang disana, Dan lindungilah aku yang ada di sini.'

Tak seberapa lama seorang pria dewasa berpakaian jas berwarna abu-abu dengan wajah yang tertutup masker itu datang dari belakang Naruto.

"Naruto sudah waktunya kita berangkat."

Naruto bangkit berdiri dan memutar balik menghadap kearah Pria itu. "Aku mengerti Kakashi-sensei."

"Baiklah ayo." Ucap Kakashi melangkah menjauh dari dari makam yang diikuti oleh Naruto dari belakang.

Mereka berdua pun masuk kedalam mobil Mercedes Benz S-Class milik Kakashi sendiri. Naruto duduk disebelah Kakashi yang sedang menyetir.

Didalam perjalanan Naruto terus memandang kearah jendela, sedangkan Kakashi fokus menyetir mobilnya menuju Konoha Academy.

"Kakashi-sensei apa hari ini aku bertemu Jiji?" Tanya Naruto tanpa menoleh kearah Kakashi.

Naruto semenjak kecil belum pernah sekalipun bertemu kakek nya. Sampai saat kedua orang tua Naruto meninggal Kakek mengirim surat pada Naruto untuk datang menemuinya. Dan hari inilah Naruto akan bertemu kakeknya untuk pertama kali. Naruto sedikit merasa gugup karena orang tuanya pernah bilang, bahwa kakek nya itu adalah orang tegas yang memiliki kekuatan melebihi ayah Naruto. Sedangkan kalau diingat-ingat ayah Naruto sendiri pernah mengalahkan musuh sampai setengah desa sendirian tanpa tergores sedikitpun.

Kakashi melirik sebentar kearah Naruto lalu kembali fokus kedepan. "Ya,kau akan bertemu dengannya di Konoha Academy."

Naruto menolehkan kepalanya mengarah ke Kakashi dan menatapnya tajam.

Kakashi yang tahu sedang ditatap Naruto dengan serius itupun merasa risih.

"Apa?" Tanya Kakashi kesal.

Naruto mengusap-usap dagunya sambil alisnya sedikit berkerut. "Tidak ada, hanya saja kata Otou-san dulu wajah jiji mirip sepertimu Kakashi-sensei." Naruto tidak berbohong tentang itu, dia benar-benar diberitahu oleh ayahnya kalau wajah jiji mirip dengan kakashi-sensei saat kakashi membuka maskernya tersebut. Walaupun pada kenyataan nya Naruto belum pernah sekalipun melihat Kakashi membuka maskernya, bahkan saat makan sekalipun kakashi tidak pernah membukanya.

Kakashi menghela nafas kasar. "Sepertinya mata Otou-sanmu itu bermasalah Naruto." Ucap Kakashi tak terima. Yah,tentu saja, bagaimana bisa Minato menilai wajah Kakashi mirip dengan wajah Hashirama si kakek tua itu. Semenjak kapan Minato menjadi rabun seperti itu hah? Jelas Dari mata pun sudah kelihatan kalau berbeda.

Naruto tertawa terbahak-bahak mendengar bantahan dari Kakashi. Naruto tahu kalau Kakashi paling tidak suka dibanding-bandingkan dalam hal apapun, termasuk kekuatannya.

Sedangkan Kakashi hanya diam menahan emosinya. Kakashi pikir Naruto dan Minato tidak ada bedanya sama-sama menyebalkan.

Setelah menempuh perjalanan hampir 2 jam akhirnya mereka berdua pun sampai di depan gerbang Konoha Academy.

Kakashi dan Naruto keluar dari mobil dan masuk kedalam Academy tersebut. Didalam sudah banyak para murid berlalu-lalang sibuk dengan kegiatan nya masing-masing.

Naruto melihat sekeliling dan benar-benar kagum dengan Sekolah ini. Semua nya tampak mewah, dari pintu yang penuh pernik emas , dan juga pakaian murid-murid nya yang terlihat mahal dan rapi. Lantai putihnya nya pun terlihat bersih dan cerah, setiap sisi sekolah terdapat lampu gantung yang biasa nya digunakan oleh orang-orang kelas atas.

Naruto tidak tahu kalau ternyata Jiji adalah orang kaya. Buktinya dia bisa membangun gedung sebesar ini dan sangat mewah. Berbeda dengan keluarga Naruto yang setiap harinya harus bekerja untuk bisa merasakan satu cap mie.

"Naruto." Panggil Kakashi menepuk pundak Naruto.

Naruto pun tersadar dari lamunan nya dan menoleh kearah Kakashi yang sudah berada di sampingnya itu sambil menatap Naruto datar.

"Sudah puas mengagumi tempat ini hm?" Ucap Kakashi sambil bersedekap dan mengentak-entakkan kakinya kesal.

"Hehe..." Naruto menggaruk kepalanya yang tak gatal itu sambil tertawa garing. "Maaf Kakashi-sensei." Lanjutnya.

Kakashi menghela nafas lelah. "Terserah kau saja. Sekarang kita harus menemui Hashirama si kakek tua itu." Ucap kakashi lalu berjalan melewati Naruto begitu saja.

"Ba-baik!" Naruto berlari kecil mengikuti Kakashi yang sudah berada sedikit jauh darinya.

Kakashi dan Naruto sudah tiba didepan pintu ruang Hashirama Senju.

Kakashi mengetuk pintu dan berkata, "Hashirama-sama bisakah kami masuk?"

"Masuklah." Jawab Hashirama didalam ruangan.

Kakashi dan Naruto masuk kedalam ruangan. Ruangan itu terlihat besar dan juga banyak data-data yang berantakan dilantai.

"Hashirama-sama , saya sudah membawa Naruto kemari." Ucap Kakashi sambil menunduk hormat. Meskipun biasanya Kakashi memanggil Hashirama dengan kakek tua atau kakek sialan, ketika Kakashi berhadapan langsung dengan Hashirama dia menjadi sopan ( Takut dipecat ).

Hashirama memutar kursi nya menghadap Naruto dan Kakashi. "Ah, Naruto kau disini!" Ucap Hashirama dengan riang.

Naruto yang dipanggil pun hanya melongo. Naruto tidak tahu kalau ternyata Jiji memiliki wajah yang penuh karisma walaupun berkerut. Ditambah dengan berpakaian jas hitam membuat jiji terlihat wibawa. Pantas saja dulu ayah Naruto selalu ingin seperti jiji.

"Naruto kau sudah besar rupanya." Ucap Hashirama sambil memeluk Naruto erat. Semenjak Naruto berusia 5 tahun Hashirama tidak pernah bertemu dengan Naruto lagi. Lantaran Hashirama harus membangun Konoha Academy. Jujur saja Hashirama rindu dengan cucu nya itu.

Naruto pun tersadar dari lamunan nya ketika Jiji memeluk nya erat.

"A-anoo... Bi-bisakah kau melepasnya Jiji, aku susah bernafas." Ucap Naruto dengan nada serak sambil menepuk-nepuk punggung Jiji memberi isyarat untuk melepas pelukan nya. Kekaguman Naruto menurun saat tahu kalau Jiji ternyata memiliki sifat yang menyebalkan seperti ini.

"Ah baiklah maaf." Hashirama melepas pelukan nya dengan berat hati. Minato dan Naruto sama, mereka berdua tidak suka saat Hashirama memeluk nya, mereka berdua selalu memberi alasan kalau mereka sulit bernafas agar Hashirama melepasnya.

Hashirama berdeham. "Kalau begitu duduklah."

Kakashi dan Naruto duduk di sofa dan Hashirama pun juga ikut duduk berhadapan dengan mereka berdua.

Hashirama meminum secangkir kopi yang sudah tersedia dimeja. "Naruto, alasan aku memanggilmu kesini adalah aku ingin kau melanjutkan sekolahmu disini." Ucap Hashirama menatap serius pada Naruto.

Hashirama sudah merencanakan ini semenjak lama, dia tahu kalau Naruto memiliki Kurumi didalam tubuhnya. Kurumi adalah salah satu siluman berekor sembilan yang mempunyai kekuatan paling membahayakan di Shinobi, oleh karena itu Hashirama Berniat melindungi Naruto agar tidak asal menggunakan kekuatan nya tersebut.

"Eh?!" Naruto terkejut mendengar ucapan jijinya itu. Lantaran Naruto tidak pernah membayangkan bisa bersekolah di tempat yang mewah seperti ini. "Tapi...apa bisa aku bersekolah disini? Maksudku aku lihat murid-murid disini adalah orang kelas atas?"

Hashirama tertawa keras, betapa bodohnya cucunya itu, dia kira Hashirama adalah orang penggila uang. "Tenang saja Naruto, sekolah ini bukan melihat seberapa kaya nya dirimu itu. Sekolah ini justru melihat dari kehebatan mereka dalam menjadi seorang Shinobi,dan aku tahu kau layak sekolah disini. Sebab kau adalah anak Minato dan aku tahu kekuatanmu nak."

"Hehe.." Naruto menggaruk kepalanya yang tak gatal itu sambil tertawa garing. Jiji benar semenjak kecil Naruto memiliki kekuatan yang sama dengan ayahnya itu. Dan kekuatan Naruto menjadi 2x lipat lebih hebat dari ayahnya karena Naruto memiliki Kurumi didalam tubuhnya, yang sudah pasti chakra Naruto semakin bertambah kuat.

"Tapi dengan satu syarat, kau tidak boleh menunjukan kekuatanmu yang sebenarnya disekolah ini. Karena jika orang lain tahu itu akan menjadi merepotkan." Ucap Hashirama memberi peringatan pada Naruto.

"Aku mengerti Jiji." Balas Naruto.

"Dan...Kakashi kau akan bertanggung jawab mengawasi Naruto." Ucap Hashirama melirik kearah Kakashi.

Kakashi adalah satu-satu nya orang terpercaya yang Hashirama punyai. Lantaran Kakashi sudah bekerja sama dengan Hashirama 15 tahun dari mulai Hashirama membangun Konoha Academy sampai sekarang.

Kakashi bangkit berdiri menunduk hormat. "Saya mengerti Hashirama-sama. Kalau begitu kami permisi."

Hashirama menganggukan kepala membalas ucapan Kakashi.

"Kita keluar Naruto." Ucap Kakashi berdiri tegak lalu melangkah keluar dari ruangan.

Naruto pun ikut bangkit berdiri menunduk hormat pada Hashirama lalu berjalan keluar dari ruangan mengikuti Kakashi.

"Nee Kakashi-sensei, sekarang kita kemana?" Tanya Naruto sambil berjalan disamping Kakashi.

Kini Kakashi dan Naruto sudah berada diluar, berjalan di koridor sekolah.

Kakashi mendongak keatas menatap langit, terlihat matahari sudah mulai terbenam.

"Sepertinya aku akan mengantarmu ke asrama pria sekarang." Ucap Kakashi sambil tetap melangkah, dan kedua tangannya pun dimasukan kedalam saku celananya.

Kakashi dan Naruto sudah sampai di gedung asrama.

"Naruto ambilah ini, kau tinggal di kamar nomor 32 mengerti." Ucap Kakashi melempar sebuah kunci kepada Naruto.

Naruto menangkap kunci tersebut lalu berkata, "Baiklah!"

Kakashi mengangguk, setelah itu Kakashi memutar balik dan mulai melangkah menjauh.

Baru lima langkah Kakashi tiba-tiba menghentikan langkahnya. Naruto pun mengangkat satu alisnya bingung melihat Kakashi yang mendadak berhenti itu.

"Oh ya Naruto, di kamar nomor 32 kau jangan membuka lemarinya mengerti?"

"Hah? Memang nya kenapa?" Tanya Naruto yang semakin dibuat bingung oleh Kakashi.

"Hmm...buku dewasa ku ada disana, kau masih kecil Naruto jadi dilarang membacanya. "

"Cih, aku juga tidak ingin membaca nya sialan! Dasar Sensei mesum!" Ucap Naruto kesal. Ia pun berlari kearah gedung asrama begitu saja meninggalkan Sensei mesumnya itu dengan hati dongkol.

Didalam Gedung Asrama

Naruto berjalan pelan sambil mencari kamar bernomor 32 itu.

"Haahh...sudah sampai lantai tiga pun aku masih belum menemukan nya." Keluh Naruto yang sudah kelelahan berjalan disepanjang gedung asrama besar ini. Naruto masih berpikir seberapa kaya jiji nya itu? Sampai-sampai asrama nya pun memiliki 10 lantai seperti ini, dan juga gedung asrama terlihat besar pula. Kalau jiji sekaya ini lalu kenapa ayahnya itu miskin? Naruto tidak habis pikir punya bagian keluarga sekaya ini.

Tak seberapa lama Naruto melihat seorang pria keluar dari kamar, kemudian berjalan kearah Naruto.

"Ah permisi bisakah kau tunjukan dimana kamar nomor 32?" Tanya Naruto sambil melambaikan tangannya.

Namun sayangnya pria itu terus berjalan tak mempedulikan Naruto yang berbicara dengannya.

Pria itu terus berjalan dan lewat disamping Naruto. Sebelum terus berjalan pria itu sekilas membisikan sebuah kata yang membuat Naruto pun terbelalak.

"Aku akan membunuhmu.."

Mata Naruto melebar dan seketika tubuhnya mematung. Naruto merasakan sebuah chakra kuat ada didalam tubuh pria itu. Ketika Naruto berputar balik pria itu sudah menghilang dari pandangannya.

"Apa itu tadi?" Naruto benar-benar merasakan kebencian luar biasa dari pria itu, tidak, tidak hanya itu, Naruto juga merasa bahwa dirinya pernah melihat pria itu, Naruto seperti mengenal pria bermata merah itu.

Naruto menghela nafas lelah. "Mungkin aku terlalu berlebihan."

Yah, Naruto tidak ingin berpikiran tidak baik pada orang lain. Ibu pernah berkata padanya kalau sebelum melihat sifat aslinya janganlah menilai orang dengan negatif.

Untuk sekarang lupakan hal itu.

Naruto melihat sekeliling dan tak sengaja ia melihat kamar nomor 32 tepat didepan nya.

"Ah! Ini dia." Naruto membuka kamar tersebut dan masuk kedalam.

Didalam kamar Naruto segera menghempaskan badan nya di kasur empuk itu. Naruto benar-benar lelah hari ini, apalagi Naruto masih teringat dengan pria bermata merah itu yang berbisik ingin membunuhnya.

Jujur saja seingat Naruto waktu dia kecil sampai sekarang tidak pernah sekalipun dia membuat musuh didalam hidupnya. Tapi kenapa pria itu tiba-tiba ingin membunuhnya? Apa dia salah satu musuh ayahnya? Entahlah Naruto lelah berpikir sekarang ini.

"Sepertinya kau mengalami banyak hal hari ini Naruto." Ucap mahluk siluman berparas seperti seorang gadis keluar dari tubuh Naruto.

"Kurumi? Kau melihat semuanya?" Ucap Naruto terkejut dengan kedatangan Kurumi tiba-tiba.

Kurumi mengeringai. "Tentu saja, aku bisa melihat semuanya dengan jelas, termasuk pria yang ingin membunuhmu itu."

Kurumi adalah siluman rubah berekor sembilan yang memiliki kekuatan berbahaya. Kurumi si gadis siluman yang menjalin kontrak dengan Naruto semenjak kecil. Dan karena Kurumi tinggal di dalam tubuh Naruto jelas dia bisa melihat semua yang Naruto lakukan.

Kurumi yang berpakaian jubah kuil itu berjalan mendekati Naruto yang sudah duduk di kasur, lalu Kurumi sedikit menunduk menatap Naruto dari dekat.

"Dari yang aku lihat sepertinya kehidupanmu akan semakin menarik kedepan nya." Ucap Kurumi, menatap Naruto semakin dekat sambil tersenyum anggun.

Naruto mendorong wajah Kurumi yang terlalu dekat itu dengan telapak tangan nya. "Tidak ada yang menarik Kurumi. Aku ingin istirahat sekarang jadi pergilah."

Naruto paling lelah jika sudah menangani Kurumi yang selalu menggoda nya itu. Naruto mengakui walaupun Kurumi adalah siluman wajah nya tampak cantik, tapi Naruto tidak terlalu tertarik dengan kecantikan Kurumi, bagaimanapun Kurumi tetaplah Kurumi yang sudah Naruto anggap sebagai keluarganya.

Kurumi menggembungkan pipinya menatap kesal pada Naruto yang selalu saja bersikap dingin padanya.

"Baiklah terserah!" Ucap Kurumi marah lalu masuk kedalam tubuh Naruto lagi.

Naruto kembali menghempaskan tubuhnya diatas kasur , perlahan-lahan mata nya tertutup.

"Semoga saja besok tidak terjadi apa-apa." Ucap Naruto pelan ,kemudian dirinya pun tertelap.

To Be Continue..

Chapter pertama Selesai!

Terima kasih sudah membacanya sampai tuntas!

Ini adalah cerita pertama yang saya buat, semoga cerita ini bisa membuat kalian terhibur, yaahh...walaupun sedikit itu tidak masalah.

Ah! jangan lupa untuk memberikan Like Comment nya jika kalian ingin menyampaikan sesuatu pada Saya

Oh ya , Kalau kalian bertanya-tanya siapa sebenarnya Kurumi, dia adalah Kurama versi perempuan. Kurumi berbentuk seperti manusia dan adalah type perempuan dengan sifat Ara-ara~

Ketika Kurumi keluar dari tubuh Naruto cara keluar Kurumi seperti Roh yang keluar dari Tubuh manusia, dan ketika sudah ada diluar Kurumi menjadi badat. yah kalian bisa membayangkan nya sendiri seperti apa.

yups, itu saja yang ingin saya sampaikan saat ini, jadi sampai jumpa!!